Yuk, wujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah

Monday, March 30, 2009

Dokter Cilik Amalia (Docila)

Pada hari minggu setelah acara bimbingan belajar. Saya menyampaikan kepada anak-anak Amalia tentang program Docila yang kepanjangan dari 'Dokter Cilik Amalia' ratna, Mona, Piyah, Pandowo dan Farid bertugas untuk mencari bahan tentang Pertolongan pertama pada kecelakaan.

Program docila ini menarik buat anak-anak sebab diantara kakak-kakak pembina ada juga yang jadi dokter. yaitu 'Kak Nia' Kak Nia inilah yang membuat anak-anak menjadi bersemangat untuk menjadi dokter. Saya masih teringat ucapan Ratna yang mengatakan bahwa Ratna jadi percaya kelak jadi dokter. kenapa ratna? tanya saya. sebab ratna jika ada teman yang jatuh langsung menolongnya kak, jawab ratna

Dorongan ratna untuk menjadi dokter inilah disebut dengan dorongan tingkah laku. Salah satu tema pokok al-Qur’an banyak sekali disebutkan tentang tingkah laku manusia. Bahasa tentang tingkah laku anak memang menarik, karena berbeda dengan tingkah laku hewan yang hanya dipusatkan perhatiannya pada aspek lahirnya tingkah laku anak justru menarik untuk dikaji aspek batin dari tingkah laku lahir itu, karena tingkah laku anak dipandang sebagai gejala dari nafs-nya. Kajian psikologi misalnya merumuskan ciri-ciri tingkah laku anak dengan lima ciri:

1. Memiliki kepekaan sosial. Artinya anak-anak seperti ratna mampu menyesuaikan tingkah lakunya dengan harapan dan keinginan orang lain.

2. Memiliki kelangsungan. Tingkah laku atau perbuatan anak tidak terjadi secara sporadis, tetapi selalu ada kelangsungan atau kontinuitas antara satu perbuatan dengan perbuatan sebelum atau sesudahnya. anak-anak yang bercita-cita ingin menjadi dokter maka akan melakukan perbuatan-perbuatan layaknya seorang dokter sehingga hal ini akan mendorongnya untuk rajin belajar.

3. Memiliki orientasi kepada tugas. Tiap-tiap tingkah laku anak selalu mengarah kepada suatu tugas tertentu, bahkan anak yang sengaja segera pergi tidur malam ternyata memiliki orientasi kepada tugas yang akan dikerjakan pada esok harinya.

4. Mengandung nilai usaha dan perjuangan. anak yang berusaha untuk rajin belajar agar menjadi seperti yang dicita-citakan. sekalipun pilihan dalam cita-cita anak bisa jadi banyak tetapi ia hanya berusaha menjadi seseorang yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

5. Memiliki keunikan. Meski lima anak memiliki cita-cita yang sama tetapi makna dan kualitas perbuatannya berbeda karena setiap anak memiliki ciri-ciri dan sifat yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Post a Comment

Home

AGUSSYAFII BLOG
2006
Proudly powered by : Blogger