Yuk, hadir pada kegiatan CERIA (Secercah Harapan Untuk Rumah Amalia)

Tuesday, January 28, 2014

Sholat Atasi Gangguan Kepanikan

Jangan pernah menyelepekan bila anda sering mengalami kecemasan, berkeringat dingin, seluruh tubuh lemas, gemetar, tidak mampu bersuara. Ini adalah gejala gangguan kepanikan yang banyak dialami oleh masyarakat perkotaan. Gangguan utama adalah serangan kepanikan atau kecemasan yang berulang-ulang, yang tidak terbatasi pada situasi tertentu atau rangkaian peristiwa dan tidak pernah diduga sebelumnya. Gejala kecemasan atau ketakutan terjadinya mendadak disertai dengan gejala somatik seperti jantung berdebar-debar atau disebut dengan istilah "Palpitasi", nyeri dada, perasaan tidak enak. Gejala ini dikaburkan dengan gejala serius yang lainnya seperti infark otot jantung atau gelaja histeria. Gejala lainnya yang lazim adalah napas terasa memendek atau melemah, perasaan tercekik, kepala pusing, tubuh bergetar atau bergoyang, perut mual, terhuyung-huyung atau kepala goyang disertai perasaan takut kehilangan kendali, takut mati, rasa kesemutan pada bagian kepala atau seluruh tubuh. Biasa berlangsung beberapa menit, bisa lama, frekuensinya variatif. Penderita biasanya terburu-buru meninggalkan lokasi tertentu seperti di dalam bus, kerumunan banyak orang, dipasar atau mall, menghindar dari tempat-tempat keramaian.

Beberapa penelitian berpendapat bahwa gangguan ini erat kaitannya faktor genetik. Namun disisi lain kepanikan bisa juga disebabkan oleh faktor psikososial. Menurut teori psikoanalisis, serangan kepanikan merupakan hasil pertahanan yang tidak berhasil melawan impuls yang menimbulkan kecemasan. Walaupun rangsangan panik erat hubungannya dengan fisiologi syaraf, mulai terjadi kepanikan pada umumnya lebih berhubungan dengan faktor lingkungan & psikologis, seseorang yang mempunyai stress tinggi & penderitaan hidup terutama kehilangan, kehilangan orang yang dicintai, kehilangan harga diri, kehilangan kepercayaan pada orang yang dicintai. Gangguang kepanikan pada usia sebelum umur 17 tahun berhubungan kuat dengan peristiwa perpisahan dengan orang tua atau kematian orang tua. Peristiwa penyebab serangan kepanikan dikatakan mempunyai arti di alam bawah sadar.

Lantas bagaimana agar terbebas gangguan dari kepanikan? Pada kasus kepanikan bila dokter tidak menemukan gangguan fisik biasanya diberikan obat agar tenang dan tidur nyenyak yang disebut dengan "benzodiazepin", obat ini menimbulkan efek atau dampak ketergantungan dan gangguan kognitif. Obat hanya bisa menghilangkan gejalanya, kesembuhan datangnya dari diri sendiri. Ketahanan diri dan iman anda menjadi faktor kunci untuk bisa menyembuhkan diri sendiri. Sholat dan dzikir bisa mendatangkan kedamaian dan ketenangan. Rasa kedamaian ini menumbuhkan ketenangan batin yang menghindarkan dari kepanikan. Rasa damai ini disebabkan rahmat Allah semata, sebagai sumber kedamaian. jika anda dekat dengan Allah saja tentunya yang bisa merasakan kedamaian tersebut. Secara biologis pada saat anda menemukan titik kedamaian maka otak akan mengeluarkan suatu dzat yang memberikan rasa segar, damai dan menyenangkan ke seluruh jasmani yang disebut dengan zat "endorphine" maka disaat itulah anda terbebas dari segala bentuk kepanikan.

"Wahai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhaiNya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hambaKu dan masuklah ke dalam surgaKu (QS. al-Fajr : 27-30).

