Yuk, wujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah

Friday, March 30, 2007

Mencintai Istri Sendiri

Pada tulisan yang berjudul “Saya Tidak Tau” ada seorang teman bertanya kenapa mencintai istri, bukankah itu akan menghalangi cinta kita pada Alloh SWT. Saya katakan padanya, karena mencintai istri sendiri itu diperintahkan olah Alloh. Oleh sebab itu saya selalu menghindari mencintai istri tetangga, bukan hanya dimurkai oleh Alloh SWT tapi juga dikutuk oleh para tetangga. Percaya dech ama saya

Penawar Cinta

Keluarga yang mawaddah warahmah adalah keluarga yang mampu membangun komunikasi dua arah, terbuka dan fleksibel. Itulah yang kami bangun dalam keluarga. Apapun teori, rumus dan metodenya yang penting hasilnya. Itulah sebabnya disetiap saat istri saya selalu memiliki pertanyaan sebagai penawar cinta yang menguatkan jiwa.

Disatu pagi sebelum saya berangkat ke kantor istri saya bertanya, “Mas, tau nggak bedain gajah besar ama gajah kecil?” “Ya, jelas dong dari badannya aja udah keliatan gajah besar badannya besar. Gajah kecil badannya kecil.” Jawab saya. “Salah mas.” “Trus, apa dong?”

“Gini mas, gajah besar ama gajah kecil dikumpulin diayakkan. Terus diayak. Nanti keliatan, gajah yang kecil-kecil pada jatuh. Dan yang tinggal diayakan itu tinggal gajah besar.” Begitu jawab istri saya.

Anda juga punya cerita sebagai penawar cinta?

Thursday, March 22, 2007

Penjual Buah

Di stasiun Citayem kalo pagi selalu ramai dengan penjual jambu klutuk. Ada penjual yang selalu membiarkan orang yang lewat mengambil jambunya. “Pak, diambilin begitu aja, apa nggak takut rugi?” tanya saya. “Ya kalo rugi saya sudah nggak jualan pak. biarin aja pak hitung-hitung amal. “ Jawabnya si penjual buah.

Saya pikir benar juga ya apa yang dikatakan penjual buah itu. Kehidupan tidak selalu dilihat untung dan rugi. Sementara ada nilai amal kebaikan yang lebih berharga diatas untung dan rugi semata.

Pesan Seorang Bapak

Ada satu keluarga yang tinggal digunung. Pada satu hari bapaknya pergi ke kota. Dia berpesan pada anaknya yang mulai beranjak dewasa. Kata bapaknya, “Nak, Ingat pesan bapak. Jaga dan rawatlah ladang selama bapak pergi.”

Bapaknya pergi ke kota selama seminggu untuk membeli bahan kebutuhan sehari-hari. Sementara anaknya pergi ke ladang. Seminggu kemudian sang bapak pulang dari kota dan menengok anaknya yang sedang di ladang. Bapaknya melihat anaknya tidak melakukan aktifitas apapun kecuali mengulang-ngulang pesan bapaknya. “Apa yang kamu lakukan sejak bapak pergi?” tanya bapaknya. “Saya melaksanakan perintah bapak untuk mengingat-ingat pesan bapak.” kata si anak.

Bapaknya geleng-geleng kepala menyaksikan tanaman yang diladang nampak tidak terawat. Pertanyaannya adalah siapa yang tidak paham, bapak yang tidak paham menjelaskan pada anaknya? atau si anak yang tidak mengerti pesan bapaknya?

Saya Tidak Pernah Tau

Dulu saya jatuh cinta pada istri saya karena teman sekantor. Kalo ditanya kenapa saya jatuh cinta padanya, saya tidak pernah tau. Itulah sebabnya ditengah malam saya mencoba melakukan review apa yang istimewa pada dirinya dengan skala satu sampai sepuluh.

Sabar 5, cantik 7, Baik Hati 6, Cerewet 9, Kecerdasan 7,5

Setelah saya saya tulis nilai-nilai itu dengan penuh kesadaran sampai detik ini saya masih tidak pernah tau kenapa saya masih jatuh hati padanya. Kehadirannya tidak pernah bisa tergantikan oleh siapapun juga. Kenapa ya?

Thursday, March 15, 2007

Effektifitas

Setiap orang selalu memiliki nilai yang berbeda. Nilai itu memiliki efektifitas dalam meningkatkan kualitas kehidupan sehari-hari. Seperti halnya Pak Haji tetangga saya seorang penjual sayur yang setiap pagi hari diwarungnya selalu orang mengantri untuk belanja. Dia meyakini bahwa nilai-nilai keimanan yang telah mendorongnya untuk selalu bekerja keras dengan menghasilkan yang halal dan toyib (baik).

Wednesday, March 14, 2007

Mendayagunakan Persepsi

Persepsi atau sudut pandang kita mampu merubah surga menjadi neraka dan neraka menjadi surga. Dengan begitu setiap kali dirundung duka mendayagunakan persepsi merubah duka menjadi suka cita adalah cara kami untuk membuat rumah selalu terlihat indah.

