Sunday, May 31, 2009

Solusi Yang Indah

Malam belum begitu larut, anak-anak Amalia sedang membacakan satu ayat yang sangat indah. Saya dan Mas Andri duduk mendengarkan. alunan ayat itu dibacakan oleh Ratna.

Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Alloh, Kami akan memberikan kepadamu alfurqon. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Alloh mempunyai karunia yang besar.(QS.Al Anfaal-29).

'Maha Suci Alloh dengan segala firmanNya.' begitu yang diucapkan oleh Mas Andri. dalam penuturan Mas Andri malam itu bahwa Arogansi kita sebagai manusia seakan-akan kita mampu menyelesaikan semua malah dalam kehidupan kita. Padahal jika kita mau jujur banyak masalah yang kita tidak bisa diselesaikan.'

tentang arogansi dalam kehidupan Mas Andri mempunyai pengalaman yang sangat sulit. Usahanya didunia bisnis bangkrut ditipu oleh temannya sendiri. Ditengah kehancuran itulah Mas Andri melakukan sholat malam. Katanya, 'saya sudah mentok dalam banyak hal. saya tidak tahu lagi apa cara apa yang harus saya lakukan selain sholat malam.' Setelah Mas Andri sholat malam dirinya mimpi bertemu ibunda tercintanya. Di dalam mimpi itu Sang ibundanya berpesan. 'Andri, jika usahamu ingin lancar..coba tingkatkan ibadahmu..'

Mimpi malam itu benar-benar menghujam di dalam hatinya. sejak ibundanya meninggal sewaktu dirinya SMA kelas satu ada sebuah kerinduan. Mas Andri teringat masa-masa kecil mengaji bersama sang ibu. ibunya senantiasa mengingatkan jika dia lalai dalam sholatnya. Mimpi itu seolah membangkitkan energinya yang telah lama diabaikan. Usaha tanpa disertai dengan peningkatan ibadah sholatnya menjadi sia-sia.

'Menyelesaikan masalah tanpa peningkatan ibadah rasanya kok sia-sia sebab tanpa doaberarti kita telah terjangkiti rasa sombong.' begitu tuturnya.

Dengan meningkatkan ibadah sholatnya Mas Andri menemukan sebuah solusi yang indah. Usahanya menjadi lancar dan hikmah lainnya keluarganya semakin rukun serta bahagia. Diakhir perjumpaannya dengan saya malam itu Mas Andri mengatakan, 'Rasio kita, memiliki banyak keterbatasan.Oleh karena itu tanpa campur tangan Alloh SWT tidak mungkin keterbatasan rasio mampu mengatasi semua masalah. Paling tidak, dengan pengalaman jatuh bangkrutnya usaha saya, saya makin menyadari bahwa akal kita amat terbatas sehingga memerlukan pertolongan Alloh.'

Bersyukur di Pagi Hari

Menyambut pagi hari yang indah, saya dan istri senantiasa mengajak Hana untuk bersyukur dipagi hari. Di pagi hari setelah sholat subuh berjamaah bersama istri dan hana tak lupa jalan pagi. Keberkahan dalam hidup inilah penting bagi kami untuk menanamkan pada Hana bagaimana bersyukur dipagi hari ketika mengawali hidup.


Setiap mukmin dianjurkan untuk bangun tidur pada pagi hari sebelum subuh, karena sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah, bahwa saat pagi hari menjelang subuh itu merupakan saat-saat penuh berkah. Rasulullah bersabda:

Ummatku diberkati Alloh (ketika mereka bangun) di pagi hari (burika liummati fi bukuriha).

Berkah artinya terkumpulnya kebaikan ilahiah pada seseorang atau sesuatu atau suatu waktu seperti terkumpulnya air di dalam kolam (tajam¬mu` al al khair al Ilahy ka tajammu` al ma fi al birkati). Dalam kehidupan sehari-hari, berkah artinya terdayagunakannya nikmat Tuhan secara optimal. Orang yang bangun pagi akan memperoleh udara bersih, kesegaran badan, dan peluang bekerja yang lebih banyak.

Ketika bangun tidur dianjurkan untuk membaca doa seperti yang diajarkan oleh Rasulullah, sebagai berikut:

Al hamdu lillahillazi ahya na ba`da ma ama tana wa ilaihin nusyur
Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada Nyalah kami kembali.

Rasulullah juga mengajarkan doa yang seyogyanya dibaca setiap pagi, sebagai berikut:

Allahumma bika asbahna wabika amsaina wa bika nahya wa bika namutu wa ilaihin nusyur

Artinya: Ya Alloh, dengan namaMu aku memasuki pagi hari dan dengan nama Mu pula aku memasuki sore hari. Dengan nama Mu ya Alloh aku hidup, dan dengan nama Mu pula aku mati, dan kepada Mu lah tempatku kembali.

Thursday, May 28, 2009

Penjual Putu

Kemaren sore sepulang kerja istri saya minta dibelikan putu. Setiap sore hari biasanya ada penjual putu yang selalu lewat di depan rumah kami. begitu penjual putu lewat, saya langsung memesan putu, yang saya suka putunya berwarnai hijau yang terbuat dari pandan yang harum. Rasanya manis dan empuk.

'Bang Putu ya..'kata Hana. 'Baik neng.'jawab penjual putu. 'lagi rame ya bang.'tanya saya. 'alhamdulillah, rizki selalu ada mas agus.'katanya. Rasa kecukupan yang dimiliki oleh penjual putu adalah kekayaan yang teragung yang menghasilkan rumah-rumah cinta yang teduh dan dan menyejukkan bagi penghuninya.

Rumah yang teduh dan menyejukkan hanya akan ditempati oleh penghuninya yang memiliki 'deep listening' dan 'loving speech'. Kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik dan bertutur untuk membantu bukan menyakiti hati orang lain itulah yang membuat rumah menjadi indah sebab para penghuninya menghiasi dengan bertutur kata penuh kasih terhadap sesamanya yang bermuara dari rasa kecukupan terhadap semua anugerah Alloh SWT.

Saya teringat kata-kata Sayyidina Ali bin Abi Thalib, 'Bila hati penuh syukur, kita menemukan cinta dimana-mana.' Kali ini saya menemukan cinta yang agung didalam hati yang penuh rasa syukur dari seorang penjual putu.

Wednesday, May 27, 2009

'Amalia Love Green'

Sudah menjadi kebiasaan istri saya suka sekali menanam bunga. sewaktu kami tinggal di rumah petakan diruang yang sempit masih sempat untuk menanam bunga dalam pot. Awalnya saya heran bagaimana istri saya bisa merawat dan memlihara bunga yang didalam ruang sementara lahan tempat kami tinggal sangatlah sempit.

Belakangan saya bahwa menanam bunga dalam pot bertujuan untuk mendinginkan udara disekitar rumah, menyegarkan pikiran karena senantiasa melihat kesegaran alam. Bahkan istri saya juga menolak dilakukan untuk foging atau penyemprotan untuk nyamuk, lebih memilih menanam bunga Lavender.

Di Rumah Amalia menjadi terlihat hijau dengan tanaman bunga, pot-pot menghjaukan rumah Amalia, dihalaman, diteras bahkan juga digantung disekeliling rumah Amalia dan yang paling penting adalah anak-anak terlibat dalam pemeliharaannya. Kegiatan ini kami ingin menanamkan sejak dini pada anak-anak Amalia betapa penting mencintai alam. Semangat terhadap alam kami menyebutnya dengan 'Amalia Love Green.' Amalia mencintai alam yang hijau.

Kegiatan 'Amalia love Green' lebih difokuskan pada kegiatan menanam bunga didalam pot untuk anak-anak Amalia. Bisa menggunakan kaleng bekas, botol bekas. Medianya meliputi tanah, bisa juga pasir, ijuk, serbuk gergaji dengan berbagai macam tanaman. Harapan dari kegiatan 'Amalia Love Green' adalah anak-anak Amalia bisa lebih menyayangi alam dengan menanam bunga dan taman bunga disekitar rumahnya masing-masing.

Cahaya Dibalik Derita

Dalam kehidupan jalan keindahan tidak sepenuhnya lurus dan mudah, semakin indah sebuah tujuan semakin terjal dan berliku jalan yang harus dilaluinya. Itulah sebabnya dalam perenungan jiwa menemukan cahaya dibalik derita. Bagi kita seringkali penderitaan identik dengan sakit, kematian, duka cita dan kesedihan tentunya tidak bisa dipungkiri bahwa semua ini sesuatu yang manusiawi. Sedikit jiwa yang berkenan menggali lebih dalam bahwa setiap penderitaan merupakan tersingkapnya cahaya kehidupan dibalik semua penderitaan.

Bagi Mas Yan yang saya kenal, cahaya kehidupan itu adalah ikhlas dan kepasrahan kepada Alloh SWT. Jalan yang terjang dan berliku telah dilaluinya. Putranya yang berusia sepuluh bulan harus operasi tumor pada penyangga usus besarnya. Padahal sebulan sebelumnya istri Mas Yan baru saja menjalani operasi jantung. Katanya, melihat istrinya yang menjalani operasi jantung karena terkena serangan jantung saya masih kuat. Namun menyaksikan operasi anak saya yang baru berusia sepuluh bulan rasanya saya tidak sanggup. Seminggu sebelum anak saya dioperasi seolah saya benar-benar sudah kehilangan dirinya, tuturnya yang tak henti bercucuran airmata.

Setiap malam Mas Yan senantiasa sholat tahajud. Memohon kesembuhan putranya. Ditengah doanya yang selalu dipanjatkan dirinya selalu membaca 'la haula walakuata ila billah' dia ikhlas atas semua apa yang telah dikehendaki oleh Alloh SWT. Jika sehat maka sehatkanlah ya Alloh, jika Engkau ingin mengambilnya..aku ikhlas..Ya Alloh..'begitu tuturnya.

Ditengah kegalauan yang dihadapinya ternyata telah mengubah gaya hidupnya, yang dulunya temperamental Mas Yan bisa lebih arif dan bijak ketika ada masalah di kantornya. Kebiasaannya berkumpul dengan teman-temannya sepulang kerja sudah lama ditinggalkan. Mas Yan lebih suka memilih ikut sholat berjamaah atau mengaji di masjid dekat rumahnya. 'Penderitaan yang saya alami secara bertubi-tubi, saya seperti telah menemukan cahaya yang menuntun saya untuk lebih mendekatkan diri pada Sang Khaliq.' tuturnya.

Bahkan, katanya. Sebelum bekerja, teman-teman sekantornya turut memanjatkan doa untuk kesembuhan putra saya yang sedang menjalani operasi. 'Saya sampai terharu melihatnya.' 'Besoknya saya menemaninya menjalani operasi. alhamdulillah operasi berjalan dengan baik. Putra saya akhirnya bisa berkumpul kembali sampai sekarang sudah walafiat kembali.' lanjutnya.

Diakhir perjumpaan dengan saya Mas Yan mengatakan, 'Peristiwa ini, saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga Mas Agus Syafii. Keikhlasan dan kepasrahan kepada Alloh SWT yang telah membuat kami sekeluarga menjadi kuat. Itulah Cahaya dibalik penderitaan buat saya.' Subhanallah..Maha Suci Alloh....ucap Mas Yan berkali-kali.

--
'Sesungguhnya orang-orang beriman itu ialah orang-orang yang apabila disebut (nama) Alloh, gemetar hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, maka bertambah iman mereka karenanya. Dan kepada Alloh-lah mereka bertawakal'. (Q.S. Al Anfal: 2).

Tuesday, May 26, 2009

Mengelola Sampah

Sewaktu Icha masih tinggal bersama kami, pernah suatu hari icha mendapati orang membuang sampah disamping rumah kami tinggal. 'kak agus, ada orang yang membuang sampah disamping rumah, kenapa ya mesti buang sampah ditempat kita?' tanya icha. Saya jelaskan pada icha bahwa mungkin saja orang itu dirumahnya tidak ada tempat sampah.

Kejadian ini sering kita jumpai. Betapa sulitnya mengelola sampah di kota-kota besar seperti Jakarta. Perilaku membuang sampah dirumah tetangga mudahlah dijumpai. Membuang sampah disungai, dijalanan dianggap lazim. Hal ini menandakan bahwa mengelola sampah yang berada dilingkungan kita tidaklah mudah namun mengelola sampah hati seperti kebencian, kemarahan dan keserakahan jauh lebih sulit untuk dikelola.

jika sampah barang dan sampah hati dikelola dengan baik maka kedua sampah akan banyak sekali manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari, seperti semalam anak-anak Amalia diajarkan oleh Mona untuk membuat pupuk organik dari sisa-sisa makanan atau buah2an yang sudah busuk. Mona memperagakan bagaimana mengolah sampah menjadi pupuk dengan cara sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak Amalia. lantas bagaimana dengan sampah-sampah hati? sampah hati mudah sekali kita jumpai acara reality show di televisi, seperti cacian, hujatan, gosip bahkan terkadang fitnah. Mengelola sampah hati berarti tidak membiarkan hati kita terkotori oleh segala kotoran (cacian, hujatan, gosip dan fitnah).

