Si Peniru Ayah
.jpg)
Pernah juga ketika saya menulis menyelesaikan tugas kantor, Hana ribut minta buku dan merebut pulpennya. Keesokan harinya ibunya membelikan pensil warna dan buku. Sejak itu kalo saya sedang menulis, istri saya selalu memberikan pensil warna dan buku pada Hana. Dengan riangnya Hana mencorat coret bukunya.
Saya baru tersadar apapun yang saya lakukan Hana selalu menirukan. Wah, si cantik peniru ayah..nih Hana...
2 Responses to "Si Peniru Ayah"
Like Father, like Son's...
Tapi bagus juga, di usia dini sudah mulai senang sama buku...
Iko,
begitulah anak, selalu apa yang dilakukan mengikuti ayah..
Post a Comment