Jodoh Yang Dinanti

Setelah itu semua berlalu begitu saja. Entah tiada kabar lagi, tiada pertemuan dan tegur sapa. Bagai tertiup angin. Tenggelam dalam kesibukan. Ditengah galau kehadirannya di Rumah Amalia turut menjadi hidupnya dihiasi dengan keindahan dan kebahagiaan, bershodaqoh untuk Rumah Amalia dengan mengharapkan keridhaan Allah menguatkan setiap langkah hidupnya yang begitu terasa berat dijalaninya. Terkadang hati terasa perih teringat ibundanya bertanya, kapan kamu menikah? Adikmu saja sudah sebentar lagi anaknya dua? Kapan ibu melihat kamu menikah? Ucapan itu begitu perih menyayat hati. Air matanya mengalir disetiap sholat tahajud, memohon kepada Allah agar bertemu dengan jodohnya.
Allah Maha Mendengar setiap doa hambaNya. Doa itu dijawabnya, sungguh tidak pernah diduganya. Ikhwan datang bersama keluarganya untuk melamar. Dirinya terkejut, ibundanya menangis, rasa haru dan bersyukur menyatu dalam panjatan kehadirat Ilahi Robbi. "Alhamdulillah, Ya Allah, Engkau dengarkan doa kami," tutur ibunda penuh isak tangis menerima lamaran itu dan tidak lama kemudian menentukan akad nikahnya. Kebahagiaan keluarga besar mempersiapkan pernikahan seolah waktu berjalan begitu lama, keberserahan diri kepada Allah mempersatukan cinta mereka telah mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah. Subhanallah..
0 Response to "Jodoh Yang Dinanti"
Post a Comment