Wednesday, October 28, 2009

Anak Penjual Koran

Panas terik menyengat Jakarta. Sehabis sholat dhuhur perut keroncongan. Melangkahkan kaki hendak makan siang menjadi bersemangat. Warung Padang siang itu menjadi pilihan buat saya. Saya memesan ayam goreng dengan kuah rendang. Ditemani dengan air putih membuat tubuh menjadi segar. Anak kecil berlari menawarkan koran. 'Korannya om?' katanya. 'Ehm..korannya apa aja ya?'tanya saya. Anak itu menunjukkan semua korannya. Saya kemudian mengambilnya satu. Saya sodorkan sepuluh ribuan. Dia berikan kembaliannya beberapa lembar ribuan.

'Bagaimana kalo kita makan bareng,'kata saya. Anak itu belum sempat menjawab. Saya memesankan satu porsi dengan ayam goreng. wajahnya tersenyum, matanya berbinar-binar, begitu hidangan ayam gorengnya datang. Langsung disantapnya dengan lahapn ayam goreng dan kuah rendang. Makan berdua menjadi terasa nikmat sekali buat saya.

Saya teringat ada seorang teman yang mengeluh ditengah berlimpahnya materi malah kehilangan rasa nikmat makan apapun. Barangkali nikmat dalam menyantap makanan berbanding lurus dengan status sosial dan gaya hidup kita. Semakin tinggi status sosial seseorang dan gaya hidupnya juga meningkat. Berarti lidahpun menjadi terbiasa menikmati hidangan-hidangan mewah sehingga makin berkurang rasa nikmat makanan-makanan yang sederhana. Makanan yang sederhana begitu nikmat bagi orang seperti saya.

Siang itu kami berdua nambah nasi putih. Dia bercerita setiap hari jualan koran dari pagi sampai siang untuk membantu ibunya. Setelah jualan koran, dia berangkat sekolah. Tak lama kemudian dia, selesai makan anak penjual koran itu bergegas merapikan korannya. tak lupa berkali-kali mengucapkan terima kasih. Dari jauh nampak melemparkan senyum.

Sejak itu, sesekali kami berdua makan siang bareng. Menikmati ayam goreng dengan kuah rendang. Ditambah sambal ijonya yang begitu nendang. Tidak lupa menyantap setiap hidangan dengan penuh syukur, 'Terima kasih Ya Alloh atas karuniaMu dihari ini..' Amin..

---
'Sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang bersyukur (QS. Al-Qamar [54]:35).

No comments:

Hati Gelap Karena Perselingkuhan

Perselingkuhan adalah faktor penyebab kehancuran rumah tangga, perselingkuhan itu juga hampir menjadi penyebab kehancuran per...