Yuk, wujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah

Sunday, January 31, 2010

Air Mata Syifa

Pada suatu malam, di anak-anak Amalia sedang belajar mengaji. Saya mengajar beberapa anak membaca al-Quran. Saya memperhatikan dari tadi Syifa sedang duduk terdiam. Wajahnya yang mungil tak mampu menyembunyikan kesedihan. Teman2nya mencoba menghibur tak juga dihiraukan olehnya. Terdengar suara Syifa, 'Kangen.' Semua anak-anak Amalia nampak terdiam. Syifa matanya yang bening itu meneteskan air mata. katanya, Syifa kangen ayah.' Istri saya bingung tidak tahu bagaimana harus menjelaskan tentang ayahnya yang sudah tiada.

Syifa memiliki tiga adik perempuan. Sebulan yang lalu ayahnya meninggal. Ayahnya bekerja sebagai penggali sumur. Syifa adalah anak yang tertua. Kedekatannya dengan ayahnya membuat Syifa tidak mau tidur dirumah. Katanya suka melihat ayahnya di rumah. Air mata Syifa terus mengalir. Kerinduan pada ayahnya begitu teramat dalam. Saya bisa merasakan kerinduan itu. Seperti Hana putri saya yang suka bangun tengah malam sedang mencari ayahnya.

Tak lama kemudian ibunya Syifa datang. Lalu Syifa di gendongnya. Ibunya bercerita bahwa Syifa suka kangen dengan ayahnya bahkan Syifa pernah bertanya pada Ibunya, 'kenapa ayahnya tidur tidak bangun-bangun?' Mendengar penuturan Ibunya Syifa tak kuasa saya menahan air mata. Anak sekecil itu memiliki rasa kerinduan seorang ayah. Dalam hati saya berdoa untuk Syifa, 'Ya Alloh kuatkanlah hatinya, berikanlah Syifa kemuliaan dalam hidupnya agar kelak Syifa menjadi anak yang sholehah dan tabah dalam menjalani kehidupan' Ibunya memeluk Syifa erat.

Air mata yang mengalir dipipi yang mungil itu diusapnya. Melihatnya terasa perih menggores luka di hati.

Ikhlas, Sabar Dan Cerdas

Malam terdengar suara mengaji anak-anak Amalia. Suara cengkrama anak-anak terdengar ramai. Berkelompok mereka sedang menghapal surat al-Lail, seorang anak muda sehabis maghrib bertanda ke Rumah Amalia. Kami berdiskusi hangat tentang kehidupan. Anak muda itu bertanya tentang mukhlis, shabur dan halim. Saya jelaskan bahwa Mukhlis itu artinya orang yang ikhlas, Shabur artinya orang yang sabar dan Halim artinya orang yang cerdas secara emosional dan spiritual.

‘Mas Agus, bisakah menjelaskan ketiga hal tadi?’ tanyanya.

Kemudian saya jelaskan padanya, Nampak anak muda itu mendengarkan dengan seksama. Ada anak Amalia terlihat sedang memperhatikan apa yang menjadi perbicangan kami.

‘Nah, mari kita pahami terlebih dahulu arti mukhlis,’ tutur saya padanya. Mukhlis, artinya orang yang ikhlas. Seorang dengan kualitas mukhlis adalah orang yang hatinya bersih dari keinginan memperoleh pujian. Semua perbuatannya, perkataannya, pemberiannya, penolakannya, perkataannya, diamnya, ibadahnya dan seterusnya, semata-mata dilakukan hanya untuk Allhh SWT. Oleh karena itu baginya pujian orang tidak membuatnya berbangga hati, dan kekecewaan serta caci maki orang tidak membuatnya surut. Dari deretan predikat kualitas yang dicontohkan Nabi dengan urutan Muslim, Mu'min, 'Alim (orang terpelajar), Amil (yang beramal) dan Mukhlis, maka selain mukhlis, mereka masih berpeluang mengalami kesia-siaan (halka).

Manusia dengan kualitas mukhlis adalah orang yang paling produktif bagi dirinya, meski boleh jadi tidak diakui oleh orang lain. Sementara seorang 'alim yang 'amil (orang pandai yang banyak berbuat) tetapi tidak mukhlis adalah kontra produktif bagi dirinya, meski boleh jadi memperoleh banyak penghargaan dari masyarakat. Seorang mukhlis lebih suka menyembunyikan perbuatannya dari penglihatan orang lain, sedangkan kebalikannya yaitu orang yang riya, ia hanya mau melakukan sesuatu jika diketahui orang, atau diliput berita. Orang mukhlis berbuat sesuatu demi Alloh, sedangkan orang riya melakukannya demi pujian orang.

Adapun shabir atau shabur, artinya adalah orang yang sabar atau penyabar. Menurut Imam Ghazali, sabar artinya tabah hati tanpa mengeluh dalam menghadapi cobaan dan rintangan, dalam jangka waktu tertentu, dalam rangka mencapai tujuan. Jadi orang yang bisa sabar adalah orang yang selalu ingat kepada tujuan, karena kesabaran itu diperlukan adalah justru demi untuk mencapai tujuan. Orang yang tidak sabar biasanya, karena lupa tujuan akhir, ia mudah terpedaya untuk melayani gangguan-gangguan yang tidak prinsipil, sehingga apa yang menjadi tujuan terlupakan, sebaliknya ia melakukan sesuatu yang justeru mempersulit tercapainya tujuan.. Sabarpun mengenal batas waktu, oleh karena itu jika suatu ketika mengalami kegagalan, sudah diulang gagal, diulang lagi gagal lagi, maka orang yang sabar hams berfikir mencari alternatif, karena boleh jadi sumber masalahnya justru pada keputusan awal yang kurang tepat.

