Saturday, December 31, 2011

Bertemu Jodoh Tak Disangka

Pertemuan jodoh itu tak disangka. Jodoh bagai sebuah misteri. Ada seorang gadis yang menangis kepada Allah karena belum menikah, pada saat itu dirinya memohon pada Allah agar memberikan jodoh yang baik dan menjadi imam bagi dirinya, sudah lewat 30 tahun usianya kekhawatiran tentu ada apalagi ia anak yang pertama dan masih memiliki adik, sementara ibunya membesarkan seorang diri. Kesibukannya bekerja, sang ibu selalu mengingatkan kapan dirinya menikah? yang ada hanyalah dijawab dengan tetesan air mata. Gajinya yang lebih dari cukup untuk membiaya sekolah adiknya dan menghidupi sang ibu.

Dengan bertekad untuk bershodaqoh di Rumah Amalia, hanya memohon kepada Allah berkenan memberikan jodoh yang baik oleh Allah. Ia yakin jodoh adalah kehendak Allah dan hanya Allah yang akan memudahkan dan menyegerakan jodoh untuknya. Sebulan kemudian ia menerima karunia Allah dengan tidak disangkanya. Suatu ketika dirinya sedang berada di ruang tunggu dokter untuk periksa kesehatan sambil menunggu giliran. Tiba-tiba ada seorang ikhwan mengajak berkenalan. Dari perkenalan itu ikhwan itu melamar dan mereka menikah. Belakangan ia tahu bahwa suaminya jatuh cinta karena buku yang dibacanya yang berjudul "40 Tanggung Jawab Istri Terhadap Suami." Alasan suaminya sangat sederhana, "Gadis ini belum menjadi seorang istri tetapi sudah berusaha untuk menjadi istri yang baik berarti dia, gadis yang sholehah."

Subhanallah, begitulah cara Allah penuh misteri dalam melimpahkan karuniaNya yang indah. Karunia itu hadir disaat kita tidak duga dan ditempat yang tidak disangka, bisa hadir dimana saja dan kapan saja tetapi ada satu yang hal tidak bisa dipungkiri yaitu karunia Allah akan selalu hadir kepada orang yang gemar berbuat baik bagi sesamanya. Sebagaimana Firman Allah, "Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaikan yang sempurna sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya." (QS. al-Baqarah : 93).

Friday, December 30, 2011

Ikhtiar Bertemu Jodoh

Kita memiliki pasangan masing-masing, mula-mula berjauhan, kemudian bergerak saling mendekat, lalu ada yang dipersatukan dalam jarak dan waktu, namun ada yang berhenti dalam jarak yang tak terlalu jauh tapi tak bertemu atau bahkan ada yang makin menjauh. Bahkan jodoh kita sebenarnya sudah ada di depan mata, tapi karena amalan yang buruk sehingga kita tak segera dipersatukan. Allah senantiasa memberi pasangan hidup bagi setiap orang, namun tidak semua orang mudah menemukan belahan jiwanya, ada yang cepat ada yang lambat Bagi yang dilambatkan, ini menjadi latihan kesabaran, jika mampu menghadapinya dan berserah diri kepada Allah maka akan dimudahkan bertemu jodohnya. Di dalam Islam ada tips menjemput jodoh.

1.  Berdoa memohon kepada Allah untuk dimudahkan menjemput jodoh kita. Sebagaimana Firman Allah. "Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadaKu tentang AKU, maka (jawablah), bahwa AKU sangat dekat, AKU mengabulkan permohonan orang yang memohon kepadaKU, …" (Qs. 2:186) "Qadha (ketentuan Allah) takkan tertolak kecuali dengan doa …" (HR Tirmizi)

2.  Beramal shaleh, berbakti kepada orang tua, perbanyak shodaqoh, menolong orang dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan & ketaqwaan menjadi lebih baik agar Allah memberikan pasangan yang memiliki kualitas yang juga sama tingkat kebaikannya. "Dan perempuan baik adalah untuk laki-laki baik dan laki-laki baik adalah untuk perempuan baik pula" (QS. an-Nur : 26).

3. Berharap jodoh yang ideal boleh saja namun sadarilah tidak ada manusia yang sempurna, setiap orang punya kekurangan. Jadikanlah kita sebagai kriteria yang ideal. Jika kita mengharapkan jodoh yang baik maka jadilah orang yang baik, karena hati yang baik akan bertemu dan bersinergi dengan hati yang baik. Hati yang buruk akan berhimpun dengan hati yang buruk pula.

Derita Menumbuhkan Empati Dan Kasih Sayang

Setiap derita yang menghempas hidup kita adalah sebuah anugerah Allah yang menumbuhkan empati dan kasih sayang di dalam diri kita. Allah berharap kita juga membantu, meguatkan dan menghibur saudara-sadara kita yang tengah terpuruk dan berputus asa dalam menghadapi kehidupan. sosok perempuan yang sederhana, selalu tersenyum namun rapuh Sekian tahun lalu dirinya berpisah dengan suaminya, tidak pernah dia membayangkan pernikahan itu hancur begitu saja tanpa disadari. Suami terpikat dengan perempuan lain. Disaat dirinya tersadar, semua terlambat, palu telah diketuk dan dia menjalani hari-harinya dengan luka perih dihati, hanya putri yang masih kecil ikut bersamanya. Harta, rumah, deposito bahkan mobil dibawa oleh sang suami. Derita itu seolah tak ujung, dengan bercucuran air mata dalam kesendirian harus menjaga putrinya yang tengah terbaring lemah di rumah sakit dan ketika putrinya bertanya, 'Ma, ayah mana? Kok nggak nengok putri?' Kata-kata yang keluar dari bibir mungil tak mampu dijawabnya, hanya isak tangis yang terdengar. Setelah sepekan menunggu di Rumah Sakit, dirinya menyaksikan bagaimana putri yang dicintainya menghembuskan napas terakhir. Didekap dalam pelukan. Tak kuasa untuk bisa menahan derita bagaimana harus menjalani hidup.

Sejak itu, dia selalu mengurung diri dalam kamar. Tak peduli siang, malam. Hari terus berlalu, yang ada hanyalah mengusap air mata dalam kesendirian, diam membisu dalam doa. 'Ya Allah, dimanakah Engkau? Kenapa Engkau timpakan ini semua kepadaku?' Dua bulan berlalu begitu cepat, wajahnya terlihat lebih kurus, tanpa makan dan hanya sedikit minum. Mukena yang dipakainya sudah terlihat usang. Bibirnya mengering sudah tidak lagi teringat berapa kali istighfar diucapkan. Memohon ampun kepada Allah. Ditengah kondisi tubuhnya melemah, seorang ibu datang menyuapi dirinya dengan bubur ayam. Kata-katanya begitu menguatkan hati, tidak mampu berkata apa-apa, hanya terisak tangis pilu. Pada saat itulah dirinya belajar untuk menerima realitas hidup. Kedatangan dirinya bersama seorang sahabat ke Rumah Amalia untuk bershodaqoh dengan berharap Allah menyembuhkan luka dihatinya.

Dirasakan di dalam hatinya terasa ada kehangatan yang mengalir, memberikan kesejukan dan ketenteraman. Dia tahu, bahwa dirinya tidak sendiri, banyak perempuan yang mengalami seperti dirinya. Dia merasakan luka itu perlahan-lahan sembuh. Berulang kali mengucapkan syukur alhamdulillah, seolah dia mengerti maksud Allah, menjadi lebih mengerti kasih sayang Allah kepada dirinya. Yang manis mampu membuatnya tersenyum, kepahitan tidak lagi mampu membuat hatinya terluka. Dirinya tidak lagi terjebak pada masa lalu dan tidak menyesali apa yang telah terjadi. 'Saya yakin Allah, memberikan yang terbaik bagi setiap hambaNya.' tuturnya sore itu di Rumah Amalia. Wajahnya berbinar penuh senyuman. Kebahagiaan itu hadir di dalam hatinya meraih keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

'Barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah sedang dia orang yang berbuat kebaikan maka sesungguhnya ia telah berpegang teguh kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah kesudahan segala urusan.' (QS. Luqman : 22).

Thursday, December 29, 2011

Rahasia Dahsyatnya Kesabaran

Mengapa Allah mengizinkan kita ditimpa cobaan, ujian dan derita bertubi-tubi, seolah tak berujung? Karena kasih sayang Allah melatih kita agar lebih sabar dalam hidup ini. Itulah rahasia kesabaran banyak sekali manfaatnya bagi kita dalam kehidupan sehari-hari. Di Rumah Amalia ada pasangan suami istri yang berbagi pengalaman hidup yang sangat berat, mereka adalah pasangan yang optimis dan mampu bersyukur dalam keadaan sesulit apapun. Dalam penuturannya ia menjelaskan, "Allah itu Maha Penyayang Mas..Allah melatih kami menghadapi masalah-masalah besar agar kami kuat dan sabar dalam mengarungi samudra kehidupan." Banyak keberkahan yang Allah limpahkan untuk pasangan suami istri setelah dihempas badai cobaan bertubi-tubi , kemampuan mereka untuk bisa tetap bersyukur dan bersabar.

Cobaan pertama yang beliau hadapi adalah usaha mengalami jatuh terpuruk, mereka menjual semua, sampai rumah juga dijual untuk membayar hutang. Dulunya naik mobil berubah naik angkot bahkan sampai harus jalan kaki. Tentunya hal itu tidak mudah bagi mereka karena selama ini tidak pernah kekurangan. Belum sempat untuk menarik napas. Suatu malam anaknya jatuh sakit, kemudian menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit, dengan penuh isak tangis menahan kepedihan dan nyeri di dada sambil mengusap wajah mungil dan mencium pipi putra kesayangannya, bertutur lirih. "Dek, ayah sayang ama adik, Ayah ikhlas apapun yang telah menjadi ketetapan Allah." Kekuatan iman dan ketaqwaannya kepada Allah terpancar diwajah mereka dan terasa kesejukan hatinya setiap sharing di Rumah Amalia. Kekuatan iman dan kesabaran menjalani setiap cobaan demi cobaan. Badai kehidupan yang menghempas dengan cobaan, ujian dan penderitaan melatih kesabaran mereka dan kesabaran itu Allah melimpahkan berbagai keberkahan dalam kehidupan mereka yang lebih baik.

