Yuk, wujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah

Tuesday, November 25, 2008

Air Mata Yang Tak Terbendung

Malam itu saya kedatangan seorang ibu. Ibu itu bertutur dengan air mata yang sudah tak terbendung lagi. Dia menceritakan bahwa dirinya pernah memiliki dua anak laki-laki yang ditinggal bapaknya waktu masih bayi. Anak-anaknya tumbuh dengan kondisi memprihatinkan dan nakalnya luar biasa.

“Sampai satu hari mas” kata sang ibu dengan bercucuran air mata. “Saya membawa kedua anak itu kekuburan bapaknya dan saya katakan, Pak. Nih urus anak-anakmu. Aku sudah tidak sanggup lagi.” Kata sang ibu. Seminggu kemudian dua anaknya meninggal dunia karena sakit.

“Ya Alloh, Ya Robbi” tak terasa kata-kata itu terucap. Kisah itu terasa menyayat dihati. Seolah mengiris lubuk hati yang paling dalam, membayangkan betapa berat beban seorang ibu yang mengurus dua anak yatim sampai pada satu titik ketidaksanggupan.

--
“Adapun terhadap anak-anak yatim maka janganlah kamu bersikap kasar terhadapnya dan adapun orang yang meminta-minta maka janganlah engkau usir dan adapun nikmat Tuhanmu hendaklah engkau sebutkan sebagai perwujudan syukur. (Surah Adh Dhuha Ayat 9-11).

Wednesday, November 19, 2008

Airmata untuk seorang Teman

Sore itu saya kedatangan tamu, putrinya teman mengabarkan bahwa ayahnya memanggil agar ke rumah. Teman itu adalah seorang guru, hampir seumur hidupnya digunakan untuk mengabdi didunia pendidikan. Kami sering berdiskusi bagaimana membuat program pembelajaran bagi masyarakat.

Sore itu Pak Pendi dengan senyum khasnya menyapa saya. Setelah itu kami berbincang banyak “Mas Agus, jangan pernah lelah untuk mengajar. Sekalipun mengajar tidak mendatangkan materi yang berlimpah” katanya. “Baik pak, terima kasih nasehatnya” Jawab saya. Diskusi kami makin hangat. Tak terasa terdengar kumandang adzan maghrib saya pamit pulang.

Ba’da Isya’ istri saya mengabarkan, “Mas, mas, Pak Pendi meninggal lo. Udah sana takziyah.” Kabar itu menyesakkan dada. Seolah tak percaya, air mata saya tak terasa menetes, terbayang senyumnya yang khas sosok seorang guru. Kata-katanya seolah masih terekam, “Mas Agus, jangan pernah lelah untuk mengajar. Sekalipun mengajar tidak mendatangkan materi yang berlimpah” Kata-kata itu terasa menyengat.

Selamat Jalan Pak Pendi, doa kami menyertaimu...

Tuesday, November 18, 2008

Selamat Karena Shodaqoh

Pernah satu hari seorang teman bertutur bahwa dirinya selamat dari kecelakaan karena shodaqoh. Saat itu dia dan sahabatnya sedang liburan akhir pekan. masing-masing membawa mobil pribadinya setelah seminggu bekerja keras mereka sengaja untuk melepaskan lelah.

Disaat lampu merah ada seorang ibu tua yang meminta belas kasihan pada setiap pengendara mobil. Keduanya memperhatikan ibu tua tersebut. teman itu membuka kaca mobilnya kemudian memberikan beberapa lembar ribuan untuk dishodaqohkan.

kejadian itu begitu cepat. Tuturnya. Tidak lama, terjadi satu peristiwa yang menyerankan. Mobil yang dikendarai sahabatnya yang tidak memberikan shodaqoh melewati jalan yang berlobang cukup dalam dan mobil itu terbalik. Teman yang bershodaqoh itupun turun untuk mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Ternyata sahabatnya meninggal dunia. Berlinag air matanya menghadapi kejadian yang menyayat hati itu. Dia teringat, jika saja dia yang dalam kondisi sahabatnya tentunya dialah yang akan mengalami kecelakaan itu, tetapi karena ada ibu tua yang telah menghentikan dirinya untuk bershodaqoh dalam hitungan detik sehingga dia selamat dari peristiwa yang menyeramkan itu.

"Peristiwa baik dapat menjaga dari kematian buruk" (HR. Tirmidzi).

