Yuk, wujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah

Wednesday, March 31, 2010

Air Mata Dalam Tahajud

Ditengah kegundahan hati, keresahan yang kita rasakan mengadu hanya kepada Allah sampai meneteskan air mata menjadikan kegundahan hati menjadi lega. Hal itu juga dilakukan oleh Nabi Muhammad yang setiap saat dalam sholat tahajudnya senantiasa meneteskan air matanya. Sebagaimana yang dituturkan oleh Aisyah,

'Dan Rasulullah duduk sambil terus menangis hingga tanah menjadi basah. Lalu datang Bilal mengumandangkan adzan. Waktu Bilal melihat Rasulullah menangis, Bilal bertanya, 'Wahai Rasulullah, kenapa engkau menangis sedangkan Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?' Rasulullah menjawab, 'Apakah engkau tidak suka, jika aku menjadi hamba yang bersyukur?'

Adapun Abdullah bin Asyakhir berkata, 'Aku datang menemui Rasulullah sedang beliau melaksanakan sholat seraya menangis. Suara isak tangis beliau seperti bunyi air di dalam bejana yang sudah mendidih. Beliau bangun diwaktu malam dan melakukan sholat tahajud tanpa berhenti menangis sehingga pangkuan beliau menjadi basah.'

Alangkah indahnya hidup ini bila kita bisa menangis sewaktu kita sholat tahajud, menangis dihadapan Allah sebab hanya kepada Allahlah yang layak menumpahkan semua cucuran air mata kita. Air mata kebahagiaan dunia dan akherat karena sebuah kecintaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Yuk, jangan lupa ya..sholat tahajud malam ini...

Kemuliaan dibalik Kebencian

Beberapa hari yang lalu istri saya bercerita di depan Rumah Amalia banyak anak-anak SMP masih memakai baju seragam sekolah ada yang membawa batu, kayu, gesper seperti hendak tawuran menunggu anak-anak yang yang dianggap 'musuh' hendak lewat. Istri saya kemudian mengingat kepada anak-anak itu agar membubarkan diri. Sampai akhirnya mereka membubarkan diri setelah istri saya memberikan pengertian pada mereka bawa tawuran tidaklah berguna.

Entah apa yang menjadi alasan namun itulah wujud kebencian yang terpendam yang siap meledak. Ada jiwa yang merasa tersakiti, menyimpan dendam begitu erat yang ingin dimuntahkan. Bagi yang menyakiti membuat dirinya menjadi was-was karena akan ada balasan bagi dirinya. Anak-anak itu adalah gambaran betapa kebencian bisa menjangkiti siapapun dan mampu menularkan kebencian kepada orang lain.

Bila dipahami lebih mendalam sesungguhnya kebencian bukanlah semata-mata sumber dendam dan kemarahan, bukanlah murka dan juga bukan kutukan bagi manusia. Dibalik kebencian ada kemuliaan yang mengajarkan kepada kita bahwa hidup akan menjadi terasa sejuk nan indah bila dihiasi dengan cinta dan kasih sayang. Disetiap kejadian yang membuat kita menumpahkan air mata sekalipun selalu membawa pesan kemuliaan bagi hidup kita mengajarkan agar cinta dan kasih sayang digunakan sebagai cara membalas melawan kemarahan dan kebencian.

Banyak orang yang mengatakan bahwa cinta dan kasih sayang tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah kehidupan umat manusia dimuka bumi. Namun saya menyakini selain tugas kita berusaha dan berdoa agar kebencian tidak menjadi virus yang menyebar, diperlukan sebuah kesabaran untuk menyebarkan cinta dan kasih sayang sebagai pilihan dalam menemukan solusi dalam menghadapi masalah kehidupan kita. Mensucikan jiwa dari kebencian membuat hidup kita senantiasa menjadi orang yang beruntung. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

'Sungguh beruntunglah orang yang mensucikan jiwanya dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya (QS. 91: 9-10).

Keajaiban Sholat Fardhu

Menjalankan sholat fardhu memang kewajiban, seringkali kita tidak merasakan dibalik kewajiban itu menyimpan banyak keajaiban di dalamnya. Seperti dimudahkan segala urusannya. Pernah ada seorang teman awalnya begitu rajin dirinya menunaikan sholat fardhu karena semakin meningkat tugas di kantornya kewajiban sholat fardhunya seringkali diabaikan. Sampai pada suatu hari dirinya merasa merasa mendapatkan sentilan dari Allah mencoba untuk menjalankan sholat fardhunya tepat waktu dia menemukan banyak keajaiban, berikut ini penuturannya.

'kejadian ini saya alami baru-baru ini, dimana pada pertengahan bulan lalu saya benar- benar stress berat dan hampir putus asa karena target yg diberikan oleh bos belum terlihat akan tercapai dan itu membuat saya menjadi orang yang mudah emosinya meledak-ledak, baik pada anak buah ataupun kepada istri sendiri dan anak- anak.' tuturnya.
Awalnya saya hendak pergi ke dukun alhamdulillah, Mas Agus syafii melarang saya. saya masih ingat kata Mas, 'Jangan pergi ke dukun, bukannya memohon kepada Allah malah berbuat dosa besar, Ayo sana sholat fardhunya diawal waktu ditingkat dengan sholat berjamaah di masjid, memohon kepada Allah.'

'Disaat saya dititk bawah yg membuat saya lebih stress, tiba-tiba saya seperti disentil oleh Allah melalui nasehat Mas Agus supaya saya lebih giat sholat fardhu diawal waktu yang dulu pernah saya jalani tapi sekarang sudah jarang saya menjalankannya.

Akhirnya dengan kebulatan tekad dan niat yang tulus serta mengharapkan Ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala, mulai hari itu juga saya menjalani sholat fardhu diawal waktu .Subahanallah dalam waktu hanya lebih kurang 2 minggu, target yang diberikan oleh bos dapat saya capai malah melebihi dari target. Alhamdullillah sekarang saya masih bekerja dengan jabatan baru yang lebih tinggi sehingga memudahkan saya berbagi rizki bersama anak-anak Amalia.' tuturnya. Subhanallah.

----
'Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.' (QS Ath-Thalaq 2-3).

Monday, March 29, 2010

Teriakan Penjual Roti

Setiap pagi sehabis sholat subuh, pukul 5.30 di depan rumah biasanya terdengar teriakkan tukang roti, Ti..roti! Ti..roti! nampak penjual roti umur sudah separuh baya. Dulu waktu awal saya tinggal tukang roti itu sudah ada dan selalu lewat di depan rumah.

Pernah saya ngobrol dengannya, dari saya awal tinggal sampai sekarang tidak ada yang berubah, masih juga menjual roti pak, kata saya. Dia katakan seorang ayah harus berkorban untuk keluarganya, jika saya tidak melakukan ini tentunya anak-anak saya tidak akan bisa menjadi sarjana.

Pengorbanan itu nilai teratas yang ada pada tukang roti itu sehingga memancar diwajah tukang roti biar sudah tua nampak selalu berseri jika bertemu dengan para pembelinya.

Namun beberapa hari ini teriakkan tukang roti itu tidak terdengar, saya tanya istri saya, dek..tukang roti kok nggak pernah kedengaran ya beberapa pagi ini ya? Iya mas, katanya sih sakit. Sampai pada suatu hari saya mendengarkan bahwa dia telah tiada. Rasa kehilangan menghinggapi diri, terbayang wajahnya yang sederhana. Pengorbanan dan keihlasan adalah dua kata yang melekat pada tukang roti itu. Sayapun teriakkan di pagi hari tukang roti.

---
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda, 'Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat keikhlasan hatimu.' [HR. Muslim]

Sunday, March 28, 2010

Hati Yang Tenteram

Malam itu angin berhembus dengan sejuknya. Temaram lampu menghiasi indahnya jalan. Rumah Amalia terlihat ramai terdengar suara sedang melantunkan ayat-ayat suci. Seorang Ibu baru pulang kantor turun dari ojek. Memberi salam dan menyapa anak-anak Amalia. 'Assalamu'alaikum..' ucap Ibu. 'Wa'alaikum salam.' jawab anak-anak Amalia serentak.

Kami berbincang banyak hal. Beliau bertutur ditengah kebahagiaan keluarganya, anak-anak tumbuh dewasa dan menginjak dibangku kuliah. Tiba-tiba dikejutkan setelah mengetahui bahwa suaminya berselingkuh dengan teman sekantornya. Perselingkuhan itu baru diketahuinya sudah berjalan satu tahun dan sudah menjadi rahasia umum di kantornya. Rupanya beliau sebagai istri adalah orang terakhir yang mengetahuinya. Rumah tangga yang tadinya aman dan tentram menjadi ajang pertengkaran. Meski suaminya sudah meminta maaf dan telah berjanji tidak melakukannya lagi, sulit buat beliau untuk memaafkan perbuatan suaminya.

Lama setelah beliau bertutur, saya bertanya padanya, 'Apakah Ibu menjalankan perintah Allah sholat lima waktu berjamaah bersama keluarga di rumah atau dimasjid?' 'Kadang-kadang Mas Agus karena saya, suami dan anak-anak selalu sibuk.' jawab beliau menunduk. 'Pernah bershodaqoh?' tanya saya kembali. Beliau pun menjawab, 'Pernah sekali waktu.'

Saya menyarankan kepada beliau bahwa masalah di dalam hidup kita adalah mengingatkan agar kita senantiasa bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, apa yang kita lakukan haruslah semata-mata karena Allah bukan karena nafsu atau marah. Bila kita jauh dariNya maka Ibu disentil dengan cara seperti itu sebagai wujud kasih sayang Allah kepada kita dan saya mengingatkan apapun yang telah terjadi kita patut bersyukur kepada Allah bahwa peristiwa ini adalah anugerah. Kalau suami berselingkuh dan berhenti berarti ibu telah membantu suami dari siksa api neraka dan menyelamatkan keluarga dari kehancuran.

Sejak pertemuan itu beliau tidak pernah hadir lagi di Rumah Amalia. Sampai pada hari ahad pagi Ibu itu hadir bersama suami dan dua putranya. Turut dalam kegiatan anak-anak Amalia dan berkenan berbagi rizki. 'Subhanallah, memaafkan dan melupakan sungguh membuat hidup keluarga kami lebih nyaman,' tutur beliau dengan senyuman, itulah ucapan yang keluar dihati yang tenteram. Subhanallah.

----
'Dan bagi orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuataan keji, dan apabila mereka marah, mereka cepat memberikan maaf. (QS. 42:47).

Sahabat Sejati

'Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu, Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang sholeh. Dan mereka itulah sahabat yang sebaik-baiknya.'(QS. an Nisaa’ [4]: 69).

Kita adalah makhluk sosial dimana ia akan menjadi apa dan siapa tergantung dengan apa dan siapa ia bergaul. Secara fitri kita membutuhkan orang lain. Sebagai teman, sebagai partner, sebagai pesaing dan bahkan sebagai lawan. Sahabat sejati adalah orang yang selalu berfikir dan berkehendak baik terhadap sahabatnya. Ia akan memberi dukungan jika ia merasa bahwa dukungannya itu akan mem­bawa kebaikan sahabatnya. Sebaliknya jika sahabat­nya keliru jalan, ia akan berkata tidak! meski pahit diucapkan dan pahit di dengar.

Sahabat yang mate­rialistis biasanya rajin apel dalam keadaan suka, tetapi ia segera menjauh jika sahabatnya dalam kesulitan, ia sahabat hanya dalam suka, tidak dalam duka. Sahabat yang sekerabat biasanya angin-anginan, terkadang mesra, tetapi suatu ketika bisa menjadi musuh, bahkan musuh yang sukar didamaikan.

