Monday, January 31, 2011

Diambang Kehancuran, Dapat Keberkahan

Coba anda bayangkan, bagaimana rasanya hati yang bahagia tiba-tiba ditampar oleh penderitaan? Apakah tidak sakit? Apakah tidak perih rasanya hati? Disaat seperti ini biasanya hati mulai bertanya-tanya, 'Kenapa harus sekarang Ya Allah? Kenapa Engkau beri aku penderitaan dikala aku sedang bahagia seperti ini? Kenapa tidak nanti aja ketika aku sudah kuat?' Itulah yang dituturkan seorang bapak di Rumah Amalia.

Beliau bertutur ditengah kondisi dipuncak kariernya sebagai seorang presdir perusahaa, gajinya terbilang lebih dari cukup, rumah dan mobil mewah dengan kondisi yang tercukupi kehidupan ekonominya, ditambah lagi dengan istri dan anak-anaknya yang mencintainya. Tapi tiba-tiba perusahaan yang pegangnya diambang kehancuran karena adanya keharusan membayar kembali proyek besar yang dikerjakan gagal sesuai dengan jadwal karena adanya kesalahan pengerjaannya, anak-anak dan istrinya juga ikut merasakan kecemasan namun tetap masih setia mendampingi dirinya. Namun yang berat dalam hidupnya disaat bersamaan anaknya jatuh sakit yang segera dirawat di Rumah Sakit karena kena DB. Hal ini tentunya diluar apa yang diperkirakannya, berada diatas puncak kariernya malah mendapatkan kejutan yang tidak diperkirakan.

Kepahitan hidup yang bertubi-tubi yang dihadapinya mencoba instropeksi diri, beliau menyadari sejak lama sudah lama meninggalkan kewajibannya, boro-boro shodaqoh, menjalankan sholat lima waktu aja hampir tidak pernah dikerjakan, akibatnya dengan kejadian pahit ini membuat hidupnya menjadi terasa hampa. Tersadar akan hal itulah yang membuat beliau berkenan untuk datang ke Rumah Amalia, beliau berniat untuk bershodaqoh agar perusahaan yang diambang kehancuran bisa terselamatkan dan anaknya yang sedang dirumah sakit bisa segera sembuh.

Seminggu kemudian anaknya yang sedang di Rumah Sakit sudah boleh pulang. Perusahaannya step by step sudah mampu menyelesaikan semua keuangan akibat dari kegagalan proyek yang dikerjakan bahkan kerugiannya diganti oleh perusahaan asuransi. Sebulan kemudian perusahaannya mendapatkan tiga tawaran proyek, roda kembali berputar. Perusahaan, keluarga dan hidupnya dirasakan lebih indah & lebih membahagiakan. Keberkahan demi keberkahan kerap dirasakannya. Sejak kejadian itu keyakinan beliau bahwa dengan mendekatkan diri kepada Allah, giat menjalankan sholat fardhu dan rajin menyisihkan rizki untuk bershodaqoh akan membuat dirinya dilimpahkan keberkahan oleh Allah, menyelamatkan perusahaannya, menyembuhkan kembali anaknya yang sedang sakit, menyehatkan hati, juga tidak kalah penting adalah kebahagiaan bagi keluarganya.

'Alhamdulillah Mas Agus, disaat perusahaan & hidup keluarga kami diambang kehancuran, Allah melimpahkan keberkahannya, menyelamatkan perusahaan & keluarga kami.' Ucap beliau sore itu di Rumah Amalia. Air matanya mengalir begitu saja dengan derasnya. Isak tangis bahagia istrinya yang tak henti mengucap hamdalah, puji syukur kehadirat Allah.

'Orang2 yang menginfakkan hartanya baik di waktu lapang maupun di waktu sempit dan orang2 yg mampu menahan amarah serta pemaaf terhadap kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang2 yg berbuat baik.' (QS. Ali Imran : 134).

Sunday, January 30, 2011

Bersyukur Sekecil Apapun

Pernah di Rumah Amalia seorang ibu bertanya kepada saya, 'kalo hidup saya menderita, apa yang harus disyukuri Mas Agus?' tuturnya dengan setengah memprotes. Kemudian saya menjelaskan bahwa bila kita senantiasa bersyukur sekecil apapun nikmat Allah yang diberikan kepada kita termasuk ketika kita penderitaan maka Allah akan menganugerahkan kebahagiaan untuk kita. Mendengar penjelasan itu beliau menjadi mengerti makna bersyukur. Dalam penuturannya sewaktu kecil mempunyai harapan yang ideal terhadap sosok orang tua karena belum mengerti betapa rumitnya kehidupan, ia berharap orang tuanya tidak melakukan kesalahan yang membuat dirinya malu. Kenyataan yang justru dialami adalah ayahnya justru membuat kecewa. Disaat usianya bertambah, dirinya bisa menerima kenyataan pahit bahwa ayah yang diidolakan ternyata memiliki kekurangan. Ayah menikah berkali-kali, meski semua itu tidak direncanakan, toh perjalanan dalam hidup harus dilalui.

Tidak ada ayah yang sempurna, tidak ada pernikahan yang sempurna, setiap orang bisa melakukan kesalahan yang membuat dirinya nampak tidak sempurna dimata anaknya. Itulah yang terjadi. Bersyukur sekecil apapun berarti melihat sisi baik, meski ayahnya menikah berkali-kali tetapi beliau bertanggungjawab terhadap ibu dan anak-anaknya. Kebahagiaan juga dirasakan dengan keharmonisan sampai tumbuh dewasa dengan baik.

Sampai suatu hari ada kabar bahwa sang ayah menderita sakit keras harus dirawat di Rumah Sakit, ibu itu sebagai seorang anak mendampingi dan merawat ayahnya. Selama sakit ayahnya mengungkapkan perasaan bersalah terhadap anak-anak & istrinya. Perasaan bersalah itulah yang menyebabkan ayah jatuh sakit. Ia sebagai anak mampu memaafkan sehingga kesehatan sang ayah menjadi cepat pulih. Dulu setiap kali melihat sosok ayah selalu saja membuatnya marah. Alhamdulillah, Allah membukakan pintu hatinya sehingga menyadari ternyata memaafkan jauh lebih membahagiakan daripada membenci. Perasaan benci dapatkan menghancurkan karena menimbulkan stres berkepanjangan. Ia dapat merasakan sendiri dengan meninjau ulang pandangannya terhadap ayah, ia dapat melihat kebaikan dan memaafkan kesalahan-kesalahan ayahnya, dengan demikian hatinya menjadi terasa lebih ringan dan lebih indah.

Dengan bersyukur ibu itu sudah berhasil mengatasi perasaan marah dan menggantikannya dengan kasih sayang, keyakinannya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala ia berhasil mengelola sumber stres itu hingga berhasil mensyukuri keadaan. Belajar dari pengalaman ayah itulah ia menyadari tidak ada orang yang sempurna juga tidak ada perkawinan yang ideal, yang ada adalah keberanian dan ketabahan menghadapi ujian dan cobaan yang Allah berikan agar kita senantiasa bersabar dan bersyukur dalam hidup ini. Akhirnya memaafkan selalu lebih membahagiakan daripada hidup dalam kebencian.

Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Bila mendapatkan nikmat, ia bersyukur dan bersyukur itu baik baginya. Bila mendapatkan cobaan, ia bersabar dan sabar itu baik baginya. (HR. Muslim).

Thursday, January 27, 2011

Sayang Ayah

Ada seorang ayah yang selalu sibuk dengan pekerjaannya dikantor, terkadang membuatnya jarang berkumpul & bermain bersama istri & sang buah hatinya. Suatu hari dia berkata pada anaknya, 'Nak, nanti hari sabtu, kita jalan-jalan ke taman yuk..!' Janji itu dipegang erat2 oleh anak perempuannya, setiap hari dia menghitung hari, dia berharap agar akhir pekan segera tiba, waktu seolah berjalan lambat. Setiap hari sang anak bertanya pada ibunya, 'Ma, hari ini hari apa? Kok akhir pekannya nggak nyampe2 ya ma?'