"Mereka (orang-orang yang bersabar) itulah yang akan dibalas dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya." (QS. al-Furqaan:75).

Wednesday, December 28, 2011

Luka Yang Besar Adalah Anugerah Yang Besar

Disaat kehidupan kita terhempas badai cobaan dan derita membuat hati terasa perih terluka, sesungguhnya Allah tidak pernah menyia-nyiakan luka kita. Allah melimpahkan anugerah untuk kita agar luka itu berdaya guna bagi sesama. Anugerah yang besar pada diri kita selalu datang dari pengalaman setelah kita melewati badai cobaan dan derita yang kita rasakan. Seperti halnya sahabat kami di Rumah Amalia yang sembuh dari sakit jantung bertutur, "Saya selalu dikuatkan dalam komunitas Rumah Amalia karena melihat perjuangan anak-anak dalam menghadapi masalah kehidupan yang jauh lebih besar daripada saya.."

Sahabat kami dikuatkan melihat keteguhan iman kepada Allah dari anak-anak Amalia yang kehilangan orang tua. Siapakah yang menghibur anak disaat rindu pada ayahnya yang telah tiada? Siapakah yang dapat menguatkan anak yang memiliki kedua orang tua namun keberadaan orang tuanya tidak ada kabar berita? Siapa yang membantu seorang bapak yang kehilangan putra satu-satunya yang paling dicintainya? Kami selalu mengingatkan kepada anak-anak dan juga teman-teman bahwa luka dan derita yang kita alami adalah wujud anugerah Allah yang diberikan kepada kita. Kami mengajarkan agar berjuang dan bersyukur apapun yang Allah telah berikan pada kita, sebab Allah berharap agar kita juga membantu, menguatkan dan menghibur saudara-saudara kita yang tengah terpuruk dan berputus asa dalam menghadapi kehidupan.

"Janganlah kamu bersikap lemah & jangan pula kamu bersedih hati. Padahal kamulah orang yg paling tinggi derajatnya, jika kamu orang yg beriman." (QS. Ali-Imran : 139).

Tuesday, December 27, 2011

Hidup Indah, Meraih Kebahagiaan

Imam Gazali dalam Ihya `Ulumuddin mengatakan bahwa, hidup indah raih kebahagiaan, setiap kali target ditingkatkan maka jalannya menjadi sulit, kendalanya banyak dan dibutuhkan waktu lebih lama, kullama zada al mathlub sho`uba masalikuhu wa katsura `aqabatuhu wa thala zamanuhu. Jadi tingkat kesulitan berhubungan dengan tingkat target. Jika orang ingin sekedar senang dalam hidup, maka ia dapat mencari kesenangan instan, pergi ke tempat hiburan, berfoya-foya dan berpesta pora. Tetapi jika seseorang ingin meraih kebahagiaan, maka ia justeru harus siap menderita menghadapi kesulitan, melupakan kesenangan jangka pendek. Manusia didesain oleh Allah dengan sempurna. Manusia di satu sisi memang menyukai stabilitas dan kenyamanan hidup, tetapi di sisi lain manusia juga menyukai kesulitan. Manusia tidak selalu lari dari kesulitan, sebaliknya justeru menantang kesulitan. Jika dalam kehidupan sehari-hari hidup selalu stabil dan nyaman tanpa menjumpai kesulitan, maka dibuatlah stimulasi agar orang menaklukkan kesulitan buatan. Berlomba naik tebing buatan (wall climbing), pembalap mobil mencari medan berlumpur, yang berperahu mengikuti arum jeram, setiap agustusan orang ramai-ramai memanjat pohon pinang yang dilumuri olie, yang sudah punya dua kaki justeru berlomba lari dalam karung. Banyak sekali kesulitan yang sengaja dibuat untuk ditaklukkan.

Kesulitan juga harus dibedakan antara analisa dan perasaan, antara kesulitan teknis dan merasa sulit. Ada hambatan yang menurut analisa teknis masuk kategori sangat sulit dan berat, tetapi ada orang yang memandangnya ringan-ringan saja. Kenapa ? karena ia merasa tertantang untuk dapat menaklukkan kesulitan dan ia menyadari bahwa kesulitan itu merupakan proses mencapai kebahagiaan. Ia tidak merasa berat dan sulit ketika menghadapi kesulitan karena ia selalu membayangkan buah kebahagiaan yang akan dipetiknya, seperti seorang petani yang belepotan lumpur di sawah, ia tidak merasa risih dengan lumpur karena ia membayangkan panennya nanti. Adapun kebahagiaan biasanya merupakan buah dari ketabahan menghadapi kesulitan panjang yang bersifat alamiah dalam kehidupan. Itulah maka hakikat kebahagiaan hidup berumah tangga biasanya baru diperoleh setelah kakek nenek, yakni ketika menyaksikan anak cucu sebagai generasi penerusnya hidup sukses dan terhormat.

Monday, December 26, 2011

Suara Mengaji di Pagi Hari

Setiap pagi disaat hendak bangun tidur saya selalu mendengar suara orang mengaji, mulanya saya tidak begitu memperhatikan. Lama kelamaan suaranya terdengar syahdu. Suara mengaji itu suara istri saya. Biasanya saya terus mandi, sholat subuh berjamaah kemudian istri melanjutkan mengaji sementara saya bersiap hendak berangkat ke kantor. Tidak lama Hana, putri kami bangun dari tidurnya dan siap berangkat kesekolah. Sementara adiknya Hisyam masih tertidur pulas.

Hampir seperti itulah yang terjadi tiap pagi, kebiasaan mengaji dipagi terkadang membuat saya ada perasaan tidak tega, terbayang betapa capeknya mengurus rumah dan anak-anak Amalia, nyuci baju, apalagi merawat Hana & Hisyam. Terus paginya selalu bangun lebih awal dari saya. Sampai suatu ketika saya menyarankan agar tidak usah terlalu bangun pagi, biarlah saya sarapan aja di kantor, tidak usah menyiapkan sarapan. Katanya, saya bangun pagi agar bisa mengaji, memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar mas Agus selalu diberi keselamatan dan kesehatan.'

'Hiasilah rumah- rumah kalian dengan bacaan al-qur`an.' (HR. Bukhari & Muslim)

Friday, December 23, 2011

Bagaimana Untuk Memudahkan Bertemu Jodoh?

Pernah di Rumah Amalia ada seorang sahabat bertanya, "Mas Agus, Bagaimana untuk memudahkan bertemu jodoh? Sahabatku, terkadang tanpa kita sadari, kita sering meminta dan meminta kepada Allah, agar dapat menjemput jodoh yang ideal, yang biasanya dengan berbagai kriteria yang kita minta. Tanpa menyadari kalau diri kita masih banyak memiliki kekurangan dibandingkan dengan kriteria jodoh yang kita minta. Alangkah indahnya, kalau kita meminta kepada Allah, untuk dipertemukan dengan jodoh, yang kita mampu menerimanya. Dan yang penting, jodoh yang terbaik menurut Allah. Kalau sudah memasrahkan diri kepada Allah, lalu kenapa lagi kita masih memiliki kriteria jodoh yang cenderung duniawi?

Sahabatku, mudahkanlah diri kita sendiri dalam menjemput jodoh dengan mengurangi kriteria yang cenderung duniawi. Ambillah kriteria jodoh yang akan memudahkan jalan untuk menggapai ridha Allah. Jika kesempatan menjemput sudah datang dan hadir di hadapan kita, maka mudahkanlah saat menerimanya. Setelah itu segerakanlah urusannya. Sahabatku, bila memang ada niat & keinginan sungguh2 untuk menjemput jodohnya maka Allah akan kirimkan jodoh yg terbaik dari sisiNya. Jangan putus asa, tetaplah berikhitiar menjemput jodoh anda & memohon kpd Allah agar diberikan jodoh yg terbaik "Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadaKu tentang AKU, maka (jawablah), bahwa AKU sangat dekat, AKU mengabulkan permohonan orang yang memohon kepadaKU." (Qs. 2:186)

Hati Yang Bergetar Ketika Disebut Asma Allah

Malam itu di Rumah Amalia, anak-anak sedang melantunkan ayat suci al-Quran, seorang bapak berada ditengah kami terlihat menangis terisak-isak. 'Entahlah Mas Agus, setiap saya mendengar ayat suci al-Quran yang menyebut Asma Allah saya terkadang menangis, hati saya bergetar. Saya teringat akan dosa-dosa yang pernah saya lakukan." Tutur beliau. Sahabatku, setiap seorang mukmin pada dasarnya hati akan selalu bergetar ketika nama Allah disebut. Hati orang-orang beriman begitu sensitif, bila disebut nama Allah Subhanahu Wa Ta'ala bergetar hatinya, bertambah ketaqwaannya, ia menangis disaat teringat dosa-dosanya, takut akan siksa atas apa yang telah diperbuatnya. Allah Berfirman. "Sesungguhnya, orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang bila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah keimanan mereka dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal, yaitu orang-orang yang mendirikan sholat dan nafkahkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian disisi Tuhannya dan ampunan serta rizki yang mulia."(QS. al-Anfal (8) 2-4).

Sahabatku, getar hati seorang mukmin selalu memantulkan kebaikan dalam tutur katanya dan perbuatannya. Nur Ilahi Robbi memasuki relung jiwa orang-orang yang beriman sehingga menjadi hatinya penuh kegembiraan, penuh cinta dan kasih sayang, serta semangat hidup yang tinggi dalam memperjuangkan apa yang diyakininya. Daya juang yang tinggi itu tercermin dari kesiapan mereka mengorbankan apa yang dimilikinya, harta & jiwanya untuk menggapai keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 'Berangkatlah engkau, baik dalam keadaan merasa ringan atau merasa berat dan berjuanglah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang Demikian itu lebih baik bagimu jika engkau mengetahui.' (QS. 9 : 41).

