Yuk, hadir pada kegiatan BELIA (Berkah Ramadhan Untuk Rumah Amalia)

Wednesday, March 27, 2013

Keberkahan Membawa Ketenteraman Hati


Ada Seorang ibu sebagai seorang pengajar yang juga menggeluti usaha rumahan mainan anak merupakan wujud kecintaannya di dunia pendidikan itulah sebabnya bagi beliau senang sekali hadir di Rumah Amalia. Beliau bertutur sempat menghadapi kendala. Usahanya diawali dengan penjualan door to door, meskipun energi dan biaya yang dikeluarkan terbilang cukup besar namun pemasukannya boleh dibilang tidak ada. Satu sampai tiga buah aja barangnya laku, "sudah alhamdulillah" begitu kata beliau. Keadaan seperti itu cukup lama, hal itu tak membuatnya patah semangat. sampai mencoba mempromosikan lewat internet namun hasilnya belum cukup memuaskan.

Ditengah keheningan malam, ditengah rasa perih dihati, beban hidup seolah tiada henti, memohon pada Allah agar diberi kekuatan dan kesabaran dalam menjalani hidup. Teringat hadist Nabi, 'Obatilah orang yang sakit dengan shodaqoh, bentengilah harta kalian dengan zakat dan tolaklah bencana dengan berdoa (HR. Baihaqi), yang mendorongnya agar lebih peduli dan empati pada sesama. Sampailah keinginannya bershodaqoh untuk Rumah Amalia terwujud. Kehadirannya merupakan kebahagiaan tersendiri bagi beliau bersama keluarga karena kecintaannya di dunia pendidikan ada rasa haru dan menangis melihat kegembiraan anak-anak Rumah Amalia.

Benar saja, sekarang ini beliau mulai kebanjiran order, alat peragaan buatnya sering dipercaya untuk pemasok di sekolah-sekolah. Usahanya yang dirintis hanya dengan modal kecil, kini meroket tajam. Bahkan karyawan yang membantunya terus bertambah. "Alhamdulillah Mas Agus, saya senang, rizki yang saya peroleh membawa keberkahan bukan hanya buat kami sekeluarga namun juga tetangga disekitar juga ikut merasakan hasilnya." tutur beliau penuh berlinangan air mata bersama suami dan anak-anaknya. "Bahkan sekarang ini kami sekeluarga lebih mendekatkan diri pada Allah, sehat dan keberkahan membawa ketenteram hati." Subhanallah.

Ingatlah Selalu Pada Allah

Lantunan "Fafiru Ilallah, Larilah Pada Allah" telah membuat air matanya bercucuran. Seorang dosen pernah bertutur di Rumah Amalia bahwa dirinya beberapa hari tidak pernah bisa pergi kemana-mana, ia tidak bisa mengendarai mobil, hampir sebulan ia mengalami kecelakaan. Sekalipun lukanya tidak parah tetapi kejadian itu menyebabkan trauma dan ketakutan, hingga bila pergi ke kampus memilih untuk naik kendaraaan umum. Apa yang kita ingat sangat mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari, ingatan itu membentuk perilakunya, tetapi kita juga bisa memilih hal yang kita ingat.

Hari ini juga mengajak kita untuk selalu ingat kepada Allah sebab dengan mengingat Allah hati kita bisa menjadi tenang. Justru semakin terasa berat beban hidup anda, dengan mengingat Allah, kembali padaNya sanggup menguatkan jiwa kita yang letih. Ketika cobaan hidup datang bertubi-tubi, berbagai persoalan itulah saat yang tepat bagi anda untuk memfokuskan diri agar ingat selalu pada Allah agar hati menjadi tenang dan tenteram. "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram". (Ar-Raad 28).

Tuesday, March 26, 2013

Menyembuhkan Luka Hati

Pada satu malam seorang ibu di Rumah Amalia, beliau bertutur bahwa hari minggu hadir pada kegiatan BELIA Rumah Amalia bersama putrinya dan mendapatkan CD album anak-anak "Rumah Amalia, Rumah Cinta Kami" Air matanya mengalir dengan penuh isak tangis. "lantunan anak-anak Rumah Amalia mengingatkan anak saya yang telah tiada, seolah anak saya yang melantunkan kasih sayang itu indah."

"Allah menyayangi putri kami" ucap beliau. Terbayang dirinya duduk didekat anaknya, disaat terbaring. Matanya terpejam dan ekspresinya menampakkan kedamaian, dipegang tangannya, dibelai rambut putrinya perlahan, sambil mengatakan betapa ia menyayanginya. Beliau bersyukur sebagai seorang ibu atas waktu yang indah, yang pernah dihabiskan bersama putrinya saat mereka masih bersama. Sering kali beliau merasakan kehadiran putrinya berada didekatnya, tersenyum agar dirinya kuat dan tabah dalam menjalani hidup ini. "Sungguh Mas Agus, Kasih sayang itu indah lantunan anak-anak Rumah Amalia telah menyembuhkan luka hati kami sekeluarga." tutur beliau penuh isak tangis.

