Kesabaran Seorang istri
Bahtera yang telah dibangun bersama suami dan anak-anaknya telah terguncang disamudra kehidupan yang datang menghempas. "Aku sudah korbankan hidupku, ku berikan separuh nyawaku kepada suami dan anak-anakku. Ya Allah, apa salah dan dosaku sehingga aku menanggung cobaan yang berat ini?" tuturnya dengan air mata yang menetes, menyaksikan suami yang tengah dirawat di ruang ICU. Kemarahan, kekecewaan dan kesedihan yang dirasakan atas nasib hidup yang dideritanya mulai luluh disaat dirinya berada di Rumah Amalia, ditengah lelah dan letih dengan berbagi menjadikan perenungan yang mendalam. Ia kembali yakin bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkannya dalam kesendirian. Kekuatan dan kesabaran dirinya sebagai seorang istri mampu melewati semua derita. Kesabarannya membuahkan hasil, suaminya pulih kembali sehat dan berkumpul bersama keluarga yang dicintainya. Sejak itu keimanan dan keyakinannya kepada Allah semakin kuat dan kokoh. bersama suami dan anak-anaknya selalu rajin sholat berjamaah. Menghiasi rumahnya dengan melantunkan ayat-ayat suci al-Quran.
0 Response to "Kesabaran Seorang istri"
Post a Comment