Thursday, December 22, 2011

Senyum Itu Bersemi Kembali

Senyum itu bersemi kembali, ketika keluarganya kembali bersatu kembali. Awalnya pertengkaran demi pertengkaran mewarnai rumah tangganya, tak terelakkan lagi. Sampai pada suatu hari istrinya mengancam, memaksa minta cerai. Dalam keadaan emosi dirinya menjawab tantangan itu, 'Siapa takut? Ayo kita urus..!' Istrinya memaksa malam itu juga pulang ke rumah orang tuanya dengan membawa anak laki-lakinya yang baru berumur satu tahun, sementara anak laki-laki yang sulung berumur empat tahun tetap bersamanya. Setelah bepergian istrinya, terasa betapa repotnya harus memasak, mengurus rumah tangga, mencuci, membersihkan lantai, memandikan anak, memakaikan baju, menyuapi. Padahal dirinya juga harus membuka toko yang ada di depan rumah. Rasa sepi, marah, dendam, kecewa, kesal atas semua yang terjadi bercampur aduk dalam pikirannya. Hidupnya menjadi kacau, rumah dan tokonya lama-lama tak terurus, anaknya dan dirinya terbengkalai, mulailah terseret oleh pengaruh judi dan kehidupan malam. Makin lama usahanya semakin habis.

Malam itu di Rumah Amalia terasa hening. Tidak lama kemudian istri saya menyuguhkan teh manis dan kue. Beberapa kali terlihat tangannya menyeka air mata yang sudah berjatuhan dipipinya. Ia teringat akan keagungan & keutamaan shodaqoh maka ia bershodaqoh dengan harapan keluarganya bersatu kembali. Saya kemudian mempersilahkan untuk mengambil air wudhu agar meredam kegelisahan hatinya dengan mengingatkan bahwa apapun yang terjadi pada dirinya untuk mengembalikan semua masalah hidupnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan berdoa memohon kepada Allah agar keluarganya bersatu kembali.

Tidak lama kemudian dijemputlah istrinya. Sang istri akhirnya mau kembali ke rumah. Hari-hari berlalu jauh lebih indah dibanding sebelumnya. Suara lantunan ayat suci al-Quran senantiasa terdengar. Sholat fardhu berjamaah senantiasa dikerjakan. Ujian dan cobaan yang Allah berikan pada keluargannya telah mampu dilewatinya dengan baik. Keluarganya selamat dari kehancuran dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah. 'Alhamdulillah, Segala Puji Bagi Allah. Allah begitu sangat menyayangi kami sekeluarga yang telah menyelamatkan kami dari kehancuran,' ucapnya penuh syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.karena keluarganya telah bersatu kembali. Subhanallah..

Wednesday, December 21, 2011

Keajaiban Doa Suami

Keajaiban doa begitu sangat nyata, Allah mengabulkan doa seorang suami untuk kesembuhan istrinya, itulah yang dirasakan seorang bapak yang dituturkan di Rumah Amalia. Setahun lalu Allah mengujinya dengan jatuh sakit istri yang dicintainya setulus hati. Peristiwa itu terjadi setelah istrinya melahirkan putra pertamanya, sebuah cobaan yang membuatnya terhempas. Kondisi sang istri saat itu mengalami pendarahan yang cukup berat, darah keluar dari hidungnya, istrinya dirawat di ICU karena menderita demam berdarah dan terserang sakit thypus. Sebagai suami, ia merawat seorang diri selalu membersihkan badan istrinya dengan penuh kesabaran semata agar mendapat keridhaan Allah. Dalam merawat dan mendampingi istrinya senantiasa membacakan surat ar-Rahman dan mengulanginya lagi bahkan istri sempat bertanya, "Ayah, kok membaca surat ar-Rahman terus ya? Kenapa yah?" Mendengar pertanyaan sang istri, ia menjelaskan sambil tersenyum bahwa supaya cepat sembuh agar senantiasa bersyukur kepada Allah. Sebagai tanda syukur beliau juga berkenan hadir bershodaqoh untuk Rumah Amalia dengan berharap keridhaan Allah memberikan kesembuhan bagi sang istri.

Ketika mendampingi istri, sesekali mencium keningnya dan mengusap kepala sebagai wujud rasa sayang sebagai seorang suami kepada istrinya. Kondisi yang menurun sampai istrinya tidak mengenali dirinya. sudah tidak bisa berkomunikasi lagi, disampingnya hanya ada peralatan medis, air matanya mengalir karena hati terasa perih teriris, terlihat betapa menderita istri yang sangat dicintainya sedang terbaring lemah. ia berupaya dengan hati-hati antara harapan dan kecemasan, mengusap badannya, mengompres ketika panas, matanya menerawang jauh dengan pandangan kosong. Ia menuntun istrinya untuk menyebut Asma Allah. Dibisikkan ditelinganya sehingga sang istri mengikuti menyebut Asma Allah. "Allah...Allah...Allah" Setiap menjaga istrinya tak henti berdoa memohon kepada Allah agar diberikan kesembuhan untuk istrinya yang dicintainya. Setelah dua hari terbaring di ruang ICU, disaat disodorkan air putih, alhamdulillah setelah diminum tidak muntah. Subhanallah, Allahu Akbar, Allah Maha Mendengar doa hambaNya. keesokan hari istrinya semakin membaik, pandangan matanya terlihat jernih. Fase kritis telah terlewatkan, sudah bisa duduk, tak lama kemudian bisa berjalan sehingga bisa pulang ke rumah. "Alhamdulillah Mas Agus, sepekan saya mendampingi istri di rumah sakit begitu banyak hikmah yang semakin mendekatkan kami sekeluarga kepada Allah, kenangan yang indah bersama dengan istri yang saya cintai." tutur beliau, terlihat tetesan air mata. Sementara istrinya tersenyum sambil menggendong putranya.

Tuesday, December 20, 2011

Hidup Sehat Dengan Masalah

Bagaimana agar hidup sehat dengan masalah? Bila datang cobaan, ujian dan cobaan seringkali kita menyembunyikan masalah tersebut. Menyimpan masalah hanya akan menambah derita, menyimpan masalah berarti menyimpan luka memperparah rasa perih itu. Menyimpan dosa bisa memperbanyak dosa, masalah bisa menjadi berkembang banyak bila didiamkan sebab masalah berapa disisi gelap hati kita, lama kelamaan masalah menjadi besar dan membuat hati kita menjadi terluka, tetapi bila kita mau datang kepada Allah dan mengakui, memohon ampun kepadaNya beban hidup kita menjadi ringan. Allah menghendaki kita jujur dengan perasaan kita sendiri termasuk dengan perasaan negatif, kita berusaha menutupi semuanya seolah terlihat baik padahal ujian dan cobaan, setiap masalah apapun yang datang dalam hidup kita adalah sarana kita untuk merendahkan diri dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Allah telah mengingatkan kita dalam FirmanNya, "“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobatlah kepadaNya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada batas yang telah ditentukan…”  (QS. Hud : 3). Ayat ini menegaskan kepada kita agar mengakui perasaan kita, terutama kesalahan kita adalah awal kesembuhan, supaya hidup sehat, belajar untuk mengakui perbuatan dosa, kegagalan, kehancuran kita, memohon ampun kepada Allah adalah sebuah solusi yang Allah berikan untuk memulihkan hidup kita dengan limpahan kenikmatan yang baik terus menerus sampai batas yang telah ditentukan. Bila kita jujur mengakui keberadaan kita yang sesungguhnya, kita dibantu menyadari keadaan kita yang paling dalam, kita menyadari bahwa kita adalah insan yang rapuh dan penuh dengan keterbatasan. Kita membutuhkan Allah untuk mendampingi dan menjalani hidup disaat perih dan terluka atau disaat kita gagal agar kita bisa lebih tegar, merasa tidak dalam kesendirian karena Allah bersama kita.

Monday, December 19, 2011

Pengakuan Seorang Suami

Pengalaman menyembunyikan dosa sangat membuat hidup siapapun menderita dan terasa perih dihati, kemana-mana seolah mmemanggul beban yang terasa berat sepanjang hari, namun bila mengakui dihadapan Allah dan mememohon ampun padaNya justru melegakan dan menyembuhkan luka perih dihati, melepaskan beban hidup ini. Itulah pengakuan seorang suami. Di Rumah Amalia ada seorang bapak bertutur bahwa dirinya telah menikah selama tiga puluh tahun, setahun lalu badannya mulai menyusut tiga puluh kilo sampai terlihat kurus, mendadak menjadi lumpuh dan mengaku telah melakukan kesalahan dua kali selama perkawinannya. Mulanya sulit bagi istrinya untuk menerima pengakuan suaminya. Jiwanya tertekan, dia harus memilih meninggalkan suami atau memaafkan, terbayang bahwa perceraian adalah perbuatan yang dibenci Allah, istrinya menangis meneteskan air mata dan berdoa, "Ya Allah, kuat hati hambaMu ini untuk mempertahankan rumah tangga kami, rumah tangga yang Engkau berkahi."

Sang istri dengan setulus hati memaafkan dan menerima kembali suaminya karena Allah, dengan harapan ujian dan cobaan yang telah dialaminya bisa dirinya dan keluarganya lebih mendekatkan kepada Allah untuk mendapatkan keridhaanNya. Sementara beliau sebagai suami merasakan kebahagiaan setelah mengakui dosa dan keselahan yang telah dilakukannya kepada istri yang sangat dicintainya. Beliau dengan bercucuran air mata, menangis dan mengatakan, "Sungguh berat Mas Agus untuk bertaubat namun hati saya lega bisa memohon ampun kepada Allah dan bisa mengakui kesalahan sekaligus meminta maaf kepada istri." Subhanallah.