Tibalah hari diakhir pekan, anaknya bangun pagi, sikat gigi, mandi & sarapan, dia sudah terlihat manis pagi itu. dia menunggu didepan pintu kamar ayahnya. Ketika ayahnya keluar dari kamar, anak itu segera berlari menyambut ayahnya dan berkata, 'ayah, hari ini jadikan kita ke taman?' Sang Ayah menganggukkan kepala. dia berlari riang gembira, melompat-lompat sambil berteriak, 'Yess!' Tidak lama kemudian HP sang ayah berbunyi dan dia mendengar ayahnya berkata, 'Maaf Pak, saya tidak bisa ke kantor hari ini karena saya sudah berjanji mengajak anak saya jalan-jalan.'

Anaknya tahu bahwa ayahnya lebih mengutamakan janjinya untuk jalan2 ke taman dengan dirinya daripada harus ke kantor. Kegembiraan begitu sangat meluap, ciuman kecil mendarat dipipi ayahnya sambil membisikkkan kata, 'Aku sayang ayah.' Sang ayahpun tersenyum mendengarkan ucapan anaknya. Kebahagiaan terasa hangat menghiasi keluarganya. Ayah, ibu dan anaknya berlibur bersama membuat hidup menjadi begitu terasa indah.

Sungguh indahnya hidup ini bila kita meluangkan waktu untuk anak-anak kita, berkumpul dan bermain. Sebagai ayah, saya bisa merasakan kebahagiaan ketika sang buah hati mengatakan dengan wajah yang berbinar penuh kegembiraan, 'Aku sayang ayah.' Hati terasa sejuk & indah.

Wednesday, January 26, 2011

Selamat Dari Hempasan Badai

Di dalam kehidupan rumah tangga selalu saja datang badai yang menghempas, Kekokohan dalam rumah tangga menjadi penting dalam menahan hempasan badai. Pernah ada seorang Ibu yang bersilaturahmi di Rumah Amalia bertutur bahwa pernikahannya yang sudah berlangsung sepuluh tahun, tiba-tiba suaminya bertingkah laku aneh, hampir setiap hari menelponnya justru disaat dirinya sedang dikantor, suaminya mengeluh dan menuduh sang istri tidak setia. Waktu berkenalan dulu memang suami tipe pecemburu, tentu saja cemburu itu menghilang ketika mereka sudah menikah, namun perkembangan akhir2 ini suaminya bilang tidak benar2 mencintainya, terkadang menelpon meminta doanya agar dia supaya tenang karena bila teringat sikap istrinya timbul marah lagi.

Suaminya juga suka menuduh bahwa dirinya sombong karena kariernya dikantor menanjak terus sedangkan usahanya tidak maju-maju. Padahal dia tidak pernah merendahkan suaminya. Hal seperti itulah timbul pertengkaran karena kemarahan yang sudah tidak bisa terkendalikan. Beliau merasa sudah tidak tahan hidup dalam rumah tangga seperti itu namun didalam lubuk hatinya tidak mau bercerai. 'Apa yang suami saya sedang alami Mas Agus? Bagaimana saya harus bersikap padanya?' tutur beliau dengan isak & tangis. Airmatanya mengalir begitu saja.

Saya kemudian menjelaskan kepada beliau setiap masalah, kita tidak membutuhkan kambing hitam namun kita membutuhkan penyelamat. Setiap masalah apapun datanglah kpd Allah & hanya kepada Allahlah kita memohon pertolongan agar keluarga kita tetap kokoh ditengah hempasan badai. 'Maukah ibu menyelamatkan suami dari keterpurukan?' Walaupun ragu, ibu itu berdoa. Dirinya memohon agar Allah berkenan menyejukkan hati suami yang dicintainya. Allah menjawab doanya. Beberapa hari kemudian komunikasi dirinya & suaminya mencair, sekalipun tidak mudah tetapi tidak ada lagi tutur kata saling menyerang bahkan suaminya mengajak untuk sholat berjamaah. Anak-anak juga merasakan kesejukan di dalam rumah. Sejak itu rumah tangga mereka berubah, kesabaran sang ibu membuahkan hasil. Anak-anak & suami akhirnya lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Cinta yang tulus membutuhkan pengorbanan untuk mengokohkan rumah tangganya dari hempasan badai. Subhanallah.

Tuesday, January 25, 2011

Kesejukan Hati

Pada suatu hari ada pengendara sepeda motor yang berboncengan dengan temannya karena terlihat seorang ibu yang menggendong bayinya sedang menyeberang pengendara motor itu mengerem laju motornya. Ternyata dibelakangnya ada bus angkutan kota, Tak pelak lagi, kondektur bus itu turun dan memarahi habis-habisan sang pengendara motor. Setelah kondektur itu memaki-maki, dia berlalu begitu saja. Temannya yang membonceng begitu sangat geramnya sampai mengatakan, 'kenapa engkau tak biarkan aku menghajar kenek itu?'

'Oh, tidak perlu,' jawab pengendara motor itu, 'Jika dia bisa bertahan menghadapi dirinya dengan sikap seperti itu seumur hidupnya, saya yakin, saya bisa menghadapi sikap dirinya seperti itu selama tiga menit saja.'

Teman, akhir-akhir ini orang gampang tersulut marah, di jalanan, di koran, televisi, mudah sekali menyulut kemarahan, bahkan didalam kehidupan sehari-hari kita mudah jumpai hanya perkara sepele bisa membakar sumbu yang meledakkan semua orang dengan kemarahan. Sudah sepatutnya kita sebagai orang yang beriman untuk menjaga sejukkan suasana yang sedang tidak kondusif ini. Yuk, kita ciptakan kesejukan untuk orang-orang disekeliling kita dengan ucapan yang baik dan membangun.

Monday, January 24, 2011

Bersyukur & Optimis

Bersyukur & optimis dapat memberi kegembiraan dalam jiwa, membuka cakrawala hati menjadi luas & membuka pintu-pintu kesuksesan juga menjadi motor menggerak kebahagiaan, kegembiraan & produktifitas. Bersyukur dalam hidup ini melahirkan sikap optimis, sikap optimis hanya akan muncul bila kita senantiasa bersyukur karena sikap optimis tertanam keyakinan datangnya kesembuhan ketika sakit, datangnya keberhasilan ketika gagal, datangnya menang ketika kalah, datangnya kebahagiaan ketika bersedih. Membuka pintu harapan, menenangkan hati terhadap rasa takut, menghimpun segala kekuatan & membangkitkan semangat memohon pertolongan & bertawakal kepada Allah. Setiap orang yang beriman yakin akan janji Allah bahwa. 'Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan' (QS. al-Insyiraah : 5-6).

Kemampuan mensyukuri nikmat Allah berarti kita menyakini tidak ada yang disebut dengan keberhasilan terlambat datang, tidak ada kebahagiaan yang bisa tertunda sehingga kita tidak perlu tergesa-gesa atau gelisah menghadapi masa sulit karena segala urusan didalam hidup kita ada didalam genggaman Allah yang mencipta & mengatur segala kehidupan di alam semesta ini. Allah tidak mentakdirkan sesuatu melainkan ada hikmah yang dikehendakiNya karena Allah Maha Bijak & Maha Mengetahui, maka tidak ada yang sia-sia di dalam hidup kita.

