Yuk, wujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah

Wednesday, November 30, 2011

"Apakah Allah Memaafkan Saya, Mas?"

"Apakah Allah memaafkan saya, Mas?" tuturnya ahad pagi di Rumah Amalia ramai anak-anak dengan aktifitasnya, seorang gadis 'curhat', telah lama menyimpannya sampai hidupnya menjadi tertekan. Rumah Amalia hadir menjadi 'tempat berbagi' berbagi dalam suka dan duka, berbagi kebahagiaan dan penderitaan yang telah mengalirkan air mata. Dirinya dibesarkan oleh sang nenek, ayah dan ibu sudah lama meninggal dunia. Dari kecil neneknya selalu menanamkan nilai-nilai agama, belajar mengaji, sholat dan puasa. Disekolah dirinya terbilang cerdas, dari SD sampai SMA selalu renking 3 besar disekolahnya. Sekalipun tidak bisa melanjutkan keperguruan tinggi, dia bersyukur selepas lulus SMA bisa melanjutkan dengan kursus akutansi sampai bisa bekerja di Jakarta.

Kebahagiaan tiada tara karena bekerja di kantor yang tinggi menjulang merupakan impiannya sewaktu kecil. Sampai kemudian ada seorang pria ganteng, teman sekantornya yang menyatakan cinta pada dirinya. 'Seumur hidup saya baru kali itu Mas Agus ditaksir ama cowok,' ucapnya tersipu malu. Namun karena kehidupan kota Jakarta yang menjauhkan dirinya iman, terjatuh dalam pergaulan tanpa norma. Dirinya terjerumus pergaulan bebas, dia tidak mampu menolak rayuan sang cowok. Semua itu baru disadarinya setelah merasakan tubuhnya yang terasa berbeda. Tubuhnya terasa lemas. Hilang sudah impian dan harapan. Hampir saja mengakhiri hidupnya. 'Menangis saya seharian Mas Agus,' ucapnya. Matanya memerah, air matanya mengalir begitu saja tanpa disadarinya. Cowok itu menghilang tanpa jejak, tidak betanggungjawab atas perbuatannya. Ditengah kegalauan dan penuh linangan air mata, dirinya memutar radio, 'Saat saya memutar radio, saya mendengarkan Radio Bahana FM Jakarta. Malam itu saya mendengar Mas Agus menjelaskan bahwa 'Ketaqwaan kepada Allah menyelamatkan Hidup Kita' Rasanya penjelasan itu menenteramkan hati saya Mas Agus.' tuturnya. Maka hari Ahad pagi dirinya memutuskan ke Rumah Amalia.

Bahwasa sekotor apapun perbuatan kita bila kita bertaubat dan memohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala maka Allah akan mengampuni dosa-dosa kita karena yakinlah Allah senantiasa memiliki rencana yang indah untuk hidup kita agar kita semakin mendekatkan diri padaNya. Mendengar penjelasan itu, terdengar isak dan tangisnya. 'Astaghfirullah, Semoga Allah mengampuni dosa saya ya Mas,' ucapnya lirih dan tak lama berpamitan. Sampai suatu hari ada email darinya yang mengabarkan sudah memutuskan pulang kampung untuk melahirkan dan membesarkan sang buah hatinya bersama sang nenek, neneknya menyambutnya dengan tangan terbuka. 'Semua perbuatan yang saya lakukan menyadarkan apa yang saya lakukan salah karena jauh dari Allah, memohon ampun kepada Allah. Terima kasih Mas Agus atas dukungan dan doanya.' Tuturnya dipenghujung email.  Air mata mengalir tak terasa. Merasakan betapa berat beban yang ditanggungnya. 'Ya Allah.."

--
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjuang diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.' (QS ali-Imran : 142).

Tuesday, November 29, 2011

Menjaga Kebahagiaan Keluarga Ditengah Samudra Kehidupan

Keluarga tidak selalu dihiasi ketenangan, banyak peristiwa yang menjadi badai menghempas kebahagiaan yang sudah disusun rapi dengan susah payah. Ada pertengkaran, selisih paham, ketegangan, luka perih dihati mengusik keharmonisan keluarga. Kejenuhan, dan kebosanan menambah daftar panjang hempasan badai dan gelombang ditengah keluarga mengarungi samudra kehidupan, cinta mulai melayu, tetapi pernikahan dipertahankan demi anak-anak, pernikahan adalah kenyataan yang memalukan sehingga dipertahankan seolah tidak ada masalah demi menjaga citra masing-masing ditengah masyarakat maupun ditengah keluarga besar, perekat jalinan dua hati telah menipis, demikian juga kebahagiaan keluarga juga telah menipis, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah, "Barangsiapa diharamkan atasnya kasih sayang, maka segala bentuk kebaikan akan hilang darinya." (HR. Muslim & Ahmad).

Lantas bagaimana menjaga kebahagiaan keluarga ditengah badai dan gelombang samudra kehidupan? Jika anda ingin menjaga kebahagiaan keluarga maka lakukanlah karena kecintaan anda kepada Allah maka anda menjaga dan mencintai pasangan anda dengan setulus hati, bukan karena jaim atau jaga imej. Rasulullah bersabda, "Seorang Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya serta paling lemah lembut terhadap istrinya." (HR. Ahmad & Tirmidzi). Bila kita mencintai pasangan karena cinta kita kepada Allah maka Allah akan melimpahkan keberkahan, kebahagiaan dan juga kebahagiaan untuk keluarga kita. Allah akan memelihara kasih sayang dan keharmonisan keluarga kita. Sebagaimana Sabda Rasulullah, "Jika Allah menghendaki kebaikan bagi sebuah keluarga, Dia menempatkan pada mereka kasih sayang."(HR. Ahmad).

Monday, November 28, 2011

Hidup Kuat Dan Sehat Setelah Melalui Berbagai Kehilangan

Kehilangan orang yang dicintai adalah merupakan pengalaman hidup yang menyakitkan. Tanpa kita sadari banyak kehilangan yang menyebabkan begitu banyak penderitaan dan kehilangan dalam bentuk lain. Kehilangan rasa manisnya ibadah, Kehilangan cinta dan kasih sayang seorang ibu atau ayah kita, kehilangan percaya diri, kehilangan semangat hidup, kehilangan properti, kehilangan sahabat. Kepedihan yang kita rasakan hanya akan terjadi bila kita kehilangan sesuatu yang sangat berarti dalam hidup kita sebab Allah melatih kesabaran kita dan menguji kita kepada sesuatu yang begitu teramat kita sayangi dan kita cintai. itulah sebabnya bagi mereka yang pernah kehilangan orang yang kita cintai akan timbul reaksi penolakan, kemarahan dan kepedihan.

Lantas bagaimana untuk memulihkan agar hidup kita menjadi kuat dan sehat? Kenalilah perasaan anda, berani jujur mengakui apa yang anda rasakan dahulu dan sekarang, belajar untuk mengenal dan memperbaiki bahasa tubuh anda, wajah murung karena sakit kepala, pusing, menggigit kuku, menggaruk bagian tubuh yang sebenarnya tidak perlu, memperlihatkan wajah mimik yang tidak enak dipandang. itu semua karena anda merasa lemah tak berdaya. Bila itu yang terjadi hendaklah anda datang kepada Allah, menangislah dan memohonlah agar Allah menyembuhkan luka hati, membentuk, mengubah dan memperbaiki yang membuat hidup anda lebih kuat, lebih sehat, lebih indah dan berguna untuk mengabdi kepada Allah dan kebaikan sesama.

"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath-Thalaq 2-3).

Sunday, November 27, 2011

Menyembuhkan Trauma Masa Lalu Yang Menyakitkan

Trauma masa lalu yang tidak terselesaikan akan terus membekas, mempengaruhi cara berpikir, bertindak dan bereaksi dalam kehidupan sehari-hari. Kalau trauma ini tidak dipahami dengan baik maka perasaan tertekan menjadi datang bertubi-tubi sampai tidak tahu memahami kehidupan realitas. Kondisi ini bayangan atau perasaan yang bersifat tidak nyata menjadi terlihat nyata. Nyata bagi dirinya namun bagi orang lain dianggap aneh karena peristiwa itu memang tidak ada. Banyak orang mengira, kalau kita mengalami kejadian yang mengerikan sebaiknya jangan diingat-ingat, dilupakan saja. Orang cenderung menasehatkan agar tidak mengingat-ingat lagi, malah ada yang menganjurkan agar menghindari mengingat masalah itu.

Lantas bagaimana caranya untuk menyembuhkan trauma masa lalu yang menyakitkan? Terimalah bayangan masa lalu yang menyakitkan itu sebagai ketetapan Allah, kerelaan menerima apapun yang sudah menjadi kehendak Allah justru membuat kita menjadi kuat dan sabar dalam mengarungi hidup ini. Allah mengajarkan agar kita mampu memaafkan terhadap orang yang telah menyakiti hati kita. Memaafkan bukan melupakan, memaafkan berarti membalas keburukan dengan kasih sayang. Maka dengan memaafkan hidup kita akan menjadi lebih indah, lebih sehat dan lebih membahagiakan karena Allah melimpahkan keberkahan dalam hidup kita. Insya Allah.

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram". (QS. Ar-Raad 28).

Aku Pengen Pulang Kampung Aja Mas..

"Aku pengen pulang kampung aja Mas," tutur Parmin, sahabatku. Malam itu di bulan suci Ramadhan masjid nampak bermandikan cahaya. Riuh anak-anak berlarian dijalanan terdengar petasan, pedagang juga meramaikan dengan jualannya. Kumandang adzan Isya' sudah lama berlalu. Pengurus masjid mengumumkan pemasukan yang diperoleh pada malam kemaren dan juga pengumuman yang menjadi Imam sholat tarawih serta penceramah. Parmin duduk terdiam membisu dibarisan belakang tak memperdulikan apapun yang terjadi disekitarnya. Bahkan ia menggeleng kepalanya keada seorang laki-laki yang memintanya untuk mengisi shaf didepannya yang kosong. Hampir seminggu pada bulan puasa lalu Parmin tidak lagi bergairah untuk bekerja. Setiap hari dia sengaja untuk berangkat lebih siang daripada temannya. Tangannya seolah segan memakai topeng badut yang menemani selama hampir setahun. Ada sesuatu yang menyesakkan didadanya. Parmin ingin berhenti dari pekerjaannya sebagai badut keliling dari kampung ke kampung.

Saya mengenal Parmin sewaktu sholat berjamaah dimasjid. Biasa sehabis maghrib Parmin suka membaca al-Qur'an, katanya sambil menunggu adzan Isya, 'tanggung mas..' Bila mengaji bacaannya cukup bagus, saya suka mendengarkan, menurut pengakuannya dia pernah dipesantren. 'biar jelek-jelek begini aku jebolan pesantren lo mas..' tuturnya. Setahun lalu Parmin terdampar di belantara Jakarta. Ketika tertipu calo TKI yang menjanjikan dirinya memberangkat ke Arab. Berbekal dengan sedikit bahasa arab yang dipelajari di pesantren Parmin memiliki kepercayaan diri untuk menjadi TKI di Arab yang terjadi malah tertipu. Mau pulang ke kampung malu sementara Parmin tetap harus makan maka dia memilih pekerjaan jadi badut keliling. 'Aku iki iso opo to mas? Ya cuman jadi badut keliling dari kampung ke kampung.'

'Jakarta itu kejam Mas Agus..hidup disini bila malu tidak bisa makan. Aku tidak merampok, tidak mencuri, kenapa malu? Koruptor aja yang merampok uang rakyat nggak malu, aku yang cuman menjadi badut yang berjuang untuk hidup kok malu?' Begitu ucapnya berdalih dengan penuh semangat untuk membenarkan apa yang dilakukannya. Tetapi belakangan ada perubahan dalam sikapnya sejak Parmin mampir di Rumah Amalia melihat anak-anak yang sedang belajar. Terkadang bila Parmin habis pulang kerja, saya minta Parmin untuk mampir selalu menjawabnya 'malu mas sama anak-anak Amalia.'

Parmin pernah bercerita, Dikampung dirinya memiliki adik laki-laki dan perempuan. Sejak bapak dan ibunya meninggal, mereka hidup bertiga. Keinginannya pergi ke Arab ditentang oleh kedua adiknya. 'Aku sudah bosan hidup begini terus.' tukas Parmin pada adik-adiknya. 'aku pengen koyok konco-konco kae..pulang bisa bawa motor, hanphone dan barang-barang mewah sehabis pulang dari Arab.' lanjutnya. Dia ingin merubah nasib. Tapi kini sudah setahun berlalu di Jakarta, dadanya mulai disesaki penyesalan. Ternyata dia tidak menemukan apa-apa yang ada malah berlumuran dosa, katanya. 'aku ngiri ama sampeyan lo mas. Bisa ngurus anak-anak Amalia.' katanya pada suatu malam.