Manusia dengan kualitas penyabar adalah sosok manusia yang ulet, tak kenal menyerah, tak kenal putus asa, dan tak kurang akal. Ia bukan hanya mampu mengatasi kesulitan yang datang dari luar, kesulitan tehnis misalnya, tetapi juga mampu mengatasi kesulitan yang datang dari diri sendiri, kebosanan, kemalasan atau syahwat misalnya. Al Qur'an menghargai manusia unggul yang penyabar, yakni yang sabar dan memiliki kecerdasan intelektuil, Emosionil dan Spirituil (IQ, EQ dan SQ) ,setara dengan seratus orang kafir (yang sombong, emosionil dan tak mempunyai nilai keruhanian) (Q/al Anfal, 65). Dalam keadaan normal, Al Qur'an menghargai peribadi penyabar setara dengan dua orang biasa (Q/8: 66).

Sedangkan manusia dengan kualitas halim, Al Qur'an memberi contoh sosok Nabi Ibrahim. Dia adalah pribadi yang awwahun halim (Q/ at Taubah: 114) Al hilm itu sendiri dapat diartikan sebagai akal, tetapi akal bukan sebagai problem solving capasity, melainkan akal sebagai akumulasi seluruh kecerdasan, intelektual, emosional dan spiritual.

Nabi Ibrahim sebagai sosok model seorang yang berkualitas halim, memang sangat tepat, karena pada dirinya terkumpul sifat-sifat kecerdasan, kelembutan hati, belas kasih, dan perasaan mengkhawatirkan keadaan orang lain. Ibrahim tidak memiliki perasaan marah dan benci termasuk kepada orang yang memusuhinya. Ketika Nabi Ibrahim lapor kepada Alloh SWT tentang kaumnya yang patuh dan yang durhaka, Nabi Ibrahim memohon kepada Alloh agar mengampuni dan menyayangi kaumnya yang durhaka (faman tabi'ani fa innahu minni , waman 'asoni fa innaka ghofu run rohiem (Q/14:36).

Tuesday, January 26, 2010

Berkah Sholat Fardhu

Malam sehabis maghrib sekitar jam 7 malam saya kedatangan tamu. Awalnya saya mengenalnya lewat milis. Seorang bapak muda yang istrinya sedang mengandung. Lewat email dia bertanya, istri saya sedang hamil sungsang Mas Agus..apa ya yang harus dilakukan?' Saya kemudian menceritakan bahwa Adik perempuan saya dulu pernah mengalami kehamilan seperti itu, cobalah sholat fardhu dan ketika waktu sujud agak lama.

'Satu hal lagi yang paling penting, cobalah meminta maaf pada ayah dan ibu. Barangkali ada sesuatu yang disengaja atau tidak disengaja berbuat khilaf kepada ayah dan ibu, mohon maaflah kepada mereka. Insya Alloh akan membantu mempermudah kelahiran putra anda, Mas' jawab saya waktu itu.

Terdengar suara anak-anak Amalia sedang mengaji. Beberapa anak sibuk menghapal hadis Nabi. Sementara yang lainnya mengerjakan tugas untuk menulis surat-surat pendek. Sang Tamu nampak tersenyum berseri. Istri saya menyuguhkan secangkir teh hangat. 'Silahkan Mas, dinikmati dulu teh manis,' kata saya padanya.

Setelah menikmati teh hangat, Beliau bercerita. 'Setelah kemaren Mas Agus menyarankan sholat fardhu dan sujudnya agak lama, alhamdulillah anak saya bisa terlahir dengan normal, tidak perlu harus sampai sesar.'

'Saat istri saya sedang hamil dan divonis oleh bidan bahwa istri saya akan mengalami kesulitan saat melahirkan karena posisi atau kondisi bayi yang sungsang menurut bidan, saat mendengar tersebut setiap malam istri saya menjalankan sholat fardhu dan berdoa memohon kepada Alloh SWT agar diberikan yang terbaik, memohon maaf kepada kedua orang tua, bila ada kekhilafan dan alhamdulillah saat melahirkan berjalan normal sehingga bidan yang menanganinya terheran - heran kalau istri saya melahirkan normal. itulah pengalaman yang sangat berharga buat saya, Mas Agus.'

'Saya yakin bahwa benar adanya doa dalam sholat fardhu dengan keyakinan dan kekhusuan maka Allah akan mengabulkannya.' Ucapnya, Malam begitu larut. Terasa menjadi hening. Berkah sholat fardhu terasa begitu nyata. Subhanallah..

Wednesday, January 20, 2010

Kejujuran Gadis Penjual Susu

Malam belum begitu larut. Setelah membaca al-Quran dan menghapal ayat-ayat pendek, anak-anak Amalia berkumpul duduk melingkar. Beberapa anak duduk bersila seperti sudah siap untuk mendengarkan. Saya katakan kepada anak-anak Amalia bahwa malam ini akan bercerita tentang Kejujuran Gadis Penjual Susu. Sebagian anak-anak Amalia sedang merapikan bukunya. Sedangkan yang lainnya nampak terlihat tertib. Malini, Mayang, Lia dan Icha duduk yang paling depan.

'Sudah berkumpul semua?' tanya saya. 'Sudah Kak.' Jawab anak-anak Amalia serentak. 'Nah, kalo sudah Kak Agus mau mulai cerita,' tutur saya pada mereka. 'Nah, ceritanya begini..' Saya mengawali cerita. Pada Zaman Khalifah Umar Bin Khattab, ada seorang gadis kecil penjual susu yang menyiapkan dagangannya untuk Khalifah Umar.

'Campurkan susunya dengan air,' perintah Sang Ibu pada gadis kecil itu.

'Jangan Bu, Khalifah melarang perbuatan itu, jawabnya.

'Khalifah Umar tidak tahu, yang tahu hanya kita berdua, 'kata ibunya.

'Meskipun Khalifah tidak mengetahui, tetapi Alloh SWT Maha Melihat segala perbuatan hamba-Nya. Semua akan dimintai pertanggungjawabannya di akherat, ucap gadis kecil itu dengan wajah memelas memohon ibunya untuk mengerti.

Tanpa sepengetahuan Ibu dan gadis kecil itu, khalifah Umar Bin Khattab yang sedang keliling kota Madinah mendengar pembicaraan mereka berdua. 'Subhanallah..begitu mulia hati gadis kecil itu,' puji Khalifah Umar dalam hatinya. Khalifah Umar kemudian memberikan kepada gadis kecil seekor kambing sebagai hadiah atas kejujurannya.