Banyak kebaikan yang melimpah ruah yang tersembunyi dibalik peristiwa menyedihkan yang tidak kita sukai, tanpa kita sadari dibalik peristiwa yang menurut kita pahit ternyata manis dikemudian hari. Menurut kita menyedihkan namun membahagiakan dilain waktu, sebagaimana Firman Allah yang berbunyi, 'Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia sangat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahuinya.' (QS. al-Baqarah : 216).

Yuk, kita senantiasa bersyukur & optimis!

Saturday, January 22, 2011

Bersyukur Sebagai Terapy

Di Rumah Amalia pernah saya bertemu dengan seorang perempuan muda cenderung bersikap negatif, nyaris dalam segala hal dilihatnya dengan kacamata buram, usahanya gagal, selalu mengeluh tentang dirinya dan sekelilingnya. dia bertanya apa yang harus dilakukan? Saya mengatakan kepadanya agar memperbanyak hamdalah, karena hamdalah adalah wujud rasa syukur kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Sampai suatu hari orang-orang melihat ada perubahan yang menyolok dalam dirinya. Ia tampak lebih bugar, penuh senyuman dan optimisme. Ketika ditanya ia ditanya banyak orang apa yang menyebabkan perubahan itu, ia selalu menjawab, 'ini karena terapi bersyukur.' Setiap pagi selalu mengucapkan hamdalah.' Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah atas semua karuniaMu dipagi yang indah.' ia kemudian memikirkan & melakukan hal-hal yang terbaik disepanjang hari. Disaat malam tiba menjelang tidur, tidak lupa ia memanjatkan doa, 'Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah, untuk semua anugerahMu disepanjang hari ini.' Lalu ia memadamkan lampu dan tidur dengan nyenyak.

Teman, banyak orang yang sudah merasakan betapa bermanfaatnya mengucapkan hamdalah karena hamdalah adalah ucapan syukur yang mengandung upaya pemulihan, pengobatan dan kesehatan bagi siapapun yang senantiasa mengucapkannya. Jika kita belajar bersungguh-sungguh dengan mengucapkan dari lubuk hati kita yang paling dalam, membuat hidup kita menjadi lebih sehat, lebih indah dan lebih membahagiakan. Insya Allah.

Friday, January 21, 2011

Keberkahan Yang Tak Terduga

Pernah ada seorang bapak, Owner Perusahaan Konsultan Manajemen SDM di Jakarta datang bersama istrinya ke Rumah Amalia. Logika duniawinya tidak pernah memahami bagaimana shodaqoh bisa menjadi pembuka pintu rizki. Saat beliau diajak istrinya untuk datang ke Rumah Amalia awalnya tidak menerima mengingat kondisi finansialnya yang tengah redup. 'Saya ini sedang dalam problem penghasilan, masa malah disuruh shodaqoh sama istri?' Begitu ucapnya. Istrinya yang mendengar komentar suami malah senyum-senyum. Lantas kami mengajaknya berdoa bersama memohon kepada Allah agar apa yang menjadi niatnya diijabah.

Alhamdulillah, dua bulan kemudian beliau mendapatkan proyek lumayan besar untuk bisa membiayai opeasional perusahaannya dibidang Konsultan Manajemen SDM, 'Alhamdulillah, Sekarang saya sedang membantu pembenahan Manajemen SDM di beberapa perusahaan Mas Agus,' tutur beliau. Pekerjaannya sebagai konsultan sampai kini menjadi padat, banyak orang yang tidak percaya. Diperkirakan perusahaannya tidak akan bertahan lama malah yang terjadi perkembangan perusahaannya boleh dibilang membaik. Orang sering mengatakan padanya bahwa sukses bisnis harus banyak jaringan, effort yang tinggi ternyata semua teori itu runtuh karena ada banyak hal yang tidak pernah diduga oleh siapapun yaitu rizki diatur oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Maka sejak itu kebiasaan bershodaqoh tidak pernah lagi ditinggalkan. Setiap bulannya senantiasa ia sisihkan dan itu membuat perusahaannya semakin maju. Bahkan kini beliau berusaha mengamalkan kebiasaan untuk memberikan harta yang dicintainya karena keyakinannya mendapatkan keberkahan yang tidak pernah diduga, keberkahan yang tidak diduganya seperti perusahaannya semakin maju, keselamatan, kesehatan dan kebahagiaan bagi beliau dan keluarganya. Pernah beliau panik ketika anaknya terkena Demam Berdarah yang hampir merenggut nyawa sang buah hati akhirnya bisa sembuh dan selamat dari kecelakaan fatal yang terjadi mobil yang dikendarainya bertabrakan, semua itu terjadi karena kasih sayang Allah pada dirinya dan keluarganya sebagai berkah dari kebiasaan bershodaqoh. Subhnallah.

Thursday, January 20, 2011

Kiat Mengatasi Trauma

Pernah ada seorang bapak separuh baya datang ke Rumah Amalia mengeluh karena kegelisahannya sudah membuatnya tidak bisa tidur, cemas & selalu berkeringat dingin. ia ingin menangis tanpa sebab, ketakutan yang tidak jelas apa yang telah membuatnya takut. ketika memaksakan dirinya kerja, kepalanya sakit dan pengennya rebahan sampai oleh atasannya diberikan cuti untuk beristirahat. Ia merasakan kekosongan dalam jiwa, perasaan takut kehilangan dan takut mati seringkali muncul tiba-tiba. Semua proses yang dirasakan secara sadar bahkan dirinya bertanya, 'kenapa saya jadi seperti ini ya Mas Agus?' Sejak seminggu yang lalu ia sukar tidur, meski sudah mengantuk, mata tidak dapat dipejamkan. Setiap berangkat kantor tubuhnya terasa sakit semua. dadanya terasa nyeri. Dipagi hari ia mengalami 'bad mood'. Sekalipun dikantor banyak orang, ia merasa takut bertemu orang banyak, Suatu ketika diajak istrinya untuk kondangan, tiba-tiba ia merasa takut bertemu dengan banyak orang. Sampai harus meninggalkan istrinya kondangan sendirian.

Ternyata setelah ditanya kenapa hal itu bisa terjadi, ia menceritakan bahwa lima tahun yang lalu ia mengalami kecelakaan mobil. Kecelakaan itulah yang menyebabkan trauma berkepanjangan. Ketika trauma itu tersimpan rapi tidak ada orang yang bisa membantunya untuk mengeluarkan perasaan ketakutan pada saat itu. Tidak ada yang memberikan jalan keluar untuk memahami apa yang terjadi dan harus apa yang dilakukan untuk memahaminya. Semua orang beranggapan trauma itu sudah selesai karena ia sudah menunjukkan sudah tenang, sudah bisa tertawa dan bisa ngobrol santai. Tidak ada seorangpun yang tahu bahwa trauma itu masih tersimpan dalam ingatannya. Dan sekarang trauma itu muncul kembali. Ia menangis tanpa sebab, tiba-tiba dirinya merasa kosong, pernah seolah ada yang membisikkan untuk berlari ditengah jalan rayanya. kemampuan diluar kesadarannya itulah yang mulai mengontrol dirinya. cara berpikir dan emosinya.

Trauma adalah peristiwa yang menakutkan, menyedihkan dan mengkhawatirkan, atau kejengkelan yang sangat luar biasa. Pada saat peristiwa itu terjadi sadar dirinya tidak memahami apa yang sedang terjadi atau ketidakmampuannya untuk menerima sebuah realitas seperti kehilangan orang yang dicintai atau karena perpisahan. Proses ketidakpahaman dan penolakan inilah yang membuat ketakutan-ketakutan terus berkembang sehingga reaksi akut berupa kecemasan, tenang, bayang-bayang masa lalu terus datang menghantui. Kalau sudah seperti itu yang yang paling penting dilakukan adalah perasaan menerima apa yang telah terjadi dan mensyukurinya kehidupan sebagai sebuah anugerah dari Allah akan mampu meredakan traumanya. Gunakan dzikir dengan menyebut Asma Allah untuk mengeluarkan semua perasaan yang tidak dapat dipahaminya itu. Berdzikir dengan menyebut dengan menyebut Asma Allah dalam beberapa hari ada perasaan tidaknyaman namun proses akan berlangsung sampai menuju ketenangan hati. Selanjutnya jadikanlah dzikir dengan menyebut Asma Allah sebagai kegiatan yang menyenangkan dalam kehidupan sehari-hari agar trauma tidak muncul kembali.

'Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.' (QS. ar-Raad : 28).

Wednesday, January 19, 2011

Hikmah Dibalik Musibah

Jika kita sebagai hamba Allah tidak pernah ditimpa kesulitan sedikitpun di dalam hidup ini tentu saja kita terkadang lupa diri & takabur. Allah sengaja memberikan musibah kepada kita sebagai bentuk anugerah yang luar biasa bermanfaatnya untuk kita, yaitu sebagai obat agar kita tidak terjerumus dalam kehancuran yang jauh lebih dahsyat di dunia dan di akhirat. Itulah sebabnya banyak manusia lupa diri, seolah-olah dirinya tampil hebat karena kemampuannya menghebatkan dirinya dan melupakan bahwa sesungguhnya kehebatan yang diperolehnya hanyalah sementara. Dia merasa hebat karena banyak yang memuji, terkenal, sehat, pasangan hidup yang mencintai dirinya, kekayaan. Seolah apapun bisa dilakukannya.

Bila kita dalam puncak kejayaan seperti itu, kita bisa lupa diri & lupa akan yang Maha Hebat yang telah menghebatkan dirinya, yaitu Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 'Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena kesombongan) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.' (QS. Luqman : 18).

Allah kemudian memutar roda kehidupan, orang yang diatas diputarnya sampai di bawah titik nadir. Demikian juga yang dibawah tiba waktunya diangkat oleh Allah diletakkan diatas. Semua naik & turunnya kehidupan kita agar kita senantiasa diingatkan bahwa didunia ini hanyalah sementara dan kita disadarkan tidak ada apapun yang bisa kita klaim apapun itu adalah milik kita karena semua yang dimuka ini adalah milik Allah. Inilah bukti bahwa Allah sangat menyayangi kita sebagai hambaNya, dengan diberikan musibah sebenarnya Allah ingin kita agar datang kepada Allah.

Mari kita buang jauh-jauh sifat yang bisa mengotori hati kita, membuat hati menjadi mengeras, hitam legam, hidup ini menjadi terasa berat, tidak disukai Allah dan dijauhi oleh manusia. Namun bila kita melembutkan hati dengan penuh kasih sayang, rendah hati dan bersabar, sungguh mulia dimata Allah & juga mulia dimata manusia. 'Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan 'inna lillaahi wa inna ilaihi roojiuun' (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadaNya kami kembali). Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna & rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.' (QS. al-Baqarah : 155-157).

Tuesday, January 18, 2011

Cintailah Dengan Setulus Hati

Pada sore hari, seorang istri dengan hati berbunga-bunga menanti suaminya yang hendak pulang dari kantor. Terbayang dibenak sang istri, mereka akan saling memeluk dan bertukar pikiran tentang apa yang telah terjadi siang hari. Sementara suaminya dikantor terkena marah dari atasannya, hal itu membuat shock dirinya.  Sesampai di rumah, suaminya ditegur dengan mesranya oleh sang istri. 'Sayang, apa yang sedang terjadi? Ceritakan kepadaku untuk meringankan beban dihatimu.' Wajahnya terlihat kusut, lemah lunglai dengan nada kesal suaminya menjawab, 'Mengapa kamu harus berbicara setiap saat? Apa kamu nggak bisa diam? Aku sudah bosan, aku tidak ingin mendengarkan suaramu lagi.'

Sang istri terkejut dan terpukul, hatinya tergores dan membuatnya terluka. Tak terbayangkan betapa sakitnya apa yang telah diucapkan oleh suami yang dicintainya dengan sepenuh hati. Ia berjanji untuk tidak bicara lagi dengan suaminya, 'Suamiku tidak ingin mendengarkan suaraku lagi. Aku tidak akan berbicara dengannya lagi!' Ucapnya dalam hati. Hal itu berlangsung selama 30 tahun. Suaminya penuh penyesalan. Berulangkali ia meminta maaf namun luka hati sang istri tidak pernah sembuh. Pada saat suaminya sedang sakit keras, ia memohon agar istrinya memaafkan. 'Istriku, biarkan aku mati dengan tenang. Sekali saja ucapkan bahwa kamu telah memaafkanku.' Sang istri tidak berdaya. Ia tidak dapat lagi mengucapkan kata-kata.

Begitulah realitas kehidupan sehari-hari, hati kita mudah sekali terluka tetapi bila hati seluas samudra penuh kasih sayang tentunya luka hati akan cepat sembuh. Alangkah indahnya bila kita menghargai seseorang dengan setulus hati. Terkadang kita menghargai seseorang hanya setelah ia meninggal dunia. Kita turut berbelasungkawa dan pertemuan duka cita untuk mengenangnya. Mari kita berbuat sesuatu untuk mereka yang kita sayangi selama mereka masih hidup dengan meluaskan hati seluas samudra yang dipenuhi dengan kasih sayang dan membukakan pintu maaf bila orang yang kita sayangi melakukan kesalahan. Itulah yang disebut dengan mencintai dengan setulus hati.
---
Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, pasangan hidup kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. 25:74).

Monday, January 17, 2011

Prioritas Utama Agar Hidup Bahagia

Pernah ada cerita seorang musafir sedang berjalan dipadang pasir, gurun yang panas, sementara persediaan air sudah tinggal sedikit, ia kehausan, badannya lemas. dari kejauhan terlihat seorang pedagang mendatanginya dengan harapan pedagang itu menjual minuman namun ia begitu kecewa pedagang itu menawarinya sorban. 'Bapak tentu membutuhkan sorban ini,' tutur pedagang sambil menawarkan sorban. Wajah musafir itu memerah dan marah mengusir pedagang, 'saya itu butuh air bukan sorban' teriaknya.

Rasa kecewa, marah, jengkel musafir itu pergi menjauh, setelah berjalan tak begitu lama ia menemukan warung makan ditengah gurun. Hati kecilnya begitu sangat gembira, 'alhamdulillah Ya Allah, akhirnya saya bisa makan & minum,' Namun alangkah terkejutnya musafir itu tidak bisa masuk, ditolak sama penjaga warung karena didepan pintu warung ada tulisan besar. 'Hanya yang bersorban, yang boleh masuk.'

Teman, terima kasih anda sudah tersenyum dipagi yang indah ini, membaca cerita diatas namun begitulah kehidupan kita sehari-hari, kita seringkali menolak untuk memilih yang benar. Kita seringkali salah jalan dan salah dalam menentukan prioritas utama dalam hidup kita. Prioritas utama kita agar hidup bahagia adalah datang kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mohonlah kepadaNya agar diberikan kemudahan dalam menghadapi setiap masalah kehidupan.

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya (QS. Ath-Thalaq 4).

Sunday, January 16, 2011

Terbebas Dari Belitan Hutang

Pernah ada seorang ibu yang hidupnya selalu dirundung malapetaka, tiap hari ada saja orang yang datang ke rumahnya bukan untuk bersilaturahmi melainkan untuk menagih hutang. 'Debt collector' datang tidak mengenal pagi, siang, sore, malam, judulnya sama, menagih hutang. 'Apa nggak pusing kepala ini Mas?' tutur si ibu. Setiap hari bisa mencapai lima ratus ribu rupiah uang yang harus dikeluarkan untuk membayar hutang. Sementara usahanya sebagai pedagang tidak pernah bisa dipastikan, banyak pelanggan yang berhutang, otomatis ia tidak bisa membayar hutang akibatnya pinjaman menjadi berlipat lantaran bunga berbunga. Hutangnya bukan malah tambah lunas tetapi malah hutangnya menjerat dileher.

