Sunday, February 28, 2010

Hati Yang Berserah

Malam temaram menyelimuti hati yang berserah kepada Allah Subhanahu Wa ta'ala. Seorang Ibu bersama Putranya dan juga suaminya yang dicintainya. Dulu Sang Ibu awalnya datang sendiri ke Rumah Amalia. Beliau banyak bercerita dan memohon doanya dari anak-anak Amalia agar keluarga bisa terselamatkan dari kehancuran. Beliau berjanji bila keluarga bisa berkumpul kembali akan mengajak anak dan suaminya berkunjung ke Rumah Amalia.

Alhamdulillah malam itu kehadirannya menyiratkan kebahagiaan diwajahnya, anaknya terlihat mungil, suaminya tersenyum mengembangkan pertanda adanya kebahagiaan dilubuk hatinya yang paling dalam. 'Subhanallah, Allah masih sayang kepada kami sekeluarga..Hanya kepada Allahlah kami berserah diri dan memohon perlindungan.' Ucap Sang Ibu dengan untaian air mata yang bening, berkali-kali beliau mengucapkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Dulu Sang Ibu bercerita, waktu itu diawal tahun saya mengandung putra pertama. Kami bergembira, kami kabarkan kepada orang tua, kakak dan mertua. Mereka semua senang dan mereka ingin merayakan tujuh bulan kehamilan saya di kampung. Bertepatan pada tahun ajaran baru bapak mengantarkan adikku untuk melanjutkan kuliahnya. Mengingat susahnya cari kontrakan maka saya meminta adik perempuan saya untuk tinggal bersama kami sekeluarga. Jadilah rumah kami semakin ramai, ada saya, suami, adikku dan pembantu kami.

Ditengah suami sedang sibuk dengan tugas kantornya, tidak tega rasanya saya mengganggunya. Meskipun begitu terkadang saya ingin mendampingi suami namun saya sering menahan diri,' tuturnya.

Rumah tangga kami bahagia, penuh tawa dan keceriaan, banyak tetangga yang selalu mengatakan, 'jeng, aku ngiri loh ama keluarga kamu..bahagia banget...' Saya selalu menjawabnya dengan tersenyum. Suami mencukupi kebutuhan kami bahkan berlebih dan sisanya saya tabung untuk kebutuhan putra kami kelak. Ipah, pembantu kami sangat setia pada keluarga kami karena saya memperlakukannya seperti keluarga sendiri. Sementara adik saya juga nampak gembira, jika ada tugas yang tidak dimengerti, dia selalu bertanya pada kakak iparnya. Saya senang melihat kedekatan suami dan adik saya perempuan. Mereka terlihat akrab, terkadang saya merasa cemburu atas kedekatan mereka. perasaan seperti itu buru-buru saya menyingkirkannya. Tidaklah pantas cemburu dengan adik kandung sendiri, malu rasanya..!

Putra kami pertama lahir, anaknya cakep seperti ayahnya. Namun disaat suami, bapak dan ibu membezuk adik saya tidak ikut. Katanya, 'adikmu sedang sakit.' Terlihat diwajah kedua orang tua saya seperti menyembunyikan sesuatu. Setelah seminggu kelahiran putra kami, kami mengadakan syukuran sekaligus aqeqahan dengan mengundang para tetangga sekitar rumah kami tinggal. Secara tidak sengaja saya melintas kamar adik perempuan saya yang tertutup, saya mendengar isak tangis, isak tangis ibu, isak tangis bapak disela-sela isak tangis adik perempuan saya. Terdengar suara adik perempuan saya yang mau muntah.

'Mengapa kau lakukan itu?' tanya bapak. 'Sudah pak..nanti terdengar orang,' jawab ibu. Tak kuasa saya mendengar percakapan itu. Dunia terasa kiamat. Saya kesal, menangis, kecewa, marah. Saya ini apa? saya perempuan yang malang. bodohnya saya, dan tidak bergunanya saya. Saya berlari ke kamar, tiba-tiba putra saya menangis, air mata saya mengalir. Sehari semalam saya tidak keluar kamar.

'Saya teringat status di FB Mas Agus...'Sayangilah mereka yang pernah menyakiti hatimu' Tutur Sang Ibu. Malam itu beliau mengendong putranya. Wajahnya terlihat bersedih, kemudian saya menyarankan untuk mengambil air wudhu dan memperbanyak istighfar. Tak lama kemudian, duka dihatinya terlihat berkurang. Beliau memohon doanya dari anak-anak Amalia agar keluarga bisa terselamatkan dari kehancuran dan dirinya mampu memaafkan orang-orang telah menyakiti hatinya. Beberapa malam kemudian Sang Ibu memenuhi janjinya bahwa dirinya telah memaafkan suami dan adiknya serta melupakan semua yang telah menyakitkan hatinya, hal terbukti kehadirannya bersama putra dan suaminya ke Rumah Amalia dengan senyum yang merekah. Subhanallah..Maha Suci Allah...

---
Yaitu mereka yang bisa menahan emosi, memaafkan manusia dan Allah senang kepada mereka yang berbuat ihsan (QS. Ali-Imran:134).