Jika hidup ditengah sampah, jangan lupa untuk menjadikan sampah sebagai pupuk, itulah yang diucapkan mona kepada teman-temannya Amalia. ditangan orang-orang yang mampu mengelola sampah banyak sekali manfaatnya yaitu untuk memupuk tanaman, untuk bunga-bunga yang tumbuh mekar dihalaman rumah dan juga sampah hati untuk memupuk agar hati senantiasa penuh bunga-bunga cinta bagi sesama.

Fitrah karakter

Senin kemaren dikantor saya kedatangan tamu. Kami biasa berdiskusi tentang kehidupan sehari-hari. Menarik sekali untuk disimak. 'Apa yang mendasari perbuatan dari apa yang kita lakukan?' Saya menjawabnya, 'Bahwa karakterlah yang berperan dalam perbuatan kita sehari-hari.'

Untuk menilai kualitas tingkah laku manusia, harus dibedakan apakah tingkah laku itu bersifat temperamental atau bersumber dari karakter kepribadiannya. Temperamen merupakan corak reaksi seseorang terhadap berbagai rangkasan yang datang dari lingkungan dan dari dalam dirinya sendiri. Temperamental berhubungan erat dengan kondisi biopsikologi seseorang, sehingga sulit untuk berubah. Temperamen bersifat netral terhadap penilaian baik buruk.

Adapun karakter, ia berkaitan erat dengan penilaian baik buruknya tingkah laku seseorang, yang didasari oleh bermacam-macam tolok ukur yang dianut masyarakatnya. Karakter terbentuk melalui perjalanan hidup seseorang, oleh karena itu ia dapat berubah, sejalan dengan bagaimana ia menilai pengalaman itu. Jika temperamen tidak mengandung implikasi etis, maka karakter justru selalu menjadi obyek penilaian etis. Seseorang boleh jadi memiliki temperamen yang berbeda dengan karakternya.

Ada orang yang temperamennya buruk (negatif) tetapi karakternya baik, sebaliknya ada orang yang karakternya buruk, tetapi temperamennya baik. Seseorang yang karakternya buruk akan semakin buruk jika ia juga memiliki temperamen buruk. Sedangkan orang yang karakternya baik tetapi temperamennya buruk biasanya ia segera menyesali dan merasa malu atas tingkah laku buruknya, meskipun hal itu selalu terulang kembali.

Maka pengendalian tingkah laku hanya dimungkinkan pada tingkah laku yang bersumber dari karakter, sedangkan tingakh laku yang bersumer dari temperamen pengendaliannya terbatas hanya pada meminimalkan, bukan pada perubahan. Tetapi yang pasti, manusia mempunyai kebebasan untuk memutuskan apakah ia beriman atau ingkar seperti dijelaskan dalam surat al-Kahfi / 18:29.

Ukuran kualitas tingkah laku mausia juga bisa dilihat dari apakah perbuatannya itu bersumber dari fitrahnya atau perbuatan yang sifatnya diusahakan (al-muktasab). Tingkah laku fitrah adalah perbuatan yang sumbernya dari naluri fitrahnya, yakni yang berhubungan dengan sistem biopsikologi dan sifat-sifat hereditas dan bawaan sejak lahir. Contoh tingkah laku fitrah adalah cara mengisap susu ibu yang dilakukan oleh bayi, cara bernafas manusia, gerakan refleks seseorang dan tingkah laku lainnya yang sejenis itu. Dalam hal tingkah laku fitrah, manusia berbuat secara spontan tanpa mempertimbangkan untung rugi maupun tujuan.

Meskipun manusia dilahirkan di tempat-tempat yang berjauhan dan berbeda zaman, tetapi tingkah laku fitrahnya sama karena fitrah itu berasal dari Alloh SWT dan bersifat baku. Menurut al-Qur’an fitrah manusia itu bersifat menetap, seperti yang tertera dalam surat al-Rum / 30:30. Sedangkan tingkah laku yang diusahakan, al-muktasab, adalah perbuatan yang bersumber dari gabungan pengetahuan dan pengalaman yang dipenjara manusia sejak lahir dan kemudian dijadikan kebiasaan. Dalam melakukan perbuatan ini manusia memperhitungkan untung rugi, baik untung rugi yang bersifat dekat, duniawi, maupun untung rugi yang bersifat jauh ke belakang, ukhrawi, pahala dan dosa.

Menurut al-Qur'an, tingkah laku yang diusahakan ini bisa saja diilhami oleh cara berpikir yang keliru atau jalan yang sesat seperti yang disebut dalam surat al-Baqarah ayat 102 atau Karena merindukan ridla Allah dan keteguhan jiwa seperti yang disebut dalam surat al-Baqarah / 2:265.

Al-Qur'an juga mengisyaratkan adanya tingkah laku yang tidak disadari akibat dari tingkah laku yang tidak terkendali. Tingkah laku yang didasari, adalah perbuatan yang dilakukan seseorang di mana pelaku memiliki kemampuan untuk berpikir dan mengendalikan dirinya serta mampu memilih jenis perbuatan apa yang di pandang terbaik dan tepat dan mana yang tidak tepat untuk dirinya. Sedangkan tingkah laku yang tidak disadari adalah perbuatan seseorang yang berbeda dibawah pengaruh sesuatu yang menyebabkannya kehilangan kesadaran, seperti pengaruh minuman keras obat-obat terlarang.

Meskipun orang mabuk tidak menyadari perbuatannya, tetapi meminum-meminum keras atau menghirup obat-obat terlarang merupakan perbuatan yang disadari, oleh karena itu berbeda dengan gerakan reflek yang bersifat fitrah, al-Qur'an sudah mengingatkan akibat-akibat dari minuman-minuman keras itu menurut al-Qur'an dapat mengakibatkan seseorang, tanpa disadari melakukan hal-hal sebagai berikut:

a. melakukan perbuatan keji seperti yang termaktub dalam surat al-Ma'idah / 5:90.

b. melakukan permusuhan dan kebencian seperti yang tersebut dalam surat al-Ma'idah / 5:91,

c. tidak menyadari apa yang dikatakan seperti yang diisyaratkan surat al-Nisa / 4:43.

Monday, May 25, 2009

Hidup Itu Karunia

Di Rumah Amalia, rumah dimana anak-anak belajar dan rumah bagi siapapun untuk saling berbagi kebahagiaan. Pada hari minggu kemaren dari pagi anak-anak Amalia sudah datang untuk bimbel. Jam 7 pagi Adi sudah datang. Setelah itu anak-anak berbondong-bondong berdatangan. Akhirnya kami memulai kegiatan dengan 'Smart Walking' Kak Rani, Kak Nia dan Kak Asep juga datang. Setelah kegiatan 'Smart Walking' anak-anak belajar matematika. Rupanya setelah kegiatan bimbel Rumah Amalia kedatangan tamu dari Canada. Spesial datang ke Rumah Amalia dan terakhir saya kedatangan tamu, seorang Ibu dengan dua putranya.

Malam itu Sang Ibu bertutur, 'Hidup itu adalah Karunia. Harus selalu disyukuri.' begitulah makna hidup baginya. 'belajar istiqomah adalah sebuah keharusan untuk senantiasa selalu bersyukur kepada Alloh SWT' lanjutnya.

Hobinya yang senantiasa menyayangi anak-anak yatim justru semakin bertambah setelah beliau sakit keras karena sembuh dari doa mereka. Tuturnya, 'Harus kita sadari bahwa pengalaman hidup manusia apapun bentuknya datang dari Alloh SWT. Orang lain menyebutnya ini ujian namun saya menyebutnya sebagai Karunia Alloh SWT agar saya meningkatkan ketaqwaan padaNya.' katanya.

kedua putranya berlari ke dalam rumah, sementara istri saya duduk menemani ibu itu. Hana berlarian dengan ketawa kecilnya. Sesekali beliau mengusap airmata yang jatuh dipipinya. Beliau bercerita terkadang dirinya berasa beruntung begitu banyak karunia Alloh untuk dirinya sebagai seorang 'single parent' tentunya tidak mudah baginya untuk menjalani hidup.

Hidup sendiri bersama kedua putranya memang merasakan berada dalam guncangan hidup. Rumah tangga yang dijalinnya selama 15 tahun ternyata harus kandas. Kegagalan dalam kehidupan rumah tangganya merupakan pukulan telak terhadap jiwanya justru setelah dirinya mengalami sakit berat yang dialaminya. Dalam kondisi seperti itulah kemudian saya membimbing sang ibu untuk menyerahkan semua persoalan hidupnya kepada Alloh SWT. Permasalahan hidupnya telah mencapai satu titik nadir yang harus dalam kondisi pasrah dan ikhlas menerima semua yang telah menjadi kehendakNya. alhamdulillah kondisi psikologisnya sudah menjadi baik dan percaya diri.

Beliau bertutur pada saya dengan penuh linangan airmata, 'Suara adzan yang mengalun sering mengalir perasaan sejuk. Suara mengaji membuat saya menangis. Kenangan masa kecil saya belajar mengaji dan belajar solat silih berganti hadir, semua terputus ketika saya hidup ditengah gemerlapnya dunia, berlimpahnya materi, suami yang sempurna, yang semuanya justru tidak bisa menolong apapun ketika saya dalam badai masalah yang terus bertubi-tubi menimpa keluarga kami.'

'Alhamdulillah, semua kejadian dan masalah telah menyadarkan saya hanya berserah diri pada Sang Khaliq-lah saya menemukan kebahagiaan sejati' tutur sang ibu. Malam semakin larut. Kebahagiaan itu hadir ditengah kami, sebagaimana yang dirasakan oleh setiap orang yang senantiasa ikhlas dan mensyukuri nikmat. 'Terima kasih Ya Alloh atas semua KaruniaMu' Ucap sang ibu diakhir perjumpaan kami.

Wujud Kasih SayangNya

Pagi ini datang ke kantor agak terlambat karena mesti menengok seorang teman yang terbaring dirumah sakit. Teman yang sering berbagi cerita. Sebagai seorang kontraktor dengan kekayaan yang terbilang berlebih mampu memberangkat haji bagi karyawannya. Awalnya dia sendiri adalah orang yang jauh dari agama.

Tiba-tiba datang penyakit yang membuat tubuhnya menjadi lumpuh. Hartanya yang berlimpah menjadi tidak berarti, berbagai jenis obat-obatan dari yang modern sampai tradisional sia-sia belaka. Sebuah mukjizat terjadi justru dengan melaksanakan sholat 5 waktu dan berdoa secara sungguh-sungguh dirinya menjadi sembuh.

'Menurut dokter sih kena darah tinggi' katanya. Pernah dibawa berobat ke Tokyo, Singapore, semua dokter angkat tangan. pergi kepengobatan alternatifpun juga dilakukan tidak ada guna. Sewaktu dirumah sakit seorang dokter mengatakan padanya, Bapak kan muslim, kenapa tidak sholat? berdoa kepada Alloh SWT?' 'Tau nggak mas agus syafii?'katanya. Perkataan Pak Dokter itu, saya bagaikan tersambar halilintar.' lanjutnya.

'Saya ini muslim, tapi tidak pernah tahu bagaimana sholat.' katanya. 'Sampai akhirnya saya meminta mas agus syafii mengajarkan saya sholat. Rasanya saya malu sudah tua kok malah baru belajar sholat ya?' katanya, wajahnya memerah, airmatanya tertumpah. Istrinya duduk disebelah Sang bapak dengan sabar menunggu dari semalam.

Dari saran dokter itulah beliau belajar sholat. Saya menuntunnya untuk sholat. sekalipun masih lemah, tangan dan kakinya belum bisa digerakkan namun niatnya yang sungguh-sungguh mendatangkan keajaiban dalam hidupnya. Perlahan-lahan kaki dan tangannya yang lumpuh sudah bisa digerakkan. Dokter dan banyak teman2 awalnya tidak percaya bahwa penyakit itu bisa disembuhkan. Bahkan bagaimana itu bisa terjadi? Wallahu a'lam. Saya juga tidak tahu didalam kehidupan ini penuh misteri ketika melihat sakitnya beliau. apakah obat yang telah menyembuhkannya? ataukah doanya yang luar biasa?

Katanya, 'Yang pasti satu hal Mas Agus syafii, semua ini karena wujud Kasih SayangNya. Alloh mengingatkan saya agar kembali padaNya.' Karena itulah beliau benar-benar pasrah kepada Alloh SWT. dan ternyata beliau sembuh.

