Yuk, wujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah

Saturday, July 31, 2010

Orang Besar

Ukuran besar dan kecil sesungguhnya merupakan konsep sosial, oleh karena itu sesuatu yang dipandang besar oleh suatu lapisan masyarakat,mungkin dipandang kecil oleh lapisan masyarakat yang lain.

Tetapi yang jelas ukuran besar itu dihubungkan dengan ruang. Sesuatu yang kecil di tempat sempit bisa dipandang besar, jika dipindah ke ruang besar maka ia dinilai sebagai sesuatu yang kecil. Karena manusia pada hakikatnya adalah jiwanya, maka orang yang bertubuh besar tidak serta merta dipandang sebagai orang besar. Orang besar adalah orang yang fikirannya,gagasannya, perhatiannya dan langkah-langkahnya melampaui ruang (tempat dan waktu) dimana ia berada .

Pemimpin besar suatu bangsa adalah pemimpin yang perhatiannya menyentuh seluruh wilayah negeri dimana bangsa itu berada dan menembus jauh ke masa-masa dimana generasi masa depan akan hidup. Ia tidak terpaku memikirkan dirinya dan keluarganya, tetapi yang difikirkan adalah kesejahteraan bangsa hingga puluhan dan ratusan tahun ke depan. Karena ia berpikir panjang maka seorang pemimpin besar mampu mengalah demi untuk kemenangan di belakang hari.

Mengalah bukanlah kalah, karena untuk mengalah diperlukan kekuatan, sedangkan kalah adalah kelemahan, yakni tidak memampu mengatasi masalah yang dihadapi. Ciri orang besar adalah namanya tetap disebut, nasehatnya tetap didengar, gagasannya tetap diteruskan meski ia telah meninggal puluhan atau ratusan tahun yang lalu. Pemimpin yang pusat perhatiannya pada mempertahankan kekuasaan dirinya adalah orang kecil meski ia menduduki tahta besar.

Friday, July 30, 2010

Kemesraan Suami Istri

Terkadang suami istri tidak harus serius, sekali waktu juga perlu bercanda. sama yang terjadi Sepasang suami istri sedang berada dalam mobil, menyusuri jalan dalam kota, dan saling mendiamkan karena beberapa menit lalu mereka baru saja saling menatap. Tak lama, mereka melewati sebuah areal perkampungan di mana banyak terdapat kambing dan sapi yang sedang merumput.

Si Suami menunjuk ke kawanan kambing dan sapi itu sambil berkata kepada si Istri, 'Saudara-saudara mu ya tuh?'

'Iya,' jawab si Istri, 'Saudara ipar.' mendengar jawaban itu sang suami langsung tertawa, istrinyapun juga ikut tertawa. Itulah kemesraan suami istri.

Apa kabar teman2 semua? semoga dipagi yang indah ini anda dan keluarga senantiasa sehat selalu. Selamat menikmati indah hari ini bersama keluarga, berkumpul dan bergembira. Salam kami untuk keluarga tercinta.

Mengakhiri Kedukaan

Saya pagi tadi menerima email dari seorang Ibu yang beberapa hari yang lalu sempat berkunjung ke Rumah Amalia, beliau menuturkan kisahnya sampai saya meneteskan air matanya terbayang betapa beratnya kehidupan yang harus dilalui oleh beliau.

Assalamu'alaikum Mas Agus Syafii,

Apa kabar pagi ini? semoga Mas Agus dan keluarga besar Rumah Amalia sehat walafiat yak!Masih inget aku to? yang kemaren tempo hari ke Rumah Amalia? Aku pengen sedikit sharing sapa tau bisa membantu buat teman2 yg mengalami prolem yang sama seperti yg sedang aku alami sebagai 'single parent.' status sosial yang keren, Wow....Jika kurenungkan berbulan-bulan telah berlalu. Kusadari sisa-sisa depresi karena kehilangan orang yang kucintai tidak lagi sedemikian besar seperti ketika baru terjadi. Bersama berlalunya waktu dan kesibukan aku bersama anak-anak bisa menyesuaikan dengan tidak hadirnya suamiku dalam kehidupan kami.

Dihari pertama setelah dimakamkan suamiku, anakku yang paling kecil bertanya, 'Mamah, nggak ada papah sepi ya?' Pertanyaan spontan yang terlontar dari anakku itu seperti pisau yang menyayat hatiku. Terasa perih. Hari-hari yang berlalu dalam kesunyian, semua mengingatkan kami kepada seseorang yang hadir dengan senyum dan tawanya diantara kami, anak-anak dan istrinya. Sarapan pagi yang sepi, kami tak berselera melahap apa yang tersedia, meski aku selalu menyediakan telor ceplok almarhum suamiku dan kursi kesayangannya kini tetaplah kosong.

Disetiap dalam percakapan dengan teman-teman di pengajian antar keluarga atau pertemuan arisan yang aku ikuti selama almarhum suamiku masih hidup, aku tidak pernah merasa 'single parent' setiap mereka menanyakan selalu aku menjawabnya dengan kata 'alhamdulillah kami sehat' atau 'kami akan pertimbangkan dulu' kami yang dimaksud adalah aku dan suamiku. Ada rasa dihati yang kurang sreg melihat tatapan mata mereka yang mengenal kami pasca meninggalnya suamiku. Akhirnya aku memutuskan tidak lagi mengikuti acara-acara seperti itu lagi.

Jika aku bertemu dengan orang yang tidak dikenal, ku ceritakan kalo aku masih mempunyai seorang suami dan selalu aku cari alasan mengapa tidak ada di rumah. Aku menyadari bahwa perbuatan seperti itu tidak boleh karena membohongi orang lain namun aku seringkali menghibur diriku sendiri untuk melindungi aku dan keluarga jangan sampai dihina dan direndahkan orang lain setelah mereka mengetahui status perkawinanku. Bahkan di status FBku masih tertulis menikah. Aku belum bisa menerima kenyataan bahwa suamiku sudah tiada. Seringkali aku mengajaknya bercakap-cakap dan seolah dia menjawab dalam bayangan dibenakku.

Dan aku tak suka dengan sebutan 'Single Parent' atau bahasa umumnya disebut dengan 'janda.' sebutan itu membuatku tidak nyaman, nggak enak buatku yang masih muda. Tanpa kusadari perhatianku ama anak-anak menjadi berkurang. Anak-anak tidak terurus karena aku tenggelam dalam kesedihan dan kesunyian tanpa suami sehingga aku sering melamun. Aku menjadi cuek setiap kali anak-anak bertanya padahal mereka juga membutuhkan kasih sayangku sebagai orang tua, ibu yang sekaligus ayah. Wajahku menjadi muram, penampilan yang tidak terurus aku makin menakutkan bagi anak-anak dan para tetanggaku, hehehe..serem nggak tuh Mas ^_^ (ojo diledek yo...!)

Kebayang nggak Mas, aku kayak begitu hampir setahun lebih dikit..terus hidup dalam bayang-bayang almarhum suamiku dan benak hayalanku seolah itu nyata. Sampai aku lihat sampeyan punya kegiatan di Rumah Amalia. Jujur wae sebenarnya aku males dan nggak pengen ke Rumah Amalia cuman waktu itu aku dipaksa ama temanku yang nggak tahu daerah Ciledug, minta ditemenin. 'Yo wis-lah timbangane mumet nang omah wae' aku akhirnya ikut ke Rumah Amalia. Sejak awal pertemuan aku merasakan berbeda seperti bayanganku. Aku merasakan kehangatan dan cinta kasih yang tulus dari Mas Agus dan anak-anak Amalia.

Aku jadi ngerti ternyata ada orang mengalami hal-hal yang lebih berat dari yang aku alami dan banyak orang yang juga kehilangan orang2 yang dicintai, aku sadar status sosialku tidak perlu membuatku malu, tidak perlu dibanggakan namun juga tidak perlu dipersoalan. Doa bersama anak-anak Amalia itu benar-benar membuat hatiku menjadi tenteram dan damai Mas..Ternyata masih banyak orang yang mau menjadi temanku dan mereka menerimaku apa adanya. Sejak dari Rumah Amalia itu aku mengikuti kegiatan-kegiatan baru, seperti kegiatan sosial di RT, pengajian bahkan ikutan Kopdar temen2 di FB.

Aku jadi lebih memperhatikan anak-anakku, kalo waktunya sholat, aku selalu ingetin mereka. Jangan sampai mereka lalai melaksanakan sholat lima waktunya. Ternyata aku masih menjadi manusia yang utuh sekalipun aku udah kehilangan suami. Masih banyak orang yang mebutuhkan keberadaanku, bukan hanya anak-anakku tapi juga teman, kerabat dan aku seperti dibutuhkan bagi anak-anak Amalia. Sekarang aku nggak malu lagi Mas Agus...untuk berterus terang kepada siapapun yang aku jumpai tentang siapa aku yang sebenarnya. Aku sudah cukup kuat dan mampu mengakhiri semua kedukaan yang aku rasakan sekalipun kejujuranku terasa perih dihati. Aku harus bisa bersyukur dan menerima apa yang ada, yang aku miliki sekarang ini bahkan juga hidupku sendiri adalah anugerah Allah Subhanahu Wa Ta'ala, masih banyak orang yang membutuhkan kehadiran dan uluran kasih sayangku Mas..Subhanallah

Thursday, July 29, 2010

Bekal Kehidupan

Di Rumah Amalia malam itu kami kedatangan seorang bapak bersama istri dan anak-anaknya. Kehadiran beliau membawa kebahagiaan untuk kami semua. Terutama anak-anak Amalia. Terpancar dari wajahnya yang berseri-seri bertanda kedamaian dalam hatinya. Beliau sebagai ayah dan suami untuk menjaga harmonisasi rumah tangga dan profesinya sebagai seorang pengusaha tentunya tidaklah mudah. Namun dengan bekal iman yang kuat dan berusaha menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya membuat beliau mampu menjaga keutuhan keluarga dan teladan sebagai kepala rumah tangga bagi anak-anak dan istrinya.

'Bagi saya agama adalah dasar dalam kehidupan kita sehari-hari Mas Agus Syafii, agama merupakan pondasi yang harus dijaga dengan kokoh dalam kepribadian kita,' tutur beliau. Dalam pengakuan beliau dalam menjalankan aktifitas sehari-hari dirinya berusaha keras agar menunaikan segala kewajibannya sebagai seorang Muslim. Terutama dalam mendidik anak. Semua perbuatan haruslah dilakukan sesuai dengan ajaran agama.

Pendidikan agama yang ditanamkan oleh orang tuanya sejak kecil sangat membantu beliau dalam menjalani kehidupan. 'Pendidikan agama adalah bekal kehidupan,' lanjut beliau. Anak-anak Amalia nampak dengan riang menghapal surat al-Ma'un. Suaranya terdengar ramai. 'Setiap kali saya bekerja dan berusaha hasilnya seperti apa, semuanya saya serahkan kepada Allah. Saya selalu membiasakan diri untuk selalu sholat tepat lima waktu dan menyempatkan diri untuk sholat tahajud,' ungkap beliau.

Beliau mengatakan apa yang telah diajarkan oleh orang tuanya selalu diterapkan untuk anak-anaknya. 'Anak-anak tidak bisa hanya disuruh namun juga teladan seorang ayah, kalo saya menyuruhnya sholat tetapi saya tidak sholat lantas buat apa? Anak-anak sekarang itu lebih kritis lo Mas Agus daripada zaman kita dulu,' ucap beliau dengan senyuman. 'Sholat mesti ditanamkan pada anak-anak kita bukan hanya sebagai kewajiban namun juga kebutuhan seperti kebutuhan kita makan sehari-hari.' tambahnya.