Jika ada yang bilang, hidup adalah penderitaan dan perkawinan adalah lembaga pelanggengan penderitaan. Maka saya dan istri sepakat untuk mendayagunakan persepsi merubahnya menjadi hidup adalah kebahagiaan dan perkawinan adalah lembaga pelanggengan kebahagiaan. Menjadikan rumah kami adalah surga buat kami dan anak-anak kami, apapun yang terjadi.

Kedatangan Seorang Teman

Ditengah kesibukan kerja yang padat dan juga istri dan anak silih berganti sakit, semuanya terasa menyenangkan dikarenakan dengan kedatangan seorang teman yang berkunjung kerumah. Rumah menjadi hidup, Hana kelihatan gembira setelah sembuh dari sakit. Setelah itu giliran saya terkapar sakit untuk istirahat sejenak. Toh, istri masih sempat juga godain, "Makanya jangan suka bercanda, nanti panas dingin."

Terima kasih ya kakak Yuriko sudah berkunjung nengokin Hana..

Rasa Aman

Dulu bapak saya selalu mengatakan bahwa semua orang adalah baik. didunia tidak ada orang jahat, yang ada adalah orang yang tidak tahu bagaimana cara berbuat baik. Sejak itu jika saya bertemu dengan siapapun, dimanapun dan kapanpun saya selalu memiliki rasa aman dan percaya diri.

Thursday, March 08, 2007

Mengendalikan Hubungan

Mana yang lebih penting, cinta atau kebebasan?

Jika menganggap cinta lebih utama, seringkali kebebasan diabaikan. Jika kebebasan diutamakan, maka cinta dikorbankan. Demikian halnya dengan seorang teman yang selalu bermasalah dengan rumah tangganya. Dia sangat mencitai istrinya namun dia tidak ingin dikekang oleh istri.. Sehingga setiap akhir pekan selalu selalu berantem dengan istrinya karena dia ingin pergi sendirian. Sementara istrinya menghendaki dia untuk tetap dirumah. Saya menyarankan padanya agar hubungan dengan istrinya terjaga, sebaiknya dirumah.

Fitrah

Fitrah adalah potensi diri manusia untuk menjadi lebih baik. Itulah sebabnya potensi untuk menjadi lebih baik pada diri kita senantiasa didorong dan dibangkitkan. Banyak sekali saya bertemu dengan orang yang selalu optimis dan ceria. Berbagai masalah dan rintangan mampu dihadapi dengan gembira yang membuat orang-orang yang disekitarnya menjadi termotivasi untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Sungguh indah sekali hidup ini.

Bukankah seperti itu yang selalu diajarkan oleh Nabi SAW?

Tukang Sapu

Dulu saya pernah berkantor di Jalan Panglima Polim dekat blok M. Dijalan dekat kantor tiap pagi selalu ada tukang sapu jalan raya. Pada satu kesempatan saya pernah bertanya padanya kenapa memilih sebagai tukang sapu.

“Karena jika tidak ada tukang sapu. Dunia ini akan tenggelam oleh debu.” Begitu jawabnya.

Wednesday, March 07, 2007

Indahnya Hidup

Setiap kali malam tiba, sembari sholat malam. Tidak lupa memanjatkan puji syukur kehadirat Alloh SWT anak dan istri senantiasa sehat wal afiat biarpun kemaren Hana sempat terkena radang. Badannya demam tiga hari. Dokter sempat mengingatkan kemungkinan Demam Berdarah. Istri sempat menangis ketakutan. ternyata hanya sakit radang.

Sehat dan sakit datang silih berganti pada keluarga kami. Kebahagiaan dan kesusahan selalu datang menghampiri dengan berbagai masalah. Kehidupan ini adalah masalah. Setiap masalah selalu ada solusinya. Menyambut kebahagiaan dan penderitaan dengan kegembiraan merupakan cara yang paling mudah untuk bisa menikmati indahnya hidup ini dan dalam keheningan pagi sebelum berangkat ke kantor tidak lupa mengucapkan, "Terima kasih ya Alloh, atas semua karuniaMu..."

Mutiara Kehidupan

Mutiara adalah benda kecil tetapi menarik perhatian. Mutiara kehidupan adalah sesuatu hal kecil tapi menarik perhatian, maka ia bisa menyita perhatian suami dan isteri sehingga mendistorsi semua masalah. Manusia sebagai individu adalah unik. Rumah tangga adalah mempersatukan dua keunikan, keunikan suami dan keunikan isteri. Jika keunikan suami dan keunikan isteri menjadi sinergi maka rumah tangga itu menjadi indah dan bahagia.

