Yuk, wujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah

Tuesday, February 26, 2013

Ingatlah Allah!

Ada seorang Ibu di Rumah Amalia, dirinya terlihat kalut dan bingung, gejala itu dirasakan sebulan yang lalu ketika ia marah dan membenci suaminya. Kebencian yang dirasakan pernah coba untuk dikomunikasikan kepada suaminya, malah yang terjadi suaminya mencemooh, kata-katanya tajam mengalir begitu saja. Ucapan itulah yang melukai hatinya. Sejak itu yang dirasakan perutnya sakit hingga ke ulu hati, terasa perih dan kembung. Dokter hanya menyebutnya sebagai sakit maag. Dalam kondisi seperti itulah membuat tidak bisa tidur nyenyak, makanpun juga tidak enak. Ia mulai sering melamun, malas bekerja, malas bergaul dengan tetangga, senang dirumah dan rebahan entah apa yang dipikirkan dan dirinya lebih suka dirumah daripada beraktifitas. Dalam kondisi ini dapat dipahami bahwa ia telah melewati ambang batas kemampuan mengontrol diri, perasaan terluka, kecewa, marah dan kesedihan yang dialami sudah berubah menjadi ketidakmampuan memahami dirinya sendiri.

Lantas bagaimana kiat menyembuhkan perih luka dihati? Pertama, yang paling penting mengenali tanda dini stres berat yakni tidur terganggu disertai dengan mimpi buruk. Kedua, Bila sudah merasakan hidup begitu teramat berat, hati sakit terluka perih. Ingatlah Allah! Menangis dan memohonlah Allah agar kesedihan berubah menjadi kebahagiaan. Ada bagian hal itu menjadi wilayah anda untuk bisa menyelesaikan dan selebihnya serahkan masalah hidup anda yang tidak bisa diatasi biarkanlah Allah yang menyelesaikannya. Anda sanggup menghadapi semua problem kehidupan itu dengan baik hanya bila bertawakal kepada Allah. Percaya sepenuhnya bahwa Allah adalah sebaik-baiknya penolong dan pelindung anda.

Alhamdulillah, akhirnya beliau telah mampu pulih kembali, tidurnya sudah nyenyak, makanpun sudah enak dan beraktifitas bekerja sehari-hari seperti biasanya. Kehidupannya lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan berdzikir dan menjalankan ibadah sholat tepat waktu. Kedekatan dirinya kepada Allah telah mampu menyembuhkan diri sendiri dari beban stres berat yang telah dialaminya, kemampuan untuk mengelola diri untuk selalu ingat Allah telah pulih kembali bahkan hubungan dengan suaminya dan anak-anak menjadi lebih baik. 'Subhanallah Mas Agus, saya bisa lebih tenang dan sabar menghadapi masalah hidup sekarang ini. ' ucap beliau. "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram". (Ar-Raad 28).

Wednesday, February 20, 2013

Terima Kasih Cintaku..

Perempuan muda itu duduk terdiam membisu, Air matanya mengalir dipipinya ranum memerah. Dirinya tidak pernah menyangka suaminya mengucapkan kata-kata yang begitu lembut ditelinganya "Terima kasih Cintaku.." Sejuta bunga menebarkan semerbak harum mewangi seolah ditaman bunga. Laki-laki yang ada didepannya sosok suami yang telah mendampingi hidupnya. Ia begitu menghormatinya. Ia merasa bukanlah perempuan yang cukup pantas untuk sang suami, tidak cantik, tidak cerdas. Namun perempuan sederhana dan biasa saja, tidak istimewa. Namun berbeda dengan suaminya selain wajahnya yang menarik, baik, cerdas dan santunan mempesona bagi dirinya juga setiap perempuan yang pernah mengenalnya.Setelah sekian lama pernikahan dan memiliki seorang anak, belum pernah terucap kata mesra dari bibir suaminya. Dirinya sangat berharap mendengarkan suara dan kata-kata romantis itu.

