Yuk, wujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah

Wednesday, December 17, 2008

Akhlak Menyapa Orang Lain

1. Berteriak memanggil orang dari jarak yang jauh di jalan-jalan, di pasar atau di tempat-tempat publik lainnya bukan satu sikap yang bijak. Adalah lebih baik untuk mendekatinya lebih dulu sebelum menyapanya.

2. Orang boleh dipanggil baik dengan namanya atau nama keluarganyanya

3. Memanggil guru atau kedua orang tua tidak boleh dengan menyebut namanya, karena itu menjadi ciri kekurangajaran.

4. Meringkas atau mengurangi sebuah nama adalah cara yang cocok untuk memanggil orang lain asalkan mereka menyukai panggilan itu.

5. Memanggil orang lain dengan titel tertentu atau nama keluarga harus disetujui sepenuhnya dari orang tersebut.

6. Jika seseorang ingin memanggil seseorang yang tidak dikenalnya, maka yang terbaik baginya adalah memakai istilah-istilah umum, yang tidak bersifat menghina seperti “teman,” atau “saudara.”

lusi sakit kak..

Beberapa malam Lusi tidak mengaji. Malam itu kami bertanya kenapa lusi tidak mengaji. "lusi sakit kak.." jawab salah satu anak pengajian. AKhirnya setelah selesai mengaji kami berkunjung menengok lusi yang sedang sakit.

Wajahnya lusi terlihat pucat. Tikus-tikus got berlarian diatap rumah lusi. Nampak rumah kontrakan yang ditempatinya memang tidak sehat untuk ditinggali. Istri saya menyarankan untuk mencari tempat tinggal yang lebih baik pada ibunya. Sementara kakaknya mempersilahkan kami untuk minum. Walaupun sakit senyum lusi selalu menghiasi. Senyum Lusi itulah yang terasa istimewa buat kami sekeluarga dan teman-temannya. sebuah senyum ketulusan dari seorang anak yang selalu rajin membantu orang tuanya sebelum berangkat sekolah.

Cepat sembuh ya lusi..Nanti malam mengaji lagi..itulah kata-kata istriku ketika kami hendak berpamitan.

--------

Ya Alloh, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang shaleh. (QS. Ash-Shoffaat, 37:100)

Mana Yang Lebih Penting?

Ada seorang teman yang datang berkunjung. Kami sering diskusi banyak hal. Setiap kali datang dia selalu saja ada pertanyaan buat saya. Bahkan terkadang saya juga yang bertanya padanya.

“Mas Agus, mana yang lebih penting? Diam atau banyak bicara? Kenapa orang bijak lebih banyak diam daripada bicara?” tanyanya.

“Diam dan bicara sama pentingnya bila ada perintahNya.” Jawab saya.

“Bagaimana misalnya mas?” tanyanya.

“Seperti seekor burung yang terdiam membisu disaat terbang dan mendendangkan lagu ketika memanggil pasangan hidupnya.” Jawab saya.

---

Lalu Kami jadikan Sulaiman memahaminya. Setiap orangnya Kami beri hukum dan pengetahuan; dan Kami edarkan bersama Daud gaya-gaya alamiah/Rawasia dan burung-burung yang bertasbih. Dan Kamilah yang melakukannya. (QS. 21:79).

Tuesday, December 16, 2008

Menghindarkan Dari Marabahaya

Malam belum begitu larut. Istri saya nampak kelelahan. Sore tadi istri saya membuat nasi kuning yang dibagikan untuk anak-anak pengajian. Hal itu juga dilakukan disetiap malam jumat setelah kami Yasinan istri saya selalu menyediakan makanan dan minum buat anak-anak pengajian.

“memangnya lagi ada acara apa kok membuat nasi kuning?”tanya saya.

“Saya lagi pengen mengajarkan Hana untuk selalu berbagi dengan teman-temannya sebab dengan cara berbagi menanamkan rasa cinta untuk sesama & menghindarkan kita dari marabahaya,” Jawab istri saya.

--------

‘Obatilah orang yang sakit dengan shodaqoh, Bentengilah harta yang anda miliki dengan zakat dan tolaklah marabahaya dengan doa (HR Baihaqi).

