Yuk, wujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah

Saturday, January 02, 2010

Makna Bahagia

Seorang lelaki menelpon penyiar salah satu radio swasta dan dia bertanya kepada penyiarnya, 'Mas, sekarang lagi on air?' 'Benar Pak, sekarang lagi on air, suara anda dapat di dengarkan oleh orang se Jakarta,' jawab sang penyiar penuh percaya diri. 'Bapak hendak request lagu apa?' tanyanya.

Lelaki penelpon itu bercerita, 'Maaf Mas, saya hendak menginformasikan aja nih. Saya baru saja menemukan tas yang berisi uang 60 juta rupiah dan sebuah dompet. Di dalam dompet itu terdapat KTP atas nama penduduk Jakarta.'

'Lalu apa yang bisa kami bantu pak?' tanya sang penyiar.

Lelaki penelpon itu pun menjawab dengan suara yang parau, 'Mas penyiar, maukah anda bermurah hati memutarkan sebuah lagu untuk pria yang malang itu?'

Kisah ini menggambarkan ada orang yang merasa berbahagia karena menemukan uang dalam jumlah yang banyak tetapi bukan miliknya, sementara ada orang yang menderita karena telah kehilangan uangnya dalam jumlah yang banyak. Request lagu untuk menghibur orang yang malang bukanlah jawaban. Jawaban yang tepat untuk menghiburnya adalah mengembalikan uang itu kepada yang berhak.

Berbahagia di atas penderitaan orang lain tidaklah menguntungkan buat diri kita. Bagaimana bila kondisi kita yang menderita, tentunya kita juga tidak akan terima bila kita diperlakukan. Sama seperti halnya lelaki penelpon yang hendak request lagu untuk pria yang malang itu, bagaimana kalo lelaki penelpon itu yang kehilangan uangnya? Tentunya dia tidak akan pernah sanggup menghadapi kenyataan pahit itu. Kuncinya satu hal, sikap empati terhadap sesama patutlah kita miliki. Berempati terhadap penderitaan orang lain akan mengasah sikap kepedulian kita kepada lingkungan sekeliling kita.

Post a Comment

Home

AGUSSYAFII BLOG
2006
Proudly powered by : Blogger