Sebenarnya sebagai seorang istri, dirinya tidak pernah meragukan cintanya. Semua wujud cinta dan kasih sayang diwujudkan dalam segalanya. Tapi entah kenapa dirinya merasa ada yang kurang. Semua pikiran jelek itu ditepisnya. Sampai pagi itu sebelum suaminya berangkat ke kerja. Terdengar bisikan kata mesra itu. "Terima kasih cintaku.." Bisikan itu begitu lembut seolah membawanya terbang ke awan. Entah kenapa dia malah bertanya, "Terima kasih untuk apa Mas?" Suaminya tersenyum mendengarkan pertanyaan sang istri, "Untuk cintamu selama ini, aku mengagumimu." Dalam diam duduk membisu. Air matanya mengalir dipipinya ranum memerah. Kata-kata itu terasa sebagai hadiah terindah dalam hidupnya dari orang yang sangat dicintainya.

Rasulullah mengingatkan kita bahwa "Tidaklah bersyukur kepada Allah, bila seseorang tidak berterima kasih atas kebaikan sesamanya." (HR. Ahmad, at-Tirmidzi & Abu Dawud). Sungguh sepatutnya kita mampu menghargai kepada pasangan hidup kita, penghargaan itu tidak harus berupa pemberian materi, berharga mahal yang justru terasa kering dari sentuhan hati maupun ungkapan tulus. Penghargaan yang terindah adalah menyampaikan membisikkan kata mesra padanya. Ungkapan setulus hati penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang merupakan wujud yang tak ternilai harganya sehingga kita selalu mampu memupuk keluarga dengan kehangatan dan kemesraan. Lantas sudahkah anda hari ini mengucapkan kata mesra kepada pasangan hidup anda? "Terima kasih sayang atas cintamu selama ini."

Wednesday, February 06, 2013

Trauma Patah Hati

Sahabat, pernahkah anda jatuh cinta? pernah ditolak cinta? pernah patah hati? Bagaimana rasanya? Aduh, kebayang deh sakitnya? Mereka yang merasakan jatuh cinta biasanya pernah patah hati. Perasaan patah hati teramat pedih untuk diungkapkan dengan kata-kata. Bagi seorang akhwat tentunya harus cerdas menjaga hati, berhatilah-hatilah dalam menjalani hidup, jangan mudah terpengaruh dengan rayuan gombal. Jika pernah patah hati, sulit untuk melupakan luka dan perih dihati. Patah hati dapat menyebabkan trauma. Ada perasaan takut gagal lagi. Ada kecenderungan menutup diri. Hsl ini ysng menyebabkan patah hati menjadi salah satu faktor penyebab terhambatnya untuk bertemu jodoh.

Sahabatku yang ingin segera menikah, untuk menyembuhkan trauma patah hati, luruskan kembali niat, niat yang benar, prosesnya benar, tujuan benar maka pernikahan anda mendapat keberkahan didunia dan akhirat, menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah. Membawa kebaikan bagi keluarga kita dan umat. Bila memang ada niat & keinginan sungguh2 untuk mendapatkan jodoh. Jangan putus asa, tetaplah berikhitiar & memohon kpd Allah maka Allah akan mengirimkan jodoh yg terbaik untuk anda.

