Yuk, wujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah

Friday, April 30, 2010

Hiduplah Secara Mulia Atau Mati Sebagai Syahid

Dalam Alqur'an , perjuangan disebut dengan term jihad .Kata jihad dalam berbagai kata bentukannya disebut sebanyak 41 kali tersebar dalam 19 ayat. Sebagian turun di Makkah dan sebagian di Madinah.

Secara lughawi, jihad nengandung arti memerangi musuh, mencurahkan segala kemampuan dan tenaga berupa kata-kata, perbuatan atau segala sesuatu yang disanggupinya. Kata jihad, bisa berarti perjuangan dalam bentuk perang melawan musuh, bisa juga berarti bekerja keras non perang. Dari akar kata jihad inilah kemudian ada kalimat ijtihad, yakni kerja keras secara intelektual, berjuang secara intelektual dan mujahadah an nafs, kerja keras secara ruhaniah , perjuangan spiritual.

Sedangkan dalam hadis Nabi, kata jihad juga digunakan dalam kontek perjuangan spiritual ibadah haji, .Perintah jihad ada yang ditujukan kepada pribadi (mukhatab mufrad) dan kebanyakan ditujukan kepada kelompok (mukhatab jamak).. Perintah jihad juga ada yang disebut obyeknya, tetapi lebih banyak yang tidak menyebut obyeknya.

Yang disebut justeru maknanya, yaitu jihad di jalan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, fi sabililah. Kaidah penafsiran mengajarkan bahwa jika suatu kata kerja transitif disebutkan dalam suatu ayat tanpa disertai penyebutan obyeknya, maka obyek kata kerja itu bersifat umum.

Dengan demikian maka obyek jihad bukan hanya musuh dalam peperangan tetapi segala hal yang tercakup dalam kalimat fisabilillah.misalnya memberi makan fakir miskin, membebaskan perbudakan (al Balad; 13-16) Dengan demikian maka jihad tidak mesti menggunakan senjata, tetapi bisa juga pena atau lisan. Dalam konteks ini, guru yang dengan kesejahteraan minimal tetapi optimal dalam mencerdaskan generasi bangsa adalah pejuang atau mujahidin, pekerja sosial yang bergelut mempertaruhkan segala kemampuannya untuk membantu mengangkat martabat masyarakat sesunguhnya adalah juga mujahidin atau pejuang.

Ciri pejuang adalah gigih berpegang teguh kepada prinsip yang dianut meski beresiko mati. Nah orang yang tengah berjuang kemudian mati dalam perjuangannya disebut mati syahid (arti syahid = saksi) , maknanya kematian itu menjadi saksi atas kegigihan usahanya, dan itu merupakan taruhan dari kehormatannya. Untuk orang-orang terhormat, kata Nabi hanya ada dua pilihan; `isy kariman aw mut syahidan, hiduplah secara mulia atau mati sebagai syahid.

Wednesday, April 28, 2010

Harapan

Ditengah krisis mengantam perusahaannya tanpa sanggup ditolaknya, rumah yang dihuni oleh keluarganya akan disita oleh bank. Yang tinggal hanyalah air mata kesedihan anak dan istrinya, Dirinya mencoba tabah menukar kesedihan dengan harapan.

'Harapan satu-satunya saat itu bagi saya adalah dengan berdoa, memohon pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dengan sholat lima waktu dengan kekhusyukan sampai saya meneteskan air mata memohon keajaiban kepada Allah untuk memberikan solusi bagi kami.' ucap beliau, malam itu ketika berkunjung di Rumah Amalia.

Pagi hari semua keluarga diliputi dengan suasana tangis diteras rumah, menunggu detik-detik penyitaan. Datanglah orang, dulu bawahannya mengajak untuk tinggal di rumahnya. 'Alhamdulillah, saya menjerit dalam hati tak tertahankan karena hanya Allahlah yang mendengar doa saya,' ucapnya dengan suara lirih.

Memulai lagi usaha baru bersama istrinya membuka toko sembako adalah kebahagiaannya tersendiri. Mengucap puji syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala tiada henti beliau panjatkan. 'Alhamdulillah, Allah berkenan memberikan saya ujian sekaligus rahmatNya, ' tutur beliau.

Kini dirinya dan keluarganya terasa lebih tenteram dan tenang. Sekalipun kehidupan tidak semewah dulu. Segala sepak terjangnya seolah diawasi oleh Allah, meski kerja keras adalah kebiasaannya, sikapnya lebih berhati-hati dalam bertindak, termasuk menghindari berhutang dan menunaikan sholat lima waktu dan bershodaqoh tak lagi ditinggalkannya. 'saya menyisihkan rizki untuk anak-anak Amalia, rasanya rizki saya kian berlimpah.' tutur beliau malam itu pada saya. Subhanallah.

---
Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS Ath-Thalaq 2-3).

Giat Bekerja

Diriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah berjumpa dengan Sa’ad bin Mu’adz Al-Anshari. Ketika itu Rasulullah melihat tangan Sa’ad yang melepuh, kulitnya gosong kehitaman seperti lama terpanggang matahari.

Rasulullah bertanya, 'Kenapa tanganmu ?'

Sa’ad menjawab, ' Wahai Rasulullah, tanganku seperti ini karena aku mengolah tanah dengan cangkul itu untuk mencari nafkah keluarga yang menjadi tanggunganku ,'

Seketika itu, Rasulullah mengambil tangan Sa’ad dan menciumnya seraya berkata ,'Inilah tangan yang tidak pernah tersentuh api neraka,'

Kisah diatas mengandung makna bahwa tangan yang tidak tersentuh oleh api neraka adalah tangan yang giat bekerja, didalamnya terdapat tanggungjawab menafkahi anak dan istrinya rizki yang halal. Tangan yang semata-mata berada di jalan Allah SUbhanahu Wa Ta'ala penuh keikhlasan dalam menjalankan Amanah. Dalam hadist yang lain Nabi Muhammad bersabda,

'Sesungguhnya Allah mencintai seorang mukmin yang giat bekerja.'(HR. Thabrani).

Tuesday, April 27, 2010

Hikmah Dibalik Musibah

Angin berhembus dingin. Setelah sholat maghrib berjamaah seorang lelaki muda itu menatap saya dengan mata sayu. Bertanya seolah tidak berdaya. Tak mengerti dan penuh keputusasaan atas dirinya sendiri. Pertanyaan-pertanyaan itu terlontar seolah ingin menghunjami dirinya sendiri.

'Kenapa Allah menimpakan penderitaan kepada diri yang lemah ini Mas Agus..'

Kenapa Allah tega? Kenapa Allah kejam? Kenapa kepada saya yang rajin sholat?'

Begitulah pertanyaan itu terlontar, rasa penyalahan. Begitulah kita sering kali bila mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan kita merasa disayang Allah namun begitu mendapatkan musibah atau ujian kita merasa Allah kejam kepada diri kita.

Musibah adalah segala sesuatu yang rasanya membuat dada kita sakit, air mata kita berlinang, hati terasa perih tak tertahankan. Musibah ada dua kategori, pertama, tidak sesuainya dengan harapan dan kedua, perasaan kehilangan.

'Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.' (QS. al-Baqarah : 155).

Pertanyaan buat kita adalah kenapa Allah memberikan hal-hal yang buruk buat kita? Kenapa Allah malah menimpakan kerusakan bahkan kehancuran? kenapa Allah tega melakukannya kepada kita?

Sesungguhnya dibalik setiap musibah dan ujian yang Allah berikan kepada kita. terdapat hikmah kehidupan yang sangat besar, yang tidak pernah kita sadari. diantaranya adalah:

1. Untuk menguji iman dan taqwa kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala

2. Agar mematangkan diri kita sebagai Seorang Mukmin.

3. Untuk memberikan limpahan pahala dan rahmatNya yang begitu besar kita.

'Tidak ada satu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan petunjuk dihatinya. Dan Allah mengetahui segala sesuatunya.' (QS. at-Taghaabun : 11).

Sunday, April 25, 2010

Keberkahan di Balik Ujian

Ujian yang terberat dalam hidup kita adalah ketika kita sedang bahagia. karena disaat kita bahagia biasanya kita lengah, kita biasanya terlupa sehingga jika ujian itu datang menimpa diri kita hal itu membuat kita terkaget. Kita sama sekali tidak mempersiapkan diri dengan baik.

Kebahagiaan sering kali membuat lupa diri. Kita tidak sadar dan tidak awas terhadap sekeliling kita karena kita sedang merasakan suatu kenikmatan yang tidak terhingga . Biasanya hati terbuai kenikmatan begitu tertimpa kesedihan akan terasa keras guncangannya.

Saya pernah mengenal seorang teman yang sangat sukes di dalam kariernya. Dari ke kantor terbiasa naik metromini kemudian naik sepeda motor terus punya mobil mewah, gaji besar dan rumah begitu indah bagai istana. Sampai lupa anak dan istrinya terabaikan. Sibuk berhura-hura dengan kenikmatan kehidupan malam. Tiba-tiba perusahaan bangkrut, semua aset disita untuk membayar hutang dan harus memulai hidupnya dari awal kembali namun beruntunglah semua peristiwa yang sempat membuat lupa diri menyadarkan agar kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan pulang ke rumah menemui anak dan istrinya. Beruntunglah beliau karena anak dan istrinya menyambut dengan penuh cinta dan kasih sayang.

'Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru kepada Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata, 'Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku.' Sebenarnya itu adalah ujian tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahuinya. (QS. az-Zumar: 49).

