Sunday, June 06, 2010

Keluarga Penopang Kesuksesan

Pagi hari istri saya membelikan sarapan pagi. Dua bungkus nasi uduk menjadi sarapan kami bertiga sementara dede' Hisyam bernyanyi sendirian. 'Eh, iya lupa..' kata Hana berlari mengambil buku PRnya dan menunjukkan kepada saya. Saya bergegas mengambil pulpen untuk mengoreksi dan saya menandatangani tugas sekolah Hana. Wajah Hana putri terlihat gembira dan mengatakan, 'Terima kasih sayang.' Ucapan Hana, kami sambut dengan senyuman, hati terasa nyaman dan tenteram.

Tahukah anda bahwa ketenteraman dan rasa nyaman di dalam keluarga adalah jalan menuju kesuksesan dalam hidup kita? Itulah sebabnya menjaga keutuhan keluarga menjadi bagian yang terpenting. Jagalah keutuhan keluarga sekalipun diterjang ombak dan badai yang dahsyat sekalipun sedahsyat badai Tsunami.

Kesuksesan sangat ditopang oleh dukungan dan partisipasi keluarga di dalamnya namun juga banyak orang kariernya hancur karena persoalan keluarga sehingga makna kesuksesan, keluarga menjadi sebuah tolok ukur. Dari kita lahir, kemudian balita, tumbuh dan dewasa dengan mengidolakan ayah dan figur ibu sebagai pengayom. Kita sangat mengagumi beliau, kedua orang tua kita sehingga kita juga sangat bergantung pada kehidupan keluarga kita.

Begitu menikah, ketika mengarungi biduk rumah tangga, masing-masing pihak harus saling mendukung. Suami tidak akan bisa tampil hebat tanpa peran istri yang dicintainya. Anak kita juga tidak akan tampil hebat tanpa dukungan dari keluarga. Bila kita menyadari bahwa keluarga adalah menopang dalam karier kita maka sudah sepatutnya kita menjaga keutuhan dan ketenteraman keluarga kita. Tidak peduli apapun yang terjadi kita akan menjaga dan memelihara dari hempasan gelombang dan badai kehidupan.

No comments:

Hati Gelap Karena Perselingkuhan

Perselingkuhan adalah faktor penyebab kehancuran rumah tangga, perselingkuhan itu juga hampir menjadi penyebab kehancuran per...