“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobatlah kepadaNya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada batas yang telah ditentukan…” (QS. Hud : 3)

Sunday, December 18, 2011

Sapu Tangan Untuk Ayah

Ada seorang ibu di Rumah Amalia bertutur ketika dirinya masih kecil memiliki ayah ibu yang sangat menyayangi dirinya. Ayahnya bekerja sebagai seorang guru sementara ibunya adalah ibu rumah tangga yang gemar mengurus anak-anaknya dan suka menjahit atau ketrampilan. Ibunya suka berpesan sebagai anak perempuan harus bisa terampil mengurus rumah. Sampai satu hari sang ibu mengajarkan membuat sapu tangan dengan diberi nama ditengah sapu tangan itu, "Ibu, untuk apa sapu tangan itu diberi nama?" tanyanya. sang Ibu menjawab, "Agar nanti tidak tertukar dengan sapu tangan temanmu nak.." Seharian ia membuat sapu tangan, betapa bahagianya melihat sapu tangan dengan nama tengahnya. Bahkan sapu tangan itu dibawa tidur olehnya.

Sore hari ayahnya pulang mengajar karena sayangnya pada ayah, melihat ayahnya berkeringat sapu tangan itu diberikan untuk ayah. "Ini sapu tangan untuk ayah, aku membuatnya tadi sama ibu." Ayahnya tersenyum dan dipeluknya ia dengan air mata yang menetes dipipinya. Sampai beliau sebagai seorang anak mengerti arti mengapa ayahnya memeluk dan menangis 30 tahun kemudian setelah sang ayah telah tiada, menemukan sapu tangan itu tersimpan rapi ditempat khusus dimeja ayah, ayahnya menyimpan sapu tangan itu dengan baik bukti sayang ayahnya pada dirinya sampai akhir hayat.

Sahabatku, tindakan yang kecil tetapi penuh kasih sayang seringkali jauh lebih berharga daripada yang kita perkirakan. Maka itulah Rasulullah mengingatkan kita “Kasihilah makhluk di bumi, nanti engkau dikasihi yang di langit.” (HR. Thabrani). Jangan pernah menunda tindakan kasih sayang dalam sekecil apapun, percayalah setiap tindakan yang kita lakukan penuh kasih sayang, Allah memberikan keberkahan untuk kita, kebaikan dan kebahagiaan yang berlimpah untuk hidup kita.

Friday, December 16, 2011

Datangnya Jodoh Yang Diharapkan

Hati yang berbunga-bunga setelah sekian menanti, akhirnya tiba saatnya Allah mengabulkan doa yang dipanjatkan agar Allah mempertemukan dengan jodohnya yang sholeh, yang baik hati yang mencintainya setulus hati bahkan tidak ada syarat yang terbaik menurut dirinya biarlah Allah saja yang terbaik untuknya. Begitu menuturannya. Siang itu ada seorang gadis yang terlihat datang ke Rumah Amalia. Diusianya tiga puluh tahun, setiap kali dirinya ta'aruf dengan seorang laki-laki selalu saja berakhir dengan kekecewaan. Sudah tidak tahu berapa kali hatinya terluka perih karena kegagalannya dalam berta'aruf. Apa lagi sejak ibu seringkali bertanya kapan dirinya hendak menikah maka setiap kali pertanyaan ibunda tercinta terlontar, rasanya hatinya bagai teriris-iris perih. Sementara di dalam bidang karier dan pendidikan semua bisa diraih dengan mudah, kariernya melejit dengan pesat. Bahkan kebutuhan sehari-hari dirinya dan ibunya mampu dipenuhi dari gaji yang diterimanya.

Pada siang itu kedatangannya di Rumah Amalia untuk bershodaqoh. 'Kebetulan sudah lama saya ingin berbagi kebahagiaan untuk anak-anak Amalia. Semoga saya mendapatkan keridhaan Allah.' Tuturnya. Air matanya mengalir tanpa terasa. Doa dan harapan dirinya ingin membahagiakan ibunya segera terwujud. Hanya kepada Allahlah dirinya bersandar memohon pertolongan. Pagi itu anak-anak Amalia bersama-sama melantunkan ayat-ayat suci al-Quran, suara itu terdengar menyentuh qalbu. Subhanallah, Allah menunjukkan kebesaranNya, sebulan kemudian datang lamaran. Lamaran itu terbilang sederhana. Bersama keluarga besarnya calon suaminya sekaligus menetapkan hari tanggal dan bulan pernikahan. Beberapa saat Undangan pernikahan telah dicetak. Kehadirannya ke Rumah Amalia memberikan undangan pernikahannya. 'Alhamdulillah Mas Agus, Allah mengabulkan doa saya. Lamaran itu datang juga. ' Tuturnya dengan wajah yang sumringah. Terasa kebahagiaan menyelimuti dirinya. Allah telah memberikan jodoh untuknya. Jodoh adalah sebuah misteri, manusia hanya berupaya dan berikhtiar namun sepenuhnya jodoh seseorang tetaplah keputusannya atas kehendak Allah.

'Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum berpikir. (QS. ar-Ruum : 21).

Thursday, December 15, 2011

Makna Kesetiaan

Makna kesetiaan adalah cermin kebahagiaan di dalam hidup seseorang. Demikian halnya bagi seorang suami, kesetiaan berarti kebahagiaan yang begitu teramat mendalam, mengarungi bahtera rumah tangga. Kebahagiaannya begitu bermakna justru bukan dalam kegembiraan namun disaat keluarganya sedang diuji oleh Allah, Apakah dirinya sanggup melewati ujian itu atau tidak? Kekuatan cinta karena Allah akan mampu melewati semua derita, menanggung beban dalam suka maupun duka, hidup bersama istri dan anak-anaknya. Itulah kebahagiaan bagi seorang suami dengan cintanya yang tulus untuk keluarga. Pernah ada seorang bapak yang diuji oleh Allah. Istri yang dicintainya sedang sakit. bersama putrinya senantiasa menjenguk  istri tercintanya yang terbaring diranjang. disekelilingnya ada alat pengukur tekanan nafas dan tabung untuk memeriksa kesehatan. Bila sampai dirumah sakit, suami yang setia itu datang menggantikan pakaian istrinya dan menanyakan keadaan istrinya. Selalu saja tidak ada perubahan sama sekali. Kondisi istrinya tetap seperti semula. Tidak ada kemajuan atau perubahan yang membaik. Kesembuhan istrinya seolah tidak bisa diharapkan. Setelah menjenguk dan merawat istrinya, sang bapak dengan putrinya selalu memanjatkan doa kepada Allah agar memberikan kesembuhan. Setelah itu barulah meninggalkan rumah sakit. Beliau hampir setiap hari selalu menjaga, merawat dan mendoakan untuk kesembuhan istrinya.

Meluangkan waktu untuk merawat ditengah kesibukannya yang juga harus bekerja mencari nafkah. Kesediaannya merawat istri yang sedang sakit membutuhkan energi yang sangat besar. Sifat konsistensi untuk menjaga, merawat dan mendoakan istrinya yang sedang sakit sungguh sangat luar biasa. Padahal kondisi istrinya belum pulih. Bahkan ada orang yang menyarankan agar mengunjunginya seminggu sekali aja. Suami setia itu memilih tegar dan bersikukuh untuk menjaga dan merawat istrinya, 'Allah tempat memohon pertolongan.' Ditengah kegelisahan itulah beliau datang ke Rumah Amalia untuk bershodaqoh ke Rumah Amalia agar Allah berkenan memberikan kesembuhan bagi istri yang dicintainya.

Sampai suatu hari sesaat sebelum dirinya datang, istrinya bergerak dari tempat tidur. Dia merubah posisi tidurnya. Tak lama kemudian istrinya membuka kelopak matanya. dan mencopot alat bantu pernapasan. Ternyata istrinya sudah duduk tegap. Dokterpun datang membantu menolong, meminta perawat mencopot alat-alat bantu dan membersihkan bekas alat bantu ditubuhnya. 'Begitu saya datang, saya terperanjat, jantung saya seolah mau copot. Bagaimana tidak, ditengah saya kehabisan harapan, saya melihat istri saya kembali pulih.' Katanya bapak itu dengan tangis haru bercampur bahagia tidak bisa dibendung lagi. Beliau menangis, memanjatkan puji syukur kehadirat Allah yang telah memberikan kesembuhan total terhadap istrinya. 'Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah.' tuturnya.

Wednesday, December 14, 2011

Istriku, Kita Masih Punya Allah

Di Rumah Amalia seorang ibu dengan bercucuran air mata merasakan kepedihan dihati menuturkan disaat mata suaminya terpejam ia melihat air mata yang mengalir dari kedua mata suaminya. Seingatnya didalam perjalanan hidup berumah tangga jarang sekali suaminya menangis, itu adalah yang ketiga kalinya. Dua kali sebelumnya adalah ketika anak satu-satunya yang masih balita meninggal dunia dan kedua disaat ia keguguran yang harus dirawat di Rumah Sakit. Ia duduk di kasur mengusap kepala sang suami, "Mas, hidup dan mati adalah urusan Allah, kita tidak pernah tahu soal itu. Siapa yang menyangka anak kita lebih cepat dipanggil? Mungkin besok malah aku yang dipanggil duluan harus menghadap Ilahi, yang penting kita berserah diri kepada Allah."