Sesampai di kantor saya selalu teringat akan doanya yang diucapkan sungguh-sungguh dikala beliau selesai sholat. 'Ya Alloh aku panjatkan puji syukurku kepadaMu karena sakitku ini adalah wujud kasih sayangMu kepadaku'

Friday, May 22, 2009

Amalia Ceria

Anak-anak Amalia adalah generasi Ulul albab dimasa depan. Sebagaimana Firman Alloh '"Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali ulul-albab." (QS. 2:269). Itulah sebabnya prinsip yang paling mendasar yang saya gunakan pola pendidikan pada anak-anak Amalia (Anak Insan Mulia) adalah Ceria yaitu Cerdas - Riang - aktif. Pada Dunia anak-anak, bermain dan belajar tidak dapat dipisahkan.

Pola pemikiran seperti ini agak sulit diterima oleh kalangan civitas pendidik dan juga orang tua. Setahu saya hampir para orang tua dan guru, belajar identik dengan mengerjakan lembar kerja sekolah (LKS) dan dilain waktu anak-anak dibiarkan begitu saja tidak ada pola mendampingan orang dewasa. Didalam benak orang tua dan guru ada anggapan waktu terbagi menjadi dua. 'Play time' dan 'work time' waktu bermain dan waktu belajar. Padahal bermain adalah pekerjaan anak-anak sebab melalui permainanlah kita berkesempatan untuk mengajarkan akhlak mulia, sains, berhitung, membaca dan menulis. Itulah yang saya menyebutkannya dengan Amalia Ceria, Anak Insan Mulia Cerdas, Riang, dan AKtif. Coba perhatikan diskusi anak-anak Amalia dalam proses bermain 'Amalia Membangun Rumah.'

Akbar, Novi, Dani berdebat cukup seru tentang dimana letak kamar tidur di dalam rumah kardus bekas tempat televisi. Saya mengatakan pada anak-anak agar terlebih dahulu untuk menggambar ruangan di dalam rumah. 'Yuk, kita sama-sama bikin desain ruangan rumah yang mau kita bangun.' kata saya. Lalu Akbar menjawab, 'Kak Agus, gimana caranya menggambar?' 'Sekarang Akbar yang menggambar.'jawab saya. Ketika Akbar menggambar sementara Novi dan Dani dengan sabar menunggu. Rupanya Akbar menggambar rumah dengan segi empat dan segi tiga. Saya sampaikan kepada Akbar bahwa rumah yang digambar adalah rumah yang nampak dari depan.

Novi menangkap yang saya maksud, akhirnya novi menggambar persegi panjang. didalamnya ada kotak-kotak yang kecil digambar oleh novi. Novi kemudian mengajak temannya untuk menulis kamar tidur masing-masing. Seusai menggambar anak-anak menyusun kardus seolah itu bagai rumahnya.

Pembelajaran seperti ini tentunya bukannya sekadar bermain. Ada banyak hal yang mereka bisa pelajari. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk mengenal konsep penting sebagaimana kita orang dewasa bekerja secara profesional seperti planning, membuat denah rumah, menerapkan menjadi rumah, menyelesaikan konflik, menejemen, kepemimpinan, bersabar, belajar berakhlak mulia. Seperti kata Kak Yusman salahsatu Kakak pengajar matematika, 'Jangan cuman dibayangkan, harus ditulis atau digambar.' kegiatan yang mengasyikkan ini juga bisa anda terapkan disaat bermain dengan anak-anak dirumah, sebab hal inilah yang saya gunakan bersama kakak-kakak pembina untuk anak-anak Amalia Ceria (Cerdas, Riang dan Aktif) pada kegiatan setiap harinya ketika pengajian, Muhadharah, bimbel, ACIBU, ACR, DOCILA, DACILA.

---
'Ulul Albab adalah sama dengan intelektual plus Ketaqwaan, intelektual plus kesalehan. Di dalam diri ulul-albab berpadu sifat-sifat ilmuwan, sifat-sifat intelektual, dan sifat orang yang dekat dengan Allah Swt.' - Dr Imaduddin Abdurrahim.

Thursday, May 21, 2009

Ketika Hati Terguncang

Didalam hidup saya terkadang saya bertemu dengan orang-orang yang bertemu dengan cahaya kehidupan justru berawal dalam kegelapan. Kegelapan itu salahsatunya karena pekerjaan. Namun karena tekadnya bersungguh-sungguh dengan mudah cahaya kehidupan membimbingnya ke jalan yang lurus.

Jalan itulah yang telah dipilih, sebut saja namanya Mas Hendrik. Mas Hendrik adalah salahsatu teman yang saya kenal ketika saya berkantor di sekitar Blok M. Pilihan pekerjaan di dunia malam sebuah keterpaksaan karena tidak ada pekerjaan lainnya. 'Untuk berhenti pada pekerjaan ini tidaklah mudah, apalagi harus memulai berbenah hidup secara 'halalan tayyiban.' tuturnya.

'Waktu bekerja dihiburan malan awalnya bukanlah hal yang tabu buat saya. Berbagai godaan saya hadapi. Namun hati saya terguncang. Setiap hari hati saya selalu bertanya, apakah halal rizki yang saya berikan untuk anak dan istri?' lanjut mas hendrik.

Untunglah dirinya tidak terlalu jauh terperosok dalam kemaksiatan yang lebih dalam. 'hati saya yang berguncang, pertanyaan itu menganggu saya terus menerus. Saya tidak mau didunia bersenang-senang diakherat mendapat siksa yang menyeret anak dan istri saya. Tutur Mas Hendrik malam itu ketika berkunjung di Rumah Amalia. Kunjungannya juga ditemani oleh anak dan istrinya.

Sewaktu kecil dirinya sangat minim pendidikan agamanya. Orang tuanya yang petani mendidiknya setelah sekolah mencari kerja. Mas Hendrik bersyukur mendapatkan istri yang sholehah telah membimbingnya untuk mengenal agama dengan baik. Kian hari hatinya menjadi terbuka. 'Ternyata anggapan saya salah. Pekerjaan pada hiburan malam sama seperti pekerjaan lainnya. Setelah saya memutuskan untuk berhenti bekerja membuat jiwa saya lebih tentram dan damai. Dan yang pasti sekalipun hanya berdagang kecil-kecilan pekerjaan ini lebih mulia dimata keluarga saya dan dimata Alloh SWT.'

Tuturnya, 'semua amal ibadah saya tidak akan bernilai, sholat saya tidak berguna karena pekerjaan yang tidak diridhoi oleh Alloh.' Sungguh rahasia Alloh sangat tersembunyi. Hatinya yang guncang menyemai kesadaran pada Mas Hendrik untuk meninggal pekerjaannya. ketakutan itu merasuki hatinya jika senandainya kematian tiba pada dirinya. Ketakutan pada kematian itulah yang membuat dirinya termotivasi untuk untuk mendekatkan diri pada Alloh SWT.

'Saya memohon ampun pada Alloh SWT dan memohon agar mengganti semua pekerjaan saya dengan pekerjaan yang diridhoi olehNya. Saya benar-benar bertaubat.' kata Mas Hendrik. begitu tekadnya sudah bulat Mas hendrik memulai bekerja yang halal banyak teman-temannya yang menyayangkan. Bahkan ada suara sumbang, ada yang menganggap dirinya belagu dan sok suci. 'Tekad saya sudah bulat Mas Agus Syafii.Saya ingin menafkahi anak dan istri saya rizki yang halal.' Kata Mas Hendrik dengan cucuran airmata. Istrinya memegang tangannya. Subhanallah..Maha Suci Alloh yang telah membukakan hati hamba-hambaNya.

Wednesday, May 20, 2009

Bernapas di Ruang Hampa

Suatu hari sekitar jam dua siang, tiba-tiba datang seorang perempuan muda sekitar usia 30 tahun, datang ke rumah Amalia. Dari email yang saya terima awalnya dirinya mengaku seorang mahasiswi. Setelah berkenalan akhirnya dia mengaku bukan mahasiswi namun seorang ibu rumah tangga. Setelah ditanyakan apa maksud kedatangannya, dengan terbata-bata dan berlinangan air mata ia mengatakan bahwa hampir saja ia bunuh diri. 'saya bagai bernapas diruang hampa..mas' tuturnya.

Menurut penuturannya, pagi itu dirinya sedang kusut fikiran dan saking kalutnya ia bermaksud bunuh diri Pada saat itu aliran listrik di lingkungan tempat tinggalnya sedang mati, dan ketika baygon sudah dituang ke gelas, ketika sedang dipegang untuk diminum, tiba-tiba listrik menyala dan televisi langsung berbunyi. Seperti diatur sutradara, suara di ternyata berisi siaran pengajian dari seorang ustadz dalam ceramahnya menyebutkan dosanya orang bunuh diri.

Katanya, dirinya menjadi tersentak kaget dan langsung timbul kengerian serta takut melihat gelas yang sudah dituangi baygon. Secara reflek dirinya itu kemudian lari keluar rumah tanpa ingat mengunci pintu dan langsung naik metro mini yang kebetulan sedang berhenti, juga tanpa mengetahui entah mau ke mana. Tanpa disadarinya kendaraan itu menuju ke arah ciledug. Maka diniatkan untuk mampir ke Rumah Amalia.

Dari penuturannya dapat disimpulkan bahwa problem kejiwaan sang ibu merupakan problem perkawinan, problem hubungan interpersonal suami dan isteri. Mereka telah menempuh bahtera rumah tangga selama delapan tahun, belum dikaruniai keturunan. Ekonomi rumah tangga mereka relatif tercukupi, terbukti bahwa mereka telah memiliki rumah yang layak huni, suaminya bekerja di perusahaan swasta dengan gaji yang mencukupi. Isterinya, meskipun pernah mengecap pendidikan tinggi sampai sarjana muda tetapi tidak bekerja. Praktis setiap hari kerja, isterinya hanya tingal sendirian, sementara suami pulang kerja sekitar jam enam-tujuh sore.

Barangkali pasangan suami isteri itu sudah sangat merindukan keturunan, tetapi diantara mereka tak pernah secara serius membicarakan problem itu. Sang isteri adalah tipe perempuan yang sangat setia dan percaya kepada suami. Menurut ceriteranya selama delapan tahun hidup sebagai suami isteri tidak pernah cekcok. Sang isteri meski harus selalu sendirian di rumah setiap hari pada jam-jam kerja suaminya, tetapi kepercayaan dan kesetiaannya kepada suami membuatnya tetap tenang. Rasa percaya diri dan ketenangan isteri antara lain diperkuat oleh sejarah masa lalu, ialah bahwa sang suami adalah mahasiswa yang dahulu kost di rumah orang tuanya, dan ketika kiriman biaya kuliah terputus dari kampungnya di luar Jawa, orang tua sang ibu itu kemudian menolong membiayai kuliahnya sampai selesai dan akhirnya diambil menantu.

Tanpa ada tanda-tanda mencurigakan, tiba-tiba suaminya menjadi acuh, dan sering tidak menyentuh kopi dan makanan yang disediakan oleh isteri yang setia itu. Ia berusaha mencari tahu problem apa yang sedang mengganggu suaminya, samar-samar terdengar berita bahwa suaminya pacaran dengan perempuan lain sekerja di kantor. Tetapi setiap ditanyakan, suaminya diam membisu, semakin ditanya semakin membisu. Sang isteri sebagai orang yang selalu berfikir positif tentang suaminya, masih belum percaya bahwa suaminya ada main dengan perempuan lain, tapi didiamkan oleh suami selama seminggu merupakan beban yang sangat berat, apa lagi di rumahnya yang cukup besar itu memang tidak ada orang lain yang bisa diajak bicara.

Ketika kebisuan suami mencapai hari yang ke lima belas, kekalutan fikiran itu tak tertanggungkan. Ia tidak tahu harus apa, karena selama ini hatinya tertumpah seluruhnya untuk suaminya. Di diamkan suami adalah kiamat baginya. Kekalutan fikiran dan perasaannya membuatnya lupa siapa dirinya dan untuk apa ia hidup. Dunia terasa gelap, dan kaki tak bisa lagi menginjak bumi. Pada hari ke lima belas itulah, ketika jiwanya tak mampu lagi menanggung derita didiamkan, ia mengambil keputusan untuk menyudahi problemnya dengan meminum baygon. Untunglah suara televisi yang tiba-tiba terdengar setelah listrik di rumah menyala mengembalikan kesadarannya, dan menyelamatkannya dari mati sia-sia.

