Diguncang Derita
Tak lama guncangan derita berikutnya tiba, ketika dirinya diharuskan berhadapan dengan pengadilan karena urusan sengketa. Sekuat apapun sebagai seorang perempuan. Dalam kesendiriannya merenungi kepahitan hidup yang bertubi-tubi. Beliau menyadari sejak lama sudah lama menjauhkan diri dari Allah. Nikmat yang begitu melimpah hampir tidak pernah disyukurinya karena sebagai bentuk protes kepada Allah atas kepahitan yang dialaminya. Sholat Fardhu yang dulu senantiasa dikerjakan sudah lama ditinggalkan. Kepahitan, kecewa, marah telah membuat hidupnya menjadi hampa & kehilangan makna. Malam itu di Rumah Amalia beliau berniat untuk bershodaqoh agar urusan sengketanya dipengadilan segera selesai.
Sampai kemudian keputusan pengadilan menyatakan dirinya menang, banyak teman-temannya yang terheran bagaimana mungkin dirinya bisa menang dipengadilan? 'hanya Allah yang Maha Mengatur semuanya.' begitu jawabnya. 'Saya rasakan Allah Subhanahu Wa Ta'ala sangat sayang kepada kami sekeluarga, ketika kami jauh dari Allah karena musibah datang bertubi-tubi, Ternyata Allah masih menyayangi & melindungi kami. 'Alhamdulillah, terima kasih ya Allah.' ucapnya dengan penuh rasa syukur.
'Cukuplah Allah menjadi penolong bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, mereka tidak ditimpa sesuatu bencana & mereka mengikuti keridhaan Allah. Allah mempunyai karunia yang besar.' (QS. ali Imran : 173-174).
0 Response to "Diguncang Derita"
Post a Comment