Air Mata Cinta

Malam itu di Rumah Amalia ia bercerita. Bahwa dirinya dibesarkan oleh Ibu yang menjadi 'single parent' dan harus menghidupi ketiga anaknya. Melihat begitu kerasnya ibunya harus banting tulang berjuang untuk anak-anaknya maka pemuda itu begitu sangat membenci ayahnya.
'Saya tak habis pikir kenapa ayah tega meninggalkan kami semua? Ayah buat saya adalah sosok yang tak bertanggungjawab,' ucapnya lirih. Malam semakin larut. Sampah-sampah kebencian menyesaki di dalam dadanya. Semakin ditumpahkan kebencian dirinya semakin tersiksa. Anak-anak Amalia terdengar membaca doa. Doa yang dipanjatkan penuh kasih sayang untuk kedua orang tua.
Entah kenapa mendengar doa itu mata pemuda itu memerah. 'Apakah mungkin saya bisa mengubah benci menjadi cinta pada ayah?' Air mata bening mengalir begitu mudah. Air mata yang mengubah benci menjadi cinta seorang anak kepada ayahnya. Kebencian pada ayahnya telah membuatnya tidak nyaman karena selalu mengganjal dihati dan itu menjadi beban. Sejak malam itu ia bisa mengubah kebencian menjadi cinta pada ayahnya. Bahkan kini malah selalu menyebut nama ayahnya disetiap doa yang dipanjatkan. Subhnallah..
---
0 Response to "Air Mata Cinta"
Post a Comment