Suaminya memeluk tubuhnya, "Berat banget ya Ma, cobaan hidup ini buat kita." Air matanya deras mengucur, ia memeluk suaminya dan ikut dalam tangisan. "Kamu harus kuat Mas, kamu harus kuat..memohonlah pada Allah." Sebelah hatinya tersayat kepedihan karena suaminya terguncang, terpuruk setelah tahu penyakit yang dideritanya, tetapi disisi lain sebagai seorang bersyukur karena disaat mereka terpuruk malah semakin mendekatkan diri kepada Allah, mendorong suaminya agar tegar menatap realitas. Tetapi tak seiring dengan harapan, kondisi sang suami tidak menjadi lebih baik, hari demi hari kondisi suaminya lebih memburuk lagi, panasnya terus meningkat, semakin sulit makan, tepat seminggu di Rumah Sakit panas tubuhnya meninggi melewati temperatur 40. Kondisi suaminya kian melemah membuat tak sadarkan diri. Berbagai doa dipanjatkan, sentuhan kasih sayang untuk menguatkan dilakukannya, sehari berikutnya siuman. Senyum menghias diwajah suaminya, membisikkan kata-kata lirih ditelinga, "Istriku, kita masih punya Allah." Dihadapannya sang suami mengucap dua kalimat syahadat sebelum menghembuskan napas terakhir. Suster memakai alat pemicu jantung tapi suaminya tetap tak tertolong, telah berpulang kehadapan Sang Khaliq. Air matanya mengalir deras, melepas kepergian suami yang dicintainya. Semua menjadi tinggal kenangan.

Tuesday, December 13, 2011

Jodoh Dunia Akhirat

Bagaimana kita menemukan jodoh yang bisa menjadi pasangan dunia akhirat? Sahabatku, bila ingin mendapatkan jodoh dunia akhirat lihatlah keimanan dan ketakwaannya kepada Allah sebab kualitas hidup kita akan diketahui dan teruji hanya setelah kita hidup berpasangan, karena dalam hidup berpasangan akan dapat diketahui kualitas, kapasitas dan sifat-sifat kemanusiaannya. Dalam hidup pernikahan itulah seseorang teruji kepribadiannya, tanggung jawabnya, keibuannya, kebapakannya, perikemanusiaannya, ketangguhannya, kesabarannya. Begitu besar makna hidup berumah tangga sampai Nabi mengatakan bahwa di dalam hidup berumah tangga sudah terkandung separoh urusan agama. fitrah kita sebagai manusia membutuhkan sebagai pendamping hidup, sebagai partner dalam suka maupun duka sekaligus sebagai pasangan yang mampu selalu berpikir dan berkehendak baik terhadap pasangannya. Ia akan memberi dukungan jika ia merasa bahwa dukungannya itu akan membawa kebaikan pasangannya.

Sebaliknya jika pasangannya keliru jalan, ia akan berkata tidak! meski pahit diucapkan dan pahit di dengar. Pasangan yang materialistis biasanya rajin hadir dalam keadaan suka, tetapi ia segera menjauh jika pasangannya dalam kesulitan, ia pasangan hanya dalam suka, tidak dalam duka. Pasangan dunia biasanya angin-anginan, terkadang mesra, tetapi suatu ketika bisa menjadi musuh, bahkan musuh yang sukar didamaikan. Pasangan dunia adalah pasangan sehidup, tetapi belum tentu semati. Hanya pasangan dunia akhirat yang biasanya hadir dalam keadaan suka, tetapi juga hadir membela ketika dalam duka. Pasangan dunia akhirat adalah pasangan yang terikat oleh nilai-nilai kebaikan, ikhlas dan ibadah. Ketika kita sudah matipun pasangan sejati tetap menjaga nama baik kita, mendoakan kita. Dialah jodoh anda sehidup semati, pasangan di dunia dan pasangan di akhirat.

Sahabatku yang ingin segera menikah, carilah jodoh dunia akhirat, jodoh yang sehidup semati dalam mengarungi bahtera rumah tangga hanya dengan mengharap keridhaan Allah. bila memang ada niat & keinginan sungguh2 untuk mendapatkan jodoh. Jangan putus asa, tetaplah berikhitiar & memohon kpd Allah maka Allah akan mengirimkan jodoh yg terbaik untuk anda.

Monday, December 12, 2011

Berikan cintamu karena Allah maka engkau bahagia

Berikan cintamu karena Allah maka engkau bahagia. itulah kisah seorang pasangan suami istri yang sedang duduk diberanda rumah, Suaminya berkata kepada sang istri, "Istriku, aku selalu bersyukur kepada Allah, banyak keindahan yang Allah berikan kepadaku dan keindahan yang terbesar dalam hidupku adalah Allah menjadikanmu sebagai istriku." Ungkapan yang tulus itu telah membuat mata sang istri menjadi memerah, air matanya mengalir, tutur katanya telah menyentuh relung hatinya yang paling dalam dan ia menjawab, "Suamiku, aku tidak mampu menguntai kata seindah kalimatmu, tetapi sungguh aku bukanlah hamba yang beriman kepada Allah bila tidak mensyukuri nikmatNya disaat Allah menjadikan engkau sebagai suami & imam dalam hidupku." Tak kuasa air mata suami berjatuhan dipipinya mendengar jawaban dari sang istri. Kemuliaan dan keberkahan Allah limpahkan bagi mereka karena saling mencintai karena cintanya kepada Allah.

Sahabatku, ketika setiap pasangan mengungkapkan isi hatinya merupakan pancaran keimanan kepada Allah maka tutur katanya begitu teramat menyentuh hati, mengusap lembut dilubuk sanubari yang paling dalam. Fitrah kehidupan kita selalu membutuhkan ungkapan cinta, meskipun istri diam membisu, sekali saja suami mengungkapkan rasa cinta maka hati istri berbunga-bunga bagai berada di taman surga seperti itulah cinta yang membahagiakan, bagi yang mencintai maupun dicintai. "Apabila seorang suami memandang istrinya dengan kasih sayang & istrinyapun memandang dengan kasih sayang maka Allah memandang keduanya dengan pandangan kasih sayang. Bila suami memegang telapak tangan istrinya maka dosa-dosa keduanya berguguran dari celah jari tangan keduanyanya." (HR. Rafi'i).

Secercah Harapan Seorang Istri

Pernah di Rumah Amalia kedatangan seorang Ibu, keluarganya dilanda kemelut. Tiba-tiba suami meninggalkan dirinya dan anak-anaknya karena tergoda oleh perempuan lain. Ia kecewa dan sedih. Namun kemudian dilubuk hatinya yang paling dalam justru ia merasa sikapnya tidaklah baik, apalagi mengingat anak-anak yang masih membutuhkan dirinya. 'Aku harus kuat, tapi apa yang harus aku lakukan?' tanyanya pada diri sendiri. "Berdoa! ya..berdoa bersyukur kepada Allah atas semua anugerahNya." Ia menjawab sendiri pertanyaan itu. Sejak itu, ibu selalu berdoa dan mengucapkan syukur kepada Allah. Sedemikian kuat keyakinannya, setiap kali ada yang mengetuk pintu, ia membukakan pintu sambil berdoa, 'Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah, suamiku telah kembali.' Hal itu dilakukan tidak hanya sehari, dua hari melainkan bertahun-tahun.

Sampai pada suatu hari ada suara terdengar ketukan pintu rumahnya, 'Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah..' ucapnya belum sampai selesai dan pengetuk pintu begitu saja masuk mengejutkan dirinya. Ibu itu terpaku disaat seorang laki-laki bersimpuh dikakinya sambil menangis berurai air mata, 'Ma, maafkan saya! Saya sungguh menyesal.' Sang Ibu itu lalu memeluk suami dan mengucapkan doa, 'Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah, suamiku telah kembali.'

Teman, berharaplah hanya kepada Allah. Allah mengabulkan disetiap harapan dan doa kita dengan cara yang tidak pernah kita duga, bila kita mampu untuk yakin dan percaya kepadaNya.  "Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (QS Ath-Thalaq 2-3).

Sunday, December 11, 2011

Disaat terpuruk, Allah Sembuhkan Sakitnya

Ada seorang Ibu di Rumah Amalia bertutur, keterpurukan itu diawali ketika dokter menyatakan bahwa dirinya harus segera operasi karena ada benjolan dipayudaranya, tidak disangkal hatinya terpukul mendengarnya terlebih sudah dua dokter yang mengatakan hal yang sama. Para dokter itu mengingatkan percuma saja diminum obat, jalan satu-satunya harus operasi, berobat jalan tidak membawa efek besar karena benjolan yang tumbuh sudah melengket, berkembang pesat. Padahal ia mengetahui adanya benjolan lima bulan sebelumnya, dalam waktu singkat sudah menjadi tiga benjolan. awalnya hanya sebesar jempol berubah menjadi sebesar bola pingpong. Penundaan proses pengobatan sudah ditolak dokter dan mengatakan, "Kita tidak punya waktu lagi, lebih cepat lebih baik dioperasi mengingat perkembangan benjolan yang sangat cepat menjalar ke arah lain."

Disaat itulah ia merenungkan kembali perjalanan hidupnya bahwa hidupnya selama ini jauh dari Allah, ketika mencoba untuk mendekatkan diri kepada Allah malah diuji dengan sakit. Ia sudah berada dijalan yang lurus seperti yang Allah kehendaki tetapi justru sakit yang harus diterimanya. Ia merasa Allah tidak berada dipihaknya, ia merasa tidak berharga dengan penyakit yang menakutkan, tidak diinginkan bagi setiap perempuan manapun. Dalam waktu singkat mampu menrenggut kebahagiaannya. Ia merasa takut, marah, kecewa, khawatir, sedih bahkan beliau tidak mampu lagi menangis sekalipun dengan hati yang terasa perih. Dalam doa setelah menunaikan sholat berbisik lirih, "Ya Allah, jika hambaMu ini Engkau izinkan terlahir dengan utuh, haruskah hamba berpulang dengan tidak utuh lagi?" Air matanya mengalir dengan derasnya. Disaat terpuruk itulah beliau pada satu titik nadir, lemah tak berdaya, satu kekuatan yang Allah berikan kepadanya. sebuah keyakinan hidup dan matinya semuanya adalah ketetapan Allah. Hari itu juga Allah membukakan pintu hatinya telah membangkitkan semangat hidupnya untuk menjalani kemoterapi, lima kali dilakukan, tanpa harus menjalani operasi penyakitnya sudah sembuh kali seperti sediakala. Sampai Dokternya mengatakan, "Hanya Allah yang Maha Kuasa menyembuhkan sakit ibu.." Subhanallah..