Monday, December 15, 2008

Adab Seorang Istri Terhadap Suami

"Dunia (hidup di dunia ini) adalah kesenangan dan sebaik-baik kesenangan di dunia ini adalah istri yang baik (sholehah)." (Shahih Muslim, Kitab 14, Bab 17, Hadits No. 1467).

Ada beberapa hal yang patut diperhatikan oleh seorang istri yang sholehah di dalam keluarga, termasuk pergaulannya terhadap suami. Beberapa hal tersebut adalah:

1. Menjadi seorang istri yang baik adalah sedemikian penting sehingga dari titik pandang Islam, seorang istri yang baik dipandang sebagai sesuatu yang paling baik di dunia.

2. Peranan perempuan dalam rumah tangga sangat penting. Sesungguhnyalah ia merupakan faktor penentu.

3. Istri harus melakukan yang terbaik untuk menjaga agar suaminya tetap senang kepadanya.

4. Istri ideal harus memadukan tiga hal : Ia dapat membahagiakan suaminya bila suami melihatnya, dengan cara merawat diri agar selalu tampil cantik menarik di depan suaminya. Ia harus mentaatinya jika ia menyuruhnya; Ia tidak menentang keinginan suaminya baik menyangkut diri sang istri atau harta bendanya dengan melakukan sesuatu yang dicela olehnya.

5. Menolak tidur bersama suaminya ketika ia mengajaknya tidur adalah merupakan satu kesalahan besar yang harus dihindarkan.

6. Ketika sang istri berniat untuk berpuasa sunat, ia boleh melakukannya hanya setelah ada izin dari suaminya. Jika ia tidak memperoleh izin suaminya, maka suami berhak untuk membuatnya membatalkan puasa yang sedang dijalaninya. Alasan untuk ini adalah bahwa mungkin ia berkeinginan untuk melakukan hubungan seksual dengannya, yang tentu ia tidak bisa melakukannya jika sang istri berpuasa atas pemberian izin darinya.

7. Adalah kewajiban seorang istri untuk tidak mengizinkan seseorang, yang tidak diinginkan suaminya, untuk masuk ke dalam rumah tanpa izin darinya.

8. Istri tidak boleh memberikan sesuatu yang mungkin hak milik suaminya tanpa perkenannya.

9. Seorang istri tidak patut meminta dari suaminya uang tambahan atau apa yang ia tidak miliki atau tidak mampu memberikannya, dan ia harus menunjukkan rasa terima kasih atas apapun yang ia berikan.

10. Seorang istri harus mengakui bantuan apapun yang diberikan suaminya di dalam rumah.

11. Istri yang baik adalah ia yang taat pada perintah suaminya jika ia memintanya melakukan sesuatu.

12. Pada saat suami pulang ke rumah, istri harus menyambutnya dengan ramah dan menemuinya dengan penampilan yang baik dan cantik.

13. Istri harus berusaha untuk tidak mengabaikan kebutuhan-kebutuhan suaminya atau melalaikan tuntutan-tuntutannya. Semakin seorang istri memperhatikan suaminya, maka semakin besar pula cintanya kepadanya. Kebanyakan para suami – secara faktual, memandang perhatian sang istri pada mereka sebagai satu ekspresi dari cintanya.

14. Seorang istri harus berhati-hati untuk tidak menyampaikan pada suaminya, pada saat ia pulang, tentang persoalan-persoalan keluarga, atau mengadu padanya tentang anak-anak, dan lain-lain. Sebaliknya ia harus berupaya menciptakan suasana damai yang justru dibutuhkan suaminya setelah melewati hari-hari yang panjang dan melelahkan.

15. Seorang istri sebaiknya mendiskusikan masalah-masalah keluarga dengan suaminya pada saat-saat yang tepat.

16. Bagi seorang istri yang menghormati kerabat dekat suaminya dan memperlakukan mereka dengan ramah adalah – sesungguhnya – merupakan tanda penghargaan dan hormat bagi suaminya.

17. Seringkali meninggalkan rumah adalah suatu kebiasaan buruk bagi perempuan. Ia juga tidak boleh meninggalkan rumah jika suaminya keberatan ia berbuat demikian.