Tuesday, March 06, 2007

Ridho

Tujuan hidup manusia adalah untuk menggapai ridho Alloh, ibtigha’a mardlatillah. Jadi apapun boleh yang penting diridhoi Alloh SWT. Apalah artinya pangkat tinggi dan gaji besar jika tidak diridhoi oleh Nya. Ridho artinya senang. Jadi segala pertimbangan tentang tujuan, terpulang kepada apakah yang kita lakukan dan apa yang kita gapai itu sesuatu yang disukai atau tidak oleh Alloh SWT. Jika kita berusaha memperoleh ridho Nya, maka apapun yang diberikan Alloh kepada kita, kita akan menerimanya dengan ridho (senang) pula, ridho dan diridhoi, radliyatan mardliyyah.

Indikator ridho Alloh SWT juga dapat dilihat dari dimensi horizontal. Nabi bersabda bahwa ridho Alloh ada bersama ridho kedua orang tua, dan murka Alloh ada bersama murka kedua orang tua. Jika ayah ibu ridho, maka Allahpun meridhoinya, jika ayah ibu murka, Allohpun murka pula.

Cara Mudah Berhenti Merokok

Setiap orang pernah sakit. Jika sakit belum dalam kondisi kritis sukar sekali untuk menghentikan kesenangan hidup. Itulah yang terjadi pada seorang teman yang sakit paru-parunya. karena pengen sembuh dia pergi kedokter. dokternya bertanya apakah dirinya merokok. dia menjawabnya iya dok, sehari dua bungkus. dokternya menasehati agar berhenti merokok dan banyak minum susu. Katanya, setiap kali ingat larangan merokok dalam sehari dua bungkus sekarang malah empat bungkus.

Dia bertanya pada saya bagaimana caranya untuk menghentikannya. Saya katakan padanya, "gampang aja, teruskan aja merokoknya. Kalo sekarang empat bungkus, tambah tiap hari sebungkus jadi besok lima bungkus, terus enam bungkus, tujuh bungkus dijamin dech nggak sampe 30 hari akan berhenti merokok." Teman itu memanggut-manggut seolah mengerti. sampai sekarang saya tidak pernah mendengar kabarnya lagi, apakah masih pengen berhenti merokok atau malah sudah masuk rumah sakit?

Keluarga Bahagia, Itulah Yang Kita Cari

Pasangan ideal dari kata keluarga adalah bahagia, sehingga idiomnya menjadi keluarga bahagia. Maknanya, tujuan dari setiap orang yang membina rumah tangga adalah mencari kebahagiaan hidup. Hampir seluruh budaya bangsa menempatkan kehidupan keluarga sebagai ukuran kebahagiaan yang sebenarnya. Meski seseorang gagal karirnya di luar rumah, tetapi sukses membangun keluarga yang kokoh dan sejahtera, maka tetaplah ia dipandang sebagai orang yang sukses dan berbahagia. Sebaliknya orang yang sukses di luar rumah, tetapi keluarganya berantakan, maka ia tidak disebut orang yang beruntung, karena betapapun sukses diraih, tetapi kegagalan dalam rumah tangganya akan tercermin di wajahnya, tercermin pula pada pola hidupnya yang tidak bahagia.

Hidup berkeluarga memang merupakan fitrah sosial manusia. Secara psikologis, kehidupan berkeluarga, baik bagi suami, isteri, anak-anak, cucu-cicit atau bahkan mertua merupakan pelabuhan perasaan, ; ketenteraman, kerinduan, keharuan, semangat dan pengorbanan,semuanya berlabuh di lembaga yang bernama keluarga. Secara alamiah, ikatan kekeluargaan memiliki nilai kesucian, oleh karena itu bukan hanya di masyarakat tradisional kesetiaan keluarga dipandang mulia.

Monday, March 05, 2007

Pengaruh Terbaik

Kepribadian setiap orang selalu berbeda. Lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat memiliki pengaruh terhadap perkembangan terhadap pribadi individu. Demikian hal dengan saya. Setiap hari selalu bertemu dengan berbagai orang. Dirumah, dijalan, dikereta, di kantor dengan berbagai karakter dan latar belakang yang berbeda, saya selalu bertemu dengan orang-orang yang berhati mulia yang tak lepas dengan senyuman manis yang selalu menghias dibibir.

Tak henti memanjatkan puji syukur atas karuniaNya dengan pengaruh terbaik dari lingkungan yang saya tumbuh dan berkembang untuk menjadi yang menghantarkan ke dalam diri untuk membuka rahasia hidup yaitu dimana tempat adalah untuk melayani.

Tiada kata yang paling indah selain doa yang bisa saya panjatkan untuk bapak dan ibu. Dari pengaruhnyalah saya diajarkan dengan hidup sederhana akan mengetahui makna kekayaan sejati. menerima semua, merasakan semua, mensyukuri semua yang ada. Dengan jiwa cinta dan kasih sayangnya saya menemukan kedamaian dalam hati ditengah badai kehidupan yang serba tidak pasti.
AGUSSYAFII BLOG
2006
Proudly powered by : Blogger