Hadapilah Dengan Senyuman!
Proses penyedotan cairan di Rumah Sakit dilaluinya. Beliau merasakan sakit yang luar biasa, selang yang dimasukkan ternyata lebih besar dari yang dibayangkan dan lebih kaku. Kalau salurannya dibuka untuk membuang cairan membuat dirinya terlonjak bangun dan terbatuk-batuk, bagian dada atas sampai perut bagian kanan sakit sekali. Tidak tergambar rasa sakitnya. Penuh rasa syukur, doa dan harapan selalu dipanjatkan untuk kesembuhan dan kasih sayang dari suami, anak-anak dan saudara juga teman-temannya. Apalagi ketika penyakitnya bertambah, maagnya kambuh karena tidak tahan dengan obat penahan nyeri yang diberikan dokter. Bahkan beliau menolak diinfus karena susah mencari vena yang telah rusak kemoterapi yang pernah dilakukan. Menolak ditusuk-tusuk, tidak mau tangannya dipasang selang infus. cairan yang dikeluarkan dari paru-parunya lebih dari tiga liter.
Alhamdulillah, selesai mengeluarkan cairan dari paru-paru, kondisi tubuhnya lebih cepat pulih dan dokter memperkenan pulang. Disaat Suami mengurus administrasi bertanya kepada perawat mengenai hasil laboratorium cairan itu. Perawat mengatakan, "Hasilnya bersih Pak.." Suaminya tidak percaya itu, "Yang benar sus, karena dulu ada sel ganas." Perawat itu menjawab dan menunjukkan, "Bapak, silahkan baca sendiri aja.." Begitu suaminya membaca, air matanya menetes, memanjatkan puji syukur kepada Allah, ia berlari menuju kamar istrinya mengabarkan berita bahagia, mereka berdua menangis, bersyukur atas kasih sayang Allah yang telah disembuhkan dari penyakitnya, sel ganas telah hilang. Subhnallah..!
"Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. ar-Raad : 28).
0 Response to "Hadapilah Dengan Senyuman!"
Post a Comment