18. Istri tidak boleh bercengkrama dengan laki-laki asing tanpa mengindahkan keberatan suaminya.

19. Istri harus penuh perhatian terhadap suaminya pada saat ia berbicara.

20. Seorang istri tidak berhak meminjamkan sesuatu dari harta suaminya yang bertentangan dengan keinginannya. Tetapi ia boleh meminjamkan hak miliknya sendiri.

21. Menuntut perceraian dari suami tanpa alasan yang kuat adalah dilarang.

22. Jika seorang teman suami bertanya tentang dia, ia boleh menjawabnya tetapi tanpa harus terlibat dalam percakapan panjang lebar.

23. Terlalu banyak berargumentasi dan berdebat dengan suami, menghitung-hitung kesalahan suami, sebenarnya hanya akan menumbuhkan kebencian dan memperburuk hubungan.

24. Memelihara rumah dan menjalankan tugas-tugas rumah tangga adalah menjadi tanggung jawab istri. Oleh karena itu ia harus mengerjakan tugas-tugas merawat rumah, perabot rumah tangga dan lain-lain dan juga harus hemat.

25. Seorang istri tidak boleh memberi sedekah dari harta suaminya tanpa seizinnya.

26. Berbicara tentang atau menceritakan pada orang lain mengenai masalah-masalah seksual antara suami dan istri adalah merupakan dosa menurut Islam.

27. Seorang istri tidak perlu merasa takut untuk menyatakan cinta dan kasih sayangnya terhadap suaminya. Hal itu akan menyenangkan hatinya dan membuatnya lebih dekat pada keluarganya; selain itu jika ia tidak menemukan seorang perempuan yang menarik dan mencintainya di rumah, ia mungkin sekali akan terdorong untuk mencari hiburan dimana saja, di luar rumah.

28. Kepemimpinan dalam keluarga adalah menjadi hak suami. Bagi perempuan yang menuntut persamaan yang penuh dan sempurna dengan suaminya, akan berakibat pada adanya dua pemimpin dalam keluarga dan ini tidak dikenal dalam Islam. Meskipun begitu suami tidak boleh bertindak dengan cara otokratis dan menyalahgunakan posisinya. Ia harus memperlihatkan cinta dan kasih sayangnya dan memperlakukan istrinya sebagai partner hidup.

Akhlaq Suami Terhadap Istri

Dalam Islam, keluarga diakui dan dihormati sebagai basis masyarakat. Nilai-nilai luhur ditanamkan untuk memelihara hubungan-hubungan yang sehat dan harmonis dalam keluarga; peraturan-peraturan akhlaq mengenai hubungan-hubungan ini oleh karenanya menjadi sangat penting.

Dan pergaulilah isteri-isteri kalian dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (Qs. an-Nisaa’: 19).

Barang siapa menggembirakan hati istri, (maka) seakan-akan menangis takut kepada Allah. Barang siapa menangis takut kepada Allah, maka Allah mengharamkan tubuhnya dari neraka. Sesungguhnya ketika suami istri saling memperhatikan, maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan penuh rahmat. Manakala suami merengkuh telapak tangan istri (diremas-remas), maka berguguranlah dosa-dosa suami-istri itu dari sela-sela jarinya. [HR. Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri].

1. Dalam pandangan Islam, orang yang terbaik adalah yang terbaik dan terarah pada istrinya. Berlaku santun terhadap istri adalah bagian dari akhlaq Islam.

2. Karir seorang pria tidak harus dikejar dengan mengorbankan semua tujuan suci sedemikian sehingga beresiko bagi kehancuran perkawinannya. Terlepas dari seberapa keras ia harus bekerja untuk memberi nafkah bagi keluarganya, bagaimanapun sang suami tetap memiliki kewajiban ntuk meluangkan waktu bagi istrinya. Hal ini dapat dipenuhi lewat hiburan, menikmati saat-saat bercengkerama, bermain olahraga atau bentuk-bentuk lain mengisi waktu senggang yang diperkenankan oleh Islam.

3. Adalah menjadi bagian kebaikan seorang suami terhadap istrinya untuk memenuhi segala kebutuhannya, sepanjang tidak bertentangan dengan Islam. Sesungguhnya cara terbaik membelajakan uang dalam pandangan Islam adalah memberi nafkah pada keluarga.