Sahabat adalah sahabat sehidup, tetapi belum tentu semati. Hanya sahabat sejati yang biasanya jarang hadir dalam keadaan suka, tetapi justru hadir mem­bela ketika dalam duka. Sahabat sejati adalah sahabat yang terikat oleh nilai-nilai kebajikan, ikhlas dan ibadah. Ketika kita sudah matipun sahabat sejati tetap menjaga nama baik kita, mendoakan kita. Dialah sahabat sehidup semati, sahabat di dunia dan sahabat di akhirat.

Saturday, March 27, 2010

Kata 'Memaafkan' Seorang Ibu

Ada seorang teman yang berprofesi sebagai dokter. Dia bercerita bahwa dirinya pernah dibuat pusing menangani pasien yang sudah 40 hari koma pasca operasi, tak sadarkan diri. Semua bukunya dibuka kembali. Semua profesor diberbagai bidang penyakit diajaknya
konsultasi. Namun tak juga ketemu jawabannya.

Sampai suatu ketika dia melihat seorang ibu tua menengok sang pasien. Tak selang lama beberapa hari pasiennya siuman dari koma, sadarkan diri dan tak lama kesehatannya berangsur pulih. Dokter tersebut keheranan, bagaimana mungkin dari tak sadarkan diri selama
40 hari bisa pulih kurang dari satu minggu hanya karena ditengok seorang ibu tua.

Dia beranikan diri bertanya pada istri pasien yang waktu itu menungguinya. Kata istrinya, ibu tua itu adalah ibu sang pasien. Sewaktu menengok itu ibunya berkata bahwa dirinya hari ini sudah memaafkan semua kesalahan anaknya. Setelah ibunya pergi, suaminya mulai sadarkan diri.

--
Bersungguh-sungguhlah dalam berbakti kepada ibumu, karena sesungguhnya surga itu berada di bawah kedua kakinya (HR. Imam Nasa'i dan Thabrani).

Friday, March 26, 2010

Tahu dan Mengenal Diri

Pak Budi menegur anaknya, 'Jono, kenapa kamu tidak bisa seperti Bobby yang nilai ulangannya tidak ada warna merahnya?'

'Jangan salahkan aku dong, Bobby kan mempunyai ayah yang pintar.' Jawab Jono santai.

Begitulah cara pandang kita berbeda dengan cara pandang anak kita. Kita pada dasarnya memiliki dua alat memandang, yaitu mata kepala dan mata batin. Pandangan mata kepala terhalang oleh dinding dan jarak. Pesawat terbang yang begitu besar, nampak sangat kecil oleh mata kepala. Bintang-bintang galaksi yang sangat besar nampak hanya kerlap kerlip kecil oleh mata kepala. Nah pandangan mata batin menembus sekat ruang dan waktu. Pandangan mata batin itulah yang disebut ma`rifat, orang yang memiliki ma`rifat disebut `arif. bukan arif dalam bahasa Indonesia.

Asal kata bahasa Arabnya `arofa –ma`rifat -`arif-ma`ruf yang arti dasarnya adalah kenal. Kenal berbeda dengan tahu. Tahu bersifat kognitif, bersifat pengetahuan, berbasis pengamatan atau teori. Sedangkan kenal sudah bersifat afektif berbasis pengalaman langsung. Ada seorang wanita yang sudah hidup bersama dengan suaminya selama 20 tahun, ternyata ia belum mengenal siapa sesungguhnya suaminya itu. Ia dibuat terkaget-kaget setelah mengenal siapa sesungguhnya manusia yang sudah seranjang selama duapuluh tahun, karena selama ini ia keliru pandang atau tertipu oleh penampilan lahir.

`Arif bukan hanya horizontal tetapi juga vertikal. Orang yang secara vertikal sudah `arif disebut mencapai ma`rifat, yaitu mengenal Allah, bukan sekedar tahu ada Allah. Oleh karena seorang `arif sudah mengenal Tuhannya sebagai Yang Maha Baik, maka ia tabah ketika menerima kegagalan atau musibah, karena boleh jadi musibah itu hanya sekedar ujian yang diberikan Allah kepadanya. Ia sadar-sesadarnya bahwa kesulitan adalah bagian dari sistem kehidupan. Ia sadar bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala menciptakan sistem hukum dimana tidak ada gelap yang selamanya, setiap habis gelap pasti terbit terang.

Begitupun dalam hidup, dibalik kesulitan ada kemudahan. Orang arif tetap tersenyum dalam kesulitan, bersiap kecewa dan sedihpun tanpa kata-kata, karena ia melihat makronya kehidupan, bukan mikronya. Sedangkan orang yang belum `arif mudah frustrasi, mengeluh dalam kesulitan, tidak siap kecewa, dan jika bersedih ia ungkapkan dengan berbagai kata cacian,karena ia hanya bisa melihat kehidupan secara mikro dengan dirinya menjadi pusat perhatian. Kata hadis Nabi, seorang `arif adalah juga orang yang sudah mengenali siapa dirinya dalam struktur makro, horizontal dan vertikal, maka iapun tahu diri. Jika orang sudah benar-benar mengenal siapa dirinya, pasti ia mengenal siapa Tuhannya, man `arofa nafsahu `arofa robbahu.

Thursday, March 25, 2010

Hati Yang Tersenyum

Malam temaram menyelimuti pepohonan. Jalanan terlihat basah karena turun rintik hujan. Anak-anak Amalia dengan khusyuknya membaca ayat-ayat suci al-Quran. Seorang laki-laki separuh baya matanya menerawang menatap kedepan. Tak ada suara dan kata yang terucap, Wajahnya nampak sejuk dan damai. Hatinya tersenyum seolah bicara, tak ada hidup yang sempurna tanpa ujian.

Sebagai seorang muslim beliau banyak diberikan kemudahan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kehidupan datar dan lurus lalu menanjak mencapai kesuksesan dalam karier. Pernikahannya penuh kebahagiaan. terasa semakin lengkap dengan kehamilan istri tercintanya. Buah hati yang didambakan bagi seluruh anggota keluarganya namun toh, Allah memiliki rencana lain.

Putra pertamanya, hanya bertahan 24 jam berjuang bertahan hidup. Kejadian itu benar-benar membuat hidupnya merasa terpuruk dalam kubangan yang penuh lumpur, terasa sesak untuk bernapas dan membuat perih dihati. Selama berbulan-bulan beliau mengurung diri meratapi sang buah hatinya yang telah pergi. Sungguh tak terduga. Kehilangan itu terjadi justru dipuncak kesuksesan kariernya. Kejadian itu menguji keimanannya bahkan terkadang menggugat keberadaan Allah, 'Kenapa Allah tidak adil pada kami?' begitu ucapnya.

Semakin lama dirinya semakin jauh dari Allah. Tenggelam dalam pelarian semu. Namun beruntunglah masih ada istri yang sholehah yang mendampingi beliau yang mampu menghibur dan menguatkan dan mengingatkan dirinya bahwa peristiwa itu adalah ujian dari Allah agar menanamkan iman dan ketaqwaan kepadaNya.

Ujian keimanan berikutnya, justru menimpa pada istrinya. Istrinya terserang kista dirahimnya. Dokter memvonis istrinya berisiko tinggi bila hamil lagi tetapi istrinya begitu tabah bahkan mengajaknya untuk selalu berdzikir, memohon kepada Allah Sang Maha Penyembuh. Alhamdulillah setelah operasi semuanya bisa pulih kembali.

Dua ujian berat semakin menyadarkan beliau dan keluarganya agar semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Terlebih dengan kelahiran putrinya, seolah diberikan anugerah yang tiada tara. Sehingga beliau berjanji meningkatkan ibadahnya kepada Allah dan tak akan pernah berhenti untuk bersyukur. Beliau bertutur malam itu di Rumah Amalia, ' Saya sadar, Allah itu Maha Baik. Allah selalu memberikan apapun yang kami mohonkan.' Subhanallah..

--
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. Ar-Rahman: 77)

Doa Aktifitas Hari ini

Izinkan kami berdoa aktfitas di pagi hari yang indah ini:

'Ya Allah, kami memohon kepadaMu kelurusan niat dan ketulusan motivasi dalam segala aktifitas kami di hari ini. Ya Allah, kami memohon bersihkan hati kami dari segala sesuatu selain wajahMu. Ya Allah, kabulkanlah doa dan harapan siapapun yang datang kepadaMu dan limpahkan kasih sayangMu walau terhadap mereka yang berpaling dariMu. Amin Ya Robbal Alamin..'

Selamat beraktifitas & Sukses selalu..

Tuesday, March 23, 2010

Indahnya Berbuat Baik

Dan Allah senantiasa memberikan pertolongan kepada hambaNya selama ia menolong saudaranya (HR. Muslim).

Hadist diatas mengingatkan kepada kita, bila hati kita bersedih, akan ada orang yang lebih bersedih daripada kita. Bila kita mengalami kesulitan, akan ada orang yang lebih sulit hidupnya daripada kita. Cobalah tengok dijalanan atau disebelah rumah kita, barangkali mereka justru membutuhkan pertolongan dan Allah meminta kita untuk memperhatikan dan menolong mereka yang sedang kesusahan atau sedang dalam kesulitan.

Membantu orang lain membuat kita merasa nyaman dan membantu kita menyelesaikan masalah yang kita hadapi, bagus juga secara kesehatan psikis. Penelitian mutakhit di Michigan University menyebutkan bahwa orang-orang yang memberikan perhatian dan membantu orang lain akan hidup lebih lama.

- Membantu teman, kerabat, atau tetangga dengan duduk berbincang, bertegur sapa dan untuk menanyakan bagaimana kabarnya atau sedang sibuk apa sekarang.

- Bergabunglah untuk menjadi relawan sebuah organisasi sosial kemasyarakatan.

- Ambillah sampah yang berserakan yang ada di halaman rumah, di taman atau dipantai.

- Memberikan ruang parkir yang cukup bagi orang lain.

- Membantu orang tua menyeberangkan jalan

- Menghormati pejalan kaki ketika kita sedang mengendarai kendaraan bermotor.

Perbuatan baik yang sederhana seperti diatas menunjukkan kepribadian yang positif pada diri kita. Memaafkan, memberi hadiah, mengucapkan salam, melakukan kebaikan paling ringan dan tularkan pada orang lain, anak-anak kita juga orang-orang yang kita cinta. Lakukan terus menerus dan lihat perubahan yang terjadi pada diri kita dan sekitarnya akan ada sebuah keajaiban.

Yuk, kita buat orang lain merasa nyaman...!

Tahajud Menyembuhkan Penyakit

Ternyata sholat tahajud atau qiyamul lail dapat menangkal dan menyembuhkan penyakit yang ada pada tubuh kita sebagaimana sabda Nabi Muhammad, 'Hendaklah kalian melaksanakan qiyamul lail karena qiyamul lail itu adalah kebiasaan orang-orang sholeh sebelum kalian. Sarana mendekatkan diri kepada Allah, penghapus keburukan, pencegah dosa dan penangkal penyakit di badan (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi).

Menurut penelitian Prof. Moh. Sholeh dalam bukunya 'Pelatihan Shalat Tahajud' Sholat tahajud dilakukan dipenghujung malam yang sunyi bisa mendatangkan ketenangan. Sementara ketenangan itu sendiri mampu meningkatan ketahanan tubuh imunologis, mengurangi resiko terkena penyakit jantung, menangkal berbagai penyakit dan meningkatkan harapan hidup.

Jadi, Sholat tahajud yuk...!

Monday, March 22, 2010

Cinta Yang Terbenam

Siang itu saya mendapatkan janji untuk bertemu dengan seorang perempuan separuh baya. Kami bertemu di kantor. 'Saya sebenarnya sudah bercerai,' begitu tutur perempuan itu tentang perjalanan hidupnya. 'Saya menggugat cerai suami saya dalam proses yang panjang dan melelahkan. Orang tuanya dan dia sangat berharap bisa mengasuh Bima, putra kami sebab bagi mereka. Laki-laki adalah penerus keturunan. Perempuan hanyalah dianggap sebagai 'konco wingking' (teman dibelakang). ' Ucapnya menghela napas panjang.

