Yuk, wujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah

Wednesday, September 26, 2012

Kiat Agar Segera Menikah

Bagaimana agar segera menikah? Bertemulah dengan orang-orang yang sholeh, bersilaturahim dengan anak-anak yatim, dengan keluarga yang bahagia, dengan para pejuang kehidupan membawa manfaat yang besar mengantarkan anda pada jenjang pernikahan. Sebagaimana penjual minyak wangi yang selalu membuat harum para pengunjungnya. Orang-orang Sholeh dilingkungan kita itu menularkan keshalehannya kepada anda. Mintalah doa agar anda bertemu jodoh dan mempercepat anda untuk menikah. Rasulullah bersabda,

"Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun mendatangkan keburukan? Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan adalah pahala orang yang selalu berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahim. Sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan adalah siksaan bagi orang yang berbuat jahat & memutuskan tali pesaudaraan."(HR. Ibnu Majah).

Tuesday, September 18, 2012

Menanti Jodoh

pagi matahari bersinar indah, sekalipun kemarau panjang, hujan telah lama dinanti tak turun juga. namun bunga-bunga kerinduan tumbuh bermekaran. Kerinduan tak tertahankan seolah diri seperti buruk merak yang paling indah dengan sayap yang mengepakkan pesona, berharap sang kekasih memandang penuh takjub dan terkagum. Cinta dan kerinduan hadir menyelinap dan mengguncang sampai pada kerinduan yang mendalam, terkadang air mata tertumpah, "Wahai, kekasih hati, datanglah kemari" Berharap seseorang datang menanggapi gejolak kerinduannya namun sang kekasih hati yang dinanti tak kunjung tiba, dalam kesendirian dan kehampaan menarik napas mendesah, "Ya Allah, sampaikan kapan aku menantimu?"

Pagi hari merupakan detik-detik penuh harap, terbersit satu nama kemudian mengayun langkah dalam bayangan wajah yang terindah, menembus waktu dengan bisikan-bisikan penuh syukur dalam hidup. Berdoa memohon pada Allah agar segera mendatangkan belahan jiwanya tetapi doa tak kunjung dikabulkan karena Allah teramat sayang padanya. Allah Maha Cinta menghendaki hambaNya lebih lama berdoa, lebih panjang bermunajat kepadaNya dan lebih banyak berbuat baik pada sesama. Tiada rasa cinta yang tumbuh kecuali Allah telah tanamkan dihati anda. Allah telah tetapkan jodoh anda, kemudian saling mencintai karena Allah, itulah cinta yang mendatangkan kebahagiaan dan kemuliaan di dunia dan akhirat.

 Sahabatku, jemputlah jodoh anda dengan memperbaiki diri dan tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah, terkadang tanpa kita sadari, kita mendikte Allah tentang jodoh kita. Bisa jadi seseorang yang kita anggap baik, dia adalah buruk untuk kita. seseorang yang kita anggap buruk malah yang baik untuk kita. Maka mohonlah yang terbaik menurut Allah maka yang terbaik pula untuk kita.

Monday, September 17, 2012

Kemudahan Bertemu Jodoh


Ketika datang seorang pemuda meminangnya, hatinya telah mantap, tanggal sudah ditentukan, bahkan undangan sudah dicetak namun ditengah perjalanan entah apa penyebabnya pernikahan itu gagal. Air mata mengalir tak terbendung. Bayangan indah yang telah lama dinanti menggores hati yang paling dalam. Wajah murung dan kecewa menghiasai wajah ibunda tercinta. Terobati karena kesibukannya bekerja. Hari-harinya terasa kelam. mengarungi dengan sholat dan doa membuat dirinya yakin bahwa akan datang jodoh yang terbaik untuknya.