Dari penuturan yang disampaikannya itu sambil terisak-isak menangis tetapi lancar, nampak jelas bahwa penyebab kekalutan fikiran itu lebih banyak disebabkan oleh kapasitas jiwanya yang sempit untuk menampung derita. Ia termasuk tipe perempuan yang lugu, halus perasaannya dan tak pernah berfikir negatif pada suaminya. Baginya suami adalah segalanya yang tak mungkin melakukan sesuatu yang menyakiti hatinya. Jika samar-samar mendengar issu minor tentang suaminya, ia lebih dahulu menepis dengan berkata dalam hati bahwa issu itu pasti tak benar. Baginya kepulangan suami, teguran sapa suami sudah merupakan bukti bahwa issu dari luar itu tidak benar. Ia lebih percaya kepada suami dibanding kepada orang lain. Ia hanya mendengar kata-kata suami dan menutup rapat kedua telinganya dari kata-kata orang lain. Hal itulah yang menyebabkan bahtera rumah tangga berjalan aman selama delapan tahun meski belum dikaruniai seorang anak.

Oleh karena itu ketika suaminya mulai cuek kepadanya, ia merasa tertekan karena ia tidak memiliki jendela lain untuk berkomunikasi. Pusat perhatiannya dalam menghadapi kecuekan suaminya hanya satu, yaitu menunggu kapan kekakuan itu mencair. Ketika kecuekan suaminya meningkat menjadi membisu, perasaan tertekan itu menjadi semakin dalam, seperti balon yang selalu ditiup, menunggu meledak. Pada hari ke lima belas dari membisunya suami itulah "balon" jiwanya meledak, mencari penyelesaian dengan cara bunuh diri. Ia tidak menemukan jalan lain selain bunuh diri, karena jiwanya tidak mempunyai jendela, tidak mempunyai ventilasi, karena salurannya hanya satu yaitu kepada suami tercinta.

Jika saluran satu-satunya itu rapat, maka hanya ada satu jalan keluar, yaitu meledak. Untunglah suara televisi yang tiba-tiba berbunyi 'menyelamatkannya.' Melihat tipologi kejiwaan wanita itu maka saya menanyakan kembali sudah berapa lama suami mendiamkannya. Dengan sangat antusias ia menyebut angka lima belas, seakan angka lima belas itu adalah jumlah yang sangat besar. Mengapa angka lima belas itu dipandang sebagai jumlah yang sangat besar adalah karena dirinya itu tidak memiliki bandingan angka lain.

Saya berusaha untuk mengubah cara pandangnya itu tentang ukuran besar dan kecil. Saya mengatakan bahwa lima belas hari itu waktu yang sangat pendek, sebab ada orang lain yang didiamkan suaminya sampai tiga bulan, dan setelah dilewati dengan sabar akhirnya keadaan pulih kembali seperti sedia kala. Saya mengatakan padanya agar sabar menanggung perasaan itu sampai tiga bulan, Insya Alloh nanti jalan ke luar akan datang dengan sendirinya.

Rupanya, angka tiga bulan itu kemudian menjadi angin yang meniupkan harapan baginya, sehingga setelah pertemuan hari itu, ia sering melaporkan perkembangan hubungannya dengan suaminya kepada saya melalui surat. Ia selalu menghitung hari-hari yang dilewatinya, dan dengan cemas menunggu habisnya waktu tiga bulan itu. Saya tahu bahwa tidak ada jaminan setelah tiga bulan itu kebisuan suaminya akan mencair, tetapi kurun waktu itu sekurang-kurangnya memberikan peluang kepada perempuan itu untuk melihat dunia lain, bahwa dalam hidup itu banyak kemungkinan, ada pertemuan, ada perpisahan, ada pertemuan kembali, ada juga pertemuan dengan yang baru dan sebagainya, dan bahwa kesemuanya itu mengandung hikmah asal bisa memetiknya. Ia harus bisa melihat bahwa hidup itu bukan hitam putih, tetapi berwarna-warni.

Rumah tangga pasangan itu akhirnya tidak dapat diselamatkan, tetapi diri sang ibu itu dapat menerima kenyataan. Setelah ia berpindah kota dan telah berkeluarga kembali. 'alhamdulillah, sekarang saya menjadi lebih baik Mas Agus syafii. Saya lebih bisa mendekatkan diri saya kepada Alloh SWT dan akhirnya saya menemukan laki2 yang sholeh.' tuturnya dalam email. 'Dan saya telah memiliki satu putri yang cantik. Kami keluarga bahagia.'

Menghargai Sebuah Pilihan

Waktu itu saya dan Hana membeli peralatan sekolah. Hana menoleh kepada saya, seolah mengatakan 'ayah saya mau beli buku bukan pensil. Hana terlihat memegangi buku bagus. Saya menjawab dengan senyuman. Pertanda setuju atas pilihannya.

Sepanjang hidup kita senantiasa dihadapkan kepada pilihan. Pilihan itu selalu disajikan dengan jelas dan mudah, baik dan buruk. Kenyataannya dalam hidup tidak demikian. Pilihan tidak selalu terlihat begitu jelas dan seringkali lebih banyak dari dua pilihan.

Bagi anak-anak kita tidak perlu dibuat menjadi berat untuk memilih. Anak-anak terkadang membuat kita orang dewasa menjadi menjengkelkan karena hal-hal yang sepele. Maka tugas kitalah memberikan mereka kekuatan dan kearifan ketika anak sedang dihadapkan pada pilihan. Kita mengerti bahwa membuat pilihan sebuah tahapan yang harus kita lalu dalam hidup ini namun juga pengambilan keputusan merupakan pengalaman yang berharga.

Maka sebagai orang tua kita harus berusahan mendukung ketika anak-anak kita harus memilih. Tak hanya memberikan dukungan semata namun juga menghargai setiap pilihan yang sudah ditentukan oleh anak-anak kita.

Tuesday, May 19, 2009

Tegar

Ketika seseorang hidup bersimbah dosa dan berkeinginan bertaubat maka disaat itu juga ujian hadir begitu berat. ketegaran semakin dibutuhkan dalam menghadapi badai dan tantangan sejauh mana keinginan taubat. itulah yang dituturkan seorang ibu kepada saya. Sore itu kehadirannya ingin bersilaturahmi karena sering membaca tulisan-tulisan saya lewat milis. 'banyak tulisan-tulisan Mas Agus Syafii yang saya kumpulkan di folder khusus.'katanya. 'Namun yang sangat berarti buat saya cerita mas agus, banyak ibroh yang saya ambil dan saya ingin berbagi cerita, silahkan aja kalo Mas Agus mau menulis kisah saya.' lanjutnya.

Ibu itu bercerita bahwa disaat dirinya bertaubat untuk memulai hidup baru malah terjadi kemelut di dalam keluarganya. Rumah kami akan disita oleh bank. Tinggal beberapa hari lagi petugas bank akan melakukan penyitaan. Jalan menuju rumah kami blokir untuk mencegah penyitaan, kami hanya bisa menangis penuh kesedihan. 'saya harus tegar, menukar kesedihan dengan harapan' katanya.

'Harapan satu-satunya hanya berdoa kepada Alloh SWT, memohon pertolongan kepadaNya. selain sholat fardhu, saya sholat tahajud setiap malam sampai airmata rasanya sudah mengering.' isak tangis sang Ibu.

Pagi itu semua keluarga diliputi oleh tangis sendu di teras rumah, sambil menunggu detik-detik penyitaan rumah kami. Kami ingin menyaksikan rumah kami untuk terakhir kalinya. Rumah dimana anak-anak lahir dan dibesarkan penuh cinta serta kasih sayang. Para tetangga tak kuasa menahan haru melihat kami. Solidaritas para tetangga hadir menunggu petugas bank hadir. Tiba-tiba kami dikejutkan oleh kedatangan surat pembatalan sita. Subhanallah, Maha Suci Alloh. Saya menjerit kegirangan. Doa saya didengar oleh Alloh.

Kata suami saya, pada tahap kita untuk mencoba berjalan dijalan yang lurus maka kita akan menerima ujian dan cobaan. Entah benar atau tidak kata suami, peristiwa ini semakin mengokohkan saya dan keluarga untuk mantap dijalan yang diridhoi oleh Alloh SWT. setelah peristiwa penyitaan rumah yang gagal. Ujian selanjutnya datang, disaat usaha kami sedang jatuh bangkrut budhe saya mengajak pergi ke orang pintar, perang batin antara ikut dan tidak terjadi bergejolak dibatin saya. namun sungguh keajaiban itu datang. Akhirnya pergi ke dukun dibatalkan. Hati saya bersyukur terhindar dari perbuatan dosa besar.' tutur Sang Ibu.

Ujian berikutnya menyusul, putra saya mengalami pembengkakan dikelopak matanya. Menurut pemeriksaan dokter dia harus dioperasi. Waktunyapun sudah ditentukan, beberapa hari lagi. Secara medis saya percaya bahwa operasi adalah satu-satunya jalan untuk menyembuhkan sakit putra saya. Namun tak lupa saya memanjatkan doa kepada Alloh SWT. Setiap malam saya menjalankan sholat tahajud.

'Anehnya Mas Agus Syafii, sebelum jatuh tempo operasi. Penyakit yang berada dikelopak mata putra saya menghilang dan sembuh. Awalnya saya ragu, bagaimana mungkin bisa sembuh? kami kemudian pergi ke dokter ahli dan putra saya dinyatakan sembuh sampai si dokternya juga bingung dan menanyakan apakah saya telah pergi ke dokter lainnya?' tutur Sang Ibu dengan mengusap airmatanya yang terus menetes.

Alloh memang sedang menguji kami sekeluarga dan melindungi kami berkat doa-doa kami. Sebagai pemilik rumah makan yang cukup ramai, kini hidup kami sekeluarga sekarang menjadi lebih tentram dan bahagia. Segala sepak terjang kami seolah diawasi oleh Alloh SWT. Meski kerja keras merupakan kebiasaan kami namun kewajiban sholat lima waktu harus disiplin untuk dilaksanakan.

'Dan kami sudah sepakat bersama suami dan anak-anak untuk menyisihkan penghasilan rumah makan kami untuk anak-anak Amalia. Rasanya rizki yang kami peroleh makin melimpah.' Ucap Sang Ibu, tak lama terdengar kumandang adzan maghrib. Kami bergegas sholat menuju Masjid Al-Hikmah didekat rumah.

---
Obatilah orang-orang yang sakit dengan shodaqoh dan bentengilah harta-harta kalian dengan zakat dan siapkan untuk menolak bala' dengan doa (Hadist Riwayat Baihaqi)

Monday, May 18, 2009

Cintailah Tanpa Syarat

Malam belum begitu larut. Hana nampak sudah mulai mengantuk. Istri saya mengipasi sambil membacakan Shalawat Nabi. Biasanya juga menyanyikan 'Rukun Islam Yang Lima' atau 'Alloh Tuhanku' sampai akhirnya Hana tertidur lelap. Kegiatan tiap malam bagi seorang ibu mengantar mimpi indah pada putrinya merupakan wujud ekpresi cinta. Anak-anak akan lebih mudah meniru setiap waktu dan tumbuh menjadi dewasa yang semua perilakunya dipengaruhi oleh ekpresi cinta dari orang-orang disekelilingnya.

Hidup bersama anak-anak adalah pengungkapan diri kita. Rasanya kita seperti bercermin. Anak-anak suka sekali meniru. Mereka belajar dengan meniru. Meniru gerak tubuh kita. Meniru setiap kata yang kita ucapkan. Bahkan kita seolah bisa melihat diri kita sendiri didalam sosok anak-anak.

itulah yang juga saya alami. Setiap kali saya menerangkan di depan anak-anak Amalia, mulai cara saya berbicara dan gerak tangan saya selalu ditiru oleh Hana. Saya seolah bercermin melihat sosok diri saya pada Hana dan Hana melihat saya sebagai sosok cermin bagi dirinya.

Anak-anak kita bercermin pada diri kita sebagai orang tua. orang tua yang bahagia mampu menebarkan cinta dan anak-anak merasa dicintai dan diterima maka anak-anak kita akan tumbuh menjadi orang yang hidup penuh dengan cinta. Cintailah anak-anak kita tanpa syarat dengan cinta itulah mereka menemukan kebahagiaan didalam dirinya dan kebahagiaan itu tidak membuatnya bergantung pada lingkungan diluar dirinya. Itulah cinta yang berasal dari Alloh SWT dan hanya untuk Alloh SWT.

--
'Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku adalah milik Alloh, Tuhan Semesta Alam.'

Airmata Diujung Lorong Kematian

Dirumah Amalia saya senantiasa banyak teman dan terkadang ada tamu yang hadir tanpa saya mengenal sebelumnya. Setiap kali kehadiran para tamu saya selalu mendapatkan mutiara-mutiara kearifan yang berbentuk pengalaman kehidupan yang dialaminya.

Salahsatunya Pak Syaiful, seorang pengusaha muslim yang taat dalam menjalankan ibadahnya. beliau suka hadir ditengah kami bersama anak-anak Amalia. Penampilannya begitu sederhana, terkadang maen ke rumah Amalia dengan mengendarai motor atau vespanya. Beliau pernah bertutur berbagi pengalaman yang merubah orientasi hidupnya kala dirinya berada diujung lorong kematian.

'Mungkin, mas agus syafii tidak percaya dengan cerita saya ini tapi itulah kenyataan yang saya alami.'katanya. Pak Syaiful mengidap radang kantung empedu. penyakitnya sangat parah, bahkan dokter mengatakan hidupnya hanya tinggal 25%. Awalnya Pak Syaiful merasakan rasa dingin di kakinya naik ke paha, perut hingga ke ubun-ubun. Rasa dingin itu seolah berjalan begitu perlahan. 'Saya membayangkan nyawa saya sudah berada diujung kematian' katanya dengan berlinang air mata. 'Semua perbuatan kotor saya seperti terlihatkan, hanya satu yang saya inginkan. Mati dalam keadaan bersyahadat' kata Pak Syaiful dengan wajah ekspesi penuh ketawadlu'an.

Sejak kecil Pak Syaiful di didik dilingkungan pesantren. Setelah selesai SMA dirinya mengadu nasib di Ibukota namun perjalanan hidupnya tidak seperti yang ia bayangkan. Awalnya berdagang pakaian
di Pasar Cipulir. Usahanya sukses namun semakin sukses dirinya semakin jauh dari agama. Kehidupan malam dan minuman keras terasa nikmat. Pak Syaiful menjadi tersadar justru setelah sakitnya parah.
Yang paling ditakutkan oleh dirinya kehilangan momen membaca kalimah syahadat dipenghujung hayatnya. dirinya mengalami diujung lorong batas antara kematian dan kehidupan.

Dalam keadaan tidak sadarkan diri, dirinya melihat bayangannya sendiri. Pak Syaful bergerak melakukan apa yang pernah dia perbuat di masa lalu. 'Saya seperti melihat film yang aktornya adalah diri saya sendiri.'katanya, 'semua saya melihatnya dengan jelas, saya pernah menyia-nyiakan anak dan istri saya hanya karena menuruti kesenangan, sampai saya menangis meraung-raung menyesali semua
kebodohan yang saya pernah saya lakukan.' lanjut Pak Syaiful.

Kala Pak Syaiful melihat semua dosa-dosanya yang menakutkan disaat itu juga dirinya memohon ampun kepada Alloh SWT, tuturnya,'begitu saya memohon ampun kepada Alloh SWT, saya berjanji untuk tidak melakukannya lagi. Disaat itu semua yang menyeramkan hilang semua.' Dirinya merasakan melewati sebuah lorong gelap sampai menuju tempat yang begitu indah dan nyaman. tempat itu seperti di
kampung halamannya waktu Pak Syaiful dimasa kecil.

Dari yang dialami Pak Syaiful itu pandangan hidupnya telah berubah. kehidupan yang bergelimang maksiat dirinya menjadi lebih mencintai Alloh SWT dan menjalankan semua perintahNya serta menjauhi
laranganNya. 'dan itu tidak mudah mas agus syafii.'katanya. Untuk mencintai Alloh SWT kita harus menghadapi tantangan. Tantangan itu untuk membuktikan apakah kita benar-benar mencintai Alloh SWT atau tidak.' tutur Pak Syaiful dpenghujung malam perjumpaan kami. Airmatanya benar-benar telah mengalir untuk Sang Khaliq, Alloh yang Maha Besar.

---
'Ya Allah segala puji bagiMu. kepadaMulah pengaduanku dan Engkaulah tempat memohon pertolongan…' (HR Thabrany dari Abdullah ibnu Mas'ud).

Airmata Diujung Lorong Kematian

Dirumah Amalia saya senantiasa banyak teman dan terkadang ada tamu yang hadir tanpa saya mengenal sebelumnya. Setiap kali kehadiran para tamu saya selalu mendapatkan mutiara-mutiara kearifan yang berbentuk pengalaman kehidupan yang dialaminya.

Salahsatunya Pak Syaiful, seorang pengusaha muslim yang taat dalam menjalankan ibadahnya. beliau suka hadir ditengah kami bersama anak-anak Amalia. Penampilannya begitu sederhana, terkadang maen ke rumah Amalia dengan mengendarai motor atau vespanya. Beliau pernah bertutur berbagi pengalaman yang merubah orientasi hidupnya kala dirinya berada diujung lorong kematian.

'Mungkin, mas agus syafii tidak percaya dengan cerita saya ini tapi itulah kenyataan yang saya alami.'katanya. Pak Syaiful mengidap radang kantung empedu. penyakitnya sangat parah, bahkan dokter mengatakan hidupnya hanya tinggal 25%. Awalnya Pak Syaiful merasakan rasa dingin di kakinya naik ke paha, perut hingga ke ubun-ubun. Rasa dingin itu seolah berjalan begitu perlahan. 'Saya membayangkan nyawa saya sudah berada diujung kematian' katanya dengan berlinang air mata. 'Semua perbuatan kotor saya seperti terlihatkan, hanya satu yang saya inginkan. Mati dalam keadaan bersyahadat' kata Pak Syaiful dengan wajah ekspesi penuh ketawadlu'an.

Sejak kecil Pak Syaiful di didik dilingkungan pesantren. Setelah selesai SMA dirinya mengadu nasib di Ibukota namun perjalanan hidupnya tidak seperti yang ia bayangkan. Awalnya berdagang pakaian
di Pasar Cipulir. Usahanya sukses namun semakin sukses dirinya semakin jauh dari agama. Kehidupan malam dan minuman keras terasa nikmat. Pak Syaiful menjadi tersadar justru setelah sakitnya parah.
Yang paling ditakutkan oleh dirinya kehilangan momen membaca kalimah syahadat dipenghujung hayatnya. dirinya mengalami diujung lorong batas antara kematian dan kehidupan.

Dalam keadaan tidak sadarkan diri, dirinya melihat bayangannya sendiri. Pak Syaful bergerak melakukan apa yang pernah dia perbuat di masa lalu. 'Saya seperti melihat film yang aktornya adalah diri saya sendiri.'katanya, 'semua saya melihatnya dengan jelas, saya pernah menyia-nyiakan anak dan istri saya hanya karena menuruti kesenangan, sampai saya menangis meraung-raung menyesali semua
kebodohan yang saya pernah saya lakukan.' lanjut Pak Syaiful.

Kala Pak Syaiful melihat semua dosa-dosanya yang menakutkan disaat itu juga dirinya memohon ampun kepada Alloh SWT, tuturnya,'begitu saya memohon ampun kepada Alloh SWT, saya berjanji untuk tidak melakukannya lagi. Disaat itu semua yang menyeramkan hilang semua.' Dirinya merasakan melewati sebuah lorong gelap sampai menuju tempat yang begitu indah dan nyaman. tempat itu seperti di
kampung halamannya waktu Pak Syaiful dimasa kecil.

Dari yang dialami Pak Syaiful itu pandangan hidupnya telah berubah. kehidupan yang bergelimang maksiat dirinya menjadi lebih mencintai Alloh SWT dan menjalankan semua perintahNya serta menjauhi
laranganNya. 'dan itu tidak mudah mas agus syafii.'katanya. Untuk mencintai Alloh SWT kita harus menghadapi tantangan. Tantangan itu untuk membuktikan apakah kita benar-benar mencintai Alloh SWT atau tidak.' tutur Pak Syaiful dpenghujung malam perjumpaan kami. Airmatanya benar-benar telah mengalir untuk Sang Khaliq, Alloh yang Maha Besar.

---
'Ya Allah segala puji bagiMu. kepadaMulah pengaduanku dan Engkaulah tempat memohon pertolongan…' (HR Thabrany dari Abdullah ibnu Mas'ud).

Sunday, May 17, 2009

Kebahagiaan Itu Keindahan

Pernahkah anda menyambut pagi hari dengan penuh kebahagiaan? Itulah yang dirasakan Ari dihari Ahad kemaren. Pada hari Ahad kemaren kegiatan 'Amalia Cinta Bumi' jam 6.30 pagi Ari sudah datang. Duduk rapih dengan membawa tasnya dan sambil membaca puisinya yang berjudul 'kupu-kupu.' Tak lama kemudian datang juga anak-anak Amalia yang lainnya seperti Mona, Ratna, Lusi, Atun, Arif, Fajar, Apoy, Dedek.

Kebahagiaan itu keindahan yang tak terlupakan bagi anak-anak Amalia. Sudah seminggu yang lalu hati mereka berdebar-debar menunggu tiba hari kegiatan ACIBU (Amalia Cinta Bumi). Kegiatan ini sudah menjadi bahan diskusi anak-anak Amalia tentang apa saja kegiatan yang hendak dilakukan. Kami, kakak pembina membagi anak-anak Amalia menjadi dua kelompok. Kelompok A terdiri dari kelas 1 sampai dengan kelas 3. Kelompok B terdiri dari kelas 4 sampai kelas 7. Untuk kelompok A dengan mendongeng oleh Bunda Jus (beliau penggiat Lingkungan dari UN, United Nation) ditemani oleh dua bidadari cantik, keponakannya dan juga bunda Nani. Sementara kelompok B mengadakan kegiatan Outbond yang bertema 'Amalia Cinta Bumi.'

terdengar suara riuh anak-anak Amalia ketika acara sedang dimulai. Saya membuka bersama bunda Nani untuk terlebih dahulu membaca doa, 'rodhitubillahi robba, wabil islamidina, wabi muhamadiyu warosulla..robbi dzitni ilma warzukni fahma...' Anak-anak Amalia mendongeng oleh Bunda Jus..sangat menarik sekali.

Anak-anak Amalia kelompok B yang ikut outbond terbagi menjadi 4 kelompok. Para peserta outbond sebagai penyelamat bumi. Mereka bertugas untuk menjaga bumi dari kerusakan. Dari pos utama mereka harus menuju Pos Bumi dan Pos Amalia, terlebih dahulu mereka harus menyelesaikan 'Game petani Bingung' yang dilaluinya. Ada petani bersama seekor kambing, seekor harimau, dan sekeranjang rumput. Petani harus melewati jembatan hanya boleh membawa satu aja agar bisa melewati jembatan. Kelompok Abu Bakar Assidiq begitu bersemangat, kata dani, 'Gamenya aneh..tapi seru juga kak agus.' setelah mereka melewati game 'petani bingung' menuju pos bumi yang harus menyelesaikan tugasnya yaitu menanam pohon dan memanfaatkan sampah untuk didaur ulang. Game yang kedua yang harus dilalui oleh peserta outbond adalah game 'ranjau darat.'

kata para peserta game 'ranjau darat' game yang agak susah karena mereka tidak dikasih tanda ranjau daratnya. 'tapi asyik deh' kata kak asep, salahsatu kakak pembina. Kak Yusman nampak juga bersemangat untuk mendampingi anak-anak Amalia. Setelah mereka berkumpul kembali. Kelompok yang kalah mendapatkan tugas untuk membersihkan halaman dan kelompok yang menang mendapatkan hadiah dari kakak pembina.

Di dinding kesan dan pesan komentar, fajar mengatakan, "Kak agus, sering-sering ya ngadain outbond.' sementara komentar Dede', belajar dan bermain bersama paling seru dan mengasyikkan.' Diakhir acara setelah makan siang, kakak pembina menjelaskan perlunya mengurangi kantong plastik dan selanjutnya membagikan tas belanja sebagai pengganti kantong plastik sebagai tanda cinta kak Fred untuk anak-anak Amalia yang didalamnya juga terdapat hadiah peralatan sekolah.

Alhamdulillah, kegiatan Amalia Cinta Bumi (ACIBU) berjalan dengan lancar. saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-beesarnya untuk Bunda Nani, Bunda Sus, Kak Yusman, Kak Rani, Kak Asep, Teh Euis, Teh Murni yang telah berkenan terlibat dalam kegiatan Amalia Cinta Bumi (ACIBU) dan juga Mas Fred yang sudah berkenan menyediakan Tas, Kak Anti Cake & Pudingnya. dan juga para bunda, kakak2 dan juga teman2 semua yang tidak bisa kami sebutkan lagi satu persatu.

semoga Alloh SWT membalas kebaikan bunda2, kakak2 dan juga teman2 semua..amin ya robbal alamin..

Friday, May 15, 2009

Menikmati Keindahan

Kala kehidupan begitu keras bagai roda berputar tanpa henti ditengah deru ambisi, keinginan dan haus akan kemenangan bisa dipastikan keindahan hampir terbilang sulit menghampiri diri kita.