Setelah lebaran Parmin mengabarkan bahwa tekadnya sudah bulat mau pulang kampung saja mengurus adik-adikku. 'Mosok mau jadi badut seumur hidup? ya ndak to mas. Saya ingin melakukan apa yang diajarkan Kanjeng Nabi, Khairunnas anfa'uhum linnas, sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna bagi orang lain.' Parmin berkemas, topeng badut, rambut palsunya, baju gombrong warna-warni telah diberikan temannya. 'Banyak hal yang bisa saya lakukan dikampung, selain jadi guru ngaji, bisa ngurus sawah ama ngurus adik-adikku Mas,' kata Parmin.

Siang panas terik, motor melaju dengan kencang. Saya mengantarkan Parmin menuju terminal bus Lebak Bulus untuk pulang kampung. Tak terasa sudah sampai. Saya hendak membelikan tiket bus namun ditolaknya. Beberapa lembar lima puluh ribuan saya sodorkan untuk tambahan tetap ditolaknya, 'mbak rika lebih membutuhkan mas..'begitu ucapnya. Airmata tak terasa mengalir begitu saja seolah kehilangan saudara. Parmin memeluk saya, mengucapkan terima kasih telah menyadarkan dirinya untuk tidak menyerah pada kehidupan. "Matur nuwun mas..aku sudah banyak belajar dari mas agus, salam buat mbak Rika istrinya Mas Agus, Hana dan anak-anak Amalia.' Katanya. Bus tujuan ke Jawa tengah itu telah datang. Parmin berpamitan. Meninggalkan kota jakarta kembali ke kampung impiannya yang telah terwujud. 'Selamat jalan Parmin, selamat berjuang sahabatku.' ucap saya dalam hati melepas bepergiannya.

Saturday, November 26, 2011

Membaca al-Quran Itu Menyenangkan

Membaca al-Quran itu menyenangkan. Begitulah yang dirasakan seorang ibu. Pada suatu hari ada seorang ibu yang bertandang ke Rumah Amalia. Beliau bertanya, 'Mas Agus, saya kalo membaca al-Quran kenapa kok nggak ngerti ya?' Saya kemudian balik bertanya, 'Bagian mana ibu tidak mengerti?' 'Pokoknya ya setiap kali membaca al-Quran.' Kali ini giliran saya yang bingung mendengar jawaban beliau. Saya kemudian membantu menjelaskan dengan memberikan contoh, 'Ibu tahu saringan yang untuk memeras kelapa agar mendapatkan santan?' Beliau mengangguk, tanda mengerti maksud saya. 'Kalo ada saringan yang kotor dan ibu berkenan menaruhnya dibawah kran dengan air yang mengucur deras, apakah saringan itu bisa menampung air?' Beliau menggeleng kepala. 'Bila ibu terus mengucurkan air ke saringan kotor kira-kira apa yang terjadi?'  Beliau tersenyum dan menjawab, 'Saringannya menjadi bersih Mas Agus.' 'Nah, seperti itulah kita, kalo kita membaca kita al-Quran, mungkin ibu tidak mengerti namun bila ibu membacanya terus menerus, tentunya ibu menjadi mengerti. Jika ibu membacanya rajin tiap pagi atau sehabis sholat maghrib selain kita mendapatkan petunjuk dari Allah sekaligus membersihkan kotoran hati kita.' Wajah beliau nampak berseri-seri tanda mengerti apa yang saya maksud.

Teman, bila kita membaca novel, nonton TV atau Film, menghapal lagu paling cepat untuk mengerti dan menghapalnya. Namun bila untuk membaca kita al-Quran baru satu ayat, mata sudah terasa lengket. Beberapa kali menguap. Baru lima menit membaca sudah seperti lima jam rasanya. Ketika kita bersungguh-sungguh untuk membaca dan meresapi isi al-Quran akan banyak sekali manfaatnya dan meresapi makna yang terkandung di dalamnya, sangat terbukti untuk kegunaannya, membersihkan segala kotoran dihati kita, mendatangkan keberkahan, kebahagiaan dan keselamatan bagi hidup kita dan keluarga kita.

'Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjukkan orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya dan menunjukkan mereka ke jalan yang lurus.' (QS. al-Maidah :15-16).

Friday, November 25, 2011

Ya Allah, Kapan Jodohku Datang?

"Ya Allah, kapan jodohku datang?" ucapnya lirih dihari-harinya terasa kelabu. ketika hari diharapkan menyenangkan ternyata tak kunjung menghilangkan rasa gelisah dibilik hatinya. Gelisah pada umur yang mengejarnya, sementara pendamping hidup tak kunjung tiba. Setiap kali suara ibunya yang lembut mampu menyayat hatinya disaat bertanya, "Mbak, kapan ibu bisa menimang cucu?" "Insya Allah Bu.." dijawabnya dengan cucuran air mata. Bahkan salah seorang teman kerjanya selalu memprovokasi tak pernah dihiraukan, "Ubah dong penampilannya pakai roknya yang warna cerah, masa baju komprang, kedodoran, warna kusam, nggak ngetrend." Keyakinannya bahwa wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, akan datang laki-laki baik yang menerima dirinya apa adanya.

Disaat lelah dan letihnya kehidupan, kebahagiaan itu ditemukan disaat mampir untuk melepaskan dahaga di Rumah Amalia, bersama seorang temannya siang itu di Rumah Amalia berkumpul dengan anak-anak Amalia, rasanya ikut berlari-larian. Tanpa terasa air matanya mengalir begitu banyak anugerah Allah yang telah diterimanya namun lupa mensyukurinya. Pekerjaan, masih punya orang tua yang menyayangi dirinya. Dengan berbagi kebahagiaan untuk anak-anak di Rumah Amalia merupakan tanda syukur atas semua nikmat karunia Allah. Sampai waktu berlalu, sepulang dari kantor ditempat kos sudah menunggu seorang teman lama. "Mbak, sudah lama menunggu?" Tangannya tergopoh-gopoh mengeluarkan kunci kamar, wajahnya tersenyum manis. "Sudah dek, setengah jam yang lalu." ucapnya. Tanpa menunggu basa basi, temannya itu mengatakan bila adik laki-lakinya ingin ta'aruf. Diperlihatkan poto sang adik, hatinya berdesir. "Masya Allah, wajahnya bening memancarkan keshalehan, ucapnya dalam hati. "Mbak, apa aku pantas untuk adiknya Mbak?" tanyanya ragu."Insya Allah, seperti yang kamu bilang wanita yang baik untuk laki-laki yang baik." jawabnya membuat dirinya tersipu-sipu malu. Malam hari, sesaat temannya sudah pulang. Hatinya bergetar ketika membaca SMS, "Assalamu'alaikum Ukhti, Minggu depan izinkan saya bersama kedua orang tua dan keluarga besar kami datang ke rumah orang tua ukhti untuk melamar. Wassalamu'alaikum, Akhifillah." Tetes air matanya tak terbendung lagi, Allah menjawab doanya dengan mengirimkan pendamping hidup untuknya. Ternyata tak ada yang sia-sia atas kesabaran dan doanya selama ini. Subhanallah.

Thursday, November 24, 2011

Sahabatku, Bersabarlah! Disaat Musibah & Cobaan Datang

Ditengah kebahagiaan. Tiba-tiba musibah datang memporakporandakan semua. Musibah menjadi terasa teramat berat karena kita sedang berbahagia. Biasanya ditengah kebahagiaan seperti itu kita lengah. Jika ada hal yang buruk kita benar-benar terhenyak dibuatnya. Sama sekali tidak kita sangka. Kebahagiaan mampu membuat diri kita mabuk kepayang. Kita tidak dalam keadaan sadar dan mawas diri dengan keadaan sekeliling kita karena kita merasakan kenikmatan yang tiada tara sehingga begitu tertimpa kepedihan membuat tubuh kita seolah terguncang hebat.  Tanpa kita sadari terucap oleh kita. 'Ya Allah, kenapa ini terjadi pada diriku? Aku tidak lalai, tapi aku tidak siap. Aku tidak melupakan diriMu, tetapi aku sedang berbahagia.'

Sahabatku, Bersabarlah! Disaat Musibah Itu Datang. Sabar menerima musibah membuat tubuh kita menjadi ringan dari penderitaan bahkan mampu menghapus dosa-dosa kita. Setiap musibah, ujian & cobaan yang datang akan disesuaikan dengan kadar kemampuan kita dalam menerimanya karena Allah sangatlah memahami seberapa kekuatan kita dalam menerimanya sehingga Allah tidak akan memberikan musibah, ujian & cobaan diluar kesanggupan kita. Musibah hadir di dalam kehidupan kita sebagai proses menyucikan kita dari segala kotoran yang melekat dalam jiwa kita sehingga dosa dan segala kotoran jiwa kita dibersihkan dengan kekuatan daya pembersihannya.

Musibah, ujian & cobaan adalah sparing partner dalam hidup ini. Bila kita memahami bahwa musibah, ujian & cobaan sebagai sparing partner di dalam kehidupan kita maka sudah sepatutnya kita mampu menyambut disetiap musibah dengan lapang dada dan rasa optimis di dalam hidup ini bahwa Allah memuliaan hidup kita dengan berbagai cara yang indah, terkadang sekalipun kita merasakan hal itu menyakitkan dan membuat hati terasa pedih karena Allah memberikan kita sparing partner yang lebih kuat & tangguh. Semakin kuat & tangguh sparing partner kita malah semakin baik agar kita menjadi kuat dan tujuannya hanya satu agar anda bisa menjadi pemenang. Pemenang yang diberikan keberkahan yang sempurna & rahmat Allah serta mendapatkan petunjuk.

"Dan Sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila tertimpa musibah mereka mengucapkan 'inna lillaahi wa inna ilaihi raajiuun' (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadaNya kami akan kembali). Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk."(al-Baqarah : 155 -157).

Ingat Nak, Bila Kamu Tidak Sholat. Diakhirat Ibu Akan Disiksa

Air matanya mengalir teringat pesan ibunda tercinta, "Ingat Nak, Bila Kamu Tidak Sholat. Diakhirat Ibu Akan Disiksa." Disaat kenyataan pahit menghempas hidupnya. Usahanya dibidang pertanian dan makanan. Gagal panen karena faktor alam membuatnya harus mengalami kerugian milyaran rupiah. Disaat itu dirinya benar-benar minus, bila dihitung antara aset dan hutang, lebih banyak hutangnya. Sejak peristiwa itu seakan membuatnya terasa tertohok, menerima sebuah pukulan yang cukup telak membuat tubuhnya terhuyung-huyung limbung dan sampai akhirnya jatuh sakit. Perusahaan yang hampir kolaps dan sakit yang dideritanya  telah menyadarkan dirinya, sehebat apapun manusia berencana pada akhirnya Allahlah yang menentukan. Dalam hatinya menjerit. 'Ya Allah, apa yang salah dariku? Perusahaanku hampir hancur, malah Engkau berikan aku sakit?' Air matanya mengalir. Ditengah istri dan anak-anaknya tertidur lelap. Tak kuasa menahan perih dihatinya. Terasa begitu sakit yang luar biasa dideritanya. 

Dalam kesendirian dirinya merenung, selama ini betapa dirinya telah jauh dari Allah. Keyakinan terhadap diri sendiri telah membuatnya mengabaikan peran Allah dalam keberhasilan usahanya. Ibadah seperti sholat, zakat, puasa dan shodaqoh tidak pernah dilakukannya. Teringat pesan ibunda tercinta sewaktu masih duduk dibangku SMP agar jangan pernah meninggalkan sholat. "Ingat Nak, Bila Kamu Tidak Sholat. Diakhirat Ibu Akan Disiksa, karena kamu tidak pernah berdoa untuk Ibu.'  Baju basah tergenang air mata kerinduan kepada ibunda. Telah sekian tahun berlalu, sholat tidak pernah dikerjakan, tenggelam dalam mengejar impian. tergambar jelas begitu menggebu-gebu dirinya, siang malam bekerja merintis usahanya.  Istri dan anak-anaknya bahkan telah kehilangan figur dirinya sebagai suami dan ayah yang baik. 'Ampunilah hambaMu ini, Ya Allah..' Ucapnya lirih tak terdengar. Cubitan Allah itu telah menyadarkannya segera bangkit. Kehadirannya di Rumah Amalia untuk berbagi dengan harapan mendapatkan keridhaan Allah bagi diriya dan keluarga. Beberapa hari kemudian sakitnya sembuh. Seolah mendapatkan kekuatan besar untuk mengurus kembali usaha yang telah dirintis selamanya ini. Geliat perkembangan perusahaan pertanian dan makanan, tumbuh pesat tidak pernah disangkanya. Ia yakin semua itu adalah kehendak Allah dan hal itu membuat dirinya, istri dan anak-anaknya tidak lupa diri malah semakin dekat dengan Allah untuk menggapai keridhaanNya. Ibadah sholat ditunaikan mendatangkan kebahagiaan dan ketenteraman bagi kehidupan rumah tangganya. Subhanallah.