Tuesday, February 05, 2013

Semakin Besar Luka, Semakin Besar Kekuatan Yang Dibutuhkan

Perih terluka karena orang yang kita cintai untuk bisa menyembuhkan membutuhkan kekuatan dalam memulihkan luka perih dihati. Semakin besar luka itu, semakin besar pula kekuatan yang dibutuhkan untuk menyembuhkan luka itu. Seorang Ibu bertutur bahwa pernikahannya yang sudah berlangsung sepuluh tahun, tiba-tiba suaminya bertingkah laku aneh, hampir setiap hari menelponnya justru disaat dirinya sedang dikantor, suaminya mengeluh dan menuduh sang istri tidak setia. Waktu berkenalan dulu memang suami tipe pecemburu, tentu saja cemburu itu menghilang ketika mereka sudah menikah, namun perkembangan akhir2 ini suaminya bilang tidak benar2 mencintainya, terkadang menelpon meminta doanya agar dia supaya tenang karena bila teringat sikap istrinya timbul marah lagi. Suaminya juga suka menuduh bahwa dirinya sombong karena kariernya dikantor menanjak terus sedangkan usahanya tidak maju-maju. Padahal dia tidak pernah merendahkan suaminya. Hal seperti itulah timbul pertengkaran karena kemarahan yang sudah tidak bisa terkendalikan.

Beliau merasa sudah tidak tahan hidup dalam rumah tangga seperti itu namun didalam lubuk hatinya tidak mau berpisah. Siang itu kedatangannya di Rumah Amalia berkenan untuk bershodaqoh dengan harapan mendapatkan keridhaan Allah sehingga mampu membukakan pintu hati suami. Tutur beliau dengan isak & tangis. Airmatanya mengalir begitu saja. Walaupun hatinya terluka perih, ibu itu berdoa. Dirinya memohon agar Allah berkenan menyejukkan hati suami yang dicintainya. Allah menjawab doanya. Tak lama kemudian komunikasi dirinya & suaminya mencair, sekalipun tidak mudah tetapi tidak ada lagi tutur kata saling menyerang bahkan suaminya mengajak untuk sholat berjamaah. Anak-anak juga merasakan kesejukan di dalam rumah. Sejak itu rumah tangga mereka berubah, kesabaran sang ibu membuahkan hasil. Ibu bersama anak-anak & suami akhirnya lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Cinta yang tulus membutuhkan pengorbanan untuk mengokohkan rumah tangganya dari hempasan badai. Subhanallah.

Monday, February 04, 2013

Sayangilah Sebelum Terlambat

Pernah saya menemani seorang teman yang menangis tersedu-sedu mengiringi jenazah ibunda tercinta ke liang lahat. Satu hal yang sangat membuatnya bersedih dan perih selama ibundanya masih hidup, dia kurang memperhatikannya. Bahkan sekedar mendengarkan keluh kesah atau bertegur sapa. Dirinya terlalu sibuk dengan mengejar karier. Selama satu bulan lalu dia baru mengetahui karena ibundanya sakit kronis setelah dirawat di Rumah Sakit sampai akhirnya ibunda menghembuskan napas. Penyesalan tiada terperih. Tiada lagi kesempatan kedua kali. Masih terbayang ibundanya selalu memeluk dan mencium ketika dia masih kecil sedang sakit. Selalu membisikkan kata betapa sayang ibundanya kepada dirinya. Anak laki-laki kesayangannya. Air matanya menetes deras. Senyumnya yang tulus selalu menyambutnya sewaktu pulang sekolah. Cinta dan kasih sayang ibundanya yang begitu besar sejak ayahnya meninggal dunia diusia balita. Tangisan dan air mata penyesalan karena belum mampu membalas cinta dan kasih sayang ibunda tercintanya.

Sahabatku, Maknanya bagi kita adalah betapa berartinya kita menghargai, membahagiakan dan mencurahkan kasih sayang kepada orang-orang yang kita cintai. Kepada ayah, ibu kita, pasangan, anak dan orang-orang yang kita cintai. Jangan kehilangan kesempatan, jangan pernah menunda-nundanya, akan membuat penyesalan seumur hidup kita sebab bila orang yang kita cintai sudah menghembuskan napasnya yang terakhir, tidak akan ada yang bisa kita lakukan, kesempatan tidak akan pernah datang kembali, yang ada hanyalah penyesalan.
AGUSSYAFII BLOG
2006
Proudly powered by : Blogger