Kendati beliau sibuk dengan mengurus kegiatan usaha yang dijalankannya, masalah sholat tidak bisa ditawar-tawar lagi. 'Saya merasa kalo tidak sholat seperti ada yang membuat saya gelisah.' ucap beliau. 'Saya pernah dulu sempat protes dan marah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, tetapi membuat saya makin menderita sampai akhirnya saya menyesal bahwa saya telah salah melangkah. Itulah sebabnya saya tidak ingin anak-anak saya melakukan kesalahan yang sama seperti yang pernah saya lakukan. Itulah sebabnya saya membekali kehidupan anak-anak saya dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.' tutur beliau, terlihat air matanya menetes. Air mata seorang ayah membekali kehidupan anak-anaknya dengan kecintaan kepada Allah. Subhanallah.

---
Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. ( QS. Ath-Thalaq : 4)

Wednesday, July 28, 2010

Yang Terbaik Untuk Kita

Pernah ada seorang pemuda datang menghampiri saya dan mengatakan, 'kenapa hidup saya selalu tidak beruntung, wajah saya terbilang jelek, saya miskin, tidak memiliki teman, saya kalo berjalan terlihat aneh, saya selalu gugup berkumpul dengan orang banyak. Saya ingin tampil percaya diri, banyak teman, tidak gugup. Saya ingin sempurna, saya ingin bahagia Mas Agus.'

Itulah gambaran, apabila kita mengejar impian tidak tercapai, hidup kita menjadi terasa terpuruk, jatuh dan tersungkur. Kepercayaan diri juga ikut terjatuh, yang dirasakan hidupnya semakin jauh dari harapan yang diinginkannya karena disebabkan ketidaksempurnaan yang yang ada pada dirinya.

Ketika dalam kehidupan kita sudah seperti itu, dirundung dalam kegagalan dan kesedihan. Cara pandang terhadap diri kita dan terhadap orang lain menjadi berubah. Menginginkan diri sempurna, menganggap Allah tidak adil, bahkan semakin iri apabila orang lain lebih baik daripada dirinya.

Pada dasarnya Allah sudah menetapkan rizki, jodoh, kehidupan pada setiap orang dengan keadilanNya. Namun disaat kita sedang tertimpa kegagalan dan kesedihan terasa berat kita menjalaninya. Seolah Allah Subhanahu Wa Ta'ala berlaku tidak adil, kenapa Allah menciptakan penderitaan? Kenapa Allah harus menurunkan ujian atau musibah hanya untukku?

Memang terkadang hidup ini terasa berat, bila kita merasa dirundung kesedihan. Kegagalan menggapai impian bukanlah akhir dari segalanya. Percayalah bahwa sesungguhnya Allah tidak akan pernah menjerumuskan kita namun Allah telah memberikan yang terbaik dalam hidup kita karena kegagalan dan kesedihan kita saat ini tidak bisa kita melihat yang terbaik yang ada pada diri kita. Apa yang ada pada diri kita saat ini dan apa yang kita miliki saat ini itulah yang terbaik pada diri kita.

--
Boleh jadi engkau membenci sesuatu padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi engkau menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, sedangkan engkau tidak mengetahui apa-apa. (QS. al-Baqarah : 216).

Mensyukuri Penderitaan

Pernah ada seorang teman yang kepada saya, 'aku ini sudah rajin sholat dan beriman kepada Allah, kenapa sih Allah malah memberikan cobaan dalam hidupku? Mestinya kalo aku rajin sholat malah hidupku bahagia dong?'

Saya kemudian bertanya padanya, siapa yang bilang kalo kita rajin sholat dan semakin beriman kepada Allah kita menjadi bahagia seolah tidak akan duji oleh Allah? Yang terjadi malah sebaliknya. Semakin tinggi tingkat iman dan taqwa seseorang maka ujian yang Allah berikan semakin berat. Ujian, penderitaan, cobaan dan musibah adalah wujud kasih sayang Allah sebab semua itu untuk kebaikan diri kita agar kita menjadi semakin kuat dalam mengarungi kehidupan.

Jika iman kita memang sebenar-benarnya iman maka penderitaan tidak membuat kita menjadi terpuruk malah menjadi bertambah kokoh iman dan taqwa kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Namun bila imannya semu dan hanya topeng semata maka sedikit penderitaan saja membuat dirinya jatuh tersungkur kembali menjadi kufur.

'Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan, 'Kami telah beriman' sedang mereka tidak diuji lagi?' (QS. al-Ankabuut : 2).

'Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramy dan belum nyata orang-orang yang bersabar.' (QS. ali-Imran : 142).

Oleh sebab itu setiap penderitaan yang kita rasakan patutlah kita mensyukurinya karena penderitaan itu untuk menyeleksi dan membuktikan apakah kita orang yang kuat ataukah orang yang lemah?. Mensyukuri penderitaan berarti mensyukuri kasih sayang Allah yang telah meningkatkan kualitas diri kita menjadi seorang Mukmin dan Muttaqin yang sesungguhnya.

Mari kita syukuri setiap penderitaan yang hadir..

Tuesday, July 27, 2010

Ketegaran Seorang Ibu

Minggu Malam setelah kegiatan 'Aksi Sosial Amalia' seorang ibu berkenan hadir di Rumah Amalia. 'Maaf Mas Agus, saya hadir justru di malam hari.' tutur beliau. Kami bercerita tentang kegiatan 'Aksi Sosial Amalia' sungguh sangat meriah, banyak teman2 yang berkenan hadir. Banyak Ibu dari anak2 Amalia bertumpah ruah dijalan. Anak-Anak Amalia mengikuti lomba bersama Kak Dian, Kak Suci, Kak Yusman, Kak Nia, Kak Ranie dan di bazaar banyak juga Kakak relawan yang juga ikutan pada kegiatan 'Aksi Sosial Amalia.'

Setelah kami bercerita kegiatan 'Aksi Sosial Amalia' beliau kemudian curhat, Kehidupannya sepintas terlihat berlimpah karena suaminya seorang pengusaha sehingga dirinya dan anak-anaknya selalu tampil menawan. Namun bila dilihat lebih mendalam kehidupannya berbaur dengan berbagai penderitaan yang datang silih berganti tetapi semua itu dianggapnya sebagai kasih sayang Allah kepada dirinya sehingga yang dirasakan kedamaian dalam jiwa.

Sampai pada satu hari perusahaan yang dikelola oleh suaminya mengalami kredit macet, seluruh rumah dan kekayaannya disita oleh Bank. Perusahaannya jeblok. 'Kami bersyukur karena Allah pernah menitip rizki yang berlimpah dengan kekayaan materi, kini kami patut ikhlas menerima musibah yang telah menjadi kehendakNya.' tutur beliau yang nampak terpukul dengan musibah itu.

Pederitaannya masih terus berlanjut, suaminya terserang sakit jantung. Praktis hanya bisa di tempat tidur dalam keadaan yang mengenaskan. Sementara Ibu harus membanting tulang mati-matian untuk memenuhi kebutuhan dapur dan biaya pengobatan untuk suami tercinta. Upayanya selama setahun tidak mampu menghindarkan apa yang sudah menjadi kehendak Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Suami menghembuskan napas yang terakhir. Kenyataan itu mengguncang jiwanya, tangis dan air mata adalah sisa kekuatan yang terakhir dimiliki olehnya.

Diawal kehidupannya sebagai 'Single Parent' tidaklah mudah dengan 4 anak yang harus dihidupinya teramat berat dipikulnya. Dengan segala upaya kesabaran, keikhlasan dan kekuatan dari anak-anaknya Ibu perlahan kembali bangkit. Namun Allah belum berhenti menguji ketabahannya sebagai orang yang beriman. Dokter menyatakan bahwa ginjalnya sudah rusak, tidak bisa disembuhkan lagi, tubuhnya drop, berat badan langsung turun dalam waktu seminggu. 'Dokter memvonis umur saya hanya bisa bertahan paling lama enam bulan, Alhamdulillah hingga kini saya masih disayang Allah diberikan umur yang panjang,' tutur beliau.

Segala puji bagi Allah bagi semesta Alam, saya masih diberikan amanah oleh Allah untuk hidup. Saya berniat untuk menggunakan sisa hidup saya dengan berbuat baik dan shodaqoh untuk anak-anak Amalia.' tutur beliau malam itu. Peristiwa yang menimpanya bertubi-tubi menjadikan jiwa semakin tegar. Menjadikan beliau semakin yakin bahwa semua cobaan itu agar dirinya semakin kuat imannya dan kuat hatinya menuju jalan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

'Sebagai manusia mungkin saya pernah melakukan banyak hal yang dilarang oleh Allah, namun hanya satu yang saya harapkan bahwa semua cobaan, ujian dan musibah yang saya alami makin menguatkan iman saya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala,' ucapnya dengan mantap. Sungguh indahnya ketegaran seorang Ibu yang hadir di Rumah Amalia. Subhanallah. Maha Suci Allah.

Monday, July 26, 2010

Doa Memohon Kebaikan

Ya Allah, baikkanlah agamaku yang merupakan pemelihara bagi urusan2ku, baikkanlah duniaku yang padanya terdapat kehidupanku, baikkanlah akheratku yang padanya tempat aku kembali dan jadikanlah hidup sebagai penambah kebaikan bagiku serta jadikanlah mati sebagai peristirahatan bagiku dari semua kejahatan. (HR. Muslim).

al-Munawi dalam kitab Faidhul Qadir mengatakan, maksud dari pemelihara bagi urusan2ku adalah pemelihara bagi urusan2ku dalam keburukan dan kerusakan. Sebab orang yang rusak agamanya rusak pula seluruh urusan hidupnya sehingga jadilah ia orang yang merugi di dunia dan di akherat. Maksud baikkanlah duniaku adalah cukupkan hidupku di dunia dengan rizki yang halal, yang dapat membantuku untuk taat kepadaMu. Sedangkan baikkanlah akheratku adalah baikkan akidah dan amalan didunia ini sehingga aku menjadi orang yang beruntung di akherat nanti.

Maksud dari jadikanlah hidup sebagai penambah kebaikan bagiku adalah jadikan hidup sebagai sarana bagiku untuk berbuat taat kepadaMu. Sedangkan maksud dari jadikanlah mati sebagai peristirahatan bagiku dari semua kejahatan adalah jadikan mati sebagai jalan keluar bagiku dari segala kesedihan, kesulitan dan kesengsaraan hidup di dunia sehingga aku terbebas dari semuanya.

Sunday, July 25, 2010

Doa Memohon Keberkahan Keluarga

Robbanaa hablana min azwaajina wadzurriyaatina qurrota a'yun, waj'alnaa lil muttaqiina imaama. Artinya, Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, pasangan hidup dan keturunan yang menenangkan hati bagi kami dan jadikanlah kami pemimpin orang-orang yang bertaqwa (QS. al-Furqan : 74).

Dalam tafsir Ibnu Katsir bahwa Ibnu Abbas mengatakan yang dimaksud dengan keluarga menjadi penenang hati adalah keluarga yang taat kepada Allah. Ikrimah juga mengatakan demikian. Ketika Hasan al- Bashri ditanya tentang doa ini, ia menjawab, 'Yakni ketika seorang Muslim melihat pasangan hidupnya, anak-anak dan karib kerabatnya taat kepada Allah. Demi Allah! Tidak ada yang lebih menenteramkan hati selain melihat pasangan hidup kita, anak-anak kita dan keluarga kita taat kepada Allah.'

