Cinta Membutuhkan Pengorbanan

CDi dalam kehidupan rumah tangga selalu saja datang badai yang menghempas, Kekokohan dalam rumah tangga menjadi penting dalam menahan hempasan badai. Pernah ada seorang Ibu yang bersilaturahmi di Rumah Amalia bertutur bahwa pernikahannya yang sudah berlangsung sepuluh tahun, tiba-tiba suaminya bertingkah laku aneh, hampir setiap hari menelponnya justru disaat dirinya sedang dikantor, suaminya mengeluh dan menuduh sang istri tidak setia. Waktu berkenalan dulu memang suami tipe pecemburu, tentu saja cemburu itu menghilang ketika mereka sudah menikah, namun perkembangan akhir2 ini suaminya bilang tidak benar2 mencintainya, terkadang menelpon meminta doanya agar dia supaya tenang karena bila teringat sikap istrinya timbul marah lagi.

Suaminya juga suka menuduh bahwa dirinya sombong karena kariernya dikantor menanjak terus sedangkan usahanya tidak maju-maju. Padahal dia tidak pernah merendahkan suaminya. Hal seperti itulah timbul pertengkaran karena kemarahan yang sudah tidak bisa terkendalikan. Beliau merasa sudah tidak tahan hidup dalam rumah tangga seperti itu namun didalam lubuk hatinya tidak mau bercerai. 'Apa yang suami saya sedang alami Mas Agus? Bagaimana saya harus bersikap padanya?' tutur beliau dengan isak & tangis. Airmatanya mengalir begitu saja.

Kemudian saya menjelaskan kepada beliau setiap masalah, kita tidak membutuhkan kambing hitam namun kita membutuhkan penyelamat. Setiap masalah apapun datanglah kpd Allah & hanya kepada Allahlah kita memohon pertolongan agar keluarga kita tetap kokoh ditengah hempasan badai. 'Maukah ibu menyelamatkan suami dari keterpurukan?' Walaupun ragu, ibu itu berdoa. Dirinya memohon agar Allah berkenan menyejukkan hati suami yang dicintainya. Allah menjawab doanya. Semakin hari kemudian menjadi semakin membaik, komunikasi dirinya & suaminya mencair, sekalipun tidak mudah tetapi tidak ada lagi tutur kata saling menyerang bahkan suaminya mengajak untuk sholat berjamaah. Anak-anak juga merasakan kesejukan di dalam rumah. Sejak itu rumah tangga mereka berubah, kesabaran sang ibu membuahkan hasil. Ibu bersama anak-anak & suami akhirnya lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Cinta yang tulus membutuhkan pengorbanan untuk mengokohkan rumah tangganya dari hempasan badai. Subhanallah.

3 Responses to "Cinta Membutuhkan Pengorbanan"

info obat alami said...

alahmdulillah semoga keluarga itu selalu di beri hidayah,amin

obat alami untuk mioma said...

insya Allah jika pengorbanan itu tulus dilandaskan karena Allah, itu akan berbuah manis. . .
Insya Allah. . .

kak zepe said...

Menarik sekali tulisan anda..
blognya juga keren..
oh iya..salam kenal sebelumnya...
Saya kak Zepe. Saya pencipta lagu anak.
lagu2 ciptaan saya banyak dipakai oleh guru2 TK dan PAUD...
Semua karya saya , sudah saya publikasikan di blog saya.
silakan berkunjung ke
http://lagu2anak.blogspot.com

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel