Maafkan Aisyah, Ibu
Selama satu minggu, sang ibu selalu bertanya pada Aisyah lebih sayang mana ibu atau kalung itu? Aisyah selalu menjawab, 'Aku lebih sayang ibu.' Aisyah mencoba merayu ibunya agar mau menerima pemberiannya yang lain. Bahkan Aisyah rela untuk tidak diberi uang jajan asal ibunya tidak meminta kalung miliknya. Sampai satu hari Ibunya selesai mencuci piring, duduk diruang Aisyah datang menghampiri dan menyerahkan kalung kesayangannya. Aisyah mengatakan pada ibunya, 'Ibu tahu kalung ini sangat aku sayangi tetapi aku lebih menyayangi ibu,' Kalung ibu dipegang oleh ibunya dan menanyakan apakah memang telah benar2 memberikan kalung itu, Aisyah menjawabnya dengan mengangguk. Tak lama kemudian sang ibu mengeluarkan kotak kecil dari sakunya dan menyerahkan kotak kecil itu kepada Aisyah. 'Bukalah kotak itu.' kata sang ibu. Ketika kotak itu dibuka ternyata sebuah kalung emas sama persis kalung imitasi miliknya yang telah diberikan kepada ibunya. Aisyah melonjak kegirangan. Dipeluk ibunya, diciumi pipi sang ibu, air mata yang bening mengalir dipipi Aisyah. Kebahagiaan yang luar biasa dirasakan hatinya bahwa sang ibu sangat mencintai dirinya.
Dipeluknya Aisyah, sang ibu bertutur dengan kasih sayang pada buah hatinya. 'Aisyah, jika kamu ingin dicintai, pertama kali yang harus dilakukan adalah kamu harus mencintai mereka. Jika kamu ingin hidupmu bahagia maka tanggalkanlah pikiran-pikiran buruk yang melahirkan penderitaan dalam hidupmu.' Sambil menatap mata Aisyah, sang ibu menghapus air mata yang mengalir dipipi Aisyah. 'Aisyah, Ingatlah bahwa hidup ini harus disyukuri sebagai karunia Allah dengan selalu berpikir positif dan berprasangka baik kepada siapapun, sebab bila kita bersyukur maka Allah akan melimpahkan nikmat yang jauh lebih banyak.' Di dalam pelukan sang ibu, Aisyah menangis tersedu-sedu, 'Maafkan Aisyah, ibu. Aisyah selalu berprasangka buruk pada ibu dan kakak. Aisyah cemburu dengan kakak. Aku berjanji, akan mengubah sikap. Aisyah bersyukur punya ayah, ibu dan kakak yang mencintai Aisyah.' Aisyah memejamkan mata, wajahnya yang cantik jelita memancarkan cahaya hatinya yang tulus dipenuhi kebahagiaan. Malam itu Aisyah mendapatkan pelajaran yang berharga, sebuah kasih sayang yang tulus dari sang ibu.
0 Response to "Maafkan Aisyah, Ibu"
Post a Comment