Wednesday, November 05, 2008

Menemukan Emas di Kotoran Anjing

Malam itu saya kedatangan seorang pemuda, dia menumpahkan semua kekesalannya karena temannya telah menipunya. Padahal temannya itu adalah orang kepercayaan. Saya katakan padanya bahwa itu pelajaran yang berharga yang tidak boleh disia-siakan.

“Maksudnya bagaimana mas?” tanya pemuda itu.

“Hidup ini bukanlah sekolah yang mengajarkan kita untuk membuang emas yang sudah berada ditangan kita.” Lanjut saya. Saya memandangi pemuda itu nampak mulai mengerti. “Maaf mas, apa kaitannya dengan yang saya sampaikan tadi?”katanya.

“Carilah emas sekalipun ada di kotoran anjing.” Jawab saya. “Apakah mungkin?”
“Ya mungkin saja, belajarlah memproses diri! Dirimu akan betapa bahagianya hidup ini jika bisa menemukan emas yang ada di kotoran anjing.” Kata saya.

“Wis mumet aku mas. Pamit dulu” Jawab pemuda itu pamit pulang. Entah kemana perginya pemuda itu setelah ditelan kegelapan malam.

-------------------

“Alloh menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran.” (QS al-Baqoroh 269)

Perpisahan Yang Indah

Begitu mendengar kabar ada seorang teman yang meninggal saya menyempatkan untuk takziyah. Saya sempat bertemu dengan istri almarhum dan anak-anaknya. Istrinya bertutur, sebelum suami tercinta meninggal sudah pesan agar semuanya libur hari ini sebab besok bakal ada banyak tamu.

Setelah sholat Isya’ istrinya mengira suaminya tertidur pulas namun setelah dibangunkan baru tersadar jika suaminya meninggal. Sepertinya sang suami sudah mengetahui bahwa ajalnya sudah tiba karena dimeja meninggalkan surat wasiat membagi hak waris untuk keluarga dan anak-anak yatim yang diasuhnya. Kata istrinya, “Bapak membuat perpisahan begitu indah…”

Saya mengenal teman ini juga sebagai sosok yang indah secara pribadi. Dia adalah seorang yang gemar menyantuni anak yatim dan gemar bersodaqoh sehingga diakhir hidupnya sudah menangkap getaran-getaran akan dipanggil oleh Alloh SWT, maka dia bisa mempersiapkan diri dengan baik, dengan meninggalkan kesan dan pesan yang indah bahkan sudah menunaikan sholat Isya’ terakhirnya.

-----------------

“Orang yang sering melakukan perbuatan baik, menyantuni anak yatim dapat mencegah kejadian buruk. Bersedekah meredam murka Alloh dan menolak mati dalam keadaan buruk (su’ul khatimah). (Ali Bin Abi Thalib).

Tuesday, November 04, 2008

Ikhlas

Beberapa waktu lalu saya bertakziyah. Ada anak seorang teman meninggal karena kecelakaan dijalan. Yang menabrak tidak bertanggungjawab, pengemudinya melarikan diri bersama mobilnya.

Saya bertanya padanya bagaimana dia bisa begitu tabah menjalani semua itu. Dia menjawabnya bahwa tidak ada yang membuat dirinya resah sebab ikhlas itu adanya dihati bukan dipikiran.

-----------
"Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang ikhlas di antara mereka." (QS. Shaad: 82-83).

Kemuliaan Seorang Anak

Kejaiban itu hadir dalam bentuk apapun, bahkan keajaiban juga hadir dalam bentuk rasa sakit. Ketika rasa sakit itu menghampiri yang begitu luar biasa napas menjadi terasa berharga. Begitu yang saya bisa rasakan pada diri jaka. Bahkan seolah saya berada waktu yang sempit untuk menggapai sebuah impian. Impian untuk impian untuk membantu anak-anak yatim, impian untuk membantu banyak anak memiliki sebuah harapan agar tidak mudah putus asa dalam hidupnya.

Sore itu saya melihat berlarian Jaka. Sudah dua hari Jaka tidak sekolah karena paru-parunya sakit. Kata ibunya paru-paru sakit sudah sejak lahir. Saya melihat wajahnya begitu tegar. Ayahnya meninggal sewaktu Jaka masih kecil. “Jaka, tidak boleh lari-larian nanti terlalu kecapekan ya..”kata saya padanya. “Iya kak.”jawab Jaka. Badannya kurus namun selalu bersemangat dalam hidupnya. Senyum itu terurai dengan sebuah harapan akan masa depannya.