Kehadirannya di Rumah Amalia telah membuat hatinya bahagia. "Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, saya yakin dengan shodaqoh di Rumah Amalia ini, Allah akan memberikan saya jodoh yang terbaik dari sisiNya." tuturnya. Air mata mengalir tiada henti, Doa dan harapan untuk membahagiakan orang tuanya segera terwujud. Hanya kepada Allah dirinya memohon pertolongan. Subhanallah, tidak lama kemudian seorang ustadz yang membina pengajian di kantornya menawarkan ta'aruf seorang ikhwan untuknya, profilenya sebagaimana yang diharapkan. Namun luka dihati akibat kegagalannya dimasa lalu menyisakan perih dihati. Dia tidak hendak buru-buru menolak, sempat terpikir olehnya "Ya Allah, bila memang ini jodohku, mudahkanlah segala urusannya." Setelah sholat memohon petunjuk pada Allah. Allah menguatkan hatinya dengan bulat menerima.

Alhamdulillah, semua proses lamaran sampai dengan pernikahannya sederhana berjalan dengan lancar, keluarga sakinah begitu indah dilaluinya. Hari-hari dipenuhi kebahagiaan dengan laki-laki pilihannya yang begitu taat dan sholeh. Setiap pagi selalu membangunkan untuk sholat tahajud. Bahkan mengajaknya untuk sholat berjamaah. Kehidupan Islami diarungi bersama dengan suami tercintanya sampai lahir sang buah yang telah lama diharapkan. Begitu indah dan bahagia hatinya karena Allah melimpahkan kebahagian dan kebaikan untuk dirinya dan keluarganya. "Barangsiapa yang menikah dengan dilandasi keyakinan kepada Allah dan hanya mengharapkan keridhaanNya niscaya Allah mewajibkan diriNya untuk menolongnya dan memberkahinya" (HR. Thabrani).

Friday, September 14, 2012

Nikmatnya Bersyukur

Ada seorang bapak yang untuk kesekian kali datang ke Rumah Amalia. Beliau mengatakan kepada saya bahwa hanya dekat dengan Allah lah hatinya menjadi tenang. 'Itulah nikmatnya bersyukur' tuturnya. 'Dalam tekanan hidup membuat saya mencari Allah, meski saya pernah marah dan meninggalkanNya namun Allah tidak pernah meninggalkan saya.'

Pukulan pertama diterimannya. Awalnya tahun lalu istrinya yang dicintai masuk rumah sakit ketika beliau sedang berada di luar kota karena tugas kantor. Tidak lama kemudian sang istri dipanggil oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Ditengah kesedihannya beliau jatuh dari kamar mandi yang membuat terbaring di rumah sakit. Terbaring selama satu bulan. Begitu sudah bekerja kembali, pimpinan perusahaan tempatnya bekerja dirinya di PHK. Dalam upaya mencari pekerjaan baru, beliau mencoba untuk berwirausaha namun usahanya tak membuahkan hasil.

Sampai titik nadir, rasa sakit yang dialaminya. menjerit dalam hati 'Ya Allah, aku tidak sanggup lagi.' Pada kesempatan itulah beliau mendengarkan Radio FM Jakarta, kemudian menghubungi saya dan akhirnya berkunjung ke Rumah Amalia. Tidak lama setelah itu beliau mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik daripada sebelumnya. Sekarang justru beliau semakin dekat dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 'Saya selalu rindu padaNya sebab kasih sayang Allah menerangi jalan hidup saya Mas Agus.' tutur beliau.

---
Sahabatku, aminkan doa ini mohon kemudahan dalam usaha kita, "Allahuma rahmataka arju fala takilni ila nafsi tharfata ‘ain, wa ashlihli sya’ni kullahu, la ilaha illa anta, “Ya Allah, hanya kasih sayang-Mu yang aku harapkan, maka janganlah Engkau serahkan urusanku pada diriku sendiri meskipun hanya sekejap mata, dan perbaikilah semua urusanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau.” (H.R. Abu Dawud dan Ahmad).

