Yuk, wujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah

Friday, November 21, 2014

Saat Bahagia

Saat bahagia, duduk berdua bersama dengan orang yang disayangi, tak sanggup untuk jauh darinya. Untuk menjadi miliknya seorang, menemani sepanjang hayat namun yang terjadi malah sebaliknya, suaminya malah jatuh cinta pada perempuan lain. Begitulah penuturan seorang ibu di Rumah Amalia. Air matanya sudah tidak sanggup dibendung lagi, luka perih dihati begitu sangat mendalam, entah sudah berapa kali suami menyakiti hatinya. Setiap ditanya "Mengapa engkau tidak ceraikan aku saja?" Pertanyaan itu seolah angin lalu. Perjalanan Rumah Tangganya sudah dua puluh lima tahun. Keinginan berbagi untuk Rumah Amalia sudah tak terbendung lagi. Kebahagiaan mengalir diseluruh tubuhnya. Betapa nikmat mengharap keridhaan Ilahi Robbi, hanya bisa berserah dan memohon pada Allah.

Tak Sampai sepekan kemudian ia mendapatkan kabar bahwa suaminya sedang terbaring di Rumah Sakit karena mobilnya mengalami kecelakaan. Di Rumah Sakit ia melihat suami yang sedang terbaring lemah, menangis bercucuran air mata. Meminta maaf atas semua perbuatan yang pernah dilakukannya. Kekuatan dan kesabaran dirinyalah yang mampu untuk menyembuhkan luka hati. "Mas, aku sudah memaafkan.."ucapnya. Ketegaran hati telah mampu membimbing anak-anak dan suaminya untuk selalu berada di jalan Allah. Pengalaman itu semakin meneguhkan keimanannya bahwa Allah akan membalas kebaikan yang ikhlas dengan kebaikan yang berlipatganda. Sejak itu saat bahagia bersama orang-orang yang disayanginya telah kembali dan semakin mendekatkan diri kepada Allah. Subhanallah..

Tuesday, August 12, 2014

Rumahku Surgaku

Sungguh indah jika rumah kita bagai surga. Surga bagi para penghuninya. Buat saya rumah berarti juga kantor, lingkungan, dijalanan, bahkan kehidupan dimana saya sehari-hari berada, berkumpul dan berinteraksi dengan orang lain. Jika kehidupan adalah surga berarti melakukan semua kegiatan penuh kebahagiaan dan suka cita. Tempat dimana ladang amal ditanam. Tempat dimana cinta dan kasih sayang disemai. Tempat dimana para orang tua mengajarkan cinta kasih pada sang buah hati. Disaat itulah kebahagiaan hadir dengan sendirinya.

Tuesday, April 22, 2014

Keikhlasan Seorang Suami

Air mata keikhlasan seorang suami menjadi terasa indah ketika sedang diuji oleh Allah, Apakah cintanya terhadap pasangan hidupnya dilandasi karena kecintaannya kepada Allah? Sungguh begitu indahnya air mata kebahagiaan seorang suami yang tulus mencintai istrinya karena Allah. Itulah yang terjadi pada seorang bapak yang diuji oleh Allah dengan istrinya sakit. Sampai suatu ketika istrinya mengeluh, dia ada yang dirasakan sakit untuk buang air karena itulah ia mengajak untuk ke dokter, begitu diperiksa dokter meminta untuk diopname karena istrisakit kanker usus. Dan dikatakan oleh dokter, istri tercinta hidupnya tidak lama lagi, 'astaghfirullah..'dalam hening dirinya berdoa, Ya Allah, cobaan apa yang Engkau berikan kepada kami?'

Dalam kondisi sakit seperti itu istrinya mengatakan bahwa kebahagiaan itu hadir sebab karena sakit inilah malah membuat kami sekeluarga rajin beribadah dan malah dekat kepada Allah Sampai akhirnya istri yang tercinta menjalani operasi, ia menyaksikan langsung gumpalan darah yang sebesar telur ayam telah dikeluarkan dalam jumlah banyak. Ia berusaha menguatkan hati ketika senyum istri menghiasi wajahnya dan mengatakan, 'ayah sabar ya..semuanya serahkan kepada Allah.'