4. Meskipun melakukan shalat di dalam rumah lebih baik daripada di masjid bagi perempuan, seorang istri tidak harus dicegah pergi ke masjid jika ia ingin melakukannya.

5. Membicarakan masalah-masalah pribadi dengan orang lain, yaitu perihal seksual, adalah sesuatu yang sepenuhnya diharamkan dalam Islam.

6. Kecemburuan seorang suami terhadap istrinya ada dua macam, kecurigaan yang tak berdasar atau cemburu buta, yang harus dijauhi dan kecemburuan dimana terdapat alasan yang kuat, yang dianjurkan.

7. Seorang suami tidak boleh membenci istrinya, karena jika ia tidak karena jika ia tidak menyukai salah satu karakteristiknya, ia boleh jadi menyukai sifatnya yang lain. Secara insidental, diharamkan dalam Islam untuk merubah karakteristik-karakteristik sang istri yang tidak disukai suaminya, sepanjang karakteristik-karakteristik itu tidak kontradiktif dengan Islam. Seorang istri memiliki personalitasnya sendiri yang berbeda dari suaminya, dan ia tidak berhak untuk menghancurkan kepribadian istrinya dan menyesuaikannya dengan kepribadiannya. Suami harus menyadari bahwa mungkin ada elemen-elemen tertentu dari karakter istrinya yang tidak menyenangkannya, sebagaimana halnya mungkin ada aspek-aspek tertentu dari karakteristiknya yang tidak disukai olehnya.

8. Seorang suami tidak boleh mencaci maki istrinya atau kerabatnya.

9. Hubungan suami-istri memiliki sifat khusus. Ia tidak akan membuahkan hasil kecuali jika pasangan itu berusaha mengatasi hambatan-hambatan artifisial yang disebabkan oleh rasa malu dan hambatan-hambatan sosial.

10. Hak yang diberikan ada suami untuk memimpin keluarga, tidak boleh mengakibatkan terjadinya penyalahgunaan dan tindakan yang melampaui batas otoritasnya. Oleh karena itu, ia tidak boleh meminta istrinya untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuannya atau memberinya perintah yang amat banyak.

11. Bagi seorang suami yang menghormati dan menghargai kerabat dekat istrinya akan memperkuat hubungannya dengan istrinya.

12. Menghargai, merespek dan bersikap ramah terhadap teman-teman dan keluarga istrinya sebenarnya menjadi pertanda dari penghargaannya terhadap istrinya.

13. Sebagaimana telah disebutkan dalam pasal 12, persyaratan-persyaratan yang paling penting untuk dipenuhi dalam perkawinan adalah persyaratan-persyaratan yang terkandung dalam kontrak perkawinan. Oleh karena itu, setelah perkawinan persyaratan-persyaratan tersebut harus betul-betul diperhatikan, tidak boleh diabaikan dan dilupakan asalkan semuanya itu sesuai dengan hukum Islam.

14. Selalu mengingat-ingat dan menghitung-hitung kesalahan seorang istri, mencela perbuatan-perbuatannya dan seringkali menyalahkannya, akan membahayakan ikatan perkawinan. Suami dianjurkan untuk melupakan kesalahan-kesalahan istrinya dalam berbagai hal.

15. Sikap tidak acuh seorang suami dan ayah terhadap istri atau anak-anaknya yang melanggar ajaran-ajaran Islam adalah merupakan kesalahan besar yang tidak boleh dilakukan seorang muslim.

16. Bagi suami yang mencaci maki istrinya atau menyalahkan perbuatan-perbuatannya di depan orang lain, seperti anak-anak mereka, saudara-saudara dan lain-lain adalah merupakan sikap yang kasar.

17. Seorang suami tidak diperbolehkan menyuruh istrinya bekerja untuk menghasilkan uang. Memberinya nafkah adalah tanggung jawab suami saja.

18. Pada waktu pulang ke rumah, suami tidak boleh memasuki rumah tanpa lebih dulu memberi tahu keluarganya akan kedatangannya dengan membunyikan bel atau mengetuk pintu. Ia harus memberi isyarat kedatangannya dengan memuji nama Tuhan, memberi salam pada mereka, shalat dua rakaat dan baru menanyakan bagaimana keadaan mereka.