Saturday, February 27, 2010

Sholat Tahajud Sebagai Sumber Kemuliaan

Di malam yang indah ini mari kita tunaikan sholat tahajud sebab sholat tahajud adalah sumber kemuliaan abadi. Bila pada umumnya orang bangga akan harta dan kedudukannya maka sholat tahajud adalah kemuliaan orang yang beriman. Sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wassalam dalam sebuah hadist yang berbunyi,

Nabi bersabda, 'Jibril mendatangiku dan berkata, 'Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu karena engkau akan mati, cintailah orang yang engkau suka karena engkau akan terpisah dengannya, lakukanlah apa keinginanmu, engkau akan mendapatkan balasannya, ketahuilah bahwa sesungguhnya kemuliaan seorang Mukmin adalah sholat waktu malam dan ketidakbutuhannya dimuliakan oleh orang lain (HR. Al-Hakim & Al-Baihaqi).

Mari kita tunaikan sholat tahajud agar memperoleh kemuliaan dalam hidup ini..

amin ya robbal alamin..

Friday, February 26, 2010

Makna Sholat Tahajud

Tahajud artinya 'bangun dari tidur di malam hari.' Maka sholat tahajud dikerjakan di malam hari setelah tidur terlebih dahulu , walaupun tidurnya sebentar. Mengapa harus tidur dulu? Karena bangun tidur pikiran kita menjadi lebih segar dan fresh. Dengan tidur berarti proses pemulihan sel tubuh, penambahan kekuatan dan otak kita kembali berfungsi. Mengapa pula tengah malam atau sepertiga malam? Karena pada malam hari suasana hening dan tenang menunjang konsentrasi kita.

'Sesungguhnya bangun tengah malam adalah lebih mengena dan bacaannya lebih berkesan. Pasa siang hari engkau mempunyai urusan panjang. Sebutlah nama Tuhanmu dan beribadahlah kepadaNya dengan penuh ketekunan.' (QS. al-Muzzamil:1-8).

Menurut at_Tabari, bacaannya lebih berkesan, maksudnya bahwa sholat malam lebih membekas dihati kita. Ketika aktifitas kehidupan terhenti dan kebanyakan manusia tertidur lelap. Bangun tengah malam terhindarkan kita dari riya.' Sholat tahajud juga mengajarkan keikhlasan. Ia barometer bagi orang yang bersungguh-sungguh dalam ibadah. Sengaja bangun malam hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki keinginan niat kuat. Niat yang kuat didorong oleh motivasi yang kuat sehingga sholat tahajud akan dilaksanakan dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh.

Wednesday, February 24, 2010

Sholat Menata Akhlak

Allah berfirman, 'Dirikanlah sholat, Sesungguhnya sholat mencegah perbuatan keji dan munkar.' (QS. al-Ankabut:45). ayat ini menyiratkan bahwa sholat mencegah bagi kita yang melaksanakannya dari perbuatan keji dan munkar. jika tidak, sholat hanyalah gerakan olah raga tetapi tidak akhlaknya tidak makin membaik.

Dalam salahsatu hadist Qudsi Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, 'Aku hanya menerima sholat dari orang yang dengannya ia tawaduk pada keagunganKu, tidak menyakiti makhlukKu, berhenti maksiat padaKu, melewati siangnya dengan berdzikir kepadaKu, serta mengasihi orang fakir, orang yang berjuang dijalanKu, para janda dan orang yang tertimpa musibah.' (HR. al-Zubaidi).

Bukankah kita melihat hubungan antara sholat dengan akhlak, sifat tawadhu dan kasih sayang.? Maka jika sholat kita tidak membuat kita memiliki rasa kasih sayang terhadap orang lain, memaafkan orang-orang yang telah menyakiti hati kita dan peduli kepada penderitaan sesama berarti sholat kita tidak membuahkan hasil.

Tuesday, February 23, 2010

Doa Hendak Beraktifitas

Teman2 Yang Berbahagia..

Di pagi yang indah ini sambil menikmati indahnya mentari pagi. Izinkan saya menyapa teman2 semua... teriring doa, Semoga anda dan keluarga senantiasa sehat selalu..

Tentunya sebuah kebahagiaan tersendiri kita bisa mengawali hari untuk bisa beraktifitas. Beraktifitas keluar rumah untuk berangkat kerja, berhati-hati dijalan untuk menjaga keselamatan dan jangan lupa memohon keselamatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar bisa sampai di tempat kerja dan kembali ke rumah dalam keadaan sehat walfiat serta dijauhkan dari hal-hal yang tidak baik maupun yang tidak kita inginkan. Sebagaimana Nabi Muhamad mengajarkan kepada kita setiap hendak beraktifitas yang senantiasa memanjatkan doa berikut ini:

'Allahuma inni a'udzu bika an adhilla, au udhalla, au azilla, au azhlam, au ajhal, au yujhala 'alayya.'

Artinya, Ya Allah, sungguh aku berlindung kepadaMu agar tidak tersesat atau disesatkan atau aku tergelincir atau digelincirkan atau aku berbuat dzalim atau didzalimi atau aku berbuat bodoh atau dibodohi (HR. Nasa'i, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah).

Doa ini agar kita terhindar dari hal-hal yang buruk dalam perjalanan atau selama beraktifitas kita sehari-hari. Semoga kita semua dijauhkan dari hal-hal yang buruk.

Selamat Beraktifitas..

Sunday, February 21, 2010

Samudra Kasih Sayang

Pada sore hari, seorang istri dengan hati berbunga-bunga menanti suaminya yang hendak pulang dari kantor. Terbayang dibenak sang istri, mereka akan saling memeluk dan bertukar pikiran tentang apa yang telah terjadi siang hari.

Sementara suaminya dikantor terkena marah dari atasannya, hal itu membuat shock dirinya. Sesampai di rumah, suaminya ditegur dengan mesranya oleh sang istri. 'Sayang, apa yang sedang terjadi? Ceritakan kepadaku untuk meringankan beban dihatimu.'

Wajahnya terlihat kusut, lemah lunglai dengan nada kesal suaminya menjawab, 'Mengapa kamu harus berbicara setiap saat? Apa kamu nggak bisa diam? Aku sudah bosan, aku tidak ingin mendengarkan suaramu lagi.'

Sang istri terkejut dan terpukul, hatinya tergores dan membuatnya terluka. Tak terbayangkan betapa sakitnya apa yang telah diucapkan oleh suami yang dicintainya dengan sepenuh hati. Ia berjanji untuk tidak bicara lagi dengan suaminya, 'Suamiku tidak ingin mendengarkan suaraku lagi. Aku tidak akan berbicara dengannya lagi!' Ucapnya dalam hati.

Hal itu berlangsung selama 30 tahun. Suaminya penuh penyesalan. Berulangkali ia meminta maaf namun luka hati sang istri tidak pernah sembuh. Pada saat suaminya sedang sakit keras, ia memohon agar istrinya memaafkan. 'Istriku, biarkan aku mati dengan tenang. Sekali saja ucapkan bahwa kamu telah memaafkanku.' Sang istri tidak berdaya. Ia tidak dapat lagi mengucapkan kata-kata.

Begitulah realitas kehidupan sehari-hari, hati kita mudah sekali terluka tetapi bila hati seluas samudra penuh kasih sayang tentunya luka hati akan cepat sembuh. Alangkah indahnya bila kita menghargai seseorang dengan setulus hati. Terkadang kita menghargai seseorang hanya setelah ia meninggal dunia. Kita turut berbelasungkawa dan pertemuan duka cita untuk mengenangnya. Mari kita berbuat sesuatu untuk mereka yang kita sayangi selama mereka masih hidup dengan meluaskan hati seluas samudra yang dipenuhi dengan kasih sayang. Cintailah dan maafkanlah.

---
Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. 25:74).

Tuesday, February 16, 2010

Sabar Meraih Kemenangan

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Kemudian petani itu berpikir bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun karena dianggapnya berbahaya, jadi tidak berguna untuk menolong keledai. Petani itu mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Ketika keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian.Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang- guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.

Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan keluar dari sumur.

Begitulah kehidupan senantiasa menuangkan masalah, problem dan kesedihan agar kita mampu menjadi kuat dan dewasa. Mengguncangkan segala macam problem, masalah, kesedihan untuk melatih kesabaran kita dan menjaga pikiran kita agar tetap jernih dengan menggunakannya sebagai pijakan melangkah naik keluar dari sumur ‘penderitaan’ dan melahirkan sikap kearifan dalam hidup kita.

Kearifan berasal dari bahasa arab arofa- ma'rifat-arifin-ma'ruf. yang mengandung arti bukan hanya tahu tapi juga mengenal. orang arif bukan hanya tahu masalah, tetapi juga mengenali karakterristik masalah, sehingga problem solving dengan pendekatan kearifan melahirkan penyelesaikan yang tuntas, bisa dipahami oleh semua pihak, bukan hanya logis. Hal-hal yang logis sering tidak bisa difahami oleh pihak yang kalah. Orang arif sering sengaja mengalah demi memperoleh kemenangan yang sesungguhnya, bukan kemenangan yang formal namun sebuah kemenangan yang hakiki. Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

'Sesungguhnya AKU memberi balasan kepada mereka di hari ini karena kesabaran mereka. Sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang.' (QS al-Mu'minun:111).

Monday, February 15, 2010

Keajaiban Berakhlak Baik

Siang itu saya di Rumah Amalia kedatangan seorang tamu, anak muda yang bercerita bahwa di dalam hidupnya senantiasa dimudahkan, 'sewaktu sekolah bukanlah termasuk ranking di dalam kelas, begitu selesai bisa langsung kerja, sampai bekerja pun termasuk yang biasa-biasa aja namun kariernya sampai puncaknya,'ucapnya.

'Bagaimana anda bisa melakukan semua itu?' tanya saya padanya.

'Ibu saya selalu mengajarkan agar senantiasa berbuat baik kepada orang lain, perlakukanlah orang lain sebagai engkau ingin diperlakukan.' jawabnya dengan mata berkaca-kaca, menerawang seolah teringat nasehat ibunda tercinta. Itulah keajaiban perbuatan baik yang telah menjadi akhlak yang baik. Akhlak yang baik dan mulia selalu membawa keberuntungan bagi hidup kita.

Akhlak adalah keadaan batin seseorang yang menjadi sumber lahirnya perbuatan dimana perbuatan itu lahir dengan mudah tanpa memikirkan untung rugi. Bagi orang yang berakhlak baik, berbuat baik adalah satu ekpresi, bukan transaksi, oleh karena itu perbuatan baiknya mengalir begitu saja tanpa harus mempertimbangkan untung rugi. Yang dimaksud dengan perbuatan adalah kegiatan fisik atau mental yang dilakukan secara sengaja dan bertujuan. Perbuatan bisa berujud aktifitas gerak, bisa juga berwujud diam tanpa gerak. Tidak berbuat dan tidak berkatakata yang dilakukan secara sengaja adalah suatu perbuatan yang bernilai akhlak. Oleh karena itu bagi orang yang berakhlak, perkataannnya, perbuatannnya dan diamnya diukur secara cermat, kapan harus berkata dan kapan harus diam, kapan harus bertindak dan kapan harus berdiam diri. Akhlak mengandung dimensi vertikal, horizontal dan internal, oleh karena itu kemanfaatan hidup berakhlak dirasakan oleh masyarakat dan oleh orang yang bersangkutan.

Kejaiban Hidup dengan berakhlak baik hadir dalam berbagai bentuk, diantaranya sebagai berikut ini:

1. Dapat menikmati ketenangan hidup. Ketenangan dalam hidup diperoleh oleh orang yang tidak memiliki konflik batin, konflik interest. Konflik batin timbul disebabkan oleh ketidak mampuan seseorang berakrab-akrab dengan diri sendiri, dengan kemampuan diri sendiri, dengan apa yang telah dimiliki. Pusat perhatian orang berakhlak ialah pada bagaimana menjadikan dirinya bermakna, bermakna bagi keluarga, masyarakat dan bangsa serta kemanusiaan sesuai dengan nilai yang diajarkan oleh Tuhan Sang Pencipta. Dari segi ini orang yang berakhlak selalu bekerja keras tak kenal lelah untuk orang lain, yang dampaknya pulang kepada diri sendiri, yaitu tidak hirau terhadap kesulitan pribadinya. Secara internal orang berakhlak selalu mensyukuri nikmat Allah kepada dirinya sehingga ia merasa telah diberi banyak dan banyak memiliki. Dari itu ia selalu berfikir untuk memberi dan sama sekali tidak berfikir untuk menguasai apa yang telah dimiliki orang lain.

2. Tidak mudah terguncang oleh perubahan situasi. Perubahan merupakan sunnatullah dalam kehidupan. Terkadang perubahan terjadi dengan amat cepat, membalik keadaan begitu rupa, yang selama ini berkuasa jatuh terhina, yang terhina naik ke atas panggung, yang selama ini ditabukan justeru berubah menjadi perilaku umum setiap hari, yang mudah menjadi sulit, sebaliknya yang semula mustahil menjadi sangat gampang. Bagi orang yang berakhlak, perubahan itu tak lebih hanya sunnatullah kehidupan, sementara sunnatullah itu sendiri justeru tidak berubah. Oleh karena itu bagi orang yang berakhlak, yang menjadi perhatian adalah bukan perubahannya, tetapi yang tidak berubah, yaitu kaidah-kaidah sunnatullah, seperti kebenaran akan jaya dan kebatilan akan runtuh, bahwa setiap kesulitan akan membawa kemudahan, bahwa kejujuran akan mendatangkan keberkahan, bahwa yang yang buruk, meski disembunyikan akan terbuka, bahwa yang baik meski sedikit akan diakui juga , bahwa merendahkan diri akan mendatangkan kemuliaan dan bahwa kesombongan akan berakhir dengan kehancuran. Bagi orang berakhlak dengan akidah tersebut diatas, ia akan memandang perubahan situasi justem dengan perspektif sunnatullah yang tidak berubah. Oleh karena itu ia tetap tenang di tengah perubahan zaman.

3. Tidak mudah tertipu oleh fatamorgana kehidupan. Kehidupan yang kita jalani memang benar-benar merupakan realitas, tetapi tak jarang apa yang ditawarkan kepada kita dan apa yang sedang kita ikuti sebenarnya bukan realitas tetapi hanya fatamorgana belaka. Bahwa untuk menjadi pandai orang harus belajar adalah realitas, bahwa untuk mencapai ke tingkat sosial tertentu orang harus berjuang melalui tahap-tahap pekerjaan adalah realitas, bahwa untuk menjadi kaya orang harus berusaha secara ulet serta membutuhkan waktu adalah realitas. Sebaliknya untuk menjadi pintar mendadak, menjadi kaya mendadak, untuk mencapai kedudukan tinggi secara mendadak adalah lebih sering merupakan fatamorgana yang menipu. Bagi orang yang berakhlak, fatamorgana kehidupan tidak menarik baginya, karena ia justeru tertantang untuk mengatasi kesulitan secara realistis. Orang yang berakhlak tahu persis makna sabar, yaitu tabah hati tanpa mengeluh, dalam menghadapi cobaan dan rtintangan, dalam jangka waktu tertentu, dalam kerangka mencapai tujuan. Orang sabar tahu persis bahwa menggapai tujuan bukan suatu yang mudah karena untuk itu membutuhkan waktu dan keuletan dalam menghadapi rintangan. Hanya orang dalam keadaan lemah mental atau tertekan sajalah yang mudah tertipu oleh fatamorgana kehidupan, kepada sesuatu yang nampaknya sangat menjanjikan tetapi sebenarnya tipuan belaka.

4. Dapat menikmati hidup dalam segala keadaan. Sudah menjadi sunnatullah bahwa hidup manusia mengalami pasang dan surut, terkadang beruntung, di lain kali merugi, terkadang disambut oleh banyak orang, di lain kali dimaki dan bahkan diusir oleh orang banyak. Bagi orang yang berakhlak, karena prinsip hidup lurus yang selalu dipegang, maka ia selalu siap menghadapi keadaan surut maupun keadaan pasang. Di waktu beruntung ia bersyukur kepada Tuhan, berbagi rasa syukurnya kepada orang lain dan tidak menghambur-hamburkan keberuntungannya. Meski keberuntungan melimpah ruah, orang berakhlak tetap hidup wajar, tidak berlebihan dan tetap menjadi dirinya. Ketika sedang mengalami surut dalam hidupnya ia sabar, tidak mengeluh dan menerima apa adanya. Meski dalam keadaan serba kekurangan secara materi, orang yang berakhlak masih tetap memiliki keindahan dalam hidupnya karena ia tetap bisa melakukan sesuatu yang bermakna. Adapun orang yang tak berakhlak ketika beruntung ia lupa daratan berfoya-foya dengan keberuntungannya, dan ketika jatuh merugi ia lupa ingatan, sedih berkepanjangan, stress dan ada yang bunuh diri.

