Tuesday, January 16, 2007
Kerinduan Seorang Ayah
Buat saya dikala siang, ditengah kesibukkan kerja selalu saja ada yang membuat saya merindukannya. Yaitu senyumnya Hana putri kami. Banyak orang bilang senyumnya Hana percis senyum ayahnya. Itulah sebabnya saya merasa kehilangan senyum manisnya. Semalam Hana rewel karena ayahnya kalo pulang malam terus. Ada teman dichatting mengingatkan bahwa itu pertanda Hana minta diperhatikan.Dulu sebelum menikah rindu sama ibunya. Begitu lahir Hana, kerinduan telah bergeser pada Hana. Dengan penuh perharapan dan terkadang kecemasan ditengah arus moedernitas terselip memanjatkan doa untuk Hana, "Hamba titipkan Hana putri kami padaMu ya Allah..semoga engkau kuatkan imannya selalu."
Begitulah kerinduan seorang ayah pada putrinya..






abis punya anak, kerinduan bergeser. :)
Hana buat saya adalah rizki yang tidak terduga
ya begitulah lebih sayang ama anak..
semoga lekas punya ya?
Saya mengerti sekali perasaan itu. Tapi apakah benar logika, karena telah ada anak maka kerinduan ktia bergeser? Lalu kerinduan kita selama ini kepada istri kita itu apa?
Maaf nih kalau saya salah, terkadang saya berpikir apakah chatting di kantor, menggunakan fasilitas kantor itu halal?
Lain cerita kalu perusahaan itu milik pribadi lho... dan Kalau Mas Agus termasuk owner, mohon maaf atas komentar saya.
pertama, seringkali kerinduan kepada anak buat saya lebih kuat daripada rindu saya sama istri tapi itu bukan berarti saya tidak rindu, masih juga rindu kok..
kedua, soal chatting, berhubung pekerjaan saya sangat erat kaitannya yang menggunakan media chatting. Mau tidak mau ya mesti chatting. Jadi saya digaji ya untuk chatting mas..
Selamat bekerja dan bekarja Mas Agus.
Post a Comment