Sudah Cukupkah Bekalku?
Begitulah kehidupan yang sangat rapuh. Kita berada dibawah bayang-bayang kematian, setiap saat ajal bisa menjemput siapapun tanpa permisi dan tak mengenal muda, tua, sehat atau sakit bahkan ketika dipuncak karier dan disaat tubuh terlihat masih sehat, maut datang menjemput. Pertanyaan, "Sudahkah cukup bekalku?" Merupakan sebuah kesadaran di dalam kehidupan kita ada kematian yang datangnya tiba-tiba menjemput. Justru akan mendorong kita untuk menjalani hidup dengan sebaik-baiknya. Tidak menunda-nunda bila tiba waktu sholat, tidak menunda-nunda bila menolong sesama. Tidak menunda-nunda kesempatan untuk bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. Bahkan ketika menulisnya malam ini, tak terasa air mata mengalir, "Sudah cukuplah bekalku? Ya Allah.."
1 Response to "Sudah Cukupkah Bekalku?"
bagus entri ni. :)
Post a Comment