Wednesday, April 15, 2009

Pembelajaran Demokrasi Pada Anak

Hari Senin malam anak-anak Amalia mengadakan pemilihan kepala desa Amalia, anak-anak jumlah 24, dibagi menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok mengajukan satu pasangan yang terdiri dari calon kepala desa dan sekretaris desa. Pasangan cakades & casekdes diberi kesempatan untuk kampanye di depan teman-temannya dan menempelkan poster.

Pasangan dari kelompok pertama, terdiri dari ratna dan rizki. kelompok dua, terdiri dari Mona dan Dani. Kelompok tiga terdiri dari Dede dan lusi. Dalam kampanyenya ada yang mengusulkan tiap hari libur jalan-jalan ke ancol. Bahkan pasangan Mona dan Dani mengusulan kegiatan outbond pada setiap hari minggu. Anak-anak Amalia antusias sekali dengan program2 setiap pasangan calon kepala desa Amalia ini.

Setelah mereka berkampanye, semua warga penduduk desa Amalia berkesempatan mencontreng dan ternyata pasangan mona dan danilah yang menang. sekalipun ada pasangan yang sedikit kesal namun sportifitas mengucapkan selamat bagi yang menang adalah bagian yang paling penting.

kegiatan seperti menjadi ramai dan membuat anak-anak Amalia bersemangat untuk memahami apa yang disebut dengan pesta demokrasi, sekaligus mengkondisikan psikologis mereka untuk berkompetisi, siap menang dan siap kalah. Dari anak-anak inilah kita menanamkan yang disebut menanamkan sikap kritis pada anak-anak Amalia. Melalui model pembelajaran seperti ini, terlahir anak-anak kritis yang mampu melihat aneka tantangan dari zamannya, berani menentukan pilihan hidupnya sendiri sekaligus berani berpendapat dan berbeda pendapat.

Spirit kemerdekaan dan pembelajaran kritis, akan menumbuhkan kuriositas intelektual, kematangan emosional, dan kejernihan spiritual bagi anak-anak Amalia. Mereka akan mampu melakukan transformasi diri menjadi orang-orang yang terbebaskan, lantaran institusi pendidikan dan lingkungan memberikan ruang dan iklim yang kondusif.(Lihat Asep P.B. 2006).

---
Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Rabbnya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. QS. as-Syura (42) : 38

No comments:

Hati Gelap Karena Perselingkuhan

Perselingkuhan adalah faktor penyebab kehancuran rumah tangga, perselingkuhan itu juga hampir menjadi penyebab kehancuran per...