“Besok gede Jaka mau jadi apa?” tanya saya padanya. “pengen bisa bantu ibu biar tidak menderita kak..” jawab Jaka. Mata istri saya berkaca-kaca mendengarnya.


---------------------
Rasulullah SAW bersabda, “Rumah tangga yang paling dicintai oleh Alloh SAW yaitu rumah tangga yang di dalamnya ada anak yatim yang dimuliakan.” (HR. Ath-Thabarani dan Asbahani).

Monday, November 03, 2008

Bukan Hamba Pancingannya

Setiap sore Sadeli selalu saja pulang dari empang lewat depan rumah dengan membawa pancingannya. Kadang membawa ikan, kadang juga tidak. Kebanyakan orang bilang Sadeli “agak kurang waras.” Pekerjaannya hanya memancing ikan. Bahkan mungkin seumur hidupnya dia habiskan untuk memancing. Konon ada kabar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya saat Sadeli lahir sudah membawa pancingan dari dalam perut ibunya.

Sore itu saya dan istri melihat Sadeli sedang mematah-matahkan pancingannya. “loh, kok pancingannya dipatah-patahin ya..Sadeli jadi nggak bisa memancing lagi dong..”kata saya. Istri saya menjawabnya, “itu Sadeli bertanda orang yang lebih beriman daripada kita mas..” “Kok bisa, kenapa begitu?”

“Iya, karena Sadeli itu ingin menjadi hamba Alloh sepenuhnya, tidak ingin menjadi hamba pancingannya..” “lah, kalau pancingannya dia hancurkan, dia cari makannya pake apa? Terus makannya bagaimana?” Pertanyaan saya dalam mencerna kata-kata istri saya.

Tiba-tiba terdengar suara agak keras dari istri saya, “Mas, rizki yang atur Alloh, bukan pancingan, tau..”

Keajaiban Itu Menyembuhkan

Sore itu dari kantor saya meluncur ke rumah sakit. Ada seorang teman yang sedang menungguin ibunya sedang sakit. Sudah beberapa lama sakit di kamar VIP. Aku tanyakan padanya bagaimana sakit ibunya. Teman itu bertutur bahwa Ibunya tidak bisa berbicara bahkan bergerak begitu sulit.

Saya sampaikan padanya ada anak yatim yang saya asuh dalam pengajian yang membutuhkan bantuan sebab ibunya sedang sakit dan lama tidak bekerja. Serta merta teman itu langsung mengeluarkan dompetnya, dia keluarkan beberapa lembaran ratusan ribu dengan niat untuk bershodaqoh. Saya sangat bersyukur kehadirat Alloh SWT dan unag itu langsung saya serahkan pada ibu yang mengasuh dua anak yatim sedang sakit. Beberapa kali ibu itu ucapkan syukur alhamdulillah dan berterima kasih.

Beberapa hari kemudian saya dihubungi teman tersebut. Katanya ibunya sudah mulai pulih, bisa bergerak dan berbicara kembali. Hal itu sangat mengejutkan baginya. Saya bertanya padanya kapan ibunya mulai sadarkan diri. Dia menjawab, Setelah bersodaqoh itu saya berdoa kepada Alloh “Dengan perantara sodaqoh ini Semoga Engkau menyembuhkan sakit ibu ya Alloh.” “ Hari itu juga Ibu sadarkan diri.”

“Segala puji bagi Alloh yang telah mengabulkan doa saya” tuturnya.

Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu." (QS. Al-Mukmin : 60)

Sunday, November 02, 2008

Siapa Gurumu?

Sehabis sholat maghrib. Di masjid saya bertemu seorang anak muda yang marah berat ketika laptopnya diambil pencuri. Dia mengajak saya mencari pencuri tersebut. Setelah bercerita panjang lebar, ingin mencelakakan pencuri laptopnya.

saya katakan padanya, “Siapa gurumu yang mengajarkan dirimu untuk mencintai laptopmu itu sehingga begitu sangat membenci pada pencuri itu, padahal dia juga hamba Alloh? Bukankah gurumu yang telah mengajarkan kebencian itulah yang sepatutnya dipidana?”

Pemuda itu tak menjawab dan pergi begitu saja. Entah siapa yang dicarinya, pencuri laptopnya atau gurunya?
AGUSSYAFII BLOG
2006
Proudly powered by : Blogger