'Obatilah orang yang sakit dengan shodaqoh, bentengilah harta kalian dengan zakat dan tolaklah bencana dengan berdoa (HR. Baihaqi).

Saturday, December 10, 2011

Suami Yang Setia Karena Allah

Di Rumah Amalia pernah ada seorang teman yang berbagi kebahagiaan. Ia seorang ayah sekaligus suami yang setia berusaha mempertahankan rumah tangganya ketika terkena prahara. Ya, itulah prahara kehancuran, rasa tak berharga dan hidup sebagai orang yang kalah. Disaat rumah tangganya sedang bermasalah ia berbincang dengan seorang teman kerjanya, temannya mengatakan, "Kamu gila aja mempertahankan rumah tangga, istrimu sudah tidak mencintaimu, sudah tidak dihargai oleh istri, apa sih untungnya mempertahankan rumah tangga? Lebih enak bercerai, tinggalin aja tuh istri yang makan hati, buang waktu, menyia-nyiakan hidup saja bertahan dalam pernikahan dengan istri seperti itu."

Ia menghela napas panjang mendengar penuturan temannya, ia sama sekali tidak pernah terbayang teman baiknya menjadi kompor yang membara, membakar rumah tangganya. Namun ia tetap memilih untuk setia mempertahankan rumah tangga bukan karena istri dan juga bukan karena anak. Namun karena Allah. Disisi lain, banyak teman-teman yang mengatakan bahwa jika ia bertahan dalam luka hati itu hanyalah tindakan orang yang bodoh. Untunglah kekuatan doa bersama dan keikhlasan dalam menjalani hidup untuk mempertahankan rumah tangganya dengan mengharapkan keridhaan Allah membuahkan hasil. Kesetiaannya sebagai seorang suami mampu meluluhkan hati sang istri. Air matanya mengalir disaat dirinya, istri dan anaknya sholat berjamaah, selesai sholat istri mencium tangan suami dan membisikkan kata ditelinganya, "Maafin mama ya pah, mamah salah.." penuh isak dan tangis keduanya berpelukan dengan penuh cinta serta kasih sayang. Anaknya turut dipeluknya. Subhanallah.

Friday, December 09, 2011

Jodoh Datang Begitu Cepat

Menikah? mengajak menikah? Satu jam baru mengenal sudah mengajak menikah? Apakah karena belum begitu mengenalnya ataukah karena proses berjalan dengan begitu cepat nyaris tanpa kendala? Entahlah. Sebulan yang lalu ditengah kegalauan hatinya ketika ibunya bertanya mau sampai kapan terus mengejar karier ditengah usianya yang sudah menginjak kepala tiga, membuat hatinya terhenyak. Air matanya mengalir tiada henti seolah ibunya menyadarkan bahwa sudah saatnya membangun bahtera rumah tangga, tidak hanya sibuk dengan urusan pekerjaan. "Apa sih yang engkau cari nak?" ucap ibu tengah malam sambil membelai rambutnya. air matanya membasahi jilbab merah mudanya. Kerisauan hati, bercampur aduk dengan rasa perih, kecewa dan cemas disaat berada di Rumah Amalia berbagi dan berdoa bersama dengan mengharap keridhaan dari Allah, ingin sekali rasanya untuk membahagiakan ayah dan ibunya yang dicintainya. Terbayang waktu kecil dengan penuh kebahagiaan. Ayahnya selalu mengantar sekolah sementara ibu memasak makanan kesukaannya. Begitu sangat indahnya.

Waktu terus berlalu, sampai kemudian ada seorang laki-laki yang baru dikenalnya. Satu jam perkenalan yang mengubah hidupnya. Ia mengajaknya menikah. Proses ini terasa seperti air hujan yang tiba-tiba mengguyur dan byur! semuanya basah kuyup, "aku belum mengenalmu, kita jalani aja, kita berproses.."jawabnya. Laki-laki itu menjawab, "Baik, kita berproses.." Sebulan kemudian pulang dan menyampaikan kepada orang tuanya, "Ayah, saya mau menikah.."Terlihat mata ayah dan ibunya berkaca-kaca. Seminggu setelah itu keluarga calon suaminya datang bersilaturahim dengan keluarga besarnya. Menjalani persiapan pernikahan menghitung hari berjalan seperti dengan cepatnya.Diringi oleh ibu, adik dan keluarga besarnya diantar ke Masjid. Hijab terpasang memisahkan tamu laki-laki dan perempuan. Di depan untuk para tamu, deretan meja berkaki pendek memanjang adalah meja akad. Ayah, Ustadz, Penghulu dan saksi-saksi, calon suaminya nampak terlihat sudah hendak bersiap untuk prosesi akad nikah . Jantungnya berdetak kencang. Badannya merasa lemas, perjanjian yang disebut "mitsaqon ghalida" untuk menyempurnakan separuh agama, "Kaif? Syah?" Ayah menengok ke kanan dan ke kiri. Ustad mengangguk. "Na'am.."terdengar suara menjawab serentak. Penghulu mengucap "Khair.." Sah sudah dirinya menjadi seorang istri. Pertemuan satu jam saja telah mengubah hidupnya. Itulah kebahagiaan yang telah lama dinanti, mengarungi bahtera rumah tangga bersama orang yang dicintainya.

Thursday, December 08, 2011

Syarat Doa Terkabul: Rizki Yang Halal Dan Baik

Sahabatku, Apa syarat agar doa kita mudah terkabul? Rasulullah bersabda, "Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya Allah adalah Maha Baik dan tidak akan menerima dari hamba-hambaNya kecuali yang baik pula. Dan sesungguhnya Dia memerintahkan orang-orang Mukmin untuk mengamalkan apa yang diperintahNya kepada para Rasul." Lalu beliau membacakan Firman Allah, "Wahai Para Rasul, makanlah makanan yang baik dan kerjakanlah amal yang shaleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan." (QS. al-Mukminuun: 51). dan "Wahai orang-orang beriman, makanlah diantara rizki yang baik, yang Kami berikan kepadamu." (QS. al-Baqarah:172). Beliau bercerita tentang seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, tubuhnya penuh keringat dan debu dan dia selalu menengadahkan tangan ke langit sambil mengatakan, "Ya Allah..Ya Allah," tetapi makanan, minuman dan pakaian dari yang haram, beliau bersabda, "Bagaimana mungkin doa orang seperti ini akan dikabulkan oleh Allah?" (HR. Muslim, at-Tirmidzi, Ahmad).

Sahabatku, Rasulullah telah mengingatkan kita agar kita senantiasa memakan makanan yang halal dan baik, meminum minuman yang halal dan baik pula. Menjauhi apa yang diharamkan. Firman Allah, "Wahai Para Rasul, makanlah makanan yang baik dan kerjakanlah amal yang shaleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan." (QS. al-Mukminuun: 51). Ayat itu menjelaskan bahwa kita diwajibkan untuk mendapatkan rizki, makanan, minuman dan pakaian yang kita peroleh adalah rizki yang halal dan baik, didapat dengan cara yang halal dan baik juga, agar doa kita dikabulkan oleh Allah.

Wednesday, December 07, 2011

Bahagia Menjadi "Single Mother"

"Saya bahagia Mas, sekalipun menjadi Single Mother," begitulah tutur salah satu ibu dengan empat anak-anaknya perempuan yang masih kecil-kecil di Rumah Amalia. Menjadi ibu tunggal dari empat putrinya bukanlah pilihan dalam hidupnya, dua tahun lalu suami yang sangat dicintainya telah meninggal dunia. Bayangannya belum hilang dan terasa masih membekas meninggalkan luka yang teramat dalam, bahkan ia bersama empat anaknya harus rela pergi meninggalkan rumah peninggalan almarhum suaminya dan tinggal dikontrakan karena ingin hidup tenteram dan bahagia. Banyak orang ingin mengambil anaknya untuk diasuh namun semua ditolaknya, tetapi perjuangan yang paling berat dalam hidupnya adalah ketika anak-anaknya bertanya "Mengapa ayah nggak pulang Ma?" Ia hanya bisa menangis mendengar pertanyaan anak-anaknya. Kesulitan lain disaat anak-anaknya sakit, sebagai seorang ibu merasakan betapa pentingnya peran ayah.

Sahabatku, tidak akan pernah ada perempuan yang menginginkan menjadi "Single Mother" atau ibu tunggal. karena hal itu bukanlah pilihan melainkan satu kondisi yang tidak mudah dihadapi. Menerima apapun yang telah menjadi ketetapan Allah akan membuat ibu menjadi kuat dalam menjalani hidup ini, Ibu adalah tumpuan bagi anak-anaknya. Bila seorang ibu tidak kuat dan kokoh maka anak-anaknya akan menderita dan terpuruk. Itulah salah satu tugas di Rumah Amalia yaitu memberikan pendampingan dan pemulihan untuk ibu "Single mother" disaat tengah terpuruk. Bagi saya, ibu yang berperan sebagai "Single Mother" bukanlah perempuan biasa melainkan "Super Women", mereka menjadi ibu sekaligus ayah, harus menanggung beban hidup anak-anaknya dipundaknya seorang diri, mencari nafkah, mencuci baju, menyuapi, mengasuh, mendidik, mengantarkan sekolah dan membesarkan. Semua itu membutuhkan perjuangan, tetesan keringat dan air mata. Mereka adalah perempuan perkasa, pejuang bagi anak-anaknya ditengah samudra kehidupan yang penuh badai dan gelombang yang menghempas kapan saja.