'Kelima saudara laki-lakinya semuanya hanya memiliki anak perempuan. Satu-satunya garis keturunannya yang memiliki anak laki-laki hanyalah kami yaitu Bima.' Wajahnya terlihat tegar. 'Perempuan mana yang tidak ingin minta cerai? Setiap gajian, dia simpan sendiri. Sementara untuk kehidupan sehari-hari dari gaji saya, untuk membantu orang tua dan adik-adik, saya harus sembunyi-sembunyi untuk mengirimkan pada mereka.' Tutur perempuan itu. Tak lama kemudian dia meminum teh hangat yang sudah sejak tadi telah disediakan.

'Barangkali gaji bapak untuk keperluan yang lebih utama seperti rumah, peralatan?' tanya saya.

'Benar Mas Agus, gajinya memang buat bayar kreditan rumah. Rumah itu sekarang dia yang meninggalinya. Sementara saya dan Bima tinggal dikontrakan.Saya dan Bima kabur dari rumah. Sejak itu dia tidak pernah mau peduli terhadap nasib kami berdua. Bahkan setiap apapun yang hendak ingin dilakukan untuk kepentingan istri dan anaknya sendiri dia selalu meminta izin ibunya. Itulah yang tidak saya suka mas,' ucapnya. Air matanya mengalir tak mampu disembunyikan kesedihan hatinya.

Dalam hati saya berpikir bahwa perempuan ini mengalami problem yang begitu berat. Problem klasik antara menantu dan mertua. Memang agak jarang saya mendengar menantu laki-laki bertengkar dengan mertua laki-laki atau menantu laki-laki bertengkar dengan mertua perempuannya namun saya hampir sering mendengar menantu perempuan bertengkar dengan mertua perempuannya. Mungkin alasan yang utama mertua perempuan merasa lebih tahu segalanya daripada menantu perempuannya, maka terlihatlah mertua perempuan cerewet bila bertemu dengan menantu perempuannya.

'Apakah Ibu pernah kemukakan perasaan ibu pada bapak?' tanya saya.

'Sudah Mas Agus dan itu tak merubah apapun.' ucapnya.

'Apa yang membuat Ibu jatuh cinta pada beliau?' tanya saya kembali.

'Suami saya itu tipe ideal, ganteng, tinggi, besar. Sifatnya jujur dan setia. Saya teringat waktu kami berpacaran dia begitu sayang pada saya. Setiap kali datang selalu membawakan makanan kesukaan saya. Dia membantu tugas-tugas kuliah, juga pekerjaan rumah, dia tidak pernah menyalahkan saya, apa lagi mencela kekurangan saya. Dimata saya, dia begtiu sempurna sebagai suami namun begitu menikah semua yang terlihat sempurna itu menjadi hilang.' tuturnya.

Saya memahami apa yang diucapkan, cintanya telah melukai hatinya, cintanya telah menenggelamkan hidupnya. 'Alhamdulillah Mas Agus, hakim telah mengabulkan gugatan cerai saya dan Bima dalam pengawasan saya sebagai ibunya. Saya tidak berharap apapun pada mantan suami saya.

'Ah, bagaimana dengan Bima, Bu?' ucap saya terlontar tanpa tersadari. Apakah Sang Ibu menyadari bahwa anaknya suatu saat membutuhkan teladan dan kebanggaan dari seorang ayah. Seorang ayah yang memberikan kehangatan bagi Bima, putranya. Pelukan kasih sayang, menemaninya bermain, menjemputnya ke sekolah atau membantunya mengerjakan PR. 'Suami saya berpesan, bila nanti Bima telah besar dan menanyakan tentang bapaknya, bilang aja sudah mati!' Tutur Sang Ibu tanpa raut muka berubah, betapa tipisnya batas cinta dan benci.

Saya tak sanggup mengucapkan sepatah katapun tentang apa yang telah dikatakannya. Begitulah orang tua tidak pernah mau mengerti kondisi anak-anaknya. Mengorbankan anak-anak yang tumbuh dan berkembang yang membutuhkan cinta kasih, pelukan hangat, dukungan dan rasa aman bagi dirinya. Sedemikian mudahkah cinta itu tenggelam dalam perceraian? Tidak adakah jalan yang lebih baik? Saya menyarankan kepada beliau agar memberikan ruang untuk islah atau rujuk kembali karena rujuk adalah perbuatan yang diridhoi oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Ucapan saya telah mampu membuat beliau nampak berpikir lama dan akhirnya menyanggupinya untuk memikirkan kemungkinan untuk rujuk kembali demi masa depan Bima, putra tercintanya.

Sampailah sebulan kemudian Ibu minta ketemu kembali, Katanya ada penting yang ingin disampaikannya, saya menyarankan agar ke Rumah Amalia. Malamnya di Rumah Amalia, saya dikejutkan dengan mobil hitam, terlihat Sang Ibu keluar bersama Bima putranya dan wajah lelaki yang ganteng mirip artis film tempo doeole Robi Sugara. Bima digandengnya. Tak lama Sang Ibu memberikan salam dan memperkenalkan laki-laki sudah terlihat berumur sebagai ayah kandung Bima. 'Ooo..'Ucap saya tanpa sadar.

Beliau menyampaikan bahwa dirinya, Bima dan suami berkumpul kembali. 'Rujuk demi anak adalah pilihan terbaik Pak Agus,' ucapnya, wajahnya yang begitu tegar tak lagi bisa menyembunyikan air mata yang keluar. Suaminya membenarkan tentang kesepakatannya untuk rujuk kembali. 'Kami yakin inilah kesepakatan yang diridhoi oleh Allah seperti yang dianjurkan oleh Pak Agus. Kami rujuk kembali' tutur suaminya. Malam gelap terasa indah. Suara anak-anak Amalia terdengar melantunkan ayat-ayat suci al-Quran. Kebahagiaan mereka memilih jalan yang diridhoi oleh Allah juga saya rasakan. Subhanallah.

---
Dan perlakukanlah istri kalian dengan baik, kemudian bila kamu tidak menyukainya, maka bersabarlah karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak (QS: An-Nisaa':19).

Tersenyumlah!

Sepasang pengantin baru merasa senang bercampur aneh ketika menerima kado yang berisikan dua lembar karcis bioskop yang bertuliskan :

"Coba tebak siapa saya?"

Mengira mereka sedang dikerjai oleh teman-temannya yang memang jail, akhirnya mereka memutuskan untuk nonton menggunakan karcis itu.

Sepulang nonton, betapa terkejutnya mereka mendapati rumah barunya kosong melompong kecuali sebuah kado yang belum dibuka.

Setelah dibuka, mereka hanya mendapati secarik kertas bertuliskan:

"Sekarang kalian tahu siapa saya."

Tersenyumlah! Kisah diatas adalah pengantar pagi hari ini agar teman-teman bisa tersenyum. Kita bisa menjadi lebih bahagia di tempat bekerja bila kita lebih banyak tersenyum. Dalam sebuah penelitian Harvard University, menampilkan wajah ceria akan memberikan dampak positif, baik bagi dirinya maupun orang-orang disekitarnya. Tersenyum sangat bermanfaat baik dalam hubungan pribadi maupun hubungan kerja. Tersenyum membuat setiap orang merasa nyaman.

- Tersenyumlah pada pasangan hidup anda, anak, orang tua, kerabat, sahabat, atasan atau teman kantor.

- Tersenyumlah di saat anda melintasi pintu dan memberi salam kepada orang yang anda jumpai.

- Tersenyumlah ketika anda berbicara melalui telepon dengan siapapun yang anda hubungi.

- Cobalah sekarang juga! Tersenyumlah dan perhatikan bagaimana tersenyum menjadikan anda lebih santai dan gembira.

Senyuman bermanfaat bagi kesehatan tubuh, sosial dan jiwa. Secara kejiwaan senyuman mengubah perasaan memberi anda semangat positif dan menghilangkan tekanan psikologis. Secara sosial, senyuman membuat anda lebih menarik dimata orang lain, senyuman juga menular sehingga menebarkan semangat positif kepada lingkungan disekitar kita. . Secara tubuh, senyuman menurunkan tekanan darah. Dan satu lagi yang paling penting senyuman bisa meningkatkan produktifitas kerja kita sehingga bisa menyelesaikan banyak pekerjaan kita dengan baik.

Ada satu hadist yang diriwayatkan al-Thabrani dalam kitab Mu'jam al-Awsath bahwasanya Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa Salam bersabda, ' Allah senang jika kalian bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik.'

Jadi, sudah tersenyumkah anda dipagi hari yang indah ini?

Sunday, March 21, 2010

Air Mata Suami

Air mata seorang suami yang tertumpah karena ketaqwaannya kepada Allah mampu mengantarkan keluarganya menuju kebahagiaan di dunia dan di akherat. Begitulah hikmah yang saya peroleh dari seorang bapak. Beliau sosoknya sangat sederhana, tidak pernah pantang menyerah untuk selalu belajar. Terkadang mampir ke Rumah Amalia untuk belajar mengaji atau bersilaturahmi sekedar berbagi rizki untuk anak-anak Amalia. Bahkan beliau tidak sungkan untuk bertanya sekalipun kepada anak-anak Amalia membaca ayat suci al-Quran yang benar. Beliau seorang suami yang mampu menangis ketika sedang membaca al-Qur'an.

Pernah pada suatu hari beliau bertutur kepada saya. bahwa dirinya seorang mualaf karena istrinya meminta dirinya untuk masuk Islam akhirnya menyetujui permintaan calon istri sebelum melaksanakan akad nikah. Setelah pernikahan, rumah tangganya tidak mengalami ganjalan. Semuanya berjalan apa adanya sampai anaknya lahir. Walaupun begitu ditengah usianya separuh baya masih juga belum mau menjalankan sholat, puasa dan ibadah lainnya. ‘Waktu itu saya belum tertarik untuk menjalankan ibadah dengan baik Mas..’ tuturnya.

Meskipun demikian, istrinya tetap tekun menjalankan semua ibadah dengan baik bahkan tak jarang istrinya mengaji sampai larut malam disamping suami dan anaknya. Suatu ketika baliau merasakan sakit perutnya, mual, kembung dan membesar. Akhirnya dibawa ke rumah sakit, sampai dokter angkat tangan. Tidak sanggup untuk mengobatinya. Apapun telah dilakukan, harta yang dimilikinya hampir ludes, tetapi kesembuhan tidak kunjung tiba.

Dalam keputusasaannya istrinya senantiasa membimbing kalimah tayyibah, melapalkan tahlil, takbir dan tahmid, shalawat nabi, asma al husna dalam sakitnya. Dalam sakit itu sang bapak berjanji kepada istrinya, jika saya sembuh nanti..saya akan menjalankan semua ibadah dengan baik..begitu tuturnya. Membiasakan diri ketika sakit untuk selalu membaca kalimah-kalimah thayiibah memang tidak mudah. walaupun sedikit namun terus diusahakannya untuk mengucap kalimah tayyibah dan berserah diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala semata.

Sungguh Allah Maha Besar, Tiada yang memiliki kekuatan hanya Allah. Tak seorangpun yang mampu menahan segala sesuatu yang telah menjadi kehendakNya. Seperti yang dialaminya penyakit yang semula tidak bisa disembuhkan perlahan-lahan pulih kembali. Sedikit demi sedikit perutnya yang semula bengkak kemudian mengempis. Rasa sakit diperutnya mulai tak terasa lagi. Akhirnya sakitnya benar-benar sembuh.

Beliau setelah sembuh mulai belajar membaca al-Quran dan sholat. Dalam kehidupan rumah tangganya semakin kokoh. Tidak ada lagi perbedaan yang mampu mengguncang rumah tangganya. Beberapa kali istrinya ikut belajar selalu meneteskan air mata. Air mata kebahagiaan seorang istri yang setia menemani sang suami tercinta.

