Kampanye Program "Qurban Untuk Amalia"

Tuesday, November 10, 2009

Berdalih

Pada suatu hari Pak Lurah memberikan petunjuk teknis kegiatan kerja bakti. 'Sebelum saya memulai menjelaskan petunjuk teknis dan peran warga pada kegiatan kerja bakti kita dihari ini, mohon bapak-bapak dan ibu-ibu yang membawa HP dimatikan. Semua warga merogoh kantong kemudian mengeluarkan HPnya dan mematikan.

'Terima kasih bapak-bapak, ibu-ibu. Jadi sekarang kita bisa segera memulai..' kata Pak Lurah.

Tiba-tiba terdengar ada HP yang berbunyi suara Wulan Jamila 'akulah gadis yang paling seksi ao..ao..' ;Sekali lagi saya ingatkan, mohon HPnya dimatikan.' kata Pak Lurah dengan nada suara tinggi. Semua warga kasak kusuk, memeriksa HP masing-masing, semua sudah merasa mematikan. Pak Lurah baru sadar ternyata yang berbunyi HP yang dikantongnya sendiri.

"Nah, inilah bapak-bapak, ibu-ibu kepada anak kita juga mesti bersikap tegas mengingatkannya, 'Nak, Kalo mau berubah nada ringstone bapak, bilang-bilang dong..'

Begitulah jika kita menjadi pemimpin suka sekali berdalih. Bahkan semakin tinggi kekuasaan seseorang, semakin canggih cara berdalihnya. Terkadang kita sebagai orang awam dibuatnya tidak mengerti apa yang disampaikan benar atau salah. Kecanggihan berdalih bisa memutarbalikkan fakta, yang benar bisa dibuat salah dan yang salah bisa dibuat menjadi benar.

--
“Tidak ada yang bisa benar-benar istiqomah (dalam kebaikan) melainkan orang-orang besar.” (Disebutkan oleh an-Nawawi dalam Syarh Muslim).

Monday, November 09, 2009

Lupa Diri

Johan baru saja mendapatkan promosi atas jabatan diperusahaannya bekerja karena prestasinya yang gemilang, Johan mendapatkan mobil baru. Dia setiap saat mengendarai mobil barunya, dia selalu merasa bahagia, terkadang lupa akan sekelilingnya.

Pada suatu hari Johan sedang dalam perjalanan pulang dari Town Square. Ditengah-tengah asyiknya mengendarai mobil, Johan merasa ada yang kurang. 'Sepertinya ada yang kurang, apa ya?' bisiknya dalam hati. Johan kemudian meminggirkan mobilnya, dia periksa semua belanjannya tetapi tidak ada yang kurang. Johan periksa dompet dan handphone, semuanya ada. Akhirnya dengan mantap dan penuh percaya diri, Johan pulang dengan hati penuh kegembiraan.

Ketika sesampainya dirumah, putrinya yang cantik telah lama menunggu berlarian dan memeluknya.. Putrinya terheran dan bertanya, 'Ayah, mamah mana?'

Begitulah kita, biasanya ditengah puncak karier ataupun puncak kejatuhan memperlihatkan wajah diri kita yang sebenarnya, wajah 'lupa diri.' Lupa diri adalah lupa akan diri sendiri, lupa betapa kita juga membutuhkan orang lain, lupa akan makna kehidupan yang hakiki. Lupa bahwa hidup didunia hanya sebentar. Jadi, menjaga kesadaran diri bagian yang paling penting dalam hidup kita senantiasa tetap mengingat dari mana kita berasal dan kemana kita akan kembali agar kita tidak lupa diri.

--
Sesungguhnya kita berasal dari Alloh dan kepada-Nya kita kembali (QS.Al-Baqarah : 156).

Sunday, November 08, 2009

Orang Miskin

Di satu daerah kompleks perumahan seorang anak kecil berlarian sambil berteriak pada ibunya, 'Mamah..mamah.' Mamahnya yang sedang sibuk didapur terkejut mendengar teriakan anaknya. 'Ada apa, dek?' tanya mamahnya.

'Kayaknya tetangga kita, rumah sebelah orang miskin deh..mah.' kata sang anak.

'Ah, masa sih dek?' tanya mamahnya.

'Iya mah..masa karena anaknya menelan uang logam 500 rupiah aja sudah pada ribut.' jelas sang anak pada mamahnya.

Begitulah anak-anak berpikir dengan logikanya sendiri. Bila menelan uang 500 rupiah nilainya kecil maka dianggapnya sebagai orang miskin, mungkin bila yang ditelan uang 50.000 rupiah bisa jadi dianggapnya sebagai orang kaya. Namun begitulah kita sering kali kita juga menilai diri kita sendiri dan orang lain dari jumlah kekayaan yang dimiliki bukan dari kecukupan dan kebersyukuran.

Saya teringat diwaktu masih SMP memahami makna kecukupan dan kebersyukuran melalui penjelasan bapak saya. Bapak saya begitu sangat menghormati penjual sayur yang dipandang miskin, saya pernah bertanya padanya kenapa bapak sangat menghormatinya.

Bapak saya mengatakan, 'Apakah dia masih sholat?'

'Masih pak,' jawab saya.

'Pernahkah kita mendengar kabar dia mengambil milik orang lain?' tanya bapak.

'Tidak pak,' jawab saya.

'Pernahkah kita mendengar dia mengeluh karena kemiskinannya?' tanyanya lagi.

'Tidak pernah pak.' jawab saya.

Bapak saya kemudian menjelaskan, jika ada orang miskin yang tidak pernah meninggalkan sholatnya, tidak pernah mengambil hak orang lain dan tidak pernah mengeluh kepada orang lain karena kemiskinannya maka kita wajib menghormatinya, sebab dari merekalah kita bisa belajar tentang kecukupan dan syukur nikmat atas semua karuniaNya.

---
'Dan barangsiapa yang akhirat menjadi keinginannya, niscaya Alloh kumpulkan baginya urusan(dunia)-nya dan dijadikan kekayaan di dalam hatinya dan didatangkan kepadanya dunia bagaimanapun keadaannya.' (HR Ibnu Majah)

Saturday, November 07, 2009

Belajar Di Hari Libur

Pada hari Ahad (08/11/09) jam 8 pagi Kak Nani sudah datang, sementara anak-anak Amalia juga hadir untuk belajar di hari ahad. Belajar pagi itu sangat menyenangkan bagi anak-anak. Belajar dihari libur esensi bagi anak-anak adalah bermain. Bermain yang terarah membuat anak-anak mampu berfikir secara aktif. Kak Nani membagi anak-anak menjadi tiga kelompok. Belajar secara berkelompok memudahkan anak-anak untuk berinteraksi, yang sudah mengerti bisa mengajarkan kepada yang belum bisa. Anak-anak menjadi ramai dengan suara yang riuh.

Saya teringat ada seorang ibu pernah bertanya, bagaimana anak-anak lebih menyenangi kegiatan belajar?' 'belajar akan disenangi anak-anak apabila berperan lebih aktif dalam proses pembelajaran.'jawab saya. 'bukankah hal itu sulit sekali dilakukan pada anak-anak?' tanya sang ibu. saya jelaskan pada sang ibu agar anak-anak berperan lebih aktif dalam proses pembelajaran adalah memberikan anak-anak pengalaman melalui observasi atau praktek langsung. Jika kita ingin mengajarkan anak-anak tentang transaksi, cara yang mudah adalah mengajak anak-anak datang ke super market memperhatikan setiap kegiatan yang berada di super market, kemudian kita mensimulasikan kegiatan di super market.

Berikutnya menjadi bagian yang paling penting bagi anak-anak adalah kesempatan untuk berdialog. Berdialog dengan diri sendiri dan berdialo dengan teman-temannya. Selain mengobservasi dan mencoba sendiri, anak-anak juga perlu diberikan kesempatan untuk berpikir mengenai apa yang telah diperhatikan atau yang telah ditemukan melalui kegiatan prakteknya. Anak-anak juga perlu mengekspresikan apa yang telah dipikirkannya kepada teman-temannya dan kepada gurunya, baik dalam bentuk komentar maupun pertanyaan. Melalui dialog inilah anak-anak merangkai informasi seolah merangkai puzzle. informasi yang diterima semakin utuh dan tidak mudah untuk dilupakan.

Pada dasarnya otak kita memiliki memori jangka panjang dan jangka pendek. Informasi yang tidak diolah dan disimpan dalam memori jangka pendek maka cepat terlupakan. Sedangkan kegiatan yang menyenangkan dan nyaman dengan berperan lebih aktif dalam proses pembelajaran dan dialog akan tersimpan dalam memori jangka panjang sehingga dapat diakses kembali dan digunakan disaat situasi yang relevan dilain waktu. Itulah sebabnya belajar dihari libur esensinya adalah bermain. Bermain merupakan kegiatan yang paling menyenangkan bagi anak-anak Amalia seperti pagi ini dihari Ahad.

----
'Niscaya Allah akan meninggikan orang2 yang beriman di antaramu dan orang2 yang
diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.' (Al Mujadilah: 11).

Kegiatan Bimbel Di Hari AHad

Kegiatan anak-Anak Amalia di hari Ahad (08/11/09), Kegiatan dihari libur buat anak-anak Amalia sungguh sangat menyenangkan karena esensinya adalah bermain. Bermain yang terarah akan mampu merekam pada memori anak-anak jangka panjang.

Injakan Kaki Diatas Kepala

'Bagaimana perasaan kita jika kepala kita ada yang menginjak? apakah kita berhak untuk marah?' Begitulah yang dirasakan pemuda itu. Insiden terjadi disaat dirinya tengah mengerjakan sholat. Ketika ditengah khusyuknya dia bersujud, tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah kaki yang menginjak kepalanya. Awalnya pemuda itu marah, begitu bangun dari sujudnya seolah tersadar apa yang sebenarnya terjadi, ternyata yang menginjak kepala adalah seorang kakek yang tua renta. Lantas berkali-kali pemuda itu beristighfar hampir saja dirinya mencengkram krah baju sang kakek tua.

Air matanya terus mengalir, ditengah kegalauannya hidup, hendak memohon pertolongan kepada Alloh SWT yang terjadi malah sebuah kejadian yang menyakitkan dirinya. 'Apakah sebenarnya yang terjadi?' ucap pemuda itu. 'Apakah ini sebuah jawaban dari Alloh? Sungguh betapa hinanya aku bila tidak memahami betapa kecilnya diriku dan betapa Maha Besarnya Engkau Ya Alloh.' tuturnya dalam hati. Pemuda itu raut wajahnya berubah. Amarahnya berubah menjadi senyuman. Injakan kaki sang kakek tua itu telah menyadarkan atas kesombongan yang ada pada dirinnya. pemuda itu telah menemukan makna sujud dari peristiwa itu. Masalah hidup yang telah membuat hatinya galaupun berlalu begitu saja. Pemuda itu menyelesaikan sholat dengan hati penuh riang dan gembira. Kegembiraan itu juga dirasakan seluruh keluarganya.

Sang Khaliq selalu hadir dengan yang dipahami maupun yang tidak bisa dipahami oleh kita. Alloh SWT Yang Maha Besar hadir dengan cara yang tidak terbatas. Kewajiban kita adalah selalu merasakan kehadiranNya dibalik setiap peristiwa. Ada kehadiranNya dibalik nikmat, Ada kehadiranNya dibalik kesusahan. Ada kehadiranNya dibalik senyuman dan ada juga kehadiranNya dibalik 'injakan kaki' diatas kepala kita. Dia Yang Maha Agung juga hadir dalam keindahan lautan, dalam hutan nan hujau, maupun dalam setiap peristiwa besar yang kita alami sekarang ini bahwa bencana alam yang terjadi secara berturut-turut menyadarkan diri kita ada bencana sosial ditengah kehidupan bangsa ini. 'Apakah kita menyadari hal ini adalah sebuah injakan kaki dikepala agar kita kembali kepadaNya?'