Ibnu Abdul Barr dalam kitabnya 'al-Istidzkar mengatakan, Doa ini terkandung pelajaran yang sangat berharga yakni setiap Muslim harus berusaha menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dan keluarganya dalam kebaikan dan ketaqwaan yang terlebih dahulu sebelum menjadi panutan bagi orang lain. Jika ia berhasil menjadi panutan maka ia akan memperoleh pahala yang besar disisi Allah karena amalnya sendiri, amal keluargannya dan amal orang-orang yang mengikutinya.'

Saturday, July 24, 2010

Hidup Itu Indah Mira

Malam rembulan tenggelam dalam kegelapan. Angin bertiup menusuk tulang. Perempuan terbaring lemah di Rumah Sakit. Ketika hidupnya merasa tidak berarti laki-laki itu selalu datang tepat waktu untuk menyelamatkan hidupnya. Kini laki-laki itu telah menjadi suaminya. Kebahagiaan selalu hadir karena memiliki suami yang setia dan selalu memberikan semangat hidup.

'Hidup ini indah Mira.'

'Kamu harus kuat Mira, Jadilah pemenang dalam hidupmu, Jangan pernah menyerah dan kalah dalam penderitaan Mira. Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu.'

Kata-kata itu dan senyuman khas suaminya selalu menenteramkan dan menguatkan hati disaat dirinya hancur dan terpuruk seolah bernapas dalam lumpur.

tak berapa lama wajahnya bersedih, duduk termenung. hapenya terlepas. adiknya baru mengabarkan. 'Kak Mira, abang celakaan dijembatan layang, ada mobil yang menabrak sepeda motornya. Abang meninggal dunia Kak.' AIr matanya menetes, raut mukanya tanpa ekspresi hanya mampu berserah diri pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, masih teringat ucapan suaminya.

'Hidup ini indah Mira.'

--
Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah sedangkan dia orang yang berbuat kebaikan maka sesungguhnya ia berpegang teguh kepada tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan. (QS. Luqman : 22).

Friday, July 23, 2010

Sang Buah Hati

Menginjak pada tahun kedelapan pernikahannya. Pasangan suami istri pergi ke dokter untuk konsultasi. Dokter itu terkenal bertangan dingin bagi pasangan yang tidak subur. Tetapi jawabannya langsung membuat pasangan itu menjadi lemah lunglai. Ketika hasil pemeriksaan bahwa istrinya sudah melewati batas masa kesuburan.

'Ibu sebaiknya tidak berharap lagi punya anak namun perbanyaklah berdoa memohon kepada Allah Maha segalaNya bagi kita.' ucap Dokter.

Akibatnya istri menjadi putus asa dan dirundung gelisah. Suaminya berinisiatif untuk bershodaqoh. Tak lama kemudian pasangan suami istri itu berkenan hadir ke Rumah Amalia berniat untuk bershodaqoh dan berdoa bersama anak2 Amalia memohon kepada Allah agar segera mendapatkan keturunan.

Tiba-tiba keajaiban terjadi, semula istrinya mengalami keterlambatan menstruasi, menganggap biasa tetapi ketika berlangsung beberapa hari segera pasangan suami istri itu memeriksakan ke dokter. Kata dokter ternyata positif hamil. Tak terbayangkan kebahagiaan diwajah pasangan suami istri itu ditengah memasuki tahun kedelapan pernikahannya dan dokter sudah menyerah, memvonis bahwa tidak mendapatkan keturunan. Allah Maha Mendengar permohonan dan kepasrahan pasangan suami istri itu.

Tak kuasa menahan air mata yang terus menetes karena kebahagiaannya. Sang istri memanjatkan puji syukur kehadirat Allah, 'Ya Allah, syukur kami panjatkan atas anugerahMu, Engkau telah memberi anak, sang buah hati yang kami harapkan.' Allah Maha Besar, apapun akan terjadi bila Allah telah menghendaki meski harapan itu sudah menipis dalam hidup kita.

---
Obatilah orang yang sakit dengan shodaqoh, bentengilah harta kalian dengan zakat dan tolaklah bencana dengan berdoa (HR. Baihaqi).

Mengembalikan Dompet

Pada suatu hari ada seorang anak laki-laki yang jujur mengembalikan dompet seorang bapak yang jatuh 2 hari lalu di lapangan futsal dekat rumahnya.

Seteleh menerima dompet itu Sang Bapak membuka dompetnya penuh keheranan dan mengatakan, 'Aneh ya, ketika dompet saya hilang hanya terdapat uang sebanyak lima puluh ribuan satu lembar. Kenapa sekarang berubah menjadi empat lembar sepuluh ribuan dan 10 lembar seribuan?'

Anak itupun menjawabnya, Maaf Om, sayalah yang menukarnya, soalnya dulu saya pernah mengembalikan dompet orang, dan ia mengatakan bahwa ia tidak punya uang kecil untuk hadiah buat saya'

Ya begitulah anak-anak selalu saja dengan kepolosannya. Semoga cerita diatas mampu menyegarkan suasana dihari yang indah ini. Teriring salam dan doa untuk anda dan keluarga tercinta. Semoga Allah senantiasa melimpahkan kesehatan selalu. Amin Ya Robbal alamin.

Terima kasih atas kebersamaannya dihari-hari yang indah ini..

Thursday, July 22, 2010

Anda Harus Kuat!

Sifat yang mendasar pada diri kita bila tertimpa kesedihan adalah hati menjadi lemah. Itulah sebabnya kenapa kita diciptakan dalam kondisi yang berbeda secara pisik dan kejiwaan. Setiap orang memiliki hati yang berbeda-beda sesuai peran dan tugas masing-masing. perbedaan tugas dan peran inilah kemudian Allah memberikan ujian, cobaan, musibah dan kesedihan yang berbeda-beda pada setiap insan. Semakin tinggi kualitas seseorang semakin berat cobaannya.

Hati kita menjadi lemah karena kecintaannya yang berlebihan kepada harta, pasangan hidup, ego, pisik, jabatan atau bahkan juga status sosial sehingga Allah memberikan cobaan dengan 'sentilan pada kelemahan itu maka kita merasakan betapa besarnya cobaan yang Allah berikan kepada kita.

Ada orang yang sangat mencintai hartanya. dikumpulkannya setiap hari, begitu tiba-tiba Allah mengambil kembali semua hartanya dengan kebangkrutan dan habis dilalap sijago merah, tidak ada lagi yang tersisa membuat hatinya menjadi melemah dan ujungnya menjadi depresi.

Ada juga yang lemah dalam pasangan hidup. Orang yang lemah dalam pasangan hidup, tidak akan menderita bila cobaannya adalah harta namun bila ditinggalkan oleh kekasihnya maka hal itu menjadikan hidupnya begitu teramat menderita. Maka hati harus senantiasa dijaga agar tidak melemah. bila hati tersenggol oleh ujian, cobaan dan musibah kita akan merasa sebagai penderitaan yang teramat menyakitkan. jiwa dan raga kita menjadi hancur dalam kesendirian dan kesunyian.

Anda harus kuat, jangan biarkan diri anda melemah. Allah menempa kita dengan penderitaan agar kita menjadi kuat.

--
Janganlah kamu bersikap lemah dan jangan pula kamu bersedih hati padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.' (QS. ali - Imran : 139).

Biarkan Aku Menangis

Ditengah malam, para hamba yang membelah kegelapan, mengharap ampunan Allah dengan menumpahkan semua air matanya. Tersungkur dalam sujudnya. 'Biarkan aku menangis Ya Allah, sebelum datang hari yang penuh tangisan. Sebelum terbakar semua tulang dan sebelum datang malaikat maut yang tidak pernah mengingkari perintahMu.'

'Aku tangisi diriku sebelum datang hari yang penuh tangisan dan sebelum datang hari yang tidak bermanfaatnya tangisan. Dua mataku seperti awan yang menangis menumpahkan air mata bagaikan hujan, menyembuhkanku dari rasa takut kepadaMu, sebelum air mata berubah menjadi darah dan sebelum titik hujan berubah menjadi batu.

Biarkan aku menangis Ya Allah, mengharap ampunanMu!'

---
Ketahuilah, tangisan dan air mata yang mengalir bertanda hati dan perasaan yang lembut. Mata yang tidak menangis menunjukkan kerasnya hati dan perasaan. Itulah sebabnya Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Salam menganjurkan kita agar menangis. 'Diharamkan neraka atas mata yang menangis karena takut kepada Allah.' (HR. Ahmad).

Wednesday, July 21, 2010

Sholat Dalam Kesunyian

Malam hujan turun rintik-rintik. Angin bertiup dingin menusuk tulang. Dipojok ruang yang sempit nampak ada yang sedang menunaikan sholat. Dalam sholatnya terlihat khusyuknya. Air matanya mengalir membasahi baju. Terdengar isak tangis yang membuat hati terasa pilu. Sholat itu menjadi terasa begitu indah. Selesai salam dia memanjatkan doa. Tak lama hanya ada kesunyian dan tarikan napas. Disambil orang yang sholat, ada seorang sahabat yang duduk disampingnya.

'Apa kamu pernah marah sama Allah?' tanya sahabatnya.

Terdengar suara istighfar tak putus-putus. Air matanya masih terus saja mengalir. Beberapa tangannya mengusap pipinya yang basah.

'Pernah..tapi itu dulu, sekarang tidak.'

'Kenapa?'

'Karena Dia tidak adil, hanya penderitaan yang selalu Dia berikan. Bertahun-tahun aku menjauh, melupakanNya, aku kecewa padaNya.'

Kesunyian kembali senyap.

'Lantas untuk apa kamu sholat malam ini?'

Ditatap wajah temannya yang sedang terdiam. Seumur hidup dirinya sholat tidak pernah sampai bisa meneteskan air mata bahkan menangis terisak-isak. Dirinya teringat bagaimana Rasulullah senantiasa menangis setiap sholat malam. Malam ini dia melihat sahabatnya menunaikan sholat dengan menangis terisak-isak, begitu menyayat hatinya.

'Ibuku meninggal malam ini, aku tidak tahu cara berdoa. aku hanya bisa sholat untuk mendoakan ibuku.'

Agar Doa Kita Dikabulkan

Bagaimana agar doa kita dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala? Syarat utama adalah ikhlas, ikhlas adalah nyawanya dari badah dan tidak ada ibadah tanpa disertai dengan keikhlasan semata karena Allah. Sebagaimana Firman Allah, 'Dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepadaNya.' (QS. al-A'raf : 29).

Syarat kedua agar doa kita dikabulkan adalah dengan amal sholeh atau perbuatan baik untuk orang lain, dengan amal sholeh inilah mendekatkan diri kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sebagaimana kisah tiga pemuda sholeh yang terjebak di dalam goa selamat dengan memanjatkan doa yang disertai dengan amal sholeh atau perbuatan baik. Doa yang dipanjatkan adalah.

'Maka ampunilah bagi kami dosa-dosa kami Ya Tuhan dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami serta wafatkan kami bersama orang-orang yang berbakti.' (QS ali-Imran : 193).