Setiap kali Allah memberikan ujian maka disaat itulah Allah melimpahkan keberkahan pada diri kita. Allah Subhanahu Wa Ta'ala menguji hambaNya apakah mampu melewati ujian disaat dia sedang diatas? dipuncak kejayaannya? Disaat seperti inilah kita harus instropeksi diri. Apakah kita telah bersyukur atas nikmat yang telah dibeikan olehNya? Apakah kita lalai kewajiban kita sebagai seorang muslim? Apakah kita lalai sebagai kepala rumah tangga atau tugas seorang istri?

Dan bila kita lulus melewati ujian itu, Allah melimpahkan keberkahan untuk diri kita dan keluarga kita. Bila menghadapi ujian mendadak lagi dalam kehidupan maka kita sudah tidak lagi kaget dibuatnya karena sudah pernah mengalaminya. Selain itu Allah melimpahkan kenikmatan dan meninggikan derajat kita dan keluarga kita ke tempat yang lebih mulia yaitu ditempat hamba-hambaNya yang senantiasa diberikan petunjuk oleh Allah. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

'Dan Sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan 'Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raajiu'un (Sungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadanya jualah kami kembali). Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurnah dan rahmat Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.' (QS. al-Baraqah : 155-157).

Getaran Hati

Sore itu ditengah anak-anak Amalia sedang melantunkan ayat suci al-Quran, seorang laki-laki muda terlihat menangis terisak-isak. 'Entahlah Mas Agus, setiap saya mendengar ayat suci alQuran hati saya terkadang menangis. Kenapa Ya Mas?' Ucapnya pada saya.

Setiap seorang mukmin pada dasarnya hati akan selalu bergetar ketika nama Allah disebut. Hati orang-orang beriman begitu sensitif, bila disebut nama Allah Subhanahu Wa Ta'ala bergetar hatinya, bertambah ketaqwaannya, ia menangis disaat teringat dosa-dosanya, takut akan siksa atas apa yang telah diperbuatnya. Sebagaimana Firman Allah,

'Sesungguhnya, orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang bila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah keimanan mereka dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal, yaitu orang-orang yang mendirikan sholat dan nafkahkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian disisi Tuhannya dan ampunan serta rizki yang mulia.' (QS. al-Anfal (8) 2-4).

Getar hati seorang mukmin selalu memantulkan kebaikan dalam tutur katanya dan perbuatannya. Nur Ilahi Robbi memasuki relung jiwa orang-orang yang beriman sehingga menjadi hatinya penuh kegembiraan, penuh cinta dan kasih sayang, serta semangat hidup yang tinggi dalam memperjuangkan apa yang diyakininya. Daya juang yang tinggi itu tercermin dari kesiapan mereka mengorbankan apa yang dimilikinya, harta & jiwanya untuk menggapai keridhaan Allah SUbhanahu Wa Ta'ala.

'Berangkatlah engkau, baik dalam keadaan merasa ringan atau merasa berat dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang Demikian itu lebih baik bagimu jika engkau mengetahui.' (QS. 9 : 41).

Saturday, April 24, 2010

Menjaga Ucapan

Setiap ucapan selalu menjadi sugesti bagi yang mendengarkannya. Oleh sebab itu ketika kita menengok atau membezuk orang yang sedang sakit kita dilarang berkomentar sesuatu yang tidak baik atau membuat pikirannya menjadi tertekan, sama halnya bagi dokter yang tidak boleh menceritakan apa yang diderita pasiennya sebagaimana adanya sebab tekanan psikologis jauh lebih berat daripada sakit itu sendiri.

Pernah ada teman yang bertutur, satu hari ada kerabatnya sedang sakit. Kemudian ditengokin oleh tetangganya. Ditengah bezuk tetangga berkomentar. "eh, jeng. Kemaren ponakanku sakit kayak gini. Tiga hari kemudian meninggal loh.." Nggak lama si sakit kejang-kejang. Untung
bisa diselamatkan.

Barangkali kalo kita sedang bezuk, memang harus berhati-hati bicara, sebagaimana Sabda Nabi Muhamad Shalallahu Alaihi wa Salam, 'Bertutur katalah yang baik atau diam.' (HR. Muslim).

Bersikap Lemah Lembut

Pada suatu hari ada beberapa orang Yahudi mengolok-ngolok Rasulullah, mereka menyampaikan salam ucapan 'As-samu'alaikum' (artinya: Matilah engkau). Aisyah marah dan membalas dengan ucapan yang keras. Rasulullah tak mengucapkan apapun kecuali 'Wa'alaikum (artinya: demikian pula atasmu). Setelah itu Nabi menegur Aisyah dan berkata, 'Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersikap lemah lembut dalam segala hal.' (HR. Bukhari).

Sungguh sangat mulia orang yang senantiasa bersikap lemah lembut dalam segala hal. Tutur kata yang baik dan santun. Suara yang menyejukkan lawan bicara. Dibalik sikap lemah lembut, ada prinsip aqidah yang kokoh. Keras berpegang teguh namun lemah lembut dalam penyampaian.

Siapapun yang bersikap lemah lembut, menghindari bersikap provokatif akan menjauhkan dari permusuhan dan mendatangkan ketenangan hati. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad, 'Siapa saja yang dijauhkan bersikap lemah lembut adalah orang yang dijauhkan segala kebaikan.' (HR. Muslim).

Dalam kehidupan sehari-hari bila kita mampu tersenyum dan bersikap lemah lembut maka akan mendekatkan diri kita dengan segala kebaikan. Kebaikan bagi dirinya maupun kebaikan bagi orang lain dan yang pasti bila sikap lemah lembut disertai dengan tutur kata yang baik akan mendatangkan ketentraman dihati kita dan dihati orang-orang disekeliling kita.

Friday, April 23, 2010

Sambutlah Kesedihan Dengan Senyuman

Disaat Malam tiba. merenungkan setiap peristiwa yang dialami dalam keseharian. Mengikuti irama pendulum kehidupan. Kegembiraan dan kesedihan datang silih berganti. Banyak hal yang tidak pernah dimengerti. Kegembiraan disambut dengan penuh suka cita dan kesedihan selalu disambut dengan air mata.

Terkadang kita hanya memilih datangnya kegembiraan dan menolak datangnya kesedihan. Padahal kesedihan juga datangnya dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagai wujud kasih sayangNya kepada kita. sebab dengan kesedihan Allah berkenan mengampuni dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Sebagai sabda Nabi Muhammad yang mengingatkan kepada kita.

'Tidak seorang muslim menderita karena kesedihan, kedukaan, kesusahan, kepayahan, penyakit dan gangguan duri yang menusuk tubuh kecuali dengan itu Allah mengampunti dosa-dosanya' (HR. Bukhari).

Jika kita mengerti makna hadist ini, semua kesedihan akan mudah kita hadapi dengan lapang dada. Jika kita menerima disetiap kesedihan yang hadir pada diri kita dengan senyuman maka butiran-butiran air mata yang menetes menjadi titik-titk mutiara yang begitu indah. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

'Janganlah engkau bersikap lemah dan jangan pula engkau bersedih hati. Padahal engkaulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika engkau termasuk orang-orang yang beriman.' (QS. Ali Imran: 139).

Ayat diatas mengingatkan kepada kita agar menyambut setiap datangnya musibah, ujian, kesedihan dengan senyuman sebab kita adalah orang-orang yang derajatnya paling tinggi Allah menjanjikan hal-hal yang lebih baik dalam kehidupan kita sebagai pengganti kesedihan yang sedang kita alami pada saat ini.

Hati Yang Penuh Kebahagiaan

Malam itu suara anak-anak Amalia membaca Surat Yasiin terasa meresap dalam hati. Ditengah kami kedatangan seorang ibu dan suami juga anak-anaknya. Doa bersama kami panjatkan dengan penuh kebahagiaan.

Beliau seorang ibu rumah tangga yang memiliki tiga anak yang bekerja di perusahaan garment. Disaat rumah tangganya memasuki usia ke sepuluh tahun, parahara itu datang. Ibu dan suaminya sering bertengkar sehingga keadaan rumah tangga bagaikan neraka. Akhirnya mereka memutuskan berpisah. Ibu bertugas menjaga anak-anaknya sementara suaminya bertanggungjawab memberikan nafkah setiap bulannya.

Setelah mereka berpisah, ada seorang teman mengajaknya bekerja diperusahaan garment. Meskipun sebagai single parent menjaga anak-anak merupakan kebahagiaan bagi dirinya sebab bisa terhindar dari kekecewaan hati yang ditimbulaj akibat ulah suaminya. Namun dalam kesendiriannya bersama anak-anak merasakan kecemasan dan sering tidak bisa tidur malam atau insomnia.

Ditengah kegelisahannya itulah kehadiran ke Rumah Amalia dengan berdoa bersama, belajar mengaji dan membaca Surat Yasin bersama anak-anak Amalia sedikit demi sedikit membawa ketenangan hatinya.

'Allah Maha mendengar, disaat saya sudah putus asa, doa anak2 Amalia yang memohon agar keluarga kami rukun kembali seolah menjadi nyata. Saya melihat perubahan anak-anak yang cuek terhadap penderitaan saya menjadi mengerti apa yang saya rasakan, anak-anak menjadi penurut dan baik.' tutur beliau.

