Air Mata Dalam Sujud
Hidup ini terkadang memang getir. Tidak saja kebahagiaan menghampiri, kedukaan dilewati begitu saja. Memaksakan diri untuk tidak merasakan apapun. Semakin ditekan sebuah perasaan, terasa semakin perih menyesak di dalam dada.
Adek enam bulan kemudian pergi ke surga menyusul ayahnya karena sakit DBD. Nyawanya tak tertolong, saya ikut mensholatkan dan juga ikut mengantarkan. Wajah Adek masih terbayang, hati bagaikan teriris. Air mata tak henti mengalir. ‘Ya Allah, terimalah Adek sisiMu..’ doa yang saya panjatkan untuknya waktu itu.
Malam ini dalam sujud entah kenapa wajahmu muncul dengan senyuman yang khas kekanak-kanakannya. Seolah mengabarkan bahwa dirinya telah berada di surga. Saya membacakan surat al-fatehah untuk Adek. Sementara itu air mata mengalir begitu saja membasahi pipi.
2 Responses to "Air Mata Dalam Sujud"
Terima kasih cerita yang sangat menyentuhnya. Begitu menyentuhnya, saya pikir mas Agus mengarangnya.
terima kasih mas yusuf, hidup terkadang realitas itu begitu pahit membuat kita tidak percaya..
Post a Comment