Bahkan kehidupan sekarang ini lebih mudah untuk bertegur sapa dengan tetangga. Anak-anak, istri dan dirinya semakin giat belajar mengaji membuat keluarganya menjadi hidup tentram. ‘Saya tidak pernah menyangka Mas Agus Syafii, bila kita melaksanakan perintahNya dengan sungguh-sungguh kita akan merasakan betapa indahnya hidup ini dengan senantiasa bersyukur atas semua Karunia Allah Subhanahu Wa Ta'ala..’ ucapnya. Terlihat wajahnya sosok seorang bapak dan suami yang dipenuhi air mata.

---
Dan apabila mereka mendengar apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka bercucuran air mata disebabkan kebenaran al-Quran yang telah mereka ketahui, seraya mereka berkata, 'Ya Tuhan kami, kami telah beriman maka catatkanlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi atas kebenaran al-Quran dan kenabian Muhammad. (QS. al-Ma'idah:83).

Saturday, March 20, 2010

Makna Kearifan dan Kecerdasan

Sekalipun liburan, tentunya masih banyak butiran-butiran mutiara hikmah yang masih kita temukan diforum ini. Semoga tulisan berikut ini bisa bermanfaat buat kita semua. yaitu memahami 'Makna Kearifan Dan Kecerdasan.'

Ketinggian manusia bukan hanya ditentukan oleh ilmu pengetahuan yang dimilikinya, tetapi lebih pada bagaimana ilmu itu memberi manfaat kepada kehidupan. Ada orang pintar tetapi keblinger sehingga kepintarannya justeru digunakan untuk “minteri” orang lain. Semakin pinter orang seperti itu maka semakin banyak orang lain yang menjadi korban dari kepintarannya.

Sebaliknya ada orang yang dari segi pendidikan formal ia biasa-biasa saja, tetapi dari segi pergaulan sosial orang itu banyak sekali memberi kemanfaatan kepada orang lain, karena setiap kali sedikit yang ia berikan justeru mengandung makna besar bagi yang menerima. Ia bukan saja tahu, tetapi juga arif. Ia bukan hanya pintar tetapi juga cerdas.

Nah kearifan dan kecerdasan ádalah ekpressi psikologis dari orang yang bijak. Bijak mengandung arti ketepatan. Jika adil mengandung arti menempatkan sesuatu pada tempatnya, bijak lebih dari itu yaitu menempatkan sesuatu tepat pada tempatnya. Dari pemahaman itu maka kecerdasan bukan hanya menyangkut intelektualitas, tetapi juga emosi dan bahkan spiritual. Itulah makna kearifan dan kecerdasan.

---
'HambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan perbuatan-perbuatan baik sehingga Aku jatuh cinta padanya. (Hadist Qudsi Diriwayatkan Muslim).

Menghayati Hidup Dengan Kasih Sayang

Secara psikologis orang yang sehat adalah orang yang mampu mendermakan cinta pada sesamanya. Sedangkan orang yang hatinya dipenuhi rasa permusuhan, dengki, cemburu dan kebencian semuanya merupakan beban mental yang menjurus pada penyakit kejiwaan.

Dalam Islam, penghayatan kasih sayang digunakanlah istilah ridha. Pengertian ridha adalah sikap yang didasari pengetahuan, kesadaran dan keyakinan bahwa kasih sayang Allah meluap memenuhi ruang dan waktu. Sesungguhnya hidup kita dalam lingkup kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sikap ridha akan selalu berpikir positif terhadap hidup karena dibalik fragmen kehidupan terkadang ada adegan-adegan yang pahit dan buram mekipun terkandung hikmah dari pancaran kasih sayang Allah.

Bagi orang yang mencapai derajat ridha akan selalu melihat hikmah dibalik musibah maupun cobaan. Setiap musibah menyimpan dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, Allah melimpahkan kasih sayangNya. Dan kemungkinan kedua, karena kelalaian manusia itu sendiri. Dengan demikian ritme hidup kita ditandai dengan dialektika rasa syukur dan sikap sabar. antara harapan dan kecemasan, antara kelegaan dan penyesalan. Namun semua itu bagi orang yang ridha akan dihadapinya dengan sikap optimis dan pandangan positif karena begitu yakinnya akan kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang dibentangkan melalui sayap Rahman dan RahimNya dan disisi lain melalui tawaran taubat dan maghfiroh atau ampunan.

Menurut al-Quran dijelaskan bahwa kehidupan dunia itu baik tetapi jauh lebih baik kalau kebaikan di dunia dijadikan wahana atau tangga untuk menuju kehidupan akherat yang lebih baik. 'The will to love' yang secara intrinsik dimiliki oleh kita akan menyesatkan kalau hanya mencintai yang fana atau semu. Maka bentuk ancaman dan perintah Allah yang tertuang di dalam kitab suci semuanya dalam konteks kasih sayang Allah untuk menyelamatkan kita agar tidak terjatuh menjadi hawa nafsunya sendiri atau menjadi hamba makhluk yang lebih rendah atau sama derajatnya dengan diri kita.

Rasa keterasingan, kesunyian ditengah keramaian, merasa kesepian dalam kesendirian akan terkikis secara emosional apabila kita memiliki hubungan yang hangat dengan Yang Maha Kasih. Ketiadaan hubungan kepada yang Maha Kasih inilah yang menimpa banyak orang sehingga begitu mudahnya terseret pada situasi putus asa bahkan sampai bunuh diri. Berdasarkan survei penyebab bunuh diri ditengah masyarakat justru bukanlah masalah yang teramat berat. Diantaranya karena kekecewaan akibat putus cinta, perselisihan rumah tangga, gagal dalam karier telah membuat seseorang melakukan tindakan bunuh diri. Hal ini menunjukkan betapa dangkal dan lemahnya iman seseorang dalam menghayati hidup.

Dalam pandangan Islam, mereka telah terperosok dalam 'pinggiran' dimensi spiritual yang mampu menangkap dan merasakan kehadiran Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam dirinya tidak bisa berfungsi. Hatinya telah tertutupi oleh nafsu bagi masuknya cahaya dan kasih sayang Allah sehingga mereka juga kehilangan kasih sayang yang ada pada dirinya.

Demikianlah bila dunia hanya pendekatan sistem, teknis dan teknologi semata akan memunculkan kehidupan yang kering, mekanik dan tidak manusiawi. Produk sistem dan teknologi tanpa visi cinta dan kasih sayang Ilahi Robbi maka menjadikan hidup kita menjadi tak ubahnya robot, kesepian dalam keramaian, kesendirian dengan meratapi penderitaan. Paradigma kasih sayang akan menuntun kita sikap arif dan konsisten untuk mengembangkan potensi kemanusiaan maka realitas dunia tampak begitu indah sekaligus challenging, bukan fringtening. Orang Mukmin adalah 'Lover of Wisdom' atau Cinta Kearifan. Karena cinta kearifan dan semangatnya pada kemanusiaan maka Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa Salam semakin nampak tegar dan anggun ditengah cobaan dan tantangan yang selalu menghadang dan mengitarinya. Lantas bagaimana dengan kita? Mampukah kita meneladani Nabi Muhammad?

Air Mata Ayah

Hari ini saya membuka email, hati saya terasa tersentak. Air mata mengalir tak kuasa untuk ditahan. Setiap baris kalimatnya saya baca. Kata-katanya menghunjam dihati bahkan mengoyak kelubuk yang paling dalam. Beliau menuturkan sebagai berikut.

'Mas Agus, putra saya meninggal dunia di usianya 2 tahun. tepat satu hari sebelum hari kelahirannya. Hari Ahad ketika saya libur, seharian kami bermain. Saya, istri dan anak bercanda seolah tiada mengerti apa yang akan terjadi. Badannya panas tiba-tiba, siang itu juga saya membawanya ke dokter. Tidak ada perkembangannya. Malamnya kembali saya membawanya ke Rumah Sakit dan anak saya yang sekecil itu harus diinfusnya dan mendapatkan oksigen. Sampai anak saya koma dan akhirnya tiada. Air mata saya tertumpah. Isak tangis tak bisa saya tahan. Saya memeluknya dan mencium wajahnya. Saya katakan pada, 'Sayang, ayah selalu mencintaimu. Kembalilah padaNya. Ayah ikhlaskan kamu..sayang.'

Dikalimat beliau selanjutnya ada kata-kata yang begitu indah namun terasa sebuah kepedihan dihati yang teramat dalam dan sebuah renungan bagi kita sebagai orang yang beriman, 'Saya yakin Mas Agus Syafii. musibah dengan meninggalnya anak saya ini adalah ladang peningkatan iman dan taqwa saya dan istri saya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Saya selalu ingat hadist Nabi Muhammad yang sering Mas Agus kutip.

'Sungguh menakjubkan orang yang beriman karena segala urusannya adalah baik bagi dirinya. Dalam hal ini tidak akan terdapat melainkan orang yang mukmin. Apabila ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur karena hal itu baik untuknya. Dan apabila tertimpa musibah, ia bersabar karena hal itu baik juga untuknya. (HR. Muslim).

Alangkah istimewa beliau seorang ayah yang juga sebagai seorang mukmin mampu melewati semua penderitaan dan kepedihan dihatinya, disetiap tetesan air matanya adalah ladang peningkatan iman dan taqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Itulah Air mata ayah. Subhanallah.

Friday, March 19, 2010

Manfaat Tidur Sehat

'Dan Kami jadikan tidurmu sebagai pelepas lelah bagimu.' (QS. An-Naba':9). Tidur sebagaimana Rasulullah merupakan tidur yang ideal dan sempurna. Mendatangkan manfaat bagi kesegaran dan kesehatan fisik kita. Rasulullah mencontohkan cara tidur sehat.

1. Bersiwak atau menggosok gigi. Sebelum tidur selalu memiliki kebiasaan untuk bersiwak atau menggosok gigi. Menggosok gigi merupakan pekerjaan ringan namun memiliki manfaat yang sangat luar biasa yaitu menjaga kesehatan mulut dan gigi, menghilangkan bau mulut dan mendapatkan ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagaimana sabda Rasulullah.

'Siwak (menggosok gigi) membersihkan mulut dan diridhoi Allah (HR. Ibnu Khuzaimah).

2. Berwudhu. Rasulullah sebelum membaringkan tubuhnya selalu berwudhu terlebih dahulu. 'Jika engkau mendatangi pembaringanmu hendaklah berwudhu sebagaimana engkau berwudhu ketika hendak sholat. (HR. Bukhari).

3. Membersihkan tempat tidur. Ubay bin Ka'ab menuturkan kepada kita bahwa Rasulullah bersabda, 'Jika salah seorang diantara engkau mendatangi pembaringannya, hendaklah mengibaskan kasurnya dengan ujung kain (untuk membersihkannya) serta menyebut Asma Allah sebab dia tidak tahu kotoran apa yang melekat pada kasurnya (HR. Muslim).

4. Tidur dengan alas sederhana. Pada suatu hari Umar Bin Khattab menemui Rasulullah lantas beliau mengubah posisinya, Umar melihat tidak ada kain yang melindungi tubuh Rasulullah dari tikar yang dipakai berbaring. Ternyata tikar itu membekas ditubuh Rasul. Umarpun menangis.

Rasulullah bertanya, 'apa yang membuatmu menangis wahai Umar?'

Umar menjawab, 'Demi Allah karena aku tahu bahwa engkau lebih mulia disisi Allah daripada raja Kisra maupun kaisar. Mereka berpesta pora di dunia sesuka hatinya. Sedangkan engkau utusan Allah namun engkau sungguh memperihatinkan sebagaimana yang aku saksikan.'

Rasulullah bersabda, 'Tidakkah engkau ridho Ya Umar, kemegahan dunia ini diberikan pada mereka dan pahala di akherat bagi kita.'

Umar menjawab, 'Benar Ya Rasulullah,' 'Demikianlah adanya,' jawab Rasulullah. (HR. Ahmad).