Syarat yang ketiga, Meminta tolonglah kepada orang yang sholeh atau orang yang bertaqwa kepada Allah, anak yatim atau fakir miskin agar mendoakan kebaikan untuk kita. Sebagaimana satu hadist diriwayatkan Suatu ketika Rasulullah sedang berkhutbah diatas mimbar seorang badui berkata kepada Rasulullah, 'Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar hujan diturunkan kepada kami.' Maka beliau berdoa kepada Allah, beberapa saat kemudian turunlah hujan dengan seizin Allah. (HR. Bukhari & Muslim).

Apapun yang terjadi setelah kita berdoa, itulah bentuk dikabulkannya doa kita oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, jangan pernah berhenti berdoa sebab dalam doa yang tulus ada kenikmatan tiada tara dengan adanya kita menjadi akrab dengan Allah dan kita tahu bersyukur atas apapun pilihan Allah dalam terkabulnya sebuah doa.

Tuesday, July 20, 2010

Sholat Sebagai Penyejuk Jiwa

Ketika kita dihadapkan dengan badai dan ombak samudra kehidupan yang terasa berat, tidak ada cara yang bisa dilakukan kecuali tawakal kepada Allah. Demikian juga ketika kita harus mengarungi berbagai permasalahan hidup hanya kepada Allahlah kita berserah diri.

Itulah yang dialami seorang Ibu, malam itu beliau bersama suami dan putrinya sedang berdoa bersama dengan anak-anak Amalia untuk almarhum putra tercintanya, meninggal dunia diusia muda. Di Rumah Amalia terdengar lantunan ayat suci, dalam keheningan kami khusyuk memanjatkan doa, memohon kepada Allah agar putra tercinta diterima disisiNya. Setelah selesai, Malam itu kami melanjutkan perbincangan.

Menurut beliau cobaan yang teramat berat dalam hidupnya adalah disaat dirinya dan keluarganya kehilangan putra pertamanya setahun silam. 'Waktu saya ditinggal putra saya, alhamdulillah saya bisa melalui dengan sholat, sholat adalah penyejuk jiwa saya. Semuanya saya kembalikan kepada Allah.' Beliau mengaku mulai rajin sholat sekitar setahun yang lalu. Waktu itu beliau merasakan guncangan itu begitu luar biasa sehingga membuatnya rajin untuk melakukan sholat dan pada saat itu pula beliau memutuskan untuk menutupi aurat sebaik mungkin dengan memakai jilbab.

Kebiasaan sholat sebagai penyejuk jiwa dijalaninya, tidak hanya dirinya, tetapi juga suami dan anak-anaknya. 'Kami sekeluarga suka sholat berjamaah dan dilanjutkan dengan mengaji bersama.' tutur beliau. AIr matanya berlinang, sesekali mengusap wajahnya yang basah. Dalam pengakuan beliau hidupnya sering menghadapi masalah. 'Dalam hidup, siapapun orangnya tidak akan pernah dari masalah, ujian, kesulitan dan penderitaan. Semua itu hal yang biasa namun yang membedakan bagaimana cara menyelesaikan masalah itu sendiri dan saya memilih menyelesaikan dengan sholat, berserah diri pada Allah.' Tutur beliau. Malampun terasa hening, kami meresapi makna setiap tutur dalam keberserahan seorang hamba kepada Sang Khaliq. Subhanallah, Maha Suci Allah.

--
Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk(QS. al-Baqarah: 45).

Ampuni Aku Ya Allah!

Dalam keheningan malam menangis meneteskan air mata dan berdoa dengan hati yang tersayat perih, 'Hatiku menangis karena dosa-dosa namun bergembira saat melakukannya, kemudian mataku menangis sedih atas apa yang terjadi akibatnya.'

Wahai masa muda, Wahai Pemberi Rahmat, sekehendakNya kepada salah seorang dari orang-orang yang menangis, apakah Engkau akan menjagaku kelak di Masa Kebangkitan?'

Walaupun belum Engkau terima taubatku, Wahai Yang Maha Mulia, telah mendekat juga bagiku waktu kembali. Wahai Yang Pengasih, walaupun Engkau palingkan wajahMu dariku, maka dengan yang haq, aku akan menjaga wajahku agar tidak berpaling dari wajah-Mu. Jika Engkau luaskan nikmatMu dan Engkau beri aku nikmat yang tiada habis sejak dahulu kala, tidak akan menjadikan nikmat bagi aku yang pendosa.'

Ampuni aku Ya Allah!

--
Dari tujuh orang yang mendapatkan naungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala pada Hari Kiamat kelak, ketika matahari hanya sejengkal dari kepala adalah air mata yang menangis memohon ampun kepada Allah, sebagai Sabda Nabi, 'Dan orang yang mengingat Allah sendirian, lalu air matanya bercucuran.' (HR. Bukhari & Muslim).

Monday, July 19, 2010

Allah Tidak Tidur

Kemaren siang saya mendapatkan email dari seorang Ibu yang bertutur tentang pengalaman beliau bahwa Allah tidak tidur, Allah selalu membalas apapun yang pernah kita lakukan dalam hidup ini, tanpa terasa air mata saya menetes membaca email yang menuturkan pengalaman beliau.

Assalamualaikum Mas Agus,

Boleh khan saya sedikit sharing mengenai pengalaman saya pribadi yang bisa diambil hikmahnya yang mungkin bisa Mas Agus sharing-kan keteman-teman yang lain.

Yang pertama adalah :
Pada suatu hari saya pulang dari tugas luar kota. Sambil menunggu supir menjemput di bandara saya melihat seorang gadis mahasiswi berdiri kebingungan dan bertanya kepada saya, apakah bis yang menuju Blok M sudah lewat. Saya jawab sudah kira2 5 menit yang lalu dan dia bertanya yang akan datang masih lama gak. Saya jawab biasanya lama. Saya juga menanyakan mau kemana yang dijawab mau ke daerah Cilandak. Karena saya kasian saya tawarkan untuk ikut saya. Walaupun rumah saya di Cibubur, saya tawarkan saya akan lewat Cilandak. Dan saya antarkan sampai Cilandak. Sampai sekarang saya juga tidak tau namanya.

Beberapa minggu kemudian saya ditugaskan ke Palembang untuk yang pertama kali, saya belum pernah kesana dan Alm. suami saya pada waktu itu bilang harus berhati2 karena disana banyak penjahat yang biasa menghilang di lorong2 setelah melakukan kejahatan.

Alhamdulillah di pesawat saya duduk bersebelahan dengan Ibu, yang saya juga lupa namanya, hanya yang pasti beliau mempunyai perkebunan kelapa sawit. Beliau menawarkan untuk mengantar saya ke hotel tanpa dikenakan biaya apapun dan keadaan saat itu hujan lebat. Saya bersyukur sekali karena dalam keadaan hujan lebat, tidak tau daerah, kwatir akan keselamatan, ada yang membantu tanpa pamrih.

Allah tidak tidur, Dia melihat dan membalas semua yang kita lakukan.

Kejadian kedua adalah, pada waktu itu (kira2 2 tahun yang lalu), kami sekeluarga pergi berlibur ke Cipanas Garut, menginap di penginapan yang mempunyai fasilitas Waterboom dan sebagai penghuni penginapan tersebut kami mendapatkan fasilitas untuk ketempat tersebut berupa karcis gratis. Pada hari terakhir, kami berencana akan pulang ke Jakarta dan sebelumnya akan menggunakan fasilitas Waterboom tersebut, mengingat anak2 senang main disana. Tetapi ternyata pagi itu listrik padam, sehingga air untuk luncuran tidak nyala. Saya dan Alm Suami bilang ke anak2, karena listrik mati dan tidak tau sampai kapan lebih baik kita langsung pulang aja ke Jakarta.

Tapi saya berfikir bahwa tiket gratis mubazir kalau tidak dipergunakan. Pada saat itu saya melihat Bapak2 beserta istri dan anaknya, keliahatannya penduduk setempat. Bapak itu sedang menghitung uang, secara tidak sengaja saya melihat isi dompetnya yang isinya hanya sedikit, padahal harga karcis untuk masuk Waterboom termasuk mahal untuk penduduk setempat. Saya hampiri Bapak tersebut dan saya bilang bahwa karcis ini untuk Bapak, dia bengong sambil berkata, berapa saya musti bayar. Saya bilang ini gratis, langsung saya pergi.

Beberapa bulan dari saat itu kebetulan kantor Alm. suami mengadakan family gathering di Dufan, Ancol. Karena pada saat itu Alm. Suami mulai tidak enak badan, saya mengajak supir saya untuk ikut sekalian menjaga anak saya. Karena karcis hanya untuk keluarga, supir tidak bisa masuk. Saya mencoba untuk membeli, tapi tidak bisa, karena sudah di reserve untuk acara kantor tersebut. Eh tiba2 ada seorang ibu muda datang, baik Alm suami (walaupun satu institusi) maupun saya tidak kenal ibu tersebut yang menawarkan karcis karena anaknya tidak perlu karcis karena masih 2 tahun.

Subhanallah Allah menggantikan tanpa kita minta dan tanpa kita duga.

Yang terakhir adalah baru hari ini. Terakhir saya memberikan amalan atas nama Alm. Suami untuk aktifitas Rumah Amalia melalui Mas Agus (benar2 ikhlas dan tanpa pamrih). Hari ini ada seorang vendor yang dulu dekat (tanpa ada ikatan dan tanpa ada pamrih apapun) dan beliau baru tau bahwa suami saya sudah meninggal lebih dari 5 bulan yang lalu. Dan dia juga bilang kepada teman kantor saya bahwa beliau kenal dengan Alm. Suami saya dan tau persis bahwa saya sangat menyayangi Alm. Beliau bertemu dengan saya dan mengucapkan belasungkawa sambil menyatakan keterkejutannya, kemudian saya kembali ke meja kerja saya. Beberapa lama kemudian, anak buah Beliau, Office Boy (kebetulan Beliau sebagai vendor outsource office boy untuk kantor kami) menemui saya dan memberikan amplop serta menyampaikan bahwa ini dari Beliau yang isinya berupa materi dengan ucapan turut berduka cita yang dalam.

Walaupun Suami saya meninggalkan kami semua sudah cukup lama, ternyata rejeki atas meninggalnya Beliau masih berdatangan.

Mas Agus, saya sangat bersyukur sekali dan banyak makna yang bisa diambil. Salah satunya adalah selalu rela dalam memberikan sesuatu kepada orang lain tanpa pamrih. Allah tidak tidur, Dia Maha Tau dan Maha Bijaksana atas apapun yang dikerjakan oleh hamba-hambaNya. Subhanallah ....Mudah2an cerita pengalaman saya ini bisa diambil manfaatnya untuk orang lain.

Sunday, July 18, 2010

Sudahkah Kita Beriman?

Sudahkah kita beriman? Bagaimana cara mengetahui bahwa kita benar-benar telah beriman? Cara yang paling mudah dan sederhana untuk mengetahui bahwa kita benar-benar beriman adalah ketika kita tertimpa musibah, ujian atau cobaan apakah kita mampu mengembalikan segala urusan kepada Allah atau tidak? Jika kita mampu mengembalikan segala sesuatu yang menimpa kita, baik suka maupun duka datangnya dari Allah. Maka kita telah benar-benar beriman.

Ketika kita mampu berpegang teguh kepada keimanan kita kepada Allah niscaya kita merasakan manisnya iman. Dalam keadaan suka kita bersyukur dan di saat kita tertimpa musibah kita mampu bersabar. kemampuan untuk bersandar kepada Allah itulah yang disebut dengan benar-benar telah 'keimanan.' Tidak ada daya upaya apapun kecuali hanya kepada Allahlah kita bersandar dan Allah memudahkan segala urusannya. Sebagaimana Firman Allah yang berbunyi,

Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam segala urusannya (QS. Ath-Thalaq : 4).

