Yuk, wujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah

Wednesday, January 28, 2009

Mendidik Anak Dengan Kasih

kasih sayang adalah nilai-nilai transendental, Mendidik anak dengan kasih sayang berarti menanamkan nilai-nilai ilahiah sejak dini. Nilai-nilai ilahiah akan tertanam dengan baik jika dilakukan oleh orang tua dengan sikap menghormati dan menghargai anak sebagai amanah atau titipan Alloh SWT.

ada tiga hal penting di dalam mendidik anak dengan kasih sayang, pertama, menerima keadaan anak dalam kondisi total, baik dalam kondisi suka maupun duka. Kedua, ikatan batin orang tua dan anak.menciptakan rasa aman secara emosi, tenteram, dan mereka bahagia menjadi dirinya. Hubungan/ikatan batin ini akan terbentuk jika orang tua memberikan kehangatan dan terlibat dalam kehidupan anak-anaknya. ketiga, menghormati & menghargai anak sebagai amanah atau titipan Alloh SWT.

"Mendidik Anak dengan kasih sayang" akan diulas lebih dalam Sore nanti jam 18.00-19.00 WIB, Tahajud Community On Air Radio Bahana Jakarta (101,8 FM) dalam acara "Power of Peace" Pembicara: agussyafii.

Sekiranya yang berkenan berinteraksi memberikan tanggapan dan komentarnya dalam acara ini, untuk by phone (021) 7944836 dan sms 0812 1010 180

Tuesday, January 27, 2009

Hidup Itu Untuk Apa?

Didalam keseharian saya suka mendapatkan pertanyaan yang sederhana tapi cukup mendalam untuk direnungkan. Seperti kemaren sore, sepulang kerja ada seorang anak Rumah Amalia bertanya pada saya, "Kak agus, hidup itu untuk apa?"

Hidup itu untuk apa? pertanyaan itu cukup lama buat saya untuk mencari jawabannya. Saya katakan padanya bahwa hidup kita adalah mengabdi pada Alloh dengan berbuat baik untuk alam & sesama.

manusia memiliki dua predikat, yaitu sebagai hamba Alloh (`abdullah) dan sebagai wakil Alloh (khalifatullah) di muka bumi. Sebagai hamba Alloh, manusia adalah kecil dan tak memiliki kekuasaan, oleh karena itu tugasnya hanya menyembah kepada Nya dan berpasrah diri kepada Nya. Tetapi sebagai khalifatullah, manusia diberi fungsi sangat besar, karena Alloh Maha besar maka manusia sebagai wakil Nya di muka bumi memiliki tanggungjawab dan otoritas yang sangat besar .

Sebagai khalifah, manusia diberi tangungjawab pengelolaan alam semesta untuk kesejahteraan ummat manusia, karena alam semesta memang diciptakan Alloh untuk manusia. Sebagai wakil Alloh, manusia juga diberi otoritas ketuhanan; menyebarkan rahmat Alloh, menegakkan kebenaran, membasmi kebatilan, menegakkan keadilan, dan bahkan diberi otoritas untuk menghukum mati manusia.

Sebagai hamba manusia adalah kecil, tetapi sebagai khalifah Alloh, manusia memiliki fungsi yang sangat besar dalam menegakkan sendi-sendi kehidupan di muka bumi. Oleh karena itu manusia dilengkapi Alloh dengan kelengkapan psikologis yang sangat sempurna, akal, hati, hati nurani, syahwat dan hawa nafsu, yang kesemuanya sangat memadai bagi manusia untuk menjadi makhluk yang sangat terhormat dan mulia, disamping juga sangat potensil untuk terjerumus hingga pada posisi lebih rendah dibanding binatang.

Monday, January 26, 2009

Tugas hidup Yang Indah

Pagi sehabis sholat subuh, kami sudah berbenah. Istri menyiapkan sarapan pagi. Icha sudah selesai mandi. Hana sudah sibuk dengan tas dan bukunya. Pagi kami sarapan bersama. Icha bertanya pada saya, "apa sih kak Tugas hidup kita?"

saya katakan padanya, "setiap orang yang beriman, tugas hidupnya yang indah adalah beribadah kepada Alloh. setiap apapun yang kita lakukan semata-mata karena Alloh SWT."

Menurut ajaran Islam, tugas hidup manusia, sepanjang hidupnya hanya satu tugas, yaitu menyembah kepada Alloh SWT Sang Pencipta, atau dalam bahasa harian disebut ibadah. Disebutkan dalam al Qur’an bahwa tidaklah Alloh SWT menciptakan manusia dan jin kecuali untuk menyembah kepada Nya, wama khalaqtu al jinna wa al insa illa liya`budun. Menjalankan ibadah bukanlah tujuan hidup manusia, tetapi tugas yang harus dikerjakan sepanjang hidupnya.