Awalnya ia berpikir mendapatkan pinjaman mudah, tidak bertele-tele, cepat cairnya namun setiap usahanya ramai tiba-tiba ada saja masalah yang membuat usahanya menjadi bangkrut bahkan terjadi berulang-ulang jatuh bangun. Sampai hubungan dengan suami dan anak-anaknya menjadi terganggu, pertengkaran terkadang tidak terhindarkan. Untuk menutup hutang sampai hampir saja menjual rumah yang dimilikinya. Ditengah hatinya yang galau ibu sempat berpikir apa maksud Allah dari semua peristiwa yang dialami. Apakah ini teguran dari Allah bahwa rizkinya tidak berkah? Lantas apa yang harus dilakukan?

Itulah sebabnya dalam kondisi sedang galau, ibu bersama suami dan anak2nya datang ke Rumah Amalia. Ibu itu mengerti setelah mendapatkan penjelasan bahwa keberkahan adalah kebahagiaan yang datangnya dari Allah bukan dari banyak atau sedikitnya rizki yang diterimanya namun kebaikan & manfaat bagi banyak orang dari rizki yang diperolehnya. Tekadnya untuk meninggalkan kebiasaan berhutang & menggantikan dengan bershodaqoh akan membawa keberkahan dalam usahanya. Malam itu kami di Rumah Amalia berdoa bersama agar Allah berkenan melimpahkan keberkahan untuk usaha & keluarganya.

Subhanallah, kebiasaan baru itu mendatangkan keberkahan dalam kehidupannya, usahanya mulai bisa bernapas kembali. Warung sembako bertambah banyak dagangannya. Mesin parut kelapa sudah mampu terbeli. Hutang-hutangnya sudah terlunasi. Suami dan anak-anaknya menjadi rajin sholat berjamaah dimasjid. Kebahagiaan itu menjadi terasa nikmat bukan semata-mata materi namun juga keberkahan yang diperolehnya dalam wujud ketenteraman hati pada dirinya dan keluarganya. Anak-anaknya yang dulu susah diatur menjadi lebih penurut & berbakti. Suara teriakan debt colector dipagi hari telah berubah menjadi lantunan ayat suci yang menghiasi rumahnya sehingga membawa kedamaian di dalam keluarga. 'Alhamdulillah, Allah begitu menyayangi kami sekeluarga sehingga terbebas dari belitan hutang..'tutur ibu itu di Rumah Amalia.

'Ya Allah curahkanlah keberkahan dari apa-apa yang Engkau berikan rizki kepada kami dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka.' (HR. Ibnu As Sani).

Saturday, January 15, 2011

Rahasia Kesuksesan

Minggu pagi di Rumah Amalia kedatangan tamu seorang bapak bersama istrinya yang memiliki usaha disain interior. Ketika merintis usahanya terasa begitu berat karena memang tidak mudah untuk memasarkan, kompetitif dibidang begitu sangat ketat. Sampai kemudian sang istri mengingatkan pentingnya untuk bershodaqoh agar usaha yang dirintisnya bisa mendapatkan kemudahan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Awalnya ragu dengan ucapan istrinya namun tidak ada salahnya untuk dicoba, begitu pikirnya. Itulah sebab tekadnya ke Rumah Amalia untuk bershodaqoh sudah tidak bisa dibendung lagi. Sekalipu sempat muter-muter bersama istri akhirnya sampai juga ke Rumah Amalia. Kedatanganya di Rumah Amalia pas bersamaan dengan kegiatan belajar anak-anak Amalia. Wajah beliau bersama istri terlihat bahagia karena menumbuhkan rasa kasih sayang & berbagi.

Kebahagiaan itulah yang diyakininya menyebabkan usahanya dibidang disain interior berjalan dengan lancar nyaris tanpa hambatan. Prinsip itupulalah yang membuatnya sedemikian banyak mengalami peristiwa ajaib yang terkait dengan shodaqoh. Beberapa kemudian menurut penuturannya kedatangan pengusaha Korea yang tinggal di Tangerang. Memberikan order yang lumayan besar. Sejak itu order lainnya seperti mengalirnya begitu saja. Keyakinannya bahwa shodaqoh adalah pembuka pintu rizki semakin tertancap di dalam dadanya. Selain itu juga menyehatkan jasmani dan ruhaninya. Usahanya menjadi maju dan keluarganya menjadi bahagia.

'Selain usaha saya maju, keluarga menjadi rukun & bahagia. Begitu banyak Allah melimpahkan keberkahan dengan saya bershodaqoh.' tuturnya, air matanya mengalir begitu saja. Rasa syukur dipanjatkan kehadirat Allah karena kebahagiaan itu hadir bagi dirinya melimpahnya nikmat. Tak lupa kebiasaanya menyisihkan rizkinya untuk Rumah Amalia terus dilakukannya sebagai wujud rasa syukur atas nikmat Allah. 'Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah atas semua karuniaMu.' tuturnya diakhir pertemuannya. Di Rumah Amalia, anak-anak sedang asyik belajar, lantunan ayat suci al-Quran terdengar indah.

'Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberi rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.' (QS. Ath-Thalaq: 2-3).

Friday, January 14, 2011

Berharap & Bersyukur

Pernah di Rumah Amalia kedatangan seorang Ibu, beliau bertutur keluarganya dilanda kemelut. Tiba-tiba suami meninggalkan dirinya dan anak-anaknya karena tergoda oleh perempuan lain. Ia kecewa dan sedih. Namun kemudian dilubuk hatinya yang paling dalam justru ia merasa sikapnya tidaklah baik, apalagi mengingat anak-anak yang masih membutuhkan dirinya. 'Aku harus kuat, tapi apa yang harus aku lakukan?' tanyanya pada diri sendiri. 'Berdoa! ya..berdoa bersyukur kepada Allah atas semua anugerahNya.' Ia menjawab sendiri pertanyaan itu. Sejak itu, ibu selalu berdoa dan mengucapkan syukur kepada Allah. Sedemikian kuat keyakinannya, setiap kali ada yang mengetuk pintu, ia membukakan pintu sambil berdoa, 'Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah, suamiku telah kembali.' Hal itu dilakukan tidak hanya sehari, dua hari melainkan bertahun-tahun.

Sampai pada suatu hari ada suara terdengar ketukan pintu rumahnya, 'Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah..' ucapnya belum sampai selesai dan pengetuk pintu begitu saja masuk mengejutkan dirinya. Ibu itu terpaku disaat seorang laki-laki bersimpuh dikakinya sambil menangis berurai air mata, 'Ma, maafkan saya! Saya sungguh menyesal.' Perempuan itu lalu memeluk suami dan mengucapkan doa, 'Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah, suamiku telah kembali.'

Teman, berharaplah hanya kepada Allah. Allah mengabulkan disetiap harapan dan doa kita dengan cara yang tidak pernah kita duga, bila kita mampu untuk yakin dan percaya kepadaNya. Sebagaimana Firman Allah. 'Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang berserah diri kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia menghapus kesalahan-kesalahannya dan melipatgandakan pahalanya.' (QS. ath-Thalaq: 2-3).