Bahkan sampai beliau bertemu kembali dengan suaminya. tatkala melihat perubahan sikap dan perhatiannya, suaminya mulai berusaha mendekatinya kembali dan memilihkan hubungan pernikahan yang sudah hancur. Sampai akhirnya selama setahun perpiasahnnya, kehidupan rumah tangga dapat dipulihkan kembali. 'Alhamdulillah, Mas Agus Syafii, keluarga kami berkumpul kembali. Hanya kekuasaan Allahlah yang merekatkan keluarga kami menjadi utuh.' Ucap beliau ditengah butir-butir air mata yang berlinang. Malam itu kami terasa indah karena hati yang penuh kebahagiaan menyelimuti kami semua. Subhanallah.

---
Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqoroh : 186)

Thursday, April 22, 2010

Alhamdulillah

Setiap pagi hari menyambut datangnya matahari sambil menghirup udara segar, tak lupa mengucapkan syukur alhamdulillah atas semua karuniaNya, anak dan istri dalam keadaan sehat juga bisa bertegur sapa dengan teman-teman semua dan berdoa untuk anda sekeluarga semoga dalam keadaan sehat wal afiat.

Saya teringat satu hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah, 'Apabila Rasulullah melihat hal-hal yang menyenangkan, beliau mengucap 'Alhamdulillah, yang dengan nikmatNya amal kebaikan disempurnakan pahalanya.' Dan apabila melihat hal-hal yang tidak menyenangkan beliau mengucap 'Alhamdulillah, atas segala hal yang terjadi.' (HR. Ibnu Majah).

Mengucap alhamdulillah atau kita mengenal dengan istilah tahmid pada dasarnya adalah sebuah kesadaran bahwa apapun yang terjadi, baik dan buruk yang kita jalani dalam hidup ini pada hakekatnya berasal dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena itulah dengan mengucap alhamdulillah maka hati kita menjadi tenteram.

Dengan hati menjadi tenteram merupakan kunci pembuka karunia dan nikmat yang lebih besar dan banyak dari Allah daripada sekedar kenikmatan fisik semata. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Salam, 'Tidaklah Allah memberikan kenikmatan kepada hambaNYa lalu hambaNya mengucapkan alhamdulillah, melainkan apa yang Allah berikan itu jauh lebih baik daripada apa yang ia ambil. (HR. Ibnu Majah).

Itulah makna tahmid dalam kehidupan kita sehari-hari yang mampu memberikan motivasi kita agar tetap semangat bekerja keras dan berusaha dalam mengarungi bahtera kehidupan dengan amal kebaikan.

Wednesday, April 21, 2010

Langit Dan Bumi-pun Menangis

Ketika saya mendengar kabar seorang teman diusia muda meninggal dunia tak kuasa menahan air mata. Air mata kehilangan seorang teman yang gigih dalam perjuangan dan senantiasa tak mengenal lelah untuk selalu mengajak dalam kebaikan. Saya masih teringat kata-katanya yang sering diulang-ulang, 'Sebaik-baiknya orang adalah yang membawa kebaikan untuk orang lain.'

Menangis kehilangan teman dan sahabat yang baik, saya tidak sendirian. langit dan bumi-pun menangis karena kehilangan dirinya. Saya teringat satu kisah Ibnu Abbas ditanya oleh seseorang, 'Wahai Ibnu Abbas, apakah engkau mengetahui firman Allah (QS. an-Nahl (16) : 29), langit dan bumi bisa menangisi seseorang?'

Ibnu Abbas menjawab, 'Benar, sesungguhnya setiap orang memiliki pintu dilangit dimana rizki diturunkan dan amal kebaikannya dinaikkan. Jika seorang Mukmin meninggal dunia, tertutuplah pintu itu dan langit menangis karena kehilangan dirinya. Demikian halnya bumi, bumi juga merasakan kehilangan karena selama ini menjadi tempat beribadah. Diatasnya, seorang Mukmin senantiasa sholat dan berdzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala maka menangislah bumi karena kehilangan. (Tafsir Ibnu Katsir, IV/128).

Bahkan Nabi Muhammad bersabda, 'Ketahuilah tidak ada istilah keterasingan bagi seorang Mukmin , tidak ada seorang Mukmin yang meninggal dunia dipengasingan, dimana dia terasing dari orang-orang yang dicintainya melainkan ia akan ditangisi oleh langit dan bumi. (HR. Ibn Jarir).

Seorang Mukmin bukanlah manusia biasa. Langit dan bumi menjadi saksi seluruh tindak tanduknya. Ketika seorang Mukmin meninggal dunia. Langit dan bumi-pun menangis karena kehilangan orang yang selalu memakmurkan bumi dengan amal kebaikan.

Indahnya Keajaiban

Malam itu selepas Isya ketika pulang kantor saya menjenguk seorang teman. Beliau seringkali hadir ke Rumah Amalia. Sekedar untuk berbagi rizki atau berdoa bersama anak-anak Amalia. Sampai pada suatu hari saya mendapatkan sms, 'Mas Agus, mohon doanya anak-anak Amalia untuk kesembuhan sakit saya.'

Malam itu sempat terpikir bagaimana keadaannya, apakah lebih baik?' Ditengah perjalan saya memohon kepada Allah semoga beliau diberikan kepulihan kesehatan. Tak lama saya sampai di depan pintu rumahnya. Malam itu saya melihat bagaimana beliau bisa berjalan tanpa dipapah, wajahnya terlihat segar, padahal dua hari sebelumnya saya masih melihatnya berjalan dengan dipegangi oleh istri dan anaknya.

'Alhamdulillah, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berkenan memulihkan kesehatan saya kembali, Terima kasih doanya Mas dan juga doa anak-anak Amalia,' tutur beliau sambil menawarkan kue dengan penuh suka cita saya mengambil dan menikmati kue manis dan secangkir teh manis. Terdengar diluar rumah suara tek, tek, tek, nampak seorang penjual nasi goreng keliling mendorong gerobak.

Keajaiban itu hadir dengan begitu indahnya. Dalam kurun waktu sebulan, Allah melimpahkan anugerah untuk beliau dan keluarganya bukan hanya kesembuhan yang diperolehnya namun juga usaha barunya, rumah makan serba lima ribu makin lama makin ramai dan banyak pelanggannya. Subhanallah. Maha Suci Allah..

----
Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS Ath-Thalaq 2-3).

Tuesday, April 20, 2010

Indahnya Zuhud

Ada sebuah pertanyaan yang menarik dari seorang teman, 'Mas Agus, amalan apa yang bagus buat saya agar dicintai Allah dan dicintai manusia?' Kemudian saya mengatakan padanya, Sahl bin Sa'd berkata, telah datang seorang laki-laki pada Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Salam kemudian berkata, 'Ya Rasulullah, tunjukkan padaku satu amal yang bila kuamalkan niscaya Allah mencintaiku dan manusia juga mencintaiku.' Maka Nabi bersabda, 'Berzuhudlah dari dunia niscaya Allah mencintaimu. Berzuhudlah dari apa yang ada ditangan manusia niscaya manusia mencintaimu.' (HR. Ibnu Majah).

Zuhud adalah hati yang selalu merasa ridho sekalipun usahanya gagal. Imam Ghozali menyebutkan ada tiga tanda-tanda orang yang zuhud. Pertama, tidak gembiran dengan apa yang ada dan tidak bersedih karena kehilangan. Kedua, sama saja baginya dipuji atau dicaci. Ketiga, Senantiasa bersama Allah dan hatinya menikmati kelezatan cintanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Alangkah indahnya bila kita sebagai seorang Muslim mampu bersikap zuhud. Kemampuan mengatur hati agar senantiasa ridho atau ikhlas menerima apapun dalam hidup ini sekalipun usahanya gagal tetapi tidak kehilangan semangat terus berusaha untuk meraih kesuksesan. Kesuksesan yang hakiki dunia dan akherat. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akherat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi, sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Q.S. Al Qashash 28 :77)

Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa Allah memerintahkan agar kita menggunakan segala kenikmatan yang diberikan-Nya untuk mendapatkan kebahagiaan hidup di akherat. Namun Allah swt. menegaskan bahwa kehidupan dunia juga tidak boleh kita lupakan. Dari ayat ini kita bisa simpulkan bahwa orang zuhud sangat mengutamakan kehidupan akherat, namun kita tidak meninggalkan kehidupan duniawi, sehingga terjadi keseimbangan antara kebahagiaan dunia dan akherat. Itulah indahnya Zuhud.

Hati Yang Gundah

Siang ini secara tidak sengaja saya bertemu dengan teman lama, dulu kami sama-sama aktifis remaja masjid. Kemudian kami mampir makan siang di Warung Padang. Rendang menjadi menu pilihan kami berdua. Wajahnya tersenyum disaat saya bertanya apa aktifitasnya sekarang.

Raut wajahnya seperti memendam hati yang gundah. Dia bercerita banyak hal. Tentang 3 putra yang harus dihidupinya dan juga usahanya dengan kesungguhan ibadah dan keimanannya tetap tidak mendapatkan apa yang diharapkannya. Terlontar betapa kecewa dirinya kepada Sang Khaliq.

'Sudah hampir sepuluh tahun kaki ini tidak pernah menginjak di masjid,' ucapnya dengan wajah yang serius. beberapa kali nampak dia menarik napas. Mendengar yang diucapkan nasi dan rendang terasa menyangkut ditenggorokan. Buru-buru saya membasahinya dengan segelas es tawar.