Padahal hatinya terasa diiris-iris oleh pisau, sakit dan tidak karuan. Dalam kondisi seperti itu istrinya mengatakan ingin menunaikan ibadah umrah bersamanya. Masya Allah...walaupun hati dibuat tegar namun airmatanya tak mampu ditahan, airmata itu mengalir begitu saja dengan derasnya. Setelah operasi dokter hanya mengatakan, hanya Allahlah yang akan memberikan keajaiban. Itulah sebabnya ia dan anak-anak selalu mengajak ke Rumah Amalia, berniat untuk bershodaqoh, memohon kepada Allah untuk kesembuhan istrinya.

Lima bulan setelah operasi, berat tubuhnya menjadi naik. Dokter menyarankan agar istrinya mempertahankan berat tubuhnya. dokter yang menangani istrinya geleng-geleng kepala, dokter itu mengatakan hal ini sungguh keajaiban. Dirinya dan keluargana menangis bahagia karena bersyukur kehadirat Allah. 'Iman saya makin kuat, saya jadi tambah yakin dengan KemahabesaranNya, hanya mengabdi hidup dan mati saya untuk Allah. Bagi saya hanya satu, doa dapat mengubah yang buruk bisa menjadi baik dan yang salah menjadi indah dalam hidup ini.' Begitu tuturnya, tutur seorang suami yang penuh keikhlasan menjaga istrinya diketika sakit. Subhanallah..

-- Barang siapa menggembirakan hati istri, maka seakan-akan menangis takut kepada Allah. Barang siapa menangis takut kepada Allah, maka Allah mengharamkan tubuhnya dari neraka. Sesungguhnya ketika suami istri saling memperhatikan, maka Alloh memperhatikan mereka berdua dengan penuh rahmat. Manakala suami merengkuh telapak tangan istri (diremas-remas), maka berguguranlah dosa-dosa suami & istri itu dari sela-sela jarinya. [HR. Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi' dari Abu Sa'id Al-Khudzri].

Tuesday, January 28, 2014

Sholat Atasi Gangguan Kepanikan

Jangan pernah menyelepekan bila anda sering mengalami kecemasan, berkeringat dingin, seluruh tubuh lemas, gemetar, tidak mampu bersuara. Ini adalah gejala gangguan kepanikan yang banyak dialami oleh masyarakat perkotaan. Gangguan utama adalah serangan kepanikan atau kecemasan yang berulang-ulang, yang tidak terbatasi pada situasi tertentu atau rangkaian peristiwa dan tidak pernah diduga sebelumnya. Gejala kecemasan atau ketakutan terjadinya mendadak disertai dengan gejala somatik seperti jantung berdebar-debar atau disebut dengan istilah "Palpitasi", nyeri dada, perasaan tidak enak. Gejala ini dikaburkan dengan gejala serius yang lainnya seperti infark otot jantung atau gelaja histeria. Gejala lainnya yang lazim adalah napas terasa memendek atau melemah, perasaan tercekik, kepala pusing, tubuh bergetar atau bergoyang, perut mual, terhuyung-huyung atau kepala goyang disertai perasaan takut kehilangan kendali, takut mati, rasa kesemutan pada bagian kepala atau seluruh tubuh. Biasa berlangsung beberapa menit, bisa lama, frekuensinya variatif. Penderita biasanya terburu-buru meninggalkan lokasi tertentu seperti di dalam bus, kerumunan banyak orang, dipasar atau mall, menghindar dari tempat-tempat keramaian.

Beberapa penelitian berpendapat bahwa gangguan ini erat kaitannya faktor genetik. Namun disisi lain kepanikan bisa juga disebabkan oleh faktor psikososial. Menurut teori psikoanalisis, serangan kepanikan merupakan hasil pertahanan yang tidak berhasil melawan impuls yang menimbulkan kecemasan. Walaupun rangsangan panik erat hubungannya dengan fisiologi syaraf, mulai terjadi kepanikan pada umumnya lebih berhubungan dengan faktor lingkungan & psikologis, seseorang yang mempunyai stress tinggi & penderitaan hidup terutama kehilangan, kehilangan orang yang dicintai, kehilangan harga diri, kehilangan kepercayaan pada orang yang dicintai. Gangguang kepanikan pada usia sebelum umur 17 tahun berhubungan kuat dengan peristiwa perpisahan dengan orang tua atau kematian orang tua. Peristiwa penyebab serangan kepanikan dikatakan mempunyai arti di alam bawah sadar.