Wednesday, November 23, 2011

Ada pelangi Dimatamu

Dipagi hari ada seorang suami yang hendak berangkat ke kantor memanggil istri, "Dik, sini sebentar.." istrinya menjawab penuh keheranan, "Ada apa mas?" Istrinya mendekat dengan gugup, sementara sang suami memandang mata istri dan mengatakan, "Ada pelangi dimatamu," Istripun menjadi tersipu-sipu malu, sambil mencubit lengan suami, "Idih, godain aja..aku kan jadi malu mas.." Suami tersenyum bahagia melihat wajah istri memerah delima tersipu malu. Suami melihat ada kebahagiaan dimata istri yang dicintainya.

Sahabatku, Bila anda tidak akan pernah bisa untuk mengungkapkan isi hati anda betapa cinta dan sayangnya anda kepada pasangan hidup anda atau betapa sayangnya anda terhadap anak-anak, sang buah hati anda namun anda masih memiliki sepasang mata yang indah yang akan mampu untuk mengekspresikan betapa anda mencintai dan menyayanginya dengan setulus hati. Sekalipun satu kata tidak mampu terucap dari bibir anda, yakinlah! pasangan hidup anda mampu melihat pelangi di mata anda, pelangi yang penuh warna warni cinta anda, cermin hati yang memancarkan kemesraan begitu besar kasih sayang anda padanya. Tatapan mesra anda melatih kontak batin seorang suami dengan istri, demikian juga seorang istri dengan suami yang akan mampu mendekatkan hati dan menyatukan jiwa. Taburkan hati istri anda dengan kasih sayang dan rasa cinta yang anda pancarkan dari mata indah yang anda miliki. Hangatkan hatinya yang kering kerontang, sirami dengan air hujan yang menyejukkan ditengah musim kemarau panjang, hiasilah dengan pelangi ditengah awan yang kelabu dengan pandangan mata anda yang memancarkan cahaya cinta dan kasih sayang. Jika memang anda sungguh-sungguh mencintainya maka anda akan menatap dengan cinta dan kasih sayangNya. Cinta dan kasih sayang Allah, Sang Maha Cinta Sejati.

Nah, lakukanlah sekarang juga memandang mata suami anda atau istri anda, temukan pelangi dimatanya, temukan kebahagiaan sebagaimana sabda Rasulullah, "Seorang suami apabila memandang istrinya dg kasih sayang & istripun memandang dg kasih sayang maka Allah memandang keduanya dg pandangan kasih sayang. Bila suami memegang telapak tangan istrinya maka dosa-dosa keduanya berguguran dari celah jari-jari tangan keduanya" (HR. Rafi'i).

Tuesday, November 22, 2011

Terima Kasih Istriku..

Perempuan muda itu duduk terdiam membisu, Air matanya mengalir dipipinya ranum memerah. Dirinya tidak pernah menyangka suaminya mengucapkan kata-kata yang begitu lembut ditelinganya "Terima kasih Istriku.." Sejuta bunga menebarkan semerbak harum mewangi seolah ditaman bunga. Laki-laki yang ada didepannya sosok suami yang telah mendampingi hidupnya. Ia begitu menghormatinya. Ia merasa bukanlah perempuan yang cukup pantas untuk sang suami, tidak cantik, tidak cerdas. Namun perempuan sederhana dan biasa saja, tidak istimewa. Namun berbeda dengan suaminya selain wajahnya yang menarik, baik, cerdas dan santunan mempesona bagi dirinya juga setiap perempuan yang pernah mengenalnya.

Setelah sekian lama pernikahan dan memiliki seorang anak, belum pernah terucap kata mesra dari bibir suaminya. Dirinya sangat berharap mendengarkan suara dan kata-kata romantis itu. Sebenarnya sebagai seorang istri, dirinya tidak pernah meragukan cintanya. Semua wujud cinta dan kasih sayang diwujudkan dalam segalanya. Tapi entah kenapa dirinya merasa ada yang kurang. Semua pikiran jelek itu ditepisnya. Sampai pagi itu sebelum suaminya berangkat ke kerja. Terdengar bisikan kata mesra itu. "Terima kasih istriku.." Bisikan itu begitu lembut seolah membawanya terbang ke awan. Entah kenapa dia malah bertanya, "Terima kasih untuk apa Mas?" Suaminya tersenyum mendengarkan pertanyaan sang istri, "Untuk cintamu selama ini, aku mengagumimu." Dalam diam duduk membisu.  Air matanya mengalir dipipinya ranum memerah. Kata-kata itu terasa sebagai hadiah terindah dalam hidupnya dari orang yang sangat dicintainya.

Rasulullah mengingatkan kita bahwa "Tidaklah bersyukur kepada Allah, bila seseorang tidak berterima kasih atas kebaikan sesamanya." (HR. Ahmad, at-Tirmidzi & Abu Dawud). Sungguh sepatutnya  kita mampu menghargai kepada pasangan hidup kita, penghargaan itu tidak harus berupa pemberian materi, berharga mahal yang justru terasa kering dari sentuhan hati maupun ungkapan tulus. Penghargaan yang terindah adalah menyampaikan membisikkan kata mesra padanya. Ungkapan setulus hati penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang merupakan wujud yang tak ternilai harganya sehingga kita selalu mampu memupuk keluarga dengan kehangatan dan kemesraan. Lantas sudahkah anda hari ini mengucapkan kata mesra kepada pasangan hidup anda? "Terima kasih sayang atas cintamu selama ini."

Monday, November 21, 2011

Aku Mencintaimu Karena Cintaku Pada Allah

Imam Syafii pernah ditanya oleh istrinya, "Suamiku, apakah engkau mencintaiku?" Beliau menjawab, "Ya tentu saja, dirimu bagian dalam hidupku." Mendengar itu istrinya bertanya, "Apakah engkau juga mencintai Allah? Bagaimana mungkin dua cinta menyatu dalam hati seorang mukmin, Cinta kepada Allah dan juga mencintaiku?" Beliau tersenyum dan mengatakan kepada istrinya dengan pandangan mata yang lembut penuh kasih sayang. "Karena cintaku kepada Allah, maka aku mencintai makhlukNya, memperlakukan dengan hormat dan penuh kasih sayang istriku, anak-anakku dan sesama. Aku mencintaimu karena cintaku kepada Allah."

Sahabatku, cintailah pasangan cinta kita karena cinta kita kepada Allah, perlakukanlah dengan hormat pasangan kita, setia dan mencintai dengan setulus hati. Kehidupan di dalam rumah tangga sangat dinamis, kebahagiaan, kesedihan, kebencian, senyuman semua datang silih berganti. Jika pasangan suami dan istri saling memahami terus ditumbuhsuburkan, maka akan selalu ada tunas cinta yang bersemi. Jika tunas cinta terus bersemi akan selalu bunga-bunga yang bermekaran, menebarkan semerbak harum wangi dipagi hari menyambut kehidupan yang indah. Sahabatku, para suami, bersabarlah menghadapi kekurangan istri, selalu ingatlah akan pengorbanannya. Sahabatku, para Istri, bersabarlah dengan kekurangan suami, ingatlah selalu kebaikannya. Bila datang masalah dan konflik bukan saling menggugat kelemahan dan mengeluh pengorbanan yang telah pernah kita lakukan namun saling mengakui dengan setulus hati, memahami, memuji. Disinilah rahmat Allah turun melimpahkan kembali sehingga cinta bersemi kembali, disela hempasan badai dan gelombang samudra kehidupan yang datang siling berganti.

Seorang Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Sebaik-baiknya kalian adalah yang paling baik kepada istrinya. (HR. Bukhari).

Keajaiban Doa Istri Sholehah

Keajaiban doa seorang istri yang sholehah didengar oleh Allah yang berkenan membukakan pintu hati suami. Biasanya setiap orang yang menghadapi kesulitan atau masalah dalam rumah tangganya selalu saja godaan meninggalkan atau bercerai dengan pasangannya, Begitu pula seorang ibu, beliau lebih memilih mempertahankan keutuhan rumah tangganya, keajaiban doa itu begitu nyata baginya. keyakinannya hanya dengan Kasih Sayang Allah, keluarganya bisa diselamatkan. Hari itu beliau datang untuk bershodaqoh ke Rumah Amalia. Sebagai bentuk syukur atas nikmat karunia Allah, karena keluarganya telah utuh dan berkumpul kembali. Beliau bertutur, keluarganya bahagia karena telah memiliki tiga putri yang cantik-cantik namun suaminya menginginkan anak laki-laki. Bagi suami, anak laki-laki ada penerus keturunan bagi dirinya. 

Sampai suami mengatakan bila tidak mendapatkan anak laki-laki, dia akan menikah lagi. Sikap romantis yang biasa ditunjukkan suami sudah hilang. Berjudi dan minum2an keras hampir dilakukan setiap malam. Usaha yang dirintisnya bangkrut, semua tanah dijual. Sang Ibu menjadi penyelamat bagi keluarganya. Buka warung nasi dipinggir jalan. Semua kehidupan yang dulu menjadi kebanggaannya ditanggalkan. Disaat orang lain tertidur lelap, beliau harus bangun, berbelanja, memasak, sehabis sholat subuh sudah berjualan. Setelah dzuhur tiba pulang mengurus rumah, mencuci, juga melayani suami dan anak-anaknya. Sampai pada satu hari ditengah kelelahan beliau ambruk, jatuh sakit dan harus dirawat di Rumah Sakit. Dalam keputusasaannya karena sakit tidak sembuh, putrinya yang telah duduk di bangku SMA selalu menguatkan hatinya dan mengajak berdoa, memohon kepada Allah.

'Mah, yuk berdoa memohon kesembuhan kepada Allah, jangan putus asa Ma..' kata putrinya, 'Allah tidak ada,' jawab beliau dengan tetesan air mata, putrinya terkejut mendengarkan. 'Kalo ada kenapa Allah membiarkan aku hidup menderita terus.' 'Istighfar Ma, Mama harus yakin. Bukankah Mama yang mengajarkan hanya Allah penolong kita.' tutur putrinya. Kemudian beliau berdoa bersama putrinya memohon kesembuhan kepada Allah. Pada pagi hari, dokter memperbolehkannya pulang.  Anugerah Allah tidak berhenti sampai disitu, putri-putrinya menjadi lebih peduli dan perhatian kepada beliau. Kehidupan keluarganya berubah, kesabaran sang ibu membuahkan hasil. Suami mulai berubah kebiasaan buruknya berjudi dan minuman keras sudah ditinggalkan, sang suami berkomitmen untuk mengurus istri dan putri-putrinya dengan baik. Di dalam kehidupan rumah tangga senantiasa membutuhkan  pengorbanan dan kasih sayang. Bila ditengah jalan Ibu memilih untuk berpisah atau bercerai dari suami maka tidak ada kebahagiaan yang bisa dirasakan. Pengorbanan dan kasih sayang ibu telah menjadi teladan bagi putri-putrinya.

Sunday, November 20, 2011

Ingatlah Allah!

Ada seorang Ibu di Rumah Amalia, dirinya terlihat kalut dan bingung, gejala itu dirasakan sebulan yang lalu ketika ia marah dan membenci suaminya. Kebencian yang dirasakan pernah coba untuk dikomunikasikan kepada suaminya, malah yang terjadi suaminya mencemooh, kata-katanya tajam mengalir begitu saja. Ucapan itulah yang melukai hatinya. Sejak itu yang dirasakan perutnya sakit hingga ke ulu hati, terasa perih dan kembung. Dokter hanya menyebutnya sebagai sakit maag. Dalam kondisi seperti itulah membuat tidak bisa tidur nyenyak, makanpun juga tidak enak. Ia mulai sering melamun, malas bekerja, malas bergaul dengan tetangga, senang dirumah dan rebahan entah apa yang dipikirkan dan dirinya lebih suka dirumah daripada beraktifitas. Dalam kondisi ini dapat dipahami bahwa ia telah melewati ambang batas kemampuan mengontrol diri, perasaan terluka, kecewa, marah dan kesedihan yang dialami sudah berubah menjadi ketidakmampuan memahami dirinya sendiri.