Saya bisa merasakan kegundahan hatinya, keputusasaannya, pertanyaan yang terlontar wujud gambaran orang yang beriman namun dirinya tidak kunjung mendapatkan seperti yang dibayangkan. Ada sesuatu yang penting namun telah dilupakan oleh setiap orang bahwa salah satu tindakan yang dapat membuat terjadinya keajaiban adalah kesabaran. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. (QS. al-Baqarah: 153).

Monday, April 19, 2010

Menyapa Senyuman

Seorang murid TK nol Kecil kecewa pada ayahnya karena sang ayah selalu menjawab sama. Disaat si anak tanya, 'Waktu ayah kelas nol, siapa presiden kita?'

Jawab ayahnya, 'Soeharto.'

Pertanyaan meningkat waktu si ayah SD, SMP, SMA, kuliah, siapa presidennya?'

Jawabannya tetap: 'Soeharto.'

Si anak menyergah, 'Ah, ayah payah dah, Apa nggak ada nama lain?'

Cerita diatas saya hanya ingin menyapa teman2 semua agar tersenyum dipagi yang indah ini. Bila kita mampu tersenyum dipagi hari ini akan mengantarkan kita ke depan pintu gerbang rizki dan kebahagiaan. Yuk, tebarkan kebahagiaan untuk orang-orang disekeliling kita..'

Sunday, April 18, 2010

Gambar Itu Menoreh Luka

Kilau cahaya rembulan malam menerangi jalanan. Suara anak-anak Amalia sedang membaca Yasin bersama. Sepasang suami istri hadir ke Rumah Amalia berdoa bersama untuk putri yang dikasihi yang telah berpulang agar Allah Subhanahu Wa Ta'ala berkenan menerima disisiNya yang terindah. Selesai membaca Yasin kami duduk berbincang.

Sang Ibu mengeluarkan buku gambar. Menunjukkan sebuah gambar pada kami. Ada gambar seorang ayah, kakak, mamah yang saling berpegangan tangan. Disampingnya ada bidadari kecil yang sedang tersenyum. Tertulis, ayah, mamah, kakak dan bidadari kecil 'aku.' dan ada tulisan 'ALLAH.'

Tangisan Ibu tertahan ketika melihatnya. Mungkin sikecil sudah menyadari bahwa dirinya akan meninggalkan mereka semua. Ibu itu menutup bukunya dan air matanya semakin tak terbendung. Mengalir begitu saja seolah hatinya perih terbayang putrinya yang cantik belum mampu untuk dilupakannya.

'Aku belum sanggup untuk melupakannya Mas,' ucap sang Ibu pada suaminya.

'Tidak Mah, bukan hanya mamahnya yang salah, aku juga salah mah. Sepatutnya kita mengakui menebus kesalahan kita agar senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk selalu menjaga amanahNya. Tugas kita sebagai orang tua tidaklah selesai, masih ada kakak yang sangat memerlukan kasih sayang kita.' ucap suaminya.

Sang Ibu tersenyum bahagia, ucapan suaminya mampu memberikan kedamaian dihatinya. Tak lupa saya mempersilahkan pada mereka menikmati secangkir teh manis. Senyum indah itu menghangatkan suasana. Anak-anak Amalia terdengar suara riuh menikmati roti lezat. Diluar hujan turun menyejukkan jiwa menyembuhkan luka dihati dengan keikhlasan kehadirat Ilahi Robbi. Subhanallah.

---
Sungguh menakjubkan Seorang Mukmin itu. Bila mendapatkan nikmat ia bersyukur dan itu baik baginya. Bila mendapat cobaan ia bersabar dan sabar itu baik baginya. (HR. Muslim).

Doa Agar Terhindar Dari Hutang Dan Gelisah

Malam yang hening, bila kita renungkan lebih mendalam terkadang kita tanpa sengaja berhutang karena sebuah kondisi yang memaksa kita. Entah karena kegiatan bisnis yang kita lakukan atau karena terdesak kebutuhan hidup. Masalah yang timbul kemudian malah membuat hidup kita menjadi gelisah.

Maka selain melalui ikhtiar menyelesaikan hutang dengan perencanaan keuangan yang baik juga usaha secara optimal. Berdoalah sebab dengan berdoa sama seperti halnya usaha untuk meningkatkan produktifitas yang kita lakukan. Seperti doa berikut dibawah ini.

Allahuma inni a'udzubika minal hammi wal hazani wa a'udzubika minal ajzi wal kasali wa a'udzubika min ghalabatid dayni wa qahrir rijaali.

'Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemurungan dan kesusahan, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan aku berlindung kepada-mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari tekanan hutang dan paksaan orang lain.'

Amin ya robbal alamin.

Kisah Indah Ahad Pagi

Angin bertiup dingin. Matahari menggeliat menyambut pagi. Anak-anak Amalia hadir dengan wajah tersenyum. Muhasabah Amalia dihadiri dengan penuh kegembiraan. Ada yang terasa istimewa dikegiatan hari ini. Ada Kak Yusman, Kak Rani, Kak Nia, Kak Suci dan juga Kak Teti dari Bandung.

Diawali dengan membaca surat Yasin bersama, dilanjutkan dengan membaca al-ikhlas, al-falak dan juga an-Nas dan juga doa. Pada sesi berikutnya ada tausyiah dengan tema, 'Muhasabah: Doa yang diijabah.'

Pada dasarnya setiap ucapan kita adalah doa dan setiap doa akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Seberapa jarak waktu doa itu dikabulkan. Tergantung siapa yang berdoa dan dalam kondisi apa.

Ada seorang Ibu yang baru ditinggal oleh suaminya karena kecelakaan. Dua anaknya laki-laki terdiri usia 5 tahun dan 7 tahun tidak ada yang mengawasinya anaknya suka berantem dan sang ibu membawa kedua anak itu kekuburan bapaknya dan dia mengatakan katakan, 'Nih urus anak-anakmu. Aku sudah tidak sanggup lagi. ' Seminggu kemudian dua anaknya meninggal dunia karena sakit.

Penyesalan Sang Ibu begitu sangat mendalam. Ucapannya adalah doa, dengan cepat diijabah oleh Allah. Muhasabah atau evaluasi diri menjadi begitu sangat berarti bagi dirinya. Memohon ampunan atas kesalahan menjadi begitu bermakna. Kisah itu begitu sangat menyayat hati.

Hikmah yang kita bisa petik dari cerita diatas adalah sebaiknya kita bermuhasabah diri sebelum memanjatkan doa, doa yang kita panjatkan hendaklah tidak didasarkan karena nafsu kekesalan, amarah atau kecewa yang akhirnya membuat penyesalan seumur hidup kita. Hendaklah doa yang kita panjatkan karena ketulusan, keindahan, kesehatan dan kebahagiaan untuk orang-orang yang kita cintai ataupun orang-orang disekeliling kita maka doa kita membawa kebaikan, kedamaian dan keberkahan mereka, orang-orang yang kita kasihi dan kita cintai.

Siang itu terasa damai dihati kami. Senyum Anak-anak Amalia menjadikan hangat didalam jiwa kami. Getaran kebahagiaan menghiasi indah Rumah Amalia. Terima kasih untuk Kakak2 semua yang telah berkenan hadir dan yang juga tidak bisa hadir maupun yang telah mendukung kegiatan kelancaran kegiatan 'Muhasabah Amalia (MUSA) ini. Teriring doa kami, 'Semoga Allah melimpahkan kasih sayangNya dalam berbagai bentuk kenikmatan, rizki, kesehatan, kebahagiaan dan ketentraman hati. Amin ya robbal alamin..

--
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.' (QS. al-Hasyr : 18).

Friday, April 16, 2010

Memohonlah Pada Allah

Ditengah kehidupan yang kian sulit, hempasan gelombang berbagai masalah seolah datang bertubi-tubi. Semua solusi sudah dicoba untuk diterapkan namun belum juga nampak hasilnya. Tidak ada salahnya kita berserah diri pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, memohon dengan setulus hati, dengan kerendahan hati, akan menjadi terasa nikmat dan memudahkan kita menjalani kehidupan ini.

Mari kita sama-sama berdoa, semoga Allah berkenan mengabulkan doa-doa kita dan memudahkan semua kesulitan hidup yang tengah kita hadapi pada hari ataupun hari esok, yang nampak maupun yang tidak nampak.

'Ya Allah, janganlah Engkau biarkan di tempat kami ini seorangpun yang sakit kecuali Engkau sembuhkan, yang mengalami kesulitan kecuali Engkau mudahkan kesulitannya, yang berhutang kecuali Engkau bayar hutangnya, yang sendirian kecuali Engkau berikan pasangan, yang belum memiliki momongan kecuali Engkau titipkan bayi mungil untuknya, yang resah kecuali Engkau hilangkan keresahannya. Tidak juga ada dambaan menyangkut dunia & akherat yg Engkau ridhoi & kemaslahatan untuk kami kecuali Engkau memenuhinya & mempermudahkannya. Amin'

Thursday, April 15, 2010

Terlindungi Oleh Rahmat Allah

Di dalam salah satu kitab mengisahkan, pada suatu hari Syekh Abdul Qadir Jaelani dan beberapa murid-muridnya sedang dalam perjalanan di padang pasir dengan telanjang kaki. Saat itu bulan Ramadhan dan padang pasirnya panas. Beliau bertutur.

