Yuk, wujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah

Sunday, November 12, 2006

Amal Kita

Seringkali dalam kehidupan kita sehari-hari jika melihat istri marah-marah dianggapnya sudah tak cinta lagi. Atau seorang guru yang memarahi muridnya karena tidak mengerjakan PR dianggapnya gurunya galak. Bahkan jika sedang naik kendaraan umum ditengah jalan kecopetan, kita beranggapan nasib sedang sial.

keyakinan kita terhadap satu peristiwa sangat bergantung dari bagaimana kita memaknai dari peristiwa itu sendiri. Jika kita menanggapinya sebagai nasib sial dicopet maka kesialan itulah yang menimpa kita namun jika kita menganggap sebagai keberuntungan bisa bersedekah dengan sembunyi-sembunyi maka itu sebagai dihitung sebagai amal pahala kita.

Demikian halnya dengan penjual bubur ayam yang saya kenal, setiap kali berjualan jika tidak laku dengan riangnya dia membagikan buburnya pada tetangganya. “saatnya beramal..” Katanya,

“apa tidak bangkrut kalo terus-terusan begitu pak?” tanya saya.

“Bagaimana bangkrut?, rizki diatur oleh Allah SWT. Bayi yang didalam kandungan aja diberi rizki apa lagi kita yang masih mau berusaha..”jawabnya.

Post a Comment

Home

AGUSSYAFII BLOG
2006
Proudly powered by : Blogger