Itulah sebabnya setiap sore pulang kerja lebih awal berkumpul dengan istri dan Hana, buat saya lebih mudah untuk bisa menikmati keindahan dalam hidup. Keindahan saya juga terasa lebih nikmat kala Hana mengingatkan dengan hapalannya hadis-hadis pendek yang setiap hari terus bertambah. Salah satu hadis favorit Hana adalah 'Tabassamuka Li Akhika Shodaqoh' 'Senyummu terhadap saudaramu adalah shodaqoh.'(HR At-Tirmidzi).

'Cobalah taburkan senyuman sebanyak mungkin kepada setiap saudaramu' begitulah Baginda Nabi mengajarkan kepada kita, sebab setiap senyuman yang kita taburkan kebanyak orang maka sebanyak itulah senyuman yang kita dapatkan. Sebanyak mungkin kita mendoakan orang lain, sebanyak itulah berkah yang kita terima.

Berkah inilah yang melahirkan sikap hormat kita terhadap diri sendiri dan juga hormat kita terhadap orang lain kemudian memunculkan cahaya keindahan dimanapun kita berada. Ketika kita di rumah, di kantor, dijalanan semuanya menjadi terasa indah.

Mari..kita menikmati keindahan hari ini.

Thursday, May 14, 2009

Tingkatan Nafs Dalam Diri Kita

Kemaren sore saya berjumpa dengan seorang teman. Kami berdiskusi tentang Nafs atau jiwa. teman itu bertanya, 'apakah nafs diseseorang itu konsisten?' Saya katakan padanya, 'Tidak, bergantung bagaimana kita menjaga kesucian nafs atau jiwa.'

Nafs itu diciptkan Allah SWT secara sempurna, tetapi ia harus tetap dijaga kesuciannya, sebab ia bisa rusak jika dikotori dengan perbuatan maksiat. Kualitas nafs tiap orang bereda-beda berkaitan dengan bagaimana usaha menjaganya dari hawa (Q.,s.al-Na-zi'at/79:40), yakni dari kecendrungannya kepada syahwat, karena menuruti dorongan syahwat itu, seperti yang dikatakan oleh al-Maraghi, merupakan tingkah laku hewan yang dengan itu manusia telah menyia-nyiakan potensi akal yang menandai keistimewaannya.

Dalam bahasa Indonesia, syahwat yang menggoda manusia sering disebut dengan istilah hawa nafsu, yakni dorongan nafsu yang cenderung bersifat rendah.

Al-Qur'an membagi tingkatan nafs pada dua kelompok besar, yaitu nafs martabat tinggi dan nafs martabat rendah. Nafs martabat tinggi memiliki oleh orang-orang takwa, yang takut kepada Allah dan berpegang teguh kepada petunjuk-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Sedangkan nafs martabat rendah memiliki oeh orang-orang yang menentang perintah Allah dan yang mengabaikan ketentuan-ketentuan-Nya, serta orang-orang yang sesat, yang cenderung berperilaku menyimpang dan melakukan kekejian serta kemungkaran.

Secara ekplisit al-Qur'an menyebut tiga jenis nafs, yaitu

1. (al-nafs al-muthma'innah),
2. (al-nafs al-lawwamah), dan
3. (al-nafs al-ammarah bi al-su)

Ketiga jenis nafs tersebut merupakan tingkatan kualitas, dari yang terendah hingga yang tertinggi. Ayat-ayat yang secara ekplisit menyebut ketuga jenis nafs itu adalah sebagai berikut:


Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridlai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-Ku, dan masuklah kedalam surga-Ku (Q,. s. al-Fajr / 89-27-30).

Aku besumpah dengan hari kiamat, dn aku bersumpah dengan jiwa amat menyesali(dirinya senderi) (Q,. s. al-Qiyamah / 75:1-2).

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kapada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyayang (Q., s. Yusuf / 12:53).

Di samping tiga penggolongan tersebut, al-Qur'an juga menyebut term pada anak yang belum dewasa, seperti tersebut dalam surat al-Kahf / 18:73:

Maka berjalanlah keduanya; hingga ketika keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka khidir membunuhnya. Musa berkata: mengapa kamu bunuh jiwa yang suci, bukan dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang mungkar (Q,. s. al-Kahf / 18-74).

Maka empat tingkatan itu dapat digambarkan bahwa pada mulanya, yamni ketika seorang manusia belum mukallaf, jiwamya masih suci (zakiyah). Ketika sudah mencapai mukallaf dan berinteraksi dengan lingkungan kehidupan yang menggoda, jika ia merespons secara positif terhadap lingkungan hidupnya maka nafs itu dapat meningkat menjadi nafs muthma'innah setelah terlebih dahulu memproses di dalam tingkatan nafs lawwamah telah mencapai tingkat muthma'innah pastilah ia menyandang predikat zakiyah pula.Akan tetapi jika nafs itu merespon lingkungan secara negative, maka ia dapat menurun manjadi nafs ammarah dengan segala karaterristik buruknya.

Kupanjatkan Doa Dengan Airmata

Setiap orang senantiasa mengalami kondisi sulit, kegagalan bahkan kepedihan yang mendalam. Ada orang yang mampu bertahan dan ada yang tidak. Bahkan seorang teman yang sudah tidak ada pilihan lain kecuali mendekatkan diri kepada Alloh. Berusaha semaksimal apapun jika Alloh belum berkehendak, semua tidak akan pernah terjadi. Dia lakukan hanya memohon kepada Alloh 'Kupanjatkan doa dengan Airmata' begitu tuturnya.

Kala teman itu mengatakan, berhari-hari saya berusaha untuk mencari kerja tapi selalu gagal. Bahkan aku sampai keluar kota namun semua tetap sia-sia. Ada satu hal yang membuat saya tetap bertahan, setiap kali pulang dengan tangis dan kecewa, istri saya selalu memberi semangat untuk saya, 'sabar mas..'Alloh mboten sare (Alloh tidak tidur)'

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, barang-barang perabotan habis terjual. semua perhiasan istri saya juga ikut terjual dan yang paling tragis buat kami sekeluarga rumah dan tanah juga lenyap. Istri dan anak-anak begitu tabah menjalaninya. begitulah keadaan kami saat itu, tuturnya.

Akhirnya kami sekeluarga memutuskan untuk tinggal menumpang dengan Kang Salam, salahsatu karyawan saya. Kang salam menerima kami sekeluarga penuh sukacita kedatangan kami. Ditengah kondisi keuangan mulai menipis, saya jatuh sakit. Penderitaan seolah belum berkenan untuk meninggalkan kami sekeluarga. Saya jatuh sakit.

Ditengah saya sakit, istri saya menyuapi sarapan pagi sambil mengingatkan, 'Coba mas, kerjakan sholat. Alloh SWT akan memberikan jalan keluar. Sudah lama Mas lupa dengan yang diatas.'

Aneh, saya bagai dijewer mendengar penuturan istri saya. saya merasa kikuk untuk melaksanakan sholat. 'Bagaimana mungkin ibadah yang biasa saya kerjakan dari kecil tiba-tiba saya menjadi merasa asing?' begitu kata saya dalam hati. Kang Salam dan istrinya nampak senyum-senyum melihat saya mengambil air wudhu. Mungkin pikirnya tumben saya sholat. Tapi tak apalah, hanya dengan jalan inilah saya memohon pertolongan kepadaNya. Saya, istri dan anak-anak sholat berjamaah. Saya benar-benar berserah diri pada Alloh. Tanpa terasa airmata saya mengalir, teringat masa kecil saya berlarian. Emak berteriak disaat kumandang adzan. Saya bergegas mengambil sarung menuju masjid. Sholat berjamaah sungguh indahnya. Hati saya menjadi hangat. Allohu Akbar...

Sampai pada satu hari saya berjalan-jalan di Kebayoran Lama, tutur teman malam itu. saya bertemu dengan kawan lama sudah tidak pernah jumpa. kawan saya sedang mencari meja antik yang terbuat dari kayu jati. Dia memberikan kartu nama agar saya mencarikan meja yang sesuai dengan keinginannya. Ketika saya cerita dengan Kang Salam ternyata tahu didaerah Ciputat ada barang yang sesuai dengan spesifikasi seperti yang saya cari. Tanpa saya duga begitu cepat terjadi transaksi meja antik. Saya mendapatkan komisi. Istri saya mengucapkan syukur alhamdulillah kehadirat Alloh. "Benarkan mas, sholat bisa membuat kita memperoleh modal usaha.' tutur teman saya.

Walau dengan modal tidak seberapa, saya membuka usaha kecil2an dengan membuat kecap manis. Awalnya saya hanya mampu membuat 30 botol. Saya titipkan kepada tukang bakso disekeliling rumah Kang Salam. Sungguh Alloh Maha Besar. Pelanggan saya makin lama makin banyak. Kecap saya mulai banyak laku dijual. mau tidak mau harus dikasih Merk. Dari penjualan kecap saya bisa menabung, tidak lupa dengan jasa Kang Salam turut membantu usaha kecap yang saya kerjakan. saya kemudian membeli sebidang tanah, kemudian membangun untuk pabrik kecap. kami sekeluargapun akhirnya pindah dirumah sendiri.

Alloh sungguh Maha Penyayang. melimpahkan karuniaNya untuk kami sekeluarga. Bukan hanya rizki yang kami terima, keluarga kami rukun dan bahagia serta kami tak lupa senantiasa sholat berjamaah. Setiap malam saya juga mengajar mengaji anak-anak. terlihat wajahnya dengan mata berkaca-kaca. 'Jelaslah Mas Agus...semua berkah yang saya terima dari Alloh SWT adalah fadhillah sholat fardhu lima waktu yang saya kerjakan.' Tuturnya dipenghujung malam yang kian syahdu. Berkali-kali dia mengucapkan subhanallah..Maha Suci Alloh....

Wednesday, May 13, 2009

Rumah Cinta

'kak Agus Syafii, Nanti malam saya mau ke rumah Amalia ya? Kangen nih ama adek-adek.' Kata Ika malam itu. Ika salah satu murid ngaji. Setelah lulus SMA, Ika mengelola warteg bersama ibu. Pernah Ika datang membawa peralatan sekolah untuk dibagikan kepada anak-anak Amalia. 'Di rumah Amalia saya menemukan cinta..' tuturnya.

Rumah Amalia adalah rumah cinta. Rumah berkumpul untuk semua anak-anak. Anak-anak membutuhkan cinta. rumah Amalia sumber cinta bagi anak-anak. Setiap malam dirumah Amalia senantiasa hadir dengan warna.

Dirumah Amalia tempat kami mendidik anak-anak untuk menjadi satu generasi yang memahami bahwa hidup itu indah dengan cinta. Cinta itu pemberian Alloh dan hanya untuk Alloh. Cinta sekaligus menjadi sebuah kekuatan kita dalam melakukan kebaikan.

Salah satu perbuatan baik adalah membantu orang lain. Membantu dan menolong orang lain berarti melakukan sesuatu bagi sesama. Membantu orang lain merupakan satu cara paling effektif bagi anak-anak untuk menemukan cinta di dalam dirinya. Dengan membantu orang lain mereka belajar tentang fitrah dirinya dan hubungan sosial dengan orang lain. menolong orang lain akan membuat anak-anak merasa lebih berharga dan memiliki prestasi. Itulah yang dirasakan Ika, 'Di Rumah Amalia saya menemukan cinta.'

'Ya Alloh, Ya Rabb, kami memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan cinta kepada segala yang akan mendekatkan kami kepada cinta-Mu.'

Perjalanan Yang Indah

Pernahkah anda menikmati perjalanan yang indah bersama si buah hati dan anda menikmati disetiap langkahnya mengamati batu, bunga, daun, kambing, ayunan, monyet. Anak-anak mengarungi waktu dengan cara kita sebagai orang dewasa. Buat kita waktu berjalan begitu cepat seolah tanpa henti. Bahkan ada peribahasa, 'berhenti berarti mati' peribahasa menggambarkan orang dewasa hampir tidak mengenal kata berhenti sehinga seringkali kita lupa bagaimana menikmati keindahan yang berada disekeliling kita.

Sementara waktu bagi anak-anak adalah ruang tanpa batas senantiasa baru, menyenangkan dan penuh kejutan. Itulah yang saya lakukan terkadang pagi atau sore, saya suka menikmati perjalanan yang indah bersama Hana. Pernah kami melewati pohon ada seekor monyet yang bergelantungan, Hana mengatakan, 'Ayah, lihat tuh ada temennya ayah..' Mendengar perkataan Hana rasa geli menahan tertawa tak bisa tertahankan.

Perjalanan kami begitu indah. Berkeliling kampung seperti sedang keliling dunia bagi Hana. Bagi Hana setiap tindakan, setiap perilaku hadir dengan keindahan, Kita, orang tua seringkali menatap kehidupan dengan berbagai persepsi yang seringkali kita penuh ketakutan, kekhawatiran dan kecemasan. Alangkah indahnya kita juga menerima keindahan sebagai anak-anak. Dengan demikian kita merasa nyaman dan yakin bahwa keindahan, cinta, kebahagiaan itu memang ada dan nyata sebagai bagian dari rasa syukur kehadirat Alloh SWT.