Lantas bagaimana agar terbebas gangguan dari kepanikan? Pada kasus kepanikan bila dokter tidak menemukan gangguan fisik biasanya diberikan obat agar tenang dan tidur nyenyak yang disebut dengan "benzodiazepin", obat ini menimbulkan efek atau dampak ketergantungan dan gangguan kognitif. Obat hanya bisa menghilangkan gejalanya, kesembuhan datangnya dari diri sendiri. Ketahanan diri dan iman anda menjadi faktor kunci untuk bisa menyembuhkan diri sendiri. Sholat dan dzikir bisa mendatangkan kedamaian dan ketenangan. Rasa kedamaian ini menumbuhkan ketenangan batin yang menghindarkan dari kepanikan. Rasa damai ini disebabkan rahmat Allah semata, sebagai sumber kedamaian. jika anda dekat dengan Allah saja tentunya yang bisa merasakan kedamaian tersebut. Secara biologis pada saat anda menemukan titik kedamaian maka otak akan mengeluarkan suatu dzat yang memberikan rasa segar, damai dan menyenangkan ke seluruh jasmani yang disebut dengan zat "endorphine" maka disaat itulah anda terbebas dari segala bentuk kepanikan.

"Wahai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhaiNya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hambaKu dan masuklah ke dalam surgaKu (QS. al-Fajr : 27-30).

Friday, January 17, 2014

Kangen Ayah Dan Ibu

"Saya merindukan ayah dan ibu..Mas," tutur seorang gadis di Rumah Amalia. Ia bercerita kebahagiaan di dalam hidupnya memiliki orang tua yang sangat perhatian adalah dambaan setiap orang di masa kanak-kanak. Ia merasa beruntung karena memiliki ayah dan ibu yang sangat mencintai dirinya. Bahkan ayah dan ibu sangat memanjakannya, barang yang diinginkannya sebisa mungkin ayah dan ibu mengabulkan. Begitu besar cinta dan perhatian mereka sehingga tidak pernah menyangka ternata ia hanyalah anak adopsi. Kenyataan itu membuat hatinya terluka perih, menyayat hatinya yang paling dalam. Ia menjadi minder dan menarik diri dari pergaulan. Ayah dan Ibunya selalu menghibur dan menyakinkannya, kalau setatus itu tidak akan mengubah kasih sayang mereka. Meski sulit namun akhirnya ia berusaha untuk menerima kenyataan hidup ini. Badai kehidupan itu datang menghempas, sebulan kemudian ayahnya meninggal karena sakit ginjal dan tidak lama kemudian ibunya yang sangat dicintainya menyusul meninggalkan dirinya untuk selamanya.

Kepergian ayah dan ibunya tidak membuat penderitaannya berakhir, seminggu ibu meninggal, paman dan tante dari ayah mendatangi rumahnya. Mereka membicarakan harta peninggalan ayah dan ibu, "Rumah peninggalan ayah dan ibumu adalah hak kami, kamu tidak memiliki hak sama sekali atas rumah ini. Jadi, kami minta dalam seminggu ini tinggalkan rumah ini karena akan langsung dijual." ujar tante. Ucapan itu membuat ia terhenyak, tak terasa ia menjerit, air matanya meleleh. "Kalau rumah ini dijual, aku harus tinggal dimana?" Paman menjawab tanpa perasaan bersalah sedikitpun. "Ya, terserah kamu, mau tinggal dimana. itu bukan urusan kami." Ia tidak bisa mengatakan apapun. Hatinya terasa pedih, tubuhnya lemah tak berdaya. Menangis tersedu-sedu. Paman dan tantenya pergi meninggal dirinya begitu saja. Keesokan harinya tanpa harus menunggu seminggu, ia sudah meninggalkan rumah. Kesedihan terasa begitu menyakitkan karena begitu banyak kenangan manis di rumah itu. Ia hanya membawa album berisi poto-poto dengan ayah dan ibunya serta baju secukupnya. Pergi ke rumah teman karibnya. Untunglah semua cobaan itu bisa dilaluinya. Keyakinan bahwa semua itu adalah kehendak Allah yang harus dilaluinya membuat dirinya menjadi kuat dan sabar. Ibadah sholat fardhu tidak pernah ditinggalkan, memanjatkan doa kepada Allah untuk ayah dan ibu. Sampai kemudian mendapatkan pekerjaan dan sekarang sudah bisa mengontrak rumah sendiri. Subhanallah.
AGUSSYAFII BLOG
2006
Proudly powered by : Blogger