Wednesday, January 12, 2011

Kebahagiaan Dihempas Badai Kehidupan

ernah ada seorang bapak datang ke Rumah Amalia. Beliau bertutur, hidup bagai sebuah perjalanan, begitu katanya. Ada saatnya naik dan ada saatnya turun. Diusianya hampir setengah abad, dirinya menikmati kesuksesan sekaligus menderita penyakit yang cukup berbahaya. penyakit lever yang dideritanya adalah penyakit pengantar maut. Namun pada saat yang mencekam itu suara adzan terdengar menusuk hatinya, membuka hatinya, sebuah kesadaran untuk menuju jalan yang selama ini diabaikannya. Duduk terbaring dirumah sakit tidaklah menyenangkan. Hari-harinya terasa panjang dan menjenuhkan. Tiba-tiba dirinya didatangi seorang suster menanyakan apakah ia sudah sholat.  Dirinya tak pernah mengira mendapatkan pertanyaan itu. Ia terpukul, Ia sadar bahwa dirinya bukanlah seorang mukmin yang baik namun dihati kecil hanya ada keinginan menjadi orang taat kepada Allah.

Disaat suster itu meninggalkannya, pertanyaaan itu membuatnya merenung lebih dalam. Tak tahu kenapa begitu setiap kali mendengar suara adzan hatinya bergetar. Dalam hati ia berjanji, bila sembuh akan rajin sholat lima waktu. Setelah keadaannya sembuh, Dirinya mulai belajar sholat dengan baik. Istri dan anak-anak mendukung bahkan terkadang sholat berjamaah. anak-anak suka tertawa jika dirinya menjadi imam sebab tidak biasa jadi imam sholat. Katanya bapaknya lucu kalo jadi imam. Ditengah kebahagiaan keluarga, dirinya sedang giat belajar sholat. keluarganya diuji, dikagetkan oleh berita bahwa putra pertamanya meninggal karena kecelakaan. Ditengah dirundung duka, 'Usaha saya bangkrut dan saya memulai lagi semuanya dari nol, ' tuturnya.

Ia goyah, ia terguncang, berpikir begitu lama. Banyak pertanyaan yang muncul dikepalanya, kenapa disaat ingin menjadi orang yang taat, Allah Subhanahu Wa Ta'ala malah memberikan ujian seberat ini? Ia menjadi teringat sewaktu keluar rumah sakit, ia memohon agar diberikan kekuatan maka Allah memberikannya kesulitan dan kesulitan itu yang membuatnya menjadi kuat untuk bisa menjalankan perintahNya. Dulu ia gemar minum-minuman keras bahkan ia tergolong pecandu berat namun sejak bertaubat dirumah sakit, ia tidak pernah lagi minum-minuman keras hingga sekarang tidak pernah tergoda. iman dihatinya telah memberikan ketentraman bahkan dikeluarganya lebih bahagia ketika kumpul bersama. Walaupun kebahagiaannya dihempas badai semakin mengokohkan keimanannya kepada Allah. 'Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah segala karuniaMu,' tuturnya malam itu di Rumah Amalia.

Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang berserah diri kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia menghapus kesalahan-kesalahannya dan melipatgandakan pahalanya. (QS. ath-Thalaq: 2-3).

Tuesday, January 11, 2011

Hidup Sehat Dengan Mengenali Diri

Pernah saya bertemu dengan seorang bapak di Rumah Amalia, dirinya terlihat kalut dan bingung, gejala itu dirasakan sebulan yang lalu ketika ia marah dan membenci istrinya. Kebencian yang dirasakan pernah coba untuk dikomunikasikan kepada istri malah yang terjadi istrinya mencemooh sebagai laki-laki yang tidak bersyukur, kata-katanya tajam mengalir begitu saja. Ucapan itulah yang melukai hatinya. Ia tidak mampu menandingi kemampuan istrinya bersilat lidah. Sejak itu yang dirasakan perutnya sakit hingga ke ulu hati, terasa perih dan kembung. Dokter hanya menyebutnya sebagai sakit maag. Dalam kondisi seperti itulah membuat tidak bisa tidur nyenyak, makanpun juga tidak enak. Ia mulai sering melamun, malas bekerja, malas bergaul dengan tetangga, senang dirumah dan rebahan entah apa yang dipikirkan dan dirinya lebih suka dirumah daripada bekerja.

Dalam kondisi ini dapat dipahami bahwa ia telah melewati ambang batas kemampuan mengontrol diri, perasaan terluka, kecewa, marah dan kesedihan yang dialami sudah berubah menjadi ketidakmampuan memahami dirinya sendiri. Ketidakmampuan untuk mengendalikan diri, mengelola diri sendiri dan kehilangan kemampuan untuk melakukan kebiasaan yang dilakukan dalam kegiatan rutinitas sehari-hari. Tugas sebagai kepala rumah tangga tidak sanggup lagi untuk embannya, tenggelam dalam dunianya sendiri dan seringkali ketakutan tanpa alasan tertentu.

Kenapa ia sampai berada diluar batas kemampuan mengatasi tekanan hidup? Hal ini terjadi karena dirinya menahan apa yang dirasakannya, ketidak mampuan untuk mengenali diri dengan baik, semakin jauhnya dari Allah dan tidak adanya tempat untuk curhat entah teman dan saudara sehingga stres yang dialami terus bergejolak tanpa ada tempat untuk meletakkan beban hatinya. Tidurnya menjadi terganggu. Pada tidur adalah sarana untuk melepaskan beban sejenak karena tidurnya terganggu maka kemampuannya untuk menganalisis permasalahan menurun bahkan menghilang sehingga berada diluar kontrol dirinya. Jadilah ia orang yang tidak sanggup lagi melakukan tanggungjawabnya sebagai suami dan bapak bagi keluarganya.

Lantas bagaimana kiat mencegah agar kita tidak lepas kendali? Pertama, yang paling penting mengenali tanda dini stres berat yakni tidur terganggu disertai dengan mimpi buruk. Kedua, bila memang sudah mengalami stres ambillah air wudhu dan lakukanlah berdzikir 'Hasbunallah wanikmal wakil' (Cukuplah Allah menjadi penolong bagi kami dan Dialah sebaik-baiknya pelindung' (QS. Ali Imran :173). Ketiga, Kenalilah diri anda dengan baik dengan lebih mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Ada bagian hal itu menjadi wilayah anda untuk bisa menyelesaikan dan selebihnya serahkan masalah hidup anda yang tidak bisa diatasi biarkanlah Allah yang menyelesaikannya. Anda sanggup menghadapi semua problem kehidupan itu dengan baik hanya bila bertawakal kepada Allah. Percaya sepenuhnya bahwa Allah adalah sebaik-baiknya penolong dan pelindung anda.

Alhamdulillah, akhirnya sang bapak telah mampu pulih kembali, tidurnya sudah nyenyak, makanpun sudah enak dan beraktifitas bekerja sehari-hari seperti biasanya. Kehidupannya lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan berdzikir dan menjalankan ibadah sholat tepat waktu. Kedekatan dirinya kepada Allah telah mampu menyembuhkan diri sendiri dari beban stres berat yang telah dialaminya, kemampuan untuk mengelola diri telah pulih kembali bahkan hubungan dengan istri dan anak-anak menjadi lebih baik. 'Subhanallah Mas Agus, saya bisa lebih tenang dan sabar menghadapi masalah hidup sekarang ini. Sungguh Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang bagi setiap hambaNya yang gersang hatinya seperti saya ini.' ucap beliau.

Monday, January 10, 2011

Memaafkan Lebih Membahagiakan Daripada Membenci

Disaat dalam kesendirian dan kesepian begitu berat beban hidup ini ketika kita disakiti atau didzalimi justru oleh orang yang kita sayangi atau orang lain, mengadu kepada Allah dengan tanpa disadari air mata itu mengalir membasahi pipi, tak kuasa untuk dibendungnya karena perih dihati, 'Ya Allah, bagaimana caranya menyembuhkan luka hati ini?' Ujian, cobaan tak kuasa untuk dipikulnya sendiri. Suatu yang mustahil untuk mengubah apa yang sudah terjadi karena luka itu teramat perih. Marah,dendam dan kecewa campur aduk, 'kamulah penyebab aku menderita begini!' Aku akan hancurkan kamu!' jika kita telah tersakiti begitu hebatnya kemarahan, hati menjadi mudah terkotori dengan nafsu membalas dendam dan ingin kembali menyakiti perbuatan orang yang telah menyakiti hati.