Friday, January 17, 2014

Kangen Ayah Dan Ibu

"Saya merindukan ayah dan ibu..Mas," tutur seorang gadis di Rumah Amalia. Ia bercerita kebahagiaan di dalam hidupnya memiliki orang tua yang sangat perhatian adalah dambaan setiap orang di masa kanak-kanak. Ia merasa beruntung karena memiliki ayah dan ibu yang sangat mencintai dirinya. Bahkan ayah dan ibu sangat memanjakannya, barang yang diinginkannya sebisa mungkin ayah dan ibu mengabulkan. Begitu besar cinta dan perhatian mereka sehingga tidak pernah menyangka ternata ia hanyalah anak adopsi. Kenyataan itu membuat hatinya terluka perih, menyayat hatinya yang paling dalam. Ia menjadi minder dan menarik diri dari pergaulan. Ayah dan Ibunya selalu menghibur dan menyakinkannya, kalau setatus itu tidak akan mengubah kasih sayang mereka. Meski sulit namun akhirnya ia berusaha untuk menerima kenyataan hidup ini. Badai kehidupan itu datang menghempas, sebulan kemudian ayahnya meninggal karena sakit ginjal dan tidak lama kemudian ibunya yang sangat dicintainya menyusul meninggalkan dirinya untuk selamanya.

Kepergian ayah dan ibunya tidak membuat penderitaannya berakhir, seminggu ibu meninggal, paman dan tante dari ayah mendatangi rumahnya. Mereka membicarakan harta peninggalan ayah dan ibu, "Rumah peninggalan ayah dan ibumu adalah hak kami, kamu tidak memiliki hak sama sekali atas rumah ini. Jadi, kami minta dalam seminggu ini tinggalkan rumah ini karena akan langsung dijual." ujar tante. Ucapan itu membuat ia terhenyak, tak terasa ia menjerit, air matanya meleleh. "Kalau rumah ini dijual, aku harus tinggal dimana?" Paman menjawab tanpa perasaan bersalah sedikitpun. "Ya, terserah kamu, mau tinggal dimana. itu bukan urusan kami." Ia tidak bisa mengatakan apapun. Hatinya terasa pedih, tubuhnya lemah tak berdaya. Menangis tersedu-sedu. Paman dan tantenya pergi meninggal dirinya begitu saja. Keesokan harinya tanpa harus menunggu seminggu, ia sudah meninggalkan rumah. Kesedihan terasa begitu menyakitkan karena begitu banyak kenangan manis di rumah itu. Ia hanya membawa album berisi poto-poto dengan ayah dan ibunya serta baju secukupnya. Pergi ke rumah teman karibnya. Untunglah semua cobaan itu bisa dilaluinya. Keyakinan bahwa semua itu adalah kehendak Allah yang harus dilaluinya membuat dirinya menjadi kuat dan sabar. Ibadah sholat fardhu tidak pernah ditinggalkan, memanjatkan doa kepada Allah untuk ayah dan ibu. Sampai kemudian mendapatkan pekerjaan dan sekarang sudah bisa mengontrak rumah sendiri. Subhanallah.

Wednesday, January 15, 2014

Permintaan Terakhir Sang Ibu

Saat  ketika dia berbicara dengan ibunya, ibunya hanya ingin dia pulang, "Pulanglah nak, ibu rindu padamu." tutur seorang laki-laki muda di Rumah Amalia. "Ibu, aku tidak bisa pulang. Dikantor aku banyak kerjaan." ucapnya dan ditutup handphone karena sedang meeting dengan klien. Namun rupanya permintaan ibunya tidak pernah disadari bahwa itu adalah permintaan terakhir kalinya, ibunya mendapat serangan jantung tanpa pernah sadarkan diri dan keesokan harinya meninggal tanpa dia ada disisinya.

Selama dua tahun setelah meninggalnya sang ibu, rasa bersalah, penyesalan dan kepedihan menguasai dirinya, dia mengasigkan diri dari pergaulan, berganti-ganti pekerjaan, pindah tempat, mencoba mencari kesibukan baru tetapi tidak satupun dapat meringankan beban hidupnya. Sampai kesempatan dihari minggu bisa bermain dan belajar bersama anak-anak Rumah Amalia telah membuat hatinya menangis, "Mas Agus, saya merasakan betapa beban hidup saya seolah terasa diangkat oleh Allah."  Allah mendengarkan doanya dan menyembuhkan hatinya yang remuk. Sampai akhirnya menemukan sebuah harapan untuk melanjutkan hidupnya. Tak lama kemudian menikah dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Subhanallah.