Lantas bagaimana kiat  menyembuhkan perih luka dihati? Pertama, yang paling penting mengenali tanda dini stres berat yakni tidur terganggu disertai dengan mimpi buruk. Kedua, Bila sudah merasakan hidup begitu teramat berat, hati sakit terluka perih. Ingatlah Allah! Menangis dan memohonlah Allah agar kesedihan berubah menjadi kebahagiaan. Ada bagian hal itu menjadi wilayah anda untuk bisa menyelesaikan dan selebihnya serahkan masalah hidup anda yang tidak bisa diatasi biarkanlah Allah yang menyelesaikannya. Anda sanggup menghadapi semua problem kehidupan itu dengan baik hanya bila bertawakal kepada Allah. Percaya sepenuhnya bahwa Allah adalah sebaik-baiknya penolong dan pelindung anda.

Alhamdulillah, akhirnya beliau telah mampu pulih kembali, tidurnya sudah nyenyak, makanpun sudah enak dan beraktifitas bekerja sehari-hari seperti biasanya. Kehidupannya lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan berdzikir dan menjalankan ibadah sholat tepat waktu. Kedekatan dirinya kepada Allah telah mampu menyembuhkan diri sendiri dari beban stres berat yang telah dialaminya, kemampuan untuk mengelola diri untuk selalu ingat Allah telah pulih kembali bahkan hubungan dengan suaminya dan anak-anak menjadi lebih baik. 'Subhanallah Mas Agus, saya bisa lebih tenang dan sabar menghadapi masalah hidup sekarang ini. ' ucap beliau.

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram". (Ar-Raad 28).

Tolonglah Hamba, Ya Allah!

Disaat dalam kesendirian dan kesepian begitu berat beban hidup ini ketika kita disakiti atau didzalimi justru oleh orang yang kita sayangi atau orang lain, mengadu kepada Allah dengan tanpa disadari air mata itu mengalir membasahi pipi, tak kuasa untuk dibendungnya karena perih dihati, "Tolonglah hamba, Ya Allah!" terucap lirih. Ujian, cobaan tak kuasa untuk dipikulnya sendiri. Suatu yang mustahil untuk mengubah apa yang sudah terjadi karena luka itu teramat perih. Marah, dendam dan kecewa campur aduk, 'kamulah penyebab aku menderita begini!' Aku akan hancurkan kamu!' jika kita telah tersakiti begitu hebatnya kemarahan, hati menjadi mudah terkotori dengan nafsu membalas dendam dan ingin kembali menyakiti perbuatan orang yang telah menyakiti hati.

Kebahagiaan atau penderitaan tidak perlu mencari siapa yang bersalah, atau yang menyebabkan hidup anda menderita. Anda harus mampu memaafkan orang lain yang telah menyakiti hati anda. Mohonlah ampunan kepada Allah untuknya. Sebenarnya anda termasuk orang yang diberikan rahmat oleh Allah. Jika anda disakiti berarti anda sedang teraniaya. Orang yang teraniaya adalah orang yang sedang diuji sekaligus diberikan kemudahan oleh Allah. Allah memberikan dua pilihan membalas perbuatannya atau memaafkan. Jika anda tidak membalas tetapi bersabar & memaafkan orang yang telah menyakiti anda maka Allah akan memberikan ampunan dosa-dosa anda dan Allah menganugerahkan kepada anda kehidupan yang lebih sehat, indah dan membahagiakan bagi anda.

Saturday, November 19, 2011

Keteguhan Hati Seorang Suami

Seorang suami itu berkali-kali meyakinkan istrinya untuk kembali bersatu ditengah bahtera rumah tangga yang retak. Upaya untuk memulihkan hati istrinya yang tengah terluka tidak juga mampu menyakinkan.  Istrinya pergi meninggalkan rumah. Kerepotan mengurus anak yang masih balita dan kesibukan mencari nafkah membuat hidupnya kacau balau. Rasa bersalah dan kesepian  serta kekacauan hidupnya, perasaan kehilangan sosok istri menyergap dalam kerinduan membuat ia melupakan harga dirinya dan tidak mempersoalkan apapun yang telah terjadi. Berkali-kali ia memohon agar istri dan anaknya yang pertama kembali ke rumah dirasakannya sia-sia.

Sempat dihinggapi kemarahan, kekecewaan, sakit hati dan terpuruk, "Ya Allah, sampai kapan Engkau uji hambaMu ini..' ucapnya lirih hampir tak terdengar. Namun ia segera bangkit untuk bershodaqoh di Rumah Amalia, "Saya bershodaqoh berharap agar Allah memberikan kekuatan dan kesabaran kepada saya agar mampu melewati semua ujian dan cobaan ini," tuturnya. Keesokan harinya, dipagi hari terdengar ketukan suara pintu rumah. Dibukakan pintu rumah, tiba-tiba istri bersama anaknya memeluk dirinya. Berlinangan air mata tak mampu ditahannya. Isak tangis kebahagiaan. Semuanya begitu indah dan menyejukkan hati. Kepulangan istri dan anaknya begitu berarti bagi hidupnya.

Keteguhan dan kegigihannya dirinya sebagai seorang suami membuahkan hasil. Ia dan istri juga anak-anaknya menemukan kebahagiaan karena merajut kembali rumah tangganya yang kedua menjadi lebih saling mencintai, saling mengerti dan saling menerima apa adanya. Cintanya yang tulus telah mampu menyembuhkan luka hati istrinya. Ia dan istrinya sama-sama bersyukur kepada Allah dengan berbagai peristiwa, ujian dan cobaan telah mampu membuat rumah tangga berdiri kokoh dan atas semua kasih sayang dan karunia Allah telah memberikan kepada dirinya sebuah keluarga yang saling mengasihi. Subhanallah.

"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. al-Furqan : 74)

Menjemput Jodoh Yang Berkualitas

Sahabatku, jemputlah jodoh anda yang berkualitas, lihatlah keimanan dan ketakwaannya kepada Allah sebab kualitas hidup kita akan diketahui dan teruji hanya setelah mereka hidup berpasangan, karena dalam hidup berpasangan akan dapat diketahui kualitas, kapasitas dan sifat-sifat kemanusiaannya. Dalam hidup pernikahan itulah seseorang teruji kepribadiannya, tanggung jawabnya, keibuannya, kebapakannya, perikemanusiaannya, ketangguhannya, kesabarannya. Begitu besar makna hidup berumah tangga sampai Nabi mengatakan bahwa di dalam hidup berumah tangga sudah terkandung separuh urusan agama. Separoh yang lainnya tersebar pada berbagai bidang, sosial, ekonomi, politik, kebudayaan.

Allah menciptakan kita dengan setting berpasangan dalam hidup perkawinan agar pasangan itu memperoleh ketenteraman, memperoleh sakinah. Dalam hidup berpasangan suami isteri itulah dimaksud supaya kita menemukan ketenteraman, yang diperindah dengan kemesraan. Rumah tangga yang ideal itu bagaikan lautan tak bertepi, segala ketegangan, kegelisahan, kecemasan, kesepian dan kelelahan akan hilang jika orang berlabuh dalam pelabuhan cinta mesra suami isteri.

Sahabatku yang "single" ingin segera menikah, bila memang ada niat & keinginan sungguh-sungguh untuk menjemput jodoh yang berkualitas maka Allah akan kirimkan jodoh yg terbaik dari sisiNya. Sahabatku, Jangan putus asa, tetaplah berikhitiar menjemput jodoh anda, menangislah dan memohon kpd Allah agar diberikan jodoh yg berkualitas dan terbaik.

Friday, November 18, 2011

Keajaiban Doa, Mendapatkan Anugerah Terindah

Sore itu di Rumah Amalia kedatangan seorang Ibu muda yang mengatakan bahwa hampir saja dirinya bunuh diri. "Saya sudah tidak tahan menjalani hidup ini.." Begitulah penuturannya. Dirinya sedang kusut fikiran dan saking kalutnya ia bermaksud bunuh diri Ketika baygon sudah dituang ke gelas, Disaat gelas sedang dipegang untuk diminum, tiba-tiba terdengar suara kumandang adzan yang membuat tubuhnya bergetar seolah tersengat, timbul kengerian dan takut atas perbuatan dosa yang hendak dilakukan. Dari penuturannya bahwa problem kejiwaan merupakan problem perkawinan, problem hubungan interpersonal suami dan isteri. Mereka telah menempuh bahtera rumah tangga selama delapan tahun, belum dikaruniai keturunan. Ekonomi rumah tangga mereka relatif tercukupi, terbukti bahwa mereka telah memiliki rumah yang layak huni, suaminya bekerja di perusahaan swasta dengan gaji yang mencukupi.

Sebagai pasangan suami isteri itu sudah sangat merindukan keturunan, tetapi diantara mereka tak pernah secara serius membicarakan problem itu. Sang isteri adalah tipe perempuan yang sangat setia dan percaya kepada suami. Selama delapan tahun hidup sebagai suami isteri tidak pernah cekcok. Sebagai seorang istri meski harus selalu sendirian di rumah setiap hari pada jam-jam kerja suaminya, tetapi kepercayaan dan kesetiaannya kepada suami membuatnya tetap tenang. Tanpa ada tanda-tanda mencurigakan, tiba-tiba suaminya menjadi acuh, dan sering tidak menyentuh kopi dan makanan yang disediakan oleh isteri yang setia itu. Bahkan suaminya membisu. kekalutan fikiran itu tak tertanggungkan. Ia tidak tahu harus apa, karena selama ini hatinya tertumpah seluruhnya untuk suaminya. Di diamkan suami adalah kiamat baginya. Kekalutan fikiran dan perasaannya membuatnya lupa siapa dirinya dan untuk apa ia hidup. Dunia terasa gelap, dan kaki tak bisa lagi menginjak bumi.

Dari penuturan yang disampaikannya itu sambil terisak-isak menangis bahwa kedatangan ke Rumah Amalia hendak bershodaqoh agar berharap keridhaan Allah untuk menyelamatkan bahtera rumah tangga yang tengah retak dan segera mendapatkan momongan. Tiga bulan kemudian rumah tangganya akhirnya dapat diselamatkan, Ia hamil dan melahirkan bayi laki-laki. 'alhamdulillah, sekarang kami menjadi lebih baik, kami sekeluarga semakin mendekatkan diri kepada Allah. Allah telah memberikan anugerah yang terindah untuk kami," Terlihat wajah suami menatap bayi bungil penuh dengan kebahagiaan. Bahtera rumah tangganya yang retak, telah diselamatkan oleh Allah.

Thursday, November 17, 2011

Keajaiban Doa, Mengubah Kesedihan Menjadi Bahagia

Keajaiban doa ditengah cobaan itu begitu nyata. Allah memberikan pertolongan bagi siapapun yang berserah diri dan memohon pertolongan kepada Allah. Allah mengubah kesedihan hambaNya menjadi bahagia. Itulah yang dialami seorang ibu ditengah keluarga tengah terpuruk ekonominya dan anaknya jatuh sakit, musibah dan cobaan datang berturut-turut dalam hidupnya. Awalnya rumah akan disita oleh bank. Tinggal beberapa hari lagi petugas bank akan melakukan penyitaan. Dirinya bersama keluarga hanya bisa menangis penuh kesedihan. 'saya harus tegar, menukar kesedihan dengan harapan' katanya. 'Harapan satu-satunya hanya berdoa kepada Allah, memohon pertolongan kepadaNya. selain sholat fardhu, saya sholat tahajud setiap malam sampai airmata rasanya sudah mengering.' isak tangisnya terdengar memilukan.

