Kesucian Hati
Kedatangan beliau bershodaqoh untuk Rumah Amalia agar Allah berkenan membukakan pintu hati suami kembali kepada keluarga. Seminggu kemudian mendengar kabar mengejutkan, suaminya mengatakan bahwa dirinya telah meninggalkan perempuan itu dan meminta maaf atas semua perbuatannya. "Saya sudah menerima dan saya lebih mencintai suami saya sebagaimana Allah mencintai kami, meski pahit saya yakin Allah memberikan yang terindah dalam keluarga kami." tuturnya. Beliau bukan hanya keluar dari depresi dan insomnia tetapi juga belajar mensyukuri derita yang dialaminya. Kesucian hatinya telah mampu menjadikan kepahitan semanis madu. Kesabarannya telah mampu meluluhkan hati suaminya. Bahkan beliau lebih mencintai suami lebih dari sebelumnya.
'Dan sesungguhnya Kami berikan cobaan kepadamu dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila tertimpa musibah, mereka mengucapkan 'Kami berasal dari Allah dan akan kembali kepadaNya.' (QS. al-Baraqah :155-156).
0 Response to "Kesucian Hati"
Post a Comment