Tuesday, September 11, 2012

Kokohkan Niat menjemput Jodoh

Sahabatku, mengokohkan niat menjemput jodoh bukan hanya bertemu dengan seseorang yang kita cintai namun juga jodoh menuju pernikahan hendaknya memenuhi kriteria Lillah, niat menikah karena Allah. Proses dan cara sesuai dengan ketentuan Allah yang disebut Billah. Terakhir Ilallah, tujuan pernikahan merupakan upaya menggapai ridha Allah, sungguh indahnya sebuah pertemuan dua insan yang saling mencintai karena Allah, merindukan karena Allah. Pernikahan mereka adalah pertemuan ruhani yang berjuang untuk meraih keridhaan Allah, bila kita berkualitas disisi Allah maka akan datang seseorang yang menjadi jodoh kita yang berkualitas juga.

Sahabatku yang ingin segera menikah, niat yang benar, prosesnya benar, tujuan benar maka pernikahan anda mendapat keberkahan didunia dan akhirat, menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah. Membawa kebaikan bagi keluarga kita dan umat. Bila memang ada niat & keinginan sungguh2 untuk mendapatkan jodoh. Jangan putus asa, tetaplah berikhitiar & memohon kpd Allah maka Allah akan mengirimkan jodoh yg terbaik untuk anda.

--
Sahabatku, aminkan doa ini agar kita untuk mendapat cinta Allah dan cinta orang yang mencintaiNya, jodoh yang terbaik dari sisi Allah. "Allahuma innii as'aluka hubbaka wahubba may yuhibbuka wal'amalal ladzii yuballighunii hubbak. Allahummaj'al hubbaka ahabbaka ahabba ilayya min nafsii waminal maa'il baarid" Ya Allah, aku mohon cintaMu, cinta orang yang mencintaiMu dan amal yang dapat menggapai cintaMu. Ya Allah, jadikan cintaku kepadaMu melebihi cintaku kepada diriku, keluargaku dan air yang dingin." (HR. Tidrmidzi).

Sunday, September 09, 2012

Derita Membawa Bahagia

Entahlah bagaimana rasanya ketika hidup kita bersama keluarga ditengah kebahagiaan tiba-tiba hempas oleh cobaan & musibah bertubi-tubi? Sekuat apapun diri kita. Toh, akhirnya jatuh terpuruk & tersungkur di dalam penderitaan yang berkepanjangan. Tentunya teramat perih. Hati siapa yang sanggup untuk menanggung semua derita itu,  Ada kemarahan, kekecewaan. 'Kenapa harus sekarang Ya Allah? Kenapa Engkau berikan kami cobaan & musibah, ketika kami sedang bahagia? Sampai kapan derita ini akan berakhir? Sesungguhnya Allah memberikan cobaan & musibah pada hambaNya sebagai ujian, sebenarnya justru melepaskan dirinya dari kehancuran sehingga cobaan itu menjadi nikmat & karunia Allah yang terbesar baginya dan keluarganya.

Itulah yang terjadi pada seorang bapak. Ditengah kondisi dipuncak kariernya sebagai seorang pimpinan sebuah perusahaan, gajinya terbilang lebih dari cukup, fasilitas rumah dan mobil dari kantor, kondisi yang tercukupi kehidupan ekonominya, ditambah lagi dengan istri dan anak-anaknya yang mencintainya. Tiba-tiba perusahaan yang pegangnya diambang kehancuran karena adanya keharusan membayar kembali proyek besar yang dikerjakan gagal sesuai dengan jadwal karena adanya kesalahan pengerjaannya, anak-anak dan istrinya juga ikut merasakan kecemasan namun tetap masih setia mendampingi dirinya. Namun yang berat dalam hidupnya disaat bersamaan anaknya jatuh sakit yang segera dirawat di Rumah Sakit karena kena DB. Hal ini tentunya diluar apa yang diperkirakannya, berada diatas puncak kariernya malah mendapatkan kejutan yang tidak diperkirakan. Kepahitan hidup yang bertubi-tubi yang dihadapinya mencoba instropeksi diri, beliau menyadari sejak lama sudah lama meninggalkan kewajibannya, boro-boro shodaqoh, menjalankan sholat lima waktu aja hampir tidak pernah dikerjakan, akibatnya dengan kejadian pahit ini membuat hidupnya menjadi terasa hampa. Tersadar akan hal itulah yang membuat beliau berkenan bershodaqoh untuk Rumah Amalia mengharap keridhaan Allah.