Diakhir cerita saya berpesan kepada anak-anak Amalia bahwa kita harus mencontoh sifat teladan gadis kecil yang jujur itu. Alloh Maha Melihat perbuatan hambaNya. Sekalipun apa yang ada dalam hati dan pikiran kita. Termasuk disaat kita hendak berbuat tidak baik kepada orang lain. Alloh SWT Maha Mengetahui. Dimanapun kita bersembunyi, bahkan diruangan gelap sekalipun, Alloh SWT akan melihat kita. Pandangan Alloh SWT tidak terbatasi oleh ruang dan waktu. Oleh sebab itu Alloh SWT memiliki nama al-Bashir yang berarti Maha Melihat.

--
Dialah yang mencdiptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam diatas 'Arsy. Dia mngetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu dimana saja kamu berada. Dan Alloh Maha Melihat apa yang engkau kerjakan (QS Al-Hadid (57): 4)

Sunday, January 17, 2010

Sholat Menentramkan Hati

Awalnya dari kegelisahan yang begitu dahsyat. Hidupnya terasa kosong meskipun bergelimang harta. Hatinya selalu gelisah dan tidak menikmati apapun yang selama ini dijalani dalam hidup ini. Sore itu sepulang saya dari kantor, saya kedatangan tamu seorang bapak. Bapak itu bertutur.

'Sang Khaliq telah memberikan rizki begitu banyak kepada saya, apakah yang saya lakukan dengan harta yang berlimpah? sudahkah saya bersyukur? sepertinya semakin berlimpahnya rizki malah membuat saya semakin jauh dari Sang Pencipta. Entah kenapa?'

Beliau bertutur pada saya, banyak hal membuat dirinya semakin gelisah dan ketakutan. Semakin menghentak-hentak hatinya yang paling dalam. Bermula dari rasa takut dan gelisah itu, beliau mencoba untuk mencari jawaban dalam dirinya sendiri. Lalu bertanya kesana-kemari. Tanpa rasa malu, dulu seringkali beliau selalu mencibir orang lain yang taat menjalankan ibadahnya sebagai orang yang 'sok suci' namun sekarang tidak segan bagi dirinya bertanya pada sesama rekan kerjanya untuk bertanya masalah-masalah kecil tentang agama. Lalu terjadi dialog panjang, rasa ingin tahunya semakin besar. APa yang didapatkan dari penjelasan teman-temannya sekantor semakin membuatnya berpikir keras. Uraiannya yang sederhana tapi padat membuat dirinya semakin ingin mendalami spiritualitas.

Pada suatu hari dirinya sedang membersihkan rumahnya, disaat sedang membersihkan rumah menemukan sebuah buku yang ternyata al-Quran dan ada terjemahannya. Sepintas dibukanya buku itu dan dibacalah isinya. Surat Ar-Rahman yang artinya, 'Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?' Ayat ini membuat hatinya bergetar. Rasanya ada yang menohok hatinya, terasa perih tak tertahankan. 'Ya Alloh, Ya Rabb..' ucapnya lirih. Air matanya menetes mengalir. Ayat ini begitu luar biasa maknanya. Tubuhnya bergetar. Seolah Alloh SWT sedang menegur dirinya dengan membaca ayat itu.

Pengalaman itu membuat hatinya bertekad untuk belajar sholat dengan baik dan benar. Secara diam-diam beliau membeli buku tuntunan sholat. Dipelajari buku itu dan sekaligus dipraktekkan dalam kamar di setiap malam. hal itu dijalaninya hampir satu tahun. 'Saya mulai bisa merasakan sholat membawa pengaruh dalam menentramkan hati saya..Mas Agus..' tuturnya. Kegelisahan yang begitu dahsyat terasa diobati dengan menjalankan ibadah sholat yang dilaksanakannya secara diam-diam.

Akhirnya tanpa disengaja anak-anak dan istrinya memperhatikan perubahan perilaku beliau sebagai kepala rumah tangga. Lebih sabar dan lebih sayang kepada keluarga. 'Anak-anak dan istri saya sampai menangis mendengar cerita saya tentang bagaimana saya menjalankan sholat secara diam-diam selama setahun lalu. Mereka tidak menyangka saya akan berubah,' lanjut beliau. Sejak beliau menjalankan ibadah sholat lima waktu dengan tertib hanya telah menjadi tentram dan keluarganya menjadi bahagia. 'Saya menyakini dengan sepenuh hati, sesungguhnya sholat adalah obat hati yang sedang gelisah. Hanya ingat kepada Allohlah hati kita menjadi tentram.' Ucap beliau dipenghujung pertemuannya dengan kami. Subhanallah..

---
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Ar Ra’du : 28).

Friday, January 15, 2010

Pelajaran Tentang Keikhlasan

Ada seorang kawan mulanya dia tidak percaya dengan orang berbuat baik dengan ikhlas semata karena Alloh SWT, 'Orang katanya ikhlas, tetap aja ada pamprihnya sekalipun berharap masuk surga.' begitu tuturnya, bahkan lanjutnya itu hanya ada di reality show TV. Pandangan itu berubah sebuah pelajaran tentang keikhlasan, disaat putra keduanya yang masih balita meninggal dua di Rumah sakit umum. 'Disaat saya menggendong jenazah anak saya disamping kiri istri menangis terus sementara uang sudah habis nggak tau bagaimana mesti pulangnya.'

'Sampai kemudian dipintu gerbang rumah sakit ada seorang laki-laki muda memanggil-mangil saya, bapak ibu silahkan naik taxi. Pemuda itu mengantarkan kami sampai ke rumah bahkan ikut mensholatkan dan ikut mengantarkan ke pemakaman. Semua begitu berlalu dengan cepat sampai saya tersadar, .siapa nama lelaki muda itu? dan dimana tinggalnya? saya lupa mengucapkan terima kasih.' 'Saya baru percaya ada orang benar-benar berbuat dengan ikhlas. Berbuat semata-mata karena Alloh SWT' begitu katanya dengan meneteskan air mata.