Tuesday, March 12, 2013

Kasih Sayang Seorang Suami


Ketulusan cinta dan kasih sayang akan terlahir dari sikap yang penuh keikhlasan dan hanya berharap keridhaan Allah yang mampu mengarungi samudra kehidupan yang tak bertepi, berbagai terpaan badai dan gelombang mampu dilewatinya, itulah yang mewujudkan kasih sayang seorang suami. Beliau adalah seorang suami bersama istri dan anak-anaknya. Pada suatu hari keluarganya mendapatkan ujian, istrinya tubuhnya meriang, panas tinggi bahkan disentuh saja, ia menjerit. Saat itu juga segera dilarikan ke dokter dan dokter tahu apa yang dideritanya. penyakit yang diderita tidak mengenal watu dan tempat, bisa menyerang kapan saja. Bila penyakitnya muncul, semua persendian akan mengalami peradangan yang luar biasa sakitnya.

 Peradangan ini menimbulkan memar dan panas. Sebagai seorang suami, dirinya berusaha untuk tegar, ditahan air matanya agar sang istri kuat menghadapi sakit yang dirasakan. Dengan penuh kasih sayang ia merawat istrinya, mengangkat badan perlahan-lahan, meletakkan dengan pelan saat memandikan, memakaikan bajunya. Bersama anak-anak, mereka melayani sang ibunda tercinta dengan baik. Ditengah rasa pilu dihati, sebagai suami berusaha untuk tersenyum ketika wajah istrinya tengah menahan sakit. 'Alhamdulillah, Saya beruntung mendapatkan suami seperti ayah. Sabar dan ikhlas. Insya Allah, saya segera sembuh.' Tutur sang istri, wajahnya begitu terlihat tenang dan tidak sedikitpun mengeluhkan rasa sakit yang menderanya.

Tentu saja ucapan sang istri membuat hatinya terasa perih, ia teringat bagaimana dulu ketika mereka bertemu dan kemudian memutuskan untuk menikah, diawal pernikahannya pahit getir kehidupan berumah tangga mampu dilewati bersama sampai kemudian anak-anaknya terlahir dan mengasuhnya hingga dewasa, tanpa terasa air matanya menetes, rasa takut kehilangan tiba-tiba muncul menghinggapi dirinya, mampu ditepisnya dengan berserah diri kepada Allah. Ditengah kecemasan itulah beliau datang ke Rumah Amalia untuk berbagi agar Allah berkenan memberikan kesembuhan bagi istri yang dicintainya. Beberapa hari kemudian, dokter memberitahukan kepada beliau bahwa istrinya memiliki harapan untuk sembuh dan kondisinya telah membaik. Bahkan diperkenankan oleh dokter untuk pulang ketika istrinya dinyatakan dalam keadaan sehat walfiat. Dirinya bersama anak-anaknya merasakan kebahagiaan, dengan penuh rasa syukur kepada Allah atas kesembuhan dan kasih sayang yang diberikan Allah bagi keluarganya. 'Terima kasih Ya Allah, atas limpahan kasih sayangMu untuk kami,' tuturnya dengan penuh linangan air mata, itulah wujud kasih sayang seorang suami.

Tuesday, February 26, 2013

Ingatlah Allah!

Ada seorang Ibu di Rumah Amalia, dirinya terlihat kalut dan bingung, gejala itu dirasakan sebulan yang lalu ketika ia marah dan membenci suaminya. Kebencian yang dirasakan pernah coba untuk dikomunikasikan kepada suaminya, malah yang terjadi suaminya mencemooh, kata-katanya tajam mengalir begitu saja. Ucapan itulah yang melukai hatinya. Sejak itu yang dirasakan perutnya sakit hingga ke ulu hati, terasa perih dan kembung. Dokter hanya menyebutnya sebagai sakit maag. Dalam kondisi seperti itulah membuat tidak bisa tidur nyenyak, makanpun juga tidak enak. Ia mulai sering melamun, malas bekerja, malas bergaul dengan tetangga, senang dirumah dan rebahan entah apa yang dipikirkan dan dirinya lebih suka dirumah daripada beraktifitas. Dalam kondisi ini dapat dipahami bahwa ia telah melewati ambang batas kemampuan mengontrol diri, perasaan terluka, kecewa, marah dan kesedihan yang dialami sudah berubah menjadi ketidakmampuan memahami dirinya sendiri.