5. Berdoa sampai tertidur lelap. Jika hendak berbaring, hendaklah berbaring dengan bertumpu pada rusuk kanan dan mengucapkan doa, 'Maha Suci Engkau Ya Allah, Ya Robbi, dengan menyebut namaMu aku meletakkan tubuhku dan menyebut namaMU aku mengangkat kembali. Jika Engkau mengambil ruhku, maka berikanlah rahmat padanya. Tetapi bila Engkau melepaskannya maka peliharalah sebagaimana Engkau memelihara hamba-hambaMu yang sholeh (HR. Muslim).

Thursday, March 18, 2010

Solusi Menghadapi Guncangan Hati

Rabu malam lalu ketika saya memposting di FB. 'Solusi Menghadapi Guncangan Hati' tema saya sebagai narasumber di Radio Bahana 101.8 FM Jakarta setiap Hari Rabu malam jam 6-7 dalam acara 'Power of Peace.' ternyata mendapatkan antusias dari teman2 FB yang tinggal di luar Jakarta yang berharap agar saya membuat catatan ringkas materi on air malam itu

Untuk mengawali materi 'Solusi Menghadapi Guncangan Hati.' saya ingin mengajak anda, Mari kita bayangkan bagaimana bila kita tidak bisa berenang kemudian tenggelam di sungai yang dalam dan memiliki arus yang deras. Pertama yang dilakukannya adalah menyelamatkan diri dengan cara melawan sampai kehabisan napas dan akhirnya sampailah pada napas terakhir. Biasanya bila seseorang meninggal disungai karena tenggelam tubuhnya menjadi mengapung. Kenapa tubuhnya mengapung karena ia berhenti melawan.

Begitulah bila hati kita terguncang, banyak diantara kita tenggelam dalam berbagai konflik, pertengkaran, marah, kecewa bahkan depresi. Hal itu terjadi karena diri kita terus menerus melawan terhadap setiap datangnya guncangan hati terjadi.

Nyaris dalam hidup kita berhadapan dengan problem, masalah, kita buru-buru menyingkir. Jenuh dengan pekerjaan cari hiburan. Badan sedikit sakit buru-buru melenyapkan pakai obat. Inilah sebuah gambaran bagaimana yang disebut dengan perlawanan. kenapa kita tidak pernah selesai dari berbagai guncangan hati. Bahkan ada yang menyebutkan dari mata terbuka sampai mata terpejam hatinya tak pernah berhenti untuk tidak gelisah, cemas dan marah? Karena di dalam dirinya terus melawan bahkan sampai didalam mimpinya bagai dikejar-kejar kegelisahan, kecemasan dan kemarahannya sendiri.

Itulah sebabnya di dalam sholat kita diajarkan untuk berserah diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan senantiasa membaca 'Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil alamin.' 'Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Tuhan Semesta Alam.' Berserah diri kepada Allah berarti tidak melawan. Semua kejadian di dalam hidup kita adalah bahan kehidupan untuk kita olah sehingga mampu menjadi kekayaan batin kita.

Sholat mengajarkan agar kita mencintai tanpa membenci, mengenali tanpa menghakimi, berbuat baik tanpa berharap balas. melihat kehidupan sebagaimana adanya, membiarkan kehidupan mengalir dengan meng-agungkan KemahaBesaran Allah. namun seringkali keakuan justru menolak, kita bisa menerima cinta tetapi tidak menerima benci, kita mau kebaikan namun kita menolak kekurangan, kita hanya mau menerima kebahagiaan tetapi kita menolak kesedihan, itulah pangkal penderitaan hidup kita.

Dengan sholat dan dzikir maka kita akan membawa ketenangan hati dan ketentraman jiwa memenuhi rongga dada. badan kita menjadi ringan sekali, Pikiran kacau akan hilang, sebagaimana janji Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

'Yang beriman dan tentram hati mereka dengan mengingat Allah, ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati kita menjadi tentram (QS. al-Ra'd/13:28).

Takala keakuan diterangi oleh cahaya Ilahi Robbi, maka menghilanglah keakuan. Keakuan menjadi hilang dan kehidupan kita menjadi kebahagiaan. Salah satu ciri-cirinya adalah sudah tidak ada bedanya lagi teman sekantor yang memuji atau mencaci maki diri kita. Keduanya sama2 indahnya. Itulah 'Solusi Menghadapi Guncangan Hati.'

Tuesday, March 16, 2010

Istri Yang Setia

Kesetiaan seorang istri terhadap suami teramat begitu mulia. benarlah kiranya perhiasan yang terindah dari seorang suami adalah istri yang sholehah. Kesholehan seorang istri tercermin dalam kehidupan sehari-harinya mencintai dengan setulus hati suami dan anak-anaknya. Kala suka dan duka, dilalui bersama. Keluarga dengan suami yang menyayangi dan istri yang setia juga anak-anak yang sholeh menjadikan rumah seindah surga.

Begitu pula seorang ibu yang berkenan untuk berbagi rizki di Rumah Amalia. Setiap ibu itu hadir senantiasa membawa kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak Amalia. Setiap kali terlihat anak-anak Amalia, tak henti-hentinya memanjatkan puji syukur kepada Allah. 'Alhamdulillah ya Allah..kebahagiaannya adalah kebahagiaanku.' ucapnya.

Pada satu kesempatan beliau bercerita bahwa ketika suami sedang sakit, suaminya tetap memilih untuk tinggal di rumah daripada rawat inap di Rumah Sakit namun tetap rajin melakukan check up dan pemeriksaan kesehatannya pada dokter ahli. Ada sesuatu yang mengganjal relung hati saya, mas. Setiap pergi keluar rumah, saya selalu bergetar. saya membayangkan, jangan-jangan suami saya telah tiada. Buru-buru saya menghapus bayangan itu. Tetapi pikiran itu senantisa hadir dan hinggap di dalam benak saya..Mas Agus Syafii, lanjutnya.

Sudah selama sebulan suami saya tinggal dirumah. Ketika kami check up, tubuhnya menjadi membaik. Saya dan anak-anak bersyukur hal ini pertanda ayahnya sudah mulai pulih sehat. Namun dokter menyarankan agar suami saya menjaga berat tubuhnya agar jangan sampai menurun, kata sang ibu.

Tak lama kemudian suami saya sudah bisa berlari pagi sehingga saya dan anak-anak juga menemani berlari pagi. Dokter yang menangani suami saya terheran-heran, katanya ini sebuah keajaiban. 'Iman saya kembali pulih. saya bertambah rajin memanjatkan doa. Bagi saya, hanya doa yang dapat mengubah yang buruk menjadi baik. yang salah menjadi benar.'kata sang ibu dengan berderai air mata.

Karena suami saya sudah pulih, beliau kembali aktif mengajar. Dan aktifitasnya sebagai pengurus masjid terlihat lebih rajin sebagai bendahara DKM (dewan Kepengurusan Masjid). Baru aktif mengajar tiga hari suami saya mengajak pergi ke pesantren dimana beliau dulu pernah belajar. Kami pergi dengan mengendarai mobil. Lantas saya dan anak-anak memenuhi permintaan beliau. Sepanjang jalan suami saya terlihat gembira. bershalawat dan tertawa bersama. Apalagi sesampai kami pondok pesantren di Jawa Timur, kami disambut hangat oleh keluarga besar pondok. Kebahagiaan suami saya terpancar dari wajahnya.

Sepulang kami dari pondok pesantren, kesehatannya kembali menurun. apakah ini tanda kepergiannya? ah..saya tepis semua pikiran yang membuat saya dan anak-anak bisa menjadi bersedih. Tetapi saya selalu mempersiapkan diri untuk semuanya dan saya mengajarkan kepada anak-anak bahwa hidup mati kita adalah milik Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Saya mengajak anak-anak untuk ikhlas menerima apapun yang sudah menjadi kehendakNya.

Atas izinNya, suami saya meninggal. 'Saya mencoba untuk tabah menghadapi kepergiannya. tetapi begitu saya melihat semua orang berkumpul dirumah menyambut jenazahnya, hati saya bagai teriris sembilu.' kata Ibu itu penuh dengan cucuran air mata. 'Sayapun tak sanggup melihatnya,' 'Ketika itu saya menyadari bahwa saya tidak hidup sendiri. betapa berartinya suami saya. Saya teringat pesan suami saya yang terakhir, 'Bersandarlah diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Hanya kepadaNyalah kita bergantung dan hanya kepada Allahlah kita memohon pertolongan.' lanjut sang ibu.

Kedukaan yang teramat dalam, pesan terakhir dari suaminya tercinta justru memberikan motivasi agar menguatkan keimanan dan ketaqwaanNya kepada Allah. Hanya kepada Allahlah dirinya bergantung dan hanya kepada Allahlah dirinya memohon pertolongan. Itulah makna kesetiaan seorang istri sampai pada pesan terakhir suaminya. Subhanallah..

---
Cukuplah Allah sebagai penolong kami dan Allah adalah sebaik-baiknya tempat bersandar (QS. Ali Imran (3): 172).

Dzikir: Orang Yang Beruntung

'Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya dan merugilah orang mengotorinya (QS. 91: 9-10)

Langkah selanjutnya untuk menyucikan jiwa agar kita menjadi orang yang beruntung adalah dzikir (Mengingat Allah dalam hati dan mengucapkannya). Sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad yaitu tasbih, takbir, tahmid ataupun dzikir Asma-Asma Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sedangkan dzikir yang tertinggi adalah sholat karena sholat mencakup lahir maupun batin.

'Sesungguhnya Aku-lah Allah, Tiada Tuhan melainkan Aku maka sembahlah Aku dan dirikanlah sholat untuk mengingat Aku (QS. 20:14).

Sholat itu merupakan anugerah besar dari Yang Maha Pencipta karena kita melakukan sholat 5 kali sehari semalam, dan dianjurkan oleh Allah untuk melaksanakan sholat-sholat sunah agar supaya kita senantiasa ingat kepadaNya.

Keutamaan dan keistimewaan dzikir sangatlah besar dan jika kita melaksanakannya dengan baik maka akan membuahkan keberuntungan dan kebahagiaan. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

'Hendaklah kamu berdzikir kepada Allah sebanyak-banyaknya agar kamu bahagia.' (QS. al-Anfal/8:45).

Monday, March 15, 2010

Mengingat Kematian

Pernahkah seberapa banyak kita mengingat kematian dalam hidup kita? Hanya diri kita sendirilah yang tahu berapa kali kita bertanya. Jika kenyatannya kita masih sangat sedikit dalam mengingat kematian di tengah kesibukan dan semua urusan duniawi kita.

Maka perkenankan saya mengajak kepada teman2 semua, tidak ada salahnya sekali waktu kita mengingat bahwa suatu saat kita akan mati. karena kita tidak pernah tahu, kapan kematian mendatangi kita. Apa kita mau disaat kita dalam keadaan lalai, kematian datang menjemput?  

Karena mengingat mati akan membuat kita seakan punya rem dari berbuat dosa. hingga di mana saja dan kapan saja kita akan senantiasa akan selalu terarahkan untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat kita.
 
Mengingat kematian juga merupakan satu cara yang sangat efektif untuk dapat menaklukan dan mengendalikan diri kita. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad 'Perbanyaklah mengingat sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu kematian.' (HR. Tirmidzi)
 
Ibnu Umar ra. berkata, 'Aku datang menemui Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam. bersama sepuluh orang, lalu salah seorang dari kaum Anshar bertanya, ‘Siapakah orang yang paling cerdas dan paling mulia, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, 'Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya. Mereka itulah orang-orang cerdas. Mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kemuliaan akhirat’.  (HR Ibnu Majah).

Yuk, kita mengingatkan kematian...!

Sunday, March 14, 2010

Berkah Senyuman

Seorang pasien yang akan dioperasi terbaring dengan muka pucat pasi diranjang operasi, dokter bedah muda itu menyapanya dengan ramah:

"Engkau kelihatan takut sekali, jangan khawatir kok, segala sesuatunya akan berjalan dengan aman, baik dan lancar, jadi tabahkan hatimu..."

