Cinta Pada Pandangan Pertama

Cinta pada pandangan pertama biasanya dipicu oleh bertemunya unsur daya tarik tertentu dan selera tertentu. Daya tarik itu bisa oleh sosok utuh seseorang, bisa juga oleh lirikan maut , bisa oleh senyumannya yang sangat menawan, bisa juga oleh suaranya yang sangat merdu atau perilaku khas dari orang itu yang sangat mengesankan, daya tarik khas mana kemudian bertemu dengan orang yang memiliki selera khas pula.
Cinta tidak bisa dianalisa secara ilmiah, karena cinta bukan bagian dari ilmu, tetapi bagian dari rasa. Sebagaimana sulit menerangkan rasa manis gula, demikian juga sulit menguraikan gemuruh cinta. Bagi orang yang sudah merasakan manisnya gula, meski ia tidak sanggup menguraikan secara ilmiah, tetapi manisnya gula sudah menjadi “haqqul yaqin” yang tidak tergoyahkan oleh argumen apapun yang mengatakan bahwa gula tidak manis. Demikian juga orang yang telah merasakan manisnya cinta, ia tak pernah mau mendengar penilaian orang lain yang berdasar analisa.
Cinta pandangan pertama biasanya tulus, murni dan tidak berkonotasi nafsu. Adapun daya tarik bibir merekah, kening yang licin, pinggul, betis dan sebagainya bukanlah daya tarik yang memanggil cinta pandangan pertama, tetapi lebih pada daya tarik seksual.
1 Response to "Cinta Pada Pandangan Pertama"
mo berbagi juga mas.
saya basuki (laki2) belum menikah. kalo saya boleh minta, walau berpikir masih jauh tolong kirim email2 yang berisikan panduan kita dalam menikah dan memilih pasangan...donk mas Agus.
kebetulan ketertarikan saya masih indah nya gula yang saya lihat pada pandangan pertama, entah kemana tapi sesekali kami di pertemuan kemudian hilang kembali. lost contact. mohon informasinya. heheh... apa salah menunggu keajaiban dalam memilih pendamping hidup...?
(dengan berharap pada rasa pandangan yang pertama; karena seperti kata hati saya itu "ini istri yang terbaik untuk saya")Terima kasih sebelumnya
TFI
Basuki R
pendaki_gelap@yahoo.com
Post a Comment