Disaat kami sangat haus dan luar biasa lelahnya. Murid-muridku berjalan di depanku. Tiba-tiba awan muncul di atas kami, seperti sebuah payung yang melindungi kami dari panasnya matahari. Di depankami muncul mata air yang memancar dan sebuah pohon kurma yang sarat dengan buah yang masak. Akhirnya datanglah sinar berbentuk bulat, lebih terang dari matahari dan berdiri berlawanan dengan arah matahari. Dia berkata, 'Wahai para murid Abdul Qadir, aku adalah Allah, Tuhan kalian. Makan dan minumlah karena telah aku halalkan bagi kalian apa yang aku haramkan bagi orang lain!'

Murid-muridku yang berada didepanku berlari ke arah mata air itu untuk meminumnya, dan kearah pohon kurma untuk dimakannya. Aku berteriak kepada mereka untuk berhenti, dan aku putar kepalaku ke arah suara itu dan berteriak,

'Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaithon yang terkutuk!'

Awan, sinar, mata air dan pohon kurma sarat dengan buah yang masak. Akhirnya hilang. Syaithon berdiri dihadapan kami dalam rupanya yang paling buruk. Syaithon itu bertanya, 'Bagaimana kamu tahu bahwa itu aku?'

Syekh Abdul Qadir katakan pada syaitan yang terkutuk yang telah dikeluarkan Allah dari rahmatNya bahwa firman Allah bukan dalam bentuk suara yang dapat didengar oleh telinga ataupun datang dari luar. Lebih lagi beliau tahu bahwa hukum Allah tetap dan ditujukan kepada semua. Allah tidak akan mengubahnya ataupun membuat yang haram menjadi halal bagi siapa yang dikasihiNya.

Mendengar ini, syaithon berusaha menggodanya lagi dengan memujinya, 'Wahai Abdul Qadir,' kata syaithon, 'aku telah membodohi tujuh puluh nabi dengan tipuan ini. Pengetahuanmu begitu luar dan kebijakanmu lebih besar daripada nabi-nabi itu!'

Abdul Qadir mengatakan, 'Aku berlindung darimu kepada Tuhanku yang Maha mendengar dan Maha mengetahui. Karena bukanlah pengetahuanku ataupun kebijakanku yang menyelamatkan aku darimu, tetapi hanya dengan rahmat Allah-lah aku bisa selamat.'

Kisah diatas mengajarkan kita agar senantiasa berlindung kepada Allah dari segala Marabahaya, godaan kehidupan materi & duniawi yang senantiasa menyesatkan hati kita. Hanya dengan rahmat Allahlah diri kita dan keluarga bisa selamat dunia akherat.

--
Ya Tuhan, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka." (QS. Al-Baqarah: 201).

Wednesday, April 14, 2010

Pesan Yang Terindah

Malam itu kehadirannya dengan kesendirian. Bersama sikecil duduk dipangkuannya. Di Rumah Amalia terdengar anak-anak Amalia sedang bershalawat. Lelaki muda itu matanya menerawang ke depan. Istrinya yang dicintainya telah pergi meninggalkan selamanya. Justru disaat cintanya semakin mendalam. Luka perih dihatinya tak tertahankan. Perasaan bersalah selalu menyelimuti dirinya.

Dirinya masih teringat sewaktu pulang kerja, istrinya mengajak sholat berjamaah bersama suami dan sang buah hatinya. Istrinya selalu mengingatkan 'Ayah jangan lupa sholat ya kalo mamah tidak ada.' Seulas senyum istrinya sambil menatap wajahnya namun tak juga dimengerti. Malam mereka membaca al-Quran bersama. Bergantian membaca dan saling menyimak. Semuanya berlalu begitu cepat. Canda dan tawa menghiasi rumah. Kebahagiaan itu hadir membawa kedamaian hati.

Pagi hari dirinya menemukan istrinya terpeleset saat mencuci. Tanpa berpikir panjang, bergegas membawa istrinya ke klinik terdekat. Sampai di klinik nyawa istrinya tak tertolong lagi. Air matanya mengalir tak tertahan. Begitu cepat istrinya meninggalkan dia pergi. Masih terngiang pesan terindah dari istrinya 'Ayah, jangan lupa sholat ya kalo mamah tidak ada.' Kata-kata itu terpatri dalam hatinya.

Terbayang olehnya selama ini dirinya tidak bisa menjadi imam yang baik. Ditengah kesibukannya bekerja terkadang mengabaikan sholat. Perbuatan mengabaikan sholat itulah yang telah menyakiti hati istrinya. Begitu istrinya telah pergi selamanya dan tak akan pernah kembali, perasaan kehilangan menyelimuti dirinya. 'Saya ikhlas Mas atas kepergian istri saya..pesan terindah dari istri saya seolah mengingatkan saya agar selalu menjadi Imam yang baik untuk anak saya dengan menjalankan sholat lima waktu.' Ucapnya malam itu. Subhanallah.

--
”Seluruh dunia ini adalah perhiasan dan perhiasan terbaik di dunia ini adalah istri yang sholehah.” (HR. an-Nasa’I dan Ahmad).

Senyum Yuk..!

"Sayang, katakan Audrey itu sebenarnya siapa sih?" tanya seorang isteri pada suaminya.

"O, itu kan kuda yang baru dibeli Pak Djohan tetangga kita!" jawab suaminya.

"Kok aneh, ya, bayangkan saja... kuda itu tadi pagi telepon ke sini!"

Alhamdulillah dipagi hari diawali dengan satu kisah dengan harapan mampu membuat anda tertawa adalah satu kebahagiaan untuk saya. Hidup akan terasa indah apabila dihiasi dengan satu senyuman indah dan tegur sapa untuk orang-orang disekeliling kita. Sebagaimana Nabi Muhammad senantiasa mengingatkan kita agar selalu tersenyum kepada saudaranya, 'Senyummu dihadapan saudaramu adalah shodaqoh.' (HR. Muslim).

Senyum Yuk..

Tuesday, April 13, 2010

Kebahagiaan Yang Hakiki

Perhatikan bagaimana al Quran membimbing kita melihat masalah, seperti yang disebutkan dalam surat al Baqarah ayat 216, 'Boleh jadi engkau membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu, dan boleh jadi engkau menyenangi sesuatu padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui (Q/2:216).

Renungkan pula bagaimana proses yang mengantar kita pada kebahagiaan, ternyata di sana ada pengorbanan. Pesta perkawinan yang sangat membahagiakan ternyata harus didukung oleh pengorbanan banyak hewan yang harus disembelih. Kemerdekaan suatu bangsa juga harus didukung oleh pengorbanan sebagian dari warganya, yakni dengan gugurnya para pahlawan di medan perang. Disadari atau tidak, sebenarnya setiap pribadi harus bersedia berkorban demi kebahagiaan bersama.

Pengorbanan, sifat mengalah harus selalu ada pada diri kita demi mewujudnya kebahagiaan yang hakiki. Suatu bahaya yang mencekam ternyata melahirkan kebahagiaan berupa munculnya orang-orang pemberani yang berhasil mengusir bahaya itu. Pengalaman menderita sakit parah ternyata bisa mendatangkan rasa kebahagiaan, yakni ketika merasakan betapa nikmatnya kesehatan. Jika penderitaan itu terjadi karena kesalahan maka itu adalah tanggungjawab kita sebagai pilihan hidup kita tetapi bila tidak bersalah itulah yang disebut dengan pengorbanan, maka pengorbanan kita akan dibalas oleh Allah dengan ketinggian derajat di akhirat (Q/2:155-157) .

Menurut al Quran, Allah memberikan potensi kepada kita untuk mampu memikul kesedihan dan melupakannya. Dalam surat at Taghabun disebutkan 'Tidak satupun petaka yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia (Allah) akan memberi petunjuk kepada hatinya, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (Q/64:11).

Allah Maha Sempurna, sementara nalar kita tidak sempurna. Adakalanya kehidupan dapat dipahami oleh nalar kita dan seringkali tidak. Kita pernah diributkan oleh lirik lagu yang mengatakan bahwa takdir itu kejam, padahal takdir Allah selalu baik untuk hamba-hambaNya. Persoalan kehidupan memang bukan semata-mata problem nalar, tetapi problem juga rasa, sebagai akibat dari keinginan kita untuk selalu mendapatkan yang terbaik untuk dirinya, keluarga kita atau diri kita saja hingga melupakan yang lain. Jika problemnya demikian maka yang mampu menanggulanginya adalah ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, berperan besar dalam mencapai kebahagiaan yang hakiki, dunia dan akherat.

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (QS Ath-Thalaq 4).

Indahnya Cinta di Medan Perjuangan

Kemaren saya mendapatkan satu pertanyaan dari seorang akhwat, "dimana ikhwan yang soleh itu saya bisa temukan?" Saya katakan padanya laki-laki baik dan sholeh itu berada pada medan perjuangan untuk mencapai sebuah mimpi indah dalam hidupnya.

Bagi setiap orang yang meyakini bahwa hidup adalah perjuangan maka dia hanya mencari pasangan hidup yang berada pada area yang sama, yang bisa mendukung mimpinya yang indah dalam hidup ini. Itulah sebabnya pasangan hidup yang menemukan cintanya di medan perjuangan akan cenderung tahan terhadap kerasnya ombak dan badai samudra kehidupan
karena cinta merupakan sebuah perjuangan untuk mencapai sebuah mimpi indahnya.