"Bagaimana tidak takut dokter, seumur hidupku,inilah untuk pertama kalinya aku dioperasi."

"Sama dong, saya juga untuk pertama kalinya mengoperasi pasien, sedangkan saya sama sekali tidak merasa takut lhooo..."

Terbayangkah bila anda sebagai pasiennya? Tidak usah dibayangkan. Cerita diatas, hanya sebagai pengantar senyuman untuk anda, karena senyuman itu membawa berkah. Berkah senyuman adalah mendatangkan rizki dan kebahagiaan bagi diri kita dan orang-orang disekeliling kita. Senyum yang tulus memiliki makna yang sangat dalam sebagai wujud sebuah doa, merupakan shodaqoh dan energi ketika kita melakukan usaha atau aktifitas dalam menggapai cita-cita, harapan dan masa depan.

Jadi, sudahkah anda tersenyum dipagi yang indah ini...?

Langkah Awal: Orang Yang Beruntung

'Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya dan merugilah orang mengotorinya (QS. 91: 9-10)

Ayat ini menegaskan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala menawarkan kepada kita , apabila kita menerima tawarannya kita akan termasuk orang yang beruntung namun apabila kita menolaknya maka kita akan menjadi orang yang merugi. Lantas bagaimana cara menyucikan jiwa?

Langkah awal menyucikan jiwa adalah bertaubat. kemudian menjalankan sabar dan menanamkan ke dalam diri sifat berserah diri atau tawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Langkah awal tersebut kemudian meningkatkan menjadi rela menerima segala keputusan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Enak ataupun menderita, senang atau sedih. kaya atau miskin, sehat atau sakit, kita rela menerima sebagai bentuk ke Maha KasihNya dan ke Maha SayangNya Allah. Apapun yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala kita mampu menerimanya dengan penuh syukur dan menerima semuanya dengan senyuman yang terindah. Kemampuan itu sungguh menakjubkan pada diri seorang Mukmin yang mampu menerima segala yang ketetapan Allah dengan senang hati. sebagaimana sabda Nabi Muhammad.

'Sungguh menakjubkan keadaan orang Mukmin itu. Bila mendapatkan nikmat, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya. Bila mendapatkan cobaan ia bersabar dan bersabar itu baik baginya.' (HR. Muslim).

Apapun keadaannya selalu baik bagi dirinya, Itulah langkah awal untuk menjadi orang yang beruntung..semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung di dunia dan diakherat..amin ya robbal alamin...

Saturday, March 13, 2010

Tahajud Pengundang Rahmat Allah

Tak bisa dipungkiri bahwa malam hari memang waktu yang mengasyikkan untuk memuaskan tidur kita, Dengan berbaring di atas tempat tidur yang empuk dan berselimut tebal membuat kita semakin hanyut ke dalam mimpi yang indah.

Maka tidaklah heran, Nabi Muhammad memberikan keistimewaan bagi sebuah keluarga yang mampu bangun untuk melaksanakan sholat tahajud, Ditengah keluarga akan selalu tercurah rahmat Allah bagi yang bisa melaksanakan, memang hal itu tidaklah mudah. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad,

'Semoga Allah merahmati laki-laki yang bangun tengah malam lalu melaksanakan sholat dan membangunkan istrinya. Jika istrinya menolak, ia memercikkan air diwajahnya. Juga, merahmati perempuan yang bangun waktu malam, lalu sholat dan membangunkan suaminya. Jika suaminya menolak, ia memercikkan air diwajahnya. (HR. Daud dan Nasa'i dari ABu Hurairah).

Semoga keluarga kita senantiasa menjadi keluarga yang dirahmati oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. amin ya robbal alamin..

Yuk, Tahajud...!

Orang Yang Beruntung

Ditengah kehidupan modernitas yang berkelimpahan materi. Canggihnya teknologi membuat semua kehidupan kita menjadi mudah dan cepat. Namun masih banyak diantara kita yang bergulat dengan perasaan gelisah, resah, tidak bahagia. Kita mencari sesuatu yang bisa memberikan ketenangan, kesejukan dan kebahagiaan pada diri kita.

Apakah teknologi dan berkelimpahan materi bisa membuahkan ketentraman, ketenangan dan kebahagiaan? Ternyata tidak. Terutama jika hidup kita tidak disertai dengan kekayaan spiritualitas. Batin atau ruhani inilah yang mengantarkan seseorang ke arah kebahagiaan. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala,

Sesungguhnya Beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya dan merugilah orang yang mengotorinya. (QS.91:9-10)

,Penyucian jiwa itu sesungguhnya merupakan tawaran dari Yang Maha Kuasa kepada kita. Meraih tawaran atau justru menolaknya. itu merupakan hak kita untuk memilih. Yang beruntung atau merugi adalah diri kita sendiri.

Bila kita menerima tawaran dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan berusaha melaksanakannya maka kita termasuk orang yang beruntung. Dan kita akan berusaha sedapat mungkin melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.

Selain perintah ibadah formal kita jalankan seperti sholat, zakat, puasa dan haji juga melaksanakan budi pekerti yang terpuji sebagai telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam. Usaha ini adalah usaha membersihkan diri, akan menghasilkan kedamaian, kebahagiaan dan kesejukan di dalam hati kita. Pembersihan diri erat kaitannya dengan pendekatan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Allah tidak bisa didekati oleh yang tidak suci karena Allah Yang Maha Suci.

Nabi Muhammad, para sahabat, para tabi'in, para Hamba Allah yang shaleh, senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Penyucian diri merupakan usaha untuk mendapatkan ridha Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung di dunia dan akherat kelak. amin...

Friday, March 12, 2010

Yuk, Tebarkan Cinta Dan Kasih Sayang

Cinta dan kasih sayang adalah nilai-nilai yang bersifat universal kita akan sepakat bahwa cinta dan kasih sayang merupakan pondasi dalam kehidupan bermasyarakat. Cinta dan kasih sayang didalam al-quran disebut dengan cinta rahmah (Q/30: 31). Cinta Rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi.

Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan sesamanya dibanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan orang lain meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan dan selalu memaafkan kesalahan. Cinta dan kasih sayang juga cinta antar orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan cinta anak pada orang tua. Dari itu maka dalam al Qur'an, kerabat disebut al arham, dzawi al arham , yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana psikologis cinta dan kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim. maka dianjurkan untuk selalu silaturrahmi artinya menyambung tali cinta kasih.

Al-Qur'an menawarkan janji kepada mereka yang senantiasa menebarkan cinta dan kasih sayang juga yang mengikuti petunjuk Allah Subhanahu Wa ta'ala, berupa pahala dan kebahagiaan hidup yang dalam berbagai surat dalam al-Qur'an disebut dengan berbagai formula yang menarik, seperti ampunan, pahala yang besar, pahala yang mulia, pahala yang baik, pahala yang tidak ternilai, pahala di dunia, pahala akhirat, rizki yang mulia, tempat kesudahan yang baik, kemenangan yang dekat, dan pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala serta surga.

'Yuk, Tebarkan cinta dan kasih sayang untuk orang-orang disekeliling kita agar menuai keberkahan dan kebahagiaan hidup kita dan keluarga kita..

--
Apabila engkau sayangi sesamamu, maka Allah akan menyayangimu.’ (HR. Bukhori)

Tahajud Sebagai Terapi Jiwa

Ditengah hiruk pikuknya kehidupan kita sehari-hari, pekerjaan seolah tidak pernah selesai. Rasa capek dan lelah terkadang menimbulkan kegelisahan, kecemasan dan ketidakberdayaan. Pada kondisi seperti inilah kita memerlukan merefresh kembali tubuh dan pikiran kita agar menjadi segar. Tahajud bisa menjadi terapi jiwa yang efektif.

Dari Umar bin Abasah bahwasanya Nabi Muhammad bersabda, 'Paling dekat dengan Rabb kepada hambaNya adalah pada sepertiga malam yang terakhir. Bila engkau mampu menjadi orang yang berdzikir kepada Allah waktu itu, maka lakukanlah (HR. Hakim, Tirmidzi, an-Nasa'i dan Ibnu Khuzaimah).

Pada waktu sepertiga malam inilah dengan mengingat Allah maka hati kita menjadi tentram, sebagaimana firman

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan memngingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram". (Ar-Raad 28).

Secara Psikologis pada waktu sepertiga malam yang terakhir juga menghembuskan suasana tenang yang luar biasa. Saat itulah kita merasakan kenyamanan dan ketenangan curhat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Pada waktu itu pula kita merasakan kedekatan dengan Allah, ditunjang dengan kebersihan dan kejernihan jiwa dari hiruk pikuk dunia. Maka pagi harinya tubuh dan pikiran kita menjadi fresh dan segar kembali.

Thursday, March 11, 2010

Kebahagiaan Yang Terindah

Malam itu seorang Ibu paruh baya bersama dua anaknya hadir di Rumah Amalia. Selain ingin berbagi rizki dan berdoa bersama anak-anak Amalia, 'doa yang indah pada anak-anak Amalia membawa keberkahan dan ketentraman hati untuk kami sekeluarga..' tutur beliau.

Tiap malam Jumat di Rumah Amalia biasanya membaca Yaasin bersama. Beliau dan kedua putranya ikut membaca Yasin. AIr matanya berlinang. memanjatkan untuk suaminya yang tercinta. Hampir seumur hidupnya dihabiskan untuk mengabdi kepada suaminya.

Kesuksesan yang diraih suaminya membuat hidup keluarga menjadi lebih baik. Anak-anak yang ke sekolah jalan kaki menjadi diantar pakai mobil. Rumah yang dulu panas kemudian ada pendingin. Kebutuhan hidup yang serba sulit menjadi tercukupi bahkan melimpah. 'Hidup kami bahagia Mas..'tutur beliau.

Dipuncak kariernya sang suami terlihat lebih sayang kepada keluarga. Sampai kemudian dikejutkan oleh kenyataan yang berbeda. Suaminya meninggalkan rumah bersama perempuan lain yang justru dikenalnya. Hatinya hancur karena harus banting tulang untuk menghidupi anak-anaknya. 'Hanya pada Allahlah saya memohon dan berserah diri..' ungkap beliau. Sampai batas titik nadir Allah Subhanahu wa Ta'ala menguji dirinya.

Bertahun-tahun suami pergi meninggalkan dirinya dan anak2nya. Tiba-tiba suaminya datang kembali ke rumah dengan membawa dua anak dari istri mudanya. Suaminya bercerita bahwa istri mudanya telah meninggal dunia, usahanya mengalami kebangkrutan dan menjadi pengangguran. Dipeluk suaminya dengan tertumpah semua air mata. Didekap erat tubuh suaminya, dia bersedih sekaligus gembira karena suaminya telah kembali. Air matanya tak terbendung. Seolah penderitaan yang dialami selama ini tak sebanding dengan penderitaan yang dialami oleh sang suami.

'Rumah menjadi ramai karena anggota keluarga bertambah, biasa kami bertiga sekarang menjadi berenam,' kata beliau. 'Saya mengajarkan kepada anak-anak bagaimana mengubah benci menjadi cinta karena begitulah Nabi Muhammad mengajarkan kepada kita sampai akhirnya anak-anak saya menerima dengan baik, saudara-saudaranya dari istri muda ayahnya. Mereka berkumpul dan bermain bagai saudara sekandung.' tutur sang Ibu terlihat wajahnya yang telah termakan usia.

Setiap hari suaminya pergi mencari nafkah, berangkat pagi sampai pulang malam. Pada suatu hari suaminya sakit terkena Bronchitis dan muntah darah. Dua bulan kemudian sang suami meninggal dunia dipangkuannya. Dielus dan dibelai rambut sang suami yang telah memutih. Meninggal dengan senyuman dengan kasih sayang seorang istri. Semua anak-anaknya menangisi kepergian ayahnya. Ayah yang dicintai oleh anak-anak dan istrinya.

