Air Mata Kasih Sayang
Putra pertamanya, hanya bertahan 24 jam berjuang bertahan hidup. Kejadian itu benar-benar membuat hidupnya merasa terpuruk dalam kubangan yang penuh lumpur, terasa sesak untuk bernapas dan membuat perih dihati. Selama berbulan-bulan beliau mengurung diri meratapi sang buah hatinya yang telah pergi. Sungguh tak terduga. Kehilangan itu terjadi justru dipuncak kesuksesan kariernya. Kejadian itu menguji keimanannya bahkan terkadang menggugat keberadaan Allah, 'Kenapa Allah tidak adil pada kami?' begitu ucapnya. Ujian keimanan berikutnya, justru menimpa pada istrinya. Istrinya terserang kista dirahimnya. Dokter memvonis istrinya berisiko tinggi jika hamil lagi. Tentu saja sebagai suami hal itu membuatnya sangat terpukul dengan pernyataan itu. Dia teringat bagaimana masa2 indah dilalui berdua & dirinya sangat khawatir terhadap kondisi sang istri. Kemudian dia berinisiatif untuk bershodaqoh ke Rumah Amalia. Sungguh menakjubkan, ternyata kista istrinya bisa sembuh tanpa harus operasi. Terlebih kehamilan yang kedua telah membuat hidupnya menjadi terasa bahagia. Kelahiran anak yang dinanti memhiasi indah hidup ini dengan penuh syukur.
Dua cobaan hidup yang begitu terasa berat semakin menyadarkannya agar semakin mendekatkan diri kepada Allah. Terlebih dengan kehadiran sang buah hati, seolah diberikan anugerah yang terindah. Disaat dia melihat istri dan sang buah hatinya tertidur lelap. Kesejukan hatinya dipenuhi rasa syukur kepada Allah menyatu dalam cinta dan tanggung jawab sebagai seorang suami. Air matanya yang bening mengalir terlihat indah. Air mata kasih sayang seorang suami yang mencintai dengan setulus hati istri dan anaknya. Limpahan kasih sayang Allah menjadikan kebahagiaan dan ketenteraman keluarganya. "Apabila seorang suami memandang istrinya dengan kasih sayang & istrinyapun memandang dengan kasih sayang maka Allah memandang keduanya dengan pandangan kasih sayang. Bila suami memegang telapak tangan istrinya maka dosa-dosa keduanya berguguran dari celah jari tangan keduanyanya." (HR. Rafi'i)
0 Response to "Air Mata Kasih Sayang"
Post a Comment