Penghasilan Yang Berkah
Dengan tekadnya yang mantap, bersama istri mengunjungi Rumah Amalia, ia dan istri bershodaqoh sebagai rasa cinta dan meraih keridhaan Allah. Sesampai di rumah istrinya tersenyum dan mengatakan, "Makasih ya Mas, aku bahagia Mas sudah mau menjalankan sholat dan menunaikan shodaqoh," Wajah istrinya terlihat bahagia, ia merakasan ketenangan yang luar biasa dalam kepasrahan. Sejak itu ia berjanji bahwa hidupnya tidak akan pernah menyia-nyiakan istri dan anak-anaknya serta hidup lebih berguna bagi orang lain. Ditengah kebahagiaan itu terdengar dering hapenya. Suara diujung hapenya mengabarkan penawaran diterima bahkan barang yang belum dikirim, biaya transaksi pembelian sudah ditransfer, dengan spontan ia bersama istrinya sujud syukur, merasakan betapa dahsyatnya kekuatan shodaqoh.
Dari kehilangan pekerjaan, usahanya yang hampir gulung tikar, istrinya jatuh sakit hampir saja membuat dirinya terpuruk dan kini telah menemukan jalan kebahagiaan bersama istri dan anak-anaknya. "Saya dulu, hidup terlalu mengejar dunia. Apapun rizki yang saya terima tidak pernah disyukuri sehingga rizki itu menjadi tidak berkah. Tidak pernah sholat, apa lagi bershodaqoh yang saya anggap hanyalah perbuatan sia-sia." ucapnya. "Sekarang, Masya Allah..saya menemukan keberkahan pada rizki yang saya terima. Sekalipun penghasilan banyak dan pengeluaran juga banyak tapi anak-anak saya sehat, istrinya makin sayang ama suami dan anak-anak dan yang paling penting membuat kami sekeluarga semakin dengan kepada Allah." Itulah kebahagiaan yang dirasakan olehnya pengasilan yang berkah dan keluarga bahagia.
"Barangsiapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan mencukupkan kebutuhannya." (HR. al-Bani dalam Jami as-Saghir : 6708).
0 Response to "Penghasilan Yang Berkah"
Post a Comment