Pagi itu semua keluarga diliputi oleh tangis sendu di teras rumah, sambil menunggu detik-detik penyitaan rumah kami. Kami ingin menyaksikan rumah kami untuk terakhir kalinya. Rumah dimana anak-anak lahir dan dibesarkan penuh cinta serta kasih sayang. Para tetangga tak kuasa menahan haru melihat kami. Solidaritas para tetangga hadir menunggu petugas bank hadir. Tiba-tiba kami dikejutkan oleh kedatangan surat pembatalan sita. Subhanallah, Maha Suci Allah. Dirinya menjerit kegirangan. Doanya didengar oleh Allah. Suaminya selalu mengingatkan bahwa pada tahap seperti ini ujian dan cobaan selalu datang silih berganti. Peristiwa ini semakin mengokohkan dirinya dan keluarganya untuk mantap dijalan yang diridhai oleh Allah. Ujian berikutnya menyusul, putranya mengalami pembengkakan dikelopak matanya. Menurut pemeriksaan dokter dia harus dioperasi. Waktunyapun sudah ditentukan, beberapa hari lagi. Secara medis dia percaya bahwa operasi adalah satu-satunya jalan untuk menyembuhkan sakit putranya. Namun tak lupa dirinya memanjatkan doa kepada Allah. Setiap malam dirinya menjalankan sholat tahajud.

'Subhanallah, sebelum jatuh tempo operasi. Penyakit yang berada dikelopak mata putra saya menghilang dan sembuh. Awalnya saya ragu, bagaimana mungkin bisa sembuh? kami kemudian pergi ke dokter ahli dan putra saya dinyatakan sembuh sampai si dokternya juga bingung dan menanyakan apakah saya telah pergi ke dokter lainnya?' tuturnya dengan mengusap airmatanya yang terus menetes. Allah memang benar-benar sedang menguji dirinya dan keluarga, ketika sudah melewati semua itu kehidupan rmah tangganya begitu terasa indah dan kini sebagai pemilik rumah makan yang cukup ramai, kini hidupnya & keluarga sekarang menjadi lebih tentram dan bahagia. Meski kerja keras merupakan kebiasaannya namun kewajiban sholat lima waktu semakin membuat dirinya dan keluarga semakin bersemangat untuk melaksanakannya. 'Dan saya sudah sepakat bersama suami dan anak-anak untuk menyisihkan penghasilan rumah makan kami untuk Rumah Amalia. Rasanya rizki yang kami peroleh makin melimpah.' Tutur beliau.

---
Obatilah orang-orang yang sakit dengan shodaqoh dan bentengilah harta-harta kalian dengan zakat dan siapkan untuk menolak bala' dengan doa (Hadist Riwayat Baihaqi).

Wednesday, November 16, 2011

Doa Ibu Kunci Bertemu Jodoh

Di Rumah Amalia Ada seorang teman bertanya bahwa semua ibadah sudah dilakukan, sholat fardhu sudah tepat waktu, puasa senin kamis, shodaqoh, sholat tahajud sampai menangis sepanjang malam tapi kenapa belum juga datang jodoh saya mas? Sahabatku, bila anda sudah merasa banyak ibadah dikerjakan, juga amalan baik sudah ditunaikan namun ada satu hal yang seringkali kita menganggapnya hal yang sepele tetapi itu justru ada kunci utama dari setiap apapun permohonan kita kepada Allah termasuk jodoh. Yaitu doa Ibu, orang yang paling dekat dengan kita. Sudahkah kita menghormati ibu? Rasulullah bersabda, "Tidak termasuk berbakti kepada orang tua, orang yang membelalakkan matanya karena marah (HR. Thabrani). Memandang ibu dengan mata membelalakkan Rasulullah menyebutnya sebagai sikap durhaka pada ibu. Pandanglah ibu dengan penuh kasih sayang dan lemah lembut, terlebih beliau sudah tua, hatinya menjadi sangat peka dan senitif, ada baiknya bila kita menyakiti hati beliau, lekaslah meminta maaf.

Sahabatku, bila ingin Allah menyegerakan jodoh anda, berhati-hatilah bila bertutur kata dengan ibu karena ridha Allah begitu mudah terwujud dari panjatan doa seorang ibu yang memohon kepada Allah agar menyegerakan jodoh untuk anaknya. Bila anda ingin disegerakan jodoh anda maka segeralah memohon maaf kepada Ibu, bisa jadi ada luka hati ibu yang membekas, belum termaafkan sakit hatinya pada anda. Bila sudah meminta maaf, mintalah doa restu pada ibu agar berkenan berdoa memohon kepada Allah untuk menyegerakan jodoh anda untuk mewujudkan impian anda keluarga sakinah mawaddah warahmah.

Tuesday, November 15, 2011

Ikhlas Karena Allah

Di Rumah Amalia pernah ada seorang bapak bertutur bagaimana dirinya merasakan kehadiran Allah dalam hidupnya. mulanya dia tidak percaya dengan orang berbuat baik dengan ikhlas karena Allah, 'Orang katanya ikhlas, tetap aja ada pamprihnya sekalipun berharap masuk surga.' begitu tuturnya, bahkan lanjutnya itu hanya ada di reality show TV. Pandangan itu berubah sebuah pelajaran tentang keikhlasan, disaat putra keduanya yang masih balita meninggal dunia di Rumah sakit umum. 'Disaat saya menggendong jenazah anak saya disamping kiri istri menangis terus sementara uang sudah habis nggak tau bagaimana mesti pulangnya.'

'Sampai kemudian dipintu gerbang rumah sakit ada seorang laki-laki muda memanggil-mangil saya, bapak ibu silahkan naik taxi. Pemuda itu mengantarkan kami sampai ke rumah bahkan ikut mensholatkan dan ikut mengantarkan ke pemakaman. Semua begitu berlalu dengan cepat sampai saya tersadar, .siapa nama lelaki muda itu? dan dimana tinggalnya? saya lupa mengucapkan terima kasih.' 'Saya baru percaya ada orang benar-benar berbuat dengan ikhlas. Berbuat semata-mata karena Allah." begitu katanya dengan meneteskan air mata. Seolah tidak percaya, begitu mahalnya pelajaran ikhlas yang berikan kepada Allah padanya, Sebuah pelajaran yang harus ditebus dengan kehilangan sang buah hati yang dicintainya. Setiap peristiwa apapun bagi orang yang beriman semakin membuat dirinya bertaqwa kepada Allah. Semoga dengan kisah ini kita dapat petik hikmahnnya, mari kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah

---
'Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki' (QS. Ibrahim (14) : 27).

Kita Tidak Sendiri, Masih Punya Allah

Pernah pada malam Jumat di Rumah Amalia sedang Yasinan bersama, kami kedatangan seorang Ibu. senyumnya yang lembut menyapa setiap orang dijumpainya. Tak lama kemudian saya menyapa beliau. "Ibu ini orang ceria ya..selalu tersenyum, kayaknya nggak pernah bersedih?" Beliau menjawab, "Pernah dulu, setahun yang lalu. Ketika saya kehilangan suami dan anak saya karena kecelakaan." Kami terdiam mendengarnya. "Lantas sejak kapan Ibu kembali tersenyum?" tanya saya. Beliaupun menjawabnya, "Sejak saya menyadari bahwa saya tidak sendiri, saya masih punya Allah."

Sahabatku, disaat cobaan dan penderitaan datang bertubi-tubi, kehilangan, kegagalan, difitnah, dicaci maki, dikhianati yang menyesakkan dada. Anda merasa tidak sanggup lagi menghadapi semua itu. Maka ingatlah, anda tidak sendiri. Anda masih punya Allah yang menemani anda dalam hidup ini. Datang, menangislah & memohonlah kepada Allah sehingga luka dan derita anda berubah menjadi senyum kebahagiaan. "Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang yang beriman." (QS. al-Ma'idah :23)

Monday, November 14, 2011

Cinta Tak Terbatas

Cinta tak terbatas, luas bagai samudra mampu menanggung semua luka dan perih. Semakin besar luka dan perih dihati maka semakin besar pula pengorbanan yang dibutuhkan. Cinta selalu membutuhkan pengorbanan untuk menerima, memaafkan dan mengembalikan pada posisi semula, menerima orang yang gagal seperti dia tidak pernah gagal sebelumnya. Sebagaimana seorang ibu yang menerima telpon dari seorang perempuan dengan mengatakan bahwa dirinya tidak lagi berhak atas suaminya. Setelah merebut suaminya bahkan menteror dan menghancurkan hatinya. Kehancuran hatinya justru bertekad untuk mempertahankan rumah tangga, suami dan anak-anaknya. Sebagai seorang ibu dan istri seolah mendapatkan kekuatan yang begitu besar untuk tetap menjaga dan merawat anak-anaknya. Meski hatinya pilu dan tercabik-cabik, ia tak ingin orang tuanya tahu apa yang sedang terjadi di dalam rumah tangganya. Ditengah kesibukan mencari nafkah dengan bekerja keras demi keberlangsungan hidup, ditengah kesendirian dan perjuangan membesar anak-anaknya tidak membuat dirinya menjauh dari Allah malah semakin mendekat diri kepada Allah memohon agar mendapatkan kekuatan, kesabaran dan pertolonganNya.

Keyakinan akan kekuatan doa itulah yang menyebabkan dirinya berkenan untuk hadir ke Rumah Amalia. Tekadnya untuk mempertahankan rumah tangga, suami dan anak-anaknya merupakan impian indah yang sangat menjadi harapan, dengan sedikit menyisihkan rizkinya untuk bershodaqoh berharap untuk mengharap keridhaan Allah agar menjaga keutuhan rumah tangganya. Perih luka dan pilu dihatinya tidak lagi bisa ditutupinya. Air matanya yang bening mengalir. Anak-anaknya berlarian tak mengerti kegalauan hatinya. Hatinya telah berserah sepenuhnya kepada Allah, apapun yang telah menjadi ketetapan Allah, dirinya menerima dengan penuh syukur. 'Apapun yang Allah telah tetapkan pada kami, ujian, cobaan adalah wujud kasih sayang Allah kepada kami.' tutur beliau. 'Saya bersyukur dengan ujian dan cobaan ini membuat saya dan anak-anak semakin mendekatkan diri kepada Allah.' lanjutnya.

Sampai pada suatu hari, ditengah kesibukannya menyelesaikan tugas kantornya tiba-tiba ada satu peristiwa yang tidak pernah diduganya sama sekali, dering hapenya berbunyi. Terdengar suara yang membuatnya terkejut tak percaya. 'Mah, maafin aku ya..aku khilaf, sudah menyakiti hatimu.' Langsung saja mematikan hapenya. Bagai tersambar petir disiang bolong, hati dan pikirannya kacau, suara itu adalah suara suaminya yang sudah setahun telah meninggalkan dirinya dan anak-anaknya. Beberapa menit kemudian hapenya berdering kembali, mengenali betul bahwa itu adalah nomor yang sama, sampai dering bunyi hapenya mati dengan sendirinya. Air matanya mengalir. Hatinya dikuatkan ketika hapenya berbunyi kembali, dengan bercampur baur semua perasaan ditumpahkan. 'Sebenarnya ayah mau apa? Setahun sudah ayah terlantarkan istri dan anak-anakmu? Minta maafmu tidak bisa menghilangkan rasa perih dihatiku dan derita anak-anakmu? Kamu kejam Mas, Kejam!' Suara itu terdengar penuh dengan isak dan tangis. Terdengar suara parau laki-laki menjawab. 'Mama, aku memang salah. aku bertaubat mah. Aku menyesal. Beri kesempatan untuk memperbaiki kesalahan menjadi ayah dan suami yang baik.' Dihatinya perih terluka, tidak ada sedikitpun tersimpan kebencian pada laki-laki yang telah menjadi suami dan ayah bagi anak-anak sekalipun telah disakiti hatinya. Lama terdiam, akhirnya dia menjawab, 'Mas, pulanglah..aku dan anak-anak merindukanmu.'

Malam itu juga suaminya pulang ke rumah. melihat ayahnya yang berpeluh air mata. Ketiga anak-anaknya segera mendekat dan tanpa disuruh mereka berpelukan dengan ayahnya, menangis sejadi-jadinya. Ayahnya meminta kepada anak-anak dan istrinya agar memaafkan dirinya. Dirinya berjanji akan lebih menyayangi keluarga dan tidak akan pergi meninggalkan rumah lagi. Pernyataan sang ayah begitu sangat tulus disambut dengan ledakan tangis ketiga anak-anaknya dan isak tangis istrinya. Malam pun berlalu dengan rentetan permintaan maaf dan peluk cium, yang saling mengasihi dan penuh kasih sayang. Begitu indahnya, mereka tentang keluarga bahagia karena cinta selalu membutuhkan pengorbanan.

'Ujian yang menimpa seseorang pada keluarga, harta, jiwa, anak dan tetangganya bisa dihilangkan dengan puasa, sholat, sedekah dan amar ma'ruf nahi mungkar.' (HR. Bukhari & Muslim).