Lantas bagaimana kiat menyembuhkan perih luka dihati? Pertama, yang paling penting mengenali tanda dini stres berat yakni tidur terganggu disertai dengan mimpi buruk. Kedua, Bila sudah merasakan hidup begitu teramat berat, hati sakit terluka perih. Ingatlah Allah! Menangis dan memohonlah Allah agar kesedihan berubah menjadi kebahagiaan. Ada bagian hal itu menjadi wilayah anda untuk bisa menyelesaikan dan selebihnya serahkan masalah hidup anda yang tidak bisa diatasi biarkanlah Allah yang menyelesaikannya. Anda sanggup menghadapi semua problem kehidupan itu dengan baik hanya bila bertawakal kepada Allah. Percaya sepenuhnya bahwa Allah adalah sebaik-baiknya penolong dan pelindung anda.

Alhamdulillah, akhirnya beliau telah mampu pulih kembali, tidurnya sudah nyenyak, makanpun sudah enak dan beraktifitas bekerja sehari-hari seperti biasanya. Kehidupannya lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan berdzikir dan menjalankan ibadah sholat tepat waktu. Kedekatan dirinya kepada Allah telah mampu menyembuhkan diri sendiri dari beban stres berat yang telah dialaminya, kemampuan untuk mengelola diri untuk selalu ingat Allah telah pulih kembali bahkan hubungan dengan suaminya dan anak-anak menjadi lebih baik. 'Subhanallah Mas Agus, saya bisa lebih tenang dan sabar menghadapi masalah hidup sekarang ini. ' ucap beliau. "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram". (Ar-Raad 28).

Wednesday, February 20, 2013

Terima Kasih Cintaku..

Perempuan muda itu duduk terdiam membisu, Air matanya mengalir dipipinya ranum memerah. Dirinya tidak pernah menyangka suaminya mengucapkan kata-kata yang begitu lembut ditelinganya "Terima kasih Cintaku.." Sejuta bunga menebarkan semerbak harum mewangi seolah ditaman bunga. Laki-laki yang ada didepannya sosok suami yang telah mendampingi hidupnya. Ia begitu menghormatinya. Ia merasa bukanlah perempuan yang cukup pantas untuk sang suami, tidak cantik, tidak cerdas. Namun perempuan sederhana dan biasa saja, tidak istimewa. Namun berbeda dengan suaminya selain wajahnya yang menarik, baik, cerdas dan santunan mempesona bagi dirinya juga setiap perempuan yang pernah mengenalnya.Setelah sekian lama pernikahan dan memiliki seorang anak, belum pernah terucap kata mesra dari bibir suaminya. Dirinya sangat berharap mendengarkan suara dan kata-kata romantis itu.

Sebenarnya sebagai seorang istri, dirinya tidak pernah meragukan cintanya. Semua wujud cinta dan kasih sayang diwujudkan dalam segalanya. Tapi entah kenapa dirinya merasa ada yang kurang. Semua pikiran jelek itu ditepisnya. Sampai pagi itu sebelum suaminya berangkat ke kerja. Terdengar bisikan kata mesra itu. "Terima kasih cintaku.." Bisikan itu begitu lembut seolah membawanya terbang ke awan. Entah kenapa dia malah bertanya, "Terima kasih untuk apa Mas?" Suaminya tersenyum mendengarkan pertanyaan sang istri, "Untuk cintamu selama ini, aku mengagumimu." Dalam diam duduk membisu. Air matanya mengalir dipipinya ranum memerah. Kata-kata itu terasa sebagai hadiah terindah dalam hidupnya dari orang yang sangat dicintainya.

Rasulullah mengingatkan kita bahwa "Tidaklah bersyukur kepada Allah, bila seseorang tidak berterima kasih atas kebaikan sesamanya." (HR. Ahmad, at-Tirmidzi & Abu Dawud). Sungguh sepatutnya kita mampu menghargai kepada pasangan hidup kita, penghargaan itu tidak harus berupa pemberian materi, berharga mahal yang justru terasa kering dari sentuhan hati maupun ungkapan tulus. Penghargaan yang terindah adalah menyampaikan membisikkan kata mesra padanya. Ungkapan setulus hati penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang merupakan wujud yang tak ternilai harganya sehingga kita selalu mampu memupuk keluarga dengan kehangatan dan kemesraan. Lantas sudahkah anda hari ini mengucapkan kata mesra kepada pasangan hidup anda? "Terima kasih sayang atas cintamu selama ini."
AGUSSYAFII BLOG
2006
Proudly powered by : Blogger