'Sungguh, bila engkau bersyukur, sungguh akan Kutambah nikmat untuk mu'

Tuesday, May 12, 2009

Masa Kalah Ama Sopir Metromini ya?

Siang yang panas ditengah deru bising metromini menambah penuh sesak dada membuat saya terasa pengab. Saya terkadang menikmati laju kendaraan umum, macet dan sesekali bisa bertegur sapa dengan sesama penumpang. Tak lama terdengar suara sopir metromini, sesampai di Kreo terdengar suara Sang sopir Metromini, 'Ucok, oper..oper..'

'Kenapa bang? kan setoran belum dapet nih kita.'tanya Ucok, si kenek.

'Kita sholat dhuhur dulu, rizki kan Alloh yang atur. siapa tau sehabis sholat kita dapat sewa banyak.' kata pak sopir.

Nampak wajah kenek metromini menggelengkan kepala seolah tak memahami jalan pikirannya. gelengan kepala si kenek hampir bisa dipahami sebagai bentuk pikiran masyarakat perkotaan yang terus bekerja yang tidak mengenal kata berhenti. Berhenti sejenak istirahat dan menjalankan ibadah sholat menjadi barang mewah.

'Sopir antik, hari gini masih sempat-sempatnya sholat..bukan malah ngejar setoran.' begitu gerutu kenek metromini.

Mendengar gerutu sikenek ini hampir membuat saya tertawa. Mentertawakan diri saya yang seolah saya itu keneknya. mengejar setoran tak pernah selesai dan tuntas. Hari ini dikerjakan, pekerjaan lainnya menumpuk. Sholat malah terkadang diakhir sampai istri mesti mengingatkan dengan SMS, 'Mas, sudah sholat belum?'

Untuk bisa menjalankan sholat tepat waktu seperti sopir metromini itu membutuhkan kekuatan yang sangat luar biasa didalam dirinya, dia harus mengalahkan hawa nafsu yang bernama setoran. Terlintas dalam pikiran, 'Masa saya kalah ama sopir metromini yak? bisa sholat lebih awal waktu?'

'Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di Sisi Alloh ialah orang yang paling bertaqwa.' (QS, al-Hujurat:ayat 13)

Monday, May 11, 2009

Fitrah Persahabatan

Semalam seorang teman datang ke rumah. Anak-anak Amalia sedang sibuk mempersiapkan untuk kegiatan ACIBU (Amalia Cinta Bumi). 'Sudah lama saya tidak berdiskusi dengan mas agus syafii.' kata Mas Imam, begitu kebiasaan saya memanggilnya. Kami berteman sejak dari tahun '90. Persahabatan kami dimulai dari sama-sama aktifis di remaja masjid. Persahabatan kami begitu indah. Sampai saya menikah dan mas imam juga sudah berkeluarga, kami saling bertandang dan bersilaturahmi.

Manusia adalah makhluk sosial dimana ia akan menjadi apa dan siapa tergantung dengan apa dan siapa ia bergaul. Secara fitri manusia membutuhkan orang lain, sebagai teman, sebagai partner, sebagai pesaing dan bahkan sebagai lawan.

Sahabat sejati adalah orang yang selalu berfikir dan berkehendak baik terhadap sahabatnya. Ia akan memberi dukungan jika ia merasa bahwa dukungannya itu akan membawa kebaikan sahabatnya. Sebaliknya jika sahabatnya keliru jalan, ia akan berkata tidak! meski pahit diucapkan dan pahit di dengar.

Sahabat yang materialistis biasanya rajin apel dalam keadaan suka, tetapi ia segera menjauh jika sahabatnya dalam kesulitan, ia sahabat hanya dalam suka, tidak dalam duka. Sahabat yang sekerabat biasanya angin-anginan, terkadang mesra, tetapi suatu ketika bisa menjadi musuh, bahkan musuh yang sukar didamaikan.

Sahabat sekerabat adalah sahabat sehidup, tetapi belum tentu semati. Hanya sahabat sejati yang biasanya jarang hadir dalam keadaan suka, tetapi justru hadir membela ketika dalam duka. Sahabat sejati adalah sahabat yang terikat oleh nilai-nilai kebajikan, ikhlas dan ibadah. Ketika kita sudah matipun sahabat sejati tetap menjaga nama baik kita, mendoakan kita. Dialah sahabat sehidup semati, sahabat di dunia dan sahabat di akhirat. Itulah fitrah persahabatan.

'Ya Alloh, anugerahilah kami hati yang bisa mencintai sahabat-sahabat kami hanya karena mengharap keridhaan-Mu. '(Ibnu Umar)

Saturday, May 09, 2009

Kekuatan Cinta

Orang yang berada di dalam rumah atau orang-orang disekeliling kita juga termasuk anak-anak kita cenderung berbuat didasarkan apa yang dipikiran kita. Pikiran kita terkadang memiliki kekuatan menggerakkan orang-orang disekeliling kita. Misalnya ketika saya menulis tentang cerita cinta hampir setiap hari saya bertemu dengan berbagai orang dijalanan, di kantor, tetangga tumah bahkan termasuk anak dan istri saya yang senantiasa bertemu dengan wajah senyum. sayapun sempat berpikir, 'apa karena saya ge-er ya..?'

Namun setelah saya ingat, awalnya saya menelaah hadis Nabi tentang 'Man la yarham, la yurham' barang siap tidak menyayangi, tidak akan disayangi (HR Muslim) saya merasakan betul kekuatan cinta seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhamad SAW. Cinta menyebar bagaikan virus, menyebar keseluruh penjuru disetiap relung. Merubah energi negatif menjadi kekuatan yang membuat dunia menjadi indah.

Apa yang terjadi diri kita dengan orang-orang disekeliling kita adalah hasil pikiran dan perasaan kita itulah sebabnya kita bertanggungjawab terhadap apapun yang kita pikirkan. Keputusan kita untuk mengubah citra seseorang menjadi berbeda dalam kerangka positif membuat diri kita menjadi lebih nyaman terhadap diri sendiri. Dalam kesendirian kita suka berpikir, apakah kita bahagia? ternyata kita sendirilah yange menentukan pikiran dan perasaan kita untuk menciptakan kebahagiaan itu.

Hidup bahagia adalah wujud kekuatan cinta. Cinta merupakan bahan bakar yang sungguh dahsyat dalam diri kita yang melahirkan pengakuan diri, hubungan baik dengan orang lain. Energi cinta dan sentuhan menjadikan tubuh kita menjadi lebih lembut dan terbebas dari Energi negatif. Seperti malam ini Hana sebelum tidur menyempatkan mencium pipi saya dengan mengucap, 'Hana sayang ayah..' Itulah kekuatan cinta.

Friday, May 08, 2009

Cinta Itu keikhlasan

Cinta terkadang membutuhkan keikhlasan menerima. keikhlasan dalam cinta menempatkan diri kita ke dalam diri orang lain. Memahami segenap perasaan dan keinginannya. Itulah yang juga terjadi pada diri seorang pemuda yang baru pulang bekerja di Arab. Pemuda itu menghubungi ayah dan ibunya yang berada dikampung.

'Ayah, ibu..saya akan pulang.' katanya.

'Syukurlah nak..ayah & ibu berbahagia.' jawab kedua orang tuanya.

'Tapi bu..' 'Tapi apa nak?'tanya ibunya.

'Saya akan membawa pulang teman. Teman ini mengalami kecelakaan kerja. Kaki dan tangannya patah. Bolehkah saya membawa ibu?' Kata pemuda itu.

'Kami turut berduka nak atas peristiwa itu, mungkin kita bisa membantunya untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak untuknya.' jawab ayahnya.

'Tidak ayah, saya ingin dia hidup bersama kita.'jawab pemuda itu.

'Sudahlah, cepatlah pulang. Kami, ayah dan ibumu sudah rindu pada dirimu nak..urusan yang lainnya nanti kita urusan setelah engkau tiba dikampung halaman.' jawab ayahnya.'

Setelah pembicaraan itu, seminggu kemudian ayah dan ibunya dikampung mendapatkan kabar dari polisi di jakarta bahwa putranya meninggal dunia akibat kendaraan yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. Kedua orang tua itu langsung ke Jakarta diantar ke kamar jenazah untuk mengindentifikasi jenazah anaknya. Mereka mengenali dengan jelas wajah putranya namun betapa terkejutnya mereka, jenazah putranya hanya dengan tangan sebelah dan kaki sebelah.

Thursday, May 07, 2009

Taubatku Di Rumah sakit

Dalam kehidupan sehari-hari saya seringkali berjumpa dengan orang-orang yang istimewa. Mengajarkan betapa berharga hidup dan orang-orang yang kita cintai disekeliling kita. saya tidak harus mengalami peristiwa itu namun dari tuturnya banyak hikmah yang saya petik. Ada seorang teman yang sangat menyukai kegiatan kami, kegiatan anak-anak Amalia. Disetiap moment selalu saja menyempatkan untuk menyapa sekalipun hanya lewat sms ataupun email.

Pernah suatu waktu datang ke kantor, teman ini banyak bercerita tentang dirinya dan perjalanan hidupnya. teman itu bertutur, hidup bagai sebuah perjalanan, begitu katanya. Ada saatnya naik dan ada saatnya turun. Diusianya hampir setengah abad, dirinya menikmati kesuksesan sekaligus menderita penyakit yang cukup berbahaya.penyakit lever yang dideritanya adalah penyakit pengantar maut. Namun pada saat yang mencekam itu suara adzan terdengar menusuk hatinya, membuka hatinya, sebuah kesadaran untuk menuju jalan yang selama ini diabaikannya.

Duduk terbaring dirumah sakit tidaklah menyenangkan. Hari-harinya terasa panjang dan menjenuhkan. Tiba-tiba dirinya disamperin seorang suster menanyakan apakah saya sudah sholat. saya tak pernah mengira mendapatkan pertanyaan itu. Saya terpukul, sebagai seorang muslim jangankan sholat, mencium sajadahpun hampir tak pernah. agama buat saya hanyalah simbol di KTP. Saya sadar bahwa saya bukanlah orang yang beriman namun saya tidak pernah melanggar perintahNya.

Disaat suster itu meninggalkan saya, pertanyaaan itu membuatku merenung lebih dalam. Tak tahu kenapa begitu setiap kali mendengar suara adzan hatiku bergetar. Dalam hati saya berjanji, bila saya sembuh saya akan rajin sholat lima waktu.

Setelah keadaannya sembuh, saya mulai belajar sholat dengan baik. Istri dan anak-anaku mendukung bahkan terkadang kami sholat berjamaah. anak-anak suka tertawa jika saya menjadi imam sebab saya tidak biasa jadi imam sholat. Katanya bapaknya lucu kalo jadi imam.

Ditengah keluarga kami bahagia, saya sedang giat belajar sholat. keluarga kami diuji, kami dikagetkan oleh berita bahwa putra pertamaku meninggal karena kecelakaan sepulang sekolah. Ditengah kami dirundung duka, Usaha saya bangkrut dan saya memulai lagi semuanya dari nol, tuturnya.

Saya goyah, saya guncang, berpikir begitu lama. Banyak pertanyaan yang muncul dikepala saya, kenapa disaat saya ingin menjadi orang yang taat, Alloh SWT malah memberikan ujian seberat ini? Saya menjadi teringat sewaktu keluar rumah sakit, saya memohon agar diberikan kekuatan maka Alloh SWT memberikan saya kesulitan dan kesulitan itu yang membuat saya menjadi kuat untuk bisa menjalankan perintahNya.

Dulu saya gemar minum-minuman keras bahkan saya tergolong pecandu berat namun sejak saya bertaubat dirumah sakit, saya tidak pernah lagi minum-minuman keras hingga sekarang tidak pernah tergoda. iman dihati saya telah memberikan ketentraman bahkan dikeluarga saya lebih bahagia ketika kumpul bersama.

Pesan teman itu sungguh menarik diakhir pertemuan. katanya, hidup ini penuh hikmah. berbagai hikmah banyak yang kita bisa ambil menjadi pelajaran yang semua itu membuat kita semakin arif dan mengerti, apa artinya hidup dan hanya untuk Allohlah hidup kita menjadi bermakna.

Wednesday, May 06, 2009

Cerita Cinta

Seorang ibu bertutur pada saya lewat email. Mas Agus, saya ngiri lo membaca tulisan-tulisan mas agus tentang cinta. Apalagi ada hadis yang indah yang mas agus kutip, Man Laa Yarham, Laa Yurham' Barang siapa tidak menyayangi, tidak akan disayangi.' (HR.Muslim) Hadis ini menyiratkan tentang cinta yang diajarkan Nabi. Itulah sebabnya yang mendorong saya berburu buku-buku hadis tentang cinta.