Seminggu kemudian anaknya yang sedang di Rumah Sakit sudah boleh pulang. Perusahaannya step by step sudah mampu menyelesaikan semua keuangan akibat dari kegagalan proyek yang dikerjakan bahkan  kerugiannya diganti oleh perusahaan asuransi. Sebulan kemudian perusahaannya mendapatkan tiga tawaran proyek, roda kembali berputar. Perusahaan, keluarga dan hidupnya dirasakan lebih indah & lebih membahagiakan. Keberkahan demi keberkahan kerap dirasakannya. Sejak kejadian itu keyakinan beliau bahwa dengan mendekatkan diri kepada Allah, giat menjalankan sholat fardhu dan rajin menyisihkan rizki untuk bershodaqoh akan membuat dirinya dilimpahkan keberkahan oleh Allah, menyelamatkan perusahaannya, menyembuhkan kembali anaknya yang sedang sakit, menyehatkan hati, juga tidak kalah penting adalah kebahagiaan bagi keluarganya.

Thursday, September 06, 2012

Pengorbanan Berbuah Suami Yang Sholeh

Ada seorang gadis usianya 37 tahun, selain bekerja, tidak ada kegiatan apapun selain mengurus adik-adiknya dan mengurus ibunda tercinta. Dulu pernah menolak lamaran laki-laki, menikah diusia muda, ia berkeyakinan hanya menikah bila adik-adiknya sudah dewasa dan mampu mengurus ibunya. Sungguh pengorbanan yang luar biasa mendahulukan kepentingan adik-adik dan ibunya menunjukkan kemuliaan dan kelurusan hatinya. Begitu adik-adiknya sudah beranjak dewasa, air matanya selalu menetes, "Apakah aku harus menjalani sisa umur tanpa menikah dan keturunan Ya Allah?" Ia bergegas ke Rumah Amalia niat bershodaqoh dengan mengharap keridhaan Allah agar dimudahkan untuk jodohnya.

Setelah beberapa saat seorang laki-laki datang melamarnya, laki-laki itu menikahinya karena ia seorang perempuan yang diridhai oleh ibunya, berakhlak mulia hingga berani berkorban, laki-laki itu mengatakan, "Ibumu adalah ibuku juga, aku juga akan berbakti sebagaimana engkau berbakti, aku akan mengurus sebagaimana engkau mengurus ibu. Adik-adikmu adalah adik-adikku juga, maka kita akan tinggal di rumah yang bersebelahan dengan mereka." laki-laki itu melamar bersama keluarganya, kebahagiaan terpancar diwajahnya dan mereka menikah sebulan kemudian. Pengorbanan tidak sia-sia, Allah membalasnya dengan mengirimkan laki-laki yang sholeh untuk menjadi suaminya. Merekapun hidup bahagia menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah.

Tuesday, September 04, 2012

Menikah Dalam Senyuman

Wajah bapak nampak lebih tua dari usianya, jas hitam pinjaman saudara tak mampu menyembunyikan kegelisahan hatinya. Beliau mendekati dan diusap kepala putrinya paling disayang, paling dimanja, meski tidak dengan materi. Pengorbanan bapak membiayai kuliah bahkan sampai mengantarkan kestasiun Kereta Api sewaktu hendak ke Bandung. Karier dan pendidikan semua bisa diraih dengan mudah, kariernya melejit dengan pesat, kebutuhan sehari-hari bapak dan ibu mampu dipenuhi dari gaji yang diterima. Pernah menyampaikan keinginan untuk memberangkatkan umroh bapak dan ibu namun bapak menolaknya, "Bapak, hanya ingin melihat kamu menikah.." begitu tutur bapak bagai menghunjam ulu hati, terasa perih terluka yang mampu meneteskan air mata. Sakit hati dan kecewa seolah menyatu, marah dan benci namun juga rasa sayang kepada bapak dan ibu tak mampu untuk berkata-kata.