Seolah tidak percaya, begitu mahalnya pelajaran ikhlas yang berikan kepada Alloh SWT padanya, Sebuah pelajaran yang harus ditebus dengan kehilangan sang buah hati yang dicintainya. Setiap peristiwa apapun bagi orang yang beriman semakin membuat dirinya bertaqwa kepada Alloh SWT. Dengan kisah ini kita dapat petik hikmahnnya, mari kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Alloh SWT

---
'Alloh meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan Alloh menyesatkan orang-orang yang zalim dan Alloh berbuat apa yang Dia kehendaki' QS. Ibrahim (14) : 27

Tuesday, January 12, 2010

Sebuah Rumah 'DIJUAL'

Seorang Ibu Guru Bahasa Indonesia salah satu SMA yang terlihat cantik menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah yang bertuliskan 'DI JUAL' mengetuk pintu sambil menyapa, 'Selamat siang Pak.' Pemilik rumah dengan bahagia bergegas menyambut sang tamu.

Pemilik rumah adalah seorang bapak membukan pintu dan langsung berkata, 'Silahkan masuk Bu, Rumah ini luas tanahnya 350 M2, kamarnya ada 4, dan satu kamar pembantu dengan kamar mandinya di dalam, semua sudah bersertifikat hak milik dan ada IMBnya,' kata bapak pemilik rumah penuh semangat mempromosikan rumahnya.

'Maaf Pak, saya kemari bukan hendak beli rumah, tetapi mau memberitahukan, plang tulisan 'DI JUAL' yang dipasang di depan rumah sebaiknya DI-nya disambung dengan kata JUAL sebab JUAL itu bukan nama tempat, Pak. Jadi penulisan yang benar adalah 'DIJUAL' bukan DI JUAL'

Bila anda sebagai pemilik rumah, kira-kira apa tanggapan anda dengan yang disampaikan ibu guru? Terserahlah mau DIJUAL atau DI JUAL kek, yang penting rumah saya laku. Mungkin begitu jawaban anda.

Begitulah dalam kehidupan kita sehari-hari, adakalanya formalitas, kosa kata benar salah seringkali telah menghabiskan energi kita untuk berbuat kebaikan. Padahal apapun yang kita lakukan bila bermanfaat untuk orang lain itulah esensi dari pelajaran agama. Einstein mengatakan, agama yang hakiki adalah hidup dengan seluruh jiwa dan raga seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang. Bahkan Baginda Nabi Muhamad SAW bersabda, Sebaik-baiknya manusia adalah bermanfaat bagi orang lain.'

Monday, January 11, 2010

Keberkahan Sholat Lima Waktu

Saya mengenal seorang bapak yang bekerja di bengkel. Beliau memiliki kebiasaan selalu sholat diawal waktu. Begitu azdan terdengar beliau selalu mengajak semua teman-temannya untuk menyegerakan sholat lima waktu. Menurut pengalamannya sholat tepat waktu membawa keberkahan dalam hidupnya. Keberkahan itu adalah kemudahan-kemudahan dalam menjalani hidup ini.

Siang itu beliau bertutur, 'Saya membiasakan diri untuk selalu sholat tepat waktu. Memang banyak orang yang mengatakan bahwa sholat tepat waktu memudahkan kita mendapatkan rizki, saya senantiasa mendapatkan rizki dalam bentuk uang saja tapi juga dalam bentuk yang lain. Oleh karena itu saya selalu membiasakan diri berdoa untuk mendapatkan keberkahan dalam hidup ini.'

Alhamdulilah setelah saya membiasakan diri untuk sholat tepat waktu, apapun yang saya menjadi niat akan selalu dapat terpenuhi. Misalnya saya pernah ingin sekali makan ayam goreng tepung, saya sudah berusaha untuk titip kepada tetangga saya yang biasa beli tapi ya karena memang bukan rizki pada hari itu dia beli. Ya, dalam hati saya berkata" Ya. Alloh saya ingin sekali makan ayam goreng tapi kok nggak ada yang bisa saya titipi untuk beli ya?"

Subhanallah lewat magrib anak saya yang ke-2, dia kebengkel dengan membawa ayam kentucky dalam jumlah yang cukup banyak. Saya langsung menangis ya Alloh memang hanya Alloh yang dapat menjawab semua keinginan kita. Bukan itu saja banyak kemudahan yang saya dapatkan setelah saya membiasakan diri sholat Lima waktu tepat pada waktunya. Dari anak saya yang mau masuk pesantren tapi disuruh, Pindah kontrakan bengkel yang lebih baik dan masih banyak lagi lainnya. Untuk membiasakan diri itu memang susah tapi kalau sudah menjadi kebutuhan akan semakin mendarah daging Insya Alloh kita akan mendapatkan manfaatnya. Itulah keberkahan saya menjalankan sholat tepat waktu.' Begitulah beliau bertutur pada saya.

---
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (Al-Baqarah: 45).

Sunday, January 10, 2010

Pengalaman Ibu Nur Mengajukan KPR Syariah Muamalat

Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya jual beli itu hanya boleh dilakukan atas dasar kerelaan (antara kedua belah pihak)' (HR. al-baihaqi dan Ibnu Majah).
---

Saya sengaja sharing tulisan Pengalaman Ibu Nur mengajukan KPR Syariah yang sangat berguna bagi teman2 untuk mengatur budget keuangan keluarga agar bisa mendapatkan rumah dengan melalui KPR Syariah. Pengalaman Ibu Nur ini lebih mudah dipahami sebab dari sisi costumer yang melihat dengan jernih seperti apa dan bagaimana mengajukan KPR Syariah ke sebuah Bank Syariah.