---
'Sesungguhnya kami hanyalah milik Alloh dan sesungguhnya hanya kepadaNyalah kita akan dikembalikan. “Ya Alloh, berilah kami pahala dalam musibah ini dan berilah kepada kami gantinya dengan yang lebih baik daripadanya.' (HR. Muslim).

Menggemari Buku

Sabtu pagi jam 9, anak-anak Amalia berangkat bersama-sama ke Indonesia Book Fair, JCC, Senayan. Bersama Lusi, Atun, Mona, Rizki, Novi, Ari, Egi dan Hana penuh kegembiraan. Kegembiraan itu terpancar dari raut wajahnya dengan senyuman. Begitu kami sampai anak-anak sudah berlarian. Indonesia Book Fair nampak meriah, banyak orang-orang yang memenuhi setiap stan bahkan disalahsatu stan Hana sibuk dengan komputer interaktifnya. Sementara kakak-kakaknya sedang asyik membaca. Rizki menggemari buku yang berjudul 'Master Sulap.' Rizki sedang membayangkan dirinya seolah Dedy Corbuzse Sang Master. Mona dan Lusi membaca buku resep makanan, Novi terlihat lebih asyik dengan komik bergambar.

Biasanya kami di Rumah Amalia senantiasa menugaskan anak-anak agar membaca salahsatu buku kemudian merangkum. Setelah merangkum maka mereka menceritakan pada teman-temannya dengan demikian anak-anak menjadi menggemari buku. Menggemari buku akan membuka cakrawala anak-anak untuk meluaskan pemikiran. membaca, menulis dan bermain merupakan sebuah rangkaian belajar yang tidak pernah berhenti. Bagian yang paling penting dari proses belajar secara terus menerus.

Saya teringat ketika Baginda Nabi Muhamad SAW menerima wahyu pertama kali yang berbunyi, Iqra bismirrobikal ladzi kholaq, 'Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah menciptakan.' Pesannya adalah agar kita senantiasa membaca. Membaca buku, membaca rangkaian setiap peristiwa yang berada disekeliling kita agar kita menjadi orang yang selalu peduli. Dengan menggemari buku maka anak-anak mengasah kepekaan pikiran dan perasaan yang ada pada dirinya.

Itulah sebabnya kepergian kami ke Indonesia Book Fair merupakan upaya agar anak-anak Amalia menggemari buku dan kami juga sempat sejenak mendengarkan diskusi menarik tentang buku 'Api Sejarah' namun saya lupa nama penulisnya. Berbagai buku dilahapnya sampai habis bahkan ada buku yang menarik, disebutnya dengan 'Talking Book.' Buku yang bisa berbicara, Hana putri saya mencoba 'Talking Book' mudah dan sederhana karena ada peralatan elektroniknya namun sayang masih terasa mahal untuk kami. Pada sesi terakhir kami memasuki salahsatu stan dan anak-anak mendapatkan buku serta majalah komik gratis sebagai hadiah untuk anak-anak Amalia yang selalu menggemari buku. 'terima kasih kak..' ucap anak-anak Amalia dengan wajah tersenyum penuh kebahagiaan.

---
'Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk dari Alloh dan mereka itulah ulul albab' (QS. 3:7).

Friday, November 06, 2009

Anak-anak Amalia ke Indonesia Book Fair

Pada hari sabtu jam 9 pagi kami berangkat ke Indonesia Book Fair JCC Senayan, ternyata acara Indonesia Book Fair sangat meriah sekali. Lihat nih Lusi, Atun, Mona, Novi, Rizki, Egi, Ari dan Hana lagi sibuk berkeliling penuh semangat mencari dan membaca buku-buku baru, Hana lagi asyik nih maen komputer.
AGUSSYAFII BLOG
2006
Proudly powered by : Blogger