Jaga Selalu Hatimu
Hidupnya menjadi terasa gelap, rumah tangga terasa dingin. Istri dan anak-anaknya tak mau menyapanya. Bahkan kekasih gelapnya memutuskan hubungan terlarang, "Bang, kita putus aja cintai terlarang ini." tutur kekasihnya yang pergi meninggalkan seorang diri. Allah seolah mengingatkan pada dirinya bahwa jalan yang dipilihnya salah. Air mata penyesalan dari perbuatan yang salah. Keinginan untuk berbagi di Rumah Amalia hanya berharap keridhaan Allah, mengembalikan, istri dan anak-anaknya. Rindu akan senyuman, tawa dan canda keluarga. Ia selalu menyempatkan pulang lebih awal agar bisa sholat maghrib, awalnya anak-anak menolak untuk sholat berjamaah namun anak yang bontot mau berjamaah, satu persatu ikutan sholat berjamaah. Istrinya tetap diam membisu. Sampai satu malam, istrinya memeluk tubuhnya, "Maafkan aku Mas.." Ia pun menjawab, "Aku yang salah Ma. Maafkan aku.." Anak-anaknya menangis berhamburan, 'Jaga Selalu Hati Mas.." bisik sang istri, ia mengangguk. Bersama keluarga istri dan anak-anaknya membangun kekokohan keluarga lebih mendekatkan diri pada Allah.
1 Response to "Jaga Selalu Hatimu "
Sungguh menakjubkan rangkaian kata² anda.
Post a Comment