Malam itu beliau berpesan kepada saya, 'Mas Agus, silahkan tulis kisah saya agar bisa membantu mereka yang mengalami peristiwa seperti saya menjadi tegar dan kuat. Puluhan tahun saya benci, marah dan kesal namun saya bisa merubah menjadi cinta dan kasih sayang kepada orang yang telah menyakiti hati saya karena tiada kenal lelah saya berdoa memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar keluarga kami diberkahi dan Allah membuktikan janjiNya kepada kami, memberikan kami dan keluarga sebuah kebahagiaan yang terindah.' Ucap beliau dengan air mata yang bercucuran. Subhnallah...

---
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (QS Ath-Thalaq 4).

Doa Hari Ini

Izinkan pagi hari yang indah ini saya berdoa untuk teman2 semua, 'Ya Allah, Ya Tuhan kami, sembuhkan saudara2 kami yang hari ini sedang sakit. Limpahkan rizki bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan, berikanlah jodoh yang sholeh/sholehah bagi yang ingin segera menikah, berikanlah momongan bagi mereka yang segera menginginkan keturunan, jadikanlah keluarga kami, keluarga yang tentram dan penuh berkahMu, ampunilah dosa2 kami ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim..

Amin Ya Robbal alamin..

Wednesday, March 10, 2010

Senyum Adalah Shodaqoh

Ada seorang pria berjalan memasuki tempat cukur rambut yang banyak pengunjungnya, sambil menggandeng seorang anak laki-laki berambut gondrong. Si tukang cukur mendudukkan anak itu disatu-satunya kursi yang masih kosong dan mulai memotong rambut anak itu.

Belum berapa lama, pria tadi menggeliat, menguap dan berkata, "Aku hendak keluar mencari udara segar."

Tidak lama kemudian, si tukang cukur telah selesai memotong rambut si anak tadi dan sambil menyikat sisa-sisa rambut di baju lusuh anak itu, si tukang cukur itu menyindir dengan sinis.

"Aku harap ayahmu tidak melupakanmu di sini."

"Oh, dia sih bukan ayahku."

"Bukan ayahmu? Lalu dia itu siapa?"

"Nggak tahu," jawab anak itu. "Pria itu berjalan mendekatiku ketika aku sedang bermain dengan teman-teman dan dia tanya, apakah saya mau potong rambut gratis."

Cerita diatas saya hanya ingin mengajak teman-teman untuk tersenyum sebab sebagaimana Nabi Muhammad mengajarkan kepada kita 'Tabassumuka fi wajhi akhika shodaqoh, artinya 'Senyummu dihadapan saudaramu adalah shodaqoh (HR. Muslim).

Jadi, Sudahkah anda tersenyum dipagi hari yang indah ini?

Tahajud Mendatangkan Kebahagiaan

Malam sepertiga yang terakhir menympan segudang keajaiban yang dijanjikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala . Pada setiap malam turun senantiasa memenuhi semua permintaan hamba-hambaNya. Allah memberi maaf kepada siapapun hambaNya yang pada malam yang dingin mampu berdiri tegak dan bersujud menunaikan ibadah 'nafilah' atau ibadah tambahan berupa sholat tahajud.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad, jika kita bangun karena mengingat Allah maka terlepaslah satu ikatan, jika berwudhu maka melepas satu ikatan lagi dan bila kemudian sholat maka melepas semua ikatan. Maka pagi harinya kita mendapatkan suntikan semangat kebahagiaan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala sehingga kebahagiaan ini mendatangkan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari bagi orang yang menjalankan sholat tahajud yaitu sifat kasih sayang, rendah hati dan tutur kata yang baik. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Dan Hamba-hamba Rabb Yang Maha Penyayang ialah orang-orang yang berjalan dimuka bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang yang jahil menyapa mereka, mereka menjawab dengan tutur kata yang baik. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka.'(QS. al-Furqan:63-64).

Tahajud Yuk...!

Tuesday, March 09, 2010

Manfaat Muhasabah

Kondisi perkembangan dewasa ini di Indonesia suhu politik yang kian memanas, ekonomi senantiasa pasang surut, fenomena alam seperti gempa, banjir, tanah longsor seolah kita tidak mampu menolaknya, belum lagi karena memang ada 'human error' dalam pengelolaan. Semua kejadian dalam keseharian sangat berpengaruh pada kemampuan kejiwaan yang terdiri, kognisi, afeksi dan konasi.

pada sisi kognisi kita dituntut mencari penyelesaian atau problem solving, pada sisi afeksi bagaimana kita mengelola emosi dan pada konasi dituntut bertindak yang nyata. Untuk itu perlu dicoba menggunakan pendekatan 'self help' untuk mengoptimalkan kemampuan jiwa kita. Maka disinilah menjadi penting peranan muhasabah.

Muhasabah menurut Ibnu al-Qayyim berarti berhenti sejenak, disaat kita memiliki lintasan keinginan melakukan sesuatu. Pemberhentian tersebut untuk menimbang dan berpikir, apakah pekerjaan tersebut berguna atau tidak. Sementara menurut Ibnu Taimiyah berpandangan bahwa muhasabah disebut juga dengan 'self critism' atau 'self interrogation' merupakan agenda kegiatan yang dilakukan oleh seseorang setiap hari, setiap saat untuk menilai baik atau buruk, benar atau salah. Selain itu juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala atas segala kelimpahan karunia-Nya dan memohon ampun segala kesalahan.

Muhasabah ini menjadi sangat penting kita lakukan sebagai bentuk ketaatan kita kepada Sang Khaliq sehingga muhasabah akan memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari kita diantaranya.

1. Usaha untuk meningkatkan kemampuan kecerdasan emosional kita seperti sabar dan ikhlas.

2. Meningkatkan kemampuan evaluasi diri terhadap apa dan bagaimana hari ini untuk menyiapkan hari esok. Sa'id Hawwa (1998) mengutip firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam bukunya 'Tazkiyatun Nafs' tentang keuntungan muhasabah yaitu, 'Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. (QS. al-Hasyr:18).

3. Ibarat lampu, muhasabah adalah lampu yang menerangi dirinya sendiri dengan melalui mengingatkan dan menasehati diri sendiri, seperti firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala, 'Sesungguhnya orang yang bertaqwa bila mereka ditimpa was-was, mereka ingat Allah. Maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya (QS. al-A'raf : 201).

4. Membawa kedamaian dan ketenangan hidup.

5. Terhindar dari distress dan strain expressed.

Itulah muhasabah bagi kehidupan sehari-hari kita sangat berguna dan sangat bermanfaat sebagai salahsatu cara pemecahan masalah, kalau kita berikhtiar semua masalah akan bisa diselesaikan dengan baik. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala, 'Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya..'(QS. al-Baqarah: 286).

Monday, March 08, 2010

Tahajud menjernihkan Hati

Sholat merupakan tiang agama. Sholat sunah yang utama adalah sholat tahajud (HR. Muslim). Agar melaksanakan sholat tahajud dengan konsisten kita selalu berhadapan dengan dingin air dan malasnya bangun dari tempat tidur. Itulah sebabnya sholat tahajud lebih utama daripada sholat sunah lainnya.

Sholat ditengah malam hari lebih membawa suasana kekhusyukan, kehusyukan dalam sholat muncul pada batin yang juga mencerminkan pada hatinya. Hati yang jernih maka memancar pada perilaku kehidupan sehari-hari yang penuh cinta dan kasih sayang serta memiliki kepekaan terhadap penderitaan pada diri orang lain. Namun bila hati sibuk memperturutkan pada hawa nafsunya maka hatinya menjadi hitam legam, mudah marah, tidak memiliki rasa cinta dan kasih sayang serta tidak peduli kepada penderitaan orang lain.

Keadaan jiwa yang tenang, tunduk dan rendah hati merupakan pengaruh dari kehusyukan dalam tahajud maka penglihatan, pendengaran, kepala dan wajah serta semua anggota tubuh akan lebih tunduk kepada Ilahi Robbi. Sebagaimana Nabi Muhammad pernah berdoa dalam rukuknya,

' Telinga, mata, sumsum dan tulangku semua tunduk kepadaMu.' (HR. Muslim dan ABu dawud).

Itulah salahsatu manfaat dari sholat tahajud yaitu menjernihkan hati kita sehingga menyegarkan tubuh dan pikiran kita menjadi lebih bersemangat untuk beraktifitas dipagi hari.

Sholat tahajud..Yuk!

Makna Muhasabah

Dituturkan oleh Syaddad bin Aus bahwasanya Nabi Muhammad bersabda, 'Orang yang cerdas adalah orang yang selalu mengendalikan hawa nafsunya dan berbuat kebaikan untuk kehidupan setelah kematian.' (HR at-Tirmidzi).

Pengertian “orang yang mengendalikan hawa nafsunya” (mân dâna nafsahû) dalam hadis di atas adalah orang yang mampu menghisab atau mengevaluasi dirinya di dunia sebelum dirinya dihisab pada Hari Kiamat. Terkait dengan hadis ini, Umar bin al-Khaththab ra. pernah berkata, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala kelak. Bersiaplah menghadapi Hari Perhitungan yang amat dahsyat. Sesungguhnya hisab pada Hari Kiamat akan terasa ringan bagi orang yang selalu menghisab diri ketika di dunia.” (Lihat: Al-Mubarakfuri, Tuhfah al-Ahwadzi bi Syarh Jamî’ at-Tirmidzi).

Muhâsabah bermakna evaluasi diri sebagai salah satu pesan Nabi, sangatlah penting dilakukan oleh setiap Muslim. Dengan sering melakukan muhâsabah, ia akan mengetahui berbagai kelemahan, kekurangan dan kesalahan yang ia lakukan. Dengan begitu kita senantiasa memperbaiki kualitas hidup kita. Kualitas hidup kita semakin lebih baik dan akhlak kita makin terpuji—kita semakin ikhlas, semakin rendah hati dan semakin taqarrub kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Itulah makna Muhasabah.

Sunday, March 07, 2010

Hati Yang Perih

Malam hari yang indah. Terdengar lantunan ayat suci yang sedang dihapalkan oleh anak-anak Amalia. Wajahnya berhiaskan kebahagiaan. Seorang Ibu malam itu berkunjung ke Rumah Amalia. Hatinya yang perih terlihat dari setiap tetes air matanya yang berlinang. Malam itu beliau sengaja berbagi rizkinya untuk anak-anak Amalia dan berdoa bersama anak2 Amalia, 'saya hanya memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar keluarga kami tetap utuh Mas Agus..' ucapnya lirih.

Tak kuasa hatinya menanggung sakit karena suaminya berselingkuh. Bertahun-tahun dirinya melalui pahit getirnya kehidupan berjuang mendampingi suami tercintanya untuk mencapai puncak karier, Namun kini setelah mencapai impian, beliau sebagai istri dicampakkan begitu saja hanya karena seorang perempuan lainnya. Keadaan itu nyaris membuatnya putus asa dan sempat terpikir untuk bercerai.

'Saya mempertahankan keluarga hanya demi anak-anak Mas, hanya karena saya ingat pesan Mas Agus bahwa menjaga keutuhan keluarga adalah perbuatan mulia daripada bercerai sehingga saya membuang pikiran bercerai itu jauh-jauh,' ucapnya getir. Satu setengah tahun lamanya beliau mengunci diri di dalam kamar untuk menghindar dan tidak ingin bertegur sapa karena pengkhianatan yang dilakukan suaminya. Hanya untuk aktifitas ke kamar mandi, menyediakan makan untuk anak-anaknya atau berbelanja baru keluar dari kamarnya.