Keajaiban Sholat Fardhu Tepat Waktu

Seringkali kita selalu ingin doa kita segera dikabulkan oleh Allah namun seringkali kita malah menunda-nunda bila sudah tiba sholat fardhu. Alangkah baiknya bila memang kita ingin doa kita segera dikabulkan maka sholat fardhu juga ditingkatkan dengan tepat waktu. Banyak manfaat dan keajaiban bila kita menyegerakan sholat fardhu. Salah satunya adalah yang dituturkan oleh seorang teman di Rumah Amalia. 'Saya bekerja di Daan mogot Jakarta, sementara istri dan anak masih tinggal bersama mertua di Cikampek, dan pulang ke Cikampek setiap malam Jumat dan hari Sabtu. Malam jumat seperti biasanya saya pulang ke cikampek, pas kebetulan waktu itu habis gajian jadi sekalian saya beli susu buat anak. Saya menyegerakan sholat maghrib.

Setelah sholat maghrib saya pulang naik bis mayasari jurusan jati bening, didalam bis saya berpikir nanti sholat isya di jati bening ato sampe dirumah. namun akhirnya saya mantap sholat isya di jati bening, alhamdulillah setelah selesai sholat saya langsung dapat bis Kramat jati yang kebetulan agak kosong arah purwakarta keluar tol cikopo, yang biasanya saya kalau menunggu bis paling tidak 30 menit baru dapat. Saya duduk sendirian dan tas yang berisi susu, berkas kantor dan hp saya taruh di bangku sebelah saya, sementara jok belakang saya ada 5 penumpang lainnya yang sama duduk sendirian di setiap bangkunya. karena kecapean saya tertidur di bis. Sampe di Cikopo, saya bangun dan langsung turun tanpa membawa tas dan langsung naik angkot jurusan Cikampek, namun setelah angkot jalan kurang lebih 20 meter saya baru sadar klu tas ketinggalan di bis.

Akhirnya saya turun dan naik angkot jurusan purwakarta untuk mengejar bis tersebut, dalam perjalanan tak henti2nya saya berdzikir dan berdoa, Ya Allah kalo memang tas dan isinya masih rezeki dan milikku pertemukan dengan bis tersebut, tapi kalo memang bukan hakku lagi, saya ikhlas dan saya sedekahkan bagi yang menemukannya dan semoga menjadi sarana ibadah buat yang menemukan. Alhamdulillah, Allah masih mengabulkan doa saya... setelah hampir sampai terminal Purwakarta, bis tersebut berhenti dan akhirnya tas lengkap dengan isinya kembali ke tangan saya.. Subhanallah... saya tak henti-hentinya mengucapkan kalimat syukur.. Ya Allah hanya Engkaulah yang Maha Pengatur semua atas kejadian di muka bumi ini.. semoga cerita ini pelajaran bagi kita semua yang belajar sholat tepat waktu.

Sunday, November 13, 2011

Siramilah Keluarga Dengan Kasih Sayang

Seorang suami yang baru pulang dari kantor membantu istri memasak untuk berbuka, istrinya melihat suami yang telah seharian bekerja namun juga kerepotan ikut membantu istri di dapur. "Mas, istirahat dulu aja." Suami menjawab, "Rasulullah aja selalu membantu tugas istri beliau, Kalo saya membantu istri memasak belum sebanding dengan apa yang telah dilakukan Rasulullah." Mata mereka berpandangan. Suami tersenyum manis dan istri tersipu malu dibuatnya. Walaupun usia perkawinan mereka telah cukup lama, anak-anak sudah besar dan dewasa, jika senantiasa disirami dengan kasih sayang dan saling memahami maka akan selalu ada tunas cinta yang bersemi kembali. Bunga-bunga bermekaran menebarkan semerbak harum mewangi  setelah melewati badai dan guncangan kehidupan. Istri bersabar menghadapi kekurangan suami karena mengingat pengorbanan yang telah dilakukan suami dalam mengarungi bahtera kehidupan, demikian juga suami selalu bersabar dalam menghadapi kekurangan istri sebab istrinya nampak anggun nan cantik dengan keikhlasan dan pengorbanan dalam menjaga bahtera rumah tangga, sebagaimana Umar Bin Khattab yang menasehati seorang sahabat ketika  mengadukan istrinya yang sangat cerewet sekali. " Saudaraku, aku bersabar atas sikap seperti itu, karena hak-haknya padaku. Istri memasakkan makanan, menyucikan pakaian, menyusui anak-anak dan hatiku tenang dengannya dari perkara yang haram karena aku bersabar atas sikapnya seperti itu."

Terkadang cinta dalam keluarga luntur oleh seiring perjalanan panjang, menjadi terasa hambar dan datar. Ketika pertentangan suami istri tidak menemukan titik temu karena ego masing-masing akan menggerus simpati dan rasa cinta. Berbagai kelemahan yang semakin terlihat dipelupuk mata tanpa upaya untuk saling memahami dan saling mengerti menjadikan rumah tangga kehilangan cinta dan kasih sayang. Bagaikan jasad tanpa ruh, setiap kata yang terucap menjadi kehilangan makna bahkan kata telah berubah menjadi senjata untuk saling menyakiti perasaan satu sama lainnya. Komunikasi semakin hambar terjebak dalam formalitas, berbincang tentang anak, keluarga besar, saudara, rekening listrik, namun tidak lagi membahas diri mereka sebagai pasangan suami istri. Disinilah dibutuhkan kekuatan di dalam menghadapi permasalahan rumah tangga, kekuatan itu adalah ketaqwaan kita kepada Allah sehingga terciptanya keluarga sakinah mawaddah warahmah atau keluarga yang tenteram penuh cinta dan kasih sayang. Siramilah keluarga anda dengan cinta dan kasih sayang, bangunlah kembali komunikasi penuh kehangatan agar bunga-bunga bermekaran, menebarkan semerbak harum mewangi kehidupan. Gunakan cara terindah yang anda miliki untuk membangun kemesraan dengan pasangan anda. Ungkapkan dengan tulus cinta dan kasih sayang anda untuk saling mengerti dan saling menguatkan, sampai kemudian pasangan anda membisikkan kata "Sayang, kenapa aku jatuh cinta lagi padamu?"

--
"Seorang Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya serta lemah lembut terhadap istrinya." (HR. Ahmad & Tirmidzi).

Saturday, November 12, 2011

Jodohku, Sahabat Sejatiku

Sahabatku, fitrah kita sebagai manusia membutuhkan orang lain sebagai pendamping hidup, sebagai partner dalam suka maupun duka sekaligus sebagai sahabat sejati yang mampu selalu berpikir dan berkehendak baik terhadap sahabatnya. Ia akan memberi dukungan jika ia merasa bahwa dukungannya itu akan membawa kebaikan sahabatnya. Sebaliknya jika sahabatnya keliru jalan, ia akan berkata tidak! meski pahit diucapkan dan pahit di dengar. Sahabat yang materialistis biasanya rajin hadir dalam keadaan suka, tetapi ia segera menjauh jika sahabatnya dalam kesulitan, ia sahabat hanya dalam suka, tidak dalam duka. Sahabat dekat biasanya angin-anginan, terkadang mesra, tetapi suatu ketika bisa menjadi musuh, bahkan musuh yang sukar didamaikan. Sahabat dekat adalah sahabat sehidup, tetapi belum tentu semati. Hanya sahabat sejati yang biasanya hadir dalam keadaan suka, tetapi juga hadir membela ketika dalam duka. Sahabat sejati adalah sahabat yang terikat oleh nilai-nilai kebajikan, ikhlas dan ibadah. Ketika kita sudah matipun sahabat sejati tetap menjaga nama baik kita, mendoaakan kita. Dialah sahabat sehidup semati, sahabat di dunia dan sahabat di akhirat.

Sahabatku yang ingin segera menikah, carilah jodoh yang juga menjadi sahabat sejati anda, jodoh dunia akhirat, jodoh yang sehidup semati dalam mengarungi bahtera rumah tangga hanya dengan mengharap keridhaan Allah. Sahabatku, bila memang ada niat & keinginan sungguh2 untuk mendapatkan jodoh. Jangan putus asa, tetaplah berikhitiar & memohon kpd Allah maka Allah akan mengirimkan jodoh yg terbaik untuk anda.

Bukti Kesetiaan Sang Istri

Air matanya mengalir, Ketika teringat Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya barang halal yang dibenci di sisi Allah itu adalah perceraian." Air mata cinta seorang istri yang meleleh sambil memeluk putrinya yang cantik, untuk kedua kalinya suami melakukan kesalahan, sebagai istri hanya bisa mengelus dada, kegalauan ingin berpisah atau bertahan membuat hatinya berkecamuk. Putus asa, perih terluka menyatu. Keyakinannya bisa menghidupi putrinya terkadang membuat dirinya percaya diri "Apakah Allah meridhai pilihan hidupku ini?" tuturnya lirih. Kerisauan hati berbagi dan doa bersama di Rumah Amalia memohon kepada Allah agar diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan kehidupan ini telah mampu menyejukkan hatinya yang tengah galau.

Hapenya berdering mendapatkan kabar suaminya tengah terbaring di Rumah Sakit karena mengalami kecalakaan. Malam itu juga bergegas menuju Rumah Sakit, ditemui suami bersama putrinya. Suaminya terlihat lemah, air matanya meleleh. "Mah, jangan tinggalkan aku.." ucapnya hampir tak terdengar. Ia mengangguk. "Aku ingin maaf darimu untuk yang kedua kalinya.." Suami dipeluknya. Cintanya yang begitu besar kepada suami sehingga Allah menguji hidupnya melalui suaminya. Kesalahan dilakukan kedua kalinya. Semua itu membuatnya tersadar, kecintaannya yang besar dan mendalam hanya patut untuk Sang Khalik semata. Dalam pelukannya sang suami membisikkan kata ditelinga, "Mah, setelah Allah dan RasulNya, aku hanya mencintaimu.." Dalam keheningan ia melihat wajah suaminya yang dibasahi oleh air mata namun hatinya terasa hangat. Pasangan suami istri dan putrinya berpelukan kembali bersatu dalam kesetiaaan hanya berharap keridhaan Allah.

Friday, November 11, 2011

Harapan Itu Bersemi Kembali

Ditengah kondisi yang lelah, entah sampai kapan menjemput jodoh yang tak pernah tiba. "Ya Allah, masih adakah jodoh untukku?" tangisnya lirih ditempat sholat, mukena masih terpakai basah penuh dengan air mata, sajadah panjang membentang seolah menjadi saksi bisu keresahan hatinya. Jodohnya tidak pernah hadir dilubuk hati. Dulu pernah dekat dengan seorang ikhwan yang tulus mencintainya namun ikhwan itu meninggalkan dirinya begitu cepat karena kecelakaan yang menimpa. Sejak itu hatinya menjadi beku, sulit rasanya membuka hati. Orang tuanya bahkan pernah membantu mencarikan jodoh untuknya tapi ditolak. Ibunya menangis dan ayahnya sempat kecewa. Toh, akhir kedua orang tuanya mengerti rasa sakit dan kecewa hatinya karena kehilangan laki-laki yang dicintainya.

Hati terpuruk, perih terluka, air mata mengalir setiap malam ketika bermunajat kepada Allah, resah, rindu galau menyatu dalam kepedihan yang dirasakan. Teman karibnya mengingatkan, "Sampai kapan ukhti mau terus seperti itu?" Malah disambut dengan tangisan yang tak terbendung lagi. Menyerah pasrah kepada Allah hanyalah pilihan yang dimilikinya. Kesibukan kerja jadi pelipur lara dan juga hadir di Rumah Amalia membuatnya tenteram dan menyejukkan. Senyuman dan sapaan anak-anak telah menguatkan hatinya, Rumah Amalia bagai ruang belajar untuk mengerti makna keikhlasan menjalani kehidupan adalah sebuah garis ketetapan Allah. Rasa pahit dan getir dalam mengarungi samudra kehidupan tidak dirasakannya sendirian bahkan ada yang lebih menderita daripada dirinya, hal itu telah membuatnya tersadar agar selalu lebih kuat dan bersabar dalam hidup ini. Sejak itu senyumnya telah mengembang kembali, Allah telah mengirimkan ikhwan untuk mengisi lubuk hatinya. Harapan meraih impian mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah segera ditunaikan. Subhanallah.

Mengenali Tanda-Tanda jodoh Anda

Sahabatku, kita semua tidak pernah tahu siapakah yang akan berjodoh dengan kita, namun dengan segala kebesaran Allah kita diberi tanda-tanda untuk mengenali yang menjadi jodoh kita. Lantas bagaimana kita mengenali tanda-tanda seseorang menjadi jodoh kita? Berikut ini tips untuk mengenali tanda-tanda jodoh kita.

