Mentari Pagi

Begitulah mentari pagi. Tetap indah untuk diperbincangkan. Ditulis dan dibacanya. Mentari pagi tetap menyapa, dikala kita menderita atau bahagia. Bahkan dikala manusia mengeksloitasi dirinya untuk kepentingan partai politik, ormas maupun operator gsm. Toh, tak membuatnya marah atau merasa dirugikan. Itulah kenapa saya seringkali menulis lebih suka mengawali dengan kata mentari pagi. Sebab mentari pagi memiliki ketulusan memberi sinarnya tanpa pernah mengeluh dan keinginan untuk memperkaya diri sendiri. Sebagaimana saya juga temukan pada pribadi-pribadi yang sederhana yang setiap hari saya temui dalam kehidupan sehari-hari, seperti yang pernah ceritakan pada anda sebelumnya.
0 Response to "Mentari Pagi"
Post a Comment