penjual balon

Suasana siang makin lama makin meriah. sambil menunggu ada salah satu guru mengadakan lomba yang berhadiah buku dan Juz Amma'. Hewan Qurban mulai dari Sapi kemudian satu persatu kambing disembelihdan dipotong-potong serta dimasukkan kedalam kantong plastik, para panitia sibuk untuk membagikan. Antara penerima dengan jatah Qurban berlebih. Ada usulan salah satu Siswa kelas 9 Labschool Cinere yang berkata, "Pak bagaimana kalo jatah yang tersisa kita bagikan aja pada para pedagang itu?" "Wah, usulan yang bagus itu.."kata saya.beberapa kantong daging qurban kita bagikan, salah satunya adalah seorang penjual balon tua nampak lemah, seorang siswa menyerahkan kepadanya.
Dengan senyuman kakek tua penjual balon itu sambil mengatakan, "Nak, bukannya bapak menolak. Cuman alangkah baiknya jika daging qurban ini diberikan saja untuk yang lain. Bukankah yang belum kebagian masih banyak?"Perkataan penjual balon itu membuat kami, para panitia saling menatap. Banyak orang yang ingin berharap untuk mendapatkan namun ada orangyang kami anggap berhak menerima malah meminta untuk menyerahkan kepada yang berhak. Astaghfirullah...
2 Responses to "penjual balon"
ternyata masih ada orang seperti penjual balon itu di jaman sekarang. Langka tuh bapak itu. Segitu dia orang "kecil" tp punya jiwa yg "besar". Apa orang "besar" ga bisa mencontoh sikap ( kalo gak bisa dibilang malu ) bapak itu??? Jangan bisanya cuma memperkaya diri, tapi liat sekeliling, masih ada yg kekurangan ga ?Pak "penjual balon" pertahankan rasa sosialmu, semoga Allh mencatat semua amal kebaikanmu. Amin.
saya setuju dengan anda..
Post a Comment