Ibadah mengandung arti menyadari dirinya kecil tak berarti, meyakini kekuasaan Yang amat Besar dari Alloh Sang Pencipta, dan disiplin dalam kepatuhan kepada Nya. Oleh karena itu orang yang menjalankan ibadah mestilah rendah hati, tidak sombong dan disiplin. Itulah etos ibadah. Ibadah ada yang bersifat mahdlah atau murni, yakni ibadah yang hanya satu dimensi, yaitu dimensi vertikal, patuh tunduk kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, seperti salat dan puasa, ada ibadah yang bersifat material-sosial seperti zakat dan sadaqah, ada ibadah yang bersifat fisik, material dan sosial seperti ibadah haji.

Ibadah juga terbagi menjadi dua klassifikasi, ibadah khusus dan ibadah umum. Ibadah khusus adalah ritual yang bersifat baku dan ketentuannya langsung dari wahyu atau dari Nabi, sedangkan ibadah umum adalah semua perbuatan baik yang dikerjakan dengan niat baik (niat ibadah) dan dilakukan dengan cara yang baik.

Thursday, January 22, 2009

Airmata Tak Pernah Kering

Ditengah informasi cepat menyebarluas, pertama kali saya mendengar ada orang meninggal karena flu burung, saya juga salahsatu orang yang panik. Jangan-jangan akan banyak orang yang meninggal karena flu burung. Informasi bahaya virus flu burung atau sering yang disebut dengan H5N1 membuat orang terkejut & juga kaget. Takut ketemu ayam dan takut makan ayam. Kalo Tika Pangabean Poject Pop takut ketemu ayam karena trauma masa kecil, masyarakat takut ketemu ayam karena flu burung.

Ketakutan masal terjadi, iklan di tv, penyuluhan pada peternak, aparat desa, bahkan pembelian vaksin flu burung terjadi besar-besaran. penghamburan uang rakyat ditengah makin susahnya kehidupan masyarakat kecil seolah menjadi "bancakan" (pesta pora) ditengah kecemasan masyarakat.

Entah berapa trilyun uang yang dihabiskan oleh departemen terkait untuk mengkampanyekan isu bahaya flu burung. secara vulgar masyakarat dianggap bodoh, dengan tidak ada penjelasan sebenarnya apa yang terjadi? Tiba-tiba terdengar berita vaksin flu burung yang menghabiskan anggaran negara memasuki masa expired.

Ditengah ketidakmengertian saya apa yang terjadi tentang virus flu burung, pagi tadi didalam metromini saya sempat berbincang dengan seorang anak berseragam sekolah, saya tanya "dek, cita-citanya pengen jadi apa?" "pengen jadi pembantu..." katanya. "jadi pembantu? kenapa pengen jadi pembantu?"

"kan enak pak, bantu2 orang trus dapet duit banyak.." katanya polos.

Tanpa terasa air mata saya menetes, Airmata keprihatinan untuk sebuah kenyataan ada anak yang tidak bercita-cita menjadi dokter atau menjadi presiden namun bercita-cita menjadi pembantu. apa jadinya jika anak-anak dinegeri ini bercita-cita menjadi pembantu?

Ah, airmata tak pernah kering untuk negeri ini...

----
Mereka beriman kepada Alloh dan hari Akhir, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh. (QS Al-Imran, 3: 114).

Monday, January 19, 2009

Air Mata Membasahi Pipi

Air matanya membasahi pipi. Ibu bertutur, "dulu ayahnya mengasuh 3 anak yatim, eh..sekarang anaknya yang menjadi anak yatim."

Ayahnya meninggal beberapa bulan yang lalu, seorang aktifis dilingkungan masjid. Kesolehannya banyak dikenal masyarakat. Ketika beliau meninggal bukan hanya tetangga dan juga teman sekantornya namun juga orang yang dekat dengannya juga hadir.

Air mata itu membasahi pipi. Air mata kebanggaan seorang istri karena suami yang sholeh dan peduli terhadap lingkungan. Ucapan mamahnya Delfa ternyata menggetarkan hati istri saya. entah apa yang dibenaknya terdengar ucapan, "Jaga kesehatan ya mas.."

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berhijrah serta berjuang pada jalan Alloh, mereka itulah orang-orang yang mengharapkan rahmat Alloh dan (ingatlah), Alloh Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. (QS 2:218)

Semut Di Kopyah

Beliau yang saya kenal dengan sebutan “abah” sangat sederhana. Bahkan orang-orang sering banyak belajar darinya. Kehidupan dunia politik tidak membuatnya menjadi silau pada dunia. Cenderung aneh, terkadang ada orang yang menyebutkan “naif” sebab ditengah kehidupan modernitas yang bergelimang materi beliau malah meninggalkan semuanya. Seringkali terucapkan kata-kata, “kita hanya perlu yang kita butuhkan.”