Rasulullah juga menyampaikan tips agar kita bisa merasakan manisnya iman, sebagaimana sabdanya,

'Ada tiga perkara jika seseorang mampu melakukannya maka ia akan merasakan manisnya iman. Pertama, ia mencintai Allah dan rasulNya melebihi rasa cintanya kepada orang lain. Kedua, ia mencintai seseorang semata-mata karena Allah. Ketiga, ia sangat benci apabila kembali kepada kekufuran sebagaimana ia benci apabila dimasukkan ke dalam neraka.' (HR. Muslim).

Friday, July 16, 2010

Rasa Sakit

Ada seorang Dokter baru yang praktek menerima pasien, sang pasien mengeluh tubuhnya yang sakit sambil mengeluh menahan rasa sakit yang sudah dideritanya selama tiga hari.

'Dok, tolong saya. Kok semua badan saya rasanya sakit,' kata Pasien.

'Bagian mana yang sakit Pak,' tanya Sang Dokter.

Saat Pasien menyentuh lututnya dengan jari telunjuk, ia menjerit sakit. Lalu, ketika jari telunjuk itu menyentuh pipi, Pasien, lagi-lagi berteriak sakit.

Setelah memeriksa seluruh tubuh, Sang Dokter berkata,'Pak, ternyata, yang sakit itu telunjuk Bapak sepertinya patah.'

Cerita diatas yang berjudul 'Rasa Sakit' semoga menjadi pengantar keceriaan anda dihari yang cerah ini. Silahkan tersenyum dan menikmati hari libur bersama keluarga. Teriring doa semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala melimpahkan kesehatan selalu untuk anda dan keluarga. Amin.

--
Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha pengampun lagi Maha Mensyukuri (QS. Faathir : 34).

Laki-Laki Yang Selalu Berdiri

Ketika saya pulang dari kantor diujung jalan, laki-laki setengah baya itu selalu berdiri tetapi saya tidak pernah tahu apakah hari sabtu minggu dia juga selalu berdiri seperti menunggu seseorang.

Dia selalu tersenyum kepada siapapun yang kebetulan lewat. Bertegur sapa dengan setiap orang yang dikenalnya atau mungkin juga orang yang tidak dikenalnya. Sesekali menyeka keringat dikeningnya. Wajahnya terlihat cerah. Kebahagiaan terpancar dari raut muka yang penuh syukur dan keikhlasan.

Pernah pada satu kesempatan saya bertanya padanya apa yang sedang dilakukannya dengan berdiri setiap sore hari. Dengan senyuman dia menjawab, 'saya menunggu istri pulang kantor Mas..' Namun laki-laki setengah baya itu selalu pulang sendirian bila menjelang maghrib.

Dari orang yang sering nongkrong diujung jalan saya baru mengerti bahwa dia selalu menunggu istrinya pulang dengan bus antar jemput di ujung jalan. Setahun yang lalu, tiga hari setelah pernikahan. Istrinya meninggal dunia tertabrak sepeda motor sewaktu turun dari bus.

Sejak itu setiap sore laki-laki setengah baya senantiasa berdiri diujung jalan, menunggu istrinya pulang dari kantor.

--
Apa yang disisimu akan lenyap dan apa yang disisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. an-Nahl : 96).

Wednesday, July 14, 2010

Cara Mudah Bahagia

Ada seorang anak yang ayahnya meninggal dunia sejak kecil. Merasa ingin membahagiakan ayahnya, dia tidak tahu bagaimana caranya. Dia menyalahkan kakak-kakaknya yang tidak pernah bercerita tentang ayahnya. Padahal sebagai anak terakhir dia merasa berhak untuk mendapatkan penjelasan tentang sosok ayahnya.

Bertahun-tahun hubungannya tidak harmonis dengan kakak-kakaknya, dia merasa tidak mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang cukup. Tidak ada yang membimbing dan mengarahkan dalam kehidupan, dia merasa sendiri dan hidup sepi. Semua itu tidak akan pernah terjadi seandainya jika ayahnya ada. Begitulah yang selalu dipikirkannya.

Sampai satu hari ini benar-benar ingin memberikan kebahagiaan yang paling indah untuk ayahnya yang meninggal dunia, dia membayangkan apa yang bisa membuat seorang ayah tersenyum. Ternyata seorang ayah tersenyum bila anak-anaknya rukun. Maka mulai hari itu, dia berhenti bertengkar dengan kakak-kakaknya. Kemudian seorang ayah akan tersenyum bila anaknya hidup mandiri, maka dia berhenti menuntut dari kakak-kakaknya seperti kasih sayang, perhatian, kepedulian, bimbingan, kasih sayang.

Sungguh luar biasa, keajaiban itu hadir ketika dia tidak menuntut semua yang pernah diinginkan bisa dimilikinya. Kakak-kakaknya menjadi lebih perhatian, lebih mencintai adiknya, diapun menjadi lebih bahagia, kebahagiaannya menjadi begitu indah dan tentunya ayahnya juga turut berbahagia melihat anak-anaknya rukun dan saling mengasihi.

Pesan kisah diatas bahwa cara kita untuk bahagia itu sebenarnya sangatlah mudah, menuntut orang lain agar membuat kita menjadi bahagia akan hanya membebani diri sendiri. Justru ketika kita menerima apapun yang terjadi pada diri kita dan mensyukuri apa yang kita miliki sekarang maka akan terjadi keajaiban yaitu seluruh alam dan makhluk seisinya bergerak mendukung kita dan membahagiakan hidup kita.

--
'Katakanlah, Hai hamba-hambaKu yang beriman, bertaqwalah kepada Tuhanmu' Orang-orang yang berbuat baik didunia ini mendapatkan kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.' (QS. az-Zumar : 10).

Penderitaan Bukanlah Kelemahan Melainkan Kekuatan*

Setiap kali kita mengalami peristiwa yang membuat kita bersedih atau menderita seringkali kita menutupinya atau menekan perasaan kita agar tidak terlihat lemah atau takut dianggap sebagai orang yang lemah iman sehingga bila ditanya 'apa kabar? kemudian kita menjawab, 'baik..!' Tanpa kita sadari kita menolak penderitaan.

Dilingkungan kita berada bila terjadi peristiwa duka cita, kehilangan orang yang kita cintai biasanya ada ungkapan, 'sudahlah, jangan menangis. Ikhlaskan saja kepergiannya.' atau ada juga yang mengatakan, 'kayak bukan orang beriman saja, begitu kok menangis.' Itulah sebabnya kita menekan perasaan kita, menekan emosi kita, tidak menunjukkan menangis di depan umum agar kita tidak dianggap sebagai orang yang lemah bahkan dianggap sebagai orang yang kufur.

Padahal bila kita memahami lebih dalam setiap duka cita dan penderitaan yang kita alami sesungguhnya banyak manfaatnya dalam hidup kita. Penderitaan dan duka cita yang sering kita alami sesungguhnya bukan kelemahan melainkan sebuah kekuatan yang ada di dalam diri kita. Ada beberapa manfaat di dalam penderitaan yang kita rasakan sebagai kekuatan.

Pertama, Pengalaman duka cita atau yang kita rasakan sebagai menderitaan justru mengajarkan kita pada limpahan kasih sayang Allah Subhanahu Wa ta'ala agar kita semakin dekat dan taat kepadaNya, dengan demikian limpahan kasih sayang Allah akan memenuhi hati kita dan hati kita memancarkan kasih sayangNya untuk semua orang yang disekeliling kita.

Kedua, penderitaan yang kita rasakan menjadikan kebahagiaan kita menjadi sempurna. Kebahagiaan sejati pada dasarnya adalah mengalami kegembiraan dan penderitaan secara seimbang. Hidup menjadi dinamis ketika semuanya datang silih berganti antara kebahagiaan dan penderitaan.

Ketiga, penderitaan membuat kita semakin peka terhadap penderitaan orang lain. Kita menjadi memiliki empati dan menghormati orang lain sebagai hamba Allah yang sama-sama dimuliakan. Kita tidak berani menghina, melecehkan, atau mencemooh orang lain karena kita merasakan betapa pahitnya sebuah penderitaan.

Keempat, ketika hati kita remuk redam, ingin menangis menangislah sesungguhnya apa yang kita rasakan sakitnya, dengan menangis merupakan salah satu cara untuk membersihkan hati kita. Menangislah kepada Allah agar diberikan kesabaran dalam menjalani hidup ini sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

'Apa yang disisimu akan lenyap dan apa yang disisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. an- Nahl : 96).

* Materi On Air Radio Bahana 101.8 FM jakarta Rabu Jam 6 s.d 7 malam ini.

Tuesday, July 13, 2010

Ya Allah, Hapuslah Air Mataku!

'Disaat orang yang dulu menyayangiku kini tidak peduli, mereka menjauhiku. Disaat orang yang dulu memujiku kini malah menghinaku, dunia ini menjadi begitu sepi, sunyi senyap, sendiri. Rasanya sudah tidak ada yang peduli denganku, tidak ada yang mau menemaniku, semuanya meninggalkanku dalam kesendirian dan penderitaan, Ya Allah hapuslah air mataku!' tutur seorang bapak di Rumah Amalia. Wajahnya begitu nampak bersedih. Air matanya berlinang.

Semua yang di dunia ini akan hilang, harta, sahabat, pasangan hidup, kekasih, kesehatan, kebahagiaan dalam sekejap mata semuanya hilang dan meninggalkan kita. Tetapi bagi seorang Mukmin yang hatinya masih memiliki iman ada satu hal yang tidak akan pernah meninggalkan diri kita justru malah makin mendekat dan mau menemani kita disaat menderita yaitu Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kekasih sejati bagi seorang Mukmin.

Adakah yang bersedia menemani kita disaat kita membutuhkannya? Adakah yang menghibur kita disaat kita merasa yang paling menderita didunia ini? Adakah yang mencintai kita disaat kita tidak mencintainya? Tidak satu orangpun yang sanggup melakukannya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang akan selalu menemani dan menyayangi anda. Asalkan anda yakin dengan sepenuh hati kepada Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Janganlah bersedih! Jika kita masih sebagai orang yang beriman kepada Allah, kita masih memiliki sahabat sejati. Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. ar-Rahman dan ar-Rahim melimpahkan cinta dan kasih sayangNya begitu besar bagi hamba-hambaNya yang beriman. Dipenghujung kata, terdengar suara lirih berdoa, 'Ya Allah hapuslah air mataku!'

---
Allah Berfirman, ''Jika Seorang hamba mendekatkan diri kepadaKu sejengkal maka Aku akan mendekatkan diriKu sehasta. Jika dia mendekatkan diri kepadaKu sehasta maka Aku akan mendekatkan diriKu sedepa. Jika dia datang kepadaKu berjalan kaki maka Aku akan datang kepadanya berlari.' (HR. Bukhari & Muslim).

Hati Yang Tersiksa

Malam itu di Rumah Amalia kedatangan seorang pemuda. Sekilas wajahnya terlihat tampan dan mudah bergaul. Ditengah anak-anak Amalia melantunkan ayat suci al-Quran dia menuturkan perjalanan hidupnya yang penuh liku. Dibalik anugerah kecerdasan dan pandai bergaul membuat hidupnya begitu mudah meraih impiannya. Begitu lulus kuliah bisa langsung bekerja.