Disetiap malamnya selalu bersujud memohon kehadirat Allah, ingin sekali membahagiakan kedua orang tua agar bisa segera menikah. Pada minggu pagi kedatangannya di Rumah Amalia untuk berbagi, "Hanya keridhaan Allah yang saya harapkan.." ucapnya, Air mengalir tak terasa, doa dan harapan untuk membahagiakan kedua orang tua segera terwujud. Subhanallah, Allah seolah menunjukkan KemahabesaranNya, prosesnya begitu cepat, laki-laki yang hampir seusia dikenalnya pada kegiatan sosial menyatakan kesungguhan untuk mengajaknya menikah. dua kemudian bersama keluarga besarnya calon suami datang melamar. Sampai waktu pernikahan tiba seolah bagai mimpi. Detik-detik akad nikah melihat bapaknya tersenyum, air matanya bening menetes dipipinya merasakan kebahagiaan dihati kedua orang tuanya. Bersyukur kepada Allah akhirnya mampu mewujudkan impian kedua orang tuanya, menikah dalam senyuman dan kebahagiaan, meraih keluarga sakinah mawaddah warahmah.

Monday, September 03, 2012

Karena Kau Begitu Berarti

Sahabatku, ada sebuah pertanyaan bila orang sedang jatuh cinta, "Mengapa ya dia memilih saya menjadi pendamping hidupnya?" karena anda begitu berarti dalam hidupnya. Layak dicintai adalah lambang keberartian, sebab cinta bukanlah bagunan yang berdiri dilahan kosong, cinta tidak dipersembahkan untuk padang jiwa yang kosong, tidak juga karya tanpa makna. Kita memiliki arti dan makna maka kita layak dicintai. Bukan jiwa yang hampa namun sebuah keberhargaan perasaan cinta itu sendiri dan keberhargaan sosok yang kita cintai. Keberartian menjadi awal cinta, kita akan merasa perasaan cinta kita begitu berharga bila kita mencintai orang yang layak menerima perasaan kita. Sedangkan seseorang yang kita cintai karena dia begitu berharga dalam hidup kita. Dia layak untuk kita cintai, sosok yang memang layak untuk menerima limpahan kasih sayang kita dan kita menjadi manusia yang tidak menyia-nyiakan perasaan sendiri dengan mencintainya, karena hidup ini begitu indah, memiliki seseorang yang kita cintai yang merasakan sungguh berarti diri kita dalam hidupnya.

Sungguh indah dalam hidup ini, bila orang yang kita cintai dengan tulus bertutur lirih, "Karena kau begitu berarti dalam hidupku." Keberartian hidup kita bagi orang lain terjalin cinta untuk disatukan dalam pernikahan adalah perasaan alami sebagai karunia Allah. Sebagai karunia Allah perasaan itu agung menjadi gejolak kemanusiaan yang diridhai disisiNya dan karena keridhaan Allah itulah Rasulullah bersabda, "Tidak ada yang bisa dilihat lebih indah bagi mereka yang sudah saling jatuh cinta kecuali pernikahan." (HR. Al-hakim). sehingga meraih dua keindahan sekaligus, keindahan yang berpadu dari kecintaan kita kepada pasangan kita yang memancar dari kecintaanNya kepada kita, pada saat yang sama, kita mendapat limpahan cinta dan kasih sayang Allah.