Malam itu saya menemani beliau ceramah Muharam disalah satu Masjid di ibukota. Selesai ceramah kami langsung pulang. Belum sampai turun menginjakkan tanah, Abah mengatakan, “gus, kita kembali ke masjid tempat ceramah tadinya..” Melihat apa yang dikatakan saya sempat terheran.

“ada sesuatu yang ketinggalan Pak?’ tanya saya.

“Kalau barang ketinggalan tidak masalah, tetapi seekor semut dilantai masjid tadi terbawa dikopyah saya. Kalau tidak kembalikan ke masjid, anak biniya pasti mencarinya..” Jawab abah.

Sunday, January 18, 2009

Jantung Sehat

Sudah menjadi sifat dasar manusia, bila mendapatkan sesuatu yang tidak diharapkan mereke selalu kecewa. Karena berbagai macam kenyataan kehidupan, mau tidak mau setiap orang harus siap menghadapi rasa kekecewaan yang tiada pernah ada habisnya sebelum ajalnya tiba, begitulah kata seorang teman.

Malam itu begitu dingin. Perbincangan kami menjadi teramat serius. Istri saya menyuguhkan segelas teh manis. Hana sibuk sedang bermain komputer. Teman itu terlihat tatapan matanya kosong. Seolah meratapi nasibnya. Katanya, jantungnya suka berdebar-debar setiap kali dia kecewa.

“hal itu benar-benar sangat merugikan kehidupanmu.” Kata saya padanya. “Kok bisa mas?” tanyanya. “Iya, Cobalah mulai sekarang membiasakan diri dengan segala kekecewaan sebagai upaya menciptakan kondisi jantung sehat.” Jawab saya.

“Kalau jantung kita sehat, badan kuat, bekerja giat. Hal ini lebih beguna buat kehidupan kita..” kata saya padanya. Nampak dia memanggut-manggut mengerti. Wajahnya berubah cerah.
--
“Dan janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. “ (QS. Ali Imran: 139).

Hendak Membuang Kucing

Pagi itu saya sedang berjalan berangkat kerja. Ditengah jalan saya bertemu seorang teman yang hendak membuang seekor kucing. Saya agak terheran kenapa kucing secantik itu mau dibuang. Saya tanyakan padanya, “Kenapa kucingnya dibuang?”

“Saya jengkel mas, Bagaimana tidak? Saya mau makan, dia mendahului saya naik meja makan. Saya hendak tidur, dia lebih dulu naik ke atas tikar malah berbaring.” Jawabnya.

Saya katakan padanya, “Kucing itu binatang yang disayangi oleh Nabi Muhamad SAW. Sebaiknya dirawat dan dipelihara dengan baik”

Mendengar jawaban itu teman membawa kembali kucingnya sambil bergumam, “untung aja saya ketemu mas agus, kalo tidak, si manis sudah saya buang ya….” Katanya sambil pamit pulang.

--
Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Umar dari Nabi Muhamad ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Seorang wanita masuk Neraka karena seekor kucing yang diikatnya. Dia tidak memberinya makan dan tidak membiarkannya dimakan serangga bumi.”

Thursday, January 15, 2009

Akhlak Pengumuman Kelahiran

kegembiraan orang tua adalah menanti kelahiran putranya. kebahagiaan itu biasanya juga melibatkan keluarga, sanak saudara, tetangga. Ada beberapa hal yang patut diperhatikan.

1. Jika terjadi bahwa seorang menjadi orang pertama yang mengetahui kelahiran seorang bayi temannya, maka ia harus mengambil inisiatif dan mengabarkan berita itu kepadanya.

2. Kelahiran seorang bayi perempuan harus disambut sama seperti berita tentang kelahiran bayi laki-laki dan ia harus bersyukur kepada Alloh SWT.

3. Hal pertama yang harus dlakukan untuk bayi adalah mengadzaninya di telinganya.

4. Hal kedua, kendatipun tidak wajib adalah memamah korma hingga menjadi seperti bubur dan kemudian menaruh cairannya pada mulut bayi, setelah itu baru adzan untuk bayi. Ini disebut tahnik dan hal itu dilakukan oleh Nabi SAW.

5. Perlunya memberi nama bayi sesegera mungkin.

6. Jika bayi terlahir meninggal dunia, maka perlu juga diberikan nama.
AGUSSYAFII BLOG
2006
Proudly powered by : Blogger