Pertama, orang yang berjodoh dengan kita walaupun selalu bersama, tidak ada sedikitpun perasaan bosan, jenuh ataupun tertekan. Semakin hari, semakin sayang padanya. Kita senantiasa tenang, gembiran dan dia menjadi pengobat kedukaan kita. Dan dia pun merasakan hal yang sama seperti yang kita rasakan. Rasa senang apabila bersama. Jika berjauhan terasa ada kerinduan dan ingin berjumpa dengannya. Ketiadaan dirinya kita kehilangan. Kedua, Orang yang berjodoh dengan kita bersikap bersahaja dan tidak "aneh-aneh." Coba perhatikan caranya berpakaian, caranya berbicara, caranya tertawa dan tersenyum maupun makan dan minum nggak ja'im (jaga imej). Apabila dia tampil ada adanya, tidak dibuat-buat, maka itu adalah salah satu tanda-tanda dia adalah calon pasangan hidup anda. Jika tidak, maka anda mesti mengikhlaskannya karena dia bukanlah jodoh anda.

Sahabatku yang "single" ingin segera menikah, bila memang ada niat & keinginan sungguh2 untuk menjemput jodohnya maka Allah akan kirimkan jodoh yg terbaik dari sisiNya. Sahabatku, Jangan putus asa, tetaplah berikhitiar menjemput jodoh anda & memohon kpd Allah agar diberikan jodoh yg terbaik.

Thursday, November 10, 2011

Ya Allah, Kuatkan Hamba

"Ya Allah, kuatkan hamba," ucap lirih seorang laki-laki yang hatinya hancur. Laki-laki itu separuh baya. Wajahnya terlihat lebih tua daripada usianya sendiri. Awalnya ketika pernikahannya cukup membahagiakan sampai istrinya hamil dan melahirkan. Diusia anak laki-lakinya berumur sembilan bulan, istrinya meninggalkannya dan anak laki-lakinya. Istrinya meninggalkan karena kehidupan yang susah, 'aku menikah agar aku hidup bahagia bukan hidup susah.' begitu kata istrinya. Dalam seorang diri tanpa istri, dirinya merawat anak dan mengasuh. Apapun pekerjaan dilakukan untuk menghidupi sang buah hati.  Kepergian istrinya telah membuat luka dihati, Peristiwa itu membuat dirinya menjauh dari Allah. Ibadah yang biasa dilakukan, tidak dilakukannya lagi. 'Buat apa sholat bila hidup menderita.' begitu tuturnya. Dengan hati yang terluka, perjalanan hidup ada kemudahan. Rizkinya lancar, anaknya tumbuh besar sampai menginjak kelas dua SD.

Anaknya menjadi kebanggaan. disekolah selalu ranking satu. Semua surat dalam Juz Amma' telah dihapal.  Bahkan anaknya sudah mampu membaca al-Quran dengan lancar. Kebahagiaan menyelimuti hidupnya, terkadang terselip kekecewaan, kemarahan dan perih dihatinya belumlah hilang. Sampai suatu hari anak laki-laki yang dicintainya sakit keras dan seminggu kemudian dipanggil oleh Sang Pecipta. Meninggal anak yang dicintainya benar-benar membuat hati terasa hancur, tidak ada lagi yang tersisa senyuman dibibir. Air matanya mengalir. 'Sudah tidak ada yang tersisa Mas Agus. Saya sudah tidak punya apapun dalam hidup ini kecuali hanya Allah.' Ucapnya malam itu di Rumah Amalia. Matanya basah, beberapa kali ia nampak mengusap air mata yang yg mengalir dipipi.

'Saya mengira dengan cara menjauhi Allah, saya akan menemukan kembali apa yang hilang, yang terjadi malah sebaliknya, makin banyak kehilangan demi kehilangan. Saya kehilangan Allah, kehilangan istri, saya kehilangan anak dan saya kehilangan diri saya sendiri.' desahnya panjang memilukan, terasa perih dihati. 'Ya Allah, ampunilah hamba, Astaghfirullah,' ucapnya lirih. Malam semakin larut. Ditengah hatinya hancur, ia telah menemukan secercah cahaya, karena hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dirinya bergantung & memohon pertolongan.

'Dan kembalilah engkau kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepadaNya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong lagi' (QS. az-Zumar : 54).

Tenteram Di Tengah Badai

Di samudra yang luas badai dahsyat menghantam sebuah perahu, terombang ambing ditengah amukan badai. penumpang tidak boleh beranjak dari tempatnya demi keselamatan, hampir semua penumpang berpikir bahwa kapal akan hancur. Akhirnya seorang penumpang ditugaskan untuk mencari informasi apakah masih ada harapan untuk selamat kepada kapten kapal. Sambil berpegangan pada dinding dan melewati tangga, ia berjalan menuju geladak. Diruang kemudi ia melihat kapal yang sudah mendekati daratan meski harus melewati batu karang yang terjal dan tajam. Sementara kapten sedang sibuk untuk menyelamatkan kapal dan penumpangnya. Ditengah suara deburan ombak dan deru angin, kapten kapal memandangnya tanpa mengucapkan sepatah kata lalu tersenyum. Merasa lega dan ia kembali ke para penumpang kapal yang lainnya kemudian mengatakan, "Tenang saja, tidak akan terjadi apapun. Saya tadi lihat kapten dan dia tersenyum."

Sahabatku, begitulah dalam kehidupan ketika datang badai yang menghempas. Kita mudah menyerah dan putus asa. Namun bila kita yakin dan mempercayaiNya, Kita akan menemukan ketenteraman meski hidup ditengah badai, ujian dan cobaan, keimanan kita kepada Allahlah yang membawa kita selamat dari badai kehidupan. "Tidak ada satu musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu." (QS. at-Taghaabun :11).

Tuesday, November 08, 2011

Kebahagiaan Datangnya Kesembuhan

Kebahagiaan seorang istri adalah mampu tegar dan kuat ditengah badai disaat mengarungi samudra kehidupan. Beberapa tahun seorang Ibu berjuang menemani suami agar kuat dan sabar karena terkena penyakit jantung koroner sampai kemudian tidak pernah diduga menemukan sebuah kenyataan pahit dirinya divonis oleh dokter menderita penyakit tumor payudara. Vonis dokter itu membuat hidup terasa langit mau runtuh, bumi berguncang pertanda semua akan berakhir. Pernah Ia menemani saudara sepupunya yang menderita sakit seperti dirinya begitu teramat menderita sampai akhir hayatnya. Dalam perjalanan hidup selalu dipenuhi rasa syukur dan kesabaran teramat luar biasa sampai didalam dirinya mengalami pergolakan luar biasa. Kesedihan bertambah ketika melihat anak-anak yang masih membutuhkan bimbingannya. Ia melihat sakitnya telah membuat banyak perubahan bukan hanya pada dirinya namun juga pada suami dan anak-anaknya.

Bahkan ketakutan akan kematian bukanlah sesuatu yang dibuat-buat, kecemasan dan ketakutannya muncul begitu saja. Hatinya begitu terpuruk, Dirinya menangis dengan tersedu-sedu disaat berada di Rumah Amalia, "Ya Allah, berikanlah kami kekuatan." tuturnya lirih ditengah doa yang dipanjatkan. Tiba-tba hati terasa sejuk seperti ada yang mengalir di dalam tubuhnya dan menenteramkan hati seolah-olah tidak ada lagi yang perlu ditakutkan dalam hidup ini. Kejadian itu berlangsung hanya sekian detik saja. Beban hidup terangkat, hatinya menjadi ringan. Sambil mengangkat kedua tangannya memanjatkan doa, "Ya Allah, hambaMu ikhlas menerima sakit ini, saya pasrahkan padaMu kesembuhan sakit saya." Pada saat itulah Ia menemukan kebahagiaan dan semangat hidupnya. Kebahagiaan atas pengalaman ruhani yang dirasakannya berdampak besar dalam kehidupannya, kesedihan yang menghimpit sejak dinyatakan sakit hilang lenyap, sebaliknya dirinya terpanggil untuk membahagiakan itu pada orang lain, orang-orang yang terngah terpuruk dalam sakitnya, apa lagi anak-anak dan suami mendukungnya. Subhanallah..

"Janganlah kamu bersikap lemah & jangan pula kamu bersedih hati. Padahal kamulah orang yg paling tinggi derajatnya, jika kamu orang yg beriman." (QS. Ali-Imran : 139) -

Ya Allah, Kuatkan Kami

Malam udara dingin menusuk kalbu disaat hati terluka perih terhempas badai ditengah samudra kehidupan, hati menjerit menahan sakit. 'Ya Allah, kuat kami." Air mata mengalir tanpa terasa. Dada terasa sesak, napas terasa berat. Pundak seolah tidak sanggup memikulnya. Kaki tidak sanggup untuk bertumpu. Berserah diri kepada Allah mampu menghilangkan segala keluh kesah dan akhirnya membuat jiwa kita menjadi tenang karena menyerahkan segala urusan kehidupan hanya kepada Allah yang membuat hati kita merasa merasa tenang dan tenteram. Hanya kepada Allahlah kita berharap dan hanya kepada Allahlah kita memohon pertolongan. Cobaan adalah latihan yang datangnya dari Allah. Setiap kali cobaan hadir menghampiri beruntunglah bila anda bersabar selama masa latihan dan bertahan sampai lulus melewati semuanya maka kita berhak untuk mendapatkan kebahagiaan yang hakiki, Allah akan senantiasa melimpahkan kebahagiaan hakiki bagi siapapun yang mencintai dan taat kepadaNya. Orang yang sabar akan mendapat ketenangan hati. Orang yang sabar akan mendapatkan kebeningan hati. Juga mendapatkan yang terbaik dalam hidupnya.

Jalan keluar dan kelapangan hati ada dalam keimanan dan keridhaan, sementara keresahan dan kesedihan itu ada dalam keraguan dan kekecewaan sehingga Ali bin Abi Thalib menyebutkan 'Hanya orang yang bersabarlah akan mendapatkan yang terbaik dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.'  Sikap sabar dan kebaikan pada diri seseorang  muncul ketika  dirinya tertimpa musibah sebab dia akan menjadikan sabar sebagai senjata menghadapi musibah, Kesabaran menjadi kekuatan dan harapan agar mampu melewati musibah. Karena kesabarannya dia melihat jalan keluar dan pertolongan Allah berada di depan matanya. Ketika anda berada dalam tingkatan ini, Allah memberikan semua yang diperlukan. Allah menghilangkan semua kesulitan anda. Allah mengabulkan semua permintaan anda dan Allah menyelamatkan anda dari segala kepedihan & derita di dalam hidup ini. Ingatlah, Pertolongan Allah hadir menyelesaikan masalah hidup anda dengan cara yang tidak pernah anda duga dan tidak pernah anda sangka sebelumnya. Mari kita berdoa, memohon kepada Allah.

'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami, bila kami lalai atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami dengan beban yang berat sebagaimana beban orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sangggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami maka tolonglah kami menghadapi orang-orang yang ingkar.' (QS. al-Baqarah : 286).

Monday, November 07, 2011

Keajaiban Doa, Hadirnya Sang Buah Hati

Sabtu siang itu di Rumah Amalia, saya kedatangan sepasang suami istri yang sudah lima tahun berharap untuk mendapatkan keturunan akhirnya, doanya terkabulkan yang selama ini dipanjatkan kepada Allah. Ketika dokter telah memvonis sang istri untuk memiliki anak kandung hanya tinggal seserpih kulit bawang, hidup dan rumah tangganya galau. Namun demikian kepedihan dan keputusasaannya itu malah membuat pasangan suami istri ini lebih dekat kepada Allah. Mereka lebih rajin sholat lima waktu, dengan penuh keikhlasan bershodaqoh untuk Rumah Amalia & hatinya pasrah lalu Allah memberikan jawaban yang tak pernah diduganya.