Pengalaman Ibu Nnur silahkan Lihat, http://nnur.staff.uii.ac.id

Ibu Nur yang juga staff UII bertutur, Akhir Juni 2009 ini, alhamdulillah, keinginan untuk memperoleh rumah sendiri telah dimudahkan oleh Allah. Dari baca-baca beberapa literatur (terutama www.perencanakeuangan.com), kami jadi mantap untuk membeli rumah tahun ini juga, tidak perlu nunggu duit terkumpul segunung. Memang sih, prosesnya enggak sesederhana dan secepat membalik telapak tangan, tetapi meski tidak berduit banyak, Allah masih mengizinkan saya untuk mencoba “berhutang”:)

Yang jelas, hutang dihalalkan dalam Islam, dan saya yakin benar dengan sebuah hadits (saya lupa matan-nya) yang menjelaskan bahwa Allah akan membantu para hamba-Nya yang berhutang selama hamba tsb benar-benar berniat hendak membayar hutang. Dilihat dari nominal kredit yang cukup besar, saya pun mantap 100% ambil KPR (Kredit Perumahan Rakyat?), enggak pinjam ke teman/saudara. Meski jelas ada selisih, tapi saya tidak perlu ambil resiko terhadap tali silaturrahim yang telah terjalin. Bahkan, saya juga langsung mantap ambil KPR di bank syariah. Dan oleh karena sharing tt KPR syariah di internet tidak begitu banyak, bolehlah sekarang saya ikut berbagi cerita

Mengapa KPR di Bank Syariah?
Setelah sedikit survai di internet tentang perbedaan skema KPR konvensional dan KPR syariah, tentu kita semua akan mendapati bahwa jenis “rate” KPR sangat beragam; ada istilah flat, efektif, p.a dsb. Bagi saya sih kita cukup tahu saja, tak perlu berpusing-pusing ria. Intinya, rate KPR syariah memang berkisar antara 7,5% - 10%, sedangkan rate KPR konvensional 14%-19%. Apakah KPR syariah jauh lebih murah? Oh, belum tentu. Rumus perhitungan rate ada sendiri, dan cukup jadi pedoman konversi (lagi-lagi dari hasil baca2 di internet), besar angsuran 8% KPR syariah ekivalen dengan 14,5%-14,7% KPR konvensional. Dan sekali lagi, “penemuan” ini pun tidak perlu menyurutkan niat kita untuk ambil KPR syariah. Bagi kita sebagai muslim, AQAD itu jauh lebih penting; aqad kemitraan di bank syariah jelas halalnya, sedangkan aqad hutang berbunga di bank konvensional jelas ribanya.

“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (Al-Baqarah: 275)
Bagaimana prosedur KPR syariah dan berapa lama?
Karena keterbatasan waktu, saya cuma sempat survai ke dua bank syariah.

Ditilik dari syarat2 aplikasi, keduanya mirip lah. Syarat yang utama -karena saya & suami sama-sama pegawai swasta, bukan wirausahawan-:
- surat keterangan bekerja dari instansi
- NPWP, slip gaji suami& istri (jika sudah menikah)
- (jika sudah menikah) Kartu Keluarga, dan KTP suami&istri sesuai KK
- rekening koran/copy mutasi rekening tabungan selama 3 bulan terakhir (di bank manapun)
- surat2 legal tt rumah dari penjual: copy IMB, PBB, dan SHM/HGB
(apa lagi ya? Mohon dicek sendiri)

Perlu dipahami, bahwa di instansi manapun, orang-orang di bagian marketing akan sangat ramah melayani calon nasabah, sehingga kita tidak perlu “rikuh” untuk bertanya apapun. Kalau boleh saran, agar pembicaraan efektif, bawalah catatan pertanyaan sebelum bertemu mereka, yang meliputi -tapi tidak terbatas pada-:
1. Detail syarat2 yang harus dipenuhi; syukur2 jika ada syarat2 yang bersifat opsional(ditawar) hehe
2. Rincian angsuran per bulan. Sedapat mungkin, mintalah brosur berisi matriks jumlah pinjaman dan lama pelunasan. Jadi bisa dibanding-bandingkan antar bank, Oya, perlu diketahui rate KPR syariah berubah setiap bulan lho; dan saat ini tren-nya menurun.
3. Skema pelunasan: bisa lunas sebagian atau harus keseluruhan, dsb. Sebagai info, Muamalat hanya menyediakan fitur pelunasan keseluruhan. Jangan khawatir; yang dilunasi adalah sisa pokok kredit, bukan seluruh sisa kredit (pokok+margin)4. Skema sanksi jika suatu saat kita telat bayar. Sebagai info, Muamalat memberi denda 300-400 rupiah per hari keterlambatan; dan denda tidak masuk ke kas bank. 5 Biaya pengurusan KPR dan lain-lain. Alhamdulillah, staf di Muamalat cukup transparan dalam menjawab pertanyaan, jadi kami bisa siapkan di awal.

Sejak awal, staf di bank bilang ke kami bahwa jawaban dari aplikasi cuma butuh 3-5 hari; itu mencakup waktu untuk pemeriksaan dokumen2 kami, survai rumah, cek surat2 rumah, dsb. Tapi dari pengalaman riil, KPR kami butuh 3,5 minggu sampai disetujui. Koq lama banget? Ya, karena tak sengaja timbul masalah:

1. Kesalahpahaman data (4 hari kerja). Sengaja saya telpon langsung agar ada kejelasan;alhamdulillah selesai jua.

2. Staf yang mengurus kami sakit dan masuk RS (1 minggu). Sengaja kami tunggu agar staf tsb sembuh, daripada repot harus ngurus KPR dari awal ke bank lain.

Jadi, silakan hitung sendiri kecepatan pemrosesan KPR kami:) Saran saya, sering-seringlah cek ke bank tentang progres aplikasi kita; toh 1 pegawai khan ga hanya ngurus kita thok, jadi bertanya lebih baik daripada menunggu

Apa saja biaya yang keluar selama jual beli rumah via KPR?
Biayanya terbagi dua macam: (A) biaya untuk urusan jual beli dan (B) biaya administrasi KPR.

