Monday, August 07, 2006

Setiap Di Masjid

Saya selalu memperhatikan setiap aktifitas orang yang ada di dalam masjid, ada sholat sunah dengan khusyu' banget, ada yang berdoa dari dhuhur sampe ashar. Ada juga yang berdoanya sambil menangis.

Tentunya itu semua aktifitas seorang hamba memohon kepada Allah SWT.
ada lima model hubungan hamba dengan Allah SWT. Pertama model hubungan budak dan tuan. Budak selalu takut kepada tuannya karena ia merasa telah tidak memiliki diri sendiri karena sudah dimiliki tuannya tu, yang dengan itu mudah dijadikan kambing hitam atas semua kegagalan. Orang tipe ini memandang Tuhan sebagai Yang Maha Galak dan Suka menghukum (syadid al `iqab dan dzu intiqam), oleh karena itu beribadah baginya adalah untukan mencari selamat. Kedua model kuli dan majikan. Kuli hanya punya dimensi mingguan, lebih dari itu artinya adalah kegagalan. Kuli tak pernah sanggup berfikir memperoleh rapelan. Jika upah seminggu tidak dibayar majikan maka ia berubah dari hormat menjadi galak. Tipe orang seperti ini jika merasa doanya tidak dikabulkan Allah SWT maka ia marah dengan sekaligus tidak mau lagi menjalankan ibadah, karena diangap percuma. Ketiga model pedagang dan pembeli. Pedagang akan memperlakukan pembeli sebagai raja manakala ia dapat membayangkan keuntungan yang besar dari transaksinya. Jika tidak maka ia merasa tidak perlu menghormatinya. Tipe orang seperti ini dalam beribadah selalu memperhitungkan pahala. Oleh kalo pas bulan Ramadlan yang dianggap penuh berkah itu ia dapat menjalankan berbagai paket ibadah dalam jumlah besar, karena membayangkan pahalanya yang berlipat-lipat. Selanjutnya di luar Ramadlan ia menjadi sangat biasa dan bahkan agak malas, karena transaksi pahalanya bertarip wajar. Keempat model hubungan orang yang berhutang budi kepada orang yang berjasa. Kata orang, hutang budi dibawa mati, oleh karena itu bagi orang yang berhutang budi rasanya ia tak dapat melunasi hutangnya dengan cara apapun. Orang tipe ini didorong oleh rasa syukurnya kepada Tuhan dalam beribadah kepada Nya merasa segalanya tak cukup karena merasakan betapa besarnya anugerah Allah SWT kepada dirinya. Kelima, model orang yang jatuh cinta kepada kekasihnya. Bagi orang yang sedang mabuk kepayang, penderitaan terasa indah, yang berat terasa ringan, yang dingin terasa hangat, dan yang panas terasa dingin. Orang tipe ini merasakan betapa nikmatnya beribadah kepada Allah SWT meski harus melalui kesulitan demi kesulitan.

2 comments:

lidah penghunus said...

Assalamualaikum. jemputlah ke http://www.lindunganbulan.blogspot.com http://www.karyamuslim.blogspot.com dan http://www.wtv8.tv

Adli said...

Assalamualaikum, Tulisan bagus.
Saya undang mampir di http://adli2006.blogspot.com

Hati Gelap Karena Perselingkuhan

Perselingkuhan adalah faktor penyebab kehancuran rumah tangga, perselingkuhan itu juga hampir menjadi penyebab kehancuran per...