Tuesday, December 06, 2011

Setetes Embun

Setetes embun dipagi hari mampu menyejukkan hari ditengah panas yang berkepanjangan. itulah kesempatan kedua dalam hidup kita, tidak semua orang mengalaminya. Di Rumah Amalia ada seorang bapak yang bertutur bahwa hidupnya selalu dipenuhi dengan urusan duniawi, bahkan apa yang dilakukan tidak peduli dilakukan yang penting menguntungkan baginya. dunia malam, minuman keras menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Sholat fardhu tidak pernah dikerjakan. Sementara istri selalu mengingatkan dirinya tak pernah digubrisnya. "Imam seperti apa yang harus kami ikuti bila keluarga ini jauh dari Allah?" tanya sang istri. Sampai satu hari terserang flu berat dan periksa ke dokter. Entah kenapa obat yang diminumnya ia alergi dan menyebabkan mengalami koma. Disaat koma itu ia melihat tubuhnya diatas tempat tidur, sedangkan orang-orang berkumpul disekelilingnya.

AIr matanya mengalir, Beberapa kali mengusap air mata yang jatuh dipipinya. "Allah begitu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Mas.." tuturnya. Ia ingat, mereka berusaha menyadarkannya. Istrinya menangis, anak-anaknya berpelukan, dokter berusaha menyelamatkan, semua pengalaman melintas dengan cepat dimatanya. tidak lagi berpikir tentang perusahaan, harta, mobil. Satu-satunya dalam pikirannya adalah ia ingin tetap hidup, diberikan kesempatan untuk bertaubat. Ia terasa melayang, berteriak memohon, "Ya Allah, aku tidak ingin mati. Jika memang Engkau ada, beri kesempatan aku untuk bertaubat. Ampunilah aku Ya Allah." Meski ia merasakan maut yang hendak menjemput hanya dalam hitungan detik, ia memohon kepada Allah agar diberikan kesempatan kedua untuk bertaubat, untuk berada dijalanNya. Mencintai istri dan anak-anaknya. Kemudian ia tiba-tiba menemukan dirinya kembali ke dalam tubuhnya dan ia tersadar kembali serta sembuh dari penyakitnya. Sejak itulah beliau tidak pernah lagi menyia-nyiakan hidupnya untuk menjalan ibadah kepada Allah, menjadi imam yang baik bagi keluarga, istri dan anak-anaknya dengan lebih mencintai setulus hati. serta lebih peka terhadap penderitaan sesama. Hatinya yang kering kerontang bagai disirami setetes embun dipagi hari. Subhanallah..

Monday, December 05, 2011

Merindukan Ayah Dan Ibu

"Saya merindukan ayah dan ibu..Mas," tutur seorang gadis di Rumah Amalia. Ia bercerita kebahagiaan di dalam hidupnya memiliki orang tua yang sangat perhatian adalah dambaan setiap orang di masa kanak-kanak. Ia merasa beruntung karena memiliki ayah dan ibu yang sangat mencintai dirinya. Bahkan ayah dan ibu sangat memanjakannya, barang yang diinginkannya sebisa mungkin ayah dan ibu mengabulkan. Begitu besar cinta dan perhatian mereka sehingga tidak pernah menyangka ternata ia hanyalah anak adopsi. Kenyataan itu membuat hatinya terluka perih, menyayat hatinya yang paling dalam. Ia menjadi minder dan menarik diri dari pergaulan. Ayah dan Ibunya selalu menghibur dan menyakinkannya, kalau setatus itu tidak akan mengubah kasih sayang mereka. Meski sulit namun akhirnya ia berusaha untuk menerima kenyataan hidup ini. Badai kehidupan itu datang menghempas, sebulan kemudian ayahnya meninggal karena sakit ginjal dan tidak lama kemudian ibunya yang sangat dicintainya menyusul meninggalkan dirinya untuk selamanya.

Kepergian ayah dan ibunya tidak membuat penderitaannya berakhir, seminggu ibu meninggal, paman dan tante dari ayah mendatangi rumahnya. Mereka membicarakan harta peninggalan ayah dan ibu, "Rumah peninggalan ayah dan ibumu adalah hak kami, kamu tidak memiliki hak sama sekali atas rumah ini. Jadi, kami minta dalam seminggu ini tinggalkan rumah ini karena akan langsung dijual." ujar tante. Ucapan itu membuat ia terhenyak, tak terasa ia menjerit, air matanya meleleh. "Kalau rumah ini dijual, aku harus tinggal dimana?" Paman menjawab tanpa perasaan bersalah sedikitpun. "Ya, terserah kamu, mau tinggal dimana. itu bukan urusan kami." Ia tidak bisa mengatakan apapun. Hatinya terasa pedih, tubuhnya lemah tak berdaya. Menangis tersedu-sedu. Paman dan tantenya pergi meninggal dirinya begitu saja. Keesokan harinya tanpa harus menunggu seminggu, ia sudah meninggalkan rumah. Kesedihan terasa begitu menyakitkan karena begitu banyak kenangan manis di rumah itu. Ia hanya membawa album berisi poto-poto dengan ayah dan ibunya serta baju secukupnya. Pergi ke rumah teman karibnya. Untunglah semua cobaan itu bisa dilaluinya. Keyakinan bahwa semua itu adalah kehendak Allah yang harus dilaluinya membuat dirinya menjadi kuat dan sabar. Ibadah sholat fardhu tidak pernah ditinggalkan, memanjatkan doa kepada Allah untuk ayah dan ibu. Sampai kemudian mendapatkan pekerjaan dan sekarang sudah bisa mengontrak rumah sendiri. Subhanallah.

Sunday, December 04, 2011

Berjuanglah! Jangan Menyerah..

Kemaren di hari Ahad di Rumah Amalia kami semua berkumpul, anak-anak Amalia, para ibundanya, kakak-kakak pengajar. Dalam memperingati tahun baru hijriyah, tahun baru Islam kami mengadakan lomba masak soto. Suasana begitu riuh. Setelah diumumkan pemenangnya. Anak-anak Amalia dengan ceria menikmati soto buatan para ibunya masing-masing. Sementara terlihat Ibunda Riska, "Single Mother" melayani begitu banyak anak-anak yang mengantri ingin menikmati sotonya dengan sabar dan penuh senyuman. Sejak pagi hari sudah memasak dan mempersiapkan soto, saya melihat perjuangan yang begitu luar biasa dan sama sekali tidak menunjukkan wajah yang lelah, apa lagi mengeluh. Saya yakin, anak-anak tidak hanya menikmati sotonya namun menikmati kasih sayang seorang ibu yang penuh pengorbanan dan daya juang dalam kehidupan ini.

Pengalaman hari ahad kemaren di Rumah Amalia seolah mengajarkan kepada saya bahwa hidup ini tidaklah mudah tapi kita tidak boleh menyerah. Pelajaran yang berharga bahwa hidup ini haruslah dijalani dengan sikap mental dan daya juang sekalipun kita tahu hidup ini tidaklah mudah, penuh onak berduri, terkadang membuat kita terluka, perih dan sakit. Sesulit apapun situasi kita saat ini, daya juang kita tidak boleh padam. Kita dapat belajar dari orang-orang disekeliling kita yang menjalani hidup ini tidak mudah menyerah. Sahabatku, Hidup ini tidak mudah tapi kita tidak boleh Menyerah."Janganlah kamu bersikap lemah & jangan pula kamu bersedih hati. Padahal kamulah orang yg paling tinggi derajatnya, jika kamu orang yg beriman." (QS. Ali-Imran : 139).

Saturday, December 03, 2011

Tips Agar Selalu Dicintai

Di dalam hidup sering kali kita ingin dicintai oleh orang lain, pasangan hidup kita, saudara, kerabat, teman kantor, sang buah hati kita dan juga tetangga dimana kita tinggal. Rasulullah memberikan satu tip agar kita dicintai oleh orang lain sebagaimana Sabda beliau, "Kalian disenangi oleh manusia bukan karena harta kalian melainkan karena wajah yang ceria dan akhlak yang mulia." (HR. al-Baazar)

Wajah yang ceria dan akhlak yang mulia itulah kunci agar kita dicintai oleh orang lain bahkan juga oleh Allah dan RasulNya. Pernah Nabi Muhamad ditanya, 'Ya Rasululullah, siapakah hamba yang paling dicintai oleh Allah?' Beliau menjawab, 'Yang paling baik akhlaknya.' (HR. al-Tirmidzi). Dan Nabi juga bersabda, 'Orang yang paling aku cintai dan paling dekat denganku dihari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya.' (HR. al-Tirmidzi).

Jadi, kuncinya agar kita dicintai adalah wajah yang ceria dan akhlak yang mulia.

Doa Seorang Suami

Laki-laki separuh baya itu air mata mengalir membasahi bajunya, dengan penuh kesabaran duduk dipembaringan menemani istrinya sampai kemudian menghembuskan napas terakhir. Mencintai dengan setulus hati pada istri telah menjadi komitmen, ketika dirinya didera ketakutan hidup sendiri telah menghantui dirinya sejak lama. Ia berusaha mempersiapkan diri dan selalu berusaha melayani istri dengan baik karena menderita sakit. Kesabaran karena kasih sayang tak terukur yang diberikan pada istrinya sebab ia dan anak-anaknya benar-benar merasakan kasih sayang dari istri dan ibu yang tidak pernah sedikitpun menyakiti hati mereka. Meski menderita sakit namun kata-kata dan sikap yang begitu lembut dan tidak pernah menjadi marah. Sampai kemudian terjadilah apa yang ditakutkan, serangan penyakit yang tak tertolong oleh dokter dan rumah sakit dengan peralatan modern sekalipun telah merenggut jiwa istrinya. Ia merasa shock dan terpukul atas kepergian sang istri. Berkali-kali jatuh pingsan, menjadi lemah dan tak berdaya setelah kepergiannya. Sebagai suami merasakan kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya dan tidak tahu harus berbuat apa.