A. Biaya untuk jual beli mencakup (selain harga jual rumah yang disepakati pembeli+penjual adalah:
1. pajak penjual (ditanggung penjual) dan pajak pembeli (ditanggung pembeli). Besarnya 5% dari (Harga jual - NJO Tidak Kena Pajak). Biaya ini bisa dibayar via bank; tapi agar lebih praktis, kami minta bantuan notaris; toh ga ada selisih 
2. biaya AJB (akad jual beli). Pengalaman, kami mengeluarkan duit 1 juta rupiah (ditanggung sama rata dengan penjual)
3. biaya balik nama SHM ke pembeli. Sekadar info, biaya ini disesuaikan dengan tarif dari notaris. Di tempat saya, sekitar 1 jutaan.
Untuk mengetahui nominal biaya (a), (b), (c), boleh lho tanya ke notaris.
Setelah urusan AJB kami dengan penjual selesai, notaris memberikan surat pengantar (istilahnya “cover note”) ke bank. Setelah sampai di Muamalat, kami juga ketemu dengan notaris lagi (tapi beda orangnya lho). Notaris kedua ini bertanggung jawab atas “pengikatan kredit” antara kami dan bank.

B. Biaya administrasi di bank
Setelah proses pengikatan selesai (cuma bbrp menit), dana pun cair deh. Nah, untuk biaya administrasi di Muamalat -sesuai pengalaman kami- hampir 2 jutaan dengan rincian sbb (dibulatkan):
1. biaya administrasi bank: 750.000
2. biaya notaris bank: 700.000
3. premi sekaligus untuk asuransi jiwa (jadi hutang ga akan ditimpakan anak cucu jika terjadi sesuatu): 150.000
4. premi sekaligus untuk asuransi kebakaran rumah: 150.000

Plus tambahan, bank meminta ada saldo mengendap di rekening sebesar 1X angsuran.
Ada pertanyaan? Silakan hubungi bank syariah terdekat Saya hanya seorang nasabah, dan yang saya tulis ini adalah sebatas pengalaman saya (itupun cuma 1X); saya jujur ga tahu persis gimana proses step-by-step dalam versi bank. Afwan ya… Selamat berburu rumah!

**Update (15 Juli 09):
Berhubung ada pertanyaan tentang jumlah biaya administrasi poin (A), maka saya cuma bisa sampaikan beberapa hal:

- besaran pajak & honor notaris tergantung dari harga jual properti & kesepakatan dgn notaris/PPAT.

- sbg contoh: khusus untuk A.1, karena rumah yang kami beli tergolong sederhana di kota Yogyakarta (bukan rumah mewah), pajak yang harus kami bayar (disebut juga BPHTB) adalah sekitar 2,5 juta. Kalau harga rumah semakin besar, tentu pajaknya semakin besar. Jadi, untuk seluruh biaya pada poin (A), kami mengeluarkan hampir 5 juta.

Dan untuk premi2 asuransi di bank, setahu saya, itu tergantung dari jumlah pinjaman & lama pinjam. Tapi selisihnya kurang signifikan (kurang dari 200 ribuan).

Saturday, January 09, 2010

Keajaiban Sholat Tepat Waktu

Ada seorang teman bertutur, 'Saya bekerja di Daan mogot Jakarta, sementara istri dan anak masih tinggal bersama mertua di Cikampek, dan pulang ke Cikampek setiap malam Jumat dan hari Sabtu. Malam jumat seperti biasanya saya pulang ke cikampek, pas kebetulan waktu itu habis gajian jadi sekalian saya beli susu buat anak. Saya menyegerakan sholat maghrib.

Setelah sholat maghrib saya pulang naik bis mayasari jurusan jati bening, didalam bis saya berpikir nanti sholat isya di jati bening ato sampe dirumah. namun akhirnya saya mantap sholat isya di jati bening, alhamdulillah setelah selesai sholat saya langsung dapat bis Kramat jati yang kebetulan agak kosong arah purwakarta keluar tol cikopo, yang biasanya saya kalau menunggu bis paling tidak 30 menit baru dapat.

Saya duduk sendirian dan tas yang berisi susu, berkas kantor dan hp saya taruh di bangku sebelah saya, sementara jok belakang saya ada 5 penumpang lainnya yang sama duduk sendirian di setiap bangkunya. karena kecapean saya tertidur di bis. Sampe di Cikopo, saya bangun dan langsung turun tanpa membawa tas dan langsung naik angkot jurusan Cikampek, namun setelah angkot jalan kurang lebih 20 meter saya baru sadar klu tas ketinggalan di bis.

Akhirnya saya turun dan naik angkot jurusan purwakarta untuk mengejar bis tersebut, dalam perjalanan tak henti2nya saya berdzikir dan berdoa, Ya Alloh kalo memang tas dan isinya masih rezeki dan milikku pertemukan dengan bis tersebut, tapi kalo memang bukan hakku lagi, saya ikhlas dan saya sedekahkan bagi yang menemukannya dan semoga menjadi sarana ibadah buat yang menemukan.

Namun alhamdulillah Alloh SWT masih mengabulkan doa saya... setelah hampir sampai terminal Purwakarta, bis tersebut berhenti dan akhirnya tas lengkap dengan isinya kembali ke tangan saya.. Subhanalloh... saya tak henti-hentinya mengucapkan kalimat syukur.. Ya Alloh hanya engkau lah yang maha pengatur semua atas kejadian di muka bumi ini.. semoga cerita ini pelajaran bagi kita semua yang elajar sholat tepat waktu dan rajin bershodaqoh.

Thursday, January 07, 2010

Keberkahan Sholat Tahajud Dan Shodaqoh

Kisah yang sangat bagus dari seorang yang bertutur bagaimana berusaha untuk mendapatkan keturunan. Usaha untuk mendapatkan keturunan dengan upaya Sholat Tahajud dan shodaqoh, pelajaran yang sangat indah. Bagi teman2 yang berharap sekali untuk mendapatkan keturunan tidak ada salahnya mencoba. berikut ini kisah yang dituturkan, silahkan diambil ibrohnya.