Pertemuan cinta di cafe, di gedung film, di pesta tentunya berbeda dengan pertemuan cinta di tenda darurat, di bakti sosial, di kelompok belajar, juga di tempat-tempat pendidikan. Suasana dimana tempat bertemu sangat menentukan bobot cinta itu sendiri. Bagi mereka yang memiliki sebuah keyakinan dia akan tahu kemana arah dan tujuan hidupnya, dia akan mampu menahan penderitaan sebab hidup adalah perjuangan. jika sudah tiba saatnya dia melihat anak cucunya ditempat terhormat karena apa yang telah dilakukannya.

Cinta di medan perjuangan adalah bertemunya dua hati yang berbeda namun memiliki satu mimpi indah. Mimpi itu mampu membangun spirit bagi orang-orang disekitarnya agar melakukan hal-hal yang bermanfaat dan berguna bagi orang lain. Mimpi itu bagaikan virus yang menyebar dengan cepat, yang mampu merubah dunia menjadi lebih baik dimana tidak ada lagi orang yang lemah dalam menghadapi kehidupan. Itulah mimpi orang-orang yang ingin menjadikan keluargaku, surgaku dan dimana setiap orang mampu menjadikan keluarga sebagai medan perjuangan menggapai keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

'Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yg benar.'(QS Al-Hujurat:15).

Monday, April 12, 2010

Meredam Dendam Dengan Kasih Sayang

Pada suatu malam di Rumah Amalia, kami kedatangan tamu. Disaat anak-anak Amalia membaca kitab suci al-Quran beliau mendengarkan dengan khitmad. 'Sudah lama saya tidak pernah mengaji Mas,' begitu tutunya malam itu. Kedatangannya pada malam itu memang sudah diniatkan ingin berbagi keberkahan rizki yang diterimanya untuk anak-anak Amalia. Disaat berkelimpahan rizki rumah tangganya dirundung prahara.

Beliau bertutur, ditengah kesibukannya mencari nafkah. Seolah ditikam dijantungnya yang paling dalam oleh istrinya sendiri justru meninggalkan dirinya dan sang buah hatinya pergi bersama laki-laki lain. Rasa marah dan dendam mengobarkan seluruh tubuhnya, seiring dengan waktu istrinya datang kembali dan meminta maaf seolah tidak ada masalah apapun. Sementara dedamnya sudah terlanjur menjalar.

Air matanya mengalir ditengah wajahnya yang terlihat gersang ketika bertanya apa yang dilakukannya. Saya katakan padanya alangkah indahnya bila kita mampu meredam dendam dengan kasih sayang. 'Cintailah istri anda dengan setulus hati sekalipun pernah melakukan kesalahan, hal itu menjadi indah dimata anak-anak kita dan dimata Allah Subhanahu Wa Ta'ala.'

Setelah sekian lama berlalu, sejak perjumpaan kami malam itu. Beliau kemudian hadir bersama istri dan anaknya di Rumah Amalia. Wajahnya berseri-seri, istrinya dan anaknya terlihat ada kebahagiaan hadir menyelimuti hatinya. 'Sungguh Allah Maha Besar, mampu meredam dendam dihati saya dengan kasih sayang, Mas..' tuturnya. Subhanallah.

---
'Allahuma robbi nabiyyi muhammadin, ighfirly dzanbii wa azhib ghaizha qolbi wa ajirni min mudhilatil fitnah.' Artinya, 'Ya Allah, Tuhan Nabi Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kemarahan dari hatiku dan selamatkanlah aku dari marabahaya kesesatan segala bentuk fitnah.'

Misteri Keadilan Allah

Bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala Maha Adil, secara akademik tak seorangpun yang menolak, tetapi bahwa banyak individu-individu yang secara diam-diam mempertanyakan keadilan Allah juga tak bisa dibantah. Pembicaraan tentang keadilan Allah bukanlah hal baru. Persoalan ini hadir sejak manusia mengenal baik buruk. Pertanyaan-pertanyaan seperti mengapa ada kejahatan, ada kemiskinan, ada penyakit, atau pertanyaan mengapa si A yang baik dan pintar nasibnya buruk sedang si B yang jahat dan bodoh selalu sukses usahanya ?

Sesungguhnya bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas menjadi sangat musykil jika jawabannya dimaksud untuk memuaskan semua nalar, tetapi jika ingin mencari hikmah dari suatu peristiwa yang tidak menyenangkan, maka boleh jadi suatu peristiwa yang semula dinilai negatif, lama-kelamaan akan berubah menjadi positif setelah kita bisa mendudukkan peristiwa itu dalam konteks yang lebih panjang. Suatu golongan meratap-ratap ketika ketuanya yang terpilih menjadi presiden dijatuhkan oleh lawan di tengah masa jabatannya. Segala macam usaha, bahkan doa-doa andalan istighasah pun sudah dipanjatkan untuk mempertahankan kedudukan sang presiden. Kecewa, sedih, marah dan dendam bercampur aduk dalam hati kelompok itu mengiringi jatuhnya sang presiden. Tetapi setelah setahun berlalu, setelah berbagai peristiwa terjadi, nampak bahwa dibalik hal yang mengecewakan itu terdapat hikmah yang luar biasa besarnya.

Sebagian ulama menyatakan bahwa yang dinamakan kebaikan atau keburukan dalam perspektif diatas sebenarnya tidak ada, atau paling tidak adanya itu hanya dalam nalar manusia yang memandang secara parsial, karena segala hal yang datang dari Allah itu pastilah kebaikan., karena sebagaimana disebutkan al Quran, Dialah yang membuat segala sesuatu dengan sebaik-baiknya (Q/32:7). Keburukan itu ada hanya karena keterbatasan pandangan manusia saja. Segala sesuatu sebenarnya tidak buruk, tetapi nalar manusia yang terbatas itulah yang mengiranya buruk.

Nalar kita tidak dapat menembus semua dimensi. Seringkali ketika seseorang memandang sesuatu secara mikro, hal itu dinilainya buruk dan jahat, tetapi jika dipandang secara makro dan menyeluruh, justeru hal itu merupakan unsur keindahan. Tahi lalat jika dilihat secara mikro, yakni tahi lalat itu sendiri maka pasti ia nampak buruk, tetapi jika dilihat dalam kerangka wajah pemiliknya, maka tahi lalat itu justeru bisa menjadi faktor utama kecantikan wajah pemiliknya. Sama halnya ketika kita melihat orang yang kakinya di-potong, terasa ada kekejaman di dalamnya, tetapi jika kita tahu bahwa yang mengampputasi itu dokter sebagai upaya penyelamatan hidup orang itu, maka kita bisa berkata, untung ada dokter yang sempat mengamputasinya, dan di dalamnya ada nuansa terima kasih kepada yang memotong kaki. Oleh karena itu kita tidak boleh memandang kebijaksanaan Allah secara mikro, atau, sekurang-kurangnya ketika kita belum bisa memahami hal itu, kita harus meyakini bahwa dibalik itu ada hikmah tersembunyi.

Berlarilah Menuju Allah

Hidup ini terlalu singkat bila kita berjalan menuju Allah. Kita harus berlari menuju Allah sebelum waktu kita didunia habis dan berakhir. al-Qur'an mengingatkan kita untuk berangkat menuju kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagaimana FirmanNya.

'Oleh karena itu, bersegeralah berlari kembali menuju Allah (QS. adz-Dzariyat 51 :50).

Akan berapa lama lagi kita mempunyai waktu dalam hidup ini? sedetik, sehari, sebulan, setahun, kita tidak pernah tahu ada berapa lama waktu kita dalam hidup ini? seringkali kita menunda untuk kembali kepadaNya. Mari kita bergegas berlari menuju kepada Allah untuk menunaikan sholat tahajud karena kita tidak akan pernah tahu berapa lama lagi kita masih bisa hidup. Sebelum terlambat.

Yuk, sholat tahajud...!

Sunday, April 11, 2010

Kiat Hati Menjadi Tenteram

'(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.' (Ar-Raad 28).

Kiat hati menjadi tenteram adalah dengan berzikir. Dari segi bahasa, zikir mempunyai dua arti menyebut dan mengingat Allah. Hati dengan mengingat Allahlah hati kita menjadi tenteram. Ada orang yang mulutnya menyebut nama Allah Subhanahu Wa Ta'ala tetapi hatinya justeru tidak mengingat Nya, malah mengingat syaitan dan maksiat, sebaliknya ada orang yang selalu ingat Allah meski tak terdengar sebutan nama Allah dari mulutnya.

Pada tradisi Islam dikenal ada zikir jahr dan ada zikir sirr. Zikir Jahr adalah menyebut nama Allah atau kalimah thayyibah (takbir, tahmid, tasbih dan salawat Nabi) dengan mengeraskan suara. Biasanya zikir jahr dilakukan bersama-sama, di masjid atau di tempat khusus (zawiyah) dipimpin seorang guru. Sekarang acara zikir jahr marak dilakukan oleh masyarakat, dipimpin antara lain oleh Arifin Ilham, Ustad haryono dan lain-lainnya. Ada lagi yang disebut istighotsah, artinya mohon pertolongan, isinya membaca doa mohon sesuatu secara ramai-ramai (demontrasi doa) di tempat terbuka.

Jika pada acara tahlilan, zikir lebih merupakan tradisi, pada kelompok pengajian, metode mendekatkan diri kepada Allah. Bagi pengamal tarekat, membaca zikir dalam majlis zikir merupakan hiburan dan kenikmatan spiritual, baik ketika sedang membaca maupun sepulang dari berzikir. Pembacaan zikir yang dilakukan secara reguler yang disiplin dan tertib (disebut wirid) akan mengembangkan "rasa" tertentu yang dapat disebut sebagai religiusitas.