19. Suami harus selalu berusaha menjaga aroma mulutnya agar senantiasa menyenangkan, sehingga sang istri tidak akan merasa terganggu atau tidak menyenangkan.

20. Hubungan suami dengan istrinya harus ditandai oleh adanya keseimbangan antara keteguhan hati yang tidak disertai kekerasan dengan fleksibilitas tanpa kelemahan.

Kearifan

Saya biasanya menemukan kearifan dimana-mana justru pada orangorang biasa bukan orang yang luar biasa atau orang yang hebat. Seperti itu karena kebiasaan yang tanpa saya sadari yang diajarkan oleh bapak.

Setiap hari bapak selalu mempersilahkan mampir dan menjamu siapa aja orang-orang yang kebetulan lewat. Entah pengamen, sales, penjual jamu, tukang becak, penjual bubur ayam, tukang sampah, pak erte. Kalau sudah begitu terkadang ibu suka keberatan karena kita mesti menjamu yang terkadang memang tidak ada yang bisa disuguhkan.

Kalau kebetulan ada pengamen atau siapapun yang mampir ngobrol dengan bapak, yang ditanya bisa macem-macem. mulai mengapa mengamen, berapa penghasilannya, atau tinggalnya dimana sudah berkeluarga apa belum. Pertanyaan- pertanyaan yang sebenarnya
hanyalah seputar kehidupan sehari-hari. Dulu saya pernah, bertanya, apa maksudnya mengundang mereka untuk mampir. Katanya, “Karena dari mereka kita bisa banyak belajar tentang kearifan.”

"Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa diberi hikmah (kearifan), sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat." (Q.S 2: 269)

Sunday, December 14, 2008

Memberi Nama

Seseorang datang kepada Nabi SAW dan bertanya; 'Ya Rasulullah, apakah hak anakku ini? Nabi s.a.w. menjawab;' Kau memberinya nama yang baik, memberi adab yang baik dan memberinya kedudukan yang baik ( dalam hatimu ) . ( HR At Tuusy )./1100;243/16.


Tidak diragukan bahwa memberi nama merupakan sesuatu yang penting dalam setiap masyarakat. Berikut ini adalah beberapa kaidah bagi pemberian nama yang patut diperhatikan.


1. Orang tua sebaiknya tidak menunda pemberian nama pada seorang bayi yang baru lahir. Mereka harus melakukannya sesegera mungkin, lebih afdhal selang tujuh hari dari kelahiran.

2. Jika kedua orang tua bersepakat atas pilihan sebuah nama, itu sangat baik. Tetapi jika tidak, menjadi hak bapak untuk memberi nama pada si bayi.

3. Disunnahkan bagi orang tua untuk memberikan anak nama-nama yang baik, indah dan bermakna.

a. Beberapa nama yang terbaik adalah : Abdullah, Abd al-Rahman, dan al-Harith.

b. Nama-nama yang tersusun dari dua bagian, yang pertamanya adalah ‘Abd” (hamba) dipadukan dengan salah satu nama-nama Allah dipandang sebagai nama yang indah.

c. Anak boleh juga diberi nama seperti nama-nama nabi.

d. Nama-nama malaikat, seperti Jibril, sebaiknya dihindari.

e. Nama-nama yang menyatakan orang sebagai memiliki karakteristik-karakteristik moral yang utama seperti suci, jujur, patuh atau bijaksana sebaiknya dihindari.

f. Nama-nama yang berarti penghambaan pada seseorang selain Allah, seperti Abd al-Husayn (Hamba Husayn) atau Abd al-Nabi (Hamba Nabi) haram dalam Islam.

g. Sebaiknya dihindari nama-nama yang mengindikasikan kesedihan, peperangan dan kondisi-kondisi yang serupa seperti Huzn, Harb.

h. Elemen-elemen pokok dari nama lengkap adalah nama awal, nama orang tua dan nama keluarga. Setiap anak harus dihubungkan dengan bapaknya dan dipanggil dengan nama keluarga dari bapaknya. Hal ini juga berlaku bagi perempuan yang telah kawin yang ingin tetap menjaga nama keluarganya dan tidak mau melepaskannya untuk memakai nama keluarga suaminya. Itu akan berarti penghinaan baginya dan karenanya harus dihindari.

i. Mempunyai atau memberi nama yang baik adalah sangat penting, tidak hanya bagi manusia saja, juga hal itu diperlukan dalam memberi nama jalan, bundaran, kota.

j. Merubah nama orang atau tempat, jika perlu tidak sepatutnya ditolak. Bahkan dipandang penting merubah nama-nama yang terlarang.