Friday, October 25, 2013

Jodoh Penyejuk Hati

Impian mendapatkan jodoh yang sholeh dan sholehah seringkali menggelayuti pikiran kita yang menginginkan langgeng menuju indahnya pelaminan. Hal itu wajar karena suami istri merupakan teman sejati yang akan selalu mendampingi seseorang mengarungi luasnya samudera kehidupan. Hidup kita terasa indah jika teman hidupnya mampu merealisasikan keindahan iman dan akhlak dalam perilakunya, namun jika sebaliknya pendamping hidup kita memiliki perilaku yang buruk, maka ia mengundang hadirnya berbagai macam keburukan bagi sebuah keluarga. Tidak lagi menjadi penyejuk hati, bahkan menjadi pisau tajam yang merobek kebahagiaan hidup kita.

Oleh karena itu, kita diajarkan untuk berdoa memohon pada Allah agar diberi anugerah pasangan hidup (suami atau istri) dan keturunan yang menjadi penyejuk hati kita dan menjadi pejuang kebaikan bagi orang-orang yang bertakwa. Seperti berikut ini doanya. "Rabbana hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyyatinâ qurrata a’yunin waj-’alnâ lil-muttaqîna imâmâ." Artinya, Ya Tuhan kami, anugerahkan kepada kami, pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikan kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Furqan: 74)

Sahabatku, yang ingin segera menikah. Mohonlah pada Allah agar diberi jodoh qurrota a'yun, jodoh yang menyejukkan hati mengejewantah pada diri pasangan hidup kita. Jika kita melihatnya selalu berada dalam ketaatan kepada Allah sehingga jika kita memimpikan pasangan hidup yang menyejukkan hati. Agar impian itu tak menggantung dalam angan-angan saja, maka sejak dini gunakan tolok ukur pada agama dan ketakwaan untuk menjadi standar mutlak dalam memilih jodoh, agar hidup kita bahagia di dunia dan di akhirat.

Thursday, October 24, 2013

Bisikan Hati Memohon Jodoh

"Ya Allah, siapa jodohku?" tanyanya dalam hati seorang gadis. pertanyaan itu terlontar tidak hanya sekali dua kali, karena umur semakin bertambah terasa berat beban dihati. "Apakah aku kurang cantik? kurang menarik? atau kurang bergaul? sehingga tidak ada laki-laki yang mau mendekatiku?" ucapnya dalam hati yang membuat matanya memerah, meneteskan air matanya. disetiap sholat memanjatkan doa agar Allah berkenan dirinya untuk segera menemukan jodohnya.

Setelah lulus kuliah, Allah memudahkan jalannya untuk mendapatkan pekerjaan, harapan itu muncul kembali, "semoga Allah mempertemukan jodohku agar aku bisa membahagiakan ayah dan ibuku." Itulah yang selalu diharapkan dikala usianya yang sudah menginjak 30 tahun. Ditengah kegelisahan hati seorang teman mengajaknya untuk datang ke Rumah Amalia, kebahagiaan berkumpul bersama anak-anak Rumah Amalia membuat hidupnya semakin bertambah semangat. Berbagi untuk anak-anak Rumah Amalia berharap keridhaan Allah agar bisa menemukan jodohnya dan segera menikah. Senyuman manis hadir menyejukkan hati.

Setelah beberapa lama, melalui seorang sahabat dikenalkan seorang laki-laki yang bersahaja. Pertama kali bertemu, laki-laki itu langsung datang ke rumahnya. tidak seperti halnya anak muda umumnya yang lebih suka bertemu di mall atau di restoran. Disaat itulah ayahnya berkempatan berbincang dengannya dan ayahnya mengatakan "Nak, ayah menerima dia jadi menantu ayah." Terasa terhenyak mendengarnya. tersipu malu dibuatnya. "Ya Allah, bila dia itu jodohku, dekatkanlah dan mudahkan. namun bila dia bukan jodohku, segera jauhkan." pintanya dalam hati. Hatinya sudah mantap menikah. Lamaran dan pernikahan semuanya dimudahkan oleh Allah. Doanya dikabulkan oleh Allah.

Pernikahan itu begitu sangat membahagiakan dirinya, semua kriteria calon suami yang diucapkan dalam sholat lima waktu terwujud dalam diri suaminya. Allah Maha Mendengar semua bisikan hati hambaNya. Keyakinan atas kekuatan doa dan bisikan hati mengabulkan semua permohonannya. "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya sendiri." (QS. Qaf: 16).
AGUSSYAFII BLOG
2006
Proudly powered by : Blogger