Entah bagaimana dari kecil orang tuamya mendidik dan hidup dilingkungan orang-orang yang taat beragama, tiba-tiba dirinya terjerumus ke dalam lembah hina. Barangkali godaan hawa nafsu tak mampu dikendalikannya. Imannya benar-benar diuji. Kian hari kian asyik dalam kenikmatan dunia yang semu. Terperosok ke dalam lumpur dosa. Berzina dan Minuman keras sudah menjadi teman karibnya. Bahkan sholat lima waktu sudah lama tidak pernah lagi dikerjakan. Badannya kurus, wajahnya pucat, tak bergairah dalam menjalankan aktifitas, hidupnya terasa hancur.

Sampai suatu ketika mendengarkan suara adzan Isyak, membuat hatinya tersiksa. Merinding bulu romanya. Hatinya terasa hancur bagai tertimpa beban yang berton-ton yang membuat remuk seluruh tulangnya. Tanpa terasa terucap lirih, 'Astaghfirullah al adzim, apakah Allah mengampuni dosa-dosa yang pernah saya lakukan Mas Agus Syafii? Dari kecil orang tua saya selalu mengajarkan agar menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala namun disaat saya dewasa bergelimang minuman keras dan berzina? Ya Allah ampunilah dosa-dosa hambaMu ini.' Ucapnya. Air matanya mengalir dengan derasnya.

Ditengah kondisi tubuhnya yang melemah, di dalam tubuhnya terdapat benjolan ditubuhnya. Benjolan kecil awalnya cuman dua kemudian menjadi empat dan berikutnya delapan. Benjolan itu dibawanya berobat di rumah sakit. Dokter menggelengkan kepala, dipikirnya sejenis 'kutil' namun jenis seperti ini tidak dikenalnya. Itulah sebabnya hatinya yang gelisah ditengah penyesalan. Air matanya diusapnya berkali-kali. Saya kemudian menyarankan padanya agar menjalankan ibadah sholat dan memperbanyak istighfar memohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala serta yang paling penting meninggalkan dunia kelamnya.

Sejak pertemuan di Rumah Amalia, pelan-pelan kembali menjalankan ibadah sholat sekalipun senantiasa harus berperang melawan kemalasannya, karena kesungguhan dalam menjalankan ibadah sholat, benjolan-benjolan itu mengecil dan menghilang sekalipun masih terlihat bekasnya. Itulah peringatan bagi kita agar kita tidak meninggalkan sholat lima waktu, 'Bukankah Allah Subhanahu Wa Ta'ala selalu mengingatkan kita, Celakalah orang yang meninggalkan sholatnya?'

Tubuhnya sudah terlihat bugar dan sehat, penuh semangat dalam menjalan aktifitasnya. Dan berkah wudhu dan sholat yang menghilangkan noda dan dosa yang melekat dalam tubuhnya. Subhanallah. Maha Suci Allah.

---
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. (QS. Al-Baqarah: 45).

Monday, July 12, 2010

Siapa Yang Salah?

Ada seorang kondektur kereta api sedang memeriksa karcis penumpang. Ketika memeriksa penumpang pertama ia mengatakan 'Pak, anda naik kereta api yang salah.' Ketika kondektur memeriksa penumpang yang lainnya ia juga mengatakan hal yang sama.

'Tadi menjaga peron memberitahukan kepada saya naik kereta api yang ini Pak Kondektur,' jawab salah satu penumpang. 'Baik, saya akan memeriksa karcis satu lagi.' kata Kondektur. Kondektur itu memeriksa karcis itu kembali dan ia baru menyadari bahwa dirinyalah yang salah naik kereta api.

Pesan kisah diatas barangkali ada orang yang terlalu sibuk untuk menyalahkan orang lain sampai ia lupa untuk memeriksa keadaannya sendiri, bisa jadi apa yang dilakukannya juga belum tentu benar. Alangkah indahnya bila kita sama-sama mampu untuk melihat segala sesuatunya secara jernih tidak serta merta menyalahkan orang lain dan keberanian mengoreksi diri sendiri mungkin saja diri kita sendiri yang salah justru malah lebih berguna bagi diri sendiri seperti yang dilakukan oleh Pak Kondektur.

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah Shalallhu Alaihi wa Salam bersabda, 'Jika ada orang yang berkata, banyak orang (sekarang ini) sudah rusak, maka orang yang berkata itu sendiri yang paling rusak diantara mereka.' (HR. Muslim).

Makna Sholat Khusyuk

Saya ingin terlebih dahulu menjelaskan tentang sholat. Sholat berarti memohon atau memanjatkan suatu permintaan hal ini dijelaskan dalam al-Quran secara umum dalam Surat at-Taubah : 103. Kata aqim-ush-shalah lebih dimaknai 'menunaikan sesuatu secara paripurna dan berkesinambungan.' Tujuan sholat adalah hening diri erat terpadu dalam khusyuk. Khusyuk lebih dimaknai sebagai rasa takut kepada Allah yang mendalam dihati. 'Yaitu orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat. (QS. Qaf : 33).

Khusyuk juga bermakna penghambaan dan perendahan diri dalam derajat yang paling bersahaja. 'Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan bertambah khyusuk (rendah hati, sujud). (QS. al-Isra' : 109). Khusyuk juga bermakna tutur kata merendah, lemut dan tenang, 'Pada hari itu manusia mengikuti penyeru dengan tidak berbelok-belok dan merendahkan suara kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, maka engkau tidak mendengar kecuali bisikan saja. (QS. Thaha : 108).

Dengan demikian khusyuk meliputi rasa takut, penghambaan, kerendahan hati, ketundukan raga, tutur kata yang lembut kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Lantas bagaimana dengan orang yang 'lalai' dalam sholatnya? 'Maka celakalah bagi orang-orang yang lalai dari sholatnya (QS al-Ma'un : 4-5). Apakah orang yang lalai dalam sholat berarti orang yang tidak berkonsentrasi dalam sholat?

Orang yang lalai dalam sholat bukan berarti orang yang tidak bisa berkonsentrasi melainkan seperti yang diuraikan dalam surat al-Ma'un yakni orang yang menghardik anak yatim, tidak memberi makan orang miskin, dan tidak berbuat amal kebaikan bagi sesama, mereka inilah orang yang lalai dalam sholatnya juga disebut sebagai orang mendustakan agama. Makna utama yang dibawa surat al-Ma'un bahwa kekhusyukan dalam ibadah sholat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala namun juga memiliki tanggung jawab sosial bagi orang yang menjalankan sholat agar berbuat kebaikan terhadap sesama, menolong anak yatim dan orang-orang miskin.

Sunday, July 11, 2010

Kesendirian Dan Kesepian

Kesendirian adalah tidak adanya partner perkawinan. Kesepian adalah perasaan terasing dalam pikiran seseorang. Kita dapat sendiri tanpa merasakan kesepian. Kesepian merupakan masalah umum pagi setiap orang, laki-laki dan perempuan dapat melanda siapapun, tidak mengenal batas usia.

Dalam abad kini kita semua bisa menjadi korban dari modernitas dari kemajuan teknologi dan masyarakat yang semakin individu. Akibatnya sering tidak disadari dari awal dan baru terasa setelah berjalan jauh yang berakibat merugikan kehidupan bersama. Kesepian menjadi sumber bermacam-macam penyakit pisik dan psikologis, seperti, sakit kepala, nyeri punggung, darah tinggi, emosional, gampang tersinggung, bahkan depresi berat sampai bunuh diri.

Dalam pandangan pakar psikologi menyebutkan bahwa manusia di zaman modern lebih takut kesepian daripada bahaya kelaparan. Kita pada dasarnya makhluk sosial sehingga kita merasa takut kehilangan, takut akan ditinggalkan, memerlukan kebersamaan dan sapaan dari orang lain. Kita takut akan perasaan kehilangan dalam hubungan pribadi, terlebih orang yang kita cintai atau kita butuhkan keberadaannya. Tak seorangpun mampu yang terbebas dari belenggu kesepian. Disinilah orang kemudian melakukan aktifitas apapun agar tidak kesepian yang malah justru makin membuat dirinya merasa sepi.

Untuk menghilangkan kesendirian dan kesepian adalah dengan menjaga hati dan pikiran agar senantiasa tesambung dengan Allah Yang Maha Kasih. Jika hati kita tersambung dengan yang Maha Kasih, energi KasihNya akan menyebar keseluruh sel darah kita, kesadaran diri kita dipenuhi energi Kasih sayangNya, mulut, tangan, kaki menjadi instrumen untuk menyebarkan kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta'ala pada semua makhluk, baik Insan yang mulia, hewan, tumbuhan maupun benda-benda lain akan menjadi teman bahkan serasa saudara karena semua hadir atas kehendakNya. Semuanya bertasbih dan bersujud kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

--
'Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingar Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati kita menjadi tenteram.' (QS. ar-Ra'd : 28).

Saturday, July 10, 2010

Petani Kentang

Seorang petani kentang ternyata tidak pernah pusing memilih kentang. Namun rupanya ia justru mendapatkan uang yang lebih banyak. Sahabat dekatnya terheran dan akhirnya bertanya kepadanya, 'Apa rahasia keberhasilanmu?'

Ia menjawabnya, 'Sederhana aja kok, saya langsung menaikkan kentang hasil panen itu semuanya saya masukkan ke dalam gerobak, kemudian mengangkutnya melalui jalan yang paling jelek menuju kota. Selama perjalanan delapan kilometer itu kentang-kentang berukuran kecil selalu berada dibawah sementara kentang-kentang yang berukuran besar naik ke atas.'

Ini bukan hanya berlaku pada kentang, melainkan berlaku juga pada 'Sunatullah kehidupan' Melalui jalan yang terjal berliku kentang-kentang yang besar yang akan naik ke atas. Dalam masa sulit. kita yang bertahan dan ulet akan naik ke atas. Masa sulit tidak akan pernah berakhir, hanya seorang Mukmin yang kuatlah yang sanggup mengatasi kesulitan hidup.

---
Sungguh menakjubkan keadaan seorang Mukmin. Bila mendapatkan nikmat, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya. Bila mendapatkan cobaan, ia bersabar dan sabar itu baik baginya. (HR. Muslim).

Harapan Yang Penuh Berkah

Seorang bapak yang harus masuk Rumah Sakit Jantung Harapan Kita untuk di opname karena sakit jantung koroner yang dideritanya. Dokter telah memvonis untuk operasi. Hasil penelitian pemeriksaan dengan teliti menunjukkan ada yang tidak beres pada klep jantungnya. Dokter berpesan pada istrinya agar berdoa memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena kemungkinan untuk sembuh sangatlah tipis.

Kegagalan operasi jantung bisa berakibat kematian, pernyataan itulah yang membuat istrinya merasa terpukul. Beliau teringat suami yang dicintainya empat puluh tahun lebih telah dilewatinya berbagai suka maupun duka. Kebahagiaan dan penderitaan, tangis dan tawa selalu dirasakan bersama. Air matanya membasahi pipi. Rasanya kehawatiran itu menyelimuti hatinya, takut akan ditinggal selama-lamanya.

Beberapa waktu lalu, dipagi hari Sang Ibu berkunjung ke Rumah Amalia berniat bershodaqoh untuk anak-anak Amalia dan berdoa memohon kepada Allah, 'Ya Allah, Ya Tuhanku, Engkau yang Maha Tahu, jadikanlah shodaqohku ini karena mengharap ridhaMu Ya Allah dan menjadi sarana kesembuhan suamiku.' Doa itu dipanjatkan dengan sepenuh hati.