Kebahagiaan atau penderitaan tidak perlu mencari siapa yang bersalah, atau yang menyebabkan hidup anda menderita. Anda harus mampu memaafkan orang lain yang telah menyakiti hati anda. Mohonlah ampunan kepada Allah untuknya. Sebenarnya anda termasuk orang yang diberikan rahmat oleh Allah. Jika anda disakiti berarti anda sedang teraniaya. Orang yang teraniaya adalah orang yang sedang diuji sekaligus diberikan kemudahan oleh Allah. Allah memberikan dua pilihan membalas perbuatannya atau memaafkan. Jika anda tidak membalas tetapi bersabar & memaafkan orang yang telah menyakiti anda maka Allah akan memberikan ampunan dosa-dosa anda dan Allah menganugerahkan kepada anda kehidupan yang lebih sehat, indah dan membahagiakan bagi anda.

'Dan bagi orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan dzalim mereka membela diri. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang dzalim. Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada dosa atas mereka. Sesungguhnya doa itu atas orang-orang yang berbuat dzalim kepada manusia dan melampaui batas dimuka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih. Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya perbuatan demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.' (QS. Asy-Syuura' 39-43).

Friday, January 07, 2011

Air Mata Untuk Ayah

Setiap anak selalu merasakan kasih sayang seorang ayah dan ayah selalu memiliki cara bagaimana mengungkapkan rasa sayang kepada anaknya. Ada salah seorang anak Amalia menuturkan bagaimana kasih sayang ayahnya sampai membuat saya meneteskan air mata membaca tulisannya merasakan kepedihan hatinya.

'Sewaktu aku masih kecil sekolah taman kanak-kanak, ayah sangat memanjakanku dengan memberi perhatian lebih. Mengantar dan menjemput sekolah dengan sepeda, membelikan aku es krim, uang jajan yang lebih. Kemudian aku SD, ayah nggak lagi mengantar dan menjemput aku sekolah, aku berjalan kaki setiap hari dipanas yang terik dan kalo hujan turun aku basah kuyup, ayah tidak peduli padaku, aku marah padamu ayah! aku menangis, ayah hanya diam, duduk membisu. Ayah tidak menyayangku lagi. Apa salahku ayah?'

Sampai disiang hari aku disekolah, datang ibu mejemputku pulang, memberitahukan bahwa ayah sedang sakit keras. Ibu menangis disepanjang jalan, aku juga ikut menangis begitu melihat ayah yang terbaring lemah dan aku baru mengerti ayah sangat menyayangiku, aku mengerti kenapa ayah selalu menyuruhku pulang sendiri karena ayah ingin aku menjadi kuat terkena terik panas dan hujan, ayah ingin agar aku tabah sekalipun ayah tidak ada disampingku tapi aku terus menangis setiap kali teringat ayah. Siapa yang menghapus airmataku ayah? Aku rindu ayah..air mata ini untuk ayah.

Thursday, January 06, 2011

Datangnya Kemudahan

Ada banyak orang yang berbahagia dalam kebahagiaan namun ada berapa orang yang mampu bahagia dalam penderitaan? Mensyukuri kebahagiaan dan penderitaan yang datang silih berganti. Keyakinan bahwa penderitaan dan kebahagiaan adalah sama2 sebuah nikmat yang dianugerahkan Allah kepada dirinya. Abu Dzuaib al-Huzali delapan anaknya meninggal dunia dalam waktu satu tahun. Ditengah derita, dirinya percaya, berserah diri hanya kepada Allah, dalam doa yang dipanjatkan, Ya Allah, Engkau ambil kedelapan anakku sebelumnya Engkau memberikannya kepadaku, maka berikanlah aku kekuatan dan ketabahan agar aku mampu mensyukuri setiap apapun yang Engkau berikan & Engkau ambil dariku.' Bagi dia hanya kehilangan sebagian kecil saja dari keseluruhan nikmat yang diterimanya maka tidak berapa lama Allah menggantikan dengan memberikan anak-anak yang sholeh untuknya.

Seringkali kita mengira apa yang telah terjadi adalah akhir dari segalanya? Namun ternyata pertolongan Allah telah tiba. Berapa kali anda merasakan jalan telah buntu? Namun ternyata kebahagiaan, kebaikan dan keberhasilan telah datang menghampiri. "Katakanlah Allah menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan.' (QS. al-An'am : 64). Segala kemudahan datangnya dari Allah. Tidak ada daya dan upaya kita sebagai manusia kecuali hanyalah Allah yang menentukan segalanya. Ibnu Taimiyah, ' Dengan 'La haula wa la quwata ila billah' 'Tiada daya dan tiada upaya kecuali hanya Allah' semua beban bisa ditangguhkan, semua bencana bisa diatasi dan semua kesulitan mendapatkan kemudahan.

Disaat Namrud menjebloskan Nabi Ibrahim Alaihi Salam kedalam api yang berkobar tidak mampu membakar tubuh Nabi Ibrahim semua itu terjadi karena pertolongan Allah. 'Wahai Api! Jadilah kamu dingin dan penyelamat bagi Ibrahim.' (QS. al-Anbiya' : 69). Oleh karena itu janganlah merasa terhimpit sedetikpun karena setiap keadaan akan selalu berubah. Sebaik-baiknya kemuliaan dalam hidup kita adalah bersabar menanti datangnya pertolongan Allah. Betapapun membutuhkan waktu untuk bersabar hari demi hari, malam demi malam, disetiap tetes air mata telah mengering. Yakinlah, Allah mengerti apa yang terbaik dalam hidup anda, setiap kesulitan akan datang kemudahan.

Wednesday, January 05, 2011

Perih Itu Akhirnya Bahagia

Pengakuan seorang laki-laki yang terpaksa bercerai dari istrinya, kerepotan mengurus anak yang masih balita dan kesibukan mencari nafkah membuat hidupnya menjadi tidak terurus dan terbengkalai. Rasa bersalah dan kesepian serta kekacauan hidupnya setelah kehilangan, membuat ia melupakan harga dirinya, berkali-kali ia memohon kepada istri dan anaknya untuk kembali namun semua sudah tidak sanggup lagi bisa disatukan. Janji dan niat baik untuk memperbaiki diri tidak dapat dilaksanakan, apa lagi keadaan lebih parah dari sebelumnya. Akhirnya mereka berpisah dan hidupnya menjadi hancur, hatinya perih terluka. Airmata mengalir begitu saja karena tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Ia bersama kakaknya hadir ke Rumah Amalia. Kami berdoa bersama dan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Sejak itu ia mendapat ketenangan dan hidupnya menjadi lebih teratur karena merasakan bahwa perih luka dihatinya adalah wujud kasih sayang Allah kepada dirinya. Perjalanan hidup terus berlanjut sampai mengenal seorang gadis yang kemudian menjadi istri dan ibu dari sang buah hatinya. Ia menemukan kebahagiaan dalam rumah tangga yang kedua karena pengalaman masa lalu telah membuatnya lebih dewasa dan bijak setiap menghadapi masalah dan perbedaan. Istrinya juga merawat dan menyayangi anak tirinya sebagaimana anaknya sendiri, keduanya saling mencintai dan saling mengerti dan menerima apa adanya.