Wednesday, December 10, 2008

Kotak Kebahagiaan

Pernah saya berkunjung ke rumah teman. Di keluarga yang saya kunjungi hampir selalu saja nampak wajah tersenyum. Dari status sosial keluarga ini terbilang sederhana namun senantiasa ikhlas dan bersyukur atas nikmat yang diberikan Alloh padanya.

Saya tanyakan padanya bagaimana mengelola keluarga sebaik ini. Teman tersebut bertutur bahwa dirinya dan keluarga sepakat untuk mengasuh anak yatim sekalipun anak yatim itu tidak tinggal bersama mereka. Setiap bulan dia dan istrinya bersama anak-anaknya menyisihkan rizkinya yang dimasukan ke dalam “kotak kebahagiaan.” Setelah uang itu terkumpul maka dishodaqohkan kepada anak yatim.

Tatkala ada salah seorang dari keluarganya yang sakit atau sedang dilanda masalah maka ketika menshodaqohkan pada anak yatim itu dengan niat supaya orang yang sakit segera diberikan kesembuhan dan yang terkena masalah segera dimudahkan untuk memecahkan masalahnya.

“Apa yang terjadi mas Agus?” katanya. “Hasilnya sungguh luar biasa, orang yang sakit bisa disembuhkan dan orang yang dalam masalah dimudahkan memecahkan masalahnya.” Tuturnya dengan wajah berseri-seri. “Maka itulah kotak sodaqoh itu kami memberi nama Kotak Kebahagiaan bagi keluarga kami” ucapnya.

----

Aswad bin Yazid meriwayatkan bahwa Rosulullah SAW bersabda, “Obatilah orang yang sakit dengan shodaqoh dan bentengilah harta kalian dengan zakat dan siapkan untuk bala’ dengan doa (HR Baihaqi).

Wednesday, December 03, 2008

Sembuh Karena Sodaqoh

Pada suatu hari seorang teman bertutur, Ada seorang Dokter itu mengatakan bahwa pemeriksaan dan diagnosis terbaru menunjukkan bahwa tubuhnya sama sekali bersih dari kanker. “Keadaan anda sekarang sehat.” Kata dokter itu.

Laki-laki itu hampir tak percaya atas perkataan dokter, dia tidak kuasa membendung air matanya yang meleleh karena kebahagiaan. dia itu bertanya sekali lagi apakah yang didengarnya tidak salah. Dokter tersebut mengatakan bahkan juga bersumpah apa yang dikatakannya benar.

Berulang kali lelaki itu bersyukur memanjatkan kepada Ilahi robbi, dirinya sembuh karena Alloh berkenan menyumbuhkan dirinya, hal itu berkat doa seorang perempuan tua pengasuh anak-anak yatim karena dirinya telah bershodaqoh kepada anak-anak yatim. Sejak itu dia berjanji akan selalu mengasuh anak-anak yatim itu sampai tiba ajal baginya

--

Aswad bin Yazid meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Obatilah orang-orang yang sakit dengan bersodaqoh dan bentengilah harta anda dengan zakat dan siapkan untuk menagkal bala’ dengan berdoa.

Tuesday, December 02, 2008

Berguru Pada Lawan

Seorang teman sudah setahun tinggal di Jakarta mengeluh bahwa hidupnya nyaris dihancurkan oleh setan. Dia memutuskan untuk pulang kampung. Dia mengatakan sambil menyeka keringat dikeningnya, “saya terpaksa pulang. Siapa yang sanggup menghadapi setan ibukota yang lebih kejam daripada setan kampung.”

Mendengar keluhan itu saya katakan padanya, “Itulah kesalahan fatal yang engkau lakukan. Menghadapi mereka sebagai musuh. Mestinya engkau berguru kepada mereka. Bukankah lawan yang kuat adalah guru yang terbaik?”

--
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Alloh bersama orang-orang yang berbuat kebaikan" (QS 29:69)
AGUSSYAFII BLOG
2006
Proudly powered by : Blogger