Monday, April 06, 2009

Pengaruh Lingkungan Pada Tingkah Laku Anak

Bagi kami untuk anak-anak Amalia yang paling penting adalah membangun lingkungan yang kondusif. Lingkungan yang kondusif dalam pola pembelajaran akan mendorong anak-anak lebih menghayati nilai-nilai kebaikan.

Nilai-nilai kebaikan dalam tindakan yang sepele seperti saling berbagi, saling menjelaskan untuk teman-temannya akan lebih mudah bagi anak-anak itu menciptakan pengaruh lingkungan yang positif.


seperti yang dikatakan oleh Dr. Ramadlan al-Qadzdzafi adalah menempati posisi lingkungan. Lingkungan adalah ruang di mana seseorang hidup, baik ruangan fisik, mental maupun spiritual. Lingkungan itu sendiri sebenarnya netral, tidak mempengaruhi apa-apa jika hanya dilalui sepintas kilas. Ia baru mempengaruhi manusia ketika menstimuli manusia secara berulang-ulang, terus menerus dalam waktu yang lama. Pengaruh lingkungan terhadap manusia bisa berupa membentuk atau mengubah tingkah laku, bisa positif bisa juga negatif bergantung kepada faktor-faktor apa yang relevan dengan kegiatan atau dengan perhatian manusia.

Manusia adalah makhluk sosial yang dapat dipengaruhi oleh lingkungan sosial di mana ia berada. Seringkali pengaruh lingkungan itu sangat besar sehingga bukan hanya mengubah atau meluruskan, tetapi sampai mengalahkan tabiat asal seseorang. Hadits Nabi yang berbicara tentang fitrah manusia sejalan dengan pandangan tersebut. Sabda Baginda Rasul.

Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, kedua orang tuanyalah yang menyebabkan anak itu menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi.

Meskipun demikian, jika seseorang dalam merespons lingkungan itu tetap berpegang teguh kepada tuntutan agama dan taat kepada Allah SWT, maka orientasinya itu akan mengarahkan tingkah lakunya ke arah kebaikan dirinya, baik kebaikan di dunia maupun di akhirat. Sebaliknya jika dalam merespons lingkungan itu ia mengikuti dorongan syahwat dan pikiran rendahnya, maka ia akan terbawa kepada tingkah laku yang mncelakakan dirinya, terutama jika dilihat dari ukuran orang beragama.

Jadi lingkungan tertentu mempersubur motif yang sudah ada dalam nafs manusia untuk memperoleh pemuasannya. Seseorang yang memiliki motif kepada kebaikan akan mudah terangsang untuk melakukan perbuatan baik jika lingkungan di mana ia hidup memberikan situasi yang kondusif untuk melakukannya. Jika lingkungan tidak kondusif untuk itu, maka motif kepada kebaikan itu mengendur atau tertekan. Selanjutnya motif baik yang sudah menguat mudah menggerakkan manusia untuk melaksanakan kebaikan.

No comments:

Hati Gelap Karena Perselingkuhan

Perselingkuhan adalah faktor penyebab kehancuran rumah tangga, perselingkuhan itu juga hampir menjadi penyebab kehancuran per...