Ekpressi ahli zikir itu pada umumnya tenang dalam menghadapi berbagai persoalan, wajahnya berseri-seri meski kepada musuh sekalipun dan fleksibel dalam mencari problem solving. Zikirnya pada umumnya lebih afektif dibanding kognitif, oleh karena itu mereka pada umumnya enggan menerangkan bagaimana anatomi kenikmatan zikir, bahkan ketika zikir dikatakan sebagai bid`ah atau sesat. Mereka cukup mengatakan cobalah ikut, nanti anda akan dapat merasakan sendiri.

Adapun zikir sirr adalah zikir yang tidak diucapkan dengan mulut tetapi lebih di dalam hati. Bagi yang sudah mencapai tingkat ini, setiap kali melihat fenomena alam yang terbayang adalah Sang Pencipta bukan bendanya, seperti orang yang melihat lukisan indah, ia tidak terpaku pada lukisannya tetapi terkagum-kagum kepada sang pelukis, dan yang dibayangkan adalah jiwa besar kesenimanan sang pelukis.

Jika pengamal zikir jahr mudah dikenali orang karena agenda kegiatannya, juga penampilannya, orang yang sudah mencapai zikir sirr pada umumnya tidak mudah dikenali, karena memang tidak pernah menunjukkan jati dirinya. Secara lahir ia seperti orang biasa lainnya, tetapi dibalik kebiasaan penampilan sesungguhnya ada kekuatan religiusitas yang sangat dalam atau tinggi. Di tengah keramaian hiruk pikuk manusia, kita selalu berduaan dengan Sang Pencipta, di tengah kesepian alam kita justeru merasa ramai bersama Sang Khaliq, kita selalu tersenyum dalam kesendirian, selalu ramai dalam kesepian. Itulah zikir, kiat hati menjadi tenteram.

Thursday, April 08, 2010

Keberuntungan Bagi Seorang Mukmin

Pada suatu hari ada seorang teman bertanya, 'kenapa ada orang yang tidak beriman, tidak pernah sholat malah hidup lebih beruntung daripada kita?' Saya kemudian menjelaskan kepadanya keberuntungan seorang mukmin dan yang bukan tentunya berbeda. Keberuntungan seorang Mukmin akan abadi, dunia akherat sementara keberuntungan orang yang bukan Mukmin hanya sesaat, hanya pada waktu itu saja.'

Keberuntungan berbeda dengan nasib. Dua orang yang memiliki peluang sana belum tentu nasibnya sama. Banyak faktor yang menjadi penentu keberhasilan, ada faktor dibawah kendali dan ada faktor diluar kendali. Teori sederhana mengatakan bahwa semakin tinggi tingkat kecerdasan intelektual (IQ) seseorang, semakin tinggi pula peluang mencapai keberhasilan. Akan tetpi penelitian menunjukkan bahwa banyak orang yang memiliki IQ sangat tinggi justru bekerja dibawah perusahaan yang dipimpin oleh orang yang IQ-nya sedang-sedang saja. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa kecerdasan emosional ( EQ ) lebih signifikan menentukan keberhasilan dibandingkan IQ. mengapa ? karena hukum logika tidak selamanya relevan dengan problem solving. Carut marut masalah sering tidak mengikuti prinsip - prinsip logika, oleh karena itu dibutuhkan pendekatan lain. Diantara pendekatan lain yang relefan dengan problem solving dari keruwetan adalah kearifan dan kesabaran.

Kearifan berasal dari kata arab arofa- ma'rifat-arifin-ma'ruf. yang mengandung arti bukan hanya tahu tapi juga mengenal. orang arif bukan hanya tahu masalah, tetapi juga mengenali karakterristik masalah, sehingga problem solving dengan pendekatan kearifan melahirkan
penyelesaikan yang tuntas, bisa dipahami oleh semua pihak, bukan hanya logis. Hal-hal yang logis sering tidak bisa difahami oleh pihak yang kalah. Orang arif sering sengaja mengalah demi memperoleh kemenangan yang sesungguhnya, bukan kemenangan yang formal.

Kesabaran atau sabar mempunyai devinisi yaitu tabah hati tanpa mengeluh dalam menghadapi cobaan dan rintangan dalam jangka waktu tertentu dalam rangka mencapai tujuan. Jadi sabar itu ada batasnya dan berkaitan dengan tujuan yang ingin dicapai. Orang yang selalu ingat tujuan biasanya mampu bersabar, sementara orang yang lupa tujuan sering mengerjakan hal-hal yang justru membuat tujuan semakin susah dicapai. Sabar bukan kelemahan, tetapi kekuatan menahan hal-hal yang tidak disukai hingga tujuan tercapai. Sabar itu pahit tetapi buahnya manis. Bertindak reaksioner mengikuti hawa nafsu sepertinya memuaskan, tetapi buahnya pahit.

Kunci keberhasilan yang diajarkan oleh Nabi Muhamad, Semua orang muslim berpotensi mengalami kegagalan, kecuali yang beriman. Semua yang beriman juga berpotensi mengalami kegagalan, kecuali yang membuktikan imannya dengan amal perbuatan. Tapi semua yang beramal juga memiliki potensi kegagalan kecuali yang beramal secara ikhlas. Nah, Ikhlas adalah kunci keberhasilan. Ikhlas adalah sikap tanpa pamrih, pamrihnya hanya kepada Allah. Seorang mukhlis mencintai seseorang semata-mata karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala, membenci juga semata-mata karena Allah, menerima pemberian juga semata-mata karena Allah, menolak tawaran juga semata-mata karena Allah.

Orang ikhlas seperti ini (mukhlis) tidak memiliki beban ketika menerima akibat dari sikapnya, akibat nikmat atau akibat derita. Seorang pemimpin yang jujur dan lurus, karena kejujurannya dimusuhi oleh atasannya yang tidak setuju dan akhirnya direkayasa sehingga masuk penjara. Karena keikhlasannya , didalam penjara dia merasa menang, yaitu menang dari godaan tidak jujur. Ia merasa berhasil mempertahankan prinsip kebenarannya.

Didalam penjara dia mengadu kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, robbi assijnu ahabbu
ilayya, "Ya Allah penjara lebih aku sukai daripada aku harus bersekongkol dengan ketidakjujuran." Ketika waktu bergulir dan tiba saatnya kebenarannya terbuka, atasannya masuk penjara dan ia dikeluarkan. Nah, ketika itulah ia bertakbir mengagungkan Allah. mensyukuri keadilanNya. Sekali lagi ia merasa berhasil.

Kunci Keberhasilan dalam Surah Wal' Asr Al-Qur'an surat Al-"Asr terjemahnya demikian: 1. Demi Masa 'Asr, 2. Sesungguhnya semua manusia dalam posisi rugi, 3. Kecuali mereka yang beriman dan membuktikan Imannya dalam bentuk amal sholeh, serta aktif
mengingatkan orang lain tentang kebenaran dan kesabaran.

Asar menurut perkspektif harian adalah saat yang tanggung karena sisa hari yang tinggal sedikit, sudah lelah dan sebentar lagi gelap malam. Asar menurut perspektif umur manusia adalah saat ketika orang sudah melampaui 75% usianya, sudah diusia senja. Asar menurut masa jabatan adalah tahun-tahun terakhir dari masa jabatannya, asar menurut perspektif dunia adalah ketika dunia sudah tua dan manusia hidup dimasa zaman akhir.

Jadi menurut al-Quran semua orang pada saat asar itu dalam posisi lebih banyak memiliki banyak potensi kerugian. Apakah semuanya? Tidak. Orang beriman yang mewujudkan imannya dalam karya nyata memiliki kepedulain sosial komitmen moral selalu beruntung. Tidak pernah rugi, meski sudah di sore hari, meski diusia senja, meski di akhir masa jabatannya, meski hidup di akhir zaman bahkan diakherat kelak, seorang Mukmin akan selalu beruntung.

Tuesday, April 06, 2010

Air Mata Cinta

Air mata cinta seorang anak kepada ayahnya adalah air mata ketulusan. Dalam setiap memanjatkan doa selalu disebutkan nama ayah yang dicintainya, dulu pernah sangat dia benci. Awal perjumpaan dengan saya, pemuda itu melontarkan pertanyaan pada saya 'Berdosakah saya membenci ayah saya yang tidak pernah mengurus kami, istri dan anak-anaknya?'

Malam itu di Rumah Amalia ia bercerita. Bahwa dirinya dibesarkan oleh Ibu yang menjadi 'single parent' dan harus menghidupi ketiga anaknya. Melihat begitu kerasnya ibunya harus banting tulang berjuang untuk anak-anaknya maka pemuda itu begitu sangat membenci ayahnya.

'Saya tak habis pikir kenapa ayah tega meninggalkan kami semua? Ayah buat saya adalah sosok yang tak bertanggungjawab,' ucapnya lirih. Malam semakin larut. Sampah-sampah kebencian menyesaki di dalam dadanya. Semakin ditumpahkan kebencian dirinya semakin tersiksa. Anak-anak Amalia terdengar membaca doa. Doa yang dipanjatkan penuh kasih sayang untuk kedua orang tua.

Entah kenapa mendengar doa itu mata pemuda itu memerah. 'Apakah mungkin saya bisa mengubah benci menjadi cinta pada ayah?' Air mata bening mengalir begitu mudah. Air mata yang mengubah benci menjadi cinta seorang anak kepada ayahnya. Kebencian pada ayahnya telah membuatnya tidak nyaman karena selalu mengganjal dihati dan itu menjadi beban. Sejak malam itu ia bisa mengubah kebencian menjadi cinta pada ayahnya. Bahkan kini malah selalu menyebut nama ayahnya disetiap doa yang dipanjatkan. Subhnallah..