Sore itu saya kedatangan pasangan suami istri dengan putranya yang sudah berusia dua tahun. Suaminya bertutur, 'Pada saat 2 bulan usia perkawinan kami Alhamdulillah Alloh SWT memberikah anugerah dengan hamilnya istri saya, waktu itu kami berdua sangat senang sekali, tetapi ketika usia kehamilan istri saya genap 3 bulan, Alloh mentaqdirkan lain istri saya keguguran, perasaan saya waktu itu sangat terpukul sekali, yang mana waktu itu saya pribadi sangat mendambakan seorang anak sebagai penerus perjuangan dakwah saya.

Namun saya menyadari bahwa kita punya keinginan tetapi keinginan Alloh lah yang akan berjalan, disamping itu saya teringat firman Alloh 'Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui'

Akhirnya saya berusaha melupakan peristiwa itu, kata dokter yang menangani istri saya, bahwa seseorang yang keguguran dan di kuret maka tidak boleh punya Anak selama kurang lebih satu tahun, akhirnya istri saya KB, setelah menunggu kurang lebih satu tahun istri pun lepas KB, dan tidak begitu lama Alhamdulillah istri saya dinyatakan positif hamil lagi, alangkah bahagianya kami berdua waktu itu, kami semakin hati - hati menjaga jabang bayi yang ada dalam perut istri saya, dengan minum pil penguat janin, naik motor pelan - pelan, istri nggak boleh terlalu capek dan lain - lain.

setelah usia kehamilan istri saya menginjak bulan ketiga saya khawatir jangan - jangan kejadian pertama dulu terulang lagi, ternyata benar istri saya keguguran lagi, seketika itu saya sebagai seorang laki - laki menangis tanpa punya rasa malu sambil mengubur janin yang udah kelihatan bayi walaupun dalam ukuran kecil. akhirnya istri saya pun di kuret lagi, seperti pesan pertama dulu dokter menyatakan tidak boleh hamil kurang lebih satu tahun. saya pun terpukul, terus saya kapan punya anak...! atas saran seorang teman, katanya tidak usah menunggu satu tahun, empat bulan udah boleh hamil. akhirnya saya agak lega, dan setelah empat bulan istri pun lepas KB.

Pada bulan berikutnya Alhamdulillah istri saya dinyatakan positif hamil lagi, untuk kehamilan yang ketiga ini saya trauma jangan - jangan ntar kalo udah umur 3 bulan keguguran lagi, ternyata benar belum genap usia kandungan istri saya satu bulan, istri saya mengalami pendarahan, saya semakin stes.

Akhirnya dari ketiga kejadian tersebut, saya semakin sadar kita ini tidak punya apa - apa, tidak punya kuasa apa - apa, saya pasrah, di tengah - tengah kepasrahan itu saya teringat salah satu hadist yang menyatakan bahwa sedekah bisa sebagai tolak bala' dan sedekah bisa memadamkan kemarahan Alloh, akhirnya setelah istri saya dinyatakan positif hamil lagi, sejak itu saya perbanyak sedekah selain untuk anak-anak Amalia, juga orang-orang yang tidak mampu yang berada disekitar rumahku, di samping itu tak ketinggalan sholat tahajud saya lakukan tiap malam, berdo'a setiap saat ketika melakukan amal apa saja ( amal yang baik – baik ), saya berniat dalam hati semoga Alloh memberikan keturunan.

Alhamdulillah atas wasilah sedekah dan sholat tahajud istri saya yang biasanya keguguran setiap menginjak bulan ketiga, akhirnya selamat sampai melahirkan seorang anak yang cantik, cerdas, dan lincah. dari fadhilah sedekah tersebut saya semakin yakin akan kekuatan sedekah dan sampai saat ini santunan ke nenek - nenek dikampung saya tetap berjalan, dan Alhamdulillah lahir lagi anak yang kedua seorang anak - anak laki - laki tanpa ada hambatan sedikit pun. Subhanallah..

Tuesday, January 05, 2010

Ucapan Ibu Adalah Doa Bagi Anaknya

Ucapan ibu adalah doa bagi anaknya. Itulah yang pernah dialami seorang ibu, kisah yang pernah terjadi yang pernah saya dengar. Semoga kisah ini menjadikan kita, sebagai ibu dan ayah agar lebih berhati-hati jika mengucapkan sesuatu bagi buah hati kita agar jangan sampai terjadi penyesalan dikemudian hari. Maka ucapkanlah dan bertuturlah untuk kebaikan, keberkahan dan kesehatan putra-putri kita.

Kisah itu berawal pada Malam itu saya kedatangan seorang ibu. Ibu itu bertutur dengan air mata yang sudah tak terbendung lagi. Dia menceritakan bahwa dirinya pernah memiliki dua anak laki-laki yang ditinggal bapaknya. Anak yang pertama berusia 7 tahun dan yang kedua berusia 5 tahun. Anak-anaknya tumbuh dengan kondisi memprihatinkan dan nakalnya luar biasa karena kenakalannya sampai seringkali dilabrak tetangga karena ulah anak0anaknya.

"Sampai satu hari mas" kata sang ibu dengan bercucuran air mata. "Saya membawa kedua anak itu kekuburan bapaknya dan saya katakan, Pak. Nih urus anak-anakmu. Aku sudah tidak sanggup lagi." Kata sang ibu. Seminggu kemudian dua anaknya meninggal dunia karena sakit.

"Ya Alloh, Ya Robbi" tak terasa kata-kata itu terucap. Kisah itu
terasa menyayat dihati. Seolah mengiris lubuk hati yang paling dalam, membayangkan betapa berat beban seorang ibu yang mengurus dua anak yatim sampai pada satu titik ketidaksanggupan.

--
"Adapun terhadap anak-anak yatim maka janganlah kamu bersikap kasar terhadapnya dan adapun orang yang meminta-minta maka janganlah engkau usir dan adapun nikmat Tuhanmu hendaklah engkau sebutkan sebagai perwujudan syukur. (Surah Adh Dhuha Ayat 9-11).

