Thursday, September 27, 2007
Tanda-Tanda Negeri
"Bagaimana kalo menunjukkan negeri ini sedang makmur?" tanya saya. "Mudah saja, jika banyak orang yang mudah tertawa berarti negeri itu makmur dan sentosa" jawab bapak.
Jika anda mencintai seseorang, anda butuh bukti bukan janji. Ketika orang yang anda cintai bisa terlihat sholeh, salatnya khusyu’ rajin ke masjid, terlihat sebagai sosok yang sempurna karena apapun sanggup dia lakukan agar mendapatkan cinta anda.
Malam sehabis sholat tarawih saya, istri dan Hana bertadarus. Istri saya bertanya kenapa ya kita bertadarus. Saya katakan padanya bahwa tadarus bertujuan untuk menggugah kita agar senantiasa belajar terus menerus.
Sehabis sholat tarawih saya sempat berkumpul dengan teman-teman. Mereka bercerita ada seorang satpam yang gagah berani menggagalkan pencurian barang dipasar. Ada yang bertanya pada saya apakah ada amalan untuk menumbuhkan keberanian.
Disetiap pagi hari yang indah, kebiasaan saling menyapa teman, saudara, kerabat lewat email sungguh membahagiakan hidup saya. Kadang kala setiap email yang hadir pada diri saya memiliki dua kategori. Kategori pertama, email yang memuliakan orang lain. Kedua, email yang tidak tahu bagaimana caranya memuliakan orang lain.
Semalam setelah sholat tarawih istri saya bertanya kenapa banyak khutbah indah dan menyentuh hati tapi juga ada yang kurang menyentuh hati.
Keluarga adalah rujukan kesuksesan seseorang, apabila dia gagal dalam karier tetapi sukses dalam keluarga maka dia dipandang sebagai orang berhasil.
Ramadhan tahun ini buat saya adalah sebenar-benarnya puasa. Bagaimana tidak, pagi-pagi sewaktu mengantri ke Pom bensin. Tiba-tiba dari samping ada motor menyelonong dari samping yang membuat kaki sebelah kiri terkena knalpot, membuat kaki jadi menjadi melepuh kena panas. Ketika saya hendak marah, istri saya komentar "sudah mas, nggak usah marah. Sebab kalo mas Agus marah jadi tambah lucu lho.."
Ramadhan ini sewaktu pulang kerja, badan rasanya terasa udah capek. Naik becak buat saya selain mengurangi rasa capek tapi juga mempercepat sampai ke rumah.
Ditempat saya tinggal, ada seorang Pak haji selalu mudah membantu orang lain. Dulu sewaktu adik saya menikah, pak haji yang menawarkan dirinya untuk mengurus semua persyaratan pernikahan hingga ikut mengantar ke KUA. Begitu mudah dia membantu dan melayani orang lain.
Kenapa Nabi mengajarkan untuk selalu berkumpul dengan orang-orang yang sholeh? Sebab disana tempat yang membawa kedamaian. Ada tiga tempat kedamaian yang saya miliki saat ini. Tempat kedamaian pertama yang saya miliki adalah dimana rumah, anak dan istri saya berada. Dikala sakit, kedamaian datang mengobati dengan cinta dan kasih sayang hana dan istri.
Salah satu bumbu penyedap didalam kehidupan rumah tangga adalah pertengkaran. Selama pertengkaran adalah bagian proses belajar pendewasaan bagi masing-masing individu maka pertengkaran itu menjadi satu hal yang penting.
Ada seorang teman yang baru belajar agama, wajahnya nampak ceria dan murah senyum. Kemana-mana selalu bertegur sapa dengan orang lain. Setiap kali berjamaah dimasjid, saya selalu bertemu dengannya lebih awal. Dikala waktu senggang menjelang waktu adzan Isya’ dia selalu menyempatkan untuk belajar membaca Qur’an.
Pagi hari, sebelum matahari menampakkan dirinya. Terjebak ditengah kemacetan di Kebayoran Lama adalah bagian perjalanan menuju kantor. Saya memiliki cara untuk menghibur diri dengan menyaksikan orang-orang yang berjualan hampir pada separuh bahu jalan. Nampak pedagang sibuk melayani pembeli. Cabe merah, kol, ayam potong tumpah ruah menjadi satu. Didepannya terlihat kokoh berdiri Gudang Rabat.
Setiap pagi, sebelum berangkat ke kantor sejenak bemain bersama Hana adalah kegiatan yang paling menyenangkan. Dilapangan dimana saya daan Hana bermain, saya bertemu dengan Mas Yadi yang juga sedang menjaga anaknya.
Kehidupan didalam rumah kami selalu bagai ruang belajar. Kadang kala pertengkaran terjadi. Salah pengertian bisa menyebabkan pertengkaran. Ruang belajar adalah tempat dimana merubah pertengkaran sebagai pembalajaran. Kata memaafkan mampu merubah kerasnya hati menjadi rasa cinta terhadap pasangan hidup.
Biasanya dipagi hari saya selalu saja bertemu dengan bapak penjual kacang ijo. Namun sejak ramadhan ini dia berjualan disore hari. Usianya sudah lanjut namun suka bekerja keras. Putrinya mengaji dirumah, istri saya yang mengajarinya. Biarpun bapak itu nampak sederhana, banyak juga ilmu yang bisa dipelajari darinya.
Terima kasih kami ucapkan kepada teman-teman yang dengan tulus mendoakan kesembuhan bagi putri kami, Hana Rufaida (2,5 th). Bagi kami doa dan perhatian teman-teman Anugerah hidup yang paling besar di dalam keluarga kami.
Dikala ada waktu sehabis sholat tarawih, istri saya biasanya suka mengulang hafalan bacaan Qur’an. Katanya, untuk menghafal Qur’an adalah hal yang mudah tapi menjaga hafalan tidaklah mudah.
Momentum Ramadhan “Stop Perceraian”
Kehidupan kita senantiasa pasang dan surut, karena itulah siklus kehidupan. Dalam kehidupan kita, baik sebagai pribadi dan anggota keluarga. terkadang begitu banyak keberuntungan kita peroleh, tetapi pada masa tertentu kita harus menghadapi kesulitan hidup. Sebenarnya masalah jelas, jawabannya jelas, tetapi masalah baru muncul sebagai akibat masalah sebelumnya sehingga menjadi rumit.
Siang tadi abis sholat jumat ada sms dari istri saya bunyinya begini. "Mas Agus yang kucing-kucing tai (kucintai), apakah dirimu sudah makan siang? Jangan lupa jaga kesehatan ya..
Teman, disore yang cerah ini. Ijinkan saya menyapa anda. Untuk menyampaikan salam takzim saya. Bahwa kebahagiaan hidup anda, hari ini adalah kebahagiaan saya juga. Kesuksesan anda hari ini adalah kesuksesan saya juga.agussyafii@yahoo.com
| |