Kriteria keindahan

Ketika di kota Pekalongan ada seorang ulama tua, duda berusia 70 tahun secara sederhana menyatakan kepada murid-muridnya (jamaahnya) bahwa ia membutuhkan seorang isteri untuk merawat dirinya yang sudah tua, ternyata yang segera menyatakan kesediaannya dan memang kemudian menjadi isterinya adalah seorang gadis berusia 20 tahun, gadis yang sangat rajin mengikuti pengajian dan menjadikan ulama itu sebagai idola dirinya.
Bagi gadis belia itu ternyata kriteria keindahan tidak lagi bersifat lahir, bukan yang gagah, perkasa, seksi tetapi sosok keagungan kepribadian. Ia mengabaikan tuntutan indahnya malam pertama, tetapi membayangkan bisa melahirkan anak yang merupakan keturunan dari ulama besar itu. Yang selalu terbayang di benak sang gadis adalah betapa bahagiaanya jika ia dapat menjadi ibu yang melahirkan seorang anak keturunan ulama yang menjadi idolanya.
1 Response to "Kriteria keindahan"
everyone has its own reasons
Post a Comment