Friday, February 12, 2010

Jagoan Sejati

Suatu hari ada seorang Guru berjalan bersama tiga orang muridnya, ketika melewati perempatan jalan mereka menjumpai bangkai binatang yang sangat besar dan baunya menyengat. Setelah sampai tujuan, mereka ditanya oleh sohibul bait, apakah mereka melihat sesuatu di perempatan jalan. Yang satu menjawab bahwa ia melihat bangkai besar sekali, yang satu lagi mengaku melihat bangkai yang baunya sangat menyengat, dan yang satu lagi mengaku melihat bangkai yang seram dilihat mata.

Giliran Sang Guru, beliau menjawab bahwa ia melihat bangkai yang giginya sangat putih. Dari empat jawaban itu mengindikasikan adanya "isi jiwa" atau pusat perhatian yang berbeda-beda. Jadi pada dasarnya siapa itu seseorang dapat dilihat apa yang dikatakan, apa yang dilaporkan dan apa yang dikeluhkan. Kata-kata mutiara berbunyi ; Kullu wi`a in bima fihi yandloh, wa kullu ina in bima fihi tarsyuh, artinya jika ada cipratan dari gelas, pasti isi gelas itu sama dengan yang mencipratnya, dan jika ada suatu wadah rembes, pasti isi wadah itu ada kesamaannya dengan yang merembes. Bagaimana akidah seseorang, bagaimana tingkat iabadah seseorang dan bagaimana kualitas akhlaknya dapat ditengarahi dari apa yang keluar atau yang
dikeluarkan olehnya.

Memang manusia bisa berpura-pura, tetapi keaslian seseorang akan muncul ketika mengalami keadaan puncak; sangat gembira, sangat sedih, sangat takut, sangat berkuasa, sangat terpojok dan sangat leluasa. Fenomena yang sering memperlihatkan keaslian seseorang antara lain adalah ketika kehilangan sesuatu, ketika ditinggalkan sesuatu, ketika ditimpa sesuatu.

Nabi bersabda; laisa as syadidu bis shur`ati innama asyadidu man yamliku nafsahu `indal aghodlobi. Artinya; jagoan itu tidak diukur dari kemampuanya bertarung, tetapi yang sebenarnya jagoan sejati adalah orang yang tetap mampu menguasai dirinya terutama ketika sedang marah. (HR. Muslim)

Thursday, February 11, 2010

Sholat Sebagai Doa

Dalam bahasa Arab, sholat bermakna doa, tetapi unsur sholat meliputi doa, pujian dan gerak. Dalam perspektif way of life seorang muslim, sholat adalah tugas hidup, bukan tujuan. Seperti halnya ibadah yang lain, sholat mempunyai aspek bentuk yang dapat dilihat dengan mata kepala, dan aspek esensi yang merupakan makna sebenarnya dari ibadah. Pada tataran teori, sholat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Akan tetapi pada tataran praktek, sebagaimana juga ibadah lain, bisa saja sholat tidak bermakna apa-apa. Oleh karena itu seperti yang disebut al Qur’an, bagi orang-orang yang menjalankan sholat masih disediakan neraka Wail (wailun lil musallin, Q/107:4). Pada orang tertentu, salat masih dirasakan sebagai kewajiban, pada orang lain, mungkin sudah dirasakan sebagai kemestian, dan selanjutnya ada orang yang merasakan sholat sebagai kebutuhan, bahkan sebagai idaman yang menggairahkan.

Bagi Nabi, sholat sejajar dengan hobi atau kegemaraan dalam kehidupan sehari-hari. Hanya orang yang sudah maqamnya, yang dapat merasakan kemesraan hubungan dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala di dalam “ruang” sholat seperti kemesraan sepasang kekasih.

Di dalam sholat orang yang maqamnya seperti itu terdapat nuansa komunikasi yang sangat intim sehingga seusai sholat wajahnya berseri-seri, hatinya tenteram dan sepanjang waktu rindu untuk kembali sholat. Bacaan dalam sholat berisi pujian dan doa yang sudah ditentukan, tetapi di dalam sholat boleh mengajukan permintaan lain diluar yang dibaca. Doa dalam sholat boleh diajukan dengan bahasa sendiri yang kita mengerti, karena orang yang berdoa memang harus mengerti apa yang diminta namun itu hanya boleh diungkapkan dalam hati saja.

Dalam struktur syari’at Islam, sholat merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh kaum mukmin (inna as salat kanat ‘ala al mu’minin kitaban mauquta,Q/4:103). Sebagai kewajiban yang bersifat sentral, sholat tidak cukup dikerjakan sekali-sekali, tetapi bersistem sepanjang hidup manusia. Oleh karena itu perintah sholat bukan untuk mengerjakan, tetapi mendirikan sholat (iqam as sholati), yakni mengerjakan dengan mengikuti sistemnya. Jika sholat dikerjakan dengan mengikuti sistemnya, maka ia akan berfungsi bagi yang mengerjakannya, seperti maksud syari’at sholat. Jika sholat hanya dikerjakan tanpa mengikuti sistemnya maka yang tertinggal hanyalah bentuk ritual sholat yang tidak relevan dengan fungsinya. sholat lima waktu merupakan tugas wajib, oleh karena itu ia tidak dimaksud untuk apa-apa selain mematuhi kewajiban.

