Yuk, wujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah

Wednesday, June 17, 2009

Kearifan Ibu Penjual Nasi

setiap makan siang saya lebih suka makan diwarteg. Selain cukup untuk kantong saya, saya juga berkesempatan untuk berbincang. Makan diwarteg memiliki banyak kelebihan, orang bisa makan dulu dengan nikmatnya setelah itu baru membayarnya. bahkan terkadang ada orang yang besok bayarnya. Biasanya anak kos-kosan atau anak mahasiswa yang suka ngutang, kata ibu penjual nasi.

Ibu itu bertutur bahwa dirinya membantu orang lain merupakan kebahagiaan tersendiri. kebahagiaan ibu penjual nasi bisa membantu orang lain adalah wujud kearifan ditengah kehidupan dikota Jakarta yang seolah semua menggunakan tolok ukur materi, untung dan rugi. 'Apa cukup buat kebutuhan hidup bu? kalo hutang modalnya habis dong' tanya saya.

'Kalo orang merasa tidak cukup ya tidak cukup, kalo merasa cukup berapapun rizki yang kita terima akan cukup. Membantu orang yang kesusahan, rizki saya melimpah loh mas..' begitu ucap ibu penjual nasi. Rasa kecukupan inilah yang menjadi kekuatan dirinya untuk bisa membantu orang lain dan ibu penjual nasi menyakini karena itulah rizkinya melimpah dan warung nasinya selalu rame. Buat saya hidup ini menjadi indah dengan orang-orang yang arif seperti beliau, mereka banyak berada disekeliling kita.

Sambil menikmati makan siang ini saya dan meneladani kearifan Ibu penjual nasi, saya teringat satu ucapan yang indah dari Imam Syafii Rodhiyallahu anha (semoga Alloh meridhoinya). 'Bila bertemu dengan orang baik teladanilah, namun bila bertemu dengan orang jahat periksalah pikiran anda.'

Post a Comment

Home

AGUSSYAFII BLOG
2006
Proudly powered by : Blogger