Sunday, April 11, 2010

Kiat Hati Menjadi Tenteram

'(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.' (Ar-Raad 28).

Kiat hati menjadi tenteram adalah dengan berzikir. Dari segi bahasa, zikir mempunyai dua arti menyebut dan mengingat Allah. Hati dengan mengingat Allahlah hati kita menjadi tenteram. Ada orang yang mulutnya menyebut nama Allah Subhanahu Wa Ta'ala tetapi hatinya justeru tidak mengingat Nya, malah mengingat syaitan dan maksiat, sebaliknya ada orang yang selalu ingat Allah meski tak terdengar sebutan nama Allah dari mulutnya.

Pada tradisi Islam dikenal ada zikir jahr dan ada zikir sirr. Zikir Jahr adalah menyebut nama Allah atau kalimah thayyibah (takbir, tahmid, tasbih dan salawat Nabi) dengan mengeraskan suara. Biasanya zikir jahr dilakukan bersama-sama, di masjid atau di tempat khusus (zawiyah) dipimpin seorang guru. Sekarang acara zikir jahr marak dilakukan oleh masyarakat, dipimpin antara lain oleh Arifin Ilham, Ustad haryono dan lain-lainnya. Ada lagi yang disebut istighotsah, artinya mohon pertolongan, isinya membaca doa mohon sesuatu secara ramai-ramai (demontrasi doa) di tempat terbuka.

Jika pada acara tahlilan, zikir lebih merupakan tradisi, pada kelompok pengajian, metode mendekatkan diri kepada Allah. Bagi pengamal tarekat, membaca zikir dalam majlis zikir merupakan hiburan dan kenikmatan spiritual, baik ketika sedang membaca maupun sepulang dari berzikir. Pembacaan zikir yang dilakukan secara reguler yang disiplin dan tertib (disebut wirid) akan mengembangkan "rasa" tertentu yang dapat disebut sebagai religiusitas.

Ekpressi ahli zikir itu pada umumnya tenang dalam menghadapi berbagai persoalan, wajahnya berseri-seri meski kepada musuh sekalipun dan fleksibel dalam mencari problem solving. Zikirnya pada umumnya lebih afektif dibanding kognitif, oleh karena itu mereka pada umumnya enggan menerangkan bagaimana anatomi kenikmatan zikir, bahkan ketika zikir dikatakan sebagai bid`ah atau sesat. Mereka cukup mengatakan cobalah ikut, nanti anda akan dapat merasakan sendiri.

Adapun zikir sirr adalah zikir yang tidak diucapkan dengan mulut tetapi lebih di dalam hati. Bagi yang sudah mencapai tingkat ini, setiap kali melihat fenomena alam yang terbayang adalah Sang Pencipta bukan bendanya, seperti orang yang melihat lukisan indah, ia tidak terpaku pada lukisannya tetapi terkagum-kagum kepada sang pelukis, dan yang dibayangkan adalah jiwa besar kesenimanan sang pelukis.

Jika pengamal zikir jahr mudah dikenali orang karena agenda kegiatannya, juga penampilannya, orang yang sudah mencapai zikir sirr pada umumnya tidak mudah dikenali, karena memang tidak pernah menunjukkan jati dirinya. Secara lahir ia seperti orang biasa lainnya, tetapi dibalik kebiasaan penampilan sesungguhnya ada kekuatan religiusitas yang sangat dalam atau tinggi. Di tengah keramaian hiruk pikuk manusia, kita selalu berduaan dengan Sang Pencipta, di tengah kesepian alam kita justeru merasa ramai bersama Sang Khaliq, kita selalu tersenyum dalam kesendirian, selalu ramai dalam kesepian. Itulah zikir, kiat hati menjadi tenteram.

No comments:

Hati Gelap Karena Perselingkuhan

Perselingkuhan adalah faktor penyebab kehancuran rumah tangga, perselingkuhan itu juga hampir menjadi penyebab kehancuran per...