Untuk mencari nilai plus hubungan manusia dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, misalnya ingin dekat dengan Allah, maka itu bukan dengan sholat wajib, tetapi dengan sholat sunnat (nawafil).

Diantara fungsi sholat adalah (1) untuk berkomunikasi dengan Allah, (2) media zikir kepada Allah dan (3) untuk membangun kepribadian.

Komunikasi antara seorang manusia dengan Allah, bisa berupa permintaan (doa), pengaduan, konsultasi, bisa juga sebagai pelepas kerinduan. Sholat Istikharah misalnya adalah bentuk permintaan seorang manusia kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar diberi kemampuan memilih (dipilihkan yang terbaik) dari pilihan-pilihan yang sulit.

Jawaban dari istikharah dapat diketahui melalui tiga jalan. (1) melalui isyarat naumiyyah, yakni isyarat mimpi yang melambangkan apa yang sebaiknya dipilih, (2) jawaban itu disampaikan melalui nasehat dan saran banyak orang, yang terasa sehat, masuk akal dan menyejukkan, dan (3) melalui ketajaman nurani dimana hati menjadi sangat yakin atas pilihannya meski boleh jadi ditentang oleh seluruh penduduk bumi.

Adapun jika seorang mukmin mempunyai permintaan khusus kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, maka kepadanya dianjurkan untuk mengerjakan sholat hajat. Al Qur’an memang mengisyaratkan bahwa permohonan pertolongan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala bisa dilakukan dengan sabar dan sholat, ista’i nu bi as sobri wa as salat. (Q/2:45, 153)

Jika orang mengerjakan sholat istikharah disebabkan karena kurang percaya diri dalam mengambil keputusan, maka sholat hajat dilakukan sehubungan dengan telah adanya keputusan yang diambil dan langkah yang sudah dimulai. Dalam keyakinan atas pilihan itulah orang bermohon agar apa yang diyakini telah diridai Allah itu terlaksana dengan baik.

Perhatikan kandungan doa sholat hajat seperti yang diajarkan oleh Rasul di bawah ini:

Artinya: Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Mulia. Maha Suci Allah, Pemilik ‘Arasy yang Agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku mohon kepada Mu hal-hal yang mendatangkan (a) rahmat Mu, (b) ampunan Mu, (c) perlindungan Mu dari dosa, (d) peluang meraih segala kebajikan dan (e) terbebas dari kesalahan. Ya Allah aku mohon kepada Mu, jangan Engkau biarkan dosaku tanpa Engkau ampuni, dan jangan Engkau biarkan kesulitanku, tanpa Engkau beri jalan ke luar, dan jangan Engkau biarkan hajatku yang telah Engkau ridai, tanpa Engkau kabulkan, wahai Tuhan yang Maha Pengasih.

Wednesday, February 10, 2010

Keteduhan Hati

Keteduhan hati di dalam hidup kadang hadir kala orang sehat namun keteduhan hati yang sesungguhnya akan terlihat justru ketika kita sakit. Sakit melatih kesabaran seseorang menjadi meningkat. Sakit membuat keteduhan dirasakan oleh orang-orang disekelilingnya. Wajahnya terlihat lebih tabah, tutur katanya lembut dan tidak mengeluhkan sakitnya. 'Sejak bapak sakit, beliau menjadi begitu sangat sabar. bahkan kalo saya ngomel sama anak-anak, sekarang bapak bisa nasehatin saya..sabar bu..sabar.' Tutur seorang Ibu yang mendampingi Pak haji disaat saya membezuknya.

Pak haji yang saya kenal beliau salah satu pengurus Yayasan Pendidikan. beliau menderita 'Verkalking', yakni sakit disebabkan pengapuran pada persendian kaki sehingga kalau digerakkan kakinya terasa sangat sakit. Menurut dokter ahli tulang tempat dimana beliau berobat mengatakan jalan satu-satunya untuk menyembuhkan sakit adalah dengan operasi.

Beliau tidak malah langsung melaksanakan saran dokter namun malah bersama anak dan istrinya malah bershodaqoh untuk anak-anak Amalia dan orang-orang tidak mampu disekeliling rumahnya. Keyakinannya bahwa 'Obatilah orang-orang sakit dengan shodaqoh dan betengilah harta kalian dengan zakat dan tolaklah bala' dengan doa' 'itulah satu-satunya cara kami memohon pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala,' begitu tutur Pak haji.

Anehnya, begitu bangun untuk menunaikan sholat subuh, beliau tidak lagi merasakan sakit pada persendian kakinya. begitu siangnya pak haji segera mendatangi dokter langgananannya untuk memeriksakan kesehatan kakinya. Setelah dipoto, ternyata pengapuran pada sendi kakinya telah hilang. Dokternya bertanya, apakah dia telah menjalani operasi?' Pak Haji menjawab, saya tak pernah operasi, hanya meminta kepada Allah agar disembuhkan. Sang dokter itu mengakui bahwa kalau Allah Subhanahu Wa Ta'ala berkehendak, semua pasti terjadi.