Ketika saya berada di toko buku saya bertabrakan dengan orang lain. Buku yang dipegang tangannya hampir terlepas. Spontan saya mengucapkan minta maaf, ibu itu menjawab, tidak apa-apa, maafkan saya juga. begitu katanya. kami saling berjabat tangan dan melempar senyuman, sayapun melanjutkan perburuan buku hadis yang saya cari, tuturnya.

Begitu malam tiba, sehabis sholat maghrib saya menyiapkan makan malam. ditengah badan rasanya yang sudah letih, saya ingin menyiapkan semuanya dengan secepat mungkin setelah itu rebaan dikamar tidur. Tiba-tiba saya dikejutkan putrinya saya yang berdiri disamping, hampir saja sup yang ditangan saya tumpah.

Saat makan malam menjadi terasa sunyi sebab kami terdiam seribu bahasa. Suami nampak kelelahan, anak-anak tidak begitu bernafsu makan. Setelah semua dirapikan, saya menjadi sebentar lagi bisa istirahat. begitu melewati kamar, nampak putriku yang sedang berbaring.

Suara hatiku berbisik, Adakah pelajaran cinta yang kamu petik hari ini? ketika tadi kamu bertabrakan dengan orang tak dikenal begitu lembut dan sopan namun ketika kamu bertabrakan dengan putrimu yang kamu cintai..kenapa begitu mudah membuatmu marah? Coba lihat bunga yang telah disusun rapi oleh putrimu, bunga-bunga indah diatas kulkas.

Saya duduk termangu, airmata saya menetes dipipi. saya berlari dikamar putriku, saya duduk disamping tempat tidurnya, saya pegang tangannya. Putriku terbangun dan tersenyum, senyum yang begitu indah. 'Sayang, bunga itu kamu petik untuk mamahnya?' Putriku membalas dengan senyuman. 'Saya memetiknya dibelakang rumah karena bunga itu cantik seperti mamah. Mamah pasti suka.' kata putriku.

Airmata saya mengalir begitu derasnya, tak kuasa tangisku terdengar. 'Sayang, maafkan mamah ya...seharusnya mamah tau bunga yang indah itu untuk mamah.' Sayapun dipeluk oleh putriku yang cantik, 'I Love You..putri sayang mamah..' ucapnya.

benarlah kiranya hadis yang berbunyi, 'Man Laa Yarham, Laa Yurham' Barang siapa tidak menyayangi, tidak akan disayangi.'. Kita tidak akan dicintai bila kita tidak mencintai namun Kita bisa mencintai orang yang tidak kita kenal namun seringkali kita mengabaikan cinta orang-orang ada didepan mata kita.

Tuesday, May 05, 2009

Nafs Pada Orang Yang Tidur

Pada suatu malam dipengajian Amalia (Anak-Anak Insan Mulia) saya ditanya oleh Lusi,"kak Agus, jiwa orang yang tidur pergi kemana ya?'

"Lusi, nafs pada orang yang tidur tidak pergi kemana-mana sebab nafs berada ditempatnya.' jawab saya.


Saya jelaskan padanya bahwa itulah sebabnya Baginda Nabi Muhamad SAW mengajarkan kita doa yang harus dibaca setelah bangun tidur.

Segala puji bagi Alloh yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah kami kembali (H.R. Bukhari dan Abu Dawud dari Khuzayfah dan Abi Dzar).

Dari teks doa di atas, dapat ditarik pengertian bahwa tidur itu (pada aspek-aspek tertentu) bagaikan mati, dan bangun tidur itu bagaikan hidup kembali. Akan tetapi jika dilihat dari aspek-aspek denyut jantung, tarikan nafas dan aspek fisik lainnya, jelas bahwa tidur bukanlah mati, tetapi masih hidup, dan berarti rohnya masih ada pada tempatnya. Oleh karena itu dari doa tersebut dapat disimpulkan bahwa ada aspek-aspek yang mati (tidak berfungsi) pada orang yang tidur, seperti panca inderanya dan juga kesadarannya (aspek-aspek kejiwaannya). Pada doa yang juga diajarkan oleh Nabi untuk orang yang akan tidur diisyaratkan bahwa selama tidur, nafs itu tetap berada pada tempatnya.

Dengan nama-Mu ya Rabb, aku membaringkan tubuhku, dan dengan nama-Mu pula aku mengangkatnya. Jika Engkau akan menahan nafasku, maka sayangilah ia, dan jika Engkau akan melepaskannya (dari tubuhku) maka jagalah ia seperti penjagaan yang akan Engkau lakukan terhadap hamba-hamba-Mu yang saleh (H.R. Muttafaq 'Alayh).

Al-Qur'an juga mengisyaratkan bahwa manusia yang sedang tidur dimungkinkan untuk berkomunikasi secara rohani, seperti menerima ilham atau bahkan wahyu. Nabi Ibrahim misalnya menerima perintah Alloh SWT untuk menyembelih putranya, Isma'il melalui mimpi, seperti yang tersebut dalam surat al-Shaffat / 37:102.

Jadi dalam keadaan tidur, ruh tetap berada dalam tubuh, bekerja sesuai dengan sistemnya, sedangnya nafs, meski ia tetap pada tempatnya tetapi sebagian fungsi-fungsi tidak bekerja. Manusia pada tingkatan tertentu masih dapat melakukan aktivitas kejiwaan meskipun fisiknya sedang tertidur. Seorang pemikir yang sedang bekerja keras memecahkan suatu masalah misalnya, seringkali justru baru dapat menyelesaikan tugas beratnya setelah terlebih dahulu tidur. Dalam tidur juga, apa yang sudah ditiupkan oleh qalb dan tersimpan di dalam nafs sebagai hal yang sudah tidak disadari (alam bawah sadar), menurut M. Quraish Shihab, dapat muncul dalam bentuk mimpi.

Surga Di Bawah Telapak Kaki Ibu

Suara Dani terdengar lantang membacakan hadis Nabi, 'al-jannatu tahta a'damil umahat' artinya surga dibawah telapak kaki ibu. malam itu anak-anak Amalia mendengarkan ceramah Dani, salahsatu anak Amalia dalam lomba 'DACILA = Dai Cilik Amalia'

'Teman-teman siapa yang sudah tau bahwa surga ditelapak kaki ibu? Makanya ini saya jelaskan. Surga ditelapak kaki ibu maksudnya adalah ridho Alloh terletak pada ridho orang tua, terutama ibu. karena kalau kita berani sama ibu sama saja berani sama Alloh SWT, sebab ibu yang melahirkan kita dan membesarkan kita.'

'Jadi kita harus patuh kepada kedua orang tua terutama ibu.' kata Dani dalam ceramahnya.

'Teman-Teman saya ingin memberikan puisi yang berjudul ibu, boleh tidak?' tanya dani. 'Boleh' jawab anak-anak Amalia secara serentak.

Ibu..

Ibu, pengorbananmu begitu besar..

Engkau sudah melahirkan dan membesarkan kita..

Ibu, engkau mencari nafkah untuk keutuhan anak-anakmu..

Ibu, bagaimana aku bisa membalas jasamu, ibu...?

Tanpa terasa puisi dari membuat kami terharu. Puisi untuk ibu dibaca Dani begitu menusuk kalbu kami sebagai anak yang suka melupakan betapa besar jasa seorang ibu pada anak-anaknya.

Monday, May 04, 2009

Berikanlah Cinta

Setiap sore hari ketika saya pulang nampak dari kejauhan Hana sudah menyambut dengan senyuman. Senyum indah putriku..dengan teriakan, 'ayah..ayah..' sambil membuka kedua tangannya berlari-lari terkadang membuat saya takut terjatuh. Luka dikakinya belum sembuh benar, kemaren kakinya terluka dengan 6 jahitan. rasanya hati saya masih teriris setiap kaki melihat luka dikakinya dengan 6 jahitan itu.

Satu-satunya kekuatan penyembuh luka bagi anak-anak kita karena faktor cinta kita sebagai orang tua. Cinta juga menjadi faktor yang menolong kita memecahkan berbagai masalah dengan anak-anak kita. Pernahkah anda bertanya pada diri sendiri bagaimana mungkin cinta dapat membantu kita? Ditengah kehidupan yang dituntut serba cepat dengan pusaran kegelisahan, kemarahan, keinginan untuk mengalahkan orang lain, cinta menjadi sebuah barang langka namun jika kita bisa menemukan cinta maka berarti kitalah pemenangnya.

Saya teringat satu ayat 'Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah'(Q.S. Al Baqarah 2: 165), cinta kita kepada Alloh SWT adalah landasan utama cinta kita kepada anak-anak kita dan cinta kita kepada pasangan hidup yang setia menemani karena Setiap cinta memberikan karunia dan hikmah. seperti cinta orang tua adalah karunia bagi anak-anaknya.

Itulah sebabnya anak-anak yang mengalami luka kecil atau sakit, mereka rewel, menangis, membutuhkan makan dan istirahat. Anak-anak ketakutan, membutuhkan perlindungan. Saat lututnya gemetar mereka membutuhkan kita. Masalah kecil bagi kita bisa jadi itu tragedi bagi anak-anak. Mereka menangis dan putus asa. Kita bisa melupakan semua dan membiarkan berlalu disetiap masalah tetapi anak-anak tidak mengerti. jadi tugas kitalah memberikan cinta, menghibur, menolong dan kehangatan pada Sang Buah Hati kita.

Sunday, May 03, 2009

Kala Airmata Itu Mengalir

Kala airmata itu terus mengalir cukuplah Alloh SWT sebagai pelindungku, itulah yang diucapkan oleh seorang teman, perempuan yang begitu tegar dalam hidupnya tetapi senantiasa berpikir bahwa hidupnya penuh keberkahan. Pernikahannya yang pertama mengalami kegagalan. Hatinya gundah, airmatanya mengalir dengan kepasrahan bahwa hidup dan matinya hanya untuk Alloh semata.

Walau hanya dengan 'kaki sebelah' dirinya sanggup untuk bekerja keras memenuhi kebutuhan ketiga anaknya. perlahan semuanya membaik, Anak-anaknya bangkit. awal dirinya diterima disalahsatu perusahaan hingga dirinya dipercaya sebagai salah petinggi diperusahaannya, tantangannya semakin berat.

'Saya selalu membaca tulisan-tulisan Mas Agus dan semakin menguatkan saya, benteng perlindungan yang paling aman hanyalah Alloh SWT' begitu yang dikatakannya pada saya.

Beliau bertutur bahwa setiap kali dalam kesulitan selalu membaca ayat suci al-Quran seolah Alloh SWT menuntunnya untuk menemukan jawabannya. Pernah sehabis sholat subuh saya membaca surat an-Naml, seolah Alloh SWT mengingatkanku agar menjadi pemimpin yang arif dan bijak. aku selalu membaca surat al-kahfi agar diberi kekuatan lahir dan batin dalam mengaruhi hidup yang kian tidak menentu ini.

Tak lama ujian berikutnya tiba, ketika dirinya diharuskan berhadapan dengan pengadilan karena urusan sengketa. Sekuat apapun sebagai seorang perempuan dirinya hanya bisa bersujud dihadapan Alloh SWT memohon ampunanNya. 'Inilah bukti Alloh mencintai hamba-hambaNya yang dilimpahkan karunia dengan berbagai bentuk.' berkat doanya yang selalu dipanjatkan, kebiasaannya yang selalu membantu orang tetap saja dilakukan, disaat teman-temannya mengingatkan tentang dirinya yang terlalu baik terhadap orang lain.

Kebiasaannya yang selalu membantu orang lain, tetangganya yang selalu kesusahan menjadikan rumahnya sebagai pilihan pertama untuk meminta pertolongan tetap dilakukan sekalipun dirinya dirundung berbagai masalah, 'begitulah orang tua saya mendidik untuk selalu membantu orang lain.'katanya.

Sampai keputusan dipengadilan menyatakan dirinya menang, banyak teman-temannya yang terheran bagaimana mungkin dirinya bisa menang dipengadilan? 'hanya Alloh yang Maha Mengatur semuanya..'begitu jawabnya.

'Saya rasakan Alloh SWT melimpahkan karuniaNya buat kami sekeluarga, rizki yang kami terima juga mengalir untuk orang-orang disekeliling kami yang membutuhkan karena kami yakin, kami hanyalah pintu rizki bagi mereka..alhamdulillah, terima kasih ya Alloh....ucapnya dengan penuh rasa syukur.

'Sesungguhnya Allah membantu dan menolong orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan' (QS. An-Nahl ayat 128)

Hati Gelap Karena Perselingkuhan

Perselingkuhan adalah faktor penyebab kehancuran rumah tangga, perselingkuhan itu juga hampir menjadi penyebab kehancuran per...