Kenangan atas mantan istrinya terkadang masih menyisakan rasa perih dihati namun sama sekali tidak mengganggu dirinya dan keluarganya. Mantan istrinya masih sering datang meminta bantuan bagi anaknya yang ikut dengan dia. Istrinya sama sekali tidak marah ataupun cemburu bahkan malah menganjurkan agar memberikan sebagian rizkinya untuk diberikan kepada mantan istri & anaknya. Hubungan istri dan mantan istrinya juga anak2nya sangat baik, ketika diantara mereka ada yang sakit, mereka saling menjaga dan merawat. Mereka sudah menjadi seperti satu keluarga dengan kasih sayang yang berlimpah.

'Alhamdulillah. terima kasih Ya Allah atas karuniaMu kepada kami dan keluarga kami,' tuturnya malam itu di Rumah Amalia. Kehidupannya menjadi indah karena kebencian telah berubah menjadi saling mengasihi. Perih itu akhirnya bahagia.

--
'Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya pasti Kami akan memberikan tempat yang indah kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar kalau mereka mengetahui, yaitu orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakal.' (QS. an-Nahl : 41-42).

Monday, January 03, 2011

Ya Allah, Mengapa Berat Cobaan Hidup Ini?

Ketika termenung memanjatkan doa kepada Allah, curhat kepadaNya. 'Ya Allah, begitu berat cobaan hidup ini. Air mata mengalir tanpa terasa. Dada terasa sesak, napas terasa berat. Pundak seolah tidak sanggup memikulnya. Kaki tidak sanggup untuk bertumpu. Berserah diri kepada Allah mampu menghilangkan segala keluh kesah dan akhirnya membuat jiwa kita menjadi tenang karena menyerahkan segala urusan kehidupan hanya kepada Allah yang membuat hati kita merasa merasa tenang dan tenteram. Hanya kepada Allahlah kita berharap dan hanya kepada Allahlah kita memohon pertolongan.

Cobaan adalah latihan yang datangnya dari Allah. Setiap kali cobaan hadir menghampiri beruntunglah bila anda bersabar selama masa latihan dan bertahan sampai lulus melewati semuanya maka kita berhak untuk mendapatkan kebahagiaan yang hakiki, Allah akan senantiasa melimpahkan kebahagiaan hakiki bagi siapapun yang mencintai dan taat kepadaNya. Orang yang sabar akan mendapat ketenangan hati. Orang yang sabar akan mendapatkan kebeningan hati. Juga mendapatkan yang terbaik dalam hidupnya.

Jalan keluar dan kelapangan hati ada dalam keimanan dan keridhaan, sementara keresahan dan kesedihan itu ada dalam keraguan dan kekecewaan sehingga Ali bin Abi Thalib menyebutkan 'Hanya orang yang bersabarlah akan mendapatkan yang terbaik dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.' Sikap sabar dan kebaikan pada diri seseorang muncul ketika dirinya tertimpa musibah sebab dia akan menjadikan sabar sebagai senjata menghadapi musibah, Kesabaran menjadi kekuatan dan harapan agar mampu melewati musibah. Karena kesabarannya dia melihat jalan keluar dan pertolongan Allah berada di depan matanya. Ketika anda berada dalam tingkatan ini, Allah memberikan semua yang diperlukan. Allah menghilangkan semua kesulitan anda. Allah mengabulkan semua permintaan anda dan Allah menyelamatkan anda dari segala kepedihan & derita di dalam hidup ini. Ingatlah, Pertolongan Allah hadir menyelesaikan masalah hidup anda dengan cara yang tidak pernah anda duga dan tidak pernah anda sangka sebelumnya. Mari kita berdoa, memohon kepada Allah.

'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami, bila kami lalai atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami dengan beban yang berat sebagaimana beban orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sangggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami maka tolonglah kami menghadapi orang-orang yang ingkar.' (QS. al-Baqarah : 286).

Sunday, January 02, 2011

Kedamaian Dalam Kepedihan

Setiap orang senantiasa memiliki cara bagaimana untuk bisa berdamai dalam derita. Untuk tidak mengeluh terhadap peristiwa yang sedang dihadapi namun mensyukuri disetiap perjalanan kehidupan. Itulah yang dituturkan oleh seorang perempuan muda kepada saya di Rumah Amalia. ketika rumah tangga sudah parah, pertengkaran demi pertengkaran yang tidak pernah terselesaikan sehingga tidak ada pilihan lain memaksanya untuk bercerai. Kesetiaannya dikhianati, kekerasan dalam rumah tangga tiap hari harus ditelannya sampai menimbulkan trauma. Kata-kata kasar mengiris dan membuat luka dihatinya. Sepanjang ingatannya tidak pernah ada kata cinta yang tulus dari suaminya bahkan 'rayuan gombal' tidak pernah didengarnya.

Perkawinannya tidak melalui proses pacaran, semuanya begitu singkat, tak terasa menikah dan sampai punya anak. hampir delapan tahun perkawinannya semua dilalui dengan air mata dan percekcokan. Dirinya seolah menjadi anak kecil yang selalu dihina. Pendidikan yang cukup tinggi dan pekerjaan yang lebih menjanjikan masa depan di perusahaan asing terpaksa ditinggalkan demi pengabdiannya sebagai seorang istri. terlebih sejak kelahiran anaknya yang kedua. Sejak perceraian itu dirinya dihinggapi rasa sepi dan sendiri, duka dan derita yang dirasakan bercampur baur menimbulkan kekelaman dalam hidupnya. Dirinya mencoba untuk bangkit dengan mencari kesibukan atau pekerjaan ternyata tidak mudah dilakukan. Merubah suasana hati tentunya tidaklah mudah. Paling tidak, keceriaan diwajahnya nampak berbinar.

Sampai kemudian mendapatkan pekerjaan baru sekalipun hanya menjadi staf kantor baginya telah cukup membahagiakan yang penting bisa mendapatkan penghasilan untuk menghidupi dirinya dan anak-anaknya. Meski sederhana ternyata dirinya masih banyak pemuda yang mendekati dirinya, bahkan teman-teman dikantornya tidak ada yang tahu bahwa dirinya sudah memiliki dua anak. Sanjungan yang tidak pernah didengar dari suaminya justru sering didengar dari teman-teman barunya. Tentunya saja trauma perkawinan masih membekas luka dihatinya. Membuat dirinya selalu menjaga jarak kepada siapapun yang mencoba mendekatinya. Luka dihati juga yang menyebabkan sinis terhadap laki-laki sekalipun diusia tiga puluh tahun yang relatif muda masih membutuhkan kasih sayang seorang suami membuat hatinya terasa pedih.

Sampai pada suatu hari dirinya datang ke Rumah Amalia. Dalam pertemuan itu saya menyarankan agar lebih bersyukur atas anugerah Allah Subhanahu Wa Ta'ala kepadanya, terlebih memiliki dua anak yang masih membutuhkan cinta dan perhatian sebagai ibu sekaligus ayah. Perjuangan yang begitu hebat dilakukan adalah untuk mengubah rasa benci dan dendam terhadap bekas pasangan hidupnya dengan memaafkan dan mengasihi, telah mampu diwujudkan. Bahkan mengajarkan kepada anak-anak agar tetap senantiasa menyayangi dan menghormati ayah mereka. Semua yang telah dilakukan memberikan kedamaian dalam kepedihan dan semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sejak itu hari-harinya menjadi indah dan penuh kebahagiaan bersama anak-anaknya.

'Cukuplah Allah menjadi penolong bagi kami dan Dia sebaik-baiknya pelindung. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, mereka ditimpa suatu bencana dan mereka mengikuti keridhaan Allah. Allah mempunyai karunia yang besar.' (QS. ali Imran : 173-174).

Hati Gelap Karena Perselingkuhan

Perselingkuhan adalah faktor penyebab kehancuran rumah tangga, perselingkuhan itu juga hampir menjadi penyebab kehancuran per...