Beberapa hari setelah dilakukan operasi jantung. Dokter itu memberitahukan kepada Ibu bahwa operasi dilaksanakan berhasil, keadaan semakin membaik. Kemudian sang suami diperbolehkan untuk pulang dalam keadaan sehat walfiat. Seluruh keluarga itu sangat bersyukur kepada Allah atas kesembuhan dan kasih sayang Allah yang telah diberikan pada mereka sekeluarga. Subhanallah.

---
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaikan yang sempurna, sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuiNya. (ali Imran : 92).

Friday, July 09, 2010

Tugas Mulia

Suatu hari ada seorang pemuda sedang jalan-jalan di Komplek Perumahan. Ia melihat seorang anak laki-laki kecil sedang melompat naik turun di depan rumah yang besar dan bagus. Anak kecil itu ternyata sedang berusaha memencet bel pintu yang di samping rumah, tetapi tubuhnya yang kecil dan pendek agak kesulitan untuk mencapainya.

Terlintas dipikiran pemuda bahwa inilah tugas mulia membantu orang yang sedang dalam kesulitan sekalipun harus menolong anak kecil. Lalu pemuda itu menghampiri anak kecil itu sambil tersenyum dan membunyikan bel dengan kerasnya berkali-kali. 'Sekarang apa lagi adik kecil?'

Anak kecil itupun tertawa cekikikan dan mengatakan, 'Sekarang, Lari!!' Pemuda itu nampak kebingungan, akhirnya ikut lari setelah melihat yang punya rumah keluar dan berteriak...'Kurang Ajar, pagi-pagi udah ganggu rumah orang aja!'

Tugas mulia membantu orang lain tidaklah cukup namun juga harus jelas untuk apa hal itu kita lakukan, jangan sampai kita seperti pemuda itu. Semoga cerita diatas itu dapat membuat teman-teman tersenyum dihari yang indah ini, teriring doa, semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala melimpahkan kesehatan untuk anda dan keluarga, amin. Selamat menikmati hari libur bersama keluarga tercinta.

'Kasihilah makhluk di bumi, maka engkau dikasihi yang di langit.'(HR. Thabrani).

Air Mata Sahabat

Dalam kitab 'Sifat ash-Shafwah Ibnu al-Jauzi menyebutkan Pada suatu hari Abdurrahman bin Auf duduk bersama kami dan dia sebaik-baiknya teman duduk dalam majelis. Pada saatnya dia pulang kami mengikutinya sampai ke rumahnya. Dia pergi mandi kemudian duduk bersama kami.

Lalu dihidangkan dihadapan kami sepiring roti besar dan daging. Melihat hidangan itu menangislah Abdurrahman bin Auf, air matanya menetes sampai membasahi bajunya. Beberapa kali menghapusnya namun air mata itu terus mengalir dengan derasnya. Tangisan itu terdengar tersedu-sedu seolah menyayat hati orang yang mendengarkannya.

Hati kami terasa gelisah dibuatnya dan kami pun bertanya padanya, 'Apa yang membuat engkau menangis seperti anak kecil Wahai Abdurrahman bin Auf?'

Kemudian dia menjawab dengan mata memerah dan air mata yang terus mengalir, 'Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Salam wafat, dirinya dan keluarga belum pernah sekalipun kenyang makan roti. Sementara kita? Padahal beliau adalah orang yang lebih dimuliakan oleh Allah daripada kita.' Itulah air mata sahabat, air mata kecintaan seorang sahabat kepada Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Salam.

Sudahkah kita menangis untuk Rasulullah Muhammad Shalallahu Alaihi wa Salam yang kita cintai?

Thursday, July 08, 2010

Doa Memohon keteguhan Hati

'Ya Allah, tetapkanlah hatiku diatas agama Mu.' (HR. Ahmad, Ibnu Majah).

Anas ibn Malik mengatakan Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Salam sering membaca doa ini sehingga sahabatnya pernah ada yang bertanya kepada beliau. 'Ya Rasulullah, khawatirkah engkau atas agama kami? Padahal kami telah mengikuti dan membenarkan agama yang engkau bawa kepada kami?' Rasulullah kemudian menjawabnya, 'Sesungguhnya hati manusia itu berada di antara dua jari Allah, yang tidak sulit bagiNya membalikkannya.'

Doa memohon keteguhan hati yang lainnya yang juga biasa dibaca oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Salam adalah. 'Ya Allah, Tuhan yang membalikkan hati! Tetapkanlah hatiku atas agamaMu.' (HR. Ahmad).

Di dalam Kitab al-Fath ar Rabbani, al-Baidhawi menyebutkan 'Doa ini mengisyaratkan bahwa hanya Allahlah yang bisa membolak balikkan hati kita dan tidak tetapnya hati manusia berlaku bagi semua orang termasuk juga para Nabi. Tidak ada seorangpun yang bisa menjamin bahwa hatinya akan selalu terpaut dengan kebenaran. Berdoa memohon kepada Allah agar diberikan keteguhan hati adalah wajib bagi kita karena Rasulullah Muhamad Shalallahu Alaihi wa Salam sendiri sebagai utusan Allah meminta keteguhan hati kepada Allah.

Wednesday, July 07, 2010

Kemuliaan Seorang Mukmin

'Barangsiapa menyenangi amalan kebaikannya dan merasa sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang Mukmin (HR. al-Hakim)

Kemuliaan kita yang utama adalah beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, pada hadist diatas Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Salam menyebutkan ada dua ciri khas seorang Mukmin yaitu menyenangi perbuatan baik dan merasa sedih dengan keburukan yang dilakukannya.

Senang dengan perbuatan baik ditunjukkan dengan melakukan sesuatu yang berarti dan bermanfaat bagi dirinya dan juga bagi orang lain, kebaikan yang dilakukan membawa manfaat di dunia dan juga manfaat diakherat. Sebagaimana Nabi sendiri diutus dimuka bumi untuk melakukan kebaikan dan menebarkan kasih sayang bagi umat. 'Dan tiada Kami mengutus engkau melainkan untuk menjadi rahmat semesta alam (QS. al-Anbiya' : 107).

Bila mengerjakan keburukan dirinya merasa sedih karena adanya kesadaran bahwa Allah sangat membenci perbuatan buruk dan melakukan kerusakan dimuka bumi sehingga dirinya layak untuk bersedih. Kesedihan itu menimbulkan penyesalan yang sangat mendalam. Kemudian membuat dirinya bertaubat untuk tidak melakukan perbuatan buruk itu lagi. Itulah kemuliaan seorang Mukmin.

Mengurai Belitan Kesalahan*

Bila kita pernah melakukan kesalahan, hendaknya kita bersedia mengakuinya. Bila orang lain melakukan kesalahan hendaklah kita memaafkannya. mengakui kesalahan tidaklah mudah bahkan teramat menyakitkan. Semakin tinggi status sosial kita maka semakin tidak mudah. Apa lagi kalo punya banyak penggemar dan pemujanya.

Menyadari kesalahan tentunya berbeda dengan mengakui kesalahan. Mengakui kesalahan akan menyebabkan orang yang mengakui dosanya menjadi kehilangan muka. Kalo mengakui kesalahan diri sendiri sulit, apa lagi memaafkan kesalahan orang lain. Bahkan lebih sulit lagi. 'Saya tidak bisa memaafkan dia. Luka hati saya masih terasa perih bagai tersayat-sayat.' Toh, hati kecil kita mengatakan, 'sudahlah maafkan dia. sebesar apapun kesalahannya maafkanlah dia.' Mengapa kita harus memaafkan? karena hanya dengan memaafkan, Allah berkenan mengampuni kesalahan kita. Bila kita tidak memaafkan berarti kita menolak sifat Maha Pengampun Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Bila kita melakukan perbuatan salah maka kita akan terbelit oleh kesalahan yang kita lakukan. Ada perasaan berdosa yang membelit hidup kita terus menerus. Dosa itu seolah mengejar -ngejar kita dimanapun berada. Kita dibuat tidak bisa makan enak dan tidur nyenyak. Sampai kita mengakui perbuatan yang pernah kita lakukan.

Demikian halnya dengan kesalahan orang lain. Bila kita tidak bisa memaafkan kesalahannya maka hati kita tersiksa akibat rasa geram, marah, benci dan dendam berkepanjangan. Membelit dan menyesakkan dada. Belitan itu akan akan bisa kita lepaskan ketika kita bersedia untuk memaafkan sebagai firman Allah Subahanu Wa Ta'ala.

Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang kebaikan, serta berpalinglah dari orang-orang yang  tidak mengerti.' (QS. Al A’raf [7] : 199).

---
*) Tulisan ini materi on air pada acara 'Power of Peace' di Radio Bahana FM Setiap rabu malam jam 6 s.d 7 malam

Tuesday, July 06, 2010

Hati Yang Tegar

Pada suatu hari di Rumah Amalia kehadiran seorang perempuan muda yang terlihat cerdas dan modis, memiliki dua anak, dia mengaku sebagai pendengar setia acara 'Power of Peace' di Radio Bahana. 'Saya pendengar setia Mas Agus loh di Radio Bahana FM Jakarta,' tuturnya. Hari itu dia curhatnya, bahwa dia merasa ada yang tidak beres dengan suaminya. Sering pulang malam, jika ditanya dari mana selalu mengatakan habis lembur.

Saya kemudian mengatakan kepada ibu muda itu agar selalu bersyukur atas semua karunia Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan berserah diri kepadaNya, kemudian menyarankan agar memperbanyak istighfar serta instropeksi diri ke dalam dengan lebih menghormati dan menghargai suami. 'Karena kunci dari menyelesaikan masalah bukan ada orang lain tetapi pada diri kita sendiri,' ucap saya padanya.

Alhamdulillah, pesan itu dilaksanakan dengan baik. Sekalipun dirinya sebagai seorang yang aktif dan sibuk bekerja di sebuah perusahaan, senantiasa bersyukur dan memperbanyak istighfar telah membuahkan hasil. Perubahan pada dirinya juga merubah kondisi suami. Sampai pernah terlontar dari ucapan suaminya, 'Kok sekarang mama kelihatan lebih sayang sama papa..kenapa ya?' Kondisi yang membaik dalam rumah tangganya namun tidak pernah ada klarifikasi soal adanya perempuan lain.

Sampai pada suatu malam, suaminya menghubungi dirinya dan mengakui semua perbuatan yang dilakukan, 'aku mau jujur padamu, aku memang telah berselingkuh dan sekarang aku ada dirumahnya, menjaga karena dia sedang sakit.' Mendengar pengakuan itu hatinya bagai tercabik-cabik. Hidupnya terasa gelap gulita. Hatinya terasa perih, air matanya mengalir dengan derasnya. Malam itu juga dia menjenguk suaminya. Dia bertemu dengan perempuan terbaring lemah sementara suaminya terlihat duduk disampingnya. Suaranya terputus-putus meminta maaf.

Ditengah hatinya yang galau, ada kekuatan kasih sayang yang tanpa disadarinya memeluk perempuan selingkuhan suami dan mendoakan, 'semoga cepat sembuh ya..' Hatinya mendapatkan limpahan kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Baginya masalah itu tidak dapat melemahkan dirinya. Ada kasih sayang Allah yang sanggup membuatnya menjadi kuat, mengubah kebenciannya menjadi cinta. Ketaqwaannya kepada Allah mampu untuk bersyukur juga memaafkan suami dan pasangan gelapnya. Hatinya menjadi tegar, justru imannya semakin kuat karena masalah itu sebab Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa hadir bersamanya.

