Yuk, wujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah

Wednesday, June 24, 2009

Kejernihan Penjual Kacang Ijo

Ditengah kehidupan kota kosmopolitan yang semua dituntut oleh target atau capaian yang harus dipenuhi, semua bergerak bagai siklus yang tak pernah berhenti. Bahkan seorang teman tidak sempat pulang ke rumah tiap hari jumat karena target closing perusahaan yang harus dipenuhi. Berapa banyak diantara kita mampu berpikir dengan jernih dengan sedikit renungan. 'apa sebenarnya yang sebenarnya kita cari?'

setiap pagi ketika saya hendak berangkat ke kantor, diperempatan jalan saya selalu bertemu dengan ayahnya Lusi, seorang penjual Kacang Ijo keliling. Menurut cerita istri saya, biasanya siang hari ayahnya lusi suka memang Hana. Sekantong kacang ijo sudah dipersiapkan untuk Hana.

pernah satu hari saya berbincang dengan ayahnya lusi. 'Berjualan kacang ijo sejak kapan pak?' tanya saya. 'Oo..sejak lusi masih kecil Mas..' katanya. 'Biasanya jualan sampai jam berapa?' 'Sebelum dzuhur sudah sampai rumah sebab dzuhur mesti bersiap untuk sholat.'katanya. Dalam keseharian ayahnya lusi selalu ramah dengan para tetangga. Kemuliaan dirinya terlihat dari kedekatan beliau dengan orang-orang disekelilingnya. Kemuliaan itu adalah cermin dari kejernihan pikirannya.

kejernihan pikiran hanya akan terlahir dari sikap tidak berupaya membandingkan diri pada orang lain. Berprasangka disaat melihat tetangga berlimpah bahkan kecenderungan pikiran selalu menganggap orang lain salah dan menggangap diri sendiri paling benar. Bila lebih cermat lagi untuk memperhatikan pikiran kita sendiri, pikiran-pikiran yang menghakimi orang lain hanya membuat makan tidak enak dan tidur tidak nyenyak. Betapa sangat tersiksa tubuh kita. Jangankan sehari dalam semenitpun badan kita terasa sakit semua.

Dari ayahnya lusi yang seorang penjual kacang ijo, saya mendapatakan satu pelajaran yang sangat berharga betapa kejernihan menjaga pikiran kita akan membuat hidup kita menjadi sehat dan mulia dalam keseharian. menjaga kejernihan adalah ajaran Nabi Muhamad agar kita berprasangka baik terhadap orang lain.

Post a Comment

Home

AGUSSYAFII BLOG
2006
Proudly powered by : Blogger