Friday, May 28, 2010

Hati Yang Diuji

Sore hari anak-anak Amalia bergembira. Kebahagiaan terlihat nampak diwajah mereka. Buku-buku dan majalah tergeletak dimana-mana. Anak-anak Amalia melahap berbagai buku bacaan anak-anak. Setelah itu mereka mendapatkan tugas untuk membuat rangkumannya. Disaat bersamaan, di Rumah Amalia kedatangan seorang Ibu.

Beliau bertutur betapa tidak mudahnya memaafkan sebuah kesalahan yang dilakukan oleh suaminya. Namun dengan memaafkan justru membuat kebahagiaan terasa indah bagi dirinya, suami dan anak-anaknya. Membuang benci dan kemarahan justru membuat dirinya merasa lega. Dirinya menyakini bahwa hidup tidak sempurna. suami juga bukan makhluk yang sempurna termasuk dirinya. Suami menyadari kesalahannya telah menduakan cintanya dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Sekalipun sulit, dirinya rela memaafkan demi menjaga keutuhan rumah tangga menjadi sebuah prioritas utama dalam hidupnya.

Ditengah kebahagiaan itu hadir disaat di dalam keluarganya. Suaminya mengeluh ada yang tidak beres di dalam pencernaannya. ia merasa susah buang air. Kesehatan suaminya terganggu. Begitu pemeriksaan dokter selesai. Dokter memberitahukan suaminya menderita kanker usus. Diperkiraan hidupnya tinggal tiga bulan lagi. Ya Allah, cobaan apa yang Engkau berikan kepada keluarga kami? tuturnya.

Jantungnya berdetak keras. Dulu suami telah mengkhianatinya. Kini ketika dirinya sudah mampu memaafkan dan keluarganya kembali berkumpul, Allah memberikan ujian lagi dengan kenyataan bahwa suaminya menderita sakit yang tidak pernah disangkanya. Sementara itu suaminya dengan penuh berlinangan air mata mengatakan bahwa sakitnya untuk menghapus dosa-dosa yang telah dilakukan. 'Ikhlas saja Mah, ini semua untuk menghapus dosa-dosa yang pernah ayah lakukan terhadap mamah,' ucap suaminya. Mendengar ucapan sang suami, dirinya tak kuasa membendung air mata yang terus berlinang.

Disaat hatinya tengah galau itulah beliau hadir ke Rumah Amalia berniat shodaqoh untuk kesembuhan suaminya dan kebahagiaan rumah tangga yang telah lima belas tahun dijalaninya. Doa yang dipanjatkan anak-anak Amalia untuk memohon kesembuhan suami dan kebahagiaan rumah tangganya seiring usahanya memberikan harapan yang terindah. Lama berselang setelah pemeriksaan dokter, sang dokter terkaget-kaget, setengah percaya, setengah tidak. Penyakit yang diderita suaminya menjadi rontok. mengeluarkan gumpalan daging dalam jumlah banyak dari pembuangan suaminya.

Subhanallah, Setelah pemeriksaan terakhir itu dokternya menyatakan suaminya sembuh dari sakitnya kanker usus. Sejak itu suaminya sudah sehat dan bugar lagi dan bekerja seperti sediakala. 'Alhamdulillah Mas Agus Syafii, setelah peristiwa itu membuat kami sekeluarga lebih bersemangat menyisihkan rizki kami untuk bershodaqoh bagi anak-anak Amalia. Hanya kehendak Allah yang membuat suami saya sembuh dan keluarga kami rukun kembali.' tuturnya sore itu.

---
Obatilah orang yang sakit dengan shodaqoh, bentengilah harta kalian dengan zakat dan tolaklah bencana dengan berdoa (HR. Baihaqi).

No comments:

Hati Gelap Karena Perselingkuhan

Perselingkuhan adalah faktor penyebab kehancuran rumah tangga, perselingkuhan itu juga hampir menjadi penyebab kehancuran per...