Nikmat Yang Berkah

Pada suatu malam ketika anak-anak Amalia sedang belajar mengaji, salah satu anak Amalia bernama Malini terlihat gembira karena mendapatkan buku dan pensil baru yang didapat dari Pamannya. Malini menghampiri teman-temannya dan mengatakan, 'Lihat nih aku punya buku baru..' Teman-temannya melihat Malini yang gembira dan mereka tersenyum penuh suka cita melihat Malini senang.

Setelah selesai mengaji kemudian saya menerangkan kepada anak-anak Amalia bahwasanya ketika kita mendapatkan sesuatu yang menyenangkan kita dianjurkan mengucapkan doa, 'Alhamdulillahil ladzi bi ni'matihi tatimmush shalihaat.' Artinya, 'Segala puji bagi Alloh, yang karena nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.' (HR. Ibnu Sunni dan Hakim). Sebagaimana yang biasa dilakukan oleh Baginda Nabi Muhamad SAW.

Kita memohon kepada Alloh agar segala nikmat yang kita terima memberikan keberkahan. Artinya Kebaikan yang memberi kenikmatan sejak pada awalnya hinga akhirnya. Sebab terkadang seseorang yang tengah mendapatkan nikmat yang menyenangkan ternyata dibalik semua itu terdapat musibah.

Pernah saya mendengarkan kisah dari seorang teman yang mendapatkan oleh-oleh ikan bandeng kesukaannya, ditengah kegembiraannya menyantap ikan bandeng gusinya tertusuk durinya sampai harus ke rumah sakit untuk berobat. Hal ini bukanlah nikmat yang membawa keberkahan namun nikmat yang membawa sengsara.

Diakhir cerita saya menjelaskan kepada anak-anak Amalia bahwa doa ini memberi kesadaran kepada bahwa nikmat apapun yang kita peroleh semata-mata rahmat dan karunia Alloh SWT. Oleh karena itu hendaknya kita menggunakan rahmat dan karuniaNya untuk kebaikan atau hal-hal yang bermanfaat bagi kita ataupun orang lain. Janganlah kesenangan dan nikmat yang kita peroleh justru merugikan diri kita sendiri atupun lain, baik didunia maupun diakherat kelak.

Saturday, January 02, 2010

Keajaiban Perbuatan Baik

Malam itu seorang teman datang ke rumah. Dia menceritakan bahwa dirinya bukanlah orang yang taat beragama. Sholatnya suka bolong-bolong. Semuanya menjadi berubah ketika satu hari dia mengalami kecelakaan di fly over Kebayoran lama. Motor yang ditumpangi disruduk oleh metromini. Dia mengalami koma beberapa hari. Istrinya dengan setia menungguinya dirumah sakit.

Katanya, Awalnya istrinya tidak percaya, setelah beberapa hari pingsan. Namun ada keajaiban bahwa dirinya bisa tersadar. Dokter terheran dan mengatakan pemeriksaan dan diagnosis terbaru menunjukkan bahwa otaknya sama sekali tidak mengalami gegar. "Kondisi anda sekarang dalam keadaan normal" Kata dokter itu.

teman itu terkejut, hampir tak percaya atas perkataan dokter, dia tidak kuasa membendung air matanya yang meleleh karena kebahagiaan. dia itu bertanya sekali lagi apakah yang didengarnya adalah benar. Dokter mengatakan semuanya benar.

Dia memanjatkan syukur alhamdulillah kepada Alloh SWT yang berkenan menyembuhkan dirinya, hal itu berkat doa keluarga dan anak-anaknya yang setiap hari mendoakan dirinya ketika koma di rumah sakit. karena kebiasaan dirinya telah bershodaqoh dan berbuat baik pada sesama. Sejak itu dia berjanji bukan hanya selalu mengasihi dan menyayangi keluarga dan berbuat baik pada sesama namun juga akan meningkat ibadahnya seperti sholat lima waktunya lebih tertib.

--
Aswad bin Yazid meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Obatilah orang-orang yang sakit dengan bersodaqoh dan bentengilah harta anda dengan zakat dan siapkan untuk menangkal bala' dengan berdoa.

Makna Bahagia

Seorang lelaki menelpon penyiar salah satu radio swasta dan dia bertanya kepada penyiarnya, 'Mas, sekarang lagi on air?' 'Benar Pak, sekarang lagi on air, suara anda dapat di dengarkan oleh orang se Jakarta,' jawab sang penyiar penuh percaya diri. 'Bapak hendak request lagu apa?' tanyanya.

Lelaki penelpon itu bercerita, 'Maaf Mas, saya hendak menginformasikan aja nih. Saya baru saja menemukan tas yang berisi uang 60 juta rupiah dan sebuah dompet. Di dalam dompet itu terdapat KTP atas nama penduduk Jakarta.'

'Lalu apa yang bisa kami bantu pak?' tanya sang penyiar.

Lelaki penelpon itu pun menjawab dengan suara yang parau, 'Mas penyiar, maukah anda bermurah hati memutarkan sebuah lagu untuk pria yang malang itu?'

Kisah ini menggambarkan ada orang yang merasa berbahagia karena menemukan uang dalam jumlah yang banyak tetapi bukan miliknya, sementara ada orang yang menderita karena telah kehilangan uangnya dalam jumlah yang banyak. Request lagu untuk menghibur orang yang malang bukanlah jawaban. Jawaban yang tepat untuk menghiburnya adalah mengembalikan uang itu kepada yang berhak.

Berbahagia di atas penderitaan orang lain tidaklah menguntungkan buat diri kita. Bagaimana bila kondisi kita yang menderita, tentunya kita juga tidak akan terima bila kita diperlakukan. Sama seperti halnya lelaki penelpon yang hendak request lagu untuk pria yang malang itu, bagaimana kalo lelaki penelpon itu yang kehilangan uangnya? Tentunya dia tidak akan pernah sanggup menghadapi kenyataan pahit itu. Kuncinya satu hal, sikap empati terhadap sesama patutlah kita miliki. Berempati terhadap penderitaan orang lain akan mengasah sikap kepedulian kita kepada lingkungan sekeliling kita.
AGUSSYAFII BLOG
2006
Proudly powered by : Blogger