Sunday, September 02, 2012

Jaga Selalu Hatimu

"Kau jaga selalu hatimu, saat jauh dariku, tunggu aku kembali, ku mencintaimu selalu, menyayangimu sampai akhir menutup mata," melantun merdu, laki-laki itu meneteskan air mata. Terbayang wajah istri yang mencintainya namun dirinya tidak mampu menjaga kesetiaan. Ditengah tugas rutin kantor dan rumah, ia merasakan kejenuhan, semua terasa memuakkan. Bahkan istrinya seringkali menjadi luapan amarah yang dia sendiri tidak tahu apa penyebabnya. Sampai kemudian mengenal seorang gadis teman kantornya. Mengantar pulang, saling kirim SMS membuat hidupnya kembali bersemangat penuh warna. Terjalinlah hubungan asmara. Ibarat barang busuk tak bisa ditutupi terlalu lama istrinya mengetahui juga. Awalnya ia mengingkari namun tak bisa menolak ketika ada buktinya. Akhirnya ia mengakui semua perbuatan itu. Sang istri hanya bisa menangis.

Hidupnya menjadi terasa gelap, rumah tangga terasa dingin. Istri dan anak-anaknya tak mau menyapanya. Bahkan kekasih gelapnya memutuskan hubungan terlarang, "Bang, kita putus aja cintai terlarang ini." tutur kekasihnya yang pergi meninggalkan seorang diri. Allah seolah mengingatkan pada dirinya bahwa jalan yang dipilihnya salah. Air mata penyesalan dari perbuatan yang salah. Keinginan untuk berbagi di Rumah Amalia hanya berharap keridhaan Allah, mengembalikan, istri dan anak-anaknya. Rindu akan senyuman, tawa dan canda keluarga. Ia selalu menyempatkan pulang lebih awal agar bisa sholat maghrib, awalnya anak-anak menolak untuk sholat berjamaah namun anak yang bontot mau berjamaah, satu persatu ikutan sholat berjamaah. Istrinya tetap diam membisu. Sampai satu malam, istrinya memeluk tubuhnya, "Maafkan aku Mas.." Ia pun menjawab, "Aku yang salah Ma. Maafkan aku.." Anak-anaknya menangis berhamburan, 'Jaga Selalu Hati Mas.." bisik sang istri, ia mengangguk. Bersama keluarga istri dan anak-anaknya membangun kekokohan keluarga lebih mendekatkan diri pada Allah.

Nyatakan Cinta

Sahabatku, Seorang lkhwan (laki-laki yg sholeh) yang datang kepada seorang akhwat (perempuan yg sholehah) dan menyatakan cinta dengan sungguh-sungguh untuk melamar dan hendak mengajak menikah, maka ikhwan itu adalah ikhwan yang bertanggung jawab terhadap perintah Allah dan RasulNya untuk segera menyempurnakan agama dengan menikah. "Jika engkau mencintai saudaramu, beritahukan kepadanya." (HR. Abu Dawud). memberitahukan rasa cinta dan menyegerakan pernikahan adalah sebuah keindahan dalam hidup. Perjalanan yang selalu dikenang indah untuk membagun romantisme dengan dilandasi keimanan.

Bahkan Allah menjamin surga bagi mereka yang menyatakan cinta yang dilandasi dengan ketulusan dan peerjuangan dijalan Allah sebagaimana hadist qudsi dalam Shahih Jami'us Shaghir oleh Syaikh al-albani, "Cintaku pasti bagi mereka yang saling mencintai dijalanKu, cintaKu pasti bagi mereka yang menyambungkan ikatan persaudaraan di jalanKu, cintaKu pasti bagi mereka yang memberikan perhatian dijalanKu, cintaKu pasti bagi mereka yang saling mengunjungi di jalanKu, dan cintaKu pasti bagi mereka yang berlomba berjuang di jalanKu. Orang-orang yang mencintai dijalanKu berada diatas mimbar-mimbar cahaya, para Nabi, shiddiqin, dan syuhada iri dengan kedudukan mereka." Bagi sahabat yang menginginkan cinta Allah dan keluarga yang mendapatkan limpahan kasih sayang Allah, bila ada kesungguhan seorang laki-laki yang sholeh untuk mengajak menikah maka segerakanlah pernikahan itu, semoga Allah melimpahkan keberkahan untuk pernikahan anda. amin ya robbal alamin..
AGUSSYAFII BLOG
2006
Proudly powered by : Blogger