Dari berbagai peristiwa yang telah beliau alami, perubahan sifat yang dulunya pemarah sekarang menjadi lebih sabar. Keteduhan pada diri Pak haji semakin dirasakan oleh keluarganya sejak sakitnya parah. Begitu luar biasanya Allah memberikan pelajaran kemudian juga menyembuhkan pada persendian yang dideritanya namun juga sekaligus menyembuhkan penyakit hatinya.

----
'Obatilah orang yang sakit dengan shodaqoh, bentengilah harta kalian dengan zakat dan tolaklah bencana dengan berdoa (HR. Baihaqi).

Tuesday, February 09, 2010

Taubat

Suatu malam di Rumah Amalia terdengar suara mengaji. Anak-anak terdengar suara riuh ramai. Setelah menghapal Asmaul Husna, saya bercerita. Semua anak-anak sudah duduk melingkar. 'Malam ini judul ceritanya apa Kak?' tanya Eko. 'Taubat' Jawab saya padanya. Kemudian saya bercerita pada anak-anak Amalia.

Dizaman dahulu kala ada orang yang bernama Malik Bin Dinar. Malik Bin Dinar memiliki kebiasaan minum-minuman keras. Ia memiliki seorang anak perempuan yang cantik dan mungil. Malik sangat menyayangi buah hatinya. Ketika berusia lima tahun, Sang buah hatinya meninggal dunia. Malik sangat terpukul dan bersedih. AIr mata nyaterus mengalir tak dapat menyembunyikan kepedihan dalam hatinya.

Malamnya setelah kepergian putrinya yang dicintainya Malik minum-minuman keras. Ditengah tertidur malik bermimpi berada dalam satu tempat berkumpul dengan banyak orang. Seluruh makhluk berkumpul. Malik tiba-tiba dikejar-kejar oleh seekor ular yang sangat besar yang dari mulut mengeluarkan api. Tubuh Malik menggigil ketakutan. Sampai akhirnya Malik bertemu dengan putrinya yang disayangi. Putrinya menjelaskan bahwa ular yang mengejarnya itu adaah perbuatan buruknya yang suka minum-minuman keras.

Disaat terbangun, Malik merasa ketakutan masih terbawa, ia menumpahkan semua minuman kerasnya dan memecahkan semua botolnya. Kemudian malik bertaubat kepada Allah SWT dan menjadi taat beribadah. Allah berkuasa untuk memberikan petunjuk kepada hambaNya agar selalu berada di jalan kebenaran.

Diakhir cerita saya menjelaskan kepada anak-anak Amalia bahwa Allah SWT memiliki nama Ar-Rasyiid. Ar-Rasyiid artinya Yang Maha Pemberi petunjuk. Allah SWT Maha Pemberi Petunjuk kepada hamba-hambaNya pilihan yang bertaqwa kepadaNya, yaitu orang-orang yang mengerjakan perintahNya dan menjauhi larangan-Nya.

--
Aku mengabulkan permohonan orang yang berda apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu dan hendaklah mereka beriman kepadaKu agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS AL-Baqarah :186).

Air Mata Dalam Sujud

Ketika saya dalam sujud sholat malam ini, air mata mengalir begitu saja. Saya teringat wajah lucu seorang anak, saya suka memanggilnya ‘Adek’. Beberapa tahun lalu saya mengenal, wajahnya lucu, ayahnya meninggal karena kecelakaan. Adek suka bertanya pada saya, ‘Kak Agus benarkah ayah pergi ke surga?’ Saya menjawabnya dengan mengangguk. ‘Adek juga ingin ke surga,’ kata Adek berlari meninggalkan saya.

Hidup ini terkadang memang getir. Tidak saja kebahagiaan menghampiri, kedukaan dilewati begitu saja. Memaksakan diri untuk tidak merasakan apapun. Semakin ditekan sebuah perasaan, terasa semakin perih menyesak di dalam dada.

Adek enam bulan kemudian pergi ke surga menyusul ayahnya karena sakit DBD. Nyawanya tak tertolong, saya ikut mensholatkan dan juga ikut mengantarkan. Wajah Adek masih terbayang, hati bagaikan teriris. Air mata tak henti mengalir. ‘Ya Allah, terimalah Adek sisiMu..’ doa yang saya panjatkan untuknya waktu itu.

Malam ini dalam sujud entah kenapa wajahmu muncul dengan senyuman yang khas kekanak-kanakannya. Seolah mengabarkan bahwa dirinya telah berada di surga. Saya membacakan surat al-fatehah untuk Adek. Sementara itu air mata mengalir begitu saja membasahi pipi.

Monday, February 08, 2010

Ketenangan Hati

Ditengah kesibukan dan arus kehidupan yang memiliki tantangan seperti kondisi sekarang ini, betapa ketenangan hati menjadi begitu sangat penting, yang akan menolong kita dari keterpurukan dan kesedihan, yang akan membantu kita mencari jalan-jalan kemudahan sehingga Allah SWT telah menegaskan perlunya menata hati dan sikap yang penuh ketenangan sebagaimana dalam firmanNya:

Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman (QS: At-Taubah: 26).

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ketetapan yang teguh itu dalam kehidupan dunia dan akhirat (QS. Ibrahim:27).

Ketenangan berarti sebuah cermin ikhtiar dan usaha dalam membangun makna kehidupan dengan dasar keyakinan kepada Allah SWT. Ketenangan sebuah proses mencerminkan harmonisasi dan keseimbangan yang berjalan secara konstan, konsisten, sehat, cerdas dan penuh keteguhan dalam keyakinan.