Pada saat itu jiwanya terasa kosong dan kering. Setelah waktu terus berlalu sejak kedatangan pasangan mereka datang kembali bersama bayinya laki-laki yang sehat dan mungil. Bayi itu digendong oleh Uminya. Kebahagiaan terpancar dari wajah pasangan suami istri yang sudah lama begitu mendambakan kehadiran sang buah hati. ‘Allah mendengar permohonan dan kepasrahan kami. Suami saya menuntun untuk tidak mengeluh dan senantiasa memanjatkan puji syukur kehadirat Allah, Alhamdulillah, Mas Agus Syafii, Walaupun pada usia beresiko tinggi, saya melahirkan bayi laki-laki yang manis dan sehat, ‘ Kata istrinya. Untuk kesekian kalinya tak bisa menahan air mata kebahagiaan penuh rasa syukur kehadiratNya. Dalam keheningan mereka memanjatkan doanya, “Ya Allah..Syukur kami panjatkan atas anugerahMu. Engkau telah memberikan kami anak yang kami harapkan..’ ‘Amin..’ sayapun turut mengamininya.

——
Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan kepada siapa saja yang dikehendakiNya. (as-Syura: 48-49).

Kerinduan Pada Momongan

Dalam salah satu hadist diriwayatkan Rasulullah memanjangkan sujudnya hanya karena memberikan menyamanan kepada cucunya ketika menaiki leher beliau disaat sujud. Begitulah gambaran penuh kasih sayang tak tertandingi, disaat kita bermain dengan dengan anak-anak kita dan setiap orang tua selalu mendambakannya namun tidak sedikit yang masih hanya dapat menghayalkannya. "Kapan ya tiba saatnya untukku? Kebahagiaan bersama mereka?" Sesungguhnya tidak ada yang mustahil bagi Allah, dengan memohon pada Allah mengabulkan doa bagi siapapun yang memohon kepadaNya. Bagi pasangan suami istri yang belum dikaruniai sang buah hati, Aminkan doa ini agar Allah mengabulkan harapan anda untuk segera memiliki momongan.

"Rabbi latadzarni fardan wa anta khairul waritsin, Waj'al li min ladunka waliyyan ya barru fi hayati wa yastaghfiru li ba'da wafati waj'alhu khalqan sawiyyan wa la taj'al lisy-syaithani fihi syirkan wala nashiban. Allahuma inni astaghfiruka wa atubu ilaik, innaka antal ghafurur rahim" Artinya, "Ya Tuhanku, Janganlah tinggalkan aku sendirian & Engkau sebaik-baiknya yang mewariskan & jadikanlah untukku dari sisiMu seorang anak sholeh yang berbakti kepadaku dimasa hidupku & meminta ampun untukku setelah wafatku & jadikanlah ia ciptaan yang sempurna serta janganlah Engkau jadikan setan mempunyai andil didalamnya. "Ya Allah, sesungguhnya aku meminta ampun kepadaMu & bertaubat kepadaMu. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Sunday, November 06, 2011

Saling Setia

Tali yang mengikat kuat hubungan suami isteri dalam suka dan duka adalah kesetiaan. Ukuran kesetiaan yang tertinggi adalah tidak melakukan perzinaan, atau hubungan seks dengan orang yang bukan suami atau isterinya, hubungan seks diluar pernikahan. Hubungan seks antara calon suami dan calon isteri dengan dalih apapun, merupakan bentuk perbuatan ketidak setiaan kepada norma, yaitu berhubungan seks di luar pernikahan. Ketika nanti di tengah krisis rumah tangga terjadi perdebatan tentang kesetiaan, maka pengalaman pra nikah itulah yang akan menjadi alat untuk saling menuduh,; lha dulu situ belum nikah juga sudah mau saya gituin, apa bedanya sekarang, kata suami. Isterinya menjawab. Dasar laki bejat, dulu saya yang di rayu-rayu, sekarang setelah bosan dengan saya, perempuan-perempuan lain yang dirayu-rayu.

Disinilah pentingnya menjaga kesucian pergaulan sebelum menikah. Agama tidak mengekang kaku, Rasulullah mengingatkan bahwa Jika melihat wajah dan kedua tangan seorang wanita membuatmu lebih terdorong untuk menikahinya, maka lakukanlah. Jadi Rasulullah membatasi melihat wajah dan kedua belah tangan karena dari kedua anggota badan itu , dengan menggunakan mata kepala dan mata hati sudah dapat dilihat karakteristik seseorang. Jadi, menjaga kesetiaan sudah dilakukan dari awal perkenalan dengan cara yang benar sesuai dengan tuntunan agama agar mampu mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah dengan saling setia dan menjaga kesetiaan.

Friday, November 04, 2011

Jodohnya Bagai Hujan Yang Mengguyur

Menikah? mengajak menikah? Satu jam baru mengenal sudah mengajak menikah? Apakah karena belum begitu mengenalnya ataukah karena proses berjalan dengan begitu cepat nyaris tanpa kendala? Entahlah. Sebulan yang lalu ditengah kegalauan hatinya ketika ibunya bertanya mau sampai kapan terus mengejar karier ditengah usianya yang sudah menginjak kepala tiga, membuat hatinya terhenyak. Air matanya mengalir tiada henti seolah ibunya menyadarkan bahwa sudah saatnya membangun bahtera rumah tangga, tidak hanya sibuk dengan urusan pekerjaan. "Apa sih yang engkau cari nak?" ucap ibu tengah malam sambil membelai rambutnya. air matanya membasahi jilbab merah mudanya. Kerisauan hati, bercampur aduk dengan rasa perih, kecewa dan cemas disaat berada di Rumah Amalia berbagi dan berdoa bersama dengan mengharap keridhaan dari Allah, ingin sekali rasanya untuk membahagiakan ayah dan ibunya yang dicintainya. Terbayang waktu kecil dengan penuh kebahagiaan. Ayahnya selalu mengantar sekolah sementara ibu memasak makanan kesukaannya. Begitu sangat indahnya.

Waktu terus berlalu, sampai kemudian ada seorang laki-laki yang baru dikenalnya. Satu jam perkenalan yang mengubah hidupnya. Ia mengajaknya menikah. Proses ini terasa seperti air hujan yang tiba-tiba mengguyur dan byur! semuanya basah kuyup, "aku belum mengenalmu, kita jalani aja, kita berproses.."jawabnya. Laki-laki itu menjawab, "Baik, kita berproses.." Sebulan kemudian pulang dan menyampaikan kepada orang tuanya, "Ayah, saya mau menikah.."Terlihat mata ayah dan ibunya berkaca-kaca. Seminggu setelah itu keluarga calon suaminya datang bersilaturahim dengan keluarga besarnya. Menjalani persiapan pernikahan menghitung hari berjalan seperti dengan cepatnya.Diringi oleh ibu, adik dan keluarga besarnya diantar ke Masjid. Hijab terpasang memisahkan tamu laki-laki dan perempuan. Di depan untuk para tamu, deretan meja berkaki pendek memanjang adalah meja akad. Ayah, Ustadz, Penghulu dan saksi-saksi, calon suaminya nampak terlihat sudah hendak bersiap untuk prosesi akad nikah . Jantungnya berdetak kencang. Badannya merasa lemas, perjanjian yang disebut "mitsaqon ghalida" untuk menyempurnakan separuh agama, "Kaif? Syah?" Ayah menengok ke kanan dan ke kiri. Ustad mengangguk. "Na'am.."terdengar suara menjawab serentak. Penghulu mengucap "Khair.." Sah sudah dirinya menjadi seorang istri. Pertemuan satu jam saja telah mengubah hidupnya. Itulah kebahagiaan yang telah lama dinanti, mengarungi bahtera rumah tangga bersama orang yang dicintainya.

Thursday, November 03, 2011

Ketulusan Cinta Seorang Suami

Ketulusan cinta dan kasih sayang akan terlahir dari sikap yang penuh keikhlasan dan hanya berharap keridhaan Allah yang mampu mengarungi samudra kehidupan yang tak bertepi, berbagai terpaan badai dan gelombang mampu dilewatinya, itulah yang mewujudkan kasih sayang seorang suami. Beliau adalah seorang suami bersama istri dan anak-anaknya. Pada suatu hari keluarganya mendapatkan ujian, istrinya tubuhnya meriang, panas tinggi bahkan disentuh saja, ia menjerit. Saat itu juga segera dilarikan ke dokter dan dokter tahu apa yang dideritanya. penyakit yang diderita tidak mengenal watu dan tempat, bisa menyerang kapan saja. Bila penyakitnya muncul, semua persendian akan mengalami peradangan yang luar biasa sakitnya.

Peradangan ini menimbulkan memar dan panas. Sebagai seorang suami, dirinya berusaha untuk tegar, ditahan air matanya agar sang istri kuat menghadapi sakit yang dirasakan. Dengan penuh kasih sayang ia merawat istrinya, mengangkat badan perlahan-lahan, meletakkan dengan pelan saat memandikan, memakaikan bajunya. Bersama anak-anak, mereka melayani sang ibunda tercinta dengan baik. Ditengah rasa pilu dihati, sebagai suami berusaha untuk tersenyum ketika wajah istrinya tengah menahan sakit. 'Alhamdulillah, Saya beruntung mendapatkan suami seperti ayah. Sabar dan ikhlas. Insya Allah, saya segera sembuh.' Tutur sang istri, wajahnya begitu terlihat tenang dan tidak sedikitpun mengeluhkan rasa sakit yang menderanya.

Tentu saja ucapan sang istri membuat hatinya terasa perih, ia teringat bagaimana dulu ketika mereka bertemu dan kemudian memutuskan untuk menikah, diawal pernikahannya pahit getir kehidupan berumah tangga mampu dilewati bersama sampai kemudian anak-anaknya terlahir dan mengasuhnya hingga dewasa, tanpa terasa air matanya menetes, rasa takut kehilangan tiba-tiba muncul menghinggapi dirinya, mampu ditepisnya dengan berserah diri kepada Allah. Ditengah kecemasan itulah beliau datang ke Rumah Amalia untuk berbagi agar Allah berkenan memberikan kesembuhan bagi istri yang dicintainya. Beberapa hari kemudian, dokter memberitahukan kepada beliau bahwa istrinya memiliki harapan untuk sembuh dan kondisinya telah membaik. Bahkan diperkenankan oleh dokter untuk pulang ketika istrinya dinyatakan dalam keadaan sehat walfiat. Dirinya bersama anak-anaknya merasakan kebahagiaan, dengan penuh rasa syukur kepada Allah atas kesembuhan dan kasih sayang yang diberikan Allah bagi keluarganya. 'Terima kasih Ya Allah, atas limpahan kasih sayangMu untuk kami,' tuturnya dengan penuh linangan air mata, itulah wujud kasih sayang seorang suami.

Kesabaran Seorang istri

Roda kehidupan selalu berputar, terkadang ada diatas, terkadang juga ada waktunya dibawah. Disaat itulah kesabaran seorang istri diuji oleh Allah. Ketika krisis ekonomi melanda kantor tempat suaminya bekerja terkena imbas. Terjadi pengurangan karyawan. mempengaruhi kesehatan tubuh suaminya. Pada siang hari secara kebetulan ia mengamati kuku suaminya terlihat membiru. Menurut dokter itu harus segera dirawat. Seminggu dirawat di Rumah Sakit tidak membawa perubahan yang membaik maka suaminya dibawa pulang, dirawat di Rumah. Satu hari ada kabar bahwa ayahnya sedang dirawat dengan kondisi kritis, maksud hati ingin menengok ayah tercinta, yang terjadi malah suami mesti dilarikan ke Rumah Sakit. Disaat itu juga dimasukkan di ruang ICU. Dirinya sebagai seorang istri menyaksikan semua itu dengan duduk terdiam, sedih, marah dan kecewa.

Bahtera yang telah dibangun bersama suami dan anak-anaknya telah terguncang disamudra kehidupan yang datang menghempas. "Aku sudah korbankan hidupku, ku berikan separuh nyawaku kepada suami dan anak-anakku. Ya Allah, apa salah dan dosaku sehingga aku menanggung cobaan yang berat ini?" tuturnya dengan air mata yang menetes, menyaksikan suami yang tengah dirawat di ruang ICU. Kemarahan, kekecewaan dan kesedihan yang dirasakan atas nasib hidup yang dideritanya mulai luluh disaat dirinya berada di Rumah Amalia, ditengah lelah dan letih dengan berbagi menjadikan perenungan yang mendalam. Ia kembali yakin bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkannya dalam kesendirian. Kekuatan dan kesabaran dirinya sebagai seorang istri mampu melewati semua derita. Kesabarannya membuahkan hasil, suaminya pulih kembali sehat dan berkumpul bersama keluarga yang dicintainya. Sejak itu keimanan dan keyakinannya kepada Allah semakin kuat dan kokoh. bersama suami dan anak-anaknya selalu rajin sholat berjamaah. Menghiasi rumahnya dengan melantunkan ayat-ayat suci al-Quran.
AGUSSYAFII BLOG
2006
Proudly powered by : Blogger