Ia menatap anak-anaknya yang tumbuh besar begitu sedih dan menangisi kepergian ibu yang begitu menyayangi mereka namun mereka lebih terpukul melihat keadaan dirinya yang tidak lagi memperdulikan mereka, tidakk lagi mengurus apapun termasuk mengurus dirinya sendiri. Tiap hari ia lebih banyak duduk dan setiap kali memandangi poto-poto yang menempel didinding, air matanya mengalir deras. Buku-buku, benda kesayangan, tanaman dihalaman tetap disiraminya. Juga binatang peliharaan kesayangannya seolah mengingatkan lagi usapan tangan yang lembut, Ia tidak mau memindahkan semua benda atau apapun yang berkaitan dengan istrinya. Perasaan kehilangan telah membuatnya tidak lapar dan haus membuat tubuhnya menjadi lemah dan tak bergairah untuk bekerja. Dalam kesendirian dirinya bertanya-tanya, 'Bila Allah Maha Baik mengapa membiarkan kami kehilangan orang yang kami cintai? Mengapa kebahagiaan keluarga kami begitu singkat?

Ketika keadaan sudah sedemikian parah dan ia ditengah keterpurukannya, sampai kesempatan mengenal orang yang mengalami hal yang sama di Rumah Amalia, kehilangan orang yang dicintainya, menanggung beban yang berat. Akhirnya ia menemukan dirinya sendiri dan bisa mengatasi rasa perih akibat kehilangan orang yang dicintainya. Ia menyadari bahwa Allah telah menganugerahkan cinta dan kasih sayang pada dirinya, rasa cinta itulah yang menguatkan dirinya agar tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang ayah bagi anak-anaknya dan bagi sesama dengan aktifitas sosialnya. Kenangan indah akan orang yang dicintainya tetap disimpannya dan sebagai penyembuh bagi dirinya. Rasa perih, kesepian dan kesendirian perlahan-lahan telah mencair, ia memperoleh makna hidup yang membuatnya semakin mengerti makna kesetiaan dan setiap sehabis sholat senantiasa memanjatkan doa untuk istrinya yang telah tiada memohon pada Allah menempatkan disurga yang terindah disisiNya.

Friday, December 02, 2011

Bukan Jodoh Biasa

Bukan jodoh biasa, pertemuannya begitu singkat setelah ta'aruf, mengenal gadis yang membuatnya jatuh cinta karena keimanannya, akhirnya ia memutuskan untuk segera menikah. Dulu ia memiliki harapan sama seperti laki-laki pada umumnya ingin segera menikah dengan gadis yang dicintainya. Pada saat ia dengan gadis yang dicintainya sudah berkeinginan untuk segera menikah, ayahnya meninggal dunia. Impiannya untuk menikah menjadi sirna. Sebagai anak laki-laki yang tertua di dalam keluarga dirinya menanggung beban tanggung jawab pengganti ayah untuk mencari nafkah. Bekerja keras membiayai sekolah adik-adiknya sampai kuliah sehingga tidak sadarkan diri usianya sudah empat puluh tahun. Semua adik-adiknya telah berkeluarga dan bekerja, sementara ia masih dalam kesendirian. Terkadang  kesedihan dan kebahagiaan bercampur baur menjadi satu. Kesedihan dirasakan ketika setiap kali ibunya yang selalu bertanya kapan dirinya menikah, hatinya bagai tersayat-sayat melihat ibu yang sangat berharap ia secepatnya menikah. Disisi yang lain ia merasakan pengorbanannya tidak sia-sia karena telah mengantarkan adik-adiknya kedepan gerbang pintu kebahagiaan.

Ditengah hatinya yang remuk redam berada di Rumah Amalia menyejukkan hatinya dengan berbagi berharap Allah memberikan kemudahan untuk bertemu  jodohnya. Air matanya mengalir tak terasa. Kepedihan hatinya karena berharap bisa membahagiakan ibunda tercinta segera terwujud. Ia hanya bisa berserah diri memohon pertolongan pada Allah  agar segera bertemu dengan jodohnya. Sampai satu hari hatinya terkesiap disaat adiknya perempuan mengenalkan temannya seorang gadis manis yang berjilbab merah muda yang sudah siap untuk walimah. Dengan penuh keraguan ia membisikan ditelinga adiknya bahwa dirinya sudah tua, gadis itu separuh dari usianya. Adiknya meyakinkan untuk meniatkan menikah karena Allah bukan karena muda, cantik atau materinya. Senyum indah menghiasi wajah adiknya. Tak kuasa lagi untuk menolak keinginan adiknya kali ini untuk segera menikah karena beberapa kali selalu menolak yang dikenalkan adiknya.

Pernikahan dilaksanakan dengan sederhana, kebahagiaan diwajah sang ibu terlihat air mata yang bening mengalir dipipinya. Pernikahan itu sebuah penantian yang panjang dan berliku. Bagai melepaskan beban yang begitu berat setelah bisa menunaikan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga untuk membesarkan adik-adiknya dan kini telah memenuhi tugasnya untuk melaksanakan Sunah rasul. Cintanya yang tulus penuh kebahagiaan mengarungi bahtera rumah tangga bersama istri yang dicintainya mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah. Jodoh adalah sebuah misteri, manusia hanya berupaya dan berikhtiar sepenuhnya jodoh seseorang tetaplah keputusannya atas kehendak Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

'Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum berpikir. (QS. ar-Ruum : 21).

Thursday, December 01, 2011

Baju Untuk Ayu

Belum genap setahun hidup dilaluinya di Ibukota bersama putrinya. Hidupnya tak menentu dan berpindah-pindah. Air matanya sudah kering mengalir dia tumpahkan dalam pengaduan kepada Sang Khaliq setiap sholat di masjid Istiqlal. Poto wajah kecil Ayu putri kesayangannya selalu tersimpan di dompetnya sebagai tanda cinta. Bajunya teramat lusuh. Wajahnya terlihat kuyuh dengan sepatu yang berlobang diujungnya. Kulitnya hitam legam terbakar sinar matahari.

Setiap hari menyusuri jalanan untuk mengais rizki. Terkadang memaksa dirinya untuk mengemis demi sesuap nasi. Suara bising, asap knalpot sudah menjadi menu sehari-hari. Kakinya perih penuh luka kebanyakan jalan kaki. Batuknya beberapa kali terdengar. Hari makin tambah panas, belum sesuap nasi mampir ke perutnya. Matanya melelehkan air mata membayangkan wajah cantik putrinya yang berlari-lari menyambut dirinya pulang sementaranya perutnya melilit menahan lapar.

Sambil duduk dia keluarkan secarik kertas tulisan tangan putrinya. 'Ayah, kalo ayah udah dapet duit jangan lupa beliin Ayu baju ya..ayah.'

Kertas itu kemudian dilipat dan dimasukkan ke kantong celana. Tangannya mengucap keringat dan air mata yang menyatu dipipinya. Direlung hatinya terasa perih bagai teriris sembilu. Wajah anaknya yang sedang tersenyum bagai pisau menusuk sampai ke hulu hatinya. Sejak istrinya meninggal dunia, hidup anaknya penuh penderitaan karena mempunya seorang ayah seperti dirinya. Keinginan untuk membahagiakan putrinya belum juga mampu diwujudkan. Pikirannya menjadi kalut tidak tahu bagaimana mendapatkan baju untuk putrinya.

Matanya memandang kepada sebuah Supermarket diseberang jalan. Dia mendatangi Supermarket itu dengan wajah memelas mencoba berharap belas kasihan setiap pengunjung. Wajahnya yang kurus tak  terawat tak membuat orang menaruh kasihan pada dirinya. bahkan orang yang melihat malah tidak menoleh sedikitpun. Tak seorangpun peduli padanya. Hatinya semakin perih dan menangis. Kakinya gemetar menahan lapar. Tubuhnya terasa rapuh. Wajah putrinya terlintas di dalam benaknya. Rengekan Ayu terngiang ditelinganya. 'Ayah, Ayu mau baju baru..'

Tanpa disadarinya matanya melihat sebuah dompet tergeletak dimeja kasir. Matanya melirik ke kanan dan ke kiri mengawasi orang-orang disekeliling dengan penuh keyakinan dia ambil dompet itu. Sekuat tenaga dia berlari menuju pintu keluar. Seorang Ibu berteriak, 'Jambret...jambret...' Orang-orang disekeliling Supermarket terkejut dengan teriakan itu. Beberapa orang berlari mencoba untuk mengejarnya. Nampak satu dua orang menghadang. Perutnya yang seharian lapar membuatnya tak berkutik. Bogem mentah dilayangkan diwajahnya. Mata berkunang-kunang. darah mengucur dibibirnya. Orang-orang yang sudah terbakar amarah tidak mempedulikan teriakannya meminta ampun. Bahkan sebagian orang meludahi wajahnya.

Wajahnya tersungkur menyentuh trotoar. Teriakan orang-orang tidak terdengar lagi. Terkapar tubuhnya dijalanan. Tidak tahu berapa lama dirinya pingsan. Kumandang adzan itu membangunkan dirinya seolah Sang Khaliq menyapa hati dan tubuhnya yang penuh luka. Berkali-kali dirinya beristighfar memohon ampun kepada Allah atas semua kekhilafan yang telah dilakukannya. Terucap kata lirih disaat wajah putrinya yang sedang tersenyum menyambutnya pulang. 'Ayu, maafkan ayah belum bisa membelikan baju baru buat Ayu.'

Ayu sang buah hati memeluknya, mencium mesra pipi ayahnya. Pertanda Ayu mengerti apa yang sedang terjadi. Malam kelam dibawah kolong mereka berdua menikmati singkong bakar, begitu terasa nikmatnya. Mensyukuri hidup dengan penuh kasih sayang. Sekalipun hari itu Ayu belum memakai baju baru.

Hati Gelap Karena Perselingkuhan

Perselingkuhan adalah faktor penyebab kehancuran rumah tangga, perselingkuhan itu juga hampir menjadi penyebab kehancuran per...