Banyak hal yang membuat hati kita tidak tenang namun ketidak tenangan itu pula membangun kesempatan kita untuk melatih secara terus menerus agar kita mampu menenangkan hati, ujian, cobaan memang kita perlukan sebagai latihan untuk membangun ketenangan hati kita. Hanya jiwa-jiwa yang tenanglah yang akan mampu mengenggam dunia.

Jadi jangan bersedih, jangan khawatir, jangan terburu-buru, jangan takut, jangan rendah diri, jangan patah semangat dan jangan pula memandang atau mengukur segala sesuatunya dengan ukuran duniawi yang fana dan rapuh, melainkan dengan senyuman, keikhlasan, kesabaran, perencanaan dan tetap semangat dalam menggapai berkah dan ridho Allah SWT.

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar-Raad 28)

Wednesday, February 03, 2010

Manfaat Doa

Satu hari ada seorang teman bertanya bagaimana mungkin doa bisa menyembuhkan sakit seseorang? saya katakan padanya jaringan syaraf menunjukkan bahwa doa mengaktifkan sistem limbik otak yang mengatur kesadaran seseorang akan diri, waktu dan lingkungan. Metabolisme tubuh secara menyeluruh juga bergerak menuju keseimbangan sekaligus mewujudkan kesembuhan.

Menggali sumber-sumber psikoterapi dalam doa dapat dilihat dalam formula yang dibaca dalam doa dapat mendatangkan ketenangan jiwa, ketenangan jiwa inilah yang menyembuhkan dari penyakit.  Hal ini disebabkan orang yang memanjatkan doa yakin Allah SWT mengabulkan permintaannya.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah  mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS.  Al- Baqarah:186).

Dalam Kitab Al-Hakim, Ibnul Qayyim al-Jauziyah diriwayatkan hadist dari Ibnu Umar RA bahwa Nabi Muhamad SAW bersabda,

'Doa itu bermanfaat bagi musibah yang telah turun dan yang belum turun. Oleh karena itu wahai hamba Allah, kalian harus berdoa.' (HR. Bukhari & Muslim).

Diriwayatkan Aisyah RA, bahwa Nabi Muhamad SAW bersabda,

'Kewaspadaanmu tidak ada gunanya dalam menghadapi takdir. Berdoalah yang berguna untuk mengantisipasi musibah yang turun maupun yang belum turun. Sesungguhnya musibah ketika turun dihadapi oleh doa dan keduanya bertarung hingga hari kiamat.' (HR. Bukhari & Muslim).

Hubungan doa dengan musibah yang menimpa manusia dikategorikan menjadi tiga yaitu:

1. Doa lebih kuat maka musibah dapat ditolak.

2. Doa lebih lemah dari musibah, walaupun doa lebih lemah meringankan perasaan dan membentuk ketenangan jiwa.

3. Doa dan musibah sama-sama kuat, keduanya saling menolak.

doa yang diterima adalah doa dengan sungguh-sungguh dan memenuhi syarat dan adab maupun etika. Diriwayatkan Aisyah RA, Nabi Muhamad SAW bersabda,

'sesungguhnya Allah menyukai orang yang bersungguh-sungguh dalam doa.'

Dari kriteria itu  nampak proses psikologis yang terdapat dalam doa adalah hubungan yang kuat antara hamba dengan Sang Khaliq, proses ini dapat tercapai kalau ada kejernihan hati dan pikiran dalam doa kepada Allah SWT sehingga merangsang syaraf-syaraf parasimpatis dan menimbulkan ketenangan hati bagi yang berdoa. Semakin tinggi dan berkualitas doa yang dipanjatkan beserta terpenuhinya syarat-syarat doa maka semakin mustajab doanya.

Sementara doa yang gagal sifatnya tergesa-gesa dalam menanti terkabulnya doa. Ia merasa ijabahnya terlalu lambat datangnya hingga merasa cemas. Akhirnya ia meninggalkan doa sama sekali.

Diriwayatkan Abu Hurairah Nabi SAW bersabda, 'Akan dikabulkan doa bagi seseorang diantara kalian selama tidak tergesa-gesa. Apalagi mengatakan, 'aku telah berdoa namun belum juga dikabulkan (HR Bukhari).

Dalam pandangan Ibnul Qayyim al-Jauziyah Ada beberapa hal yang menyebabkan doa itu dikabulkan yaitu,

1. Keadaan sangat genting, terdesak, atau darurat.

2. Didahului dengan perbuatan baik pada sesama seperti bershodaqoh, membantu anak yatim, dan juga orang yang membutuhkan pertolongan.

3. Dilakukan pada saat yang tepat (waktu-waktu yang diijabah).

4. Berserah diri secara totalitas hanya kepada Allah SWT semata.

'Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa, apabila berdoa kepadaKu' (QS Al-Baqarah, 186).

Dengan demikian maka doa sangat bermanfaat dalam proses penyembuhan bagi orang-orang yang sedang sakit. Dengan berdoa berserah diri kepada Allah SWT dan senantiasa bersyukur atas semua karuniaNya proses penyembuhan, Insya Allah bisa terjadi lebih cepat. Wallahu a'lam Bissawab.

Hati Gelap Karena Perselingkuhan

Perselingkuhan adalah faktor penyebab kehancuran rumah tangga, perselingkuhan itu juga hampir menjadi penyebab kehancuran per...