---
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapatkan kemenangan.' (QS. an-Naba' : 31).

Monday, July 05, 2010

Doa Memohon Ketaqwaan Dan Kekayaan

'Ya Allah, sesungguhnya aku meminta petunjuk, ketaqwaan, kesucian dan kekayaan kepadaMu.' (HR. Muslim, Ahmad, at-Tirmidzi, Ibnu Majah).

Penjelasan doa yang diajarkan oleh Nabi seperti dalam hadist diatas, Menurut al-Munawi dalam kitab Faidhul Qadir menyebutkan bahwa maksud dari petunjuk adalah petunjuk ke jalan yang lurus, yakni jalan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah. Maksud dari ketaqwaan adalah takut kepada Allah dan berhati-hati agar tidak melanggar larangan Nya. Sedangkan kesucian adalah terpelihara dari keburukan dunia.

Sementara menurut an-Nawawi dalam kitab Syarah Sahih Muslim menyebutkan maksud dari kesucian adalah mampu menahan diri untuk tidak melakukan apapun yang tidak diperbolehkan oleh Allah. Maksud dari kekayaan adalah kaya jiwa dan kecukupan harta sehingga hidupnya tidak bergantung kepada orang lain. Sedangkan petunjuk mencakup apa saja yang diperlukan dalam hidup ini, baik untuk keperluan di dunia dan diakherat.

Dan ketaqwaan mencakup kehati-hatian terhadap apa saja yang harus dijauhi dalam hidup ini seperti perbuatan syirik, maksiat dan perbuatan tercela. itulah makna doa memohon ketaqwaan dan kekeyaan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Salam.

Sunday, July 04, 2010

Ketika Penderitaan Menghampiri

Ada seorang teman yang baru terkena PHK dari kantornya. Hatinya gundah dan sedih. Hidupnya terasa gelap, tiada lagi ada harapan. Dalam kesendirian dia berdoa dan menangis. Entah sudah berapa hari tidak keluar dari rumah. Ditengah kesedihannya selalu meratapi nasib buruk yang menimpa dirinya. Hidupnya terasa paling menderita didunia.

Sampai kemudian terdengar suara pintu rumah diketuk, TOK..TOK...TOK! Beberapa kali, begitu dibuka ternyata seorang bapak tua yang tinggal disebelah rumahnya. Bapak tua itu seorang pensiunan yang tinggal sendiri. Istrinya baru meninggal dunia, anak-anaknya sudah dewasa dan ikut suaminya diluar kota. Bapak tua itu hidup sendirian.

'Assalamu'alaikum Dek, Bapak boleh duduk?' kata Bapak tua dengan suara yang terdengar lemah. Dia kemudian menjawab, 'Wa'alaikum salam, silahkan Pak,' beberapa kali dia mengusap air matanya yang dipipi. Setelah mereka berdua duduk diam membisu begitu lama. Bapak tua itu bertutur, 'Bapak lelah Dek, dalam sendirian, anak-anak tidak ada yang peduli dengan orang tua ini. Bapak selalu datang menjenguk mereka tapi mereka selalu tidak peduli. Kenapa dihari tua hidup saya malah menderita?' Ucap bapak tua.

DEG! Hatinya berdegup kencang. Ditengah penderitaannya ternyata ada orang yang lebih menderita daripada dirinya. Ditengah kesedihannya ternyata ada orang yang lebih bersedih daripada dirinya. 'Bapak, barangkali putri-putri bapak sekarang sedang sibuk. Bukankah dalam kesendirian bapak masih memiliki Allah Subhanahu Wa Ta'ala? Dengan berdzikir bapak akan merasa tenteram dan tidak sendirian.' Akhirnya ditengah kesedihannya malah menolong, menghibur dan berdoa bersama bapak tua agar tabah dan sabar dalam menjalani hidup ini.

Di tengah menghibur bapak tua itu, dia bersyukur , 'Ya Allah, ditengah penderitaan yang aku rasakan, aku masih bisa menolong, menghibur, mendoakan, orang yang justru lebih menderita dari pada diriku. Terima kasih Ya Allah penderitaan yang Engkau berikan kepadaku membuat aku bisa membantu meringankan penderitaan orang lain.'

--
Barang siapa melakukan perbuatan yang dicintai oleh Allah kepada seorang muslim agar orang muslim tersebut merasa bahagia, Allah akan memberikan padanya kebahagiaan pada hari kiamat nanti (HR. Thabrani).

Saturday, July 03, 2010

Kesembuhan Tak Terduga

Pada suatu hari ada seorang ibu masuk ruang UGD (Unit Gawat Darurat) karena sakit yang dideritanya cukup parah, mengetahui hal itu seorang putrinya, dia hendak menyisihkan rizkinya untuk bershodaqoh. Siang hari itu setelah mengantar Ibunda tercinta ke Rumah Sakit datang ke Rumah Amalia.

'Mas Agus, saya berniat shodaqoh hanya berharap ridha Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan berkenan menyembuhkan sakit ibu saya.' ucapnya siang itu. Di Rumah Amalia kami bersama-sama memanjatkan doa untuk kesembuhan ibunda tercinta. Ditengah kami bermunajat dengan khusyuknya tiba-tiba nampak sang tamu meneteskan air mata mendapatkan sms dari suaminya mengabarkan kalo ibunda sudah siuman dari pingsannya.

Beberapa hari kemudian Allah Subhanahu Wa Ta'ala berkenan memberikan kesembuhan pada ibunda tercinta dan seminggu kemudian sudah boleh pulang berkumpul bersama keluarga. 'Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam yang telah memberikan kesembuhan bagi ibu saya Mas Agus,' ucapnya pada saya.

----
Obatilah orang yang sakit dengan shodaqoh, bentengilah harta kalian dengan zakat dan tolaklah bencana dengan berdoa (HR. Baihaqi).

Friday, July 02, 2010

Penyelam

Suatu hari seorang penyelam sedang melihat-lihat terumbu karang pada kedalaman 8 meter. Tiba -tiba ia melihat seseorang berada di sampingnya. Ia terkejut karena orang tersebut tidak memakai peralatan selam.

Penyelam lalu turun lagi sampai ke kedalaman 15 meter. Ia terkejut melihat orang yang tadi di sebelahnya menyusulnya.

Penyelam turun lagi, sampe 25 meter, eh… orang yang tadi turut ngikutin sampai di 25 meter. Penyelam makin heran, dan ia mendekati orang tersebut sambil memberikan white board dengan pensil 2B-nya dengan tulisan: “Hebat bener kamu… gimana caranya sampe ke kedalaman begini tanpa memakai alat selam?”

Orang itu mengambil white boardnya dan menulis: “Tolongin, saya tenggelam!”

Cerita penyelam diatas saya ingin mengajak teman2 untuk tersenyum. Menikmati indahnya dihari ini, bisa berkumpul dan bercanda bersama keluarga. Selamat menikmati liburan dan berkumpul bersama keluarga. Teriring doa, semoga Allah melimpahkan kesehatan selalu untuk anda dan keluarga. Amin

---
'Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta benda tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati.' (HR. Bukhari - Muslim).

Thursday, July 01, 2010

Air Mata Yang Mengalir

Disaat masalah menghampiri dalam hidup, kita simpan dan membesar, kita menjadi butuh teman untuk membantu kita, untuk mendengarkan, menghibur, mendoakan dan juga mendorong agar kita menjadi kuat. Paling tidak, hadir sebagai teman dalam kesendirian. Itulah yang terjadi di Rumah Amalia. Rumah harapan bagi anak-anak Amalia.

Rumah Amalia hadir menjadi 'tempat berbagi' berbagi dalam suka dan duka, berbagi kebahagiaan dan penderitaan bagi siapapun yang telah mengalirkan air mata. Ahad pagi di Rumah Amalia ditengah ramai anak-anak Amalia dengan aktifitasnya, kami kedatangan seorang tamu, seorang gadis cantik yang berkenan 'curhat', telah lama menyimpannya sampai hidupnya menjadi tertekan dia bertutur.

Dirinya dibesarkan oleh sang nenek, ayah dan ibu sudah lama meninggal dunia. Dari kecil neneknye selalu menanamkan nilai-nilai agama, belajar mengaji, sholat dan puasa. Disekolah dirinya terbilang cerdas, dari SD sampai SMA selalu renking 3 besar disekolahnya. Sekalipun tidak bisa melanjutkan keperguruan tinggi, dia bersyukur selepas lulus SMA bisa melanjutkan dengan kursus akutansi sampai bisa bekerja di Jakarta. Kebahagiaan tiada tara karena bekerja di kantor yang tinggi menjulang merupakan impiannya sewaktu kecil.

Sampai kemudian ada seorang pria ganteng, teman sekantornya yang menyatakan cinta pada dirinya. 'Seumur hidup saya baru kali itu Mas Agus ditaksir ama cowok,' ucapnya tersipu malu. Namun karena kehidupan kota Jakarta yang menjauhkan dirinya iman, terjatuh dalam pergaulan tanpa norma. Dirinya terjerumus pergaulan bebas, dia tidak mampu menolak rayuan sang cowok. Semua itu baru disadarinya setelah merasakan tubuhnya yang terasa berbeda. Tubuhnya terasa lemas. Hilang sudah impian dan harapan. Hampir saja mengakhiri hidupnya. 'Menangis saya seharian Mas Agus,' ucapnya. Matanya memerah, air matanya mengalir begitu saja tanpa disadarinya. Cowok itu menghilang tanpa jejak, tidak betanggungjawab atas perbuatannya.

Ditengah kegalauan dan penuh linangan air mata, dirinya memutar radio, 'Saat saya memutar radio, saya mendengarkan Radio Bahana Jakarta. Malam itu saya mendengar Mas Agus menjelaskan bahwa 'Ketaqwaan kepada Allah menyelamatkan Hidup Kita' Rasanya penjelasan itu menenteramkan hati saya Mas Agus.' jelasnya. Maka hari Ahad pagi dirinya memutuskan ke Rumah Amalia.

Saya kemudian menjelaskan padanya bahwa sekotor apapun perbuatan kita bila kita bertaubat dan memohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala maka Allah akan mengampuni dosa-dosa kita karena yakinlah Allah senantiasa memiliki rencana yang indah untuk hidup kita agar kita semakin mendekatkan diri padaNya. Mendengar apa yang saya jelaskan padanya, terdengar isak dan tangisnya. 'Subhanallah, Maha Suci Allah, Semoga Allah berkenan mengampuni saya ya Mas,' ucapnya lirih.

Sampai beberapa hari kemudian saya mendapatkan email darinya yang mengabarkan sudah memutuskan pulang kampung untuk melahirkan dan membesarkan sang buah hatinya bersama sang nenek, neneknya menyambutnya dengan tangan terbuka. 'Semua perbuatan yang saya lakukan menyadarkan apa yang saya lakukan salah karena jauh dari Allah, air mata saya yang mengalir adalah air mata kebahagiaan memohon ampun kepada Allah. Terima kasih Mas Agus atas dukungan dan doanya.' Tuturnya dipenghujung email. Tanpa terasa air mata menetes membaca emailnya. Merasakan betapa berat beban yang ditanggungnya. 'Ya Allah, Ampunilah dosa-dosa kami.'

--
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.' (QS ali-Imran : 142).
AGUSSYAFII BLOG
2006
Proudly powered by : Blogger