Dua tahun perkawinannya. Atas izin Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dirinya dan suami dikaruniai seorang bayi perempuan yang mungil dan cantik. Pada saat bersamaan suaminya mendapatkan kesempatan untuk pelatihan dari kantornya bekerja di Paris, Perancis. Perekonomian kami kian sulit. Selama suami pelatihan kondisi ekonomi selalu saja kekurangan. Tinggal di rumah kontrakan kecil dan kumuh dengan mengasuh anak yang masih kecil, untuk membiayai kebutuhan sehari-hari sampai menjual cincin kawinnya tetapi semua itu dilaluinya dengan hati gembira.

Satu tahun telah berlalu. Akhirnya sepulang dari Paris suami menduduki jabatan yang penting diperusahaannya tempat bekerja. Prestasinya melejit begitu cepatnya. Itulah puncak prestasi dan prestisenya sepanjang kariernya. Mungkin karena itu pula ia dilirik oleh perempuan muda yang cantik-cantik. Sementara dirinya hanya bergulat mengurus anaknya. Dipuncak kariernya mulai ada perubahan sikap terhadap anak dan istrinya dan suka pulang malam. Bahkan suaminya lebih suka tidur di sofa daripada di kamar. Katanya diluar lebih sejuk. Setahun, dua tahun berlalu. Setelah diselediki ternyata suaminya punya perempuan simpanan. Sang Ibu sangat terpukul tetapi beliau tetap percaya bahwa suami adalah orang yang baik, perbuatannya hanyalah sebuah kekhilafan.

Malam itu saya menyarankan kepada beliau agar senantiasa sholat tahajud, curhat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar pintu hati suami tercinta terketuk untuk berkumpul kembali bersama anak dan istrinya.

Sebulan telah berlalu, Kemaren pada hari Jumat malam saya diundang untuk syukuran, saya bertemu dengan Ibu, suami dan anak-anaknya. Saya berkesempatan untuk membacakan doa. Tak terasa air mata saya menetes menyaksikan suami istri yang telah mampu mempertahankan bahtera rumah tangganya dari kehancuran. Suaminya memeluk saya mengucapkan terima kasih karena telah mensupport keluargnya. Berkali-kali mengucapkan puji sukur kehadirat Allah atas karuniaNya yang telah menyelamatkan keluarganya dari kehancuran. Subhanallah..

Buah Sholat Tahajud

Pada suatu malam ada seorang bapak yang datang ke Rumah Amalia yang bertutur tentang buah tahajud. 'Dulu ketika saya bertengkar dengan istri, saya ingat betul yang disarankan mas agus, selain shodaqoh adalah dengan sholat tahajud. Saya tidak pernah mengerti bagaimana sholat tahajud karena sholat fardhu saja blong-bolong.'

Beliau menuturkan bahwa karena tekadnya yang kuat agar bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan istrinya, Sang bapak benar-benar memohon petunjuk kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala bagaimana keluarga bisa berkumpul kembali dan menjadi harmonis. 'alhamdulillah, sekarang bukan hanya saya menjadi rutin sholat tahajud dan bisa sholat berjamaah diawal waktu tetapi juga istri saya dan anak-anak merasa terayomi dalam keluarga.'

Awalnya istrinya selalu menuntut dan selalu kurang dari sisi materi, anak-anak tidak bisa lagi diatur namun sejak membenahi dirinya sendiri dan meningkatkan ibadahnya. 'Alhamdulillah, Mas Agus, semua atas berkenannya Allah Subhanahu Wa Ta'ala anak dan istri saya malah ikut sholat malam, istri menjadi penuh keikhlasan menerima rizki dan anak-anak lebih suka berada di rumah berkumpul bersama keluarga,' tuturnya.

Beliau berkali-kali memanjatkan puji syukur kehadirat Allah, tak henti-hentinya mengucapkan hamdalah karena merasa rumahnya telah menjadi surga bagi dirinya, istri dan anak-anaknya, yang beliau rasakan terciptanya keharmonisan dalam keluarga adalah buah dari sholat tahajud yang ia lakukan. Subhanallah..

Sabda Nabi Muhammad, 'Sholat tahajud dapat menghapus dosa, mendatangkan ketenangan dan menghindarkan dari penyakit.' (HR. Tirmidzi).

Sholat Tahajud..Yuk!

Saturday, March 06, 2010

Berkah Tahajud

Kehidupan orang yang memelihara sholat jauh berbeda dengan orang yang meninggalkan sholat. Orang yang memelihara sholat, kehidupannya akan penuh berkah dan kebahagiaan, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala,

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam sholatnya (QS. al-Mu'minun:1-2).

Begitu pula kehidupan orang yang konsisten dalam sholat tahajud tentunya akan berbeda dengan orang yang tidak pernah bersujud dalam keheningan malam. Hanya orang-orang yang konsisten tahajud yang berhak memperoleh keberkahan dan keberuntungan. Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala,

'(Apakah kamu, hai orang musyrik yang lebih beruntung?) ataukah orang yang beribadah diwaktu-waktu malam degan sujud dan berdiri, sedangkan ia takut akherat dan mengharap rahmat Rabbnya?' (QS. Az-Zumar:9).

'Dan seandainya mereka itu bersikap istiqomah di atas jalan kebenaran maka pastilah Kami siramkan kepada mereka air yang berlimpah (Rizki yang banyak).' (QS. al-Jin:16).

Air lambang keberkahan dalam hidup. Maka Allah menjanjikan bagi mereka yang konsisten dalam menjalankan shoat tahajud mendapatkan keberkahan dunia dan akherat dan ketenangan dalam menghadapi berbagai rintangan dan masalah dalam kehidupan ini.

Yuk, sholat tahajud...

Thursday, March 04, 2010

Makna Kebahagiaan

Bila malam tiba, saya dan istri mengajar mengaji anak-anak Amalia. Istri saya suka mengajak anak-anak Amalia untuk menghapal Juz Amma' atau menghapal Asma ul Husna. Kegiatan mengajar mengaji anak-anak Amalia merupakan kegiatan yang mendatangkan kebahagiaan tersendiri sebab kami bisa berbagi ilmu dan mengajarkan untuk anak-anak Amalia. Disaat itulah kebahagiaan juga terpancar diwajah anak-anak Amalia. Anak-anak Insan Mulia.

Ada dua ungkapan, senang dan bahagia. Senang adalah terpenuhinya tuntutan syahwat, misalnya sedang lapar menemukan makanan lezat, sedang haus menemukan minuman segar, sedang sulit menemukan kemudahan, sedang kesepian ketemu teman atau kekasih, sedang nganggur dapat pekerjaan dan sebangsanya. Adapun bahagia berhubungan dengan misteri yang sangat subyektif, tetapi intinya adalah datangnya pertolongan ilahiyah hingga memperoleh sesuatu yang dianggap sebagai kebaikan ilahiyah (al khoir).

Rasa bahagia misalnya terasa ketika anaknya lahir laki-laki setelah sekian lama mendambakan ingin mempunyai anak lelaki. Keberhasilan memeliliki anak-lelaki tidak diklaim sebagai prestasi - ini karena aku bisa bikinnya misalnya; kata sang ayah- tetapi orang yang mempunyai anak lelaki setelah hampir putus asa mendambakan kehadirannya merasa bahwa kehadiran anak lelaki itu merupakan anugerah Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang tak ternilai. Kebahagiaan juga terasa ketika seorang ibu yang membesarkan anak gadisnya tanpa kehadiran suami sehingga ia dalam keadaan berat selalu berharap agar anaknya memiliki masa depan yang baik. Pada saatnya anak gadisnya dipersunting oleh seorang pemuda saleh yang cerah masa depannya. Masa depan cerah anak gadisnya itu tidak diklaim sebagai prestasinya tetapi benar-benar dipandang sebagai anugerah Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Jadi kebahagiaan itu datang dalam rangkaian kesulitan yang panjang tetapi ketika hadir tidak diakui sebagai prestasinya. Orang lainpun akan berkomentar, ibu itu sungguh sudah bekerja keras melampaui berbagai kesulitan dalam mengasuh anaknya sendirian, maka pantaslah jika Allah menganugerahinya kebahagiaan yang sempurna kepadanya.

Dalam bahasa Arab ada empat kata yang berhubungan dengan kebahagiaan, yaitu sa`adah (bahagia), falah (beruntung) dan najat (selamat) dan najah (berhasil). Jika saadah (bahagia) mengandung nuansa anugerah Allah Subhanahu Wa Ta'ala setelah terlebih dahulu mengarungi kesulitan, maka falah mengandung arti menemukan apa yang dicari (idrak al bughyah). Falah ada dua macam, dunyawi dan ukhrawi. Falah duniawi adalah memperoleh kebahagiaan yang membuat hidup di dunia terasa nikmat, yakni menemukan (a) keabadian (terbatas); umur panjang, sehat terus, kebutuhan tercukupi terus dsb, (b) kekayaan; segala yang dimiliki jauh melebihi dari yang dibutuhkan, dan (c) kehormatan sosial. Sedangkan falah ukhrawi terdiri dari empat macam, yaitu (a) keabadian tanpa batas, (b) kekayaan tanpa ada lagi yang dibutuhkan, (c) kehormatan tanpa ada unsur kehinaan dan (d) pengetahuan hingga tiada lagi yang tidak diketahui.

Sedangkan najat merupakan kebahagiaan yang dirasakan karena merasa terbebas dari ancaman yang menakutkan, misalnya ketika menerima putusan bebas dari pidana, ketika mendapat grasi besar dari presiden, ketika ternyata seluruh keluarganya selamat dari gelombang tsunami dan sebagainya. Adapun najah adalah perasaan bahagia karena yang diidam-idamkan ternyata terkabul, padahal ia sudah merasa pesimis, misalnya keluarga miskin yang sepuluh anaknya berhasil menjadi sarjana semua.

Kesenangan berdimensi horizontal, sedangkan kebahagiaan berdimensi horizontal dan vertikal. Orang masih bisa menguraikan anatomi kesenangan yang diperolehnya, tetapi ia akan susah mengungkap rincian kebahagiaan yang dirasakannya. Air mata bahagia merupakan wujud ketidakmampuan kata-kata. Prof. Fuad Hasan dalam bukunya Pengalaman Naik Haji mengaku tidak bisa menerangkan kenapa beliau menangis di depan Ka`bah, karena kebahagiaan yang beliau alami berdimensi vertikal, bernuansa anugerah, bukan prestasi.

Banyak mempelai menitikkan air mata ketika akad nikah, demikian juga kedua orang tuanya, dan mereka tidak bisa menerangkan anatomi perasaan bahagianya.

Kebahagiaan berkaitan dengan tingkat kesulitan yang dialami. Kebahagiaan sesungguhynya dalam kehidupan rumah tangga bukan ketika akad nikah, bukan pula ketika bulan madu, tetapi ketika pasangan itu telah membuktikan mampu mengarungi samudera kehidupan hingga ke pantai tujuan, dan di pantai tujuan ia mendapati anak cucu yang sukses dan terhormat. Sungguh orang sangat menderita ketika di ujung umurnya menyaksikan anak-anak dan cucu-cucunya nya sengsara dan hina, meski perjalanan bahtera rumah tangganya penuh dengan kisah sukses. Kebahagiaan biasanya datang setelah orang sukses mengatasi kesulitan yang panjang, tetapi tidak semua kesulitan mengantar pada kebahagiaan yang sebenarnya.

Menurut hadis Nabi ada empat pilar kebahagiaan dalam hidup berumah tangga; (1) isteri/suami yang setia (2) anak-anak yang berbakti (3) lingkungan sosial yang sehat dan (4) rizkinya dekat. Kesetiaan membuat hati tenang dan bangga, anak-anak yang berbakti menjadikannya sebagai buah hati, lingkungan sosial yang sehat menghilangkan rasa khawatir dan rizki yang dekatkan optimisme, idealisme dan imajinasi..
AGUSSYAFII BLOG
2006
Proudly powered by : Blogger