---
'Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.' (Al-Isra' (17) : 23).

Lupa

Pada suatu malam seorang profesor pulang terlambat. Ketika hendak membuka pintu, dia sadar bahwa dia tidak membawa kunci rumah. Akhirnya dia mengetuk-ngetuk pintu rumahnya hingga istrinya terbangun dan membukakan pintu.

Karena keadaan rumah sangat gelap, pada waktu membuka pintu sang istri tidak dapat mengenali si profesor yang adalah suaminya. Sang istri lalu berkata, 'Maaf Pak. Profesor sedang keluar, dia tidak ada di rumah.'

Profesor menjawab, 'Oke, kalau begitu saya akan kembali lagi besok. Terima kasih, Bu!'

Kok ada ya orang lupa ama rumahnya sendiri? Barangkali pertanyaan itu memang tidak perlu dijawab. Cerita diatas hanyalah pengantar senyuman pagi untuk semangat kerja dan ajakan Yuk..berikan senyuman yang terindah untuk orang-orang yang anda cintai dan disekeliling kita.

----
Kita semua milik Allah dan kita semua akan kembali kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah (2): 156).

Bukti Cinta Allah

'Maka sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaqwa.' (QS. Ali-Imran: 76).

Setiap muslim yang bertaqwa kepada Allah akan selalu mendapatkan cintaNya. Tanda-tanda cinta dari Allah dapat dilihat dari keimanannya yang terus menerus bertambah dari waktu ke waktu. Ibadahnya semakin meningkat lebih baik, hubungan sosial semakin dicintai banyak orang. Sensitifitas terhadap penderitaan kepada orang lain terasa lebih peka dan peduli sebab dzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala seolah tidak pernah lepas darinya.

Ada seorang perempuan sholehah yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Dia senantiasa melaksanakan sholat tahajud. Suatu hari majikan mendengar doa-doa yang ia baca dalam sujudnya. Dalam doanya terucap,

'Ya Allah, aku memohon kepadaMu dengan cintaMu kepadaku agar Engkau memuliakanku dengan bertambah ketaqwaan dihatiku.'

Begitu selesai sholat, sang majikan bertanya padanya. 'Darimana kamu tahu bahwa Allah mencintaimu? mengapa engkau tidak katakan saja, 'Ya Allah, aku mohon kepadaMu dengan cintaku padaMu?' Sang pembantu perempuan itu menjawab, 'Bapak, kalo bukan karena karena cintaNya kepadaku, mana mungkin Dia membangunkanku untuk berdiri sholat menghadapNya? Kalo bukan karena cintaNya kepadaku, mana mungkin Dia menggerakkan bibirku bermunajat kepadaNya dikeheningan malam?'

Ya, kalo bukan karena cintaNya kepada kita, mana mungkin kita bisa melaksanakan sholat tahajud disetiap malam. Kalo bukan karena cintaNya kepada kita mana mungkin kita bisa saling mengajak dalam kebaikan untuk menunaikan sholat tahajud. Itulah bukti Allah mencintai kita bisa mempertemukan kita diforum yang mulia ini.

Jangan lupa sholat tahajud ya...

Sunday, April 04, 2010

Doa di Pagi Hari

Ya Allah, segala puji bagiMu sebagai tanda syukur dari kami dipagi hari yang indah ini, Engkau pencurah nikmat sebagai anugerahMu. Ya Allah, anugerahkanlah kami rizki duniawi yang sebaik-baiknya dan rizki ukhrowi yang senikmat-nikmatnya, cerahkanlah hati dan pikiran kami, budi pekerti yang luhur, sehat walfiat dan perlindungan yang sempurna. amin..

Friday, April 02, 2010

Hikmah Dibalik Ujian

Sore itu angin bertiup. Dedaunan berjatuhan. Suara anak-anak Amalia sedang bercengkarama. Seorang Ibu sedang bertandang di Rumah Amalia. Beliau bercerita dengan genangan air mata. Suaminya terkena stroke diusianya yang masih produktif, tidak tahu apa yang harus dilakukan hanya bisa pasrah dan berserah diri pada Sang Khaliq. Berdoa memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar diberikan kesembuhan untuk suami tercinta dan ketabahan bagi dirinya dan sang buah hatinya.

Peran ganda kepala rumah tangga dan sebagai pengurus rumah tangga dikerjakan semuanya. Sementara anaknya yang masih duduk dibangku TK diantarnya berangkat sekolah. dan dijemput oleh tetangga. Begitu pulang sekolah, anaknya sudah mandiri mengurusi keperluannya sendiri.

Sejak suaminya sakit, dulunya yang biasa aja kini menjadi masalah. Dirinya bekerja sebagai karyawan swasta dengan penghasilan standar UMR, sementara suaminya seorang wirausaha yang cukup berhasil, ketika suaminya sakit, sumber penghasilannya terasa mampet. Kehidupan keluarganya hanya mengandalkan gajinya.

'Tahun pertama kami bisa melewatinya, mengijak tahun kedua saya benar-benar panik, tak tahu apa yang saya harus lakukan,' ucapnya lirih. Listrik nunggak, sudah diancam hendak diputus, SPP sekolah anaknya tidak terbayar tiga bulan. 'Yang saya bisa lakukan hanya berdoa memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Ditengah kepanikan beliau sebagai istri, tiba-tiba ada seorang teman yang datang, dia mengajarkan membuat kue dan membantu menjualkan kue-kue ditokonya. 'Sungguh saya tidak menyangka Mas Agus, ditengah himpitan hidup, Allah memberikan jalan keluar yang begitu indah tanpa saya duga,' ucap sang ibu dengan bercucuran air mata.

'Alhamdulillah, Kasih sayang Allah menunjukkan kepada saya ada hikmah dibalik ujian, saya baru tersadar bahwa saya mempunyai kemampuan dibidang usaha tanpa harus berharap belas kasihan orang lain. Pikiran saya terbuka, saya menjadi bersemangat dan optimis. Allah memberikan jalan keluar yang begitu indah.' tuturnya. Sore itu beliau berkenan berbagi rizki bersama anak-anak Amalia didampingi oleh sang suami yang telah pulih kembali dari strokenya dan sekarang telah memiliki toko kue sendiri dikelola bersama suami tercintanya. Subhanallah..

---
'Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya mengatakan 'kami telah beriman dan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka.' (QS. al-Ankabut (29): 2).

Keutamaan Membaca al-Quran

Malam yang sunyi dalam kesendirian membaca al-Quran dengan memahami makna sungguh merupakan kenikmatan tersendiri. Dengan membaca pelan sambil meresapi setiap kandungannya terasa keindahan sendiri, sebagai Allah berfirman, 'Maka bacalah al-Quran apa yang mudah bagimu untuk membacanya.' (QS 73:20). Rasulullah senantiasa mengajarkan kita agar kita mengetahui manfaat dan keutamaan membaca al-Quran diantaranya adalah.

1. Menentramkan hati, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa Salam, ' Tidaklah sesuatu kaum berkumpul di suatu masjid daripada masjid-masjid Allah, mereka membaca al-Quran dan mempelajarinya kecuali turun kepada mereka ketentraman hati, mereka diliputi dengan rahmat, malaikat menaungi mereka dan Allah menyebut-nyebut mereka dan Allah menyebut-nyebut makhluk yang ada disisiNya. (HR. Muslim).

2. Penyembuh. Menurut Ibnu Qayyim dalam kitab 'Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa al-Quran adalah penyembuh yang sempurna dari seluruh penyakit jasmani maupun rohani, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

'Hai Manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman (QS. 10:57).

3. Kedua Orang Tua Mendapatkan Mahkota Surga, dari Muadz Bin Anas, Rasulullah bersabda, 'barangsiapa membaca al-Quran dan mengamalkan apa yang terdapat didalamnya. Allah akan mengenakan mahkota kepada kedua orang tuanya pada hari kiamat kelak. Dimana cahayanya lebih terang daripada cahaya matahari didunia. Maka kamu tidak akan menduga bahwa pahala itu disebabkan amalan seperti itu. (HR. Abu Dawud).

4. Kemuliaan Dari Allah. Orang yang membaca al-Quran senantiasa mendapatkan kemuliaan dari Allah bahkan orang yang masih terbata-bata dalam membaca al-Quranpun mendapatkan dua pahala, sebagaimana sabda Nabi Muhammad,

'Orang yang membaca al-Quran dan ia mahir dalam membacanya maka ia berkumpul bersama para malaikat, yang lebih mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang masih terbata-bata dan merasa berat membacanya maka ia mendapatkan dua pahala.' (HR. Muttafaqun 'Alaihi).

Sementara dihadist yang lain Nabi Muhammad juga bersabda, ' Bacalah dan bacalah sekali lagi bacalah dengan tartil seperti dilakukan didunia karena tempatmu terletak diakhir ayat yang engkau baca.' (HR. Tirmidzi).

5. Dibela di Akherat. Dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi bersabda, 'Bacalah al-Quran maka sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat (pembela) bagi ahlinya yaitu orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya. (HR. Muslim).

Yuk, kita giatkan membaca al-